Articles
252 Documents
PERAN VLOG DALAM PERKEMBANGAN POLA PIKIR SISWA SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN TEKNOLOGI INFORMASI KOMPUTER DARUSSALAM MEDAN
Lubis, Muya Syaroh Iwanda;
Nasution, Asrindah;
Luthfi, Muhammad
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 6, No 1 (2020): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/simbollika.v6i1.3560
This article or article aims to develop students' talent into the world of Vlogs, not to be careless and have a negative impact, and to train the mindsets of adolescents to continue to develop according to the changes and developments of the times without ignoring the moral role in them. To approach this problem the theoretical reference from the Communication Technology book by Nurudin was used. Data collected through interviews, observation and documentation. Qualitative data analysis techniques using: Reduction, presentation and conclusion drawing. This study concludes that the role of Vlogs is in great demand by students in Indonesia, especially SMK TIK Darussalam. So that the development of their mindset develops when they have to think of what Vlog videos are good for public publication. By seeing Vlogs produced by others, students are able to hone the development of their thought patterns so that they can understand Vlog videos that are positive or negative for publication. That way what they do has a positive value for themselves, the school and the community
Strategi Komunikasi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Utara dalam Implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal
Jonnedi Jonnedi;
Rahmanita Ginting;
Yan Hendra
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 1 (2020): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/simbollika.v6i1.3617
This study aims to determine the communication strategy and communicationstrategy barriers used by the North Sumatra Education Quality Assurance Institute as one of the government agencies domiciled in each province and responsible for implementing quality assurance as an extension of the central government in the implementation of the Internal Quality Assurance System to meet and improve the quality of education. This research was carried out at SMP Negeri 4 Tanjung Morawa and SMP Negeri 2 Pancur Batu, Deli Serdang Regency, North Sumatra Province. The data is collected through interviews, observations and analyzed using descriptive analysis methods with a qualitative approach. This study uses Harold Lasswell’s Communication Theory. The result showed that the communication strategy of the North Sumatra Education Quality Assurance Institute takes the form of coordination meetings, technical guidance, assistance, monitoring and evaluation. Obstacles that arise in carrying out the communication strategy are the ability to operate technology, the location of the implementation of technical guidance and power outages (technical barriers); the large number of unfamiliar terms in the delivery of material makes it difficult for participants to understand the material (semantic barriers); and the lack of willingness of the school or the Education Quality Assurance Team to change (behavioral barriers).
Sejarah Pers Perempuan di Sumut (Studi Analisis Wacana Kritis Perspektif Feminis dalam Konten Koran ‘Perempoean Bergerak’ di Sumut)
Lia Anggia Nasution
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 1 (2019): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/simbollika.v5i1.2293
This study has three main objectives. First, to observe the concept of feminism inside Perempoen Bergerak newspaper’s contents that echoed by journalists in 1919-1920. Second, to observe the working process of Perempoen Bergerak’s redaction “kitchen” as well as the relation of women and men that gave birth to this newspaper. Third, to discover the correlations between Perempoen Bergerak newspaper and women’s movement at that time. This study uses critical discourse analysis method with feminist perspective. The model used in this study is a three-dimensional analysis of Norman Fairlough which illustrates that every event using language is a communicative event consisting of three dimensions namely ; text, discourse practice, and sociocultural practice. Moreover, this study also uses feminist perspective and gender. The researcher found an unequal relationship because men still did not value women equally. The Ethical Political policies imposed by the Dutch at that time greatly influenced the social context of this newspaper. Freedom to taste open education, including freedom to organize, spawns and disseminates ideas for the advancement of women through mass media.
Pengelolaan Kesan Citra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan Di Kota Medan
Angelia Putri
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1328
Penelitian ini berjudul Pengelolaan KesanCitra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan di Kota Medan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan pengelolaan kesan citra diri pekerja seks komersial pada pelanggan, keluarga dan lingkungan sekitar. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dan unit analisis pekerja seks komersial pinggir jalan di Kota Medan dengan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan kurang lebih selama 2 bulan. Temuan penting penelitian ini adalah pengelolaan kesanCitra Diri Pekerja Seks Komersial Pinggir Jalan di Kota Medan. Gambaran dari pengelolaan kesan pekerja seks komersial yaitu untuk menarik pelanggan, menutupi diri dari keluarga dan lingkungan sekitar yang tidak mengetahui pekerjaannya. Kelima informan mengungkapkan bahwa menjadi PSK bukanlah pilihan yang sebenarnya tetapi ketidakmampuan mereka untuk melakukan pekerjaan lain yang lebih menguntungkan menjadikan PSK adalah lebih baik.
Media dan Politik: Pertarungan Ruang & Kuasa Media Menjelang Pemilihan Presiden
Didik Haryadi Santoso
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/simbollika.v1i1.44
AbstrakPemilihan umum tidak hanya melahirkan pertarungan kuasa melainkan juga pertarungan ruang. Ruang sosial, ruang media dan ruang elit saling bersilang sengkarut. Bagaimana pertarungan ruang dan kuasa media menjelang pemilihan presiden? Setidaknya pertanyaan tersebut menjadi benang merah dari tulisan ini. Pertarungan ruang dan kuasa dirintis melalui remediasi ruang. Di mana ruang sosial tergiring kedalam ruang media kemudian masuk ke dalam ruang elit. Ruang tersebut berbenturan dengan ragam kepentingan media dan partai politik. Kesemuanya saling mereduksi, saling menguasai dan saling mendominasi. Bentuk dominasi ini hadir dalam dua bentuk; Pertama, dominasi atas sumber daya manusia dan Kedua, dominasi atas sumber daya materi. Pertarungan ruang media dan kuasa tidak lagi berkutat pada state based power. Bukan pula terhenti pada market based power melainkan bermuara pada political based power dengan ragam kepentingan politik yang sesaat, instan dan pragmatis.
Peran Masyarakat sebagai Komunikator Pembangunan Peduli Lingkungan
Cut Alma Nuraflah
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/simbollika.v5i2.2848
The purpose of this study is to describe the role of community as a development communicator of environment care. This research uses a qualitative approach, located in Tanjung Gusta Village, Medan Helvetia District, Medan.The informant in this study was the chairman of Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) of Tanjung Gusta Village, Medan Helvetia. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques using the model of Miles and Huberman. The results showed that with the buttom up approach, the role of the community in the development process can be maximized, seeing some of the advantages of development communicators from the local community more than communicators from outside the local community,then one of the most effective ways to build awareness of environmental care is to maximize the role of local communities as communicators of development. However, some obstacles found in the process of conveying messages of environmental care development, communication barriers and social barriers (social categories, social exchange and social relations)
Penggunaan Website www.acehselatankab.go.id Terhadap Kepuasan dan Pengetahuan Tentang Layanan Perizinan di Kalangan Masyarakat Aceh Selatan
Deka Harwinta Zianur
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/simbollika.v4i2.1825
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan penggunaan website www.acehselatankab.go.id terhadap kepuasan informasi layanan perizinan, menganalisis hubungan penggunaan website www.acehselatankab.go.id terhadap pengetahuan tentang layanan perizinan, serta menganalisis hubungan penggunaan website www.acehselatankab.go.id terhadap kepuasan informasi dan pengetahuan tentang layanan perizinan di kalangan masyarakat Kabupaten Aceh Selatan. Penggunaan website meliputi frekuensi, durasi, intensitas, desain, dan konten yang dianalisis melalui teori uses and gratifications dari Katz, Blumler dan Gurevitch. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian adalah pengguna website www.acehselatankab.go.id yang berjumlah 184.534 pengguna. Dengan menggunakan rumus Slovin diperoleh sampel penelitian sebesar 150 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling dan accidental sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menyebarkan kuesioner. Data yang telah terkumpul diolah dengan analisis tabel tunggal, analisis tabel silang dan uji korelasi Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara penggunaan website www.acehselatankab.go.id dengan kepuasan informasi layanan perizinan, (2) Terdapat hubungan positif yang sangat signifikan antara penggunaan website www.acehselatankab.go.id dengan pengetahuan tentang layanan perizinan.
HUBUNGAN BUDAYA KOMUNIKASI ORGANISASI DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI LINGKUNGAN SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN LANGKAT
Muhammad Faisal
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 2 (2016): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/simbollika.v2i2.1028
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahu hubungan budaya komunikasi organisasi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Penelitian ini menggunakan teori Komunikasi Organisasi, teori Motivasi dan teori Kinerja. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai yang bekerja di Sekretariat Daerah Kabupaten Langkat yang berjumlah 192 orang, dengan jumlah sampel penelitian n=66 yang ditarik secara proposional menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui kuisioner yang dibagikan kepada responden. Hasil analisis data menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara budaya komunikasi organisasi dengan kinerja pegawai selain itu, terdapat hubungan antara motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Selanjutnya, terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara budaya komunikasi organisasi dan motivasi kerja secara simultan terhadap kinerja pegawai, dengan nilai koefisien korelasi r=0,894. Hal ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan yang sangat kuat dan signifikan antara budaya komunikasi organisasi dan motivasi kerja ketika di korelasikan secara simultan terhadap peningkatan kinerja pegawai di lingkungan Sekeretariat Daerah Kabupaten Langkat.
Gender dan Seksualitas dalam Konstruksi Media Massa
Christiany Juditha
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/simbollika.v1i1.45
AbstrakKini tayangan televisi banyak kita temui beragam budaya pop mulai iklan hingga film. Dan di dalam tayangan-tayangan tersebut isu gender khususnya perempuan dan seksualitas menjadi bumbu yang dianggap penting oleh kapitalis. Tujuannya tidak lain agar tayangan-tayangan tersebut mendapat tempat di hati khalayak. Seharusnya media massa tidak melulu mengangkat isu stereotyping dengan dominasi pria dan perempuan sebagai objek seks. Media harusnya membantu kaum perempuan untuk membuka wawasan serta merubah imej tentang diri perempuan. Paling tidak bersifat berimbang dalam menggambarkan sosok perempuan dan laki-laki dengan tidak bias gender.
Mengenal Teori Kultivasi dalam Ilmu Komunikasi
Junaidi Junaidi
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1461
Teori kultivasi memusatkan perhatian pada dampak menonton tayangan televisi pada perilaku penonton televisi dalam jangka waktu yang panjang. Teori ini beranggapan bahwa manusia yang selalu menonton tayangan tertentu dengan waktu yang lama maka akan memiliki sebuah pemahaman bahwa dunia di sekelilingnya seperti yang ditayangkan di televisi. Misalnya saja seseorang yang selalu menonton acara-acara yang mengandung tayangan kekerasan (baik film maupun berita) dengan durasi lama dan frekuensi yang sering, maka akan memiliki pola pikir bahwa perilaku kekerasan seperti yang ditunjukkan di televisi mencerminkan kejadian di sekitarnya. Kekerasan yang dipresentasikan di televisi dianggap sebagai kekerasan yang terjadi di dunia.