cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,757 Documents
EVALUASI PENERAPAN STIMULASI PERKEMBANGAN BAYI PADA BUKU KESEHATAN IBU ANAK DAN PENCAPAIAN PERKEMBANGAN BAYI Tutiek Herlina; Sulikah Sulikah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (68.941 KB) | DOI: 10.33846/sf.v9i3.436

Abstract

Latar belakang: Buku KIA berisi tentang catatan kesehatan ibu dan anak serta berbagai informasi cara memelihara dan merawat ibu dan anak, termasuk cara stimulasi perkembangan dan kemampuan yang harus dicapai anak. Setiap kali ibu hamil akan mendapatkan buku KIA untuk dibaca, dibawa, dan dijaga. Namun banyak ibu belum membaca dan menerapkan cara stimulasi sesuai buku KIA. Ibu hanya melakukan kebiasaan tanpa didasari petunjuk. Tujuan: menganalisis hubungan stimulasi dengan perkembangan bayi. Metode: jenis penelitian ini adalah penelitian analitik dengan desain cross sectional. Populasi seluruh ibu bayi 3- 12 bulan di desa Cepoko Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan, semuanya dijadikan subyek penelitian. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dan observasi dengan instrumen berupa ceklis. Analisa data menggunakan uji statistic fisher exact. Hasil: 89,66% ibu melakukan stimulasi pada buku KIA meskipun ada beberapa item tidak dilakukan dengan alasan yang tidak benar, dan perkembangan bayi 96,55% sesuai dengan usia. Hasil uji statistic diperoleh p= 1,000 sehingga disimpulkan tidak ada hubungan antara stimulasi dengan perkembangan bayi. Simpulan: sebagian besar ibu bayi menerapkan stimulasi pada buku KIA. Sebagian besar perkembangan bayi sesuai umur. Tidak ada hubungan antara stimulasi dengan perkembangan bayi. Saran: bidan desa memberikan penjelasan lebih dalam tentang stimulasi dan perkembangan yang harus dicapai anak sesuai kelompok umur pada buku KIA. Puskesmas Panekan merencanakan dibentuknya kelas ibu balita untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang stimulasi dan tumbuh kembang anak. Kata kunci: Stimulasi, Perkembangan, Bayi, Buku KIA
FAKTOR RISIKO WASTING DALAM PENERAPAN FULL DAY SCHOOL PADA ANAK DI PAUD PESANTREN UMMUSABRI KENDARI Abidin Abidin; Tasnim Tasnim; Fatmawati Fatmawati; La Banudi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (59.574 KB) | DOI: 10.33846/sf.v9i4.312

Abstract

Pada tahun 2013, secara nasional prevalensi kurus pada anak balita masih 12,1%, yang artinya masalah kurus di Indonesia masih merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan full day school terhadap status gizi pada pendidikan anak usia dini di Pesantren Ummusabri Kendari. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan pendekatan case control. Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta taman kanak-kanak PAUD Pesantren Ummusabri tahun 2018 yang berjumlah 114. Jumlah untuk sampel kasus sebanyak 26 orang dan sampel kontrol adalah 26 orang, Hasil uji odds ratio menunjukkan bahwa pola makan merupakan faktor risiko status gizi wasting (OR =5,727. CI 95% 1,645-19,942 >1), kebersihan lingkungan bukan faktor risiko status gizi wasting (OR = 0,494 CI 95% 0,125-1,949
Persepsi Risiko Keselamatan dan Kesehatan Menyelam pada Penyelam Tradisional dengan Kelumpuhan di Provinsi Maluku: Studi Kualitatif La Rakhmat Wabula; Kusnanto Kusnanto; Bambang Purwanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10305

Abstract

Background: One of the diverse communities was found in Maluku Province. Traditional diver diving expertise is obtained from generation to generation. Traditional divers have not received formal education and training related to diving. The safety and health aspects of the driving method and the tools used are not according to the standard. The risk of injury and illness due to non-standard diving has increased even higher, although to date the health aspects of traditional divers in Maluku Province have never been explored. Objective: This study aims to explore the perceptions of the risk of diving safety and health behavior in traditional divers who experience paralysis in Maluku Province. Method: The study used qualitative with a case study approach. The subjects of this study were traditional diver fishermen in Ambon City, West Seram District, and Buru Province District with ten participants. The research phase in the form of an interview will begin on January 15 - February 15, 2019. Data analysis uses thematic theory driven. Results: Identification found two main themes: 1) Vulnerability; and 2) Severity. Conclusion: Traditional diver's perceptions of safety and health while diving can form self-efficacy so as to reduce morbidity and mortality from diving. Keyword: perception; safety and health behavior; and traditional divers ABSTRAK Latar belakang: Salah satu komunitas penyelam ditemukan di Provinsi Maluku. Keahlian menyelam penyelam tradisional diperoleh secara turun temurun. Penyelam tradisional belum memperoleh pendidikan dan pelatihan formal terkait penyelaman. Aspek keselamatan dan kesehatan dari metode menyelam dan alat yang digunakan belum sesuai standar. Risiko cidera dan penyakit akibat penyelaman yang tidak standar meningkat lebih tinggi, meskipun sampai saat ini aspek kesehatan penyelam tradisional di Provinsi Maluku belum pernah di ekplorasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi tentang persepsi risiko perilaku keselamatan dan kesehatan menyelam pada penyelam tradisional yang mengalami kelumpuhan di Provinsi Maluku. Metode: Penelitian menggunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dari penelitian ini adalah nelayan penyelam tradisional yang berada di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, dan Kabupaten Buru Provinsi sejumlah sepuluh partisipan. Tahap penelitian berupa wawancara akan dimulai pada 15 Januari – 15 Februari 2019. Analisis data mengunakan tematik theory driven. Hasil: Identifikasi menemukan dua tema utama: 1) Kerentanan; dan 2) Keparahan. Kesimpulan: Persepsi penyelam tradisional tentang keselamatan dan kesehatan saat menyelam dapat membentuk efikasi diri sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat menyelam. Kata kunci: persepsi; perilaku keselamatan dan kesehatan; dan penyelam tradisional
Penggunaan Daun Jambu Biji untuk Menurunkan Demam oleh Penduduk Di Sentani Angela Librianty Thome; I Ketut Sudiana; Abu Bakar
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10403

Abstract

Psidium guajava is a plant that can have a good effect on health problems, especially complaints of fever. The purpose of this study to describe the use of guava leaves in reducing fever. The research method used was descriptive with a quantitative approach. The subjects of this study were population in Sentani, who had or still use guava leaves with this research variable was the use of guava leaves. The variable of this research was the use of guava leaves. Data collection used was a questionnaire with descriptive analysis to describe the characteristics of respondents who had used guava leaves. The results showed that guava leaves were used by boiling (96.9%) and chewed 1 (3.1%) with leaf number varied. Keywords: leaves; Psidium guajava; fever ABSTRAK Jambu biji merupakan tanaman yang dianggap dapat memberikan efek yang baik terhadap masalah kesehatan, khususnya keluhan demam. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penggunaan daun jambu biji dalam menurunkan demam. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah penduduk di Sentani, yang pernah atau masih menggunakan daun jambu biji dengan variabel penelitian penggunaan daun jambu biji. Pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner dengan analisis deskriptif untuk menggambarkan karakteristik responden yang menggunakan daun jambu biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun jambu biji yang digunakan dengan cara direbus 32 (96,9%) dan dikunyah 1 (3,1%) dengan jumlah daun bervariasi. Kata kunci: daun; Psidium guajava; demam
Model Keperawatan Keluarga Santun Lansia dalam Upaya Peningkatan Kualitas Asuhan Keluarga pada Lansia: A Literature Review Etty Rekawati; Achir Yani S. Hamid; Junaiti Sahar; Widyatuti Widyatuti; Ni Luh Putu Dian Yunita Sari
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10303

Abstract

Family is the closest person to the elder person who has an important role in caring for elder person. The purpose of this study is to provide an overview of the cordial older family nursing model in an effort to improve the quality of family care in elder person. The study approach was the study of literature with expert agreement. The search method for library resources was done online, which uses databases such as Science Direct, Scopus, Sage, Pubmed and ProQuest. The keywords used were "elder mistreatemnt", "intervention" and "family approach". Literature search was only limited in 2008 to 2019 and in English. The results obtained 15 research articles analyzed. There were three themes obtained, namely the provision of information through training, giving positive perceptions to families who care for the elderly and counseling. Training was oriented towards family coping and coping strategies in caring for the elder person aimed at caregivers, cadres and health workers. Planting suggestions were given in groups or individually to families who care for the elderly, and counseling is given individually to families who need it. Further research is expected to be able to identify the quality of life of the elder person related to the application of the cordial older family nursing model. Keywords: elderly; the cordial older family nursing model; family care quality ABSTRAK Keluarga merupakan orang terdekat lansia yang memilki peran penting dalam merawat lansia. Tujuan dari penulisan ini adalah memberikan gambaran model keperawatan keluarga santun lansia dalam upaya peningkatan kulitas asuhan keluarga pada lansia. Pendekatan studi adalah studi literatur dengan kesepakatan pakar. Metode pencarian sumber pustaka dilakukan online yaitu menggunakan basis data seperti Science Direct, Scopus, Sage, Pubmed dan ProQuest. Kata kunci yang digunakan adalah “elder mistreatment”, “intervention” dan “family approach”. Penelusuran literatur hanya dibatasi dalam tahun 2008 hingga 2019 dan dalam bahasa Inggris. Hasil yang didapatkan adalah didapatkan 15 artikel penelitian yang dianalisis. Ada tiga tema yang didapatkan, yaitu pemberian informasi melalui pelatihan, pemberian persepsi positif pada keluarga yang merawat lansia dan konseling. Pelatihan berorientasi pada dukungan dan strategi koping keluarga dalam merawat lansia yang ditujukan kepada pelaku rawat, kader dan petugas kesehatan. Penanaman sugesti diberikan secara berkelompok ataupun individual pada keluarga yang merawat lansia, dan konseling diberikan secara individual bagi keluarga yang memerlukannya. penelitian lanjutan diharapkan dapat mengidentifikasi mengenai kualitas hidup lansia yang berkaitan dengan penerapan model keperawatan santun lansia. Kata kunci: lansia; model keperawatan keluarga; kualitas asuhan keluarga
Pencegahan Tuberkulosis Paru dalam Keluarga: Kajian Literatur Sri Ayu Rahayu S. Paneo; Astuti Yuni Nursasi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10405

Abstract

Tuberculosis is an infectious disease caused by Mycobaterium Tuberculosis and transmitted through sputum sprinkling. Tuberculosis disease have increase every year which is a contributor of mortality in the world. Transmission of tuberculosis is growing and resulting in increased transmission in the family and community environment. Families who are in contact with tuberculosis sufferers being a vulnerable populations to be infected. Various types of efforts are needed to prevent tuberculosis transmission. This article aims to explore the prevention of tuberculosis in the family. The literature review came from articles obtained from Pubmed, ScienceDirect, Wiley, SAGE Publications, Google Scholar and EBSCOHost since 2010-2019. The results of the study found that the prevention of transmission infection in the family were; provide immunization to babies, fulfill adequate nutrition for sufferers and family members, modify the home environment and control tuberculosis patients to get regular treatment. The role of the family becomes very important in prevention of transmission and the role of professional community nurses is also needed in order to strengthen aspects of health care services for tuberculosis sufferers. Family and nurse collaboration is a matter that needs to be increased simultaneously for optimal community health.. Keywords: prevention of transmission; nursing; family roles; tuberculosis treatment ABSTRAK Penyakit tuberkulosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobaterium Tuberculosis dan ditularkan melalui percikan dahak. Penyakit ini terus mengalami peningkatan di tiap tahunnya dimana merupakan penyumbang kematian di dunia. Penularan penyakit ini semakin berkembang dan mengakibatkan pada peningkatan penularan di lingkungan keluarga dan masyarakat. Keluarga yang sekontak dengan penderita tuberkulosis menjadi populasi yang paling rentan terinfeksi sehingga dibutuhkan berbagai macam upaya pencegahan penularan tuberkulosis. Artikel ini bertujuan untuk menggali bentuk pencegahan tuberkulosis dalam keluarga. Telaah literatur berasal dari artikel yang didapatkan dari Pubmed, ScienceDirect, Wiley, SAGE Publications, Google Scholar dan EBSCOHost sejak tahun 2010-2019. Hasil kajian yang didapatkan ditemukan bahwa bentuk pencegahan yang dapat dilakukan dalam memutus rantai penularan infeksi dalam keluarga yang terdiri dari; memberikan imunisasi pada bayi, pemenuhan nutrisi yang adekuat bagi penderita maupun anggota keluarga, modifikasi lingkungan rumah serta kontrol penderita tuberkulosis agar berobat dengan teratur. Peran keluarga menjadi sangat penting dalam upaya memutus rantai penularan dan peran perawat komunitas yang professional juga dibutuhkan dalam rangka menguatkan aspek layanan perawatan kesehatan untuk penderita tuberkulosis. Kerjasama keluarga dan perawat menjadi hal yang perlu ditingkatkan secara simultan demi kesehatan masyarakat yang optimal. Kata kunci: pencegahan penularan; keperawatan; peran keluarga; pengobatan tuberkulosis
Efektifitas Mereduksi Sampah Organik dalam Biopori (Studi di Desa Sekargadung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik Tahun 2018) Ema Restanti; Imam Thohari; Rachmaniyah Rachmaniyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10302

Abstract

Reduction and handling of trash needs to be done on household waste and household-like garbage, namely garbage that comes from the daily activities of households, public facilities and other facilities. One type of waste handling is composting with appropriate technology, namely biopori, so that it can change the characteristics, composition and amount of waste. The purpose of this study is to know the effectiveness of reducing the quantity of organic waste in biopori. This research was an experimental research - One Group Pretest Posttest Design. Data collection was done by direct observation and measurement. The study was carried out by replication in 2 biopore treatments based on soil texture. The number of replications used was 16 sample houses in each biopore treatment. The data obtained were then analyzed using a different test of Paired t Test on the computer program. The results showed that Sekargadung Village had 2 different soil textures, namely sandy clay texture and clayy clay texture. The calculation of the average quantity of organic waste produced was 4.4 kg / house in a week and the compost produced in each biopore was 2.2 kg a week on average. The results of the analysis of the quality of compost produced showed that there was no difference in the quality of compost produced in the biopori in the texture of sandy clay and clay. While the results of the analysis of the effectiveness of reducing the quantity of organic waste in biopore indicate that biopore is effective in reducing the quantity of organic waste in Sekargadung Village, Dukun Subdistrict, Gresik District. It is recommended that biopore be developed in Sekargadung Village as an alternative effort to manage organic waste. The larger the diameter of the biopore, the more organic waste can be managed, and the biopore hole should be given a PVC / pipe layer so as not to slide easily. Keywords: organic waste; biopore; compost ABSTRAK Pengurangan dan penanganan sampah perlu dilakukan terhadap sampah rumah tangga dan sampah sejenis sampah rumah tangga yaitusampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari rumah tangga, fasilitas umum dan fasilitas lainnya. Penanganan sampah jenis ini salah satunya dengan pengomposan dengan teknologi tepat guna yaitu biopori, sehingga dapat merubah karakteristik, komposisi dan jumlah sampah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas mereduksi kuantitas sampah organik dalam biopori. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental-One Group Pretest Posttest Design. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan pengukuran langsung. Penelitian dilakukan dengan replikasi pada 2 perlakuan biopori berdasarkan tekstur tanah. Jumlah replikasi yang digunakan sebanyak 16 rumah sampel pada tiap perlakuan biopori. Data yang diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan uji beda Paired t Test pada program kompoter. Hasil penelitian menunjukkan Desa Sekargadung mempunyai 2 tekstur tanah yang berbeda, yaitu tekstur liat berpasir dan tekstur lempung berliat. Hasil perhitungan kuantitas rata-rata sampah organik yang dihasilkan adalah 4,4 kg/rumah dalam seminggu da kompos yang dihasilkan pada setiap biopori rata-rata sebanyak 2,2 kg dalam seminggu. Hasil analisis kualitas kompos yang dihasilkan menunjukkan bahwa tidak ada perbedaan kualitas kompos yang dihasilkan di dalam biopori pada tekstur tanah liat berpasir dan tanah lempung berliat. Sedangkan hasil analisis efektifitas mereduksi kuantitas sampah organik dalam biopori menunjukkan bahwa biopori efektif dalam mereduksi kuantitas sampah organik di Desa Sekargadung Kecamatan Dukun Kabupaten Gresik. Disarankan biopori dikembangkan di Desa Sekargadung sebagai upaya alternatif pengelolaan sampah organik. Semakin besar diameter biopori akan semakin banyak sampah organik yang dapat dikelola, dan lubang biopori sebaiknya diberi lapisan pipa PVC/Paralonagar tidak mudah longsor. Kata kunci: sampah organik; biopori; kompos
Pengaruh Pelatihan Toilet Training Terhadap Enuresis Nokturnal pada Anak Usia Pra Sekolah di TK Tumbuh Kembang Borong Raya Kota Makassar Sunarti Sunarti; Yusrah Taqiyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10309

Abstract

Preschoolers are vulnerable to health problems including behavioral disorders, learning disorders and growth and development disorders. One of the tasks of the development of aak is to establish independence, discipline, and emotional sensitivity which, if not achieved properly, will cause health problems, such as the inability to control defecation or micturition called noctunal enuresis or bedwetting at night. To overcome this, toilet training can be done to train children to be able to control urination and defecation in its place. The purpose of this study was to determine the effect of toilet taraining training on the incidence of noctunal enuresis in preschool-aged children in TK Tumbuh Kembang Borong Raya Makassar City. This study used a preexperimental method with one group pre and post test design with total sampling technique (sample size was 30). The research instrument was a questionnaire about the success of toilet training and neuresis events. Data analysis used T-test. The results showed that before toilet training was done, 90% of children experienced enuresis and after the training, the incidence of enuresis decreased to 13.3%. It was concluded that toilet training influenced the incidence of nocturnal enuresis with p-value of 0,000. It is expected that parents provide toilet training to children from an early age, continue to control toilet training after undergoing training, and the school to continue to provide toilet training to their students. Keywords: pre-school age; nocturnal enuresis; toilet training ABSTRAK Anak usia prasekolah rentan terhadap masalah kesehatan di antaranya adalah gangguan perilaku, gangguan belajar dan gangguan tumbuh kembang. Salah satu tugas perkembangan aak adalah membentuk kemandirian, kedisiplinan, dan kepekaan emosi yang apabila tidak tercapai dengan baik, maka akan menimbulkan masalah kesehatan, misalnya ketidakmampuan mengontrol defekasi atau miksi yang disebut enuresis nokturnal atau mengompol pada malam hari. Untuk mengatasi hal tersebut dapat dilakukan Toilet training untuk melatih anak agar mampu mengontrol buang air kecil dan buang air besar pada tempatnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pelatihan toilet taraining terhadap kejadian enuresis nokturnal pada anak usia prasekolah di TK Tumbuh Kembang Borong Raya Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan metode pra eksperimen dengan one group pre and post test design dengan teknik total sampling (ukuran sampel adalah 30). Instrumen penelitian ini adalah kuesioner tentang keberhasilan toilet training dan kejadian neuresis. Analisis data menggunakan uji T. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum dilakukan toilet training, 90% anak mengalami enuresis dan setelah dilakukan pelatihan didapatkan kejadian enuresis menurun menjadi 13,3%. Disimpulkan bahwa toilet training berpengaruh terhadap kejadian enuresis nokturnal dengan nilai p = 0,000. Diharapkan agar orang tua memberi toilet training kepada anak sejak dini, tetap mengontrol toilet training setelah menjalani pelatihan, dan pihak sekolah agar tetap memberi toilet training kepada anak didiknya. Kata kunci: usia pra sekolah; enuresis nokturnal; toilet training
Pelet Rimpang Lengkuas Merah (Alpinia purpurata K. Schum) Berpotensi Sebagai Insektisida Alami Terhadap Kecoa Dewasa (Periplaneta americana) Imelda Amitharia Jayanti; Koerniasari Koerniasari; Marlik Marlik
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 2 (2019): April 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.417 KB) | DOI: 10.33846/sf10217

Abstract

Cockroaches are the mechanical vector for typhus, cholera, dysentery, diarrhea, and hymenolepiasis which spread in a cosmopolitan area. The way to eradicate the breeding of cockroaches is now using synthetic insecticides whereas its ingredients are difficult to decompose in nature and have a negative impact on the environment. The difficulty of synthetic insecticides can be overcome by natural plants, one of which is Alpine galanga rhizome pellet (Alpinia purpurata K. Schum). Alpine galanga contains compounds that can kill cockroaches, namely saponins, tannins, and flavonoids. The aim of this study is to determine the potential of Alpine galangal rhizome pellet as a natural insecticide to Periplaneta americana. This is a true experimental study, with a post test only control group design. Data collection was carried out by observing the number of dead Periplaneta americana in the test box after giving alpine galangal rhizome pellets according to the treatment in each repetition. There are four Periplaneta americana in each treatment with the 6 repetitions. The data obtained were analyzed descriptively and carried out three tests, namely Kruskal Wallis, Mann Whitney U, and probit. The number of dead Periplaneta americana by giving Alpine galangal rhizome pellets at a concentration of 65%, 70%, 75%, and 80% for 24 hours was 25%, 45.83%, 62.5%, and 50%. According to the Lethal Dose 50% of Responses (LD50), the concentration to kill Periplaneta americana in the box was 74.596%. In this regard, there are differences in the number of dead Periplaneta americana cockroach towards the giving of Alpine galangal rhizome pellets. For the community, the giving of Alpine galangal rhizome pellets can kill Periplaneta americana with a composition of Alpine galangal powder and peanut butter 3: 1. Keywords: Periplaneta americana; cockroaches; Alpine galangal rhizome pellet; LD50 ABSTRAK Kecoa merupakan vektor mekanik yang dapat menularkan penyakit tifus, kolera, disentri, diare dan hymenolepiasis yang penyebaranya di daerah cosmopolitan. Upaya memberantas perkembangbiakan kecoa yakni menggunakan insektisida sintetis yang bahan aktifnya sulit terurai di alam dan berdampak negatif terhadap lingkungan. Kekurangan dari insektisida sintetis tersebut dapat diatasi dengan memanfaatkan tumbuhtumbuhan yang berasal dari alam, salah satunya menggunakan rimpang lengkuas merah (Alpinia purpurata K. Schum). Lengkuas merah mengandung senyawa yang dapat membunuh kecoa yaitu saponin, tanin, dan flavonoid. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui potensi pelet rimpang lengkuas merah berpotensi sebagai insektisida alami terhadap kecoa dewasa Periplaneta americana. Penelitian ini merupakan eksperimen murni, dengan desain post test only control group design. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati kematian jumlah kecoa dewasa Periplaneta americana yang mati di dalam kotak uji setelah memakan pelet rimpang lengkuas merah sesuai perlakuan pada setiap pengulangan. Jumlah kecoa dewasa Periplaneta americana 4 ekor pada setiap perlakuan dan pada penelitian terdapat 6 kali pengulangan. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif dan dilakukan uji statistik Kruskal Wallis, Mann Whitney U, dan probit. Persentase kematian kecoa dewasa Periplaneta americana dengan pemberian pelet rimpang lengkuas merah pada konsentrasi 65%, 70%, 75%, dan 80% selama 24 jam adalah 25%, 45,83%, 62,5%, dan 50%. Konsentrasi yang mampu membunuh 50% dari kecoa dewasa Periplaneta americana yakni sebesar 74,596%. Terdapat perbedaan kematian kecoa dewasa Periplaneta americana terhadap pemberian konsentrasi pelet rimpang lengkuas merah. Bagi Masyarakat dapat mengaplikasikan pelet rimpang lengkuas dalam membunuh kecoa dewasa Periplaneta americana dengan komposisi perbandingan serbuk lengkuas merah dan selai kacang 3:1. Kata kunci: kecoa dewasa; Periplaneta americana; pelet rimpang lengkuas merah; LD50
Manfaat Tai chi terhadap Pasien Penyakit Paru Obstruksi Kronis Qurratu Iffoura; Agung Waluyo
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10310

Abstract

The prevalence of Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD) continues to increase in the world and predicted in 2030 to rank third in the world. COPD causes people to have difficulty breathing, limit mobility and lifestyle, and can cause more serious complications and lead to a decrease in quality of life. One of the nonpharmacological treatments that can be done is Tai chi a traditional Chinese mind-body exercise. Objective: This literature study aims to describe benefits of Tai chi in improving the quality of life of patients with COPD. Literature review was conducted from various sources such as CINAHL, MEDLINE, science Direct and proquest. Tai chi was a meditative martial art consisting of three basic concepts namely physical exercise, breathing techniques, and full awareness. Tai chi movements that were practiced vary, such as 24 movements which were or 6 movements that have been modified and simplified. Some of the benefits of doing Tai chi include increased muscle strength, reduced tightness, improved pulmonary function, increased 6-minute walk distance (6MWD) and increased St. George’s Respiratory Questionnaire (SGRQ) scores. Tai chi can be used as a complementary therapy in COPD patients according to their preferences and values. In addition this exercise can be recommended in patients with other chronic diseases. Keywords: Tai chi; COPD; complementary therapy ABSTRAK Prevalensi Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) terus meningkat di dunia dan diprediksikan pada tahun 2030 akan menempati urutan ketiga di dunia. PPOK menyebabkan penderita sulit bernafas, membatasi mobilitas dan gaya hidup, serta dapat menyebabkan komplikasi yang lebih serius dan mengarah kepada penurunan kualitas hidup. Salah satu penatalaksanaan non farmakologis yang dapat dilakukan ialah Tai chi, latihan mind-body tradisional Tiongkok. Studi literatur ini bertujuan untuk menggambarkan manfaat Tai chi pada peningkatan kualitas hidup pada pasien PPOK. Penulusuran literature dilakukan dari berbagai sumber seperti CINAHL, MEDLINE, Science Direct dan proquest. Tai chi merupakan seni bela diri yang bersifat meditasi yang terdiri dari tiga konsep dasar yaitu latihan fisik, teknik pernapasan, dan kesadaran penuh. Gerakan Tai chi yang dipraktikkan bervariasi, seperti 24 gerakan Yang atau 6 gerakan yang telah dimodifikasi dan disederhanakan. Beberapa manfaat melakukan Tai chi seperti peningkatan kekuatan otot, mengurangi sesak, meningkatkan fungsi paru, meningkatkan 6-minute walk distance (6MWD) dan peningkatan skor St. George’s Respiratory Questionnaire (SGRQ). Tai chi dapat dijadikan terapi pelengkap pada pasien PPOK sesuai dengan preference dan nilai yang dimiliki individu. Latihan ini dapat direkomendasikan pada pasien penyakit kronis lainnya. Kata kunci: Tai chi; PPOK; terapi komplementer

Page 17 of 176 | Total Record : 1757


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 2 (2026): February 2026 Vol 17, No 1 (2026): January 2026 2026 Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue