JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY
This journal is a publication media of research results in the field of machinery that has been carried out by academics or practitioners by following predetermined rules. The research areas include: manufacturing, engineering materials, energy conversion and renewable energy, as well as other machinery fields, such as: mechatronics, hydraulics, plantation tools, and engine maintenance management systems. Each paper that has been sent will be reviewed by a team of experts in their field, and published online through the http://ojs.uma.ac.id/index.php/jmemme url address. This journal was founded in 2017 and has been registered with a print version of ISSN 2549-6220 and the online version of ISSN 2549-6239.
Articles
211 Documents
PERFORMANCE OF FP 200 PVDF MEMBRANE EQUIPMENT IN POLYPHENOL PURIFICATION FROM PINK GUAVA JUICE WASTE
Sukeksi, Lilis;
Hassan, Che R.C.;
Sulaiman, Nik M.N.
JMEMME (JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING, MANUFACTURES, MATERIALS AND ENERGY) Vol 3, No 1 (2019): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (454.834 KB)
|
DOI: 10.31289/jmemme.v3i1.2453
Juice processing plants, such as pink guava, still contain substances that have economic value such as anti-oxidant polyphenols. The polyphenols recovery process is carried out using a membrane separation FP 200 PVDF type, by reason of the membrane separation process without using heat to avoid damage from the polyphenols structure. The duration of the recovery process affects the performance of flow rate of the membrane, there is a decrease in the flow rate of 0.033 ml/min for the process in TMP 1 bar and 0.038 ml/min and 0.044 ml/min for TMP 2 and 3 bars respectively. Cleaning is done to improve membrane performance, cleaning using HNO3 is more effective than just using clean water. The process of recovery of polyphenols was carried out at 1 bar TMP and resulting 54% recovery of polyphenols. After the cleaning process % recovery of polyphenols decreases compared to the results of the first recovery. SEM shows the absorption of polyphenols and other contaminants in the pores of the membrane, thus affecting the performance of the membrane
RANCANGAN PENYIMPAN BUAH DAN SAYURAN MENGGUNAKAN SISTEM PENDINGINAN PASIF/EVAPORATIF
Amir, Fazri;
arif, zainal -;
Sanjaya, Ponidi -;
Widodo, Syamsul Bahri
JMEMME (JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY) Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.3038
Pembusukan buah dan sayuran dapat terjadi disebabkan kurangnya fasilitas penyimpanan yang tepat. Solusi terbaiknya adalah disimpan pada toko buah dan sayuran yang menyediakan sistem pendinginan yang komplit seperti yang ada di mall-mall kota besar, sedangkan petani-petani dan pedagangan ? pedangang khususnya di daerah pedesaan tidak memiliki modal yang cukup untuk membuat sistem pendingin yang memadai. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat dan merancang suatu teknologi sederhana tempat penyimpan buah dan sayuran agar tetap segar selama waktu tertentu menggunakan sistem pendinginan pasif. Metodologi Proses desain dan pembuatan alat ini menggunakan sampel sistem penyimpanan dingin buah dan sayuran segar menggunakan sistem pendinginan pasif. Pipa dan lembaran aluminium persegi panjang berongga diukur, dipotong dan dirakit untuk membentuk persegi panjang untuk ruang penyimpanan dengan sisi kiri dibiarkan terbuka untuk penyisipan pad goni dan kawat mesh sesuai dengan spesifikasi desain. Dari hasil pengujian diperoleh bahwa alat ini sangat baik digunakan sebagai tempat penyimpanan buah dan sayuran yang dapat memperpanjang umur simpan sampai satu bulan
PENGARUH PENAMBAHAN WATER TUBE DAN PENGGUNAAN AIR PANAS HASIL PENYULINGAN PADA BOILER TERHADAP LAMA WAKTU PENYULINGAN MINYAK PALA
Fitriadi, Nuzuli;
Yus, Yusrizal
JMEMME (JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY) Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (202.679 KB)
|
DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.3096
Kualitas minyak pala ditentukan oleh kualitas pala dan penggunaan teknologi proses pemurnian yang digunakan. Teknik pengeringan untuk bahan baku dan proses penyulingan yang meliputi bahan ketel, sistem pendingin, dan desain ketel untuk penyulingan mempengaruhi hasil dan kualitas minyak atsiri yang dihasilkan. Boiler terbuat dari Stainless steel 304 dengan diameter 70 cm, panjang 120 cm, dan tebal pelat 3 mm. Boiler juga dilengkapi dengan system water tube untuk mempercepat pemanasan air. Tekanan berlebih dikendalikan oleh katup pengaman tekanan karena boiler ini dirancang dengan kapasitas tekanan 3 bar. Ketel terbuat dari Stainless steel 304 yang dilengkapi dengan keranjang bertingkat untuk memkasimalkan sirkulasi dan tekanan uap dalam ketel. Pipa kondensor yang berada dalam air pendingin menggunakan pipa aluminum untuk memaksimalkan proses kondensasi. Selama proses pemanasan air di dalam water tube terus terjadi peningkatan temperatur hingga 80 oC pada menit ke 90. Temperatur air yang dipompakan ke dalam boiler sudah mencapai 73 oC yang bersumber dari kondensor. Sejalan dengan peningkatan temperatur air di dalam kondensor, hal ini mengakibatkan kestabilan temperatur pada saat penambahan air dalam boiler. Rata-rata penurunan temperatur hanya 2,7 oC. Penggunaan air panas dari kondensor dapat meningkatkan efektifitas boiler untuk menghasilkan uap yang ditransfer ke ketel. Hal ini menyebabkan temperatur di ketel langsung stabil pada menit ke 90 dengan rata-rata temperatur sebesar 110 oC. Tempertur air yang dihasilkan oleh kondensor bertahan pada 84-85 oC. Kondisi ini diakibatkan oleh penambahan air ke dalam kondensor yang dilakukan setelah air dalam kondensor tersebut dipompa ke boiler. Tempertur air dalam kondensor ini selain dapat meningkatkan efektifitas boiler dan ketel tetap juga dapt menurunkan kemampuan pipa kondensor untuk merubah fase uap ke cair. Penggunaan cooling tower sangat dibutuhkan untuk dapat menstabilkan temperatur air dalam kondensor maksimal hingga 60-65 oC. Perbedaan tempertur boiler, ketel dan kondensor dimana temperatur air dalam kondensor masih terlalu tinggi (85 oC). Hal ini perlu treatment khusus untuk menjaga temperatur kondensor pada temperatur rendah agar proses perubahan fase uap ke cair dapat berlangsung secara optimal.
ANALISIS PERBANDINGAN EFISIENSI KERJA MESIN BENSIN PADA MOBIL TAHUN 2000 SAMPAI TAHUN 2005 DAN MOBIL TAHUN 2018 SERTA PENGARUH TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR DAN CARA PERAWATANNYA SEBAGAI REKOMENDASI BAGI KONSUMEN
tampubolon, khairuddin;
Koto, Faimal Rivai
JMEMME (JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY) Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (236.635 KB)
|
DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.2773
Pengetahuan Masyarakat umum tentang mesin mobil bekas dan mobil baru sangat rendah. Sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian dengan tujuan: 1. Untuk menganalisis besarnya efisiensi kerja mesin mobil bensin Tahun 2000 s/d Tahun 2005 dan mobil Tahun 2018 serta pengaruh terhadap konsumsi bahan bakar dan cara perawatannya. 2. Memberikan kontribusi kepada konsumen tentang Efisiensi kerja Mesin mobil bensin bekas dan mobil bensin baru, serta pengaruh terhadap bahan bakar dan cara perawatannya. Subjek dalam penelitian ini adalah mesin mobil bensin bekas tahun 2000 sampai dengan 2005 dan mesin mobil bensin baru 2018. Sebagai mitra adalah PT Astra International tbk Daihatsu Jl..M.Raja no.170 Medan. Setelah melakukan survey lokasi, verifikasi izin, waktu dan jadwal penelitian, kemudian akan dilakukan Pengumpulan data dengan metode komparatif melalui pengujian variabel dan membandingkannya dengan angka korelatif indekx ?r?. Luaran penelitian ini yaitu: 1. Akan dikirim ke salah satu jurnal nasional Terakreditasi . 2. Dijadikan buku Ajar . 3. Dipublikasikan ke Media cetak lokal. Sedangkan Tingkat Kesiapterapan Teknologinya berupa data hasil penelitian yang akan memberikan kontribusi terhadap konsumen.
RANCANG BANGUN ALAT PENGHANCUR SAMPAH ORGANIK SKALA RUMAH TANGGA
Surya, Awang Surya;
Azharul, Firmansyah;
Arso, Wilarso
JMEMME (JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY) Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.2893
Di setiap kota atau perumahan masalah sampah menjadi urusan serius. Dampak buruk dari sampah berupa polusi udara, pencemaran tanah dan air sampai gangguan kesehatan. Salah satu sumber sampah adalah rumah tangga. Untuk sampah non organik, secara umum sebagian masyarakat sudah menangani dengan cara dipungut oleh para pemulung atau dikumpulkan oleh pemilik rumah untuk kemudian dijual kepada para pengepul. Masalah ada pada sampah organik.Sampah organik perlu dihancurkan untuk bisa dimanfaatkan sebagai kompos atau sumber energi dalam bentuk biogas. Metode yang telah dilakukan ini menghasilkan prototipe alat penghancur sampah organik yang baik dari sisi dimensi dan daya listrik memungkinkan dipakai di setiap rumah keluarga Indonesia. Ukuran alat yang dibuat adalah: Tinggi 37 cm, Lebar 20 cm, Panjang 23 cm. Berat total 5 Kg. Alat ini juga bisa dioperasikan dengan menggunakan sumber listrik dari rumah tipe RS karena menggunakan motor listrik 400 Watt. Kapasitas pencacahan dari alat yang dihasilkan dari penelitian ini adalah10 Kg/jam.
ANALISA GAYA DAN SUDUT RAHANG PADA ALAT PEMBUKA BUAH DURIAN METODE GERAK PUTAR RELATIF
Nainggolan, Danis;
zulfikar, Achmad Jusuf;
umroh, bobby
JMEMME (JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY) Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (208.582 KB)
|
DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.2813
Pada prinsipnya, teknologi dipergunakan manusia untuk memberikan kemudahan dan peningkatan terhadap efisiensi kerja, baik ditinjau dari sisi waktu maupun biaya produksi. Pada penelitian ini, sebuah alat pembuka buah durian dengan metode rahang berputar telah dibangun dan telah diuji. Analisa gaya untuk membuka buah durian dengan menggunakan alat ini menjadi fokus utama dalam penelitian ini. Tujuan penelitian ini ialah mengukur beban dan sudut pengupasan buah durian serta menghitung kapasitas dan efisiensi alat tersebut. Metode pengambilan data pengujian ialah dengan meletakkan alat pengukur beban pada alat pembuka buah durian dan mencatat nilai beban yang diberikan selama proses pengujian berlangsung. Buah durian diletakkan dalam rahang khusus yang dapat digerakkan berputar relatif terhadap pisau. Jenis buah durian yang dipergunakan dalam penelitian ini terdiri dari buah durian matang dan buah durian mentah. Hasil yang diperoleh ialah gaya rata-rata yang dibutuhkan untuk membuka buah durian matang ialah 99 N dengan sudut rahang rata-rata 45o dan waktu rata-rata 9,5 detik. Sedangkan untuk buah durian mentah, gaya rata-ratanya ialah 134 N dengan sudut rahang rata-rata hingga 80o dan waktu proses pembukaan rata-rata hingga 15 detik. Kapasitas alat untuk buah matang ialah 185 buah/jam dan buah mentah 144 buah/jam. Efisiensi alat untuk buah matang dan mentah adalah sama, yaitu mencapai hingga 85%.
ANALISA PENGARUH WAKTU DAN TURBULENSI ASAP PADA MESIN PENGERING IKAN LELE
Darianto, Darianto
JMEMME (JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY) Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (257.111 KB)
|
DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.3029
Indonesia kaya akan sumber hayati, salah satunya adalah gudang sumber penghasil protein hewani khususnya ikan. Pengasapan adalah salah satunya cara pengawetan ikan yang dapat dilakukan dengan peralatan yang sederhana dan mudah didapat serta harganya murah.Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan waktu ideal utuk proses pengasapan ikan dengan suhu 60ºC sampai dngan 70ºC waktu pengasapan 8 jam.Berat ikan yang diasapi dalam penelitian ini adalah 500 kg.Dan bahan bakar yang digunakan untuk pengasapan ikan adalah kayu jati.Dimana kayu ini dipilih sebagai bahan bakar karena sifatnya yang keras, sehingga dapat menghasilkan asap yang tebal dan mengeluarkan aroma yang cukup baik untuk ikan asap.Berdasarkan hasil pengujian dan perhitungan serta analisa data dapat diperoleh bahwa waktu pengasapan ideal yang dibutuhkan untuk mengasapi atau mengeringkan ikan lele sale adalah 8 jam.Dimana dengan menggunakan waktu 8 jam dapat menurunkan kadar air pada ikan sebesar dengan 70 %.Penurunan kadar air sebesar 70 % dipengaruhi oleh waktu pengasapan dan pemilihan bahan bakar yang bersifat keras dan pengkontrolan suhu pengasapan yang dilakukan secara rutin.
PERANCANGAN DAN PEMBUATAN MESIN WATER JET CUTTING (WJC) SEBAGAI ALAT PEMOTONG LEMBARAN KARET
Suheri, Suheri -;
Fadillah, Nurul;
nazaruddin, nazaruddin;
Arif, Zainal
JMEMME (JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY) Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (256.127 KB)
|
DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.3020
Penerapan teknologi dalam upaya peningkatan ragam produk olahan berbahan baku karet merupakan usaha peningkatan nilai jual produk di tataran petani karet. Di tingkat hilir, petani karet umumnya menjual getah karet hasil sadapan tanpa melakukan proses pengolahan menjadi karet setengah jadi. Hal ini berdampak terhadap pendapatan petani karet yang masih rendah dan kurang memadai. Pemanfaatan air sebagai sumber energi untuk melakukan proses pemotongan produk karet ditetapkan mengingat air mudah diperoleh dan dengan menggunakan teknologi yang tepat dapat dimanfaatkan sebagai alat potong. Ditambahkan lagi hasil pemotongan yang diperoleh tidak mempengaruhi sifat-sifat mekanis karet. Prinsip dasar sistem pemotongan menggunakan air adalah mengkonversi air yang bertekanan rendah menjadi air yang bertekanan tinggi. Pengkonversian air tersebut menggunakan pompa sederhana bertekanan 120-180 bar, umumnya digunakan untuk pembersihan mobil, lantai, dinding bangunan dan lain-lain. Namun, tekanan yang dihasilkan masih belum mencukupi untuk memotong material lunak, sehingga diperlukan perancangan sebuah nosel yang dapat menghasilkan tekanan air lebih tinggi. Proses drilling dilakukan dengan mengatur ketinggian Stand Of Distance(SOD) tertentu dan katup dibuka dengan waktu selama 2 detik, kemudian dipindah ke posisi yang lain untuk drilling lubang yang lain dan ditandai untuk SOD yang ditentukan tadi. Untuk setiap SOD dilakukan drilling minimum tiga lubang untuk replikasi. Variasi SOD diatur dari 5 mm hingga 35 mm dengan selang 5 mm. Sedangkan waktu drilling untuk masing-masing SOD dinaikkan dari 2 detik hingga 10 detik dengan tahapan 2 detik. Gambar 3 menunjukkan bahwa grafik pengaruh SOD terhadap kedalaman penetrasi secara keseluruhan dengan diameter nozzle 1 mm dan tekanan pompa konstan sebesar 150 bar. Dari grafik dapat dilihat pada SOD 5 mm dengan waktu drilling mulai dari 2 detik sampai 10 detik terjadi peningkatan kedalaman penetrasi yang signifikan. Begitu juga antara SOD 10 mm dan SOD 15 mm masih terjadi tren kenaikan kedalaman penetrasi. Pada saat SOD diatas 15 mm dengan waktu drilling mulai 2 detik sampai 10 detik terjadi sebaliknya, yaitu penurunan kedalaman penetrasi yang terus terjadi hingga SOD 35 mm apabila dibandingkan dengan kedalaman penetrasi yang terjadi antara SOD 5 mm sampai SOD 15 mm.
DESIGN AND MANUFACTURE OF SKATEBOARD FROM BANANA STEM
Zulfikar, Achmad Jusuf;
Umroh, Bobby;
Siahaan, Muhammad Yusuf Rahmansyah
JMEMME (JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY) Vol 3, No 2 (2019): EDISI DESEMBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (241.858 KB)
|
DOI: 10.31289/jmemme.v3i2.3022
A skateboard is a small piece of wood shaped like a surfboard with four wheels attached to it that is used to glide on a certain track. In general, this tool is made using wood material taken from nature and vulnerable to environmental damage issues. In this research, the waste of banana stems will be processed into the main raw material for skateboarding. The type of material chosen is the type of composite material with banana stem waste selected as reinforcement and polyester resin as the matrix material. The purpose of this research is to design and manufacture a skateboard made of composite fiber reinforced banana stem fibers and to test its flexural strength to obtain the characteristics of the material formed. The design was carried out with the help of the 2007 version of Autocad software by following commercial skateboard standards. Flexural testing was carried out at the Impact and Fracture Research Center laboratory, Faculty of Engineering, University of North Sumatra. Static static testing of polymer composite board specimens from banana stems obtained the average value data for the composition of 5% banana stems is 9.81 MPa, for the composition of 10% banana stems an average of 13.60 MPa, and composition of 15% banana stems the average is 27.20 MPa. 2. The analysis shows that the best composition is 15% of banana stems, with an average flexural strength value of 27.20 MPa. Therefore, the composition used in this study is the composition of 15% reinforcement of banana stems.
Menentukan Predictive Maintenance Pada Kerusakan Turbocharger Diesel Engine
Wilarso Wilarso Arso;
Aswin Domodite;
Hilman Sholih
JOURNAL OF MECHANICAL ENGINEERING MANUFACTURES MATERIALS AND ENERGY Vol 4, No 1 (2020): EDISI JUNI
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (317.788 KB)
|
DOI: 10.31289/jmemme.v4i1.3757
Diesel Engine yang beroperasi pada salah satu pembangkit listrik di wilayah Sulawesi mengalami kerusakan pada turbocharger, indikasi sebelum kejadian unit trip/shutdown dan terindikasi di sistem Module Bearing Display Module (BDM) turbin dan kompresor disisi bank kiri, Module vibrasi display (VDM) pada bank kiri, modul vibrasi display axial bank kiri. Untuk mengidentifikasi kerusakan, operator melakukan pengecekan turbocharger pada bank kiri yang mengalami kerusakan dan setelah dilakukan pembongkaran komponen turbocharger ditemukan turbin wheel patah. Tujuan dalam penelitian ini menentukan akar penyebab kerusakan turbocharger agar kerusakan yang sama tidak terulang kembali. Adapun metode dalam penelitian ini adalah uji laboratorium komponen turbocharger yang patah. Dari kerusakan turbocharger bank kiri probability disebabkan oleh: 1) partikel valve, 2. Partikel bellow. Hasil dan Pembahasan kerusakan turbin wheel disebabkan vibrasi pada engine, yang mengakibatkan kerusakan pada wheel turbocharger. Vibrasi yang berasal dari sistem pembakaran yang tidak normal, dan menyebabkan pengelasan antara sliding plate dengan metal base pada bellows terlepas dan terdorong gas buang menuju turbocharger. Saran pengecekan secara berkala secara mengukur parameter vibrasi pada unit pembangkit.