Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya Setiawan, Daryanto
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1474

Abstract

Teknologi Komunikasi dan Informasi adalah aplikasi pengetahuan dan keterampilan yang digunakan manusia dalam mengalirkan informasi atau pesan dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan manusia agar tercapai tujuan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi berawal dari kemajuan dibidang komputerisasi. Pengguanaan komputer pada masa awal untuk sekedar menulis, membuat grafik dan gambar serta alat menyimpan data yang luar biasa telah berubah menjadi alat komunikasi dengan jaringan yang lunak dan bisa mencakup seluruh dunia. Dengan kemajuan teknologi maka proses interaksi antar manusia mampu menjangkau lapisan masyarakat dibelahan dunia manapun menjadi semakin terbuka. Internet sebagai salah satu dampak dari perkembangan teknologi baru pada dasarnya tidak hanya bisa menjadi pintu untuk mengetahui bagaimana budaya yang ada pada masyarakat di daerah tertentu, melainkan menjadi perangkat dalam ekspresi budaya itu sendiri. Karena begitu cepatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mangakibatkan dampak dan pengaruh terhadap budaya pada masyarakat, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu aspek kehidupan yang paling terpengaruh dengan perkembangan ini adalah aspek kebudayaan masyarakat yang sedikit demi sedikit mengalami pergeseran.
Kebijakan Komunikasi Internasional Indonesia setiawan, daryanto
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Communication Sciences Department Faculty of Social and Political Sciences Medan Area Univ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1210

Abstract

Kebijakan komunikasi merupakan bagian yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan lainnya, seperti halnya pendidikan, kebudayaan, dan kependudukan. Komunikasi dapat memberikan kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program-program pembangunan nasional di setiap negara. Konsep kebijakan komunikasi internasional baru muncul pada tahun 1970-an setelah para pakar dari negara-negara yang sedang berkembang mengeluhkan adanya ketidakseimbangan dan tidak berkadilan dari negara-negara maju mengenai pengaliran informasi di dunia. Negara-negara maju tersebut cenderung memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan kerusuhan dan kemiskinan yang terjadi di negara-negara yang berkembang. Ketidakseimbangan pengaliran informasi dari negara-negara maju ke negara-negara yang berkembang membuat negara-negara yang bekembang kurang mampu untuk membeli teknologi informasi. Akhirnya negara-negara berkembang merespon kejadian tersebut. Berdasarkan Pancasila sila kedua, UUD 1945 (Alinea I dan IV) dan batang tubuh (pasal 11 dan 13), Indonesia sebagai salah satu negara berkembang akhirnya juga merespon kejadian tersebut dengan ikut terlibat langsung dalam hubungan internasiona melalui kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Bebas, bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana tercermin dalam Pancasila. Aktif, bahwa dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, Indonesia tidak bersikap pasif atas berbagai kejadian internasional, melainkan bersikaf aktif. Juga aktif dalam mendukung usaha-usaha yang diarahkan bagi terciptanya masyarakat dunia yang damai, aman dan tentram.
Filsafat Komunikasi dalam Makrokosmos Setiawan, Daryanto
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (973.204 KB) | DOI: 10.31289/simbollika.v5i2.2794

Abstract

The flow of behaviorism is a meritorious flow in the emergence of communication science. Behaviorism is a derivation of positivism that seeks to independent science from philosophy with material objects and formal objects respectively. Thanks to the support of behaviorism and positivism, communication becomes an independent science from philosophy. Communication philosophy is a science that examines fundamentally about the science of communication from its history, its theories, its methods, the methodological principles used, to all matters related to the scope of communication. Whereas macrocosm is a science that discusses the whole universe. There is a fundamental difference about nature between the views of Western philosophy and the views of Islamic philosophy. In the view of Western philosophy, nature happens by itself (by nature). While in the view of Islamic philosophy, nature occurs because there is what makes God. This paper explains that it turns out that the universe, both biotic (plants, animals, humans) and abiotics (earth, water, air, and sunlight) can all communicate. The communication of this nature is explained through scientific research and reinforced by the Qur'an and Hadith.
HUBUNGAN KOMUNIKASI KELOMPOK DAN IKLIM KOMUNIKASI DENGAN KEPUASAN KERJA PEGAWAI SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AS-SUNNAH KECAMATAN TANJUNG MORAWA KABUPATEN DELI SERDANG SUMATERA UTARA Daryanto Setiawan
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 1 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i1.30

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan: Pertama, hubungan komunikasi kelompok dengan kepuasan kerja pegawai. Kedua, hubungan iklim komunikasi dengan kepuasan kerja pegawai. Ketiga, hubungan komunikasikelompok dan iklim komunikasi dengan kepuasan kerja pegawai Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara. Data penelitian ini dikumpulkan melalui teknik kuesioner dengan jumlah responden sebanyak 75 orang pegawai yang ada di STAI As-Sunnah. Analisis data menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan analisis korelasional. Pengolahan dan analisis data menggunakan bantuan software computer SPSS 18.0. Hasil penelitian menunjukkan: Pertama, hubungan antara variabel komunikasi kelompok dengan kepuasan kerja pegawai tertera angka 0,855**. Berarti hubungan kedua signifikan dan positif. Kedua, hubungan antara variabel iklim komunikasi dan kepuasan kerja pegawai STAI As-Sunnah adalah signifikan dan positif. Dilihat berdasarkan keeratan hubungan kedua variabel baik, karena koefisien korelasinya sebesar 0, 880**. Ketiga, hubungan antara komunikasi kelompok dan iklim komunikasi (variabel bebas) dengan kepuasan kerja pegawai (variabel terikat) di Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang, menunjukkan angka korelasi sebesar 0,885**. Hal ini berarti secara bersama-sama kedua variabel bebas (komunikasi kelompok dan iklim komunikasi) memiliki hubungan yang signifikan dengan variabel terikat (kepuasan kerja pegawai). Arah hubungan kedua variabel adalah signifikan
LANDASAN KEILMUAN KOMUNIKASI ISLAM Daryanto Setiawan
WARAQAT : Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman Vol. 1 No. 2 (2016): Waraqat: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat (P3M) Sekolah Tinggi Agama Islam As-Sunnah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51590/waraqat.v1i2.41

Abstract

Judul tulisan ini adalah “Landasan Keilmuan Komunikasi Islam”. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui apa saja yang menjadi landasan dalam ilmu komunikasi Islam. Metode yang digunakan dalam tulisan ini metode libraryresearch yang di ambil dari berbagai literartur yang mendukung dalam keilmuan komunikasi. Lahirnya ilmu komunikasi Islam tak lepas dari peran para pakar muslim dengan usaha-usaha yang telah mereka lakukan seperti menerbitkan bukubuku maupun jurnal yang berhubungan dengan komunikasi Islam.
Kebijakan Komunikasi Internasional Indonesia Daryanto Setiawan
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 3, No 1 (2017): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v3i1.1210

Abstract

Kebijakan komunikasi merupakan bagian yang terintegrasi dengan kebijakan pembangunan lainnya, seperti halnya pendidikan, kebudayaan, dan kependudukan. Komunikasi dapat memberikan kontribusinya dalam mendukung pelaksanaan program-program pembangunan nasional di setiap negara. Konsep kebijakan komunikasi internasional baru muncul pada tahun 1970-an setelah para pakar dari negara-negara yang sedang berkembang mengeluhkan adanya ketidakseimbangan dan tidak berkadilan dari negara-negara maju mengenai pengaliran informasi di dunia. Negara-negara maju tersebut cenderung memberitakan hal-hal yang berkaitan dengan kerusuhan dan kemiskinan yang terjadi di negara-negara yang berkembang. Ketidakseimbangan pengaliran informasi dari negara-negara maju ke negara-negara yang berkembang membuat negara-negara yang bekembang kurang mampu untuk membeli teknologi informasi. Akhirnya negara-negara berkembang merespon kejadian tersebut. Berdasarkan Pancasila sila kedua, UUD 1945 (Alinea I dan IV) dan batang tubuh (pasal 11 dan 13), Indonesia sebagai salah satu negara berkembang akhirnya juga merespon kejadian tersebut dengan ikut terlibat langsung dalam hubungan internasiona melalui kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Bebas, bahwa Indonesia tidak memihak pada kekuatan-kekuatan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sebagaimana tercermin dalam Pancasila. Aktif, bahwa dalam menjalankan kebijakan luar negerinya, Indonesia tidak bersikap pasif atas berbagai kejadian internasional, melainkan bersikaf aktif. Juga aktif dalam mendukung usaha-usaha yang diarahkan bagi terciptanya masyarakat dunia yang damai, aman dan tentram.
Filsafat Komunikasi dalam Makrokosmos Daryanto Setiawan
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 5, No 2 (2019): JURNAL SIMBOLIKA OKTOBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v5i2.2794

Abstract

The flow of behaviorism is a meritorious flow in the emergence of communication science. Behaviorism is a derivation of positivism that seeks to independent science from philosophy with material objects and formal objects respectively. Thanks to the support of behaviorism and positivism, communication becomes an independent science from philosophy. Communication philosophy is a science that examines fundamentally about the science of communication from its history, its theories, its methods, the methodological principles used, to all matters related to the scope of communication. Whereas macrocosm is a science that discusses the whole universe. There is a fundamental difference about nature between the views of Western philosophy and the views of Islamic philosophy. In the view of Western philosophy, nature happens by itself (by nature). While in the view of Islamic philosophy, nature occurs because there is what makes God. This paper explains that it turns out that the universe, both biotic (plants, animals, humans) and abiotics (earth, water, air, and sunlight) can all communicate. The communication of this nature is explained through scientific research and reinforced by the Qur'an and Hadith.
Dampak Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Budaya Daryanto Setiawan
JURNAL SIMBOLIKA: Research and Learning in Communication Study (E-Journal) Vol 4, No 1 (2018): Jurnal Simbolika April
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/simbollika.v4i1.1474

Abstract

Teknologi Komunikasi dan Informasi adalah aplikasi pengetahuan dan keterampilan yang digunakan manusia dalam mengalirkan informasi atau pesan dengan tujuan untuk membantu menyelesaikan permasalahan manusia agar tercapai tujuan komunikasi. Perkembangan teknologi informasi berawal dari kemajuan dibidang komputerisasi. Pengguanaan komputer pada masa awal untuk sekedar menulis, membuat grafik dan gambar serta alat menyimpan data yang luar biasa telah berubah menjadi alat komunikasi dengan jaringan yang lunak dan bisa mencakup seluruh dunia. Dengan kemajuan teknologi maka proses interaksi antar manusia mampu menjangkau lapisan masyarakat dibelahan dunia manapun menjadi semakin terbuka. Internet sebagai salah satu dampak dari perkembangan teknologi baru pada dasarnya tidak hanya bisa menjadi pintu untuk mengetahui bagaimana budaya yang ada pada masyarakat di daerah tertentu, melainkan menjadi perangkat dalam ekspresi budaya itu sendiri. Karena begitu cepatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi mangakibatkan dampak dan pengaruh terhadap budaya pada masyarakat, baik berupa dampak positif maupun dampak negatif. Salah satu aspek kehidupan yang paling terpengaruh dengan perkembangan ini adalah aspek kebudayaan masyarakat yang sedikit demi sedikit mengalami pergeseran.
The Influence Of Search Engine Student's Conduct In Junior High School Country Pancur Batu District Daryanto Setiawan; Ahmad Tamrin Sikumbang; Yusnadi Yusnadi
International Journal Of Education, Social Studies, And Management (IJESSM) Volume 1 Issue 3 November 2021
Publisher : LPPPIPublishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52121/ijessm.v1i3.69

Abstract

Research this start because of existence the anxiety that happened moment it's on morality student, a goal for uncovering influence search engine against akhlah students at Junior High School State in the District Stone Shower. Method research used is field research with data collection techniques using questionnaires as well. There are 30 respondents in the study. Research results show that (1). There is a direct effect of the use of social media on the use of student search engine Junior High School State in the District Stone Shower of 0.518 with a t - count coefficient of 10,457, which is greater than the value of t table a(0.05) = 1.97 and a(0.01 ) = 2.59. This thing means the more often use social media so will the more take effect to use the student search engine Junior High School State in the District Stone Shower. (2). There is a direct effect of a useful search engine on morality student Junior High School Country in Sub-District Stone Shower of 0.162 with a t-count coefficient of 2.609, greater than the value of t table a(0.05) = 1.97 and a(0.01 ) = 2.59. This thing means the more often use search engines so will the more takes effect on the morals of students in Junior High School State in the District Stone Shower.
Peer Group Behavior in Islamic Perspective Daryanto Setiawan; Effiati Juliana Hasibuan
IJIP : Indonesian Journal of Islamic Psychology Vol 3, No 2 (2021): Indonesian Journal of Islamic Psychology
Publisher : IAIN Salatiga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18326/ijip.v3i2.223-244

Abstract

Abstract The purpose of the study is to explain: 1) What factors cause a person to join a peer group, 2) What are the behaviors of peer groups that are often carried out, 3) What are the solutions for dealing with peer groups in an Islamic perspective. This study uses a descriptive approach. The results showed that the factors of a person joining a peer group were the proximity factor, the comfort factor and the need factor. Peer group behavior that is often carried out is recklessness on the road, alcoholism, bullying, inter-group captivity, and drug addiction. In Islamic teachings, wrong peer group behavior can be overcome by teaching the Koran from an early age, loving pious people, providing good treatment, providing useful routines, and motivating them to choose good friends.AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan: 1) Faktor-faktor apa saja yang menyebabkan seseorang bergabung dengan peer group, 2) Apa saja perilaku peer group yang sering dilakukan, 3) solusi apa yang bisa dilakukan dalam menghadapi peer group dalam ajaran Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor seseorang bergabung dengan peer group adalah faktor kedekatan, faktor kenyamanan dan faktor kebutuhan. Perilaku peer group yang sering dilakukan adalah kecerobohan di jalan, alkoholisme, perundungan, penangkaran antar kelompok, dan kecanduan narkoba. Dalam ajaran Islam, perilaku peer group yang salah dapat diatasi dengan mengajarkan Al-Qur'an sejak dini, mencintai orang-orang shaleh, memberikan perlakuan yang baik, memberikan rutinitas yang bermanfaat, dan memotivasi mereka untuk memilih teman yang baik. Kata Kunci: prilaku remaja; kelompok sebaya; perspektif Islam