cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,733 Documents
Hubungan Tingkat Kecemasan dengan Intensitas Nyeri pada Pasien Kanker Nasofaring di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta Ely Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i4.4009

Abstract

Kecemasan sebelum tindakan medis khususnya tindakan yang akan dilakukan pada pasien KNF merupakan suatu kewajaran bagi pasien. Nyeri pada pasien KNF terjadi pada area atas tenggorok dan di belakang hidung. Nyeri yang terjadi pada pasien kanker merupakan hal kewajaran, nyeri timbul disebabkan terjadinya fibrosis jaringan sehingga memberikan respon nyeri pada syaraf tepi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kecemasan terhadap intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta. Desain penelitian ini deskriptif kuantitatif yang menggunakan desain analisis korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel sebanyak 40 pasien kanker nasofaring. Hasil penelitian didapatkan sebagian besar berusia >25-35 tahun (65.0%) laki-laki (75.0%) Pendidikan SMP/SMA (45.0%) dan tidak bekerja (55.0%) kecemasan ringan (65,0%) dan nyeri ringan (52.0%). Ada hubungan tingkat kecemasan terhadap intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring di Rumah Sakit Kanker Dharmais Jakarta dengan uji Chi Square ddidapatkan pvalue: 0,000 (α:<0,05). Diharapkan RS mendapatkan gambaran tingkat kecemasan terhadap intensitas nyeri pada pasien kanker nasofaring sehingga RS dapat meningkatkan pelayanan sehingga terciptanya standar asuhan keperawatan yang tepat sehingga kecemasan berkurang dan berdampak terhadap penurunan intensitas nyeri.
Perawatan Paliatif Berbasis Family Centered Nursing untuk Mempertahankan Status Gizi Penderita Penyakit Ginjal Kronik dengan Hemodialisis Faridah, Virgianti Nur; Pramestirini, Rizky Asta; Zuliastri, Nofi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15131

Abstract

Chronic kidney disease patients on hemodialysis for a long time often experience nutritional status problems due to lack of nutritional intake and protein loss during hemodialysis, so special care is needed. This study aimed to analyze the effect of family centered nursing-based palliative care on the nutritional status of chronic kidney disease patients on hemodialysis. The design of this research was post-test only with control group. This study involved 30 patients for each group, selected by purposive sampling technique. Data on nutritional status were collected using the SGA questionnaire and analyzed using the Chi-square test. Based on the results of the analysis, the p-value = 0.030 was obtained, so it was interpreted that there was a difference in nutritional status between the two groups, with a higher score obtained in the group given palliative care based on family centered nursing. Based on these results, it was concluded that palliative care based on family centered nursing was effective in maintaining the nutritional status of patients with chronic kidney disease undergoing hemodialysis.Keywords: chronic kidney disease; hemodialysis; palliative care; family centered nursing; nutritional status ABSTRAK Pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis dalam waktu lama sering mengalami masalah status gizi akubat kurangnya asupan nutrisi dan kehilangan protein saat hemodialisis, sehingga diperlukan perawatan khusus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perawatan paliatif berbasis family centered nursing terhadap status gizi pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis. Desain penelitian ini adalah post-test only with control group. Studi ini melibatkan 30 pasien untuk masing-masing kelompok, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Data tentang status gizi dikumpulkan menggunakan kuesioner SGA dan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Berdasarkan hasil analisis didapatkan nilai p = 0,030, sehingga diinterpretasikan bahwa ada perbedaan status gizi di antara kedua kelompok, dengan skor yang lebih tinggi didapatkan pada kelompok yang diberikan perawatan paliatif berbasis family centered nursing. Berdasarkan hasil tersebut disimpulkan bahwa perawatan paliatif berbasis family centered nursing efektif untuk menjaga status gizi pasien dengan penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.Kata kunci: penyakit ginjal kronik; hemodialisis; perawatan paliatif; family centered nursing; status gizi 
Pengaruh Family’s Recorded Voice Terhadap Tingkat Kesadaran Pasien dengan Cedera Kepala di RSUD Ulin Banjarmasin Maulidya Septiany; Cecep Eli Kosasih; Urip Rahayu
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk101

Abstract

Head injuries can cause cognitive and physical damage, making them one of the main causes of death and disability. Providing a stimulus as early as possible is very important to activate the ascending reticular activating system so that it will increase awareness which makes a person aware of themselves and their environment, so that the sequelae experienced by the patient can be minimized. This study aimed to analyze the effect of family's recorded voice on consciousness in patients with head injuries at Ulin Hospital, Banjarmasin. This research implemented a pretest-posttest design with control group. This research involved 50 respondents who were divided into two groups, namely the intervention group which received auditory stimulation in the form of family's recorded voices for 5 days and the control group which received standard therapy. Assessment of the level of consciousness was carried out before stimulation (third day of treatment) and after stimulation (seventh day of treatment). The data obtained were analyzed using 2 tests, namely the Wilcoxon test and the Mann-Whitney test. This research shows a value of p = 000. Furthermore, it is concluded that there is an influence of the family's recorded voice on the level of consciousness in patients with head injuries at Ulin Regional Hospital, Banjarmasin.Keywords: head injury; auditory stimulation; level of awareness; loss of consciousness ABSTRAK Cedera kepala dapat menimbulkan kerusakan kognitif dan fisik, sehingga menjadi salah satu penyebab kematian dan kecatatan utama. Pemberian stimulus sedini mungkin sangatlah penting untuk mengaktivasi ascending reticular activating system sehingga akan meningkatkan kesadaran yang membuat seseorang sadar terhadap diri dan lingkungannya, sehingga gejala sisa yang akan dialami oleh pasien dapat diminimalisir. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh family’s recorded voice terhadap kesadaran pada pasien dengan cedera kepala di RSUD Ulin Banjarmasin. Penelitian ini menerapkan rancangan pretest-posttest with control group. Penelitian ini melibatkan 50 responden yang terbagi dalam dua kelompok yaitu kelompok intervensi yang mendapatkan stimulasi auditori berupa family’s recorded voice selama 5 hari dan kelompok kontrol yang mendapatkan terapi standar. Penilaian tingkat kesadaran dilakukan sebelum diberikan stimulasi (hari ketiga perawatan) dan setelah stimulasi (hari ketujuh perawatan). Data yang diperoleh dianalisis menggunakan menggunakan 2 uji yaitu menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann-Whitney. Penelitian ini menunjukkan nilai p = 000. Selanjutnya disimpulkan bahwa terdapat pengaruh family’s recorded voice terhadap tingkat kesadaran pada pada pasien dengan cedera kepala di RSUD Ulin BanjarmasinKeywords: cedera kepala; stimulasi auditori; tingkat kesadaran; penurunan kesadaran
Penilaian Budaya Keselamatan dengan Metode Safety Culture Assessment (SCA) di Perusahaan Pertambangan Nikel M. Anas; Rizky Maharja; Esa Risqianti Yana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15215

Abstract

Safety Culture Assessment (SCA) is a method of assessing safety culture to provide a valid assessment in a company that has potential hazards. Safety culture assessment is useful for increasing awareness of safety culture in the workplace. This study aimed to assess the safety culture in a nickel mining company. This study was a descriptive study, involving 233 workers, selected using stratified random sampling techniques. The variables studied was safety culture in the workplace, which was measured using a safety culture assessment sheet, namely the SCA sheet which includes aspects: leadership, system, people, behavior and communication. Data were analyzed descriptively. The results of the majority assessment for each aspect were as follows: leadership was good (71.7%), system was good (84.5%), people was sufficient (47.6%), behavior was lacking (45.5%), communication was important (69.1%). This study concluded that the safety culture in this company is not optimal. It is expected that all parties in this company will also support the implementation of a safety culture.Keywords: safety culture; leadership; occupational safety and health; workers; behavior ABSTRAK Safety Culture Assessment (SCA) adalah metode penilaian budaya keselamatan untuk memberikan penilaian yang valid dalam suatu perusahaan yang memiliki potensi bahaya. Penilaian budaya keselamatan bermanfaat untuk meningkatkan kesadaran terkait budaya keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menilai budaya keselamatan yang ada di perusahaan pertambangan nikel. Penelitian ini merupakan studi deskriptif, yang melibatkan 233 tenaga kerja, yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Variabel yang diteliti adalah budaya keselamatan di tempat kerja, yang diukur menggunakan lembar penilaian budaya keselamatan, yaitu lembar SCA yang meliputi aspek: leadership, system, people, behavior dan communication. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penilaian mayoritas untuk masing-masing aspek adalah sebagai berikut: leadership adalah baik (71,7%), system adalah baik (84,5%), people adalah cukup (47,6%), behavior adalah kurang (45,5%), communication adalah penting (69,1%). Penelitian ini menyimpulkan bahwa budaya keselamatan di perusahaan ini belum optimal. Diharapkan kepada seluruh pihak yang ada di perusahaan ini untuk turut adalah mendukung dalam penerapan budaya keselamatan.Kata kunci: budaya keselamatan; kepemimpinan; keselamatan dan kesehatan kerja; tenaga kerja; perilaku
Pemodelan Regresi Logistik Biner tentang Perilaku Pengambilan Keputusan Polifarmasi pada Lansia Argi Virgona Bangun; Ritha Melanie
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15nk122

Abstract

Decision-making behavior is important to carry out effectively in elderly people with chronic illnesses. This is to prevent the potential negative impact of polypharmacy experienced by the elderly. The aim of this research was to determine the factors that contribute to polypharmacy decision-making behavior in the elderly. The method used in this research was descriptive analytical method. The sample size was 100 respondents selected using purposive sampling technique. Polypharmacy decision-making behavior was the dependent variable (Y) and gender (????1), marital status (????2), education level (????3), comorbid diseases (????4), duration of treatment (????5), and perception about treatment (????6) were dependent variables in order to fit the model. Modeling was carried out using binary logistic regression analysis. The results of this study showed that the binary logistic regression model was ????(????) = (1 + exp((-0.539 + 1.063????6)). It was concluded that perceptions about treatment have a significant effect on polypharmacy decision-making behavior in the elderly. Elderly people who have positive perceptions about treatment are more likely to make effective polypharmacy decisions compared to elderly people whose perception of treatment is negative.Keywords: elderly; decision-making behavior; polypharmacy; binary logistic regression  ABSTRAK Perilaku pengambilan keputusan penting untuk dilakukan secara efektif pada lansia dengan penyakit kronik. Hal ini untuk mencegah potensi dampak negatif dari polifarmasi yang dijalani lansia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berkontribusi terhadap perilaku pengambilan keputusan polifarmasi pada lansia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Ukuran sampel adalah 100 responden dipilih dengan teknik purposive sampling. Perilaku pengambilan keputusan polifarmasi merupakan variabel dependen (Y) dan jenis kelamin (????1), status marital (????2), tingkat pendidikan (????3), penyakit komorbid (????4), durasi pengobatan (????5), dan persepsi tentang pengobatan (????6) merupakan variabel indepenedn dalam rangka mencocokkan model. Pemodelan dilakukan dengan analisis regresi logistik biner. Hasil dari  penelitian ini menunjukkan bahwa model regresi logistik biner yaitu ????(????) = (1 + exp((-0,539 + 1,063????6)). Disimpulkan bahwa persepsi tentang pengobatan berpengaruh signifikan terhadap perilaku pengambilan keputusan polifarmasi pada lansia. Lansia yang mempunyai persepsi positif tentang pengobatan lebih berpeluang mengambil keputusan polifarmasi yang efektif dibandingkan lansia yang persepsi tentang pengobatannya negatif.Kata kunci: lansia; perilaku pengambilan keputusan; polifarmasi; regresi logistik biner 
Hubungan antara Preferensi dengan Frekuensi Konsumsi Junk Food pada Mahasiswa di Jabodetabek Cut Athira Sauma; Septa Indra Puspikawati; Rinda Istiqumilaily; Zolla Gracia Amardiani
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i4.4025

Abstract

Junk food merupakan makanan yang digemari dan banyak dikonsumsi, namun memiliki berbagai dampak bagi gizi kesehatan. Mahasiswa termasuk dalam kelompok usia terbanyak yang mengonsumsi junk food. Tingginya konsumsi junk food pada mahasiswa disebabkan oleh berbagai faktor yang mempengaruhi preferensi dalam memilih makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara preferensi dengan frekuensi konsumsi junk food pada mahasiswa di Jabodetabek. Metode penelitian ini adalah observasional-analitik dengan design study cross-sectional yang dilakukan pada 246 mahasiswa di Jabodetabek dengan cara menyebarkan kuesioner preferensi menggunakan skala hedonik, faktor-faktor yang mempengaruhi preferensi, serta Food Frequency Questionnaire (FFQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa suka (63,4%) dan sering mengonsumsi junk food (53,7%). Hasil uji statistik menggunakan chi-square menunjukkan bahwa preferensi (Sig.0,000) berhubungan dengan frekuensi konsumsi junk food pada mahasiswa di Jabodetabek. Kesimpulan penelitian merupakan terdapat hubungan antara preferensi dengan frekuensi konsumsi junk food pada mahasiswa di Jabodetabek. Saran yang dapat diberikan, Pemerintah dapat melakukan pembatasan peredaran junk food modern agar dapat melindungi konsumen dari dampak berlebihan mengkonsumsi junk food, sertadapat lebih meningkatkan produksi usaha makanan mikro dan menengah yang sehat sehingga dapat mendorong daya beli masyarakat terhadap makanan lokal sehat. Dapat pula dijadikan sebagai bahan rekomendasi kampus untuk membuka kantin yang menjual makanan-makanan sehat.
Latihan Penguatan Scapula untuk Mengatasi Disfungsi Sendi Bahu Pasca Operasi Radical Mastectomy pada Dewasa Muda Hanifah Dwi Nurma; Totok Budi Santoso
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15348

Abstract

Physiotherapy in post-radical mastectomy patients for breast cancer is generally performed to optimize post-operative injuries, including muscle strength, joint range of motion, so that they can return to normal activities. The purpose of this case report was to describe scapular strengthening exercises in the form of hold-relax exercises and exercises using dumbbells to improve shoulder joint dysfunction after mastectomy surgery. This study was a single case report, namely a 38-year-old female patient with post-radical mastectomy left stage 3 who has met the criteria, namely unilateral mastectomy, age less than 40 years, and first time experiencing cancer. Data were obtained through pain measurements with the Numeric Rating Scale (NRS), measurement of joint range of motion with Range of Motion (ROM), measurement of muscle strength values with Manual Muscle Testing (MMT), and measurement of functional ability with Quick DASH Outcome Measurement. The subject was given an intervention in the form of scapular strengthening exercises in the form of hold relax exercises and exercises using dumbbells. The exercises were carried out 4 times for 2 weeks. The results of the study showed that the degree of pain decreased from 6 to 3, shoulder flexor ROM increased from 1000 to 1650, muscle strength increased from 3 to 4, and the Quick DASH Outcome Measurement value decreased from 36 to 20. Furthermore, it was concluded that there were changes in patients towards the good, namely decreased pain, increased range of motion of the joints, increased muscle strength, and increased functional ability.Keywords: radical mastectomy; strengthening exercises; shoulder joint dysfunction; limited motion ABSTRAK Fisioterapi pada pasien pasca operasi radikal mastectomy pada kanker payudara secara umum dilakukan untuk tujuan optimalisasi cedera pasca operasi, termasuk kekuatan otot, lingkup gerak sendi, sehingga dapat kembali menjalani aktivitas normal. Tujuan dari laporan kasus ini adalah menggambarkan latihan penguatan pada scapula berupa latihan hold-relax dan latihan dengan menggunakan dumbbell untuk memperbaiki disfungsi sendi bahu pasca operasi mastektomi. Studi ini merupakan laporan kasus tunggal yakni seorang pasien wanita berusia 38 tahun dengan kondisi pasca operasi radical mastectomy sinistra stadium 3 yang telah memenuhi kriteria yakni mastektomi unilateral, usia kurang dari 40 tahun, dan baru pertama kali mengalami kanker. Data diperoleh melalui pengukuran nyeri dengan Numeric Rating Scale (NRS), pengukuran lingkup gerak sendi dengan Range of Motion (ROM), pengukuran nilai kekuatan otot dengan Manual Muscle Testing (MMT), dan pengukuran kemampuan fungsional dengan Quick DASH Outcome Measurement. Subjek diberikan intervensi berupa latihan penguatan pada scapula berupa latihan hold relax dan latihan dengan menggunakan dumbbell. Latihan dilakukan sebanyak 4 kali pertemuan selama 2 minggu. Hasil studi menunjukkan bahwa derajat nyeri menurun dari 6 menjadi 3, ROM fleksor shoulder meningkat dari 1000 menjadi 1650, kekuatan otot meningkat dari 3 menjadi 4, dan nilai Quick DASH Outcome Measurement menurun dari 36 menjadi 20. Selanjutnya disimpulkan bahwa terdapat perubahan pasien kearah baik yaitu penurunan rasa nyeri, peningkatan lingkup gerak sendi, peningkatan kekuatan otot, dan peningkatan kemampuan fungsional.Kata kunci: mastektomi radikal; latihan penguatan; disfungsi sendi bahu; keterbatasan gerak
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Banjarejo Nabilla Fitriq Lailattul Lutfiah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v14i3.3923

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang menimbulkan gangguan metabolisme, yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah di atas normal. Angka kejadian diabetes melitus tipe 2 termasuk dalam 10 besar tren penyakit di kota Madiun. Berdasarkan data Puskesmas Banjarejo, jumlah penderita diabetes melitus tipe 2 pada lansia usia 60-74 tahun pada tahun 2022 sebanyak 58 kasus. Tujuan untuk menganalisis hubungan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Banjarejo. Metode penelitian dengan desain studi kasus kontrol. Populasi meliputi seluruh penderita diabetes melitus tipe 2 di wilayah kerja Puskesmas Banjarejo. Sampel terdiri dari 78 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Data penelitian ini diperoleh melalui kuesioner dan wawancara. Analisis data meliputi analisis univariat dan analisis bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan aktivitas fisik dengan kejadian diabetes melitus tipe 2 (P value = 0,000; OR = 14,481; CI 95% = 3,823-54,858). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa variabel aktivitas fisik berhubungan dengan kejadian diabetes melitus tipe 2.
Pengaruh Pemberian Senam Aerobic Low Impact terhadap Tekanan Darah pada Lansia Hipertensi Ayu Made Dalem Galang Canangjaya; Ketut Sudiantara; I Wayan Mustika; I Ketut Gama; I Wayan Suardana
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf14409

Abstract

One effort that can be made to lower blood pressure is by doing low impact aerobic exercise, which is light exercise that can be done by elderly people with hypertension and can improve blood circulation in the body. This study aimed to determine the effect of providing low impact aerobic exercise on blood pressure in elderly people with hypertension in the Banyakdem Community Health Center working area. The design of this research was one group pretest and posttest. This study involved 38 hypertension sufferers who were selected using a purposive sampling technique. The treatment was carried out 6 times in 2 weeks, with a duration of 20 minutes. The results showed that before treatment, the average systolic blood pressure was 164.32 mmHg and diastolic blood pressure was 95.89 mmHg. Meanwhile, after treatment, the average systolic blood pressure was 153.79 mmHg and diastolic blood pressure was 87.21 mmHg. Paired samples t-test showed the p value was 0.000 for systolic blood pressure and 0.000 for diastolic blood pressure. So it could be concluded that providing low impact aerobic exercise has the effect of lowering blood pressure in elderly people with hypertensionKeywords: elderly; low impact aerobic exercise; hypertension ABSTRAK Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk menurunkan tekanan darah adalah dengan melakukan senam aerobic low impact yang merupakan olahraga ringan yang dapat diterapkan oleh lansia dengan hipertensi dan dapat memperlancar peredaran darah dalam tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian senam aerobic low impact terhadap tekanan darah pada lansia dengan hipertensi di wilayah kerja Puskesmas Bebandem. Rancangan penelitian ini adalah one group pretest and posttest. Penelitian ini melibatkan 38 penderita hipertensi yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Perlakuan dilakukan 6 kali dalam 2 minggu, dengan durasi 20 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum perlakuan, rerata tekanan darah sistolik adalah 164,32 mmHg dan diastolik adalah 95,89 mmHg. Sedangkan sesudah perlakuan, rerata tekanan darah sistolik adalah 153,79 mmHg dan diastolik adalah 87,21 mmHg. Paired samples t-test menunjukkan nilai p adalah 0,000 untuk tekanan darah sistolik dan 0,000 untuk tekanan darah diastolik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pemberian senam aerobic low impact berpengaruh menurunkan tekanan darah lansia dengan hiprtensiKata kunci: lansia; senam aerobic low impact; hipertensi
Susu Edamame untuk Meningkatkan Kadar Hemoglobin, Eritrosit dan Hematokrit Remaja Putri dengan Anemia Anik Hutari Widyastuti; Dyah Fatmasari; Sri Wahyuni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf15213

Abstract

Hemoglobin, erythrocytes and hematocrit are blood components that play a role in the occurrence of anemia. Edamame beans have complex nutritional content that has a positive impact on the stability of hemoglobin, erythrocyte and hematocrit levels. The purpose of this study was to analyze the effectiveness of edamame milk consumption to increase hemoglobin, erythrocyte and hematocrit levels in adolescent girls with anemia. This study was an experimental study with a pretest-posttest with control group design. The subjects of this study were 32 adolescent girls from SMPN1 and SMPN2 Karanganyar Regency, who were divided into 2 groups, each consisting of 16 respondents. The intervention group consumed 70 grams of edamame milk for 14 days, while the control group was given counseling for adolescent girls. Furthermore, data analysis was carried out using Paired samples t-test. The results showed that the p value for hemoglobin levels was 0.000 in the intervention group and 0.012 in the control group; for the number of erythrocytes was 0.000 in the intervention group and 0.904 in the control group; for hematocrit was 0.000 in the intervention group and 0.118 in the control group. Furthermore, it was concluded that edamame milk consumption was effective in increasing hemoglobin, erythrocyte and hematocrit levels in adolescent girls with anemia.Keywords: adolescent girls; anemia; edamame milk; hemoglobin; erythrocyte; hematocrit  ABSTRAK Hemoglobin, eritrosit dan hematokrit merupakan komponen darah yang berperan dalam kejadian anemia. Kacang edamame memiliki kandungan gizi yang kompleks yang memiliki dampak positif terhadap kestabilan kadar hemoglobin, eritrosit dan hematokrit. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektifitas konsumsi susu edamame untuk meningkatkan kadar hemogloin, eritrosit dan hematokrit pada remaja putri dengan anemia. Penelitian ini merupakan studi eksperimental dengan rancangan pretest-posttest with control group. Subyek penelitian ini adalah 32 remaja putri SMPN1 dan SMPN2 Kabupaten Karanganyar, yang terbagi menjadi 2 kelompok, masing-masing terdiri atas 16 responden. Kelompok intervensi mengonsumsi susu edamame 70 gram selama 14 hari, sedangkan kelompok kontrol diberi penyuluhan asuhan remaja putri. Selanjutnya dilakukan analisis data menggunakan Paired samples t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p untuk kadar hemoglobin adalah 0,000 pada kelompok intervensi dan 0,012 pada kelompok kontrol; untuk jumlah eritrosit adalah 0,000 pada kelompok intervensi dan 0,904 pada kelompok kontrol; untuk hematokrit adalah 0,000 pada kelompok intervensi dan 0,118 pada kelompok kontrol. Selanjutnya disimpulkan bahwa konsumsi susu edamame efektif untuk meningkatkan kadar hemoglobin, eritrosit dan hematokrit pada remaja putri dengan anemia.Kata kunci: remaja putri; anemia; susu edamame; hemoglobin; eritrosit; hematokrit

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 1 (2026): January 2026 (up coming) Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue