Claim Missing Document
Check
Articles

KONTESTASI DISKURSUS KETAHANAN PANGAN DAN PEMBENTUKAN KUASA PENGETAHUAN PEREMPUAN PADA KELUARGA PETANI SAWAH DI SUMATERA SELATAN -, Yunindyawati; Sumarti, Titik; Adiwibowo, Soeryo; Vitayala S. Hubbeis, Aida; -, Hardinsyah
Jurnal Komunitas: Research and Learning in Sociology and Anthropology Vol 6, No 1 (2014): Lokalitas, Relasi Kuasa dan Transformasi Sosial
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v6i1.2952

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji diskursus ketahanan pangan antaraktor dan pembentukan kuasa pengetahuan perempuan pada keluarga petani sawah lebak di Kecamatan Pemulutan Selatan kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga  aktor utama dalam diskursus ketahanan pangan yakni pemerintah, komunitas dan pelaku usaha. Masing-masing aktor berupaya mempraktikkan diskursusnya pada keluarga petani. Pada saat mempraktikkan diskursus terjadi interaksi diskursus antaraktor yang bersifat sinergis. Namun diskursus yang paling dominan dipraktikkan oleh keluarga adalah diskursus komunitas, sementara diskursus pemerintah sebagai pelengkap dan diskursus pelaku usaha sebagai pendorong. Pembentukan kuasa pengetahuan perempuan oleh para aktor bersifat elastis dan terdapat perbedaan akses dalam pembentukan kuasa pengetahuan perempuan berdasarkan perbedaan kelas sosial. This study was to examine food security discourse between actors in the farmers family and the formation of the power of women’s knowledge. The method used was a qualitative method using constructivism paradigm. Research findings indicate that there were three main actors in the discourse of food security namely the government, community and business. Each attempt to practice their discourse on family farmers. It turns out that in practice this discourse, there were interaction between actors in synergy. But the most dominant discourse was discourse of community that practiced by the family while the government discourse as a supplement and entrepreneurs discourse as a spur. Formation of the power of women’s knowledge by actors were flexibles/elastics and there were differences acces of formation in power of women’s knowledge between women in different social classes
SEJARAH PERTANIAN SAWAH LEBAK, PERAN PEREMPUAN DAN PANGAN KELUARGA DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN Yunindyawati, Yunindyawati; Sumarti, Titik; Adiwibowo, Soeryo; Vitayala, Aida; Hardinsyah, Hardinsyah
Paramita: Historical Studies Journal Vol 24, No 2 (2014): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v24i2.3124

Abstract

Lowland agricultural fields have unique characteristics that only harvest once a year and planting process  begins when the water has began to recede. The type of local rice planted is Pegagan. Pegagan  has unique characteristics, such as high trees, paddy longer lifespan, pest resistant, and tougher rice grains. These plants favored local residents because the rice produced relatively hard so filling. Therefore, rice Pegagan be the ultimate local food for local people. When there is a green revolution policy to increase rice productivity, the type of rice Pegagan displaced and replaced by new IR 42 and Ciherang rice seedlings. Family food pattern shifted, including local livelihoods. This article presents an overview of the history of lowland rice farming, the role of women in agriculture and food family. Keywords: History of lowland agriculture, role of women, family FoodPertanian sawah lebak memiliki karakteristik unik dimana hanya panen sekali dalam setahun dan proses penanaman dimulai saat air mulai surut. Jenis padi yang ditanam merupakan padi lokal jenis pegagan dengan karakteristik batang pohon tinggi, umur padi lebih lama, tahan hama, dan bulir padi lebih keras. Tanaman ini disukai penduduk lokal karena beras yang dihasilkan relatif keras sehingga mengenyangkan. Oleh karena itu, padi Pegagan menjadi pangan lokal yang paling utama bagi masyarakat lokal.  Ketika ada kebijakan revolusi hijau untuk meningkatkan produktivitas padi, maka semakin hari jenis padi Pegagan tergusur digantikan oleh bibit padi baru IR 42, Ciherang dan lainnya. Pola pangan keluarga pun bergeser, termasuk mata pencaharian penduduk lokal. Artikel ini menyajikan gambaran tentang sejarah pertanian padi lebak, peran perempuan dalam pertanian lebak serta pangan keluarga.Kata kunci: sejarah pertanian lebak, peran perempuan, pangan keluarga  
Analisis Gender dalam Usaha Ternak dan Hubungannya dengan Pendapatan Rumahtangga Peternak Sapi Perah Nadhira, Valenikha Fitri; Sumarti, Titik
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (383.564 KB)

Abstract

KPPPA data in 2015 showed that the index of gender inequality in Indonesia is still relatively high compared to other ASEAN countries, about 0,5. In order to achieve development including the development of animal husbandry sector, the role of men and women and also gender equality should be understood by all stakeholders. However, it turns out the woman is not fully in control of the resources and benefits. The general purpose of this study is to analyze the level of gender equality in the dairy cattle business and to analyze the relationship between the level of gender equality in the dairy cattle business and income of dairy farmer’s household in Pangalengan. This research use simple random sampling technique, cross tabulation analysis and Rank Spearman statistical test. Research showed that there is still gender inequality at control over resources and benefits. Gender equality in household cattle business has a significant relationship with a household income of dairy farmers.Keywords: access, control, dairy cattle business----------------------ABSTRAKData KPPPA 2015 menunjukkan bahwa Indeks Ketimpangan Gender di Indonesia masih terbilang tinggi dibandingkan Negara ASEAN lainnya, yaitu 0,5. Pada hakekatnya dalam mewujudkan pembangunan, termasuk pembangunan peternakan harus memahami kesetaraan gender antara laki-laki dan perempuan. Pada kenyataanya, perempuan tersebut tidak sepenuhnya memegang kontrol atas sumber daya dan manfaat.  Tujuan umum dari penelitian ini adalah menganalisis kesetaraan gender dalam usaha ternak sapi perah dan menganalisis hubungan kesetaraan gender dalam usaha ternak dengan pendapatan rumah tangga peternak sapi perah. Penelitian menggunakan teknik simple random sampling, analisis tabulasi silang dan uji statistik Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masih ada ketidaksetaraan gender pada kontrol atas sumber daya dan manfaat. Kesetaraan gender  dalam rumah tangga usaha ternak memiliki hubungan yang signifikan dengan pendapatan rumah tangga peternak sapi perah.Kata Kunci : akses, kontrol, usaha ternak sapi perah
Analisis Efektivitas Program Pemberdayaan Anak Jalanan di Rumah Singgah Tabayun Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor Sari, Dian Permata; Sumarti, Titik
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (297.284 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.1.1.29-42

Abstract

This study aimed to analyze the relationship between the characteristics of the participants to effectiveness rate of street children empowerment and to analyze the correlation between the effectiveness of behavior change program with street children. This research was conducted in Cibinong, Bogor using a quantitative approach through survey method of 30 respondents from participants in Tabayun Shelter program. This research also supported by qualitative data with in-depth interviews, field observation, and document tracking. Quantitative data analysis was performed using Rank Spearman and Chi-Square correlation test. The results of this study indicate that the program participant characteristics such as age, type of job, working hours have relation with the level of program effectiveness. Test results showed that there are correlations between the levels of program effectiveness with program participants' behavior changes in the level of knowledge. This research also shows that program effectiveness in Shelter Tabayun still low.Keywords: effectiveness, characteristics, behavior changes---------------------ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik peserta dengan tingkat efektivitas program pemberdayaan anak jalanan dan menganalisis hubungan tingkat efektivitas program dengan perubahan perilaku anak jalanan. Penelitian ini dilakukan di Cibinong, Kabupaten Bogor dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survei terhadap 30 responden peserta program di Rumah Singgah Tabayun. Penelitian ini juga didukung dengan data kualitatif dengan metode wawancara mendalam, observasi lapang, dan penelusuran dokumen. Analisis data kuantitatif dilakukan menggunakan uji korelasi Rank Spearman dan Chi-Square. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa karakteristik peserta program seperti usia, jenis pekerjaan, dan jam kerja memiliki hubungan dengan tingkat efektivitas program. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat efektivitas program dengan perubahan perilaku peserta program di tingkat perubahan pengetahuan. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tingkat efektivitas program di Rumah Singgah Tabayun masih rendah.Kata Kunci: efektivitas, karakteristik, perubahan perilaku
Hubungan Tingkat Partisipasi Laki-Laki dengan Tingkat Keberdayaan Ekonomi Perempuan Taufiqurrahman, Fahmi; Sumarti, Titik; Falatehan, Sriwulan Ferindian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (329.726 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.1.29-42

Abstract

ABSTRACTWorld Bank Survey shows that 42,8% of formal SMEs are owned by women and 43% of formal SMEs in Indonesia also belong to women with a contribution of 9,1% to Indonesia’s GDP in 2013. Looking at the facts, the improvement of women’s economic empowerment becomes important in order to strengthen women’s bargaining position in the public sector. Although the program is aimed for women, in practice required the participation of men in supporting women’s economic empowerment in order to run balanced development. The purposes of this research are: (1) to identify factors affecting the level of men’s participation in supporting the economic activities of women, (2) to analyze the level of men’s participation, (3) to analyze the correlation between factors affecting the level of men’s participation with the level of men’s participation, (4) to analyze the economic empowerment level of women, (5) to analyze the correlation between the level of men’s participation with the economic empowerment level of women. The method used in this research is a survey method using a questionnaire to 35 respondents who are husbands of women Kharisma cooperative members who have business. The results from this research shows: (1) the factors that affecting men’s participation are type of work, the income level, the education level, and the age of marriage, (2) the level of men’s participation at medium level (tokenism), (3) there isn’t significant correlation between factors that affecting level of participation with the level of men’s participation, (4) the level of women’s economic empowerment at the high level and, (5) there is a significant correlation between the level of men’s participation with the level of women’s economic empowerment.Keywords : Gender, participation, women’s empowerment---------------------------- ABSTRAKSurvei yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukan sebanyak 42,8% UKM formal dimiliki oleh perempuan dan sebanyak 43% UKM formal di Indonesia juga milik perempuan dengan kontribusi sebesar 9,1% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2013. Melihat fakta tersebut, peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi penting demi memperkuat bargaining position perempuan di sektor publik. Meskipun ditujukan untuk perempuan, dalam pelaksanaannya dibutuhkan partisipasi laki-laki dalam mendukung keberdayaan ekonomi perempuan agar pembangunan berjalan seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki, (2) mengidentifikasi tingkat partisipasi laki-laki, (3) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi laki-laki dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) mengidentifikasi tingkat keberdayaan ekonomi perempuan, (5) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner kepada 35 responden yang merupakan suami dari perempuan anggota koperasi Kharisma yang memiliki usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki antara lain umur, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama perkawinan, (2) tingkat partisipasi laki-laki di Desa Sudajaya Girang termasuk ke dalam tingkat partisipasi sedang (tokenisme), (3) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) tingkat keberdayaan ekonomi perempuan anggota koperasi tergolong tinggi, dan (5) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan.Kata Kunci : Gender, partisipasi, pemberdayaan perempuan
Analisis Gender dalam Rumah Tangga Peserta Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) Ningrum, Ambarwati Dwi Astuti; Sumarti, Titik; Sulistiawati, Asri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 3 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (312.017 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.3.415-430

Abstract

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari is goverment policy program that concern about food security. In implementation needs gender analysist to see gender issues that experienced by KRPL program’s participants household. The aims of this research are discribe analyze the characteristic of the partisipants KRPL program, analyzing gender equality in KRPL program’s participants household, and analyzing the relationship of household characteristic of KRPL program participants to the gender equality. This research is using quantitavie data approach with sensus metode that supported with qualitative data using indepth interview. The respondents are 30 household of KRPL program’s participants. The result of this research show that there’s still gender inequality on KRPL program participants household.Keywords : access, control, equality, food security----------------------ABSTRAKProgram Kawasan Rumah Pangan Lestari merupakan salah satu program kebijakan pemerintah tentang ketahanan pangan. Dalam pelaksanaannya, diperlukan analisis gender untuk melihat isu-isu gender yang dialami rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan karakteristik rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL), menganalisis tingkat kesetaraan gender dalam rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dan menganalisis hubungan antara karakteristik rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dengan tingkat kesetaraan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan data kuantitatif dengan metode sensus yang didukung data kualitatif berupa wawancara mendalam. Responden terdiri dari 30 rumah tangga peserta program KRPL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masih terdapat ketidaksetaraan gender pada rumah tangga peserta program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL).Kata Kunci : akses, ketahanan pangan, kontrol, tingkat kesetaraan
KONTESTASI DISKURSUS KETAHANAN PANGAN DAN PEMBENTUKAN KUASA PENGETAHUAN PEREMPUAN PADA KELUARGA PETANI SAWAH DI SUMATERA SELATAN -, Yunindyawati; Sumarti, Titik; Adiwibowo, Soeryo; Vitayala S. Hubbeis, Aida; -, Hardinsyah
KOMUNITAS: International Journal of Indonesian Society and Culture Vol 6, No 1 (2014): Lokalitas, Relasi Kuasa dan Transformasi Sosial
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/komunitas.v6i1.2952

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji diskursus ketahanan pangan antaraktor dan pembentukan kuasa pengetahuan perempuan pada keluarga petani sawah lebak di Kecamatan Pemulutan Selatan kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan menggunakan paradigma konstruktivistik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat tiga  aktor utama dalam diskursus ketahanan pangan yakni pemerintah, komunitas dan pelaku usaha. Masing-masing aktor berupaya mempraktikkan diskursusnya pada keluarga petani. Pada saat mempraktikkan diskursus terjadi interaksi diskursus antaraktor yang bersifat sinergis. Namun diskursus yang paling dominan dipraktikkan oleh keluarga adalah diskursus komunitas, sementara diskursus pemerintah sebagai pelengkap dan diskursus pelaku usaha sebagai pendorong. Pembentukan kuasa pengetahuan perempuan oleh para aktor bersifat elastis dan terdapat perbedaan akses dalam pembentukan kuasa pengetahuan perempuan berdasarkan perbedaan kelas sosial. This study was to examine food security discourse between actors in the farmers family and the formation of the power of women’s knowledge. The method used was a qualitative method using constructivism paradigm. Research findings indicate that there were three main actors in the discourse of food security namely the government, community and business. Each attempt to practice their discourse on family farmers. It turns out that in practice this discourse, there were interaction between actors in synergy. But the most dominant discourse was discourse of community that practiced by the family while the government discourse as a supplement and entrepreneurs discourse as a spur. Formation of the power of women’s knowledge by actors were flexibles/elastics and there were differences acces of formation in power of women’s knowledge between women in different social classes
ANALISISIS PENENTU MASALAH KETIDAKAMANAN PANGAN JAJANAN ANAK SEKOLAH SERTA ALTERNATIF PROGRAM PENANGGULANGANNYA (Analysis of determinants of street food safety issues and formulate of its eradication program alternatives) Tanziha, Ikeu; Sumarti, Titik; Indiati, Laksmi; Riyani, Ety; Hastuti, Dwi
-
Publisher : Fakultas Matematika dan ilmu pengetahuan Alam. Universitas Pakuan.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.489 KB)

Abstract

The Objectivie of this study was to analyze the determinants of street food safety issues and formulate of its eradicatian program. The study used Survey methods and was conducted from April to August 2012 in Padang and Serang Districts.The The total number of 96 students from Padang District and 90 students from Serang District were selected purposively.The streed food issues data was taken  through focus grroup discussion of stakeholder (teachers, parents of students, vendors, and staff of the relevant agencies) and was analyzed using Interpretative Structure Modelling (ISM). The result showed that there are six determinats of street food safety issues namely: low level of street food vendor moral; a harmful additive still sold freely; coachingandsupervisiontostreet food vendorare stilllow; very low prices of harmful additives; The  government still allowed the production of a harmful additives;  additional ingredient dangerous; supervision on hawker food producers school children is still not a priority program
SEJARAH PERTANIAN SAWAH LEBAK, PERAN PEREMPUAN DAN PANGAN KELUARGA DI KABUPATEN OGAN ILIR SUMATERA SELATAN Yunindyawati, Yunindyawati; Sumarti, Titik; Adiwibowo, Soeryo; Vitayala, Aida; Hardinsyah, Hardinsyah
Paramita: Historical Studies Journal Vol 24, No 2 (2014): PARAMITA
Publisher : History Department, Semarang State University and Historian Society of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/paramita.v24i2.3124

Abstract

Lowland agricultural fields have unique characteristics that only harvest once a year and planting process  begins when the water has began to recede. The type of local rice planted is Pegagan. Pegagan  has unique characteristics, such as high trees, paddy longer lifespan, pest resistant, and tougher rice grains. These plants favored local residents because the rice produced relatively hard so filling. Therefore, rice Pegagan be the ultimate local food for local people. When there is a green revolution policy to increase rice productivity, the type of rice Pegagan displaced and replaced by new IR 42 and Ciherang rice seedlings. Family food pattern shifted, including local livelihoods. This article presents an overview of the history of lowland rice farming, the role of women in agriculture and food family. Keywords: History of lowland agriculture, role of women, family FoodPertanian sawah lebak memiliki karakteristik unik dimana hanya panen sekali dalam setahun dan proses penanaman dimulai saat air mulai surut. Jenis padi yang ditanam merupakan padi lokal jenis pegagan dengan karakteristik batang pohon tinggi, umur padi lebih lama, tahan hama, dan bulir padi lebih keras. Tanaman ini disukai penduduk lokal karena beras yang dihasilkan relatif keras sehingga mengenyangkan. Oleh karena itu, padi Pegagan menjadi pangan lokal yang paling utama bagi masyarakat lokal.  Ketika ada kebijakan revolusi hijau untuk meningkatkan produktivitas padi, maka semakin hari jenis padi Pegagan tergusur digantikan oleh bibit padi baru IR 42, Ciherang dan lainnya. Pola pangan keluarga pun bergeser, termasuk mata pencaharian penduduk lokal. Artikel ini menyajikan gambaran tentang sejarah pertanian padi lebak, peran perempuan dalam pertanian lebak serta pangan keluarga.Kata kunci: sejarah pertanian lebak, peran perempuan, pangan keluarga  
Hubungan Tingkat Partisipasi Laki-Laki dengan Tingkat Keberdayaan Ekonomi Perempuan Taufiqurrahman, Fahmi; Sumarti, Titik; Falatehan, Sriwulan Ferindian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol 2, No 4 (2018)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.124 KB) | DOI: 10.29244/jskpm.2.4.539-550

Abstract

World Bank Survey shows that 42,8% of formal SMEs are owned by women and 43% of formal SMEs in Indonesia also belong to women with a contribution of 9,1% to Indonesia?s GDP in 2013. Looking at the facts, the improvement of women?s economic empowerment becomes important in order to strengthen women?s bargaining position in the public sector. Although the program is aimed for women, in practice required the participation of men in supporting women?s economic empowerment in order to run balanced development. The purposes of this research are: (1) to identify factors affecting the level of men?s participation in supporting the economic activities of women, (2) to analyze the level of men?s participation, (3) to analyze the correlation between factors affecting the level of men?s participation with the level of men?s participation, (4) to analyze the economic empowerment level of women, (5) to analyze the correlation between the level of men?s participation with the economic empowerment level of women. The method used in this research is a survey method using a questionnaire to 35 respondents who are husbands of women Kharisma cooperative members who have a business. The results from this research shows: (1) the factors that affecting men?s participation are type of work, the income level, the education level, and the age of marriage, (2) the level of men?s participation at medium level (tokenism), (3) there isn?t significant correlation between factors that affecting level of participation with the level of men?s participation, (4) the level of women?s economic empowerment at the high level and, (5) there is a significant correlation between the level of men?s participation with the level of women?s economic empowerment.Keywords: Gender, participation, women?s empowerment ABSTRAK Survei yang dilakukan oleh Bank Dunia menunjukan sebanyak 42,8% UKM formal dimiliki oleh perempuan dan sebanyak 43% UKM formal di Indonesia juga milik perempuan dengan kontribusi sebesar 9,1% terhadap PDB Indonesia pada tahun 2013. Melihat fakta tersebut, peningkatan pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi penting demi memperkuat bargaining position perempuan di sektor publik. Meskipun ditujukan untuk perempuan, dalam pelaksanaannya dibutuhkan partisipasi laki-laki dalam mendukung keberdayaan ekonomi perempuan agar pembangunan berjalan seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki, (2) mengidentifikasi tingkat partisipasi laki-laki, (3) menganalisis hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi laki-laki dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) mengidentifikasi tingkat keberdayaan ekonomi perempuan, (5) menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan menggunakan kuesioner kepada 35 responden yang merupakan suami dari perempuan anggota koperasi Kharisma yang memiliki usaha. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat partisipasi laki-laki antara lain umur, jenis pekerjaan, tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan lama perkawinan, (2) tingkat partisipasi laki-laki di Desa Sudajaya Girang termasuk ke dalam tingkat partisipasi sedang (tokenisme), (3) terdapat hubungan yang tidak signifikan antara faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi dengan tingkat partisipasi laki-laki, (4) tingkat keberdayaan ekonomi perempuan anggota koperasi tergolong tinggi, dan (5) terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat partisipasi laki-laki dengan tingkat keberdayaan ekonomi perempuan.Kata Kunci : Gender, partisipasi, pemberdayaan perempuan
Co-Authors ., Rokhani A.A. Ketut Agung Cahyawan W Abdul Malik Adawiyah, Sa'diyah El Adistika, Exciyona Ahmad Alam Ahmad Taqi Rayhan Aida Vitayala Aida Vitayala Hubeis Aida Vitayala S. Hubbeis Aida Vitayala S. Hubeis Alfiasari Ambarwati Dwi Astuti Ningrum Anggoro Wakhid Subkhan Hamid Anggriani Syarif, Selvy Arif Satria Armelia Agustina Arya Hadi Dharmawan Asri Sulistiawati Borni Kurniawan, Kharis Fadlan D S Priyarsono Debbie Luciani Prastiwi Dedy Irawan Dhevi Pradipta, Novitha Syari Dian Permata Sari Dian Permata Sari Didin S. Damanhuri Djoko Susanto DWI HASTUTI Dwi Hastuti Edi Puspito Ekawati Sri Wahyuni Eko Wahyono Endriatmo Soetarto Ety Riyani Fahmi Taufiqurrahman Falatehan, Sriwulan Ferindian Feliatra Hamid, Anggoro Wakhid Subkhan Hana Indriana Hardinsyah Haryono Haryono Hilmawan, Arif Iin Sulis Setyowati Ikeu Tanziha Indiati, Laksmi Irni Rahmayani Johan Ivanovich Agusta Iwan Nurhadi Laksmi Indiati Lala M Kolopaking Mahmudi Siwi, Mahmudi Maihasni M Maksum, Mohammad Maliati, Nulwita Melly Amalia Muhammad Obie Muhartono, Rizky Mukhtar Mukhtar Mutmainna . Ningrum, Ambarwati Dwi Astuti Novitha Syari Dhevi Pradipta Nurismawan, Fajar Imani Nurmala Katrina Pandjaitan Okka, Oktavianus Pudji Muljono Rahmawati . Retna Mutiar, Indria Rilus Kinseng Rina Mardiana Riyani, Ety Rokhani Rokhani Ryandi Simanjuntak S Damanhuri, Didin S.M.P. Tjondronegoro Saharuddin Simanjuntak, Asnika Putri Sinta Oktavi Siti Masithoh Siti Nurul Qoriah Soeryo Adiwibowo Sofyan Sjaf Sonny Koeshendrajana Suhaeri Mukti Sumardjo Taufiqurrahman, Fahmi Taufiqurrahman, Fahmi TRI PRANADJI Valenikha Fitri Nadhira Valenikha Fitri Nadhira, Valenikha Fitri Wati, Elva Wulandari w Youwikijaya, Siti Erwina Yunindyawati Yunindyawati Zahri Nasution