cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,757 Documents
Perbandingan Pemberian Tablet Fe + Vitamin A dan Tablet Fe + Asam Folat Terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Suchi Avnalurini Sharief; Azrida M
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10312

Abstract

WHO states that anemia is the 10 biggest health problems in this modern century. Based on Riskesdas (2013), it was reported that the incidence of anemia nationally was 21.7%, of which 18.4% occurred in men and 23.9% in women. Based on age group, anemia sufferers aged 5-14 years were 26.4% and 18.4% in the age group 15-24 years. Of all the age groups, women have the highest risk for anemia, especially teenage girls. The purpose of this study was to determine the comparison of the administration of Fe + Vit A tablets and Fe + Folic acid tablets to elevated Hb levels in DIII midwifery students from the Indonesian Muslim University. This type of research was a Quasi Experimental study with the Post Test Only design approach to Knowing Comparison of Giving Tablets of Fe & Vit A with Fe Tablets & Folic Acid to Increasing Hb Levels in DIII Midwifery Study Program Students at Muslim University of Indonesia. The sample was taken by purposive sampling technique with a total of 32 female students. The results of this study there was a difference in the increase in hemoglobin levels in the group supplementing Fe + Vit A and Fe + Folic Acid tablets. The results of statistical tests using the T-test using Independent Samples Test obtained mean difference value of 0.918, P = 0.039 smaller than the specified significance value of α (0.05), meaning that there was a significant difference between the pretest levels and each good giving. in the group Fe + Vitamin A and Fe + Folic Acid. Keywords: young women; Hb; Fe; vit A; folic acid ABSTRAK WHO menyebutkan bahwa anemia merupakan 10 masalah kesehatan terbesar di abad modern ini. Berdasarkan Riskesdas (2013), dilaporkan bahwa angka kejadian anemia secara nasional adalah sebesar 21,7%, dimana 18,4% terjadi pada laki-laki dan 23,9% terjadi pada perempuan. Berdasarkan kelompok umur, penderita anemia berumur 5-14 tahun sebesar 26,4% dan sebesar 18,4% pada kelompok umur 15-24 tahun. Dari semua kelompok umur tersebut, wanita mempunyai resiko paling tinggi untuk menderita anemia terutama remaja putrid.Tujuan penelitian ini untuk Mengetahui Perbandingan Pemberian Tablet Fe + Vit A dan Tablet Fe + Asam Folat terhadap Peningkatan kadar Hb pada Mahasiswi Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian Quasi Experimental dengan pendekatan Post Test Only design untuk Mengetahui Perbandingan Pemberian Tablet Fe & Vit A dengan Tablet Fe & Asam Folat terhadap Peningkatan kadar Hb pada Mahasiswi Prodi DIII Kebidanan Universitas Muslim Indonesia.Adapun Sampel diambil dengan teknik Purposive sampling dengan jumlah 32 mahasiswi.Hasil penelitian ini ada Perbedaan peningkatan kadar Hemoglobin pada kelompok pemberian suplementasi Fe + Vit A dan Tablet Fe + Asam Folat. Hasil uji statistik menggunakan T- test dengan mengunakan Independent Samples Test diperoleh nilai mean difference 0,918, P = 0,039 lebih kecil dari dari nilai kemaknaan yang ditetapkan yakni α (0,05) artinya ada perbedaan yang bermakna antara kadar pretest dengan masing-masing pemberian baik pada kelompok Fe + Vitamin A dan Fe + Asam folat. Kata kunci: remaja putri; Hb; Fe; vit A; asam folat
Menurunkan Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Primigravida Menjelang Persalinan Melalui Dukungan Suami dan Status Kesehatan Windatania Mayasari; Asih Dwi Astuti; Irma Ika Sari; Gana Winarti Rendra
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 2 (2019): April 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (62.361 KB) | DOI: 10.33846/sf10214

Abstract

Pregnancy is physiological state, but the important of pregnancy diagnosis can not be ignored. A little life experience that cause good emotions of great happiness or profound sadness. This research aim to relationship husband support, health status with anxiety of primigravida pregnant towards delivery at Bahu community health center Malalayang Manado. This research used cross sectional study. The population in this research was pregnant towards delivery, there were 55 people. Data have taken by primary and secondary data. Pregnant with low anxiety were 42 (76,4%) and moderate anxiety were 13 (23,6%). The result of Chi square test showed that there were role of husband’s support (sig. 0.000) and health status (sig. 0.002) to anxiety of primigravida pregnant. Conclusion: husband support, health status were related to anxiety of primigravida pregnant towards delivery. Keywords: pregnant, anxiety, primigravida, delivery, HARS ABSTRAK Kehamilan adalah suatu keadaan fisiologis, akan tetapi pentingnya diagnosis kehamilan tidak dapat diabaikan. Sedikit pengalaman hidup yang dapat memicu emosi baik berupa kebahagian luar biasa atau kesedihan mendalam. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan dukungan suami, status kesehatan dengan kecemasan ibu hamil Primigravida menjelang persalinan di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Populasi yang diambil adalah ibu hamil Primigravida menjelang persalinan. Sampel penelitian sebanyak 55 ibu hamil. Pengambilan data dilakukan melalui data primer, sekunder. Ibu hamil yang mengalami kecemasan ringan sebanyak 42 (76,4%) dan yang mengalami kecemasan sedang sebanyak 13 (23,6%), Hasil uji chi square menunjukan bahwa dukungan suami (sig. 0,000), status kesehatan (sig. 0,002) berhubungan dengan kecemasan ibu hamil primigravida menjelang persalinan. Kesimpulan Dukungan suami dan status kesehatan adalah berhubungan dengan kecemasan ibu hamil primigravida menjelang persalinan. Kata kunci: kecemasan, ibu hamil, primigravida, persalinan, HARS
Pengetahuan, Sikap dan Praktik Pencegahan Filariasis pada Masyarakat di Daerah Endemik Filariasis: A Literatur Review Endah Fitriasari; Syahrul Syahrul
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10314

Abstract

Filariasis is one of four diseases that are very important to note, especially in the tropics and subtropics, considering the impact of this disease is the existence of social stigma, decreased productivity and quality of life both psychologically, economically and socially. This study used a literature review approach from several databases, namely Pubmed, Proquest, Science Direct, Google Schoolar and other secondary searches. In total, this review literature consisted of 7 non-experimental journals (observations / surveys) that assess the knowledge, attitudes and prevention practices of filariasis; 6 journal reports on knowledge, 5 journals reported on attitudes and 5 journals discussing prevention practices, where the key to success of the government program (GPELF) was the compliance of the community itself. As for being obedient, people need good knowledge, attitudes and preventive practices about filariasis. The results of this review literature show that there was still a lack of knowledge, attitudes and practices of community prevention, so that a more appropriate education and health information program is needed. Keywords: knowledge; attitude; practice; lymphatic filariasis ABSTRAK Filariasis adalah satu dari empat penyakit yang sangat penting untuk diperhatikan khususnya di daerah tropis dan subtropis, mengingat dampak dari penyakit ini adalah adanya stigma sosial, penurunan produktifitas dan kualitas hidup baik secara psikologi, ekonomi maupun sosial. Studi ini menggunakan pendekatan telaah literature dari beberapa database, yaitu Pubmed, Proquest, Science Direct, Google Schoolar dan pencarian sekunder lainnya. Secara total, literature riview ini terdiri dari 7 jurnal non-eksperimental (observasi/ survey) yang menilai pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan pada filariasis; 6 jurnal melaporkan tentang pengetahuan, 5 jurnal melaporkan tentang sikap dan 5 jurnal membahas tentang praktek pencegahan, dimana kunci keberhasilan dari program pemerintah (GPELF) adalah kepatuhan masyarakat itu sendiri. Sedangkan untuk menjadi patuh, masyarakat memerlukan pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan yang baik tentang filariasis. Hasil dari literatur review ini menunjukkan rendahnya pengetahuan, sikap dan praktik pencegahan masyarakat, sehingga dibutuhkan adanya program pendidikan dan informasi kesehatan yang lebih tepat. Kata kunci: pengetahuan; sikap; praktik; lymphatic filariasis
Persepsi Keparahan Kanker Serviks dan Keteraturan Melakukan Deteksi Dini Kanker Serviks Nurul Maurida; Tintin Sukartini; Retno Indarwati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v10i3.488

Abstract

Cervical cancer is currently a global health problem. One of cervical cancer prevention is perform early detection. The purpose of this study was to analyze the relationship between women’s perceived severity of cervical cancer and the regularity of early detection of cervical cancer. The research design was cross sectional. The research subject were women aged 30-50 years in working area of the Kalisat community health center in Jember Regency East Java as much as 92 womens with inclusion criteria was women who had been married for more than 3 years.The sampling technique was simple random sampling. The research instrument used questionare that has been tested for reliability validity. The results showed that most of respondents have poor perceived of severity (63%) and most of respondents have poor regularity of early detection (74%). The result of spearman rank test analysis showed that there was a relationship between women’s perceived severity of cervical cancer and the regularity of early detection of cervical cancer with p value = 0.000. Women need an intervention to improve their perceived severity of cervical cancer so that they can prevent cervical cancer with regular early detection Keywords: perceived severity; cervical cancer; early detection ABSTRAK Kanker serviks saat ini merupakan masalah kesehatan global. Salah satu kanker serviks adalah melakukan deteksi dini. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara persepsi perempuan tentang keparahan kanker serviks terhadap keteraturan melakukan deteksi dini kanker serviks. Design penelitian adalah cross sectional. Subyek penelitian adalah perempuan usia 30-50 tahun di wilayah kerja Puskesmas Kalisat di Kabupaten Jember Jawa Timur sebanyak 92 perempuan dengan kriteria inklusi perempuan yang telah menikah lebih dari 3 tahun. Teknik sampling menggunakan simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki persepsi keparahan kanker serviks yang kurang (63%) dan sebanyak besar responden memiliki keteraturan melakukan deteksi dini kanker serviks yang kurang (74%). Hasil uji spearman rank test menunjukkan ada hubungan antara persepsi perempuan tentang keparahan kanker serviks terhadap keteraturan melakukan deteksi dini kanker serviks dengan nilai p=0.000. Perempuan memerlukan suatu intervensi untuk meningkatkan persepsi mereka tentang keparahan kanker serviks agar perempuan dapat melakukan pencegahan kanker serviks dengan deteksi dini secara teratur. Kata kunci: persepsi keparahan; kanker serviks; deteksi dini
Pemeriksaan Kadar Ureum dan Kreatinin Pasien HIV yang Mendapatkan Terapi ARV di Puskesmas Harapan Sentani Kabupaten Jayapura Papua Ester Rampa; Rini Prastyawati; Herlando Sinaga
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10313

Abstract

ARV therapy in HIV patients prolongs the age of HIV patients, but has a contribution to the incidence of kidney disease. Damage to kidney function is not only a result of HIV infection and side effects of ARV treatment but complications of opportunistic infections that can interfere with the functioning of other organs can also affect kidney function. This research aims to determine the results of examination of urea levels and creatinine levels in HIV patients with ARV therapy. This type of research was descriptive with a laboratory test approach. The research was conducted for 1 month, starting from May 1 to June 1, 2018. The population used in this research were all HIV patients with ARV therapy who conducted examinations at Harapan Sentani Health Center during the research period. The samples size were 24 (total sampling). The sample used was serum HIV sufferers with ARV therapy. Methods for examining kidney function include the levels of urea and creatinine used were photometry. The results showed that from 24 samples studied there were normal urea levels of 24 patients (100%) and no urea levels were found to increase or decrease (abnormally), whereas normal creatinine levels were 13 patients (54.3%) and creatinine levels were increased by 11 patients (45.7%). Keywords: HIV patients; ARV therapy; ereum; creatinine ABSTRAK Terapi ARV pada penderita HIV memperpanjang usia pasien HIV, namun memiliki kontribusi terhadap kejadian penyakit ginjal. Kerusakan fungsi ginjal bukan hanya akibat dari infeksi virus HIV dan efek samping dari pengobatan ARV tetapi komplikasi infeksi oportunistik yang dapat mengganggu fungsi organ tubuh yang lain juga bisa berpengaruh terhadap fungsi ginjal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil pemeriksaan kadar ureum dan kadar kreatinin pada penderita HIV dengan terapi ARV. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan uji laboratorium. Penelitian ini dilaksanakan selama 1 bulan, mulai dari tanggal 01 Mei sampai dengan 01 Juni 2018. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah semua pasien HIV dengan terapi ARV yang melakukan pemeriksaan di Puskesmas Harapan Sentani selama masa penelitian. Ukuran sampel adalah 24 (total sampling). Sampel yang digunakan adalah serum penderita HIV dengan terapi ARV. Metode pemeriksaan fungsi ginjal antara lain adalah kadar ureum dan kreatinin yang digunakan adalah fotometri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 sampel terdapat kadar ureum normal sebanyak 24 pasien (100%) dan tidak ditemukan kadar ureum yang meningkat atau menurun (abnormal), sedangkan kadar kreatinin yang normal sebanyak 13 pasien (54,3%) dan kadar kreatinin yang meningkat sebanyak 11 pasien (45,7%). Kata kunci: penderita HIV; terapi ARV; ureum; kreatinin
Perilaku Warga Peduli AIDS Terhadap Pencegahan HIV dan AIDS di Kota Kupang Fernandez, Wenzel; Manurung, Imelda Februati Ester; Toy, Sarci M.; Ndoen, Honey I.
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 2 (2019): April 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf.v10i2.427

Abstract

b
Peran Bidan dalam Pengembangan Manual Rujukan KIA pada Ibu dengan Hamil Risiko Tinggi di Kabupaten Bantul (Analisis Kejadian Kehamilan Risiko Tinggi) Nova Elok Mardliyana; Nur Hidayatul Ainiyah
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (80.175 KB) | DOI: 10.33846/sf.v10i1.254

Abstract

The maternal mortality rate in 2012 reached 359 per 100,000 live births and an increase of 57% compared to the maternal mortality rate in 2007 which reached 228 per 100,000 live births. The number of pregnant women with high risk / complications in Bantul Regency in 2013 was 2,902 people or 20% of pregnant women who were there. Pregnant women with high risk / referral complications are 82.4% of the number of high-risk pregnant women. This achievement is less when compared to the previous year at 83.7%. The target for handling high-risk pregnant women in 2012 is 100%, and all pregnant women with high risk / complications found have been treated. Midwives are primary care providers and are part of the referral system. Midwives can act as a gate keeper for pregnant women who need advanced services. The ability of midwives in early detection of high-risk pregnancies is an important factor in reducing maternal mortality. Keywords: midwives, high-risk pregnancies, referrals ABSTRAK Angka kematian ibu pada tahun 2012 mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup dan terjadi kenaikan 57% jika dibandingkan dengan angka kematian ibu pada tahun 2007 yang mencapai 228 per 100.000 kelahiran hidup. Jumlah ibu hamil dengan risiko tinggi/komplikasi di Kabupaten Bantul pada tahun 2013 adalah 2.902 orang atau 20% dari ibu hamil yang ada. Ibu hamil dengan risiko tinggi/komplikasi yang dirujuk adalah 82,4% dari jumlah ibu hamil dengan resiko tinggi. Pencapaian ini kurang bila dibandingkan tahun sebelumnya yaitu 83,7%. Target penanganan ibu hamil dengan resiko tinggi pada tahun 2012 adalah 100%, dan seluruh ibu hamil dengan resiko tinggi/komplikasi yang ditemukan sudah ditangani. Bidan merupakan primary care provider dan merupakan bagian dari sistem rujukan. Bidan dapat bertindak sebagai gate keeper bagi ibu hamil yang memerlukan layanan lanjutan. Kemampuan bidan dalam melakukan deteksi dini kehamilan dengan risiko tinggi adalah faktor penting dalam menurunkan angka kematian ibu. Kata kunci: bidan, kehamilan dengan risiko tinggi, rujukan
Faktor-Faktor Risiko Terjadinya Stunting Anak Usia di Bawah 5 Tahun Rizki Kurniadi; Sigit Mulyono
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10406

Abstract

Stunting is one of the nutritional problems that can significantly inhibit human development. Controlling the factors that cause stunting can reduce the incidence of stunting. The purpose of this study is to identify the risk factors of stunting in children under 5 years old (toddlers). The method used was a systematic literature review which was analyzed using descriptive approach. The data obtained from online database such as PubMed; CINAHL; Sciencedirect; Medline; Google Scholar. The results of the study identified the risk factors of stunting were maternal factors including maternal nutrition before pregnancy, during pregnancy, and breastfeeding; maternal stature; age
Karakteristik Pasien Multidrug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) di RSUD Makassar Nur Arifah; Tintin Sukartini; Harmayetty Harmayetty
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10401

Abstract

The case of multidrug resistant tuberculosis (MDR-TB) has become a threat to world health security. MDR / RR-TB causes 230,000 deaths in 2017 and most cases and deaths occur in Asia including Indonesia. MDR-TB cases that fail or are lost to treatment are one of the problems controlling MDR-TB because they can be a source of spread of treatment-resistant Mycobacterium Tuberculosis. This study aims to describe the characteristics of MDR-TB patients undergoing treatment at Makassar Hospital. This study uses qualitative studies with a phenomenological approach. The participants in this study were 18 people using purposive sampling. The study was conducted in February until April 2019. The results of this research show that there are no gender differences and productive age is more at risk of MDR-TB. Low education levels do not guarantee the risk of transmission of MDR-TB depends on the willingness to be able to obtain health information such as the internet or conventional information (leaflets or health education). The duration of treatment makes participants unable to work because they have to focus on routine treatment every day for up to 18-20 months. Families living with patients have a greater risk of contracting but are a source of patient support for completing treatment. description of patient characteristics can be a source of data to find out groups at risk of infection so that they can develop MDR-TB prevention interventions that are right on target. Keywords: characteristics; multidrug tuberculosis; qualitative. ABSTRAK Kasus MDR-TB menjadi ancaman keamanan kesehatan dunia. MDR/RR-TB menyebabkan 230.000 kasus kematian 2017 dan sebagian besar kasus dan kematian terjadi di Asia termasuk Indonesia. Kasus MDR-TB yang gagal atau mangkir dari pengobatan menjadi salah satu masalah pengendalian MDR-TB karena dapat menjadi sumber penyebaran Mycobacterium Tuberculosis yang resisten terhadap pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan karakteristik pasien MDR TB yang sedang menjalani pengobatan di RSUD Makassar. Penelitian ini menggunakan studi kualitatif deskriptif. Partisipan dalam penelitian ini sebanyak 18 orang dengan menggunakan purposive sampling. Penelitian dilakukan pada februari hingga april 2019. Hasil penelitioan ini menunjukkan bahwa tidak adaperbedaan jenis kelamin sedangkan partisipan usia produktif lebih beresiko MDR-TB. Tingkat pendidikan rendah tidak menjamin resiko penularan MDR-TB tergantung kemauan untuk dapat memperoleh informasi kesehatan seperti internet ataupun informasi konvensional (leaflet atau penyuluhan kesehatan). Lamanya pengobatan membuat partisipan tidak dapat bekerja karena harus fokus dengan pengobatan rutin setiap hari hingga 18-20 bulan. Keluarga yang tinggal bersama penderita memiliki resiko yang lebih besar untuk tertular tetapi menjadi sumber dukungan pasien untuk dapat menyelesaikan pengobatan. gambaran karakteristik pasien dapat menjadi sumber data untuk mengetahui kelompok beresiko terinfeksi sehingga dapat mengembangkan intervensi pencegahan kejadian MDR-TB yang tepat sasaran Kata kunci: karakteristik; multidrug resistant tuberculosis; kualitatif.
Gambaran Arus Puncak Ekspirasi (APE) dan Kontrol Asma pada Pasien Asma Akbar Nur; Muhammad Amin; Muhammad Sajidin; Kusnanto Kusnanto
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf10307

Abstract

Asthma is a chronic inflammatory airway disease characterized by episodic wheezing, coughing, and chest tightness due to airway obstruction. The aim of this study was to identify the peak expiratory flow (APE) and control of asthma in asthmatic patients at the Poly Paru Airlangga University Hospital and Home Haji General Hospital) Surabaya. This research method was descriptive study with a sample of 78 respondents. APE was measured using a Peak Flow Meter and asthma control using the Asthma Control Test (ACT) questionnaire. This study showed that APE and asthma control in all study subjects were 27-88% of the standard value. It can be concluded that there was a decrease in Peak Forced Expiration Flow and control of asthma in asthmatic patients. This study is expected to be a source of information for health professionals especially nurses regarding the value of Forced Expiration Peak Flow (APE) and asthma control in asthmatic patients. Keywords: forced peak expiratory flow (APE); asthma control ABSTRAK Asma adalah penyakit jalan napas inflamasi kronis yang ditandai dengan mengi episodik, batuk, dan sesak dada akibat obstruksi jalan napas.tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi Arus Puncak Ekspirasi (APE) dan kontrol asma pada pasien asma di poli Paru Rumah Sakit Universitas Airlangga dan Rumah Sakit Umum Haji) Surabaya. Metode penelitian ini studi deskriptif dengan ukran sampel 78 responden. APE diukur menggunakan Peak Flow Meter dan kontrol asma menggunakan kuisioner Asthma Control Test (ACT). Penelitian ini menunjukkan bahwa APE dan kontrol asma pada seluruh subyek penelitian 27-88 % dari nilai standar.dapat disimpulkan bahwa terdapat penurunan Arus Puncak Ekspirasi Paksa dan kontrol asma pada pasien asma. Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi bagi tenaga kesehatan khsusnya perawat mengenai nilai Arus Puncak Ekspirasi Paksa (APE) dan kontrol asma pada pasien asma. Kata kunci: arus puncak ekspirasi paksa (APE); kontrol asma

Page 18 of 176 | Total Record : 1757


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 2 (2026): February 2026 Vol 17, No 1 (2026): January 2026 2026 Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue