JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING
JESCE (Journal of Electrical and System Control Engineering) merupakan jurnal karya ilmiah Program Studi Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Medan Area yang menyajikan hasil penelitian di bidang energi, elektronika, sistem kontrol, dan telekomunikasi. Jurnal yg diterima diharapkan berkaitan dengan teknologi baru dan isu-isu mutakhir saat ini.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari"
:
12 Documents
clear
TEA LEAVES GMB SERIES CLASIFFICATION USING CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK
Rizal, Syamsul;
Pratiwi, Nor Kumalasari Caecar;
Ibrahim, Nur;
Vidya, Hurianti;
Saidah, Sofia;
Fu'adah, R Yunendah Nur
JESCE (JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING) Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (860.876 KB)
|
DOI: 10.31289/jesce.v3i2.3320
This study classifies GMB series tea leaves by using a convolutional neural network as a classification system. GMB series tea are the superior tea seeds in Indonesia. Gambung series, namely: GMB 1 to GMB 11, are planting material seeds that have been recommended by the Ministry of Agriculture. The potential of these tea series yield of 4,000 - 5,800 kg / ha of dried tea. The morphological similarity level of GMB 1 to GMB 11 is very high, because many elders from the clones are from the same crossing parents. During this time, the process of identifying GMB clones 1 through GMB 11 is done manually using the visual eye of an experts at PPTK Gambung. These experts are limited to be able to identify each tea series. This process is susceptible to errors in the reading of clone types, and is very dependent on the presence of the experts. If an error occurs in the process of identifying the type of clone, it will interfere with the nursery process. Errors in the selection of recommended clones will harm the process of a long period of time, because the economic age of tea plants can reach until 50 years. The potential loss of production due to misuse of plant material can reach 1,200 kg / ha per year. Against the background of these problems, it is very necessary to have a system to identify the GMB series clone. Continuous studies has been conducted to build an automation system for the identification and classification of GMB series tea clones. The system is designed using the Convolutional Neural Network (CNN) method. The results obtained from this system output in the form of accuracy with a value of 85%.
DETEKSI AKOR DAN MELODI PADA FILE WAV GITAR FINGERSTYLE MENGGUNAKAN METODE DWPT & K-NN
Fauzi, Muhammad Ilham;
Magdalena, Rita;
Hidayat, Bambang
JESCE (JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING) Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (823.993 KB)
|
DOI: 10.31289/jesce.v3i2.3324
Saat ini teknik fingerstyle cukup populer di kalangan para pemain gitar akustik Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terbentuknya komunitas Indonesian Fingerstyle Guitar Community (IFGC). Teknik fingerstyle mampu menghasilkan komposisi musik layaknya komposisi musik band, seperti akor, melodi, bass, maupun perkusi. Keterbatasan kemampuan indera pendengaran yang berupa ketidakpekaan terhadap nada merupakan salah satu penyebab sulitnya pemain gitar dalam megulik komposisi akor dan melodi pada musik fingerstyle. Oleh karena itu, pada penelitian ini dibuat sistem yang mampu mendeteksi komposisi akor dan melodi pada musik fingerstyle menggunakan metode Onset Detection, Discrete Wavelet Packet Transform (DWPT), Welch?s Method, dan Pitch Class Profile (PCP). Metode K-Nearest Neighbor digunakan sebagai metode klasifikasi pada penelitian ini. Data yang digunakan sebagai data latih sebanyak 355 data rekaman akor dan 125 data rekaman nada tunggal. Data yang diujikan pada penelitian ini yaitu 195 data rekaman akor, 75 rekaman nada tunggal, dan 8 musik fingerstyle yang setiap musiknya direkam sebanyak 5 kali. Hasil terbaik yang diperoleh yaitu 99,07% pada pendeteksian akor tunggal, 100% pada pendeteksian nada tunggal, dan sebesar 83,11% akurasi rata-rata pada pendeteksian 40 musik fingerstyle.
ANALISIS BIAYA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA (PLTS) ATAP SKALA RUMAH TANGGA
Tharo, Zuraidah;
Hamdani, Hamdani
JESCE (JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING) Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (844.611 KB)
|
DOI: 10.31289/jesce.v3i2.3266
Peningkatan peranan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran Energi Nasional yang menjadi program pemerintah, terutama penggunaan PLTS Atap, yang bertujuan penghematan / mengurangi tagihan listrik bulanan dan membuka peran serta masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan energi terbarukan. Sistem PLTS Atap skala rumah tangga merupakan solusi dalam partisipasi masyarakat dalam penggunaan energi terbarukan.. Sistem PLTS Atap meliputi modul surya, baterai, kontrol panel surya, inverter dan sambungan listrik.Untuk skala rumah tangga katagori sedang menggunakan daya 1300 watt, dengan spesifikasi panel surya 2 buah masing- masing 250 wp, baterai 2 buah masing-masing 100 Ah, kontrol panel surya 130 dan inverter 1300 watt. Biaya investasi awal untuk pembuatan PLTS Atap 10 sampai dengan 15 juta rupiah. Biaya beban listrik yang dibayarkan perbulan sebelum pemakain PLTS Atap berkisar 300 sampai dengan 400 ribu rupiah, setelah penggunaan PLTS Atap biaya beban listrik perbulan 200 sampai dengan 300 ribu rupiah, penghematan rata-rata perbulan 100 ribu rupiah, jika diperhitungkan biaya investasi akan kembali dalam 1 tahun, rata-rata umur material dari PLTS berkisar 20 tahun. Penghematan biaya beban listrik berkisar Rp. 22.800.000,- dalam 20 tahun. Secara ekonomis nilai ini masih sangat kecil, tetapi sudah berhasil melakukan penghematan biaya beban listrik per bulan, dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.
DENOISING SINYAL ECG DENGAN METODE EMPIRICAL MODE DECOMPOSITION
Pratiwi, Nor Kumalasari Caecar;
Suhartono, Efri;
Magdalena, Rita;
Fu?adah, Yunendah Nur;
Sari, Febriani Ruming
JESCE (JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING) Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (828.599 KB)
|
DOI: 10.31289/jesce.v3i2.3272
Sinyal electrocardiogram (ECG) mengandung informasi yang menggambarkan kondisi kesehatan jantung. Irama jantung yang tidak teratur atau kerusakan pada otot jantung dapat berdampak pada aktivitas listrik jantung sehingga mengubah bentuk sinyal ECG. Pengukuran menggunakan ECG sering dipengaruhi oleh noise yang tidak diinginkan. Noise yang diperoleh saat pengukuran ini tidak dapat dihilangkan dengan metode filter yang sederhana. Penelitian ini akan mengetahui performansi metode Empirical Mode Decomposition (EMD) untuk denoising pada sinyal ECG. Dataset sinyal ECG dan beberapa noise diambil dari database MIT-BIH arrhythmia dengan variasi besar Signal to Noise Ratio (SNR) input sebesar 20 dB, 25 dB dan 30 dB. Noisy sinyal yang difilter menggunakan EMD didapatkan hasil terbaik pada iterasi ke-4, karena jika diteruskan ke-iterasi selanjutnya, output dari hasil denoised sinyal akan menjadi datar. Hasil pengujian diperoleh bahwa nilai Mean Square Error (MSE) 0.0035 dB dan SNR 25.12 dB pada noise input 20 dB, MSE 0.0016 dB dan SNR 26.44 dB pada noise input 25 dB, MSE 0.002 dB dan SNR 27.5 dB pada noise input sebesar 30 dB. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa sistem denoising sinyal ECG menggunakan empirical mode decomposition dapat bekerja secara efektif dan mampu menghilangkan noise.
EFEKTIVITAS PEMAMFAATAN LAMPU PENERANGAN HEMAT ENERGI PADA RUMAH TINGGAL MASYARAKAT
anisah, siti;
Tarigan, Amani Darma
JESCE (JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING) Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (769.035 KB)
|
DOI: 10.31289/jesce.v3i2.3270
Energi listrik memiliki peran penting dalam kehidupan , pembangunan baik dalam aspek ekonomi maupun sosial, sehingga perlu dimanfaatkan seefesian mungkin, dan perlu dilakukan kajian tentang pemanfaatan energy listrik yang lebih hemat khususnya pada lampu penerangan. Kajian dan analisa dalam penelitian ini dilakukandengan cara pengujian dan menganalisis parameter-parameter kelistrikan pada jenis lampu konvensional dan lampu LED, kemudian membuat perbandingan dari hasil analisis dengan hasil pengujian, sebelum dan sesudah pemasangan lampu LED. Dari hasil analisis diperoleh bahwa lampu penerangan jenis LED jauh lebih hemat energi dari lampu konvensional jenis lain, sedangkan pada hasil pengujian didapat bahhwa ada penurunan pemakaian dan pembayaran beban listrik setelah pemakaian lampu jenis LED.
PENENTUAN KAPASITAS KAPASITOR SHUNT DALAM PERBAIKAN COS Φ PADA GEDUNG WORKSHOP TEKNIK MESIN UNIMED DENGAN BEBAN YANG BERVARIASI
Hasibuan, Arnawan;
Ezwarsyah, Ezwarsyah;
Nasution, Ilham Kurnia
JESCE (JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING) Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (280.407 KB)
|
DOI: 10.31289/jesce.v3i2.3271
Kualitas daya dalam sistem tenaga listrik merupakan hal yang penting untuk menjaga stabilitas sistem tenaga listrik pada jaringan. Peningkatan beban yang bersifat induktif dapat mengakibatkan pada penurunan faktor daya, peningkatan rugi-rugi jaringan, biaya yang besar dan lain-lain. Faktor daya yang buruk mengakibatkan konsumsi daya reaktif yang sangat besar. Untuk meningkatkan kualitas daya salah satunya adalah dengan memasang kapasitor shun pada sistem. Penentuan kapasitas kapasitor yang dipasang menggunakan hitung manual. Besar kapasitas kapasitor yang dipasang pada saat phasa R (135,93 ?F), S (104,19 ?F), dan T (242,19?F). Penambahan kapasitor shunt nilai kualitas daya yang diperbaiki dari rata-rata sebelum daya semu 8,78 kVA dan daya reaktif 9,87 kVAR setelah diperbaiki menjadi daya semu 3,63529 kVA dan daya reaktif 1,72908 kVAR. Kapasitor yang dipasang berjenis polar tipe kapasitor elektrolit dikarenakan memiliki nilai kapasitansi antara 1 uF ? 1 F dengan toleransi ± 50% dan tegangan kerja maksimum 400 volt terpolarisasi, memiliki kesetabilan yang cukup.
PENENTUAN KAPASITAS KAPASITOR SHUNT DALAM PERBAIKAN COS Φ PADA GEDUNG WORKSHOP TEKNIK MESIN UNIMED DENGAN BEBAN YANG BERVARIASI
Arnawan Hasibuan;
Ezwarsyah Ezwarsyah;
Ilham Kurnia Nasution
JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jesce.v3i2.3271
Kualitas daya dalam sistem tenaga listrik merupakan hal yang penting untuk menjaga stabilitas sistem tenaga listrik pada jaringan. Peningkatan beban yang bersifat induktif dapat mengakibatkan pada penurunan faktor daya, peningkatan rugi-rugi jaringan, biaya yang besar dan lain-lain. Faktor daya yang buruk mengakibatkan konsumsi daya reaktif yang sangat besar. Untuk meningkatkan kualitas daya salah satunya adalah dengan memasang kapasitor shun pada sistem. Penentuan kapasitas kapasitor yang dipasang menggunakan hitung manual. Besar kapasitas kapasitor yang dipasang pada saat phasa R (135,93 μF), S (104,19 μF), dan T (242,19μF). Penambahan kapasitor shunt nilai kualitas daya yang diperbaiki dari rata-rata sebelum daya semu 8,78 kVA dan daya reaktif 9,87 kVAR setelah diperbaiki menjadi daya semu 3,63529 kVA dan daya reaktif 1,72908 kVAR. Kapasitor yang dipasang berjenis polar tipe kapasitor elektrolit dikarenakan memiliki nilai kapasitansi antara 1 uF – 1 F dengan toleransi ± 50% dan tegangan kerja maksimum 400 volt terpolarisasi, memiliki kesetabilan yang cukup.
TEA LEAVES GMB SERIES CLASIFFICATION USING CONVOLUTIONAL NEURAL NETWORK
Syamsul Rizal;
Nor Kumalasari Caecar Pratiwi;
Nur Ibrahim;
Hurianti Vidya;
Sofia Saidah;
R Yunendah Nur Fu'adah
JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jesce.v3i2.3320
This study classifies GMB series tea leaves by using a convolutional neural network as a classification system. GMB series tea are the superior tea seeds in Indonesia. Gambung series, namely: GMB 1 to GMB 11, are planting material seeds that have been recommended by the Ministry of Agriculture. The potential of these tea series yield of 4,000 - 5,800 kg / ha of dried tea. The morphological similarity level of GMB 1 to GMB 11 is very high, because many elders from the clones are from the same crossing parents. During this time, the process of identifying GMB clones 1 through GMB 11 is done manually using the visual eye of an experts at PPTK Gambung. These experts are limited to be able to identify each tea series. This process is susceptible to errors in the reading of clone types, and is very dependent on the presence of the experts. If an error occurs in the process of identifying the type of clone, it will interfere with the nursery process. Errors in the selection of recommended clones will harm the process of a long period of time, because the economic age of tea plants can reach until 50 years. The potential loss of production due to misuse of plant material can reach 1,200 kg / ha per year. Against the background of these problems, it is very necessary to have a system to identify the GMB series clone. Continuous studies has been conducted to build an automation system for the identification and classification of GMB series tea clones. The system is designed using the Convolutional Neural Network (CNN) method. The results obtained from this system output in the form of accuracy with a value of 85%.
Analisis Biaya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap Skala Rumah Tangga
Zuraidah Tharo;
Hamdani Hamdani
JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jesce.v3i2.3266
Peningkatan peranan Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran Energi Nasional yang menjadi program pemerintah, terutama penggunaan PLTS Atap, yang bertujuan penghematan / mengurangi tagihan listrik bulanan dan membuka peran serta masyarakat dalam pemanfaatan dan pengelolaan energi terbarukan. Sistem PLTS Atap skala rumah tangga merupakan solusi dalam partisipasi masyarakat dalam penggunaan energi terbarukan.. Sistem PLTS Atap meliputi modul surya, baterai, kontrol panel surya, inverter dan sambungan listrik.Untuk skala rumah tangga katagori sedang menggunakan daya 1300 watt, dengan spesifikasi panel surya 2 buah masing- masing 250 wp, baterai 2 buah masing-masing 100 Ah, kontrol panel surya 130 dan inverter 1300 watt. Biaya investasi awal untuk pembuatan PLTS Atap 10 sampai dengan 15 juta rupiah. Biaya beban listrik yang dibayarkan perbulan sebelum pemakain PLTS Atap berkisar 300 sampai dengan 400 ribu rupiah, setelah penggunaan PLTS Atap biaya beban listrik perbulan 200 sampai dengan 300 ribu rupiah, penghematan rata-rata perbulan 100 ribu rupiah, jika diperhitungkan biaya investasi akan kembali dalam 1 tahun, rata-rata umur material dari PLTS berkisar 20 tahun. Penghematan biaya beban listrik berkisar Rp. 22.800.000,- dalam 20 tahun. Secara ekonomis nilai ini masih sangat kecil, tetapi sudah berhasil melakukan penghematan biaya beban listrik per bulan, dan meningkatkan pemanfaatan energi terbarukan.
Deteksi Akor dan Melodi pada File Wav Gitar Fingerstyle Menggunakan Metode DWPT & K-NN
Muhammad Ilham Fauzi;
Rita Magdalena;
Bambang Hidayat
JOURNAL OF ELECTRICAL AND SYSTEM CONTROL ENGINEERING Vol 3, No 2 (2020): Journal Of Electrical And System Control Engineering Februari
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jesce.v3i2.3324
Saat ini teknik fingerstyle cukup populer di kalangan para pemain gitar akustik Indonesia. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan terbentuknya komunitas Indonesian Fingerstyle Guitar Community (IFGC). Teknik fingerstyle mampu menghasilkan komposisi musik layaknya komposisi musik band, seperti akor, melodi, bass, maupun perkusi. Keterbatasan kemampuan indera pendengaran yang berupa ketidakpekaan terhadap nada merupakan salah satu penyebab sulitnya pemain gitar dalam megulik komposisi akor dan melodi pada musik fingerstyle. Oleh karena itu, pada penelitian ini dibuat sistem yang mampu mendeteksi komposisi akor dan melodi pada musik fingerstyle menggunakan metode Onset Detection, Discrete Wavelet Packet Transform (DWPT), Welch’s Method, dan Pitch Class Profile (PCP). Metode K-Nearest Neighbor digunakan sebagai metode klasifikasi pada penelitian ini. Data yang digunakan sebagai data latih sebanyak 355 data rekaman akor dan 125 data rekaman nada tunggal. Data yang diujikan pada penelitian ini yaitu 195 data rekaman akor, 75 rekaman nada tunggal, dan 8 musik fingerstyle yang setiap musiknya direkam sebanyak 5 kali. Hasil terbaik yang diperoleh yaitu 99,07% pada pendeteksian akor tunggal, 100% pada pendeteksian nada tunggal, dan sebesar 83,11% akurasi rata-rata pada pendeteksian 40 musik fingerstyle.