cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Teori Agenda Setting dalam Ilmu Komunikasi Elfi Yanti Ritonga
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1460

Abstract

Komunikasi massa merupakan sumber kajian potensial yang memiliki bidang bahasan yang cukup luas dan mendalam, dan juga didukung oleh teori yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini bisa dipahami sebab ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini, merupakan proses evaluasi panjang dari ilmu komunikasi massa, yang awalnya hanya dikenal sebagai ilmu media massa atau ilmu pers yang juga merupakan hasil elaborasi dari ilmu publisistik (ilmu persurat-kabaran) yang berpusat di Jerman dan ilmu Jurnalistik yang berbasis di AS. Baru dinamakan ilmu komunikasi pasca Perang Dunia II oleh para ilmuan Barat, tujuan utamanya adalah untuk mencover semua bidang kajian dalam komunikasi yang semakin luas dan berkembang. Komunikasi massa sendiri kerap didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa (modern) pada awalnya hanya mencakup media cetak (surat kabar, majalah atau tabloid) dan media elektronik (TV dan radio), baru belakangan termasuk kajian multimedia yang juga sering disebut media dot com (internet). Pada era ini, kajian komunikasi massa berkembang menjadi semakin luas, selain mencakup tiga jenis media (media cetak, media elektronik, dan multimedia), peran dan proses komunikasi massa,  juga efek media bagi masyarakat dan budaya, sehingga semakin banyak dijadikan sebagai objek studi.  Dalam tinjauan komunikasi massa, paling tidak teori-teori yang muncul dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang, yaitu teori-teori awal komunikasi massa, pengaruh komunikasi massa terhadap individu, pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat dan  budaya, dan audiens pengaruhnya terhadap komunikasi massa. Teori Agenda Setting misalnya, masih saja sangat relevan hingga saat ini sekalipun dengan catatan-catatan tertentu harus dibubuhkan di sana, seperti pada masyarakat dan budaya seperti apa, atau pada kondisi kapan, dan seterusnya. Komunikasi massa merupakan sumber kajian potensial yang memiliki bidang bahasan yang cukup luas dan mendalam, dan juga didukung oleh teori yang lumayan banyak jumlahnya. Hal ini bisa dipahami sebab ilmu komunikasi yang kita kenal sekarang ini, merupakan proses evaluasi panjang dari ilmu komunikasi massa, yang awalnya hanya dikenal sebagai ilmu media massa atau ilmu pers yang juga merupakan hasil elaborasi dari ilmu publisistik (ilmu persurat-kabaran) yang berpusat di Jerman dan ilmu Jurnalistik yang berbasis di AS. Baru dinamakan ilmu komunikasi pasca Perang Dunia II oleh para ilmuan Barat, tujuan utamanya adalah untuk mencover semua bidang kajian dalam komunikasi yang semakin luas dan berkembang. Komunikasi massa sendiri kerap didefinisikan sebagai komunikasi melalui media massa (modern) pada awalnya hanya mencakup media cetak (surat kabar, majalah atau tabloid) dan media elektronik (TV dan radio), baru belakangan termasuk kajian multimedia yang juga sering disebut media dot com (internet). Pada era ini, kajian komunikasi massa berkembang menjadi semakin luas, selain mencakup tiga jenis media (media cetak, media elektronik, dan multimedia), peran dan proses komunikasi massa,  juga efek media bagi masyarakat dan budaya, sehingga semakin banyak dijadikan sebagai objek studi.  Dalam tinjauan komunikasi massa, paling tidak teori-teori yang muncul dapat dikelompokkan ke dalam 4 (empat) bidang, yaitu teori-teori awal komunikasi massa, pengaruh komunikasi massa terhadap individu, pengaruh komunikasi massa terhadap masyarakat dan  budaya, dan audiens pengaruhnya terhadap komunikasi massa. Teori Agenda Setting misalnya, masih saja sangat relevan hingga saat ini sekalipun dengan catatan-catatan tertentu harus dibubuhkan di sana, seperti pada masyarakat dan budaya seperti apa, atau pada kondisi kapan, dan seterusnya.
Komunikasi Lintas Etnis di Pulau Weh-Sabang Indra Muda
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 2 (2015): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i2.201

Abstract

Kota Sabang merupakan salah satu daerah di Provinsi Nangroe Aceh Darussalam dengan struktur penduduk yang variatif. Meskipun demikian, konflik antar etnis sepanjang sejarah Kota Sabang tidak pernah terjadi. Ketika terjadi konflik Aceh tahun 1998 memaksa etnis non Aceh eksodus ke luar Aceh, sementara di Kota Sabang tidak demikian. Warganya tetap dapat hidup saling berdampingan diantara etnis yang berbeda. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang mendorong terciptanya kerukunan hidup antaraetnis di Kota Sabang. Data penelitian ini diperoleh dari observasi dan wawancara dengan beberapa warga kota Sabang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor yang mendorong terciptanya kerukunan antaretnis di Kota Sabang adalah karena masyarakat memiliki kekompakan serta saling mengenal satu dengan yang lain. Hal ini juga didorong masa lalu kota Sabang yang pernah memiliki status sebagai pelabuhan bebas, sehingga masyarakat sudah terbiasa berinteraksi dengan etnis berbeda.  
Literasi Media Berbasis Kearifan Lokal di Tanjung Pura Kabupaten Langkat Sumatera Utara Mazdalifah Mazdalifah; Yovita Sabarina Sitepu; Fatma Wardy Lubis
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i2.2827

Abstract

Media literacy is the ability in terms of using, analyzing, selecting and creating messages properly. Consequently, it become very important since people easily found fake news (hoax) or hate speech in daily life. These type of news shaped negative effects to people's lives, for example: divide people to against each other. One of the efforts to prevent the negative’s effect of Hoax or Hate speech is by empowering public with media literacy so they can use, analyze, select and creating messages properly. Efforts to empower media literacy can utilize from local wisdom which preserved by the community. The Tanjung Pura Malay community has local wisdom in the form of polite and gentle speech habits, using ornate words called pantun. Local wisdom issued by the Malay people of Tanjung Pura can be a barrier when they receive bad messages from Hoax and Hate speech.
Kompetensi Komunikasi Fasilitator Kecamatan dalam Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan di Langkat Syamsul Adha
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1218

Abstract

Penelitian ini berjudul kompetensi komunikasi fasilitator kecamatan dalam program nasional pemberdayaan masyarakat mandiri pedesaan (PNPM-MP) di Kabupaten Langkat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kompetensi komunikasi Fasilitator dan aktivitas program pemberdayaan masyarakat dalam PNPM-MP di Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan penelitian ini adalah metode korelasional. Populasi pada penelitian ini adalah fasilitator dan pengelola anggaran PNPM-MP pada tahun 2014 di Kecamatan Secanggang yang berjumlah 1310 orang. Penarikan sampel menggunakan rumus Slovin dan didapat sampel penelitian ini berjumlah 93 responden. Teknik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa tabel tunggal, analisa tabel silang, dan uji hipotesis. Dari uji hipotesis koefisien korelasi tata jenjang (Rank-Order Corelation) Spearman diperoleh hasil 0.411 untuk kompetensi komunikasi fasiltator. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima dan hubungannya signifikan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Kompetensi komunikasi fasilitator kecamatan pada program PNPM-MP di kecamatan Secanggang dapat dilihat dari bagaimana fasilitator menjalin hubungan yang baik dengan masyarakat, memobilisasi setiap kelompok masyarakat, melakukan perubahan, menentukan prioritas, melakukan pelatihan, dan pengembangan lembaga desa, dimana hal tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meningkatkan kinerja institusi lokal, dan meningkatkan kinerja pemerintah daerah dalam upaya penanggulangan kemiskinan
Optimalisasi Komunikasi Bencana dalam Mengurangi Kabut Asap di Provinsi Riau Rohayati Rohayati; Nur Alhidayatillah
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 1 (2020): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v6i1.2865

Abstract

This study aims to identify the optimization of disaster communication in reducing haze, using a qualitative descriptive approach. The results show that the implementation of disaster communication has been carried out optimally by BPBD of Riau Province, it can be seen from various factors that have been implemented related to disaster communication. These four factors are Costomer Focus, Leadership commitment, Situational awareness, and Media partnership. Although the four factors are also influenced by other things that occur in the field, such as human error, land exploration by companies and weather conditions. This research can be a reference for stakeholders or the government related to the handling of haze. Further in-depth research is needed related to disaster communication in Riau Province, so that the haze problem that occurs every year can be handled optimally
LITERASI MEDIA DIGITAL PADA PENGGUNAAN GADGET (Studi Deskriptif Penggunaan Gadget Pada Siswa SMK Broadcasting Bina Creative Medan Yang Berdampak Pada Pergeseran Nilai Kearifan Lokal) Tonna Balya; Sri Pratiwi; Reza Prabudi
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 4, No 2 (2018): Jurnal Simbolika Oktober
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i2.1898

Abstract

The generation of digital children from birth was referred to as Digital native, at the same times people who was born at the first media age were referred to as digital immigrants. There are differences in thinking and how to use his mind between these two generations when processing information, the emergence of a new culture due to the use of digital media encourages changes in values in local culture. The general objective to be achieved in this study is to increase the awareness of teenagers that new cultures born as a result of new technological developments must be able to be balanced by having the awareness and ability to filter the new culture and still maintain the cultural values that have been inherited from ancestors as a form of one characteristic nations have many positive values. The method used in this study was  a qualitative method with descriptive analysis techniques, PRA (Participatory Rural Appraisal) and SWOT. The results of this research mention that; ability, and understanding of students, parents, and educators about how technology changes learning, playing, community then an understanding of the importance of critical discussion on technological development to the stages of new media literacy that should be carried out is still in its early stages (just know it) and not yet applied.
PENERAPAN METODE KOMUNIKASI OLEH PENYULUH PERTANIAN PADA KELOMPOK TANI GEMAH RIFAH I DESA JAMUR LABU KECAMATAN RANTAU ACEH TAMIANG Kamaruzzaman Kamaruzzaman
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 2 (2016): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v2i2.1033

Abstract

Pengembangan kelompoktani dewasa ini mengalami kemerosotan karena pengaruh globalisasi dan otonomi daerah. Selain itu, terjadi diskomunikasi antara Penyuluh pertanian dengan kelompoktani menyebabkan penerapan metode penyuluhan tidak efektif. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan metode komunikasi penyuluhan pertanian yang efektif Kelompoktani Gemah Rifah I Desa Jamur Labu Kecamatan Rantau Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini menggunakan studi kasus karena faktor karakteristik, geografis dan latar belakang petani berbeda dengan daerah lain. Responden dalam penelitian ini berjumlah 6 orang. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan metode  komunikasi oleh penyuluh pertanian dominan dengan cara pendekatan kelompok dengan cara membuat pertemuan rutin. Metode komunikasi penyuluhan pertanian dengan pertemuan kelompok dianggap lebih efektif karena karakteristik kelompoktani dengan kekompakan sangat tinggi dan mudah berkumpul. Temuan penting lainnya dalam penelitian ini dimana pada kelompoktani dengan kelas kelompok tinggi, maka metode penyuluhan dengan pendekatan kelompok dalam dengan cara pertemuan kelompok rutin sangat efektif untuk pengembangan usaha agribisnis petani.
Komunikasi dalam Penanggulangan Bencana Rudianto Nurdin
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 1, No 1 (2015): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v1i1.49

Abstract

Abstrak Komunikasi dalam bencana tidak saja dibutuhkan dalam kondisi darurat bencana, tapi juga penting pada saat pra bencana.Mempersiapkan masyarakat di daerah rawan bencana tentu harus senantiasa dilakukan.Selain informasi yang memadai tentang potensi bencana di suatu daerah, pelatihan dan internalisasi kebiasaan menghadapi situasi bencana juga harus dilakukan secara berkelanjutan.Tapi harus diingat, informasi berlimpah saja tidak cukup untuk menyadarkan warga atas bahaya bencana yang mengancam.Cara menyampaikan informasi juga harus dilakukan dengan tepat.Kekeliruan dalam mengkomunikasikan sebuah informasi, bisa menimbulkan ketidakpastian yang memperburuk situasi.   
Pengaruh Komunikasi Massa Terhadap Audiens Nurhalima Tambunan
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1475

Abstract

Perkembangan tekhnologi telah mempengaruhi pola kehidupan manusia baik secara negative maupun positif. Dengan beraneka ragamnya jenis tekhnologi komunikasi massa pada manusiasaat ini telah mampu mempengaruhi khalayak dan individu. Pengaruh media massa terhadap individu dapat melaui jalur satu tahap (one step folow) dan jalur dua tahap. Pengaruh komunikasi melalui satu tahap (one step follow) dimana komunikasi massa dapat mempengaruhi individu secara langsung tampa melaui pemuka pendapat atau opinion leader. Sedangkan komunikasi melalui dua tahap (Two step Flow) adalah dimana media massa mempengaruhi individu melalui open leader atau pemuka pendapat. Model aliran dua tahap sebagai suatu studi tentang bagaimana memilih berorientasi pada efek. Model aliran dua tahap berpendapat, efektivitas komunikasi massa terjadi setelah tahap pertama yang melalui opinion leader. Tanpa opinion leader, komunikasi massa terbatas sekali efektivitasnya terhadap masa audience. Tahap-tahap terjadinya model komunikasi aliran dua tahap adalah sebagai Seseorang yang memperoleh suatu ide atau gagasan baru dari media massa akan terjalin dalam suatu interaksi dengan orang lain. Adanya peranan aktif dari pemuka–pemuka pendapat dengan cara berkomunikasi. Tatap muka khusunya bagi masyarakat desa ataupun masyarakat yang sedang membangun maupun masyarakat pasif.
Komunikasi Kelompok Pada Kelompok Srikandi Khayangan dalam Mewujudkan Kemandirian Sebagai Mitra Binaan PT. Pertamina EP. Pangkalan Susu Victorio Chatra Primantara
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 2, No 1 (2016): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v2i1.220

Abstract

Abstrak Penelitian ini menggunakan Teori Konstruksi Sosial, Komunikasi Kelompok Kecil, Saluran Komunikasi dalam Kelompok, Teori Perkembangan Kelompok Tuckman dan Kemandirian. Tujuannya adalah untuk mengetahui makna kelompok bagi setiap anggota, faktor yang melatarbelakangi anggota bergabung dalam kelompok serta efektivitas komunikasi antara anggota dengan ketua dalam mendukung kemandirian kelompok. Adapun yang menjadi informan dalam penelitian ini adalah sebanyak enam orang. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah melalui observasi partisipasi, wawancara dan studi dokumentasi, sedangkan teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tiga kegiatan yang bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi hambatan komunikasi antara anggota dan ketua terdahulu karena beberapa hal seperti tertutup dari informasi, kurangnya kejujuran dan tidak terbuka terhadap permasalahan yang terjadi. Perubahan dalam kelompok terjadi dengan adanya pemilihan ketua baru, diskusi dua arah, komunikasi yang lebih sehat dan lebih terbuka sehingga tujuan awal kelompok ini menjadi jelas. Banyaknya kebijakan dan peraturan yang dibuat secara bersamaan sebagai panduan anggota untuk menghantarkan kelompok kepada jalur yang benar yaitu menjadi kelompok pemberdayaan yang mandiri.