cover
Contact Name
Ricky Firmansyah
Contact Email
ricky.rym@bsi.ac.id
Phone
+6281318340588
Journal Mail Official
jurnal.informatika@bsi.ac.id
Editorial Address
Jl. Kramat Raya No.98, Kwitang, Kec. Senen, Kota Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10450
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Informatika
ISSN : 23556579     EISSN : 25282247     DOI : https://doi.org/10.31294/ji.v4i2
Core Subject : Science,
Jurnal Informatika respects all researchers Technology and Information field as a part spirit of disseminating science resulting and community service that provides download journal articles for free, both nationally and internationally. The editorial welcomes innovative manuscripts from Technology and Information field. The scopes of this journal are: Expert System Decision Support System Data Mining Artificial Intelligence System Machine Learning Genetic Algorithms Business Intelligence and Knowledge Management Big Data the manuscripts have primary citations and have never been published online or in print. Every manuscript will be checked the plagiarism using Turnitin software. If the manuscript indicated major plagiarism, the manuscript is rejected.
Articles 316 Documents
Sistem Pendukung Keputusan Kelayakan Pembiayaan Menggunakan Metode Analytical Hierarchy Process Siti Rendani Anjaryanti; Yudi Ramdhani
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2017): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1117.546 KB) | DOI: 10.31294/ji.v4i1.1697

Abstract

AbstrakBaitul Maal wat Tamwil (BMT) Khonsa, merupakan salah satu lembaga keuangan yang menawarkan beberapa produk pembiayaan. Dalam prosedur penyaluran pembiayaan pada BMT Khonsa, terdapat permasalahan keterlambatan status pembiayaan serta resiko pembiayaan Non Performance Loan dan Non Performance Finance. Hal ini yang menjadikan perlunya sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat membantu dalam menentukan kelayakan pembiayaan. Kriteria yang digunakan untuk analisa kelayakan pembiayaan pada BMT Khonsa adalah kepribadian, kapasitas, aset yang dimiliki, jaminan, dan keadaan perekonomian. Penelitian ini memanfaatkan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sebagai model pemecahan masalah yang bersifat multikriteria. Hasil dari penelitian ini adalah sistem pendukung keputusan kelayakan pembiayaan yang dibangun sebagai alat bantu untuk penentuan kelayakan pembiayaan. Kata Kunci: AHP, Pembiayaan, Sistem Pendukung Keputusan. Abstract Baitul Maal wat Tamwil (BMT) Khonsa was the financial institutions offered financing products. In the finance distributor procedure at BMT Khonsa there were problem delay of financing status and financing risk Non Performance Loan and Non Performance Finance. This matter made the requiring a decision support system could help in determining the feasibility of financing. The criteria was used for feasibility analysis on BMT Khonsa is character, capacity, capital, collateral, and condition of economy. This study utilized Analytical Hierarchy Process (AHP) method as a problem-solving model namely multi criteria. The result of this study was the decision support system of financing feasibility was built as a tool for determining the feasibility of financing. Keywords: AHP, Financing , Decision Support System.
SISTEM PAKAR DIAGNOSA KEKURANGAN VITAMIN PADA TUBUH MANUSIA BERBASIS WEB Ai Ilah Warnilah
Jurnal Informatika Vol 2, No 1 (2015): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.994 KB) | DOI: 10.31294/ji.v2i1.81

Abstract

Abstract - Along with the development of technology, also developed a system thet is able to adopt technology and the humant human thinking procces is an expert system which contains specific knowledge so that everyone can use to solve a specific problem, in this case is the health problem with vitamin deficiency in the human body. When there is a health disoreder, especially vitamin deficiency rether the people will a come to a doctor or nutritionist for a consultation. Sometimes there are also weaknes when entrusting to specialist such as limited hours of practice and the events that forced many patients have to queue and require a sizeeable fee. In this case, we as the people who use the service need more of an expert who can faciliate in the diagnosis of vitamin deficiency in the body as early prevention. Therefore as an alternative solution is to create an expert sysem aplication that can identify / diagnose a vitamin deficiency based on body sympton with forward chaining methode. Displayed in the form of a website using PHP programing with MYSQL database, so the consultation will be easeier, cost-eeffective and can be used anytime, anywhere. Keywords : Expert system, Deficiency, Forward chaining Abstrak - Seiring perkembangan teknologi,dikembangkan pula suatu sistem teknologi yang mampu mengadopsi proses dan cara berpikir manusia yaitu sistem pakar yang mengandung pengetahuan tertentu sehingga setiap orang dapat menggunakan untuk memecahkan masalah yang bersifat spesisfik, dalam hal ini adalah permasalahan kesehatan menangani kekurangan vitamin pada tubuh manusia. Masalah kesehatan khususnya kekurangan vitamin lebih tepatnya orang akan datang ke dokter atau ahli gizi untuk berkonsultasi. Namun terdapat kelemahan jika memepercayakan kepada dokter ahli seperti terbatasnya jam praktek dan kejadian banyak pasien yang memaksa harus harus melakukan antrian serta memerlukan biaya yang lumayan besar. Dalam hal ini, kita selaku orang yang menngunakan jasa lebih membutuhkan seorang pakar yang bisa memudahkan dalam mendiagnosa kekurangan vitamin dalam tubuh sebagai pencegahan awal. Dengan demikian sebagai alternatif pemecahan masalah yaitu dengan membuat aplikasi sistem pakar yang dapat megidentifikasi/mendiagnosa kekurangan vitamin pada tubuh berdasarkan gejala yang ada menggunakan metode forward chaining. Yang ditampilkan dalam bentuk website menggunakan program php dengan database MySQL, sehingga konsultasi akan lebih mudah, hemat biaya serta dapat digunakan kapan dan dimana saja. Kata Kunci : Sistem Pakar, Vitamin, Forward Chaining
PERANCANGAN ARSITEKTUR SISTEM INFORMASI MENGGUNAKAN METODE ENTERPRISE ARCHITECTURE PLANNING (Studi Kasus : Universitas Purwakarta - Purwakarta) Beki Subaeki
Jurnal Informatika Vol 1, No 1 (2014): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (797.643 KB) | DOI: 10.31294/ji.v1i1.179

Abstract

ABSTRAK Pemanfaatan teknologi informasi pada suatu organisasi sangat diperlukan, hal ini diperlukan terlebih oleh organisasi besar semacam perguruan tinggi kerena pengembangan sistem informasi akan semakin komplek dan akan berpengaruh pada perkembangan bisnis yang sedang berjalan. Pada prakteknya tidak sedikit pembangunan / pengembangan sistem informasi mengalami kegagalan, hal ini dikarenakan karena tidak sesuai dengan arah tujuan serta kebutuhan akademik. Salah satu metode yang digunakan untuk membangun/mengenbangkan sistem informasi adalah Enterprise Architecture Planning, dimana metode ini merupakan metode yang digunakan untuk pendekatan perencanaan kualitas data dengan melihat pada kebutuhan bisnis dari organisasi. Didalam Enterprise Architecture Planning akan diuraikan tentang arsitektur data, aplikasi, teknologi serta roadmap rencana implementasi dari arsitektur tersebut.Universitas Purwakarta sebagai salah satu penyelenggara pendidikan, tidak luput dari kebutuhan mendefinisikan kebutuhan bisnis dan arsitektur informasinya agar arah strategi kebijakan pengembangan organisasi dapat terencanakan dengan baik. Pemodelan arsitektur informasi pada Universitas Purwakarta, meliputi pendefinisian arsitektur data, arsitektur aplikasi, arsitektur teknologi, dan pembuatan pemetaan atau roadmap rencana implementasi. Proses dalam pendefinisian arsitektur informasi yang ditinjau, mengacu kepada proses yang sudah umum terjadi dalam bisnis penyelenggaraan sistem pendidikan khususnya di Universitas Purwakarta, sedangkan ruang lingkup pembahasan melingkupi bidang akademik, bidang administrasi keuangan. Hasil dari penelitian ini akan menghasilkan roadmap rencana implementasi yang dapat dijadikan acuan dalam pembangunan aplikasi yang mendukung fungsi bisnis organisasi.. Kata Kunci : Enterprise Architecture Planning, Arsitektur Data, Arsitektur Aplikasi Dan Arsitektur Teknologi, Sistem Informasi. ABSTRACT Utilization of information technology in an organization is necessary, it is required in advance by large organizations because they sort of college information system development will be more complex and will affect the ongoing business development. In practice, not least the construction / development of information systems failures, this is because since it is incompatible with the goals and academic needs. To achieve the goals of the organization there are several methodologies that can be used, such as Enterprise Architecture Planning is a modern approach to the planning of data quality and achieve the mission of information systems and processes are carried out to define a number of architecture that consists of a data architecture, applications, and technology and implementation plan. EAP describes the architecture of data, applications and technologies needed to support the organization's business. Many IS development failures due to the development needs of IS are based on specific needs without any advance planning by management in implementing an integrated information system development.Purwakarta university education as one of the organizers, did not escape the need for defining the business requirements and information architecture for the organization's development policy strategy can be unplanned as well. Modeling information architecture at the University of Purwakarta, including defining the data architecture, application architecture, technology architecture, and mapping creation or implementation of the roadmap plan.Process in terms of defining the information architecture, refers to the process that is common in business administration education system especially at the University of Purwakarta, while the scope of the discussion surrounding the academic field, the field of financial administration. Keywords : Enterprise Architecture Planning, Data Architecture, Application Architecture And Technology Architecture,Information System.
Perancangan Data Warehouse Nilai Mahasiswa Dengan Kimball Nine-Step Methodology Ganda Wijaya
Jurnal Informatika Vol 4, No 1 (2017): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (766.291 KB) | DOI: 10.31294/ji.v4i1.1415

Abstract

AbstrakNilai mahasiswa memiliki banyak komponen yang dapat dianalisis untuk mendukung pengambilan keputusan. Berdasarkan hal ini, penulis melakukan penelitian terhadap nilai mahasiswa. Penelitian dilakukan pada database yang ada di Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan Bina Sarana Informatika (BAAK BSI). Fokus penelitian ini adalah "Bagaimana model data warehouse yang dapat memenuhi kebutuhan manajemen terhadap data nilai mahasiswa sebagai pendukung evaluasi, perencanaan dan pengambilan keputusan?". Data warehouse nilai mahasiswa perlu dibuat agar dapat memperoleh informasi, laporan, dan dapat melakukan analisa multi-dimensi yang pada akhirnya dapat membantu manajemen dalam membuat kebijakan. Pengembangan sistem dilakukan dengan menggunakan Sistem Development Life Cycle (SDLC) dengan pendekatan Waterfall. Sementara perancangan data warehouse menggunakan kimball nine-step methodology. Hasil yang diperoleh dalam bentuk skema bintang dan data warehouse nilai. Data warehouse dapat memberikan ringkasan informasi yang cepat, akurat dan berkesinambungan sehingga dapat membantu manajemen dalam membuat kebijakan untuk masa yang akan datang. Secara umum, manfaat dari penelitian ini adalah sebagai tambahan rujukan dalam membangun data warehouse dengan menggunakan kimball nine-step methodology. Kata kunci: Data Warehouse, Kimball Nine-Step Methodology. AbstractStudent grades has many components that can be analyzed to support decision making. Based on this, the authors conducted a study of student grades. The study was conducted on a database that is in the Bureau of Academic and Student Affairs Administration Bina Sarana Informatika (BAAK BSI). The focus of this research is "How to model a data warehouse that can meet the management needs of the data value of students as supporters of evaluation, planning and decision making?". Data warehouse grades students need to be made in order to obtain the information, reports, and can perform multi-dimensional analysis, which in turn can assist management in making policy. Development of the system is done by using System Development Life Cycle (SDLC) with Waterfall approach. While the design of the data warehouse using a nine-step methodology kimball. Results obtained in the form of a star schema and data warehouse value. Data warehouses can provide a summary of information that is fast, accurate and continuous so as to assist management in making policies for the future. In general, the benefits of this research are as additional reference in building a data warehouse using a nine-step methodology kimball. Keywords: Data Warehouse, Kimball Nine-Step Methodology.
METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS: SISTEM REKOMENDER DATABASE SOFTWARE Doni Purnama Alam Syah
Jurnal Informatika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (739.454 KB) | DOI: 10.31294/ji.v1i2.51

Abstract

Abstract - Rekomender electoral system is a database software application that can be used to look for alternative software database selection strategy, the method of analytical hierarchy process (AHP). Rekomender systems needed by companies that have a large enough data processing such as the Bureau of Bina Sarana IT Information, expensive investments in the provision of Information Technology (IT) makes IT Bina Sarana Information Bureau to be more careful in determining the selection of database software. This study focuses on research of database software selection system with the method of analytical hierarchy process (AHP), a case study of IT Bureau Bina Sarana Infromatika with the observation unit administrator. The results of the study found that there are two (2) main criteria, namely the selection of technology and a user with an alternative strategy My SQL, Oracle and SQL Server. Having tested the system rekomender My SQL result that the top priority in the selection of database software with a 41% weighting, followed by SQL Server and Oracle 39% 21%. The end result of a system that has been created rekomender concluded that the Bureau of Bina Sarana Informatics IT can define strategy alternatives before determining database software to be used more effectively and efficiently. Abstrak¬¬ - Sistem rekomender pemilihan database software merupakan aplikasi yang dapat digunakan untuk mencari alternatif strategi pemilihan database software, dengan metode analytical hierarchy process (AHP). Sistem rekomender dibutuhkan oleh perusahaan yang memiliki pengolahan data yang cukup besar seperti Biro TI Bina Sarana Informatika, mahalnya investasi pada penyediaan Teknologi Informasi (TI) membuat Biro TI Bina Sarana Informatika lebih berhati-hati dalam menentukan pemilihan database software. Penelitian ini berfokus kepada penetilian tentang sistem pemilihan database sofware dengan metode analytical hierarchy process (AHP), studi kasus Biro TI Bina Sarana Infromatika dengan unit observasi bagian Administrator. Hasil dari penelitian ditemukan bahwa terdapat 2 (dua) kriteria utama pemilihan yaitu technology dan user dengan alternatif strategi My SQL, Oracle dan SQL Server. Setelah diuji coba sistem rekomender didapat hasil bahwa My SQL menjadi prioritas utama dalam pemilihan database software dengan bobot nilai 41% yang diikuti oleh SQL Server 39% dan Oracle 21%. Hasil akhir dari sistem rekomender yang telah diciptakan disimpulkan bahwa Biro TI Bina Sarana Informatika dapat menentukan alternatif strategi sebelum menentukan database software yang akan digunakan lebih efektif dan efisien. Kata Kunci: Sistem Rekomender, Database Software, Analytical Hierarchy Process
PERANCANGAN APLIKASI SISTEM PAKAR DIAGNOSA KERUSAKAN HARDWARE KOMPUTER METODE FORWARD CHAINING Rismayadi, Ali Akbar
Jurnal Informatika Vol 3, No 2 (2016): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.935 KB) | DOI: 10.31294/ji.v3i2.884

Abstract

AbstractDamage to computer hardware, not a big disaster, because not all damage to computer hardware can not be repaired, nearly all computer users, whether public or institutions often suffer various kinds of damage that occurred in the computer hardware it has, and the damage can be caused by various factors that are basically as the user does not know the cause of what makes the computer hardware used damaged. Therefore, it is necessary to build an application that can help users to mendiganosa damage to computer hardware. So that everyone can diagnose the type of hardware damage his computer. Development of expert system diagnosis of damage to computer hardware uses forward chaining method by promoting alisisis descriptive of various damage data obtained from several experts and other sources of literature to reach a conclusion on the diagnosis of damage. As well as using the waterfall model as a model system development, starting from the analysis stage to stage software needs support. This application is built using a programming language tools Eclipse ADT as well as SQLite as its database. diagnosis expert system damage computer hardware is expected to be used as a tool to help find the causes of damage to computer hardware independently without the help of a computer technician.
Sistem Pakar Diagnosis Kerusakan Mobil Toyota Kijang LSX Menggunakan Metode Forward Chaining Turnawan, Turnawan; Mauliana, Phitsa; Firmansyah, Ricky; Hunaifi, Nanang
Jurnal Informatika Vol 4, No 2 (2017): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (528.173 KB) | DOI: 10.31294/ji.v4i2.2068

Abstract

AbstrakKerusakan pada mobil baru disadari oleh pemilik ketika mobil beroperasi tidak sebagaimana mestinya atau tidak seperti biasanya. Perawatan secara berkala dibutuhkann setiap mobil untuk mendeteksi kerusakan apa yang terjadi pada mobil tersebut. Banyak penyebab dan tanda-tanda saat mobil tidak beroperasi dengan baik, beberapa diantaranya misalnya lampu mobil tidak menyala dan tidak mempunyai gambaran mengapa hal tersebut terjadi, hal inilah yang mendorong pembangunan sistem pakar dengan menggunakan metode forward chaining untuk mendeteksi kerusakan mobil. Khususnya untuk mobil yang sudah berumur tua dan tidak diproduksi lagi, Oleh karena itu penulis menggunakan mobil Toyota Kijang LSX sebagai objek penelitian. Dalam penelitian ini penulis merancang agar penyampaian informasi pun  dapat dilakukan menggunakan perangkat mobile dengan meminta request dari user. Request tersebut akan diproses dalam sistem kemudian hasilnya akan dikirim kembali kepada user dengan ditampilkan pada layar perangkat mobile. Aplikasi sistem pakar ini dibuat dalam bentuk aplikasi android untuk memudahkan pengguna dalam mengakses dan menyelesaikan masalah yang terkait secara cepat, dimana saja dan kapan saja. Sistem pakar ini mampu memberikan informasi yang optimal dari timbal balik user dan sistem untuk para pemilik kendaraan mobil Toyota Kijang LSX. Kata Kunci : Android, sistem pakar, toyota kijang LSX.  AbstractDamage to the car was realized by the owner when the car is not operating properly or not as usual. Periodic maintenance needed each car to detect damage to what happened to the car. Many of the causes and signs as the car is not running properly, some of which car lights are not lit and have no idea why it happened, it is this which encourages the development of expert systems with forward chaining method  for detecting damage to the car. Especially for cars that are old and no longer manufactured, therefore the authors use a Toyota Kijang LSX as research objects. In this study, the authors designed so that the delivery of information can be done using any mobile device with the request from the user. The request will be processed in the system then the results will be sent back to the user with a display on a mobile device screen. This expert system application is made in the form of android application to allow users to access and resolve the problems associated quickly, anywhere and anytime.The expert system is able to provide optimal information of the user and the system of reciprocity to the owner of the vehicle Toyota Kijang LSX. Keywords: Android, expert systems, Toyota Kijang LSX.
PENERAPAN ANIMASI INTERAKTIF DALAM PENGENALAN AKSARA SUNDA Holida, Siti Maria; Alawiyah, Tuti; Sutisna, Herlan
Jurnal Informatika Vol 1, No 2 (2014): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1176.22 KB) | DOI: 10.31294/ji.v1i2.39

Abstract

Abstract - Sundanese script is the work of Sundanese orthography to be maintained and preserved, because the Sundanese script is a cultural heritage that is priceless. Socialization of Sundanese script is very minimal done, although West Java government has to take legal actions in the form of regional regulations No. 5 of 2003 and the Governor's Decree no. 434 / SK.614 / dis-pk / 1999. Along with the increasing sophistication of technology, the use of interactive animations introduction Sundanese script can be used to promote literacy by explaining the meaning of the Sundanese, Sundanese script, history Sundanese script, how to write Sundanese script, as well as Sundanese script puzzle games as testing and entertainment. Application of interactive animation is the best solution which is very helpful in Sundanese script publicizes to the community, especially people of sundanese to be more interested in learning Sundanese script that became cultural heritage. Keywords : Interactive Animation , Script Sundanese Abstrak - Aksara Sunda merupakan hasil karya ortografi masyarakat Sunda yang harus dipelihara dan dilestarikan, karena aksara Sunda adalah warisan budaya yang tidak ternilai harganya. Sosialisasi aksara Sunda masih sangat minim dilakukan, meskipun pemerintah Jawa barat sudah melakukan upaya hukum dalam bentuk Peraturan daerah (Perda) no.5 tahun 2003 dan Surat Keputusan Gubernur no. 434/SK.614/dis-pk/1999. Seiring dengan semakin canggihnya tekhnologi, penggunaan animasi interaktif pengenalan aksara sunda dapat digunakan untuk mensosialisasikan aksara Sunda dengan menjelaskan mengenai pengertian aksara Sunda, sejarah aksara Sunda, cara penulisan aksara Sunda, serta game puzzle aksara Sunda sebagai pengujian dan hiburannya. Penerapan animasi interaktif merupakan solusi terbaik yang sangat membantu dalam mensosialisakan aksara Sunda kepada masyarakat khususnya masyarakat Sunda agar lebih berminat mempelajari aksara Sunda yang menjadi warisan budaya. Kata Kunci : Animasi Interaktif, Aksara Sunda
PERANCANGAN SISTEM PENJADWALAN PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN GRAPH COLORING Hidayatulloh, Taufik
Jurnal Informatika Vol 2, No 2 (2015): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (992.184 KB) | DOI: 10.31294/ji.v2i2.123

Abstract

Abstract - In learning scheduling problem often faced by schools in the new academic year. Sometimes collisions on the schedule was not found when the learning process has begun, so it is necessary to re-schedule on the schedule. And this resulted in the teaching and learning first weeks less to run well. Researchers previously have used various methods to solve the scheduling as Tabu search, Simulated Annealing, Network Flow, Graph Coloring. Graph Coloring (coloring of a graph) is the simplest method and the experimental results indicate that the development of methods of scheduling Graph Coloring deliver results that meet an average of 93% across the specified constraints. At the time of split schedules that require extra energy at the start of learning did not experience a collision. With this system is expected to facilitate the allocation of space, teachers, lessons to avoid a collision. Keywords: Information Systems, Scheduling, graph coloring Abstraksi - Dalam masalah penjadwalan pembelajaran sering dihadapi sekolah pada tahun ajaran baru. Terkadang tabrakan pada jadwal itu baru ditemukan ketika proses belajar mengajar telah dimulai, sehingga perlu dilakukan penjadwalan ulang pada jadwal tersebut. Dan hal ini mengakibatkan kegiatan belajar mengajar pada minggu-minggu pertama kurang dapat berjalan dengan baik. Para peneliti sebelumnya telah menggunakan berbagai metode untuk memecahkan penjadwalan seperti Tabu search, Simulated Annealing, Network Flow, Graph Coloring. Graph Coloring (pewarnaan graf) merupakan metode yang paling sederhana dan hasil percobaan menunjukkan bahwa pengembangan metode Graph Coloring memberikan hasil penjadwalan yang memenuhi rata-rata 93% seluruh constraints yang ditentukan. Pada saat membagi jadwal memerlukan energi ekstra agar pada saat di mulai pembelajaran tidak mengalami tabrakan. Dengan sistem ini diharapkan dapat mempermudah dalam mengalokasikan ruangan, guru, pelajaran agar tidak mengalami tabrakan. Kata kunci: Sistem Informasi, Penjadawalan, Pewarnaan Graf
KOMBINASI STANDAR ISO17799, SSE-CMM UNTUK PENGUKURAN TINGKAT KEMATANGAN KEAMANAN SISTEM INFORMASI PENJADWALAN Ali Haidir; Mochamad Wahyudi
Jurnal Informatika Vol 3, No 1 (2016): Jurnal INFORMATIKA
Publisher : LPPM Universitas Bina Sarana Informatika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (415.591 KB) | DOI: 10.31294/ji.v3i1.315

Abstract

Abstract - Bina Sarana Informatika is one of the largest educational institutions now have to process the data with a large number. The data were processed by the existing scheduling system scheduling information, is still very vulnerable to attack or destruction committed by people who are not responsible nor caused by system failures. This study examines the level of information security in the course scheduling Bina Sarana Informatika to get accurate measurement results, and to determine the level of system security scheduling information useful as input in improving the quality of information systems security. Using qualitative research methods, that is by distributing a questionnaire that contains a list of questions based on ISO 17799 on the implementation of information security management consisting of 11 clauses. The data is processed using the results of the questionnaire maturity level to get the level of maturity of information security. This research resulted in the existing clause of 11, the average was at the level of unity (Initial / ad hoc). The conclusion that can be is that the security of information systems at the BSI scheduling still needs improvement. But there are some clauses that already meet the standards of ISO 17799, the sixth clause of management and organizational communication and seventh clause of access control.Kata Kunci: ISO 17799, Security Of Informations System, SSE-CMM. Abstrak - Bina Sarana Informatika merupakan salah satu institusi pendidikan terbesar saat ini yang harus mengolah data dengan jumlah yang banyak. Data yang diolah oleh bagian penjadwalan yang ada pada sistem informasi penjadwalan, masih sangat rentan oleh penyerangan atau perusakan yang dilakukan oleh  orang yang tidak bertanggung jawab maupun yang disebabkan oleh kegagalan sistem. Penelitian ini mengkaji tingkat keamanan informasi pada bagian penjadwalan perkuliahan Bina Sarana Informatika untuk mendapatkan hasil pengukuran yang akurat, dan untuk mengetahui tingkat keamanan sistem informasi penjadwalan yang berguna sebagai masukan dalam usaha peningkatan kualitas keamanan sistem informasi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif, yaitu  dengan cara penyebaran kuisioner yang berisi daftar pertanyaan berdasarkan ISO 17799 tentang pelaksanaan manajemen keamanan informasi yang terdiri dari 11 klausa. Data hasil kuesioner diolah menggunakan maturity level untuk mendapatkan tingkat kematangan keamanan informasi. Penelitian ini menghasilkan bahwa dari 11 klausa yang ada, rata-rata berada pada level kesatu (Initial/ad hoc). Kesimpulan yang di dapat adalah bahwa keamanan sistem informasi di bagian penjadwalan BSI masih perlu perbaikan. Namun ada beberapa klausa yang sudah memenuhi standar  ISO 17799, yaitu klausa keenam tentang manajemen komunikasi dan organisasi serta klausa ketujuh tentang kontrol akses.Kata Kunci: ISO 17799, Keamanan Sistem Informasi, SSE-CMM.

Page 10 of 32 | Total Record : 316