cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
TAHAPAN KOMUNIKASI PARTISIPATIF DALAM PROSES PENGELOLAAN WISATA UNDERWATER DESA BANGSRING (Kecamatan Wongsorejo, Kabupaten Banyuwangi) Muhammad Ridho Notonegoro
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.737

Abstract

Komunikasi yang baik merupakan kunci keberhasilan pengelolaan Desa wisata. Peran aktif pengelola wisata, masyarakat lokal, dan pemerintah menjadi suatu kesatuan dalam proses pengelolaan wisata. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi tahapan komunikasi partisipatif dalam proses pengelolaan desa wisata Bangsring Underwater. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sensus dengan menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 40 responden. Mayoritas pengelola wisata Bangsring Underwater adalah laki-laki dan tergolong kedalam usia kategori dewasa. Terdapat empat indikator hubungan antara dukungan lingkungan dengan tahapan proses pengelolaan wisata Bangsring Underwater, yaitu dukungan masyarakat lokal berhubungan dengan tahap implementasi kegiatan, dukungan pemerintah dan mitra kerja berhubungan dengan tahap pemetaan isu, potensi, dan permasalahan, tahap merancang tindakan bersama, dan tahap monitoring dan evaluasi. Dukungan pemerintah dan mitra kerja tidak berupa pengalokasian dana melainkan dukungan secara fasilitas, pelatihan, dan promosi.
Dampak Perubahan Struktur Penguasaan Lahan dan Struktur Nafkah Pasca Ekspansi Perkebunan Kelapa Sawit Aulia Mutiara Hatia Putri
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.738

Abstract

Ekspansi perkebunan kelapa sawit swasta pada penelitian ini dilakukan oleh perusahaan dengan cara mengkonsolidasikan lahan milik masyarakat. Legalitas lahan milik masyarakat tersebut berupa Surat Keterangan Tanah (SKT) dari pemerintah desa. Sehingga pasca konsolidasi lahan terjadi perubahan penguasaan lahan berubah  dari lahan milik pribadi (masyarakat) menjadi lahan yang dikuasai penuh oleh pihak swasta. Lahan ini kemudian beralih menjadi Hak Guna Usaha (HGU) milik perusahaan dengan izin konsesi 30 tahun. Relasi produksi perusahaan-masyarakat direncanakan dilakukan dalam bentuk kemitraan dengan sistem bagi hasil sebesar 65 persen  untuk perusahaan dan 35 persen hasil dari perkebunan untuk masyarakat pemilik lahan. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Teritip, Kecamatan Kateman, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner untuk mendapatkan data kuantitatif dan wawancara mendalam untuk mendapatkan data kualitatif. Hasil penelitian menujukan bahwa perubahan rezim penguasaan lahan berdampak pada struktur penguasaan lahan dan struktur nafkah rumah tangga. Mata pencaharian masyarakat  kemudian banyak beralih pada sektor non farm.  Sementara pendapatan sektor on farm yang diharapkan masyarakat dari lahan yang dikonsolidasikan kedalam HGU, faktanya belum memberikan kontribusi pendapatan meskipun perkebunan kelapa sawit dari lahan konsolidasi masyarakat tersebut telah berbuah dan sistem kemitraan telah disepakati. Kata Kunci : perubahan rezim kepemilikan, konsolidasi lahan,ekspansi, kelapa sawit, struktur nafkah 
EFEKTIVITAS INSTAGRAM SEBAGAI MEDIA PROMOSI DESA WISATA MALASARI, KECAMATAN NANGGUNG, KABUPATEN BOGOR The Effectiveness of Instagram as a Promotion Media of Malasari Tourism Village, Nanggung, Bogor District Fitri Ardianti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.739

Abstract

ABSTRACTAccording to UU No. 10 2009, a tourist village is a tourist destination which integrates attractions, tourism facilities, accessibility, that are presented in a community-based living structures along with applicable procedures and traditions. To development a tourist village, it requires promotion activities to introduce products / services to consumers widely, one of which is using the social media, Instagram. The objectives of this research is to describe the effectiveness of Instagram as a promotional medium for the Malasari Tourism Village, to analyze the relationship between individual characteristics along the media exposure and the effectiveness of Instagram, as well as to analyze the effectiveness of Instagram actions after visiting Malasari Tourism Village. Quantitative data is processed using a correlation test with the selection of 52 respondents using Slovin techniques. The result of this research is that there is a relationship between individual characteristics of age along with Instagram media exposure with the effectiveness of Instagram as a Promotional tool, and there is a relationship of (attraction, comprehension) with returning to visit, and last there is a relationship between (attraction, comprehension, self-involvementac, and persuasion) with giving recommendations to others. Keywords: tourist village, institution effectiveness, after-visit action ABSTRAKMenurut UU No. 10 Tahun 2009 desa wisata merupakan suatu daerah tujuan wisata yang mengintegrasikan daya tarik wisata, fasilitas pariwisata, aksesibilitas, yang disajikan dalam suatu struktur kehidupan masyarakat yang menyatu dengan tata cara dan tradisi yang berlaku. Pengembangan desa wisata, perlu dilakukan kegiatan promosi untuk memperkenalkan produk/jasa kepada konsumen secara luas, salah satunya menggunakan media sosial instagram. Tujuan penelitian ini adalah, mendeskripsikan efektivitas instagram sebagai media promosi Desa Wisata Malasari, menganalisis hubungan karakteristik pengunjung dan keterdedahan media dengan efektivitas instagram, serta menganalisis hubungan efektivitas instagram tindakan setelah berkunjung pengunjung ke Desa Wisata Malasari.. Data kuantitatif diolah menggunakan uji hubungan dengan pemilihan 52 responden yang menggunakan teknik Slovin. Hasil dari penelitian ini adalah, terdapat hubungan antara karakteristik individu pada indikator usia dan keterdedahan media instagram dengan efektivitas instagram dan terdapat hubungan antara (daya tarik, pemahaman) dengan minat berkunjung kembali, serta terdapat hubungan antara (daya tarik, pemahaman, keterlibatan diri, dan persuasi) dengan rekomendasi kepada orang lain. Kata kunci: desa wisata, efektivitas instgram, tindakan setelah berkunjung 
Tingkat Literasi Media Remaja Desa dalam Pemanfaatan Media Sosial Rico Muhammad Aziz
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.740

Abstract

Media komunikasi di Indonesia semakin berkembang dan informasi semakin cepat serta mudah untuk didapatkan. Di era perkembangan teknologi ini seseorang sebaiknya melek media atau memiliki literasi media yaitu mampu memanfaatkan media dengan bijak. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat literasi media remaja desa pada media sosial, mengidentifikasi pemanfaatan media sosial oleh remaja desa, serta menganalisis hubungan karakteristik remaja dan faktor lingkungan dengan tingkat literasi media remaja desa pada media sosial. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan pendekatan kuantitatif didukung data kualitatif dengan metode survei, wawancara mendalam, dan observasi. Responden penelitian sebanyak 30 orang remaja Desa Sinarsari dengan menggunakan pengambilan sampel aksidental. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa terdapat hubungan nyata dan sangat nyata antara karakteristik remaja (indikator usia, tingkat pendidikan, dan pemahaman media sosial) dengan literasi media (indikator kemampuan menggunakan dan kemampuan komunikatif) serta hubungan sangat nyata antara faktor lingkungan (indikator ketersediaan media) dengan literasi media (indikator kemampuan menggunakan).Kata Kunci: literasi media, media sosial, remaja desa
The Relationship Of Community Access Capabilities To Production Forest Products With The Household Welfare Level Dwi Desriyanti
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.741

Abstract

Currently the status of Sanggabuana Forest is a limited production forest located in Mekarbuana Village, Tegalwaru District, Karawang Regency. Communities around the forest can obtain production forest products according to their access capabilities. It is suspected that the higher the ability of community access to production forest products, the higher the level of community household welfare. After conducting research using quantitative and qualitative methods through questionnaires, in-depth interviews and observation of related sources, the condition of the household welfare of the Mekarbuana Village community is quite even and there are no significant gaps. It can be said that there is no relationship between the ability of community access to production forest products and the level of community household welfare.
FAKTOR PENENTU KETERLIBATAN GENERASI MUDA DALAM PERTANIAN TANAMAN PANGAN (Kasus: Nagari Desa Baru, Kecamatan Ranah Batahan, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat) Ghina faridah
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.742

Abstract

ABSTRACTThe phenomenon of aging farmers is a concern of Indonesia and other countries. Indonesia faces the problem of decreasing the number of young agricultural workers. There are many reasons behind the younger generation who do not want to work in the agricultural sector, including the image of the agricultural sector which is less prestigious and unable to provide adequate appreciation and the perspective of young workers that has changed in the postmodern era. On the other hand, there are some young people who are motivated and interested in becoming young farmers. The purpose of this study was to analyze the determinants of young generation involvement in food crop agriculture. The factors analyzed are internal factors and external factors. Internal factors include education, farming experience, gender, marital status, and motivation to become a farmer. Meanwhile, external factors include the main activities of parents, support from parents, parental land parcels, community support, and technology. This research was conducted using quantitative and qualitative methods. The results of this study indicate that there are four factors that have a significant effect on the involvement of the younger generation in food crop agriculture, namely: education, farming experience, motivation to become a farmer, and parental support. Keywords: Young farmers, agrarian structure, food crops ABSTRAKFenomena aging farmer atau penuaan petani sudah menjadi perhatian Indonesia dan negara-negara lainnya. Indonesia menghadapi permasalahan menurunnya jumlah tenaga kerja muda pertanian. Banyak alasan yang mendasari generasi muda tidak mau bekerja disektor pertanian, diantaranya adalah citra sektor pertanian yang kurang bergengsi dan kurang bisa memberikan imbalan memadai dan cara pandang tenaga kerja muda telah berubah di era perkembangan masyarakat post modern. Disisi lain, terdapat generasi muda yang termotivasi dan berminat menjadi petani muda. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis faktor penentu keterlibatan generasi muda dalam pertanian tanaman pangan. Faktor yang dianalisis berupa faktor internal dan eksternal. Faktor Internal meliputi pendidikan, pengalaman bertani, jenis kelamin, status pernikahan, dan motivasi menjadi petani. Sedangkan, faktor eksternal meliputi aktivitas utama orangtua, dukungan orangtua, luas pengasaan lahan orang tua, dukungan masyarakat dan teknologi. Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat empat faktor yang signifikan mempengaruhi keterlibatan generasi muda dalam pertanian tanaman pangan diantaranya adalah: pendidikan, pengalaman bertani, motivasi untuk menjadi petani dan dukungan orang tua. Kata Kunci: Petani muda, struktur agraria, tanaman pangan 
The effectiveness of Social Media Instagram as a Promotion of Agricultural product of fruits. (case :Instagram TaniHub Indonesia, Pasar Minggu, Jakarta Selatan) Nensy Yohana Natalia Pasaribu
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.745

Abstract

Agriculture produces processed product which is perishable, so that the agricultural product should be distributed immediately. Processed product can be promoted to attract consumers to buy the product. One of the media that can be used to promote processed agricultural product is social media. Social media is needed to ease the marketing activity on the product. Social media is viral and can be delivered directly and personally to the consumer. Indicators are used to know the effectiveness of the social media as promotion media with AIDA concept. The results showed that promotion through Instagram has not been effective in the stages of attention (attention), interest (interest), desire (desire), and action (action). This study also explains that there is a relationship between the characteristics of gender followers and the level of social media exposure to the frequency of messages. In addition, there is also a relationship between the frequency of message feedback, message attractiveness, and intelligence in delivering messages with the interest stage. 
Dinamika Kelompok dalam Resiliensi Komunitas Nelayan Menghadapi Kerusakan Ekosistem Laut Elok Hidayati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.748

Abstract

ABSTRAKELOK HIDAYATI. Dinamika Kelompok dalam Resiliensi Komunitas Nelayan Menghadapi Kerusakan Ekosistem Laut. Di bawah bimbingan NURMALA K. PANDJAITAN.Rusaknya ekosistem laut akibat aktivitas manusia dan perubahan iklim membawa dampak pada rusaknya terumbu karang dan punahnya berbagai jenis ikan. Komunitas nelayan yang paling dirugikan dengan bencana ini karena terancamnya sumber mata pencarian mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dinamika kelompok dan resiliensi komunitas nelayan dalam menghadapi ancaman kerusakan ekosistem laut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengumpulan data secara accidental dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Data primer diperoleh melalui wawancara berstruktur dengan menggunakan kuesioner dan wawancara mendalam pada beberapa informan untuk mendapatkan data kualitatif sebagai penunjang data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunitas nelayan mampu beradaptasi atau resilien baik pada komponen sosial (social resilience), ekonomi (economic resilience) maupun infrastruktur (infrastructure resilience) dalam menghadapi bencana kerusakan ekosistem laut. Hal ini ditopang oleh adanya kekuatan dalam dinamika kelompok terutama pada komunikasi kelompok dan kohesi kelompok sehingga dapat terbangun aksi kolektif untuk mengatasi berbagai permasalahan yang dihadapi.Kata kunci: aksi kolektif, dinamika kelompok, kepemimpinan dalam kelompok, resiliensi komunitas ABSTRACTELOK HIDAYATI. Group Dynamic in Fishing Community Resilience towards Marine Ecosystem Damage. Supervised by NURMALA K. PANDJAITAN.Marine ecosystem damage due to human activities and climate change has had an impact on the destruction of coral reefs and the extinction of various types of fish. The fishing community is the most affected by this disaster because their livelihood sources are threatened. The purpose of this study was to analyze group dynamic and the resilience of fishing communities in facing the threat of marine ecosystem damage. The method used in this research is a survey method with accidental data collection techniques with a total of 30 respondents. Primary data were obtained through structured interviews using questionnaires and in-depth interviews with several informants to obtain qualitative data to support quantitative data. The results showed that the fishing community was able to adapt or be resilient both to the social (social resilience), economy (economic resilience) and infrastructure (infrastructure resilience) components towards marine ecosystem damage. This is supported by the existence of strength in group dynamics, especially in group communication and group cohesion so that collective action can be built to overcome various problems faced.Keywords: collective action, community resilience, group dynamic, leadership in group
Efektivitas Komunikasi Pendamping Corporate Social Responsibility (CSR) Yara Falmira Dianira
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.749

Abstract

ABSTRACT An important factor for the success of a CSR program is effective communication. Communication will be effective if it has an impact. If the information is conveyed based on the needs, then the communication will be effective. This study aims to analyze the factors which are related to the effectiveness of CSR communication. This study used a census method to approach 37 participants who received CSR programs. The Data analysis used the Spearman rank correlation for the statistical tests. The results showed that there was a correlation between factors that have the strength of CSR companion communication (level of attractiveness of the companion, quality of message content, and sources of information) which have real communication at the level of understanding of the participants of the Kertajaya Creative Destination (KCD) CSR program. In addition, there is a real correlation the factors that have the strength of CSR companion communication (the level of credibility of the companion, the source information, and the level of the recipient) and having communication at the level of attitudes of participants in the Kertajaya Creative Destination (KCD) CSR program. However, there is no real correlation between CSR companion communication factors and participant actions.Keywords :communication effectiveness, CSR, elements of communication. ABSTRAK Faktor penting dari keberhasilan program CSR adalah komunikasi yang efektif. Komunikasi dikatakan efektif jika menimbulkan dampak. Bila informasi tersampaikan sesuai dengan kebutuhan, maka komunikasi yang dijalankan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas komunikasi pendamping CSR. Penelitian ini menggunakan pendekatan sensus terhadap 37 orang peserta penerima program CSR. Analisis data menggunakan uji statistik korelasi rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan nyata antara faktor efektivitas komunikasi pendamping CSR (derajat daya tarik pendamping, kualaitas isi pesan, dan sumber informasi)  dengan efektivitas komunikasi pada tingkat pemahaman peserta program CSR Kertajaya Creative Destination (KCD). Selain itu, terdapat hubungan nyata antara faktor efektivitas komunikasi pendamping CSR (tingkat kredibilitas pendamping, sumber informasi, dan tingkat penerima) dengan efektivitas komunikasi pada tingkat sikap peserta program CSR Kertajaya Creative Destination (KCD). Namun, tidak terdapat hubungan nyata antara faktor efektivitas komunikasi pendamping CSR dengan tindakan peserta. Kata Kunci : CSR, efektivitas komunikasi, unsur-unsur komunikasi.
HUBUNGAN PERAN PEMIMPIN FORMAL DENGAN PARTISIPASI MASYARAKAT Uhad Afras Ilzamil Haq
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.750

Abstract

Kepala desa sebagai pemimpin formal memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur. Tidak itu saja, kepala desa juga memiliki kewenangan untuk memberi pelayanan, meningkatkan peran dan pemberdayaan masyarakat. Semua ini tidak lain bertujuan untuk meningkatan kesejahteraan rakyat. Selanjutnya tingkatan partisipasi merupakan derajat tingkat keterlibatan masyarakat dalam sebuah program. Sehubungan dengan itu, diperlukan keselarasan antara peran kepala desa dengan partisipasi masyarakat agar terciptanya manfaat pembangunan infrastruktur. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kepemimpinan formal. Kemudian menganalisis tingkat partisipasi masyarakat dalam pembangunan jalan, dan juga menganalisis hubungan antara peran pemimpin formal dengan partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Selanjutnya, metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi dan tabulasi silang, lalu dilakukan uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel

Filter by Year

2017 2025