cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 1 (2020)" : 10 Documents clear
Hubungan antara Dinamika Kelompok dengan Keberlanjutan Kelembagaan Rafa Aprillia; Zessy Ardinal Barlan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.99-112

Abstract

Institutional agriculture in the village is one of the efforts to develop rural communities. One of the agricultural institutions that play a role is the Farmer Women Group. The purpose of this study is to look at the relationship between group dynamics and institutional sustainability. This research uses quantitative methods approach is carried out by survey using questionnaire instruments while qualitative data is obtained through in-depth interview and observation guidelines. The results of this research show that KWT Pelangi is superior to two elements compared to KWT Sekar Melati includes group structure and group atmosphere, while KWT Sekar Melati is just one element include group cohesiveness and the six other elements both of KWT Sekar Melati and KWT Pelangi are of moderate value. The three elements of institutional sustainability include the sustainability of production, the sustainability of partnership, economic sustainability both of KWT Sekar Melati dan KWT Pelangi are of moderate value. The relationship between group dynamics and institutional sustainability KWT Pelangi has two elements namely the sustainability of partnership and economic sustainability. However, there is one element in KWT Sekar Melati namely economic sustainability.Keywords: Group Dynamics, Farmer Women Group, Institutional Sustainability ABSTRAKKelembagaan pertanian di desa menjadi salah satu upaya pembangunan masyarakat perdesaan. Salah satu kelembagaan pertanian yang berperan adalah Kelompok Wanita Tani. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat hubungan antara dinamika kelompok dengan keberlanjutan kelembagaan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dilakukan dengan survei dengan menggunakan kuesioner sedangkan data kualitatif didapatkan melalui panduan wawancara mendalam dan observasi. Hasil penelitian ini menunjukkan KWT Pelangi lebih unggul dua unsur dinamika kelompok yakni struktur kelompok dan suasana kelompok, sedangkan KWT Sekar Melati hanya satu unsur yakni kekompakan kelompok, enam unsur lainnya baik KWT Sekar Melati maupun KWT Pelangi sama-sama bernilai sedang. Ketiga unsur keberlanjutan kelembagaan meliputi keberlanjutan produksi, keberlanjutan kemitraan, dan keberlanjutan ekonomi baik KWT Sekar Melati maupun KWT Pelangi sama-sama bernilai sedang. Adapun hubungan antara dinamika kelompok dengan keberlanjutan kelembagaan pada KWT Pelangi terdapat dua unsur yakni keberlanjutan kemitraan dan keberlanjutan ekonomi. Namun, pada KWT Sekar Melati hanya terdapat satu unsur yakni keberlanjutan ekonomiKata Kunci: Dinamika Kelompok, Kelompok Wanita Tani, Keberlanjutan Kelembagaan 
Dinamika Awig-Awig dan Pengaruhnya terhadap Keberlanjutan Tanah Adat Putu Riana Pertiwi; Rina Mardiana
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.125-136

Abstract

Awig-awig is a customary law that governs the life of the community in Pakraman. Environmental management and land resources in a pakraman are also regulated in the Awig-awig. Awig-awig is dynamic, which means moving and making adjustments to the conditions of society. Awig-awig dynamics that occur in pakraman are related to the sustainability of customary land in pakraman because the management of customary lands is regulated in awig-awig. This study aims to identify the local knowledge and practice of traditional customary land management, awig-awig dynamics, the sustainability of customary land from ecological, social, cultural, religious, and economic aspects and identify the influence of awig-awig dynamics on the sustainability of customary land. The research method used was survey research using questionnaire instruments to get quantitative data and in-depth interviews to get the qualitataive data. The results showed that there were awig-awig dynamics in the Traditional Village of Tenganan Pegringsingan and there was an influence of awig-awig dynamics on the sustainability of customary land.Key words: awig-awig dynamics, customary land, sustainabilityABSTRAKAwig-awig merupakan hukum adat yang mengatur tata kehidupan masyarakat di desa pakraman. Pengelolaan lingkungan dan sumberdaya tanah di suatu desa pakraman juga diatur dalam ketentuan awig-awig. Awig-awig yang terdapat di masyarakat bersifat dinamis yang artinya bergerak dan melakukan penyesuaian terhadap kondisi masyarakat. Dinamika awig-awig yang terjadi dalam desa pakraman memiliki keterkaitan terhadap keberlanjutan tanah adat di desa pakraman karena pengelolaan tanah adat diatur dalam awig-awig. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengetahuan dan praktik pengelolaan tanah adat, dinamika awig-awig, keberlanjutan tanah adat dari aspek ekologi, sosial, budaya, sistem religi, dan ekonomi serta mengidentifikasi pengaruh dinamika awig-awig terhadap keberlanjutan tanah adat. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei dengan menggunakan instrumen kuesioner untuk memperoleh data kuantitatif dan metode wawancara mendalam untuk memperoleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi dinamika awig-awig di Desa Adat Tenganan Pegringsingan dan terdapat pengaruh dinamika awig-awig terhadap keberlanjutan tanah adat.Kata Kunci: dinamika awig-awig, keberlanjutan, tanah adat
Peran Lembaga Adat dalam Pelestarian Budaya Masyarakat Adat Kampung Naga, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu, Tasikmalaya Tya Sonia; Sarwititi Sarwoprasodjo
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.113-124

Abstract

Preserving culture is an important aspect of the lives of indigenous people because indigenous people are synonymous with lifestyles that are still guided by local customs. The process of cultural preservation of indigenous peoples is inseparable from the important role of traditional institutions. The role of customary institutions has the potential to determine the behaviour of indigenous peoples in carrying out their traditional traditions or not. The purpose of this study was to analyze the influence of the role of traditional institutions on cultural preservation by using individual characteristics, namely the age of the respondent as a control variable. This study used a survey method with 60 respondents from Kampung Naga community. Qualitative data was obtained through in-depth interviews with indigenous elders, tour guides, and RT heads of Kampung Naga. Analysis of research data using Mann-Whitney tests. The results showed that with individual characteristics, namely the age of the respondent as a control variable, customary institutions had a significant effect on the cultural preservation of the Kampung Naga indigenous people in terms of behaviour patterns, behaviour patterns, and material patterns. Keywords: cultural preservation, cultural form, customary institutions, indigenous people, communication function  ABSTRAKMelestarikan budaya menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat adat karena masyarakat adat identik dengan gaya hidup yang masih berpedoman pada adat istiadat setempat. Proses pelestarian budaya pada masyarakat adat tidak terlepas dari peran penting lembaga adat. Peran lembaga adat tersebut berpotensi untuk menentukan perilaku masyarakat adat dalam melakukan tradisi adatnya atau tidak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh peran lembaga adat terhadap pelestarian budaya dengan menggunakan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan responden sebanyak 60 orang masyarakat Kampung Naga. Data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam kepada sesepuh adat, pemandu wisata, dan ketua RT Kampung Naga. Analisis data penelitian menggunakan uji Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan karakteristik individu yaitu usia responden sebagai variabel kontrol, lembaga adat berpengaruh signifikan terhadap pelestarian budaya masyarakat adat Kampung Naga yang ditinjau dari segi pola bersikap, pola kelakuan, dan pola kebendaan. Kata kunci: lembaga adat, masyarakat adat, pelestarian budaya, wujud budaya, fungsi komunikasi
Hubungan Tingkat Partisipasi Anggota Sekolah Peternakan Rakyat Muara Tigo Manunggal dengan Tingkat Pendapatan Kiagus Abdul Rofi; Amiruddin Saleh
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.15-24

Abstract

Animal husbandry in Indonesia is one way to meet food needs in Indonesia. The people's farm school program has now become a national program known as the people's livestock center. . One of the results of cattle raising is to increase family income. The research aims to produce an analysis of the level of participation of members in activities, analysis of the level of income of members, and analyze the relationship of the level of participation with the level of income of SPR members Muara Tigo Manunggal. The study uses survey methods with quantitative data in the form of questionnaires which are supported by qualitative data in-depth interviews with DPPT members. The number of respondents in the study was 34 people by taking 20 percent of the population. The results showed the level of member participation in SPR activities was still relatively low, the level of farmers' income was moderate, and there was a relationship between the level of participation and income level. Keywords: animal husbandry, food needs, income levels, participation, sekolah peternakan rakyat ABSTRAK Peternakan di Indonesia merupakan salah satu cara untuk pemenuhan kebutuhan pangan di Indonesia. Program sekolah peternakan rakyat sekarang telah menjadi program nasional yang dikenal dengan sentra peternakan rakyat. . Hasil dari ternak sapi salah satunya adalah untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Penelitian bertujuan untuk menghasilkan analisis tingkat partisipasi anggota dalam kegiatan, analisis tingkat pendapatan anggota, serta menganalisis hubungan tingkat partisipasi dengan tingkat pendapatan anggota SPR Muara Tigo Manunggal. Penelitian menggunakan metode survei dengan data kuantitatif berupa kuesioner yang didukung oleh data kualitatif wawancara mendalam dengan anggota DPPT. Jumlah responden dalam penelitian adalah 34 orang dengan cara mengambil 20 persen dari populasi. Hasil penelitian menunjukkan tingkat partisipasi anggota dalam kegiatan SPR masih tergolong rendah, tingkat pendapatan peternak tergolong sedang, dan terdapat hubungan antara tingkat partisipasi dengan tingkat pendapatan.Kata Kunci: kebutuhan pangan, partisipasi, peternakan, sekolah peternakan rakyat, tingkat pendapatan
Strategi Adaptasi Rumah Tangga Petani dan Non Petani Terdampak Banjir Rob Muhammad Fathan Raditasani; Ekawati Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.25-36

Abstract

The impact of climate change increasingly felt in every country including Indonesia. One of the forms of climate change that happened in Indonesia is a tidal flood in the coastal areas, so the households should have to adapt to the tidal flood. The purpose of this study is to explain how coastal households survive the tidal flood. The research data collected by a survey to farmer’s and non-farmer’s household in Timbulsloko Village, Sayung Regency, Demak District, Central Java. Farmer’s and non-farmer’s household adapt in physical strategies like rising the house floor and economic strategies like getting additional income from non-agricultural works. Non-agricultural works have become the primary choice of work by the head and other members of a household because the only agricultural works left in the village is becoming fisherman as almost all the agriculture land and fishpond submerged by tidal flood.Keywords: adaptation strategies, farmer’s and non farmer’s household, tidal flood ABSTRAK Dampak perubahan iklim semakin terasa di setiap negara di dunia, termasuk Indonesia. Salah satu bentuk perubahan iklim di Indonesia adalah banjir rob yang terjadi di pesisir Indonesia, sehingga penduduk yang terdampak harus melakukan adaptasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan upaya masyarakat pesisir dalam mengatasi banjir rob. Data penelitian dikumpulkan dengan survey pada rumah tangga petani dan non petani di Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Hasil dari penelitian ini adalah tidak ada perbedaan strategi adaptasi yang dilakukan oleh rumah tangga petani dan non petani. Rumah tangga petani dan non petani beradaptasi dengan banjir rob dengan melakukan strategi fisik seperti mengurug lantai rumah dan strategi ekonomi dengan menambah pendapatan dari pekerjaan di bidang non pertanian. Pekerjaan non pertanian menjadi pilihan bagi kepala rumah tangga dan anggota keluarga lain karena pekerjaan pertanian yang tersisa hanya menjadi nelayan setelah tanah pertanian dan tambak terendam banjir rob.Kata Kunci: banjir rob, rumah tangga petani dan non petani, strategi adaptasi
Manfaat Badan Usaha Milik Desa dan Kesejahteraan Masyarakat Lapisan Bawah Kholilah Dzati Izzah; Lala M Kolopaking
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.37-54

Abstract

The shifting of paradigmn village development pushed the government to establish the village economy through the Village-owned Enterprise (BUMDes). BUMDes has two main functions, namely as an economic institution and social institution.  The existence of BUMDes in Ponggok Village is expected to increase the community’s welfare and to reduce poverty by utilizing local resources in the village. Objectives of this research are 1) to identify household’s welfare level of Ponggok Village; 2) to identify benefits of BUMDes Tirta Mandiri, and 3) to analyze the correlation between benefits of BUMDes to household’s welfare level. This research used a quantitative approach supported with qualitative data. The result indicated a significant correlation between  benefits of BUMDes Tirta Mandiri to household’s welfare level.Keywords: BUMDes, economy, social, welfare, household ABSTRAK Pergeseran paradigma mengenai desa menjadi semangat pemerintah dalam menumbuhkan kembali perekonomian desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan usaha milik desa memiliki dua peran utama, yaitu sebagai institusi ekonomi sekaligus intitusi sosial. Kehadiran BUMDes Tirta Mandiri di Desa Ponggok diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi kemiskinan melalui pemanfaatan sumber daya lokal.  Tujuan dari penelitian ini adalah 1) mengidentifikasi tingkat kesejahteraan rumah tangga masyarakat Desa Ponggok berdasarkan mata pencaharian utama kepala keluarga; 2) mengidentifikasi bentuk-bentuk manfaat ekonomi dan sosial dari BUMDes Tirta Mandiri; dan 3) menganalisis hubungan tingkat manfaat ekonomi dan sosial BUMDes Tirta Mandiri dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga. Penelitian ini dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara manfaat BUMDes Tirta Mandiri dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga masyarakat Desa Ponggok. Kata Kunci : BUMDes, ekonomi, sosial, kesejahteraan, rumah tangga
Hubungan Partisipasi Petani dengan Keberlanjutan Sistem Pertanian Terpadu Mina Padi Esti Ittaqillah; Dwi Sadono; Endang Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.55-72

Abstract

The government is currently developing an integrated agricultural system for mina padi in order to optimize agricultural land that can increase the productivity of agricultural land, improve the welfare of farmers and support food security. Farmers participation in implementing the mina padi system is expected to support sustainable agriculture in the ecological, economic, social, technology-infrastructure and institutional dimensions. This study aims to analyze the relationship between the level of farmer participation and the sustainability of the integrated mina padi farming system. Data were collected using a questionnaire instrument and analyzed using the Rank Spearman correlation test. The results of the study involving 42 respondents showed that farmers were considered to be quite participatory and the rice mina system was quite sustainable. Farmer characteristic that significantly related to the level of participation is the level of cosmopolitan. The external factors that significantly related to the level of participation, are the role of instructors, market access, and information availability. The level of participation, in general, is significantly related to all dimensions the level of sustainability, including ecological, economic, social, infrastructure-technology, and institutional dimensions.Keywords: sustainability, mina padi, participation, integrated farming. ABSTRAKPemerintah saat ini sedang mengembangkan sistem pertanian terpadu mina padi dalam rangka mengoptimalisasi lahan pertanian yang dapat meningkatkan produktivitas lahan pertanian, menyejahterakan petani dan mendukung ketahanan pangan. Partisipasi petani dalam menerapkan sistem mina padi diharapkan dapat mendukung pertanian berkelanjutan pada dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi-infrastruktur dan kelembagaan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi petani dengan keberlanjutan sistem pertanian terpadu mina padi. Data dikumpulkan menggunakan instrumen kuesioner dan dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian yang melibatkan 42 responden menunjukkan bahwa petani tergolong cukup partisipatif dan sistem mina padi yang cukup berkelanjutan. Karakteristik petani yang berhubungan nyata dengan tingkat partisipasi yaitu tingkat kekosmopolitan. Faktor eksternal yang berhubungan nyata dengan tingkat partisipasi yaitu, peran penyuluh, tingkat akses pasar, dan ketersediaan informasi. Tingkat partisipasi secara umum berhubungan nyata dengan semua dimensi tingkat keberlanjutan, yaitu dimensi ekologi, ekonomi, sosial, teknologi-infrastruktur dan kelembagaan.Kata kunci: keberlanjutan, mina padi, partisipasi, pertanian terpadu.
Hubungan Tingkat Keterdedahan dengan Tingkat Kepuasan Pendengar Radio Komunitas Remaja FM di Kecamatan Sliyeg Kabupaten Indramayu Reisha Widia Anggiany; Hadiyanto Hadiyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.73-86

Abstract

This research is motivated by the importance of the role of community radio which is considered quite strategic, inexpensive and simple in providing agricultural information to residents, especially in rural areas. The purpose of this study was to analyze the characteristics of listeners and their relationship with the level of the listenership of the Community Radio Youth, to analyze the relationship between the broadcasts of community radio broadcasts and the level of satisfaction of the Youth Community Radio listeners. The study used a survey research method of 50 listeners to the FM Youth community radio using accidental sampling techniques, using the Chi-Square statistical test and Spearman Rank. The results of the study showed that the characteristics of respondents who had a negative and significant relationship were age with disability level, namely the frequency of listening, while the frequency and duration of listening to the level of listener satisfaction had a relationship but were not too significant.Keywords: community radio, level of involvement, level of satisfactionABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi pentingnya peranan radio komunitas yang dinilai cukup strategis, murah dan sederhana dalam memberikan informasi pertanian untuk penduduk khususnya di pedesaan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis karakteristik pendengar dan hubungannya dengan tingkat keterdedahan pendengar Radio Komunitas Remaja FM,  menganalisis hubungan keterdedahan siaran radio komunitas dengan tingkat kepuasan pendengar Radio Komunitas Remaja FM. Penelitian menggunakan metode penelitian survei kepada 50 orang pendengar radio komunitas Remaja FM dengan menggunakan teknik accidental sampling, menggunakan uji statistik Chi Square dan Rank Spearman. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakteristik responden yang memiliki hubungan yang negatif dan signifikan adalah umur dengan tingkat keterdedahan yaitu frekuensi mendengarkan, sedangkan frekuensi dan durasi mendengarkan dengan tingkat kepuasan pendengar memiliki hubungan tetapi tidak signifikan.Kata kunci: radio komunitas, tingkat keterdedahan, tingkat kepuasan.
Analisis Efektivitas Kelompok dalam Sekolah Peternakan Rakyat Muhammad Rezky Fadillah; Sutisna Riyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.87-98

Abstract

The effectiveness of the groups in the Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), which was established by IPB, was an interesting spotlight in this study. The group communication concepts applied in the SPR, one of which is the task function factor. The study aims to analyze group characterization factors and task function factors of farmers in Muara Enim District SPR. In addition to the effectiveness of the SPR group in Muara Enim District group characteristics, and task function factors with group effectiveness in Muara Enim District SPR. Sampling for the SPR group is based on a simple random sample by taking 10 percent of the population as respondents. The results of this study indicate that group effectiveness consists of group productivity and satisfaction of members in the SPR Muara Tigo Manunggal, District of Muara Enim. The existence of a positive relationship between communication with the aim of the existence of Muara Tigo SPR so that the achievement of group goals based on the characteristics of the group and the functions of their respective duties.Keywords: group characteristics factors, group effectiveness, SPR, task function factorABSTRAKEfektivitas kelompok dalam Sekolah Peternak Rakyat yang didirikan IPB menjadi sorotan menarik dalam penelitian ini. Konsep-konsep komunikasi kelompok yang diterapkan dalam SPR, salah satunya adalah faktor fungsi tugas. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor ciri kelompok dan faktor fungsi tugas anggota peternak di SPR Kecamatan Muara Enim. Selain efektivitas kelompok SPR di Kecamatan Muara Enim, ditinjau pula hubungan faktor ciri kelompok, dan faktor fungsi tugas dengan efektivitas kelompok di SPR Kecamatan Muara Enim. Pengambilan sampel untuk kelompok SPR berdasarkan sampel acak sederhana dengan mengambil 10 persen dari populasi sebagai responden.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Efektivitas kelompok yang terdiri dari produktivitas kelompok dan kepuasan anggota di SPR Muara Tigo Manunggal, Kecamatan Muara Enim sangat baik. Adanya Hubungan positif antara komunikasi dengan tujuan dari adanya SPR Muara Tigo sehingga tercapainya tujuan kelompok berdasarkan cirri kelompok dan fungsi tugasnya masing-masing.Kata kunci: faktor ciri kelompok, faktor fungsi tugas, keefektifan kelompok, SPR
Sosiohistoris Industri Pertambangan di Pulau Sebuku Lukman Hakim
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.1-14

Abstract

This research was conducted in the village of Sarakaman, District of Sebuku Island, Kotabaru, South Kalimantan. There are two mining industry corporations in Sebuku Island. They are PT Bahari Cakrawala Sebuku (PT BCS) and PT Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO). PT BCS was established since 1997 and PT SILO was established in 2004. In 2010 PT BCS and PT SILO expand the exploitation area in Sarakaman. Sarakaman community was the subject of this research. The purpose of this research was: (1) To analyze the process of mining industrialization in Sebuku Island and (2) To analyze the dynamics of the community poverty as the impact of mining industrialization in Sebuku Island. The data were collected through participant observation, in-depth interviews, focus group discussions, the study of literature/documents and participation in community activities. This research concluded: (1) permits of mining industry corporations given by local government without local communities agreement, (2) compensation of land acquisition and residential communities conducted by mining industry corporations was fairly large, but not comparable to the community socio-economic sustainability, (3) Labor recruitment system of mining industry tend to limit communities occasion to absorbed, such as education terms at the senior high school, range of age were 15-25 years old and the term of ‘putra daerah’ was been urban biased.Key words: mining industrialization, permits of mining industry, compensation, labor recruitment systemABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Desa Sarakaman, Kecamatan Pulau Sebuku, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Di lokasi tersebut terdapat dua perusahaan tambang. Kedua perusahaan tambang tersebut adalah PT Bahari Cakrawala Sebuku (PT BCS) dan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO). PT BCS berdiri sejak tahun 1997 dan PT SILO berdiri pada tahun 2004. Pada tahun 2010 PT BCS dan PT SILO memperluas areal eksploitasinya di Desa Sarakaman. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Desa Sarakaman. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis proses pertambanganisasi di Pulau Sebuku. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi berpartisipasi, wawancara mendalam, diskusi kelompok, studi literature/ dokumen dan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) perizinan industri pertambangan dikeluarkan oleh pemerintah daerah tanpa melalui aksi komunikatif kepada masyarakat, (2) kompensasi dalam pembebasan lahan dan tempat tinggal masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan terbilang besar, namun tidak sebanding dengan keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat, (3) perekrutan tenaga kerja yang dijalankan perusahaan pertambangan justru mempersempit peluang masyarakat lokal untuk terserap, seperti syarat tingkat pendidikan setingkat SMA, kisaran usia 15-25 tahun dan istilah putra daerah yang bias kota.Katakunci: industrialisasi, perizinan pertambangan, kompensasi, perekrutan tenaga kerja

Page 1 of 1 | Total Record : 10


Filter by Year

2020 2020