cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
,
INDONESIA
Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes
Published by Forum Ilmiah Kesehatan
ISSN : 20863098     EISSN : 25027778     DOI : -
Core Subject : Health,
Journal of Health Research "Forikes Voice" is a medium for the publication of articles on research and review of the literature. We accept articles in the areas of health such as public health, medicine, nursing, midwifery, nutrition, pharmaceutical, environmental health, health technology, clinical laboratories, health education, and health popular.
Arjuna Subject : -
Articles 1,757 Documents
Pendampingan Program Pengembangan Ekowisata Mangrove dengan Kegiatan Konservasi Lingkungan Khambali Khambali; Rachmaniyah Rachmaniyah; Fitri Rokhmalia
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 4 (2020): Oktober
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11425

Abstract

Ecotourism or Nature Tourism is a tourism activity that is responsible for unspoiled areas that are managed according to natural rules, with the aim of enjoying the beauty of nature which involves elements of education, understanding and support for efforts to conserve nature and increase income and welfare. The development of ecotourism in the form of sustainable tourism villages based on community empowerment is an effort to include the role of the community in tourism village activities known as "Community Based Development". The purpose of this program was to improve environmental health and insight in the field of environmental health and improve the quality of life of the community, especially the people of Wonorejo Village, Rungkut District, Surabaya City. Community service activities carried out in Mangrove Ecotourism were environmental conservation in the form of reforestation by planting trees and mangroves. Planting 3000 mangrove plants in the sea, providing plant seeds involving the Surabaya City Plantation and Park Service. Furthermore, it is recommended to conduct research on Pb levels, soil conditions and various types of plants to determine phytoremediation using plants. It is also necessary to periodically evaluate the function of mangroves that have been planted. Keywords: ecotourism; mangroves; environmental conservation ABSTRAK Ekowisata atau Wisata Alam adalah kegiatan pariwisata yang bertanggung jawab atas kawasan yang masih alami yang dikelola sesuai kaidah alam, dengan tujuan menikmati keindahan alam yang melibatkan unsur edukasi, pemahaman dan dukungan bagi upaya pelestarian alam serta peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Pengembangan ekowisata berupa desa wisata secara berkelanjutan berbasis pemberdayaan masyarakat merupakan upaya memasukkan peran masyarakat dalam kegiatan desa wisata yang dikenal dengan istilah “Community Based Development”. Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan kesehatan lingkungan dan wawasan dalam bidang kesehatan lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat khususnya masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Rungkut, Kota Surabaya. Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan dalam Ekowisata Mangrove yaitu pelestarian lingkungan berupa reboisasi dengan penanaman pohon dan mangrove. Penanaman 3000 tanaman mangrove di laut, pemberian bibit tanaman melibatkan Dinas Perkebunan dan Pertamanan Kota Surabaya. Selanjutnya direkomendasikan penelitian tentang uji kadar Pb, kondisi lahan dan berbagai jenis tumbuhan untuk menentukan fitoremediasi menggunakan tumbuhan. Diperlukan juga evaluasi secara berkala terhadap fungsi mangrove yang telah ditanam. Kata kunci: ekowisata; mangrove; konservasi lingkungan
Hubungan Self Efficacy dengan Perilaku Dan Ketepatan Tindakan Perawatan Kaki Mandiri Pada Pasien Rawat Jalan Dengan Diabetes Melitus Saskiyanti Ari Andini; Ferry Efendi; Suprajitno Suprajitno
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12105

Abstract

Diabetes mellitus type 2 (T2DM) is a rapidly developing health problem in the world and Indonesia that causes various complications. One problem that is often encountered in patients with diabetes mellitus is diabetes distress. Diabetes distress causes low self-confidence in treating diabetes independently and this can lead to poor self-care and ultimately glycemic control is also bad. The purpose of this study was to analyze the relationship of self efficacy with the behavior and accuracy of independent foot care measures. This study was a cross sectional study with a sample of 54 respondents with consecutive sampling techniques in outpatients with diabetes mellitus in the Lingsar Health Center. Data collected through filling questionnaires and then analyzed through descriptive and inferential analysis. The results showed that there was a significant relationship between self efficacy and behavior (p = 0.000) and accuracy of action (p = 0.000). Self efficacy has a significant relationship to the behavior and accuracy of actions in performing foot care independently. Nurses in providing nursing interventions, especially in outpatient paisen also pay attention and help build patient confidence in conducting care independently as an effort to prevent complications. Keywords: self efficacy; foot care behavior; foot self care ABSTRAK Diabetes mellitus tipe 2 (T2DM) adalah masalah kesehatan yang berkembang pesat di dunia maupun Indonesia yang menimbulkan berbagai komplikasi. Salah satu masalah yang sering ditemui pada pasien diabetes mellitus yaitu diabetes distress. Diabetes distress menyebabkan rendahnya keyakinan diri dalam melakukan perawatan diabetes secara mandiri dan ini dapat mengakibatkan perawatan mandiri yang buruk dan pada akhirnya kontrol glikemik juga buruk. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa hubungan self efficacy dengan perilaku dan ketepatan tindakan perawatan kaki mandiri. Penelitian ini merupakan penelitian cross sectional dengan sampel 54 responden dengan teknik consecutive sampling pada pasien rawat jalan dengan diabetes mellitus di Puskesmas Lingsar. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner lalu dianalisis melalui analisis deskriptif dan inferensial. Hasil penelitian menunjukan terdapat hubungan yang signifikan antara self efficacy dengan perilaku (p=0,000) dan ketepatan tindakan (p=0,000). Self efficacy memiliki hubungan yang signifikan dengan perilaku dan ketepatan tindakan dalam melakukan perawatan kaki secara mandiri. Perawat dalam memberikan intervensi keperawatan terutama pada paisen rawat jalan juga memperhatikan dan membantu membangun keyakinan diri pasien dalam melakukan perawatan secara mandiri sebagai upaya pencegahan terjadinya komplikasi. Kata kunci: self efficacy; perilaku foot care; perawatan kaki mandiri
Manajemen Diabetik dan Perawatan Mandiri Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Mansyur Muhammad; Andi Sastria Ahmad
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk433

Abstract

Type 2 diabetes mellitus is a disease caused by impaired insulin secretion and insulin resistance. One aspect that plays an important role in the management of this disease is diabetes management because it is the first step in controlling blood sugar by patients in the treatment process. The purpose of this study was to determine the relationship between diabetes management and self-care. Correlational research with sampling techniques using consecutive sampling techniques with 31 respondents who meet the sample criteria. The results of the analysis test used the regresi linier test with results that showed that there was a strong correlation between diabetes management and independent care for patients with type 2 diabetes millitus (p-value = 0.000; r=0.745). So that diabetes management is better than patients with type 2 diabetes mellitus, it will affect the level of independence of patients in conducting self-care for the disease. Keywords: type 2 diabetes millitus; diabetic management; self care ABSTRAK Diabetes mellitus tipe 2 merupakan penyakit yang disebabkan oleh terganggunya sekresi insulin dan resistensi insulin. Salah satu aspek yang memegang peranan penting dalam penatalaksanaan penyakit ini adalah manajemen diabetik karena sebagai langkah awal pengendalian gula darah dengan cara memandirikan pasien dalam proses perawatan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan manajemen diabetik dengan perawatan mandiri. Penelitian korelasional dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik consecutive sampling dengan 31 responden yang memenuhi kriteria sampel. Hasil uji analisis menggunakan uji regresi linier dengan hasil menunjukkan bahwa ada hubungan yang kuat antara manajemen diabetik dengan perawatan mandiri pasien diabetes millitus tipe 2 (p-value=0,000; r=0,745). Sehingga semakin baik manajemen diabetik pasien diabetes millitus tipe 2, maka akan mempengaruhi tingkat kemandirian pasien dalam melakukan perawatan diri terhadap penyakitnya. Kata kunci: diabetes millitus tipe 2; manajemen diabetik; perawatan mandiri
Kecemasan Pasien COVID-19: A Systematic Review Anis Rosatil Jannah; Atika Jatimi; Maulidiyah Junnatul Azizah Heru; Zainal Munir; Handono Fatkhur Rahman
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk406

Abstract

Background: Post Coronavirus Desease 2019, discovered in December 2019, then On March 18, 2020, more than 180,000 cases were confirmed and at least 7,500 deaths have been reported in 159 countries. According to the World Health Organization, a gloomy pandemic has caused increased anxiety and mental health, both positive for patients and society. Objective: To detect signs of anxiety symptoms in covid-19 patients and the effects that can be caused during the treatment period and the isolation period. Methods: Introductory literature was obtained from 10 international articles with Google Scholar with the keyword Patient Anxiety -19. The next step is to choose by counting the year of publication (2019-2020). With full technology and speak English. Furthermore, articles and journals that are considered to be less relevant are excluded. Results: anxiety is often caused by situations that include the patient, respiratory distress, reduced social activity, feelings of rejection by society and social dynamics that change dramatically. Symptoms that appear in patients are anxiety that affects the patient's sleep patterns. Conclusion: Co-19 patients tend to experience psychological disorders in the form of anxiety, fear. Psychological consequences of this attack because the patient has excessive anxiety, especially physical conditions and interaction patterns that are really limited to suppress the spread of the virus. Suggestion: The two factors above still need to be reviewed to find the cause of patient anxiety in detail. Keywords: anxiety; covid-19 ABSTRAK Latar Belakang: Pasca Coronavirus Desease 2019, ditemukan pada Desember 2019, selanjutnya Pada 18 Maret 2020, lebih dari 180.000 kasus dikonfirmasi dan setidaknya 7.500 kematian telah dilaporkan di 159 Negara. Menurut World Health Organisasi, pandemi yang suram telah menyebabkan meningkatnya kecemasan dan kesehatan mental baik pasien positif covid-19 maupun masyarakat. Tujuan: Untuk mendeteksi tanda gejala kecemasan pasien covid-19 dan efek yang dapat ditimbulkan selama masa perawatan dan masa isolasi. Metode: Literatur awal didapatkan dari 10 artikel Internasional dengan Google Scholar dengan kata kunci Patient anxiety covid-19. Tahapan selanjutnya adalah melakukan penyeleksian dengan memperhatikan tahun terbitan (2019-2020). Dengan tek penuh dan berbahasa Inggris. Selanjutnya, artikel dan jurnal yang dinilai kurang relevan dikeluarkan. Hasil: kecemasan kerap disebabkan oleh situasi yang tengah meliputi pasien, gangguan saluran pernafasan, berkurangnya kegiatan sosial, perasaan terhadap penolakan oleh masyarakat dan dinamika sosial masyarakat yang berubah drastis. Gejala yang muncul pada pasien adalah kecemasan yang berimbas pada pola tidur pasien. Kesimpulan: Pasien covid-19 rentan mengalami gangguan psikologis berupa kecemasan, ketakutan. Konsekuensi psikologis ini menyerang karena pasien memiliki kecemasan berlebih terutama kondisi fisik dan pola interaksi yang serba dibatasi dalam rangka menekan persebaran virus. Saran: Dua faktor diatas masih memerlukan kajian ulang untuk menemukan sebab kecemasan pasien secara mendetail. Kata kunci: kecemasan; covid-19
Efek Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Bagi Kemampuan Interaksi Sosial Anak Tri Sakti Widyaningsih; Tamrin Tamrin
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11, No 4 (2020): Oktober
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11423

Abstract

Background: Given the importance of early childhood education in child growth and development, the role of child caregivers in the school area community needs to conduct research on how management provides good stimulation when children enter pre-school age by providing an overview of the effectiveness of early childhood education (PAUD) on interaction ability Children Social at RA Islamic Tunas Bangsa 4 Semarang City. Methods: This study aims to determine the effectiveness of Early Childhood Education (PAUD) on the Social Interaction Ability of Children in RA Islamic Tunas Bangsa 4 Semarang City. The type of research used was quantitative with non-experimental used a cross-sectional design where the researcher seeks to analyze the effectiveness of children's social interaction skills assessed through the snake and ladder game intervention between groups of children who have attended PAUD and children who do not participate in PAUD in RA Islamic Tunas Bangsa 4 Semarang City by involving all children who fall into the criteria, according to the needs of the researcher. The population in this study were 57 children at kindergarten (TK A) in RA Islamic Tunas Bangsa 4 Semarang City. The sample in this study were members of the population who met the inclusion and exclusion criteria of the study sample, as many as 36 children. Results: The study used the Chi Square analysis test and statistically the p value was 0.001 (
Faktor yang Berhubungan Dengan Gangguan Mental Emotional Masyarakat di Masa Pandemic COVID-19 Awaliyah Muslimah Suwetty; Kornelis Nama Beni
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf11nk424

Abstract

Pandemic COVID-19 has cause disturbance of mental-emotions in public. Many factors caused mental-emotional disorders. The study aimed to identify and analyze factors associated with mental-emotional disorders in the community during the COVID-19 pandemic. This study was used descriptive analysis research using the design of cross-sectional with respondents as many as 194 respondents. Data were collected using the SRQ-20 questionnaire with Google Forms. The inclusion criteria of the respondents are the general public with an age limit of > 20 years and are willing to be respondents in this study. The variables included age, type of sex, education, occupation, income, and mental-emotional disorders. Data were analyzed using descriptive analysis and the Person Chi-Square test with a significance level 20 tahun dan bersedia menjadi responden dalam penelitian ini. Variable dalam penelitian ini adalah usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, penghasilan dan gangguan mental emotional. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji Person Chi- Square dengan tingkat signifikansi < 0,05. Hasil menunjukkan bahwa faktor usia berhubungan dengan gangguan mental emosional (p = 0,006), jenis kelamin berhubungan dengan gangguan mental emosional (p = 0,012), pendidikan tidak berhubungan dengan gangguan mental emosional (p = 0,943), pekerjaan berhubungan dengan gangguan mental emosional (p = 0,001) dan penghasilan berhubungan dengan gangguan mental emosional selama masa pandemi COVID-19 (p = 0.003). Hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan mental emotional dapat terjadi selama masa pandemic COVID-19. Faktor yang berhubungan dengan gangguan tersebut adalah usia produktif, wanita, orang yang bekerja dan memiliki penghasilan. Penelitian selanjutnya difokuskan pada intervensi dukungan psikologis terhadap gangguan mental emosional yang terjadi akibat COVID-19. Kata kunci: faktor sosiodemografi; gangguan mental emosional; COVID-19
Pengalaman Perawat Saat Menghadapi Gempa Bumi: A Systematic Review Yanuar Aga Nugraha; Tintin Sukartini; Ferry Efendi
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12124

Abstract

Background: Earthquake disaster can damage everything and threaten human life. Nurses play a major role to rescue victims during earthquake. Nurses play a major role to rescue victims when a disaster occurs. Thus, nurses’ response is needed in facing an earthquake. Objective: to find out nurses’ experiences in facing the earthquake. Methods: Systematic Review was prepared using Preffered Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). Database used in this study were Scopus, Proquest and Science direct in the last 5 years from 2014 to 2019, full text article and in English. Keywords used in this study were “nurse OR public health nurse OR community nurse” AND “disaster OR natural disaster OR earthquake” AND “experience OR experience of life”. This systematic review used 10 articles that fit the inclusion criteria. Results: Of the 10 articles used in this study, the results indicated that nurses’ experiences in coping with earthquake were dillema experienced by nurses, lack of disaster preparedness, limited tools, psychological problem, and fear of aftershocks. Conclusion: Nurses had various experiences in responding to earthquake disaster and they need more careful preparation in preparing for earthquake. Keywords: disaster; earthquake; nurse ABSTRAK Latar belakang: Gempa menjadi bencana yang dapat merusak segalanya dan mengancam kehidupan manusia. Perawat menjadi pemegang kunci penyelamat korban ketika terjadi bencana. Sehingga diperlukan respon perawat dalam menghadapi bencana gempa bumi. Tujuan: untuk mengetahui pengalaman perawat saat menghadapi gempa bumi. Metode: Systematic Review ini disusun menggunakan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). Database yang digunakan yaitu Scopus, Proquest dan Science Direct yang dibatasi 5 tahun terakhir dari 2014 hingga 2019, full text article dan berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan yaitu “nurse OR public health nurse OR community nurse” AND “disaster OR natural disaster OR earthquake” AND “experience”. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: dari 10 artikel yang digunakan telah didapatkan hasil tema pengalaman perawat dalam mengadapi bencana alam gempa antara lain dilema yang dirasakan oleh perawat, kurangnya pelatihan bencana, keterbatasan alat, masalah psikologis, dan takut akan datangnya gempa susulan. Kesimpulan: Berbagai pengalaman perawat ketika merespon bencana gempa bumi dan diperlukan persiapan lebih matang lagi untuk perawat dalam mempersiapakan menghadapi bencana gempa bumi. Kata kunci: bencana; gempa bumi; perawat
Smartphone sebagai Media Edukasi pada Pasien Diabetes Mellitus: A Systematic Review Ainul Mufidah; Ninuk Dian Kurniawati; Ika Yuni Widyawati
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12122

Abstract

Background: Type 2 diabetes (T2D) is associated with various health complications and health service visits, resulting in high costs for patients and the community. As a result, worldwide exponential growth of T2D has become a major issue. One strategy is to provide electronic (e-) health interventions. This intervention can reach many individuals in cost-effective and effective way to change behavior.Objective: To find out the development of smartphones as an educational medium in patients with type 2 diabetes mellitus. Method: This Systematic Review was based on Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). The database used in this study was Scopus, Proquest and Pubmed were limited to the last 5 years of publication from 2016 to 2020, full text article and in English. The keywords used were "diabetes mellitus type 2" AND "education" AND "smartphone". This systematic review used 10 articles that fit the inclusion criteria. Results: Increased used of technology in the treatment of diabetes facilitates increased communication between nurses and patients. Social networking technology was developing at an impressive pace. Recent advances in mobile health (mHealth) have created new opportunities to improve DMT2 self-management through tools to facilitate healthy eating, exercise, and access to health services. One such innovative model involves an integrated system that connects patients via smartphone phones with their support network. Keywords: diabetes mellitus type 2; smartphone; education ABSTRAK Latar belakang: Diabetes tipe 2 (T2D) dikaitkan dengan berbagai komplikasi kesehatan dan kunjungan pelayanan kesehatan, sehingga biaya tinggi untuk pasien dan masyarakat. Akibatnya, seluruh dunia pertumbuhan eksponensial dari T2D telah menjadi isu utama. Salah satu strategi adalah untuk memberikan elektronik (e-) intervensi kesehatan. Intervensi ini dapat mencapai banyak individu dalam cara yang hemat biaya dan efektif dalam mengubah perilaku. Tujuan: Untuk mengetahui pengembangan smartphone sebagai media edukasi pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode: Systematic Review ini disusun berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). Database yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scopus, Proquest dan Pubmed terbatas untuk publikasi 5 tahun terakhir dari 2016 hingga 2020, full text article dan berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah “diabetes mellitus type 2” AND “education” AND “smartphone”. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil: Peningkatan penggunaan teknologi dalam pengobatan diabetes memfasilitasi peningkatan komunikasi antara perawat dan pasien. Teknologi jaringan sosial berkembang dengan kecepatan yang mengesankan. Kemajuan terbaru dalam kesehatan keliling (mHealth) telah menciptakan peluang baru untuk meningkatkan manajemen diri DMT2 melalui alat untuk memfasilitasi makan sehat, olahraga, dan akses ke pelayanan kesehatan. Salah satu model inovatif seperti melibatkan sistem terintegrasi yang menghubungkan pasien via ponsel smartphone dengan jaringan dukungan mereka. Kata kunci: diabates mellitus tipe 2; smartphone; edukasi
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Pengobatan Tuberkulosis: A Systematic Review Vivi Meiti Berhimpong; Tintin Sukartini
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 1 (2021): Januari
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12118

Abstract

Background: The biggest problem of transmission of infectious diseases to date was disobedience in undergoing treatment which makes patients resistant to drugs and threatens other public health by increasing morbidity and mortality (mortality). Objective: To identify factors that influence the leveled of patient compliance with tuberculosis treatment. Methods: This systematic review was based on preferred reporting items for systematic reviews and meta-analyses (PRISMA). The database used in this studied was Scopus, ProQuest and PubMed were limited to the last 5 years of publication from 2016 to 2020, full-text article and in English. The keywords used were "tuberculosis" and "adherence" and "DOT TB treatment. This systematic review uses 10 articles that fit the inclusion criteria outcome. Results: Factors influencing the relationship were family support, peered groups, ties, sufficient economics, knowledge, recognition, and early signs, self-awareness for treatment, motivation, self-efficacy owned by a social strengthening of the government or institution, health education from Healthcare workers (HCWs). Conclusion: various factors that influence medication adherence were considered necessary to be addressed jointly from all levels of work procedures. However, careful preparation was needed, especially self-acceptance and education to received new knowledge and understanding. Keywords: tuberculosis; adherence; DOT TB treatment ABSTRAK Latar belakang: Masalah terbesar penularan penyakit infeksi menular hingga saat ini adalah ketidakpatuhan menjalani pengobatan sehingga menjadikan pasien menjadi resisten terhadap obat dan mengancam kesehatan masyarakat lainnya dengan peningkatan kesakitan (morbiditas) serta kematian (mortalitas). Tujuan: untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kepatuhan pasien terhadap pengobatan tuberkulosis. Metode: Systematic Review ini disusun berdasarkan Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta-Analyzes (PRISMA). Database yang digunakan dalam penelitian ini adalah Scopus, Proquest dan Pubmed terbatas untuk publikasi 5 tahun terakhir dari 2016 hingga 2020, full text article dan berbahasa Inggris. Kata kunci yang digunakan adalah “tuberculosis” AND “adherence” AND “DOT TB treatment. Systematic review ini menggunakan 10 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi Hasil: Faktor yang mempengaruhi kepatuhan adalah dukungan keluarga, kelompok sebaya, etnis, ekonomi yang cukup, pengetahuan, pengenalan terdapat tanda dan gejala awal, kesadaran diri untuk berobat, motivasi, self-efficacy adanya jaminan sosial dari pemerintah atau lembaga, pendidikan kesehatan dari petugas kesehatan. Kesimpulan: Berbagai faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan dipandang perlu untuk diatasi bersama dari semua lapisan tata kerja. Namun, perlu persiapan matang terutama penerimaan diri serta edukasi untuk untuk menerima pengetahuan dan pemahaman baru. Kata kunci: tuberkulosis; kepatuhan; DOT TB treatment
Keterbukaan Status HIV dan Penggunaan Kondom pada Pasangan HIV-SERODISCORDANT Aries Sulaiman; Sri Yona; Riri Maria
Jurnal Penelitian Kesehatan SUARA FORIKES Vol 12, No 2 (2021): April 2021
Publisher : FORIKES

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33846/sf12221

Abstract

The number of sufferers incouples serodiscordant is greater than incouples seroconcordant (both HIV positive partners). Disclosure of HIV status or disclosure plays an important role in preventing transmission in seronegative partners. The purpose of this paper is to provide an overview of the relationship of disclosure or openness of HIV status (Human Immunodeficiency Virus) to one's partner and the use of condoms to the risk of transmission in HIV couples serodiscordant. This literature study used analysis of articles from several well-known databases namely Science Direct, ClinicalKey and EBSCO from 2008 to 2020. The keywords used when searching were disclosure and HIV serodiscordant and condom use. In this literature study, 16 articles were found that fulfilled the inclusion and exclusion criteria from 317 articles found. Some of the factors that make it difficult for an individual to be open about their status with their partners are anxiety about being abandoned, fear of being blamed, and divorce. Strengthening pre and post-test counseling properly can help resolve conflicts incouples serodiscordant. Until now, efforts to suppress transmission in negative couples have been using condoms. Keywords: HIV disclosure; HIV serodiscordant; condom use ABSTRAK Jumlah penderita pada pasangan serodiscordant lebih besar dibandingkan dengan pasangan seroconcordan (kedua pasangan positif HIV). Keterbukaan status atau disclosure berperan penting dalam mencegah transmisi pada pasangan yang seronegatif. Tujuan penulisan literatur review ini adalah untuk memberikan gambaran bagaimana hubungan keterbukaan status HIV (Human Immunodeficiency Virus) seseorang terhadap pasangannya dan penggunaan kondom terhadap resiko penularan pada pasangan HIV serodiscordant. Studi literatur ini menggunakan analisis artikel-artikel dari beberapa database yang ternama yaitu Science Direct, ClinicalKey dan EBSCO dari tahun 2008 sampai 2020. Kata kunci yang digunakan yaitu disclosure and hiv serodiscordant and condom use. Pada studi literatur ini didapatkan 16 artikel yang memenuhi syarat kriteria inklusi dan ekslusi dari 317 artikel yang ditemukan. Beberapa faktor yang menyebabkan sulitnya individu terbuka mengenai statusnya terhadap pasangannya adalah kecemasan akan ditinggalkan, takut disalahkan, dan perceraian. Penguatan konseling pre dan post-test secara baik dapat membantu menyelesaikan konflik pada pasangan serodiscordant. Sampai saat ini upaya dalam menekan penularan pada pasangan yang negatif adalah penggunaan kondom. Kata kunci: keterbukaan; HIV serodiscordant; penggunaan kondom

Page 40 of 176 | Total Record : 1757


Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 17, No 2 (2026): February 2026 Vol 17, No 1 (2026): January 2026 2026 Vol 16, No 4 (2025): Oktober-Desember 2025 Vol 16, No 3 (2025): Juli-September 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 Vol 16, No 2 (2025): April-Juni 2025 (up coming) Vol 16, No 1 (2025): Januari-Maret 2025 Vol 15, No 4 (2024): Oktober-Desember 2024 Vol 15, No 3 (2024): Juli-September 2024 Vol 15, No 2 (2024): April-Juni 2024 Vol 15, No 1 (2024): Januari-Maret 2024 2024 Vol 14, No 4 (2023): Oktober - Desember 2023 Vol 14, No 3 (2023): Juli - September 2023 Vol 14, No 2 (2023): April 2023 Vol 14, No 1 (2023): Januari 2023 2023 Vol 13, No 4 (2022): Oktober 2022 Vol 13, No 3 (2022): Juli 2022 Vol 13, No 2 (2022): April 2022 Vol 13, No 1 (2022): Januari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Februari 2022 Vol 13 (2022): Nomor Khusus Januari 2021 2022 Vol 12, No 4 (2021): Oktober 2021 Vol 12, No 3 (2021): Juli 2021 Vol 12, No 2 (2021): April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus Januari 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus April 2021 Vol 12 (2021): Nomor Khusus November 2021 Vol 12, No 1 (2021): Januari Vol 11, No 3 (2020): Juli 2020 Vol 11, No 2 (2020): April 2020 Vol 11, No 1 (2020): Januari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Maret-April 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus November-Desember 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Januari-Februari 2020 Vol 11 (2020): Nomor Khusus Mei-Juni 2020 Vol 11, No 4 (2020): Oktober Vol 10, No 4 (2019): Oktober 2019 Vol 10, No 3 (2019): Juli 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 2 (2019): April 2019 Vol 10, No 1 (2019): Januari 2019 Vol 9, No 4 (2018): Oktober 2018 Vol 9, No 3 (2018): Juli 2018 Vol 9, No 2 (2018): April 2018 Vol 9, No 1 (2018): Januari 2018 Vol 8, No 4 (2017): Oktober 2017 Vol 8, No 3 (2017): Juli 2017 Vol 8, No 2 (2017): April 2017 Vol 8, No 1 (2017): Januari 2017 Vol 7, No 4 (2016): Oktober 2016 Vol 7, No 3 (2016): Juli 2016 Vol 7, No 2 (2016): April 2016 Vol 7, No 1 (2016): Januari 2016 Vol 6 (2015): Nomor Khusus Hari Kesehatan Nasional 2010: Template More Issue