cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Pemberdayaan Perempuan melalui Media Sosial Rehia K.I Barus
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i2.204

Abstract

Penggunaan media baru sudah kerap menjadi bahan kajian. Namun di Indonesia, baru sedikit penelitian yang mengaitkannya dengan masalah pemberdayaan, terlebih lagi pemberdayaan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah bagaimana pemberdayaan perempuan dilakukan melalui media sosial. Melalui metode studi kasus, penelitian ini mempelajari fenomena penggunaan media sosial oleh lembaga pemberdayaan perempuan langsung pada keadaan alaminya. Dua fokus kajian dalam penelitian ini adalah pada personel yang melakukan aktivitas bermedia sosial dan pada isi media sosial yang mereka kelola. Telaah pada personel pelaku media sosial memberikan gambaran kemampuan penggunaan media sosial kelompok perempuan. Sementara telaah dari isi media sosial menggambarkan seperti apa konten media yang dianggap memberdayakan.   
Peran Stasiun Televisi dalam Pengembangan Demokrasi, Ekonomi dan Politik di Indonesia Subhan AB
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 3, No 2 (2017): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i2.1455

Abstract

Dewasa ini televisi, sebagai bagian dari komunikasi massa di asumsikan memegang posisi penting dalam masyarakat. Peranan penting televise telah menjadikan media ini berkembang pesat dalam 20 tahun ini. Televisi hadir sebagai alat sosial, politik, budaya, bahkan sebagai sebuah industri informasi dari sebuah perusahaan. Sebagai industri, televisi menjanjikan keuntungan cukup besar bagi pemiliknya, bersaing secara kompetitif.Kini televisi tidak lagi menjadi media yang berorientasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam hal informasi dan hiburan yang sehat, melainkan lebih dominan pada keuntungan ekonomi kapitalis, kekuatan pasar secara kompetitif. Dampaknya masyarakat ‘kering’ informasi yang ditampilkan secara both of side dan aktual. Pemberitaan media televisi dikemas sedemikian rupa dengan metode agenda setting. Hal ini menjadi dilematis tersendiri bagi para penggiat jurnalistik: antara publik atau kepentingan pemilik? Berita-berita yang disajikan dan ditayangkan oleh media televisi lebih berorientasi kepada pentingan pemilik, bukan kepentingan publik. Sementara itu, kapitalisasi dalam industri media televisi terus menggurita. Ada pemilik tunggal untuk beberapa stasiun televisi yang menyalahi regulasi dari penyiaran di Indonesia. Kendati sudah diatur sedemikian baiknya, namun konglomerasi dalam industri pertelevisian di Indonesia belum dibenahi. Politik dan ekonomi menjadi alasan utama sehingga regulasi penyiaran di Indonesia belum mampu diterapkan seperti di Eropa dan Amerika Serikat.
Hegemoni Ideologi Konsumtif Sebagai Gaya Hidup Remaja Yofiendi Indah Indainanto
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 1 (2020): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v6i1.3607

Abstract

The new media provides a powerful influence in shaping the knowledge and character of adolescents as a middle class group. Content packaging is represented as naturally as possible in capturing its influence, so that a hegemony practice takes place. Content that emphasizes and accentuates consumptive culture is used as a mainstay to attract the attention of audiens through Youtube channel to increase the number of viewrs to gain profit. This practice is what makes consumptive hegemony make audines subject to approval. This study describes how the practice of hegemony in shaping consumptive ideology, uses qualitative studies with a literary approach to strengthen Gramsci's hegemony explanations. Ria Ricis official Youtube channel analysis object with colorful and squsihy shopping content themes. The results show that the account packages content by cultivating the effect of pleasure in emphasizing consumptive ideology and uploading similar content with the same theme because of the approval. Social media provides a closeness between audiens and content owners so that the practice of hegemony is easily subjected to approval. In defending consumptive ideology, the dominant group makes representations that allow good responses. the hegemony made the consumptive ideology develop into a lifestyle.
Pengaruh Terpaan Berita Suap Pemeriksa di Detik. Com terhadap Sikap Pemeriksa Pada Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Utara Fanani Sari Putri
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 1 (2019): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i1.2259

Abstract

The objective of the research was to analyze the influence of news reporting about the case of bribery to the investigator of BPK RI (The Audit Board of the Republic of Indonesia) on Detik.com on the attitude of the auditors at BPK RI in North Sumatera Province, and to analyze the influence of individual as well as social factors on the auditors’ attitude in carrying out the ethical code of auditing. It employed quantitative approach with correlational method using SPSS. Total Sampling technique was applied to collect the samples; indicating that the whole population was taken as the samples, namely 98 respondents. The result of the research showed that there was positive impact and significant correlation. The results of the research demonstrated that the news reporting by its frequency, duration, credibility, content and design about the bribery case of an auditor of BPK RI influenced the attitude of the auditors  in carrying out auditing procedures and there were individual and social factors as the control variables which increased the correlation and influenced the attitude of the auditor.
Dampak Ketergantungan Remaja terhadap Media Sosial dan Upaya Mengantisipasi dewi kurniawati
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1247

Abstract

Media sosial memberikan kemudahan menyebarkan informasi dan memperluas jaringan sehingga bisa terhubung dengan siapapun yang ada di seluruh dunia tanpa ada batasan. Media sosial yang berkembang pesat disertai dengan perangkat smartphone yang canggih serta akses internet yang mudah dan cepat memungkinkan adanya bullying yang dilakukan di dunia maya. Perkembangan internet dan smartphone yang cukup pesat disertai dengan minat yang besar dari remaja dapat memberikan dampak baik maupun buruk, tergantung dari aktivitas online mereka. Dampak baik dan buruk tergantung dari lingkungan remaja yang nantinya akan mengubah perilaku pelajar kepada cara penggunaan internet dan smartphone dengan lebih bijak. Media sosial memang baik untuk remaja, karena di media sosial mereka akan mendapatkan banyak teman informasi dan sebagainya, tetapi, bagi orangtua wajib untuk selalu mendampingi atau mengetahui perkembangan kehidupan sosial remaja agar tidak terjerumus kepada hal yang negatif.
Literasi Media Internet pada Kalangan Guru Sekolah Menengah Kejuruan di Kota Medan Putri Siyamitri
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i2.203

Abstract

Penelitian ini bertujuan menggambarkan pemahaman guru Teknik Komputer Jaringan (TKJ) di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kota Medan tentang literasi media internet. Penelitian ini juga menggambarkan literasi media internet para guru SMK tersebut dan impelementasi literasi media internet dalam melaksanakan tugasnya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan informan enam orang guru TKJ dari lima SMK di Kota Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru TKJ memiliki pemahaman tersendiri tentang literasi media internet. Mereka cenderung menginterpretasikan media sebagai media pembelajaran karena istilah literasi media belum populer bagi mereka. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa guru TKJ telah memiliki literasi media internet yang baik walaupun mereka tidak menyadari bahwa kemampuan itu disebut literasi media. Selain itu, guru TKJ mengimplementasikan literasi media internet yang mereka miliki dalam melaksanakan tugas dengan menggunakan literasi media dalam memilih konten internet sebagai sumber informasi untuk bahan ajar dan menyampaikan materi literasi media kepada siswa berdasarkan pengalaman dan inisiatif mereka.   
Spiral of Silence Theory Versus Perkembangan Masyarakat suatu Penjelasan dan Kritik Teori Yan Hendra
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i2.2859

Abstract

The Spiral of Silence Theory put forward by Elisabeth Noelle-Neumann suggests a person's reluctance to express their opinions which may not be the same as those of most people. In the course of time, this theory continues to undergo a testing process when the theory is used by academics and the general public to explain, predict, explain the phenomenon of communication that continues to grow and vary. Along with advances in communication and information technology and the emergence of various forms of new media has an impact on the increasing courage of people in expressing their opinions that are different from the opinions of most people. In this condition, the Spiral Silence Theory is not able to completely and accurately explain the phenomenon of communication of concern. This proves that the theory has limitations in explaining the phenomenon. This weakness is opening the way for experts to give birth to new ideas in modifying theories and giving birth to new theories. A theory that can no longer explain the phenomenon completely will turn the theory into an assumption.
Model Komunikasi Antarpribadi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dalam Menghadapi Stigma dan Diskriminasi Lingkungan Sosial Dwianita Dwianita
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i2.1832

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis komunikasi antarpribadi, hambatan komunikasi, serta menemukan model komunikasi antarpribadi ODHA dalam menghadapi stigma dan diskriminasi lingkungan sosial dengan menggunakan Teori Komunikasi Antarpribadi, Pengungkapan Diri, Teori Tindakan Beralasan, dan Teori Disonansi Kognitif. Penelitian dilakukan di Pusat Pelayanan Khusus, RSUP H. Adam Malik Medan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan studi kasus. Informan dalam penelitian ini adalah ODHA, teman, keluarga, konselor, perawat, dan masyarakat. Adapun metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi antarpribadi ODHA dalam penyampaian informasi status diri masih memperoleh stigma dan diskriminasi dari lingkungan sosial berupa penolakan, pengusiran, pengucilan, jibiran, dan ekspresi wajah yang kurang menyenangkan. Komunikasi keempat informan di masyarakat pada umumnya sama yaitu masih menyembunyikan status diri sebagai ODHA dengan bersikap secara wajar, menjaga jarak, dan berbohong tentang penyakitnya. Hambatan komunikasi yang dialami yaitu hambatan kognitif disebabkan kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai HIV/AIDS dan masih dikaitkan dengan moralitas. Serta adanya hambatan psikologi dan fisik diri ODHA. Model komunikasi antarpribadi yang dilakukan ODHA di lingkungan sosialnya dilakukan melalui 2 cara, terbuka tentang kondisi status kesehatannya dan tertutup dengan menyembunyikan status dirinya sebagai ODHA agar terhindar dari stigma dan diskriminasi.
KONSTRUKSI PEMBERITAAN KAMPANYE PEMILIHAN WALIKOTA MEDAN TAHUN 2015 PADA SURAT KABAR ANALISA TM. Saddam Amar
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 2 (2016): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v2i2.1029

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat bentuk konstruksi berita kampanye, faktor-faktor yang mempengaruhinya, serta posisi media berita kampanye Walikota Medan tahun 2015 pada surat kabar Analisa. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan metode analisis framing Zhongdang Pan dan Gerald M. Kosicki. Fokus penelitian ini yaitu; sintaksis, skrip, tematik, dan retoris. Pengumpulan data dilakukan dengan cara melakukan kliping berita tentang pemberitaan Pemilihan Walikota Medan tahun 2015 pada masa kampanye (27 Agustus-5 Desember 2015). Penelitian ini mengungkap bentuk konstruksi berita kampanye Pilkada Kota Medan tahun 2015 pada surat kabar Analisa dikatakan lebih berimbang dalam memberitakan kedua pasang kandidat calon Walikota dan Wakil Walikota Medan tahun 2015 dan berusaha untuk independen, bebas tanpa tekanan untuk memberitakan suatu peristiwa. Selain itu, konstruksi berita kampanye dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal surat kabar Analisa. Hal ini menunjukkan bahwa netralitas dan objektivitas media dipengaruhi oleh kepentingan pemilik media. Selanjutnya, posisi media berita kampanye yang digunakan kedua kandidat pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Medan pada surat kabar Analisa cenderung dipandang sebagai media massa paling penting oleh semua calon Walikota, mengingat kedua pasangan calon melakukan kunjungan bergantian hari menemui Pimpinan surat kabar Analisa Supandi Kusuma.
Sensualitas dan Tubuh Perempuan dalam Film-film Horor di Indonesia (Kajian Ekonomi Politik Media) Primada Qurrota Ayun
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i1.46

Abstract

AbstrakAdanya ketidakseimbangan hubungan sosial antara laki-laki dan perempuan adalah hasil dari strukturasi dalam sistem sosial yang membuat perempuan selalu menjadi objek dalam media massa. Film horor di Indobesia, menampilkan perempuan sebagai komoditas yang di tawarkan. Melalui pendekatan kritis, tulisan ini mencoba untuk melihat bagaimana film horor di Indonesia yang menunjukkan sensualitas dan tubuh perempuan adalah hasil dari tendensi ekonomi dan politik.