cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2021): JSKPM" : 7 Documents clear
RESPONS MASYARAKAT DESA HUTAN PASCA PENETAPAN PERHUTANAN SOSIAL Musfingatun Sa’diyah; Endriatmo Soetarto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 2 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v5i2.810

Abstract

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mengeluarkan peraturan baru mengenai Program Perhutanan Sosial di wilayah kerja Perhutani yang bertujuan untuk mengurangi ketimpangan lahan dan mewujudkan pemerataan ekonomi. Respons positif masyarakat diperlukan agar program terlaksana dan tujuan tercapai. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis transformasi tata kuasa hutan Gunung Haruman, tingkat kapasitas individu petani hutan pra Perhutanan Sosial, dan respons masyarakat desa hutan terhadap Perhutanan Sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung data kualitatif yang dianalisis dengan uji regresi linier sederhana. Sampel yang dipilih sejumlah 40 orang dengan menggunakan teknik sampel acak sederhana. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas individu petani hutan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap respons yang diberikannya pada Program Perhutanan Sosial dengan kontribusi sebesar 12.8% dan nilai signifikasi sebesar 0.024 (p<0.05). Respons yang diberikan oleh masyarakat berupa respons positif untuk menyertakan dirinya dalam pelaksanaan Program Perhutanan Sosial. Kata kunci: Kapasitas MDH, Perhutanan sosial, Respons MDH
Penggunaan dan Pemanfaatan Internet untuk Pertanian dan Peranannya terhadap Tingkat Pendapatan Petani: (Kasus: Gapoktan Bina Tani Wargi Panggupay Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang Kabupaten Bandung Barat) Ibadh Dwi Satyo Handika; Asri Sulistiawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 2 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v5i2.811

Abstract

Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) memiliki beberapa keuntungan, terutama dalam dunia pertanian. Kemudahan akses informasi pertanian secara online serta ditunjang sistem promosi penjualan melalui internet mampu meningkatkan keterdedahan informasi bagi petani serta meningkatkan pendapatan yang diterima oleh petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik responden dan penggunaan media internet, dan pemanfaatan internet dengan tingkat pendapatan anggota gapoktan Bina Tani Wargi Panggupay. Penelitian menggunakan 40 responden yang merupakan anggota gapoktan Bina Tani Wargi Panggupay. Analisis data menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterstik anggota berhubungan dengan penggunaan dan pemanfaatan internet, pada peubah umur, tingkat pendidikan, lama berusahatani dan tingkat jumlah kepemilikan media. Namun untuk peubah umur dan lama berusahatani berlawanan arah. Pada peubah penggunaan media internet memiliki hubungan yang sangat nyata dengan pemanfaatan internet. Namun untuk peubah penggunaan dan pemanfaatan internet tidak memiliki hubungan yang nyata dengan tingkat pendapatan. Hanya peubah ragam layanan sarana promosi memiliki hubungan yang nyata dengan tingkat pendapatan. Kata kunci: Karakteristik anggota, Penggunaan media internet, Pemanfaatan internet, Tingkat pendapatan
ANALISIS KEDAULATAN PANGAN PADA KOMUNITAS ADAT CIREUNDEU Roni Fajar Santoso; Sriwulan Ferindian Falatehan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 2 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v5i2.812

Abstract

Kedaulatan pangan merupakan hak setiap orang, masyarakat, dan negara untuk mengakses dan menguasai sumber daya produktif dan menguasai sistem pangannya sendiri sesuai dengan kondisi ekologi, sosial, ekonomi dan budaya masing-masing. Dalam studi ini, kedaulatan pangan dalam rumah tangga dilihat dari kewenangannya dalam menentukan sistem pertanian dan praktik pemenuhan dalam berproduksi; penyimpanan dan distribusi produk; pilihan konsumsi makanan; dan pengelolaan pengetahuan dan pematenan benih. Asumsi yang mendasari kedaulatan pangan adalah individu memiliki rasa kebersamaan yang kuat sehingga ingin terlibat dalam kelembagaan pangan di komunitasnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kedaulatan pangan dalam rumah tangga Masyarakat Adat Cireundeu dan menganalisis hubungan antara rasa tingkat masyarakat dan tingkat kedaulatan pangan dengan menguji validitas konstruk. Kegiatan penelitian dilaksanakan pada bulan Juli hingga Oktober 2018 dengan menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kedaulatan pangan pada Masyarakat Adat Cireundeu berada pada kategori Sedang dengan kewenangan yang dimiliki pada kategori Tokenisme dan praktik pemenuhan unsur kedaulatan pangan pada kategori Sedang. Hasil validitas identifikasi konstruk menggunakan uji korelasi Rank-Spearman menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara rasa kebersamaan dengan kedaulatan pangan yang ditunjukkan dengan nilai α> 0,05 dengan koefisien korelasi 0,115. Hal ini menunjukkan bahwa rasa kebersamaan bukanlah pemicu utama dalam membangun kedaulatan pangan. Kata kunci: Kedaulatan pangan, Masyarakat adat, Rasa kebersamaan.
PERUBAHAN PENGUASAAN LAHAN SESUDAH PENETAPAN HUTAN ADAT Adhitiya Muktafa Adnan Musaddad; Melani Abdulkadir-Sunito
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 2 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v5i2.813

Abstract

Dikarenakan masyarakat tradisional (masyarakat adat) bergantung pada pertanian dan sumber daya hutan, kejelasan hak kelola adalah penting untuk penghidupan (livelihood) mereka. Melalui perjuangan panjang, masyarakat Kasepuhan Karang memperoleh penetapan hak atas Hutan Adat pada tahun 2016. Namun demikian terbatas informasi mengenai bagaimana pengelolaan dan penguasaan hutan adat pasca penetapan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pengajuan hak hingga pengaturan dalam komunitas Kasepuhan Karang mengenai akses dan pengelolaan hutan adat; mendeskripsikan karakteristik rumah tangga dan posisi adat pada Kasepuhan Karang, serta menganalisis perubahan penguasaan lahan sesudah penetapan hutan adat, dan hubungannya dengan posisi (jabatan) dalam masyarakat adat. Penelitian ini dilakukan di Kasepuhan Karang desa Jagaraksa pada tahun 2019. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif dengan metode survei. Hasil penelitian menunjukkan, dalam proses pengajuan hak, masyarakat Kasepuhan didukung oleh pihak luar (LSM). Dalam hal luas lahan yang dikuasai, tidak terdapat perbedaan luas lahan yang dikuasai sesudah penetapan hutan adat, maupun berdasar posisi adat. Hal ini karena penetapan hutan adat pada masyarakat Kasepuhan Karang merupakan bentuk pengembalian kepastian pengelolaan (hak garap) pada pemilik tanah yang berada di kawasan hutan (legalisasi), dan bukan merupakan bentuk redistribusi ataupun pengelolaan komunal atas hutan adat. Kata kunci: Hutan adat, Karakteristik rumah tangga, Perubahan Penguasaan lahan, Posisi adat
HUBUNGAN ANTARA GAYA KEPEMIMPINAN KETUA KELOMPOK DAN MOTIVASI KADER MELAKSANAKAN KEGIATAN KAMPUNG RAMAH LINGKUNGAN (KRL) Nila Sari; Siti Amanah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 2 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v5i2.815

Abstract

Salah satu upaya menjaga kondisi lingkungan adalah melalui kegiatan Kampung Ramah Lingkungan (KRL). Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara gaya kepemimpinan dan motivasi kader dalam melaksanakan kegiatan KRL. Penelitian dilakukan di Kelurahan Pabuaranmekar, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor. Responden penelitian berjumlah 35 orang dipilih secara sampel purposif. Variabel penelitian terdiri atas gaya kepemimpinan, motivasi kader, dan tingkat keberhasilan KRL. Data diolah dengan menggunakan statistik deskriptif dan statistik non parameterik menggunakan uji korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji korelasi gaya kepemimpinan tidak berhubungan nyata dengan motivasi kader, namun karakteristik kepemimpinan berhubungan nyata dengan motivasi kader, dan motivasi kader berhubungan nyata dengan tingkat keberhasilan kegiatan KRL. Motivasi kader KRL yang tinggi pada dasarnya sudah tertanam didalam diri kader dengan tujuan untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan nyaman. Kata Kunci: Gaya kepemimpinan, Kampung Ramah Lingkungan(KRL), Motivasi
PENGAMBILAN KEPUTUSAN INOVASI TEKNOLOGI INSTORE DRYER BAWANG PUTIH DI DESA TUWEL, KECAMATAN BOJONG, KABUPATEN TEGAL Nabila Nadia Rahma; Dwi Sadono; Endang Sri Wahyuni
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 2 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v5i2.816

Abstract

Perkembangan inovasi pertanian sebagai penunjang potensi pertanian Indonesia terus diciptakan dan diperkenalkan, salah satunya adalah Teknologi Instore Dryer. Teknologi Instore Dryer adalah inovasi pengering hasil panen bawang putih. Petani selaku penerima inovasi perlu mendapat dorongan agar dapat melakukan adopsi inovasi, baik dari faktor internal maupun faktor eksternal. Terdapat limaproses dalam pengambilan keputusan adopsi inovasi pada petani, dari tahap pengenalan inovasi hingga tahap konfirmasi adopsi inovasi. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan proses pengambilan keputusan adopsi petani. Faktor yang dianalisis adalah karakteristik individu, peran penyuluh pertanian, dan lima tahap adopsi inovasi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan intensitas penyuluhan petani berhubungan dengan tahap pengenalan inovasi, peran penyuluh berhubungan dengan tahap pengambilan keputusan, dan lima tahap pengambilan keputusan adopsi inovasi memiliki hubungan yang signifikan antar tahapannya. Kata Kunci: Adopsi, Peran penyuluh, Teknologi instore dryer.
ANALISIS PARTISIPASI NELAYAN DALAM PROGRAM ASURANSI NELAYAN Muhammad Feriqo Asyya; Ivanovich Agusta
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 5 No. 2 (2021): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v5i2.818

Abstract

Partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan akan terwujud sebagai suatu kegiatan nyata apabila faktor-faktor yang mendukung ada. Banyak faktor-faktor yang mempengaruhi partisipasi mereka, terutama faktor internal yang mendorong partisipasi dari dalam, karena masyarakat sendiri lah yang mengetahui apa saja yang benar-benar dibutuhkannya saat ini. Pada tahun 2016, guna melindungi nelayan pemerintah meluncurkan program asuransi nelayan. Pelaksanaan program ini tentunya tak lepas dari partisipasi nelayan itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis hubungan antara tingkat faktor internal dengan tingkat partisipasi nelayan dalam program asuransi nelayan, dan (2) menganalisis hubungan antara tingkat bentuk partisipasi nelayan dengan tingkat partisipasi nelayan dalam program asuransi nelayan. Penelitian ini menggunaan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif, menggunakan uji korelasi untuk mengetahui hubungan antar dua variabel. Unit analisis dalam penelitian ini adalah individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi nelayan dalam program asuransi nelayan tinggi, dilihat dari indikator-indikator yang diukur. Kata Kunci: Asuransi nelayan, Faktor internal, Partisipasi masyarakat.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

2021 2021