cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2018)" : 10 Documents clear
Peran Modal Sosial dalam Resiliensi Komunitas Menghadapi Erupsi Gunung Merapi Karimatunnisa, Aisyah; Pandjaitan, Nurmala K
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.001 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.333-346

Abstract

Impacts caused due to the disaster makes communities vulnerable. To achieve resilience community should adapt to the post-disaster environment. The purposes of this research are: (1) analyzing community vulnerability (2) analyzing shapes of community social capital (3) analyzing social capital role in community resilience in facing eruption. This research is using survey methods with 75 respondents that selected randomly with simple random sampling method. This research took place in Kalitengah Lor, Glagaharjo village, Cangkringan sub-district, Sleman regency,  D.I. Yogyakarta. The results of this research shown that community has a hig vulnerability when Merapi’s mountain got eruption. Community has a great social capital so it’s tighten the community relations.  Social capital has a contribution towards community resilience in facing volcano eruption.Keywords: community resilience, disaster, eruption, social capital, vulnerability----------------------------------- ABSTRAK Dampak yang ditimbulkan akibat bencana erupsi membuat komunitas mengalami kerentanan. Agar dapat resiliensi komunitas harus dapat beradaptasi pada lingkungan pasca bencana. Penelitian ini bertujuan: (1) menganalisis kerentanan komunitas (2) menganalisis bentuk-bentuk modal sosial komunitas (3) menganalisis peranan modal sosial dalam resiliensi komunitas menghadapi erupsi.  Metode penelitian menggunakan metode survey dengan 75 orang responden yang dipilih secara acak sederhana. Penelitian dilakukan di Dusun Kalitengah Lor, Desa Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan Kabupaten Sleman D.I. Yogyakarta. Hasil penelitian ini menunjukan komunitas mengalami kerentanan yang tinggi pada saat erupsi. Komunitas memiliki modal sosial yang baik sehingga mempererat hubungan komunitas. Modal sosial komunitas juga berperan dalam resiliensi komunitas dalam menghadapi erupsi gunung berapi. Kata kunci :bencana, kerentanan, erupsi, modal sosial, resiliensi komunitas
Analisis Gender dalam Rumah Tangga Nelayan di Pulau Kelapa Kepulauan Seribu DKI Jakarta Wafi, Addarquthni Faatihah; Sarwoprasodjo, Sarwititi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (274.87 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.403-414

Abstract

Gender issues have received much attention, in fact gender equality in fishing communities is still experiencing obstacles. The factors that play a role in positioning women as side actors in fishery activities and dominant actors in fisheries are men. This study aims to analyze the characteristics of fishermen households in Pulau Kelapa. In addition, this study aims to find out how the level of gender equality that exist in fishermen households in Pulau Kelapa. The results of this study indicate the majority of residents are at the age of the end of adult education level of women on average smp and men sd, the number of household dependent 4-5 people and income income is very low. In addition, gender inequalities occur because access control benefits and dominant resources are performed by men.Keywords: domestic fishermen, gender analysis, gender equality --------------------- ABSTRAKIsu gender telah banyak mendapat perhatian, kenyataannya kesetaraan gender dalam masyarakat nelayan masih mengalami hambatan. faktor yang berperan dalam memposisikan perempuan sebagai pelaku sampingan dalam kegiatan perikanan dan pelaku dominan dalam perikanan adalah laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik rumah tangga nelayan di Pulau Kelapa. Selain itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana tingkat kesetaraan gender yang ada di rumah tangga nelayan di Pulau Kelapa. Hasil dari penelitian ini menunjukkan mayoritas warga berada pada umur dewasa akhir tingkat pendidikan perempuan rata-rata smp dan laki-laki sd, Jumlah tanggungan rumah tangga 4-5 orang serta pendapatan pendapatan yang sangat rendah. Selain itu, terjadi ketimpangan gender Karena akses kontrol manfaat dan sumber daya dominan dilakukan oleh laki -laki.Kata kunci: analisis gender, kesetaraan gender, rumah tangga nelayan 
Analisis Respon Masyarakat terhadap Pengelolaan Dana Desa untuk Pembangunan Pedesaan Arifiani, Tisha Alya; Sjaf, Sofyan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (339.824 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.317-332

Abstract

ABSTRACTGovernment effort for increasing and leveling rural development done by village funds allocation as mandated by UU No. 6 Tahun 2014 about also by Goverment Regulation (PP) No. 60 Tahun 2014 about village funds that sourced from APBN. Referred to village funds purpose which is for increasing community welfare so for the management community should involve. The purpose from this research is analyzing how’s the community’s attitude and participation towards village funds management and to analyze how’s the level of inequality distribution of development results. The methods that being used in this research is quantitative methods supported with qualitative data and using analysis of multiple linear regression test. The results of this research shown if community’s attitude who joined village discussion tend positively and the participation level is high, while the community’s attitude who wasn’t join the village discussion tend negatively and the participation level is low. The community’s responses is affecting the transparency level and accountability of village funds management.Key words: community’s responses, village development, village funds-----------------------ABSTRAKUpaya pemerintah untuk meningkatkan dan memeratakan pembangunan desa dilakukan melalui pengalokasian dana desa sebagaimana amanat UU No.6 Tahun 2014 tentang Desa serta Peraturan Pemerintah (PP) No. 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN. Merujuk tujuan dari dana desa yaitu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat maka pengelolaannya harus melibatkan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana sikap dan partisipasi masyarakat terhadap pengelolaan dana desa serta untuk menganalisis bagaimana tingkat ketimpangan pendistribusian hasil pembangunan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung data kualitatif dengan menggunakan analisis uji regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sikap masyarakat yang mengikuti musyawarah desa cenderung positif dan tingkat partisipasinya tinggi, sedangkan masyarakat yang tidak mengikuti musyawarah cenderung memiliki sikap yang negatif dan tingkat partisipasi yang rendah. Respon masyarakat tersebut mempengaruhi tingkat transparansi dan akuntabilitas pengelolaan dana desa.Kata kunci: dana desa, pembangunan pedesaan, respon masyarakat
Strategi Nafkah dan Pemanfaatan Relasi-Relasi Sosial Rumahtangga Petani Kelapa Sawit Harahap, Tinur Fitri Ayu; Dharmawan, Arya Hadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.325 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.383-402

Abstract

This study aims to identify the structure and strategy of the household livelihoods, identify the utilization of livelihood capital that influences household livelihood strategies of oil palm farmers and identifies the utilization of social relationships of oil palm farmers households. There is a difference in the livelihood structure of households of oil palm self-reliant with plasma palm oil farmers. This research is done by quantitative method supported by qualitative data. The result of this research is explaining that the average of households livelihood structure of palm oil farmers is from non-farm sector, whereas in households of plasma oil palm farmers is dominated by on farm sector supported by non-farm sector. The utilization of subsistence capital by two types of oil palm farmers is also different. Both types of farmers have diverse social relationships in support of farm household income.Keywords: livelihood assets, livelihood strategies, oil palm farmer household, social relations----------------------- ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi struktur dan strategi nafkah rumah, mengidentifikasi pemanfaatan modal nafkah yang mempengaruhi strategi nafkah rumahtangga petani kelapa sawit serta mengidentifikasi pemanfaatan relasi-relasi sosial rumahtangga petani kelapa sawit. Terdapat perbedaan struktur nafkah rumahtangga petani kelapa sawit swadaya dengan petani kelapa sawit plasma. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian ini memaparkan bahwa secara rata-rata struktur nafkah rumahtangga petani kelapa sawit swadaya berasal dari sektor non farm, sedangkan pada rumahtangga petani kelapa sawit plasma didominasi oleh sektor on farm yang didukung oleh sektor non farm. Pemanfaatan modal nafkah oleh dua jenis petani kelapa sawit juga berbeda. Kedua jenis petani ini memiliki relasi sosial yang beragam dalam mendukung pendapatan rumahtangga petani.Kata Kunci: modal nafkah, petani kelapa sawit, relasi sosial, strategi nafkah
Hubungan Modal Sosial dengan Partisipasi Kelompok Tani dalam Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) Fadhlurrahman, Irfan; Saharuddin, Saharuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.038 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.347-362

Abstract

ABSTRACTCooperatives as one of the sectors of economic power that is considered the most suitable developed in Indonesia, because formed by members and aims for the welfare of its members. Pesantren as a grassroots Islamic educational institution also develops Koperasi Pondok Pesantren (Kopontren) by fostering farmer groups. The purpose of this study is to analyze the relationship of individual characteristics (age, education level, length of work, and income level), social capital, and participation of farmer group members in Kopontren Alif agribusiness activities. The result of the research shows that there is no significant correlation between individual characteristic with social capital and participation, except the age relation with participation, but the relation is negative. While social capital with participation has a significant and strong relationship. This is due to the high social capital with the participation of farmer group members in the activities of Kopontren Alif agribusiness.Keywords: farmer groups, individual characteristic, kopontren, social capital, participation. ABSTRAKKoperasi sebagai salah satu sektor kekuatan ekonomi yang dianggap paling cocok dikembangkan di Indonesia, karena dibentuk oleh anggota dan bertujuan untuk kesejahteraan anggotanya. Pesantren sebagai lembaga pendidikan Islam yang bersifat akar rumput turut mengembangkan koperasi pondok pesantren (Kopontren) dengan membina kelompok tani. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan karakteristik individu (usia, tingkat pendidikan, lama bekerja, dan tingkat pendapatan), modal sosial, dan partisipasi anggota kelompok tani binaan dalam kegiatan agribisnis Kopontren Alif. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik individu dengan modal sosial dan partisipasi, kecuali hubungan usia dengan partisipasi, namun hubungannya negatif. Sedangkan modal sosial dengan partisipasi memiliki hubungan yang signifikan dan kuat. Hal ini dikarenakan tingginya modal sosial dengan partisipasi anggota kelompok tani dalam kegiatan agribisnis Kopontren Alif.Kata kunci: karakteristik individu, kelompok tani, kopontren, modal sosial, partisipasi.
Analisis Gender dalam Rumah Tangga Peserta Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Ningrum, Ambarwati Dwi Astuti; Sumarti, Titik; Sulistiawati, Asri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.017 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.415-430

Abstract

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari is goverment policy program that concern about food security. In implementation needs gender analysist to see gender issues that experienced by KRPL program’s participants household. The aims of this research are discribe analyze the characteristic of the partisipants KRPL program, analyzing gender equality in KRPL program’s participants household, and analyzing the relationship of household characteristic of KRPL program participants to the gender equality. This research is using quantitavie data approach with sensus metode that supported with qualitative data using indepth interview. The respondents are 30 household of KRPL program’s participants. The result of this research show that there’s still gender inequality on KRPL program participants household.Keywords : access, control, equality, food security----------------------ABSTRAKProgram Kawasan Rumah Pangan Lestari merupakan salah satu program kebijakan pemerintah tentang ketahanan pangan. Dalam pelaksanaannya, diperlukan analisis gender untuk melihat isu-isu gender yang dialami rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), menganalisis tingkat kesetaraan gender dalam rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan menganalisis hubungan antara karakteristik rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan tingkat kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif dengan metode sensus yang didukung data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri dari 30 rumah tangga peserta program KRPL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat ketidaksetaraan gender pada rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).Kata Kunci : akses, ketahanan pangan, kontrol, tingkat kesetaraan
Gaya Kepemimpinan dan Intensitas Komunikasi GPPT dengan Efektivitas Kelompok di Sekolah Peternakan Rakyat Alfathan, Ibnu Harits; Saleh, Amiruddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.32 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.289-300

Abstract

Bogor Agricultural University established School of the Community Farming by carrying the motto SPR1111 which means 1000 productive cows, 100 bulls, 10 strategies, and one vision of realizing a sovereign breeder. There are group communication concepts applied in the SPR, one of which is the style of leadership. Leadership style can realize the level of group effectiveness towards the SPR members, because the leadership style is a major aspect to increase group effectiveness related also to the intensity of group communication. The high level of group effectiveness in the members affects the level of motivation of livestock in group members. The research aimed to analyze the leadership style, analyze the intensity of communication, and analyze the leadership style, and the intensity of group communication with effectiveness of SPR group of Muara enim Subdistrict. Sampling for selected SPR groups was based on a cluster random sampling of samples obtained from the results of the decision of the meeting with the chairman and the eight GPPT members and SPR managers, as this was to avoid subjectivity in determining the respondents, SPR  taken 10 percent as respondents. Present showed that there was a significant correlation between participative leadership style, directive, supportive, Achievement-Oriented with group effectiveness in SPR Muara Tigo Manunggal and communication intensity on frequency of communication with group effectiveness in achieving group objectives in SPR Muara Tigo Manunggal.Keywords : intensity of communication, group effectiveness, leadership group GPPT, SPR.----------------------ABSTRAK Institut Pertanian Bogor mendirikan Sekolah Peternakan Rakyat dengan mengusung motto SPR1111 yang berarti 1000 ekor betina produktif, 100 ekor pejantan, 10 strategi, dan satu visi yaitu mewujudkan peternak yang berdaulat. Terdapat konsep-konsep komunikasi kelompok yang diterapkan dalam SPR, salah satunya adalah gaya kepemimpin. Gaya kepemimpinan yang tepat dapat mewujudkan tingkat efektivitas kelompok terhadap anggota SPR tersebut, karena gaya kepemimpinan merupakan suatu aspek yang utama untuk meningkatkan efektivitas kelompok berhubungan juga dengan intensitas komunikasi kelompok. Tingkat efektivitas kelompok yang tinggi pada anggota mempengaruhi tingkatan motivasi berternak pada anggota kelompok. Penelitian bertujuan untuk menganalisis gaya kepemimpinan, menganalisis intensitas komunikasi, dan menganalisis gaya kepemimpinan, dan intensitas komunikasi kelompok dengan efektivitas kelompok SPR Kecamatan Muara enim. Pengambilan sampel untuk kelompok SPR terpilih adalah berdasarkan cluster random sampling dari sampel yang diperoleh dari data hasil keputusan rapat dengan ketua dan delapan anggota GPPT serta manajer SPR, karena hal ini untuk menghindari subyektifitas dalam menentukan responden, SPR tiap kecamatan dan diambil 10 persen yang ada sebagai responden. Hasil pada penelitian menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara gaya kepemimpinan direktif, partisipatif, suportif, Achievement-Oriented dengan efektivitas kelompok di SPR Muara Tigo Manunggal dan intensitas komunikasi pada frekuensi komunikasi dengan efektivitas kelompok pada tercapainya tujuan kelompok di SPR Muara Tigo Manunggal. Kata Kunci : intensitas komunikasi, keefektifan kelompok, kepemimpinan ketua GPPT, SPR
Pengaruh Penyuluhan Pertanian terhadap Tingkat Produktivitas Padi Sawah Hernalius, Lidwina Amanda; Sumardjo, Sumardjo; Hamzah, Hamzah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.103 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.279-288

Abstract

The increasing of paddy productivity less significantly happened. This caused by the farmers limited abilities. The purpose of this research is to analyze the paddy productivity level happened. This research is using census approach and supported by qualitative data that is in-depth interview. The respondents consist of 60 people, splitted into two categories, the active farmers and the non-active farmers in the agricultural extension by using census method within the two groups of farmers. The results of this research shows that there is a real and positive influence of agricultural extension towards paddy productivity level.Keywords: agricultural extension, empowerment, paddy productivity level.---------------------------------ABSTRAKPeningkatan produktivitas padi kurang terjadi secara signifikan. Hal ini disebabkan oleh kemampuan petani yang masih terbatas. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis tingkat produktivitas padi yang terjadi. Penelitian ini menggunakan pendekatan sensus dan didukung oleh data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri atas 60 orang yang dibagi dua kategori yaitu petani aktif dan non aktif dalam kegiatan penyuluhan pertanian melalui metode sensus pada dua kelompok tani. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang nyata dan positif Penyuluhan pertanian terhadap peningkatan produktivitas padi sawah.Kata kunci: pemberdayaan, penyuluhan pertanian, tingkat produktivitas padi
Hubungan Tingkat Partisipasi dengan Tingkat Keberhasilan Program Desa Mandiri Pangan Sari, Nadia Yunita; Sadono, Dwi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.579 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.301-316

Abstract

Desa Mandiri Pangan Program is a community empowerment program under the Food Security. An empowerment program requires community participation for the success of the program. This study aims to, analyze the level of participation in the Program Desa Mandiri Pangan, analyze the success rate Program Desa Mandiri Pangan, and analyze the relationship between level of participation with success rates of Program Desa Mandiri Pangan. The method used in this research is quantitative method with a questionnaire and supported by qualitative data depth interviews with informants and respondents using the guide questions. The number of respondents in this study were 30 respondents were selected using snowball technique. The study states that members of the Village Independent Food program enough to participate in running the Village Independent Food program, especially at the stage to enjoy the results, the factors which have a real connection is the status or position. Desa Mandiri Pangan Program quite successful, but there is a weak correlation between the level of participation by Demapan program's success.Keywords: community development program, success, participation---------------------------ABSTRAKProgram Desa Mandiri Pangan adalah program pemberdayaan masyarakat di bawah Ketahanan Pangan. Program pemberdayaan memerlukan partisipasi masyarakat untuk keberhasilan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat partisipasi dalam Program Desa Mandiri Pangan, menganalisis tingkat keberhasilan Program Desa Mandiri Pangan, dan menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi dengan tingkat keberhasilan Program Desa Mandiri Pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan kuesioner dan didukung oleh wawancara mendalam data kualitatif dengan informan dan responden menggunakan pertanyaan panduan. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 30 responden yang dipilih menggunakan teknik snowball. Hasil penelitian menyatakan bahwa anggota program Desa Mandiri Pangan cukup berpartisipasi dalam menjalankan program Desa Mandiri Makanan, terutama pada tahap untuk menikmati hasilnya, faktor-faktor yang memiliki hubungan nyata adalah status atau kedudukannya. Program Desa Mandiri Pangan cukup sukses, namun ada korelasi lemah antara tingkat partisipasi dengan keberhasilan program Demapan.Kata kunci: program pengembangan masyarakat, keberhasilan, partisipasi
Peranan Modal Sosial terhadap Kondisi Kerja dan Pendapatan Pekerja Migran Muda Sektor Informal Setiadiputra, Muhamad Haris Zamaludin; Wahyuni, Ekawati Sri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.711 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.363-382

Abstract

Agricultural sector are no longer being seen as choice of occupation by the rural youth. Perception and aspiration of parents and rural youth towards agricultural related job has pushed them away to migrate and find job in urban area. Informal job in general has always become the type of job which being dominated by rural youth since they can benefited from the social capital they possesed to gain access, capital, and neccesary skills to enter informal job. One of the aformentioned sector is angkot informal transportation service provider. Angkot working environtment are characterized by flexible working hour, low capital, and organized by informal norms and unregistered institution. The result indicate that social capital play an important role in determining driver’s working environtment which composed of working status, operational cost, and working duration. The findings also shown that driver’s working environtment detrimental towards their level of income.Keywords: Informal Sector, Social capital, Angkot paratransit---------------------ABSTRAKSektor pertanian sebagai sektor dengan penyerapan tenaga kerja yang tinggi di desa saat ini tidak lagi dipandang sebagai pilihan pekerjaan bagi pemuda pedesaan. Perubahan aspirasi orangtua dan persepsi pemuda pedesaan terhadap sektor pertanian mendorong mereka untuk melakukan migrasi dan mencari pekerjaan di daerah perkotaan. Sektor informal merupakan pekerjaan yang umumnya dimasuki oleh pemuda perdesaan karena dapat memanfaatkan modal sosial untuk memperoleh jaminan akses, modal, dan keterampilan untuk masuk ke dalam bidang pekerjaan tersebut. Salah satu bidang dalam sektor informal tersebut adalah bidang transportasi dalam kota dan antar kota yang dikenal sebagai “angkot”. Angkutan Kota “Angkot” memiliki flexibilitas jam kerja dan di organisir oleh asosiasi yang tidak terkena regulasi langsung dari pemerintah. Hasil penelitian menunjukan bahwa modal sosial berperan dalam menentukan kondisi kerja supir angkot yang terdiri dari status supir, biaya operasional, dan durasi bekerja. Pada peneltian ditemukan juga komponen variabel kondisi kerja berperan dalam menentukan tingkat pendapatan supir angkot.Kata kunci: sektor informal, modal sosial, angkutan kota

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2018 2018