cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study
Published by Universitas Medan Area
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 252 Documents
Melampaui Kedirian Identitas Batak Melalui Ritual dan Sejarah Masyarakatnya Atas Inspirasi Levinas Maria Anggreini Grace Kelly Habeahan; Ruth Florescia Simanjuntak; Rustono Farady Marta
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 2 (2020): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v6i2.4135

Abstract

This study aims to determine the identity and selfhood of each Batak community towards the messages conveyed by their ancestors to be applied in the daily life of the Batak community. The research uses an interpretive paradigm, which views social reality as something dynamic, processed and full of subjective meaning. Social reality is nothing but a social construct. The author describes the Batak community's construction of the philosophy passed down from their ancestors in the life of individual relations with their groups. Qualitative research leads to the original condition the subject is in. The results of this study have revealed that every dialogue that is displayed has the identity of the Batak tribe that has been created due to infinite things that can transcend human beings and continue to be carried out across generations. This belief is repeated from each generation to be applied to their descendants for every ancestral message, traditional rituals, and history of the Batak community to give identity to selfhood as an individual of the Batak tribe. The conclusion is to find things that are not visible, that do not exist in this program to explain the identity of the Batak people. What transcends the individual into what does not exist is an identity for Batak society. The principle of living with the Batak philosophy, and the consequences of not doing it, is the reason every individual is trapped in having to carry out a culture like it or not as Batak society.
Komunikasi Organisasi dalam Proses Pengambilan Keputusan di UPT-PTPH Provinsi Sumatera Utara Budiman Purba; Aswand Hasoloan; Amru Yasir
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4444

Abstract

Tujuan Penelitian untuk mengetahui bagaimana komunikasi   organisasi dalam proses pembuatan keputusan (decision making process) di Unit Pelaksana Teknis Perlindungan   Tanaman Pangan dan Holtikura   (UPT-PTPH) Provinsi  Sumatera  Utara.  Penelitian  ini  menggunakan  metode  pendekatan kualitatif, dengan jenis penelitian studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa .Komunikasi membantu proses penyampaian informasi yang diperlukan untuk mengambil keputusan. Proses pengambilan keputusan adalah proses pemilihan alternatif terbaik dari berbagai alternatif yang secara sistematis dipilih sebagai cara untuk menyelesaikan masalah. Penggalian data   dan fakta melalui komunikasi internal dan eksternal   adalah   proses penting untuk menghasilkan keputusan yang dibutuhkan organisasi. Kesimpulan penelitian bahwa pengambil keputusan seyogyanya memiliki informasi lengkap mengenai persoalan yang dihadapi, memiliki alternatif solusi yang jelas, dan hasil yang akan dicapai melalui solusi tersebut dapat diperkirakan. Sebagai sebuah sistem, komunikasi organisasi melibatkan para pimpinan atau atasan dan para karyawan yang saling berinteraksi dan mengadakan komunikasi yang berjenjang yaitu komunikasi dari atasan ke bawah dan komunikasi dari bawahan ke atas atau komunikasi antar bawahan. Komunikasi antara pimpinan dan karyawan berlangsung dengan baik sehingga tercipta hubungan kerja yang harmonis. 
Motivasi Pemanfaatan Youtube pada Kalangan Orang Tua di Daerah Pinggiran Kabupaten Karanganyar Jahid Syaifullah; Markus Utomo Sukendar
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4171

Abstract

Penggunaan youtube yang dikenal memerlukan data internet yang benar, menjadi tidak menjadi kendala dikarenakan masyarakat Kabupaten Karanganyar dapat mengakases wifi gratis, sehingga meningkatkan jumlah pengakses youtube. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan motif pemanfaatan youtube pada kalangan orang tua di Desa Gedongan, Gondangrejo, dan wilayah Bejen Kabupaten Karanganyar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggambarkan fenomena yang terdapat dalam suatu masyarakat dengan menggunakan metode deduktif. Hasil analisis penelitian, maka disimpulkan bahwa konten channel youtube yang banyak ditonton oleh kalangan orang tua pengguna wifi gratis di wilayah pinggiran Karanganyar adalah konten agama, berita politik terkini, dan hiburan dan  motif penggunaan youtube oleh kalangan orang tua pengguna wifi gratis di wilayah pinggiran Kabupaten Karanganyar adalah motif informasi dan motif hiburan. Kesimpulan dari penelitian medapati bahwa kalangan orang tua pengguna wifi gratis di Desa Gedongan, Gondangrejo, dan wilayah Bejen Karanganyar adalah  untuk konten agama, berita politik terkini, dan hiburan adapu motif penggunaan youtube oleh kalangan orang tua pengguna wifi gratis di beberapa wilayah di Karanganyar terutama di wilayah desa Gedongan, Gondangrejo, dan Kadipiro adalah motif informasi dan motif hiburan.
Literasi Media: Sosial Media Sebagai “Front Stage” Baru Personal Image Generasi Digital Native Eflina Nurdini Febrita Mona; Frederik Masri Gasa
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 2 (2020): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v6i2.3650

Abstract

The purpose of this research is to see how social media creates a new "front stage" for individuals and provides space for these individuals to form and manage their personal images, which tend to be more enjoyable for the digital native generation. This study uses an interpretive paradigm. For interpretive researchers, the goal of social research is to develop an understanding of social life and discover how people construct meaning in natural settings. The implementation of this research produces media literacy, not just an activity that filters out various information that is of no use to its users, positives and more advantages. The conclusion of this research is that Native Digital Generaation is a different group in the stage of searching for identity, and is at the stage of searching for an appropriate role which is expected to receive the appreciation they expect, media literacy is needed as skills not only filter out the negative things of freedom, social media, but furthermore requires the ability to maximize social media space to get positive things and more benefits.
Efektivitas Iklan Traveloka Televisi Konvensional Pada Konsumen di Era Digital Sri Hesti; Said Nuwrun Thasimmim; Wandira Rimayanti
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4417

Abstract

Tujuan Traveloka beriklan adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan hadirnya Traveloka sebagai salah satu pelopor online travel agency di Indonesia, serta untuk meningkatkan jumlah pengguna. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas iklan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan paradigma positivistik.  Pengukuran efektivitas iklan dilakukan dengan menggunakan model Customer Response Index (CRI). Hasil pengukuran di analisis disertai dengan penjelasan faktor-faktor yang menjadi alasan responden dalam memberikan respon mengacu pada indikator dari model Hierarchy of Effect. Hasil akhir penghitungan diperoleh nilai CRI sebesar 51,4% lebih besar dari unaware 1,4%, no comprehend 5,1%, no interest 12,9%, no intention 9,6% dan no action 19,6%. Hal tersebut menunjukkan bahwa iklan televisi Traveloka “Edisi Ramadhan–Trip Mudik” tahun 2017 efektif. Kesimpulan diperoleh melalui pengujian model CRI diketahui bahwa nilai CRI (tahap action) lebih besar dari unaware, no comprehend, no interest, no intention dan no action iklan televisi Traveloka “Edisi Ramadhan–Trip Mudik” tahun 2017 efektif.
Penerapan Situational Communication Crisis Theory bagi Organisasi Dakwah dalam Menghadapi Situasi Krisis Rizky Saputra
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 2 (2020): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v6i2.4172

Abstract

This paper will discuss a theory in dealing with a crisis situation in the context of a da'wah organization in general, which of course will be different from the crisis context of a business company, both in terms of the type of issue or problem to the handling of the crisis situation. According to Coombs, there are five message strategies that are usually used in crisis communication, namely: (1) Non-existence strategies. This strategy is carried out by organizations that are not experiencing a crisis, but there are rumors that the organization is facing a crisis; (2) Distance strategies. Organizations that acknowledge a crisis are used and try to weaken the relationship between the organization and the crisis that has occurred; (3) Ingratiation strategies. This strategy is used by organizations in seeking public support; (4) Mortification strategies. The organization tries to apologize and accept the fact that there is a real crisis; (5) Suffering strategies. Organizations also show suffering as victims of those who are not happy with the organization and seek to gain public support and sympathy. The choice of crisis communication strategy must be considered by the da'wah organization that will carry out its crisis communication by still considering the situation, type of problem, and the scale or size of a crisis that occurs as well as the organization's ability to reach the choice of communication model.
Penggunaan Media Sosial pada Pemilih Pemula dalam Partisipasi Politik Pasca Pemilihan Presiden 2019 di Kota Medan Addina Utama Siregar
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4265

Abstract

Fenomena perkembangan media sosial di Indonesia tumbuh pesat diikuti dengan adanya perkembangan akses internet, hal ini didorong dengan adanya perkembangan infrastruktur internet di Indonesia yang dapat kita lihat. Perkembangan gawai (telepon selular) turut mendukung perkembangan akses media sosial di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pemilih pemula pengguna media sosial, menjelaskan alasan pemilih pemula menggunakan media sosial, menganalisis penggunaan media sosial pemilih pemula. Subjek penelitian adalah pemilih pemula yang aktif menggunakan media sosial. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media sosial terutama telepon seluler dan internet sudah menjadi kebutuhan hidup generasi milenial. Whatsapp dan Instagram adalah media sosial yang digunakan dengan intensitas tinggi di antara media sosial tersebut. Alasan penggunaan media sosial yang paling utama adalah berkomunikasi. Alasan untuk menggunakan media sosial adalah untuk mencari informasi. Informasi yang dibutuhkan  ketujuh informan bervariatif sesuai dengan kegemaran mereka masing-masing.  Alasan lainnya untuk menggunakan media sosial adalah untuk mengunggah foto dan video, berbelanja online dan juga untuk hiburan. Kesimpulan penelitian ini mendapati bahwa seluruh informan relatif sangat rendah penggunaan media sosialnya dalam partisipasi politik. Mereka pada umumnya hanya terpapar oleh informasi politik. Adapun beberapa informan yang menggunakan media sosial untuk mencari informasi politik namun dalam intensitas yang sangat rendah.
Makna Tradisi Peusijeuk dan Peranannya dalam Pola Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat di Kota Langsa Joko Hariadi; Muhammad Arif Fadhillah; Azrul Rizki
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 2 (2020): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v6i2.3993

Abstract

The purpose of this research is to understand the meaning of the peusijeuk tradition in heterogeneous societies and its current position, especially in Langsa City. This study will be carried out as a qualitative study with a descriptive type of study. The use of qualitative descriptive methods is considered appropriate in this study, because it reveals the ongoing situation. Through field research, it was found that the peusijuek tradition is one of the Acehnese cultures which is still maintained by the people in Aceh, in that tradition contains Islamic religious values. This can be seen from the point of view that Islam has a universal concept that is able to unite and merge into various civilizations and cultures. For people in Aceh, the peusijuek tradition has a very philosophical meaning and purpose, namely to ask for and obtain safety, peace, and happiness in life. The conclusions in this study are: For people in Aceh, especially Langsa City, the peusijuek tradition has a very philosophical meaning and purpose, namely to ask for and obtain safety, peace, and happiness in life.
Pelaporan Berita di Masa Bencana: Studi Kasus Radio Darurat di Lombok Ressi Dwiana
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 7, No 1 (2021): JURNAL SIMBOLIKA APRIL
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v7i1.4427

Abstract

Penunjukkan kekhususan dari penyiaran darurat, artikel ini bertujuan untuk mengkaji model pemberitaan radio darurat saat bencana di Pulau Lombok. Studi ini mengikuti metode studi kasus intrinsik, fokus pada kinerja radio darurat yang beroperasi berlawanan dengan media arus utama. Hasil penelitian bahwa Artikel ini mengupas tentang pemberitaan di radio darurat yang didirikan oleh Jaringan Radio Komunitas Indonesia (JRKI) di Lombok, kota yang dilanda gempa bumi pada Agustus 2018. Pelaporan berita saat bencana menjadi masalah besar di Indonesia. Karena seringnya terjadi bencana di Indonesia, kritik terhadap pemberitaan media juga bermunculan. Dari persoalan teknis hingga ekonomi politik media, beroperasinya media massa berkali-kali menyebabkan disinformasi. Komunitas yang terkena dampak adalah yang paling menderita dari kondisi ini. Selain tidak mampu memperkuat  masyarakat penyintas, pada gempa Lombok, para politisi memanfaatkan isu kemanusiaan ini dan menyeret media ke dalam debat politik yang tidak membawa manfaat bagi masyarakat penyintas. Kesimpulan mendapati bahwa meredupkan gaya pemberitaan bencana seperti mitos bencana dan sensasionalisme, radio komunitas memberikan perhatian pada hal-hal yang positif sembari menyiarkan diskusi tentang masalah-masalah nyata masyarakat seperti gangguan stres pasca trauma (PTSD). Selain itu, media sosial juga menjadi saluran penting bagi komunitas yang lebih luas, tim CR juga membuat konten dan tagar yang antusias.
Utopia Islam Disfungsi Subliminal Message dalam Media Sosial Ahmad Tamrin Sikumbang; Zainun Zainun; Imam El Islamy
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 6, No 2 (2020): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v6i2.4035

Abstract

This study aims to see how subliminal dysfunction occurs in social media in an Islamic context. The research technique used is literature study, looking at various sources regarding subliminals and relating them to conditions in social media. This type of research is descriptive qualitative research, which is a research process to understand human or social problems by creating a comprehensive and complex picture presented in words, reporting detailed views obtained from information sources, and carried out in a different setting natural. While the approach used is phenomenology, which is to describe the reality that is happening without explaining the relationship between variables. The research results obtained are that Islam teaches its people to have ethics in carrying out all activities, including communication on social media. In the concept of Subliminal Message from hidden messages invites the public to never trust the information received from social media, before finding out the truth and accuracy of the message, from sources that can be trusted, supported, and related to the message. The conclusion in this research is that the Subliminal Message concept invites the public to never believe the information received from social media, before finding out the truth and accuracy of the message, from sources that can be trusted, supported, and related to the message.