cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Respon Masyarakat Terhadap Pesan Komunikasi Survei Sosial Ekonomi Nasional Pada BPS Kota Pematangsiantar Marlina Naibaho
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v2i1.215

Abstract

AbstrakRespon masyarakat terhadap Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) yang dilakukan oleh BPS Kota Pematangsiantar melalui pemberian data yang lengkap, akurat dan mutakhir menjadi sebuah kebutuhan, dimana hal tersebut akan dipengaruhi oleh pesan komunikasi yang diterima oleh masyarakat. Penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif ini menggunakan teori Stimulus Organism Response dari DeFleur untuk mengetahui respon masyarakat terhadap pesan komunikasi Susenas dan ada tidaknya perbedaan respon masyarakat terhadap pesan komunikasi Susenas berdasarkan golongan pendapatan rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa respon masyarakat secara keseluruhan terhadap Susenas di Kota Pematangsiantar adalah positif, diikuti oleh respon afektif, sebaliknya respon kognitif adalah negatif. Hasil uji hipotesis Kruskal Wallis menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan respon masyarakat yang berbeda golongan pendapatan rumah tangga terhadap pesan komunikasi Susenas. 
Penyuluhan Program BKKBN Mengenai Generasi Berencana (GenRe) dan Sikap Remaja Devi Dwi Yana Utami
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i2.199

Abstract

Penelitian ini adalah studi komparatif tentang sikap remaja setelah mendapatkan informasi dari penyuluhan program  Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Generasi Berencana (GenRe). Remaja dalam penelitian ini adalah siswa-siswi SMA Negeri 1 Sei Bamban dan SMA Negeri 13 Medan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan sikap remaja di kedua sekolah tersebut. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa penyuluhan BKKBN mengenai GenRe sama-sama efektif di kedua sekolah meskipun terdapat perbedaan lokasi sekolah. Materi penyuluhan BKKBN mengenai GenRe dianggap sesuai dengan kebutuhan remaja saat ini sehingga penyuluhan dianggap menarik dan mudah diterima oleh para siswa di kedua sekolah tersebut.  
Komunikasi Antar Budaya pada Komunitas Aron di Berastagi Remaja Putra Barus; Rehia Karenina Isabella Barus
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i2.2842

Abstract

Researcher observing how the interculture communications patterns onaroncommunity in Berastagi .The purpose is to analyze the processes and pattern of communication that happened between various ethnics in aron community as well as the constraints that emerge in the interculture communication process in Berastagi.As many ethnics become aron, researcher focusing on the communications proccess between the Toba, Simalungun, Java, Nias, Karo, Gayo and Alas.A qualitative approach with the methods of communicationethnography was adopted in this research. Theresearch result indicates the intercultural communication on aron communities included in the interactive, transactional, dynamic and the limited interactive communication. In addition, the process of communication between intercultural ethnics also included into the primary and secondary communication pattern. Of all the intercultural communication process within the aron community, there are communication constraints such as prejudice and stereotype in the form of satire done by Karo to Toba.
Hubungan Tayangan MasterChef Indonesia terhadap Persepsi Profesi dan Minat Masyarakat menjadi Chef Agnes lubis
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1233

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui hubungan tayangan MasterChef Indonesia terhadap persepsi mengenai profesi chef dan minat masyarakat menjadi chef. Penelitian menggunakan teori kultivasi, dengan pendekatan kuantitatif yang bersifat korelasional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara bebas dan studi kepustakaan. Responden berjumlah 123 orang yang diperoleh dari teknik accidental sampling dengan sampel yang dibagi menjadi dua yaitu 100 orang masyarakat umum Kota Medan dan 23 orang mahasiswa Program Studi Tata Boga Akademi Pariwisata Medan. Uji hipotesis menggunakan rumus Rank Spearman dan diolah dengan menggunakan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia terhadap persepsi masyarakat umum mengenai profesi chef dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,634 dengan nilai signifikan sebesar 0,000, 2) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia terhadap minat masyarakat menjadi chef dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,501 dan nilai signifikan sebesar 0,000,3) terdapat hubungan yang positif anatara tayangan MasterChef Indonesia dengan persepsi mahasiswa mengenai profesi chef dengan nilai korelasi sebesar 0,429 dan nilai signifikan sebesar 0,41,4) terdapat hubungan yang positif antara tayangan MasterChef Indonesia dengan minat mahasiswa untuk menjadi chef dengan nilai korelasi sebesar 0,517 dan nilai signifikan 0,012.
Analisis Penggunaan Media Sosial dan Penyebaran Hoax Di Kota Medan Munzaimah Masril; Fatma Wardy Lubis
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 1 (2020): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v6i1.2937

Abstract

The growing of Hoaxes through social media at this time has recognized due to the lack of awareness from social media users in the selection process for diffuse information. Ignoring the validation process of the information often happens because the nature of social media is a medium that is still private with the use of passwords, so that with the increasing number of people using social media such as Facebook, Instagram, and Twitter. This is a qualitative research that using interviews and Focuss Group Discussions (FGD) as a method for collecting data. The results of this study explain how the Hoax phenomenon in Medan and show the importance of collaboration between stakeholders to resolving the Hoax phenomenon.
Penanganan Bencana Erupsi Gunung Sinabung Ditinjau dari Aspek Komunikasi dan Koordinasi Fatma Wardy Lubis; Yovita Sabarina; Munzaimah Masril
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 1 (2019): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i1.2258

Abstract

This study aims to determine how disaster management is carry out by the government and stakeholders in dealing with the Mount Sinabung Eruption disaster, especially in the mitigation phase. By using the Qualitative Method, data collection was done through in-depth interviews, Focus Group Discussion (FGD) and Observations to get an overview of the handling of the Mount Sinabung Eruption in terms of two aspects; Communication and Coordination. The FGD was held in three locations; Simacem, Bekerah, and Sukameriah Villages, while FGD participants involved three categories; teenagers, women and men. The results showed that the eruption victims did not receive adequate communication regarding the knowledge of the Mount Sinabung Eruption disaster, both from the government and other organizations outside the government, even though in the mitigation phase awareness efforts should be made to the community through counseling, training, mentoring and inputting topics about the eruption of Mount Sinabung in the learning curriculum in schools ranging from kindergarten to senior high school, as well as conducting regular training. However, the training was not carried out as a result of the eruption victims had no preparation, guidelines and did not know the anticipatory measures in the face of Mount Sinabung every time an eruption occurred, while this eruption could not be ascertained when it will end. Until now there has been no organized and permanent coordination between the government and community groups outside the government, so that disaster management is still carried out spontaneously without any specific guidelines for inter-agency coordination..
KECEMASAN BERKOMUNIKASI PADA MAHASISWA JURUSAN AKUNTANSI POLITEKNIK NEGERI MEDAN David N. C. Sitompul
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 2 (2016): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v2i2.1034

Abstract

Kompetensi yang memadai terutama dalam berkomunikasi dengan level kecemasan berkomunikasi yang rendah, bahkan tidak cemas sangat mendukung dalam menghadapi persaingan dalam masyarakat global. Kecemasan berkomunikasi akan berpengaruh negatif dalam kehidupan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis kelamin, umur, dan tingkat perkuliahan terhadap kecemasan berkomunikasi pada mahasiswa jurusan akuntansi Politeknik Negeri Medan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Personal Report of Communication Apprehension (PRCA). Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Setelah melakukan uji korelasional diketahui bahwa Fhitung sebesar 1,325 dengan tingkat signifikansi 0,266. Ini menunjukkan bahwa signifikansi hitung > signifikansi penelitian, maka tidak ada pengaruh jenis kelamin, umur dan tingkat perkuliahan terhadap kecemasan berkomunikasi pada mahasiswa jurusan akuntansi Politeknik Negeri Medan.
Pemaknaan Penggunaan Jilbab Syar’i diKalangan Mahasiswa Psikologi (Studi pada Forum Mahasiswa Islam Psikologi ( FORMASI ) Ar-Ruuh Universitas Medan Area) Nazla Putri Utari; Nina Siti Salmaniah Siregar
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i1.51

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui makna penggunaan hijab syar’i pada mahasiswa Psikologi Universitas Medan Area, khususnya pada organisasi Forum Mahasiswa Islam (Formasi) Psikologi Ar-Ruuh, untuk mengetahun konsep diri yang terbentuk pada mahasiswa yang memakai hijab syar’i dan pendapat orang lain tentang mahasiswa yang menggunakan hijab syar’i. Penelitian ini adalah penelitan kualitatif. Data dikumpulkan melalui kegiatan observasi lapangan, telaah pustaka, wawancara dengan responden dan informan dengan menggunakan analisa semiotik. Hasil riset menunjukkan bahwa pengguna hijab syar’i menganggap bahwa hijab sebagai pelindung dari tatapan laki-laki yang bukan muhrim. Secara tidak langsung, mengajarkan kepada perempuan muslim lainnya kebaikan dan kegunaan dari menggunakan hijab. Selanjutnya, konsep diri dari penggunan hijab syar’i terbentuk dengan belajar dari lingkungan. Pelajaran dan pengalaman yang didapat membuat konsep diri yang lebih baik.
Perilaku Bullying di Kalangan Gamers Online pada Remaja Sekolah Menengah Pertama Sofia Rizki Irma
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengamati dan menganalisis fenomena perilaku bullying di kalangan gamers online pada remaja SMP Perguruan Taman Siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Informan pada penelitian ini berjumlah enam orang terdiri dari lima orang remaja dan satu orang guru bimbingan konseling. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis tematik dan keabsahan datanya menggunakan triangulasi. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, diketahui bahwa kelima informan yang merupakan gamers onlinemelakukan bullyingkepada orang lain dalam bentuk fisik, verbal dan psikologis. Bagi informan disarankan agar mengisi waktu luangnya dengan kegiatan positif dan bermanfaat seperti mengikuti kegiatan ektra kulikuler di sekolahnya. Dengan itu, intensitas bermain game online informan menjadi berkurang, sehingga perilaku bullying bisa dihindari.
Komparasi Model Kompetensi Komunikasi Guru dalam Proses Belajar Mengajar: Studi Kasus pada SMPN 1 Bukit dengan SMPS Blang Panas Kecamatan Bukit Kabupaten Bener Meriah Provinsi Aceh Wahyu Hidayat
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v2i1.221

Abstract

AbstrakTujuan dari penelitian ini adalah mengetahui kompetensi komunikasi guru, mendeskripsikan model komunikasi guru dalam proses belajar mengajar, dan membandingkan model-model kompetensi komunikasi yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar di SMPN 1 Bukit dan SMPS  Blang Panas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi komunikasi guru di SMPN 1 Bukit telah memenuhi kriteria yang disyaratkan, sedangkan kompetensi komunikasi guru di SMPS Blang Panas belum memenuhi kriteria. Selain itu, model komunikasi guru pada SMPN 1 Bukit lebih bervariasi dan mampu menyesuaikan dengan kondisi yang ada, sedangkan model komunikasi guru pada SMPS Blang Panas lebih monoton dengan hanya menerapkan satu model komunikasi dalam proses belajar mengajar. Hasil penelitian juga menunjukkan perbedaan pada kemampuan berkomunikasi guru secara verbal, non verbal, perbedaan kemampuan bergaul secara santun dan efektif dengan siswa-siswi di kelas, serta perbedaan kemampuan penguasaan teknologi komunikasi dalam proses belajar mengajar. Selanjutnya, guru-guru di SMPN 1 Bukit mampu memadukan tiga kategori model komunikasi sekaligus (komunikasi satu arah, dua arah, dan transaksi), sedangkan pada SMPS Blang Panas, guru hanya mampu menerapkan model komunikasi satu arah saja.   

Page 11 of 26 | Total Record : 252