cover
Contact Name
Mahmudi Siwi
Contact Email
Mahmudi Siwi
Phone
-
Journal Mail Official
mahmudisiwi@apps.ipb.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
ISSN : 23388021     EISSN : 23388269     DOI : -
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Arjuna Subject : -
Articles 514 Documents
Peran Pendamping dan Partisipasi Masyarakat dalam Keberhasilan Program Corporate Social Responsibility Rina Suhandi; Djuara P Lubis
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 5 (2020): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i5.644

Abstract

 ABSTRACTCommunity involvement in a program is affected by its program facilitator’s role. Besides, individuals’ characteristic and participation precondition are also play important role in determining involvement level or community participation in a program. Posyandu program is a program that needs community participation. Cempaka Posyandu is facilitated by CSR of Pertamina TBBM Cikampek Inc. The aim of this research is to describe community’s evaluation towards facilitator and community participation level, to analyze the correlation between individuals’ characteristic, participation precondition, evaluation towards facilitator and community participation level, and to analyze the correlation between participation level and CSR program level of success. This research shows that there is a strong and moderate relation between type of occupation in individual’s characteristic, facilitating role, teaching role, also representating role and community participation role. Besides, there is no relation between participation level and CSR program level of success.Keywords: corporate social responsibility, facilitator, community participation, posyanduABSTRAKKeterlibatan masyarakat dalam suatu program tidak terlepas dari peran pendamping dari program itu sendiri. Selain itu, karakteristik individu dan prasayarat partisipasi juga merupakan faktor penting dalam tingkat keterlibatan atau partisipasi masyarakat pada suatu program. Salah satu program yang membutuhkan partisipasi masyarakat adalah program posyandu. Posyandu Cempaka merupakan posyandu yang didampingi oleh CSR PT Pertamina TBBM Cikampek. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penilaian masyarakat terhadap pendamping dan tingkat partisipasi masyarakat, menganalisis hubungan karakteristik individu, prasyarat partisipasi, dan penilaian terhadap pendamping dengan tingkat partisipasi masyarakat, dan menganalisis hubungan tingkat partisipasi dengan keberhasilan program CSR. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat dan moderat antara jenis pekerjaan pada karakteristik individu, peran memfasilitasi, peran pendidik, dan peran perwakilan pendamping dengan tingkat partisipasi masyarakat. Selain itu, tidak terdapat hubungan antara tingkat partisipasi masyarakat dengan keberhasilan program CSR.Kata kunci: corporate social responsibility, partisipasi masyarakat, pendamping, posyandu
PENGARUH TINGKAT PARTISIPASI MASYARAKAT TERHADAP EFEKTIVITAS PROGRAM CORPORATE SOCIAL RESPONSIIBILITY (CSR) Sulistia Rahayu Arief
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.646

Abstract

Program Koperasi Rancage merupakan program CSR dari perusahaan yang mengutamakan partisipasi dalam konsep pembangunan berkelanjutan dengan kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan sekitar. Koperasi Rancage merupakan sebuah wadah dalam upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat yang terena dampak atas aktivitas perusahaan. Pelaksanaan program Koperasi Rancage didasari atas partisipasi dari seluruh masyarakat sehingga program dalam berjalan secara efektif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh tingkat partisipasi masyarakat terhadap efektivitas program CSR. Metode penelitian yang digunkan yaitu metode penelitian kombinasi yang mengkombinasikan antara pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dikumpulkan dengan metode studi kasus dengan instrument penelitian yaitu wawancara mendalam. Data kuantitatif dikumpulkan dengan metode penelitian survei dengan kuesioner sebagai instrumen penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat partisipasi masyarakat terhadap efektivitas program CSR. Hal ini disebabkan karena partisipasi merupakan aspek penting dalam penyelenggaran program CSR.
Hubungan Tingkat Partisipasi Dalam Program Bank Sampah Terhadap Perubahan Perilaku Pengelolaan Sampah Tsanny Callista Nispawijaya; Fredian Tonny Nasdian
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 5 (2020): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i5.647

Abstract

Bank Sampah Dandelion merupakan program pemberdayaan desa oleh mahasiswa BEM Fakultas Ekonomi dan Manajemen dalam bidang lingkungan yang bertujuan untuk memperbaiki pengelolaan sampah masyarakat. Pemberdayaan berkaitan erat dengan partisipai masyarakat. Tingkatan partisipasi (Cohen & Uphoff 1979) dimulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil lalu evaluasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara tingkat partisipasi pada program bank sampah dengan perubahan perilaku pengelolaan sampah program Bank Sampah Dandelion. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kombinasi dengan metode studi kasus dan metode survei untuk menghasilkan data kuantitatif dan kualitatif, dengan data kuantitatif diperoleh melalui kuisioner sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan antara partisipasi keanggotaan bank sampah terhadap perubahan perilaku pengelolaan sampah lemah. Hal tersebut dikarenakan rendahnya partisipasi nasabah dalam menjalani bank sampah karena minimnya fasilitator dalam membimbing nasabah bank sampah. Partisipasi yang rendah menyebabkan sulitnya terjadi perubahan dalam perilaku mengelola sampah.
Sosiohistoris Industri Pertambangan di Pulau Sebuku Lukman Hakim
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 1 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.1.1-14

Abstract

This research was conducted in the village of Sarakaman, District of Sebuku Island, Kotabaru, South Kalimantan. There are two mining industry corporations in Sebuku Island. They are PT Bahari Cakrawala Sebuku (PT BCS) and PT Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO). PT BCS was established since 1997 and PT SILO was established in 2004. In 2010 PT BCS and PT SILO expand the exploitation area in Sarakaman. Sarakaman community was the subject of this research. The purpose of this research was: (1) To analyze the process of mining industrialization in Sebuku Island and (2) To analyze the dynamics of the community poverty as the impact of mining industrialization in Sebuku Island. The data were collected through participant observation, in-depth interviews, focus group discussions, the study of literature/documents and participation in community activities. This research concluded: (1) permits of mining industry corporations given by local government without local communities agreement, (2) compensation of land acquisition and residential communities conducted by mining industry corporations was fairly large, but not comparable to the community socio-economic sustainability, (3) Labor recruitment system of mining industry tend to limit communities occasion to absorbed, such as education terms at the senior high school, range of age were 15-25 years old and the term of ‘putra daerah’ was been urban biased.Key words: mining industrialization, permits of mining industry, compensation, labor recruitment systemABSTRAKPenelitian ini dilakukan di Desa Sarakaman, Kecamatan Pulau Sebuku, Kotabaru, Kalimantan Selatan. Di lokasi tersebut terdapat dua perusahaan tambang. Kedua perusahaan tambang tersebut adalah PT Bahari Cakrawala Sebuku (PT BCS) dan PT Sebuku Iron Lateritic Ores (PT SILO). PT BCS berdiri sejak tahun 1997 dan PT SILO berdiri pada tahun 2004. Pada tahun 2010 PT BCS dan PT SILO memperluas areal eksploitasinya di Desa Sarakaman. Subjek penelitian ini adalah masyarakat Desa Sarakaman. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) untuk menganalisis proses pertambanganisasi di Pulau Sebuku. Pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi berpartisipasi, wawancara mendalam, diskusi kelompok, studi literature/ dokumen dan berpartisipasi dalam kegiatan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah: (1) perizinan industri pertambangan dikeluarkan oleh pemerintah daerah tanpa melalui aksi komunikatif kepada masyarakat, (2) kompensasi dalam pembebasan lahan dan tempat tinggal masyarakat yang dilakukan oleh perusahaan pertambangan terbilang besar, namun tidak sebanding dengan keberlanjutan sosial ekonomi masyarakat, (3) perekrutan tenaga kerja yang dijalankan perusahaan pertambangan justru mempersempit peluang masyarakat lokal untuk terserap, seperti syarat tingkat pendidikan setingkat SMA, kisaran usia 15-25 tahun dan istilah putra daerah yang bias kota.Katakunci: industrialisasi, perizinan pertambangan, kompensasi, perekrutan tenaga kerja
Peran Komunikasi Pemasaran Terpadu dalam Peningkatan Pendapatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Rahmadani, Suci Awalia; Hapsari, Dwi Retno
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.4.449-462

Abstract

Pertumbuhan dan perkembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Usaha Mikro Kecil dan Menengah digunakan untuk mengurangi pengangguran dan menyerap tenaga kerja. Pemasaran menjadi salah satu masalah utama yang dihadapi oleh UMKM. Komunikasi pemasaran terpadu dapat digunakan untuk memperkenalkan produk kepada pelanggan dengan menggunakan komponen-komponen yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasi pemasaran terpadu pada peningkatan pendapatan UMKM. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif dengan responden sebanyak 33 orang. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukkan bahwa tidak ada hubungan signifikan antara karakteristik UMKM dengan komunikasi pemasaran terpadu, tidak terdapat hubungan signifikan antara karakteristik pelaku UMKM dengan komunikasi pemasaran terpadu, terdapat hubungan yang signifikan antara komponen komunikasi pemasaran terpadu dengan peningkatan pendapatan UMKM, dan terdapat hubungan yang signifikan antara komunikasi pemasaran terpadu dengan peningkatan pendapatan UMKM.Kata kunci: komunikasi pemasaran terpadu, peningkatan pendapatan, usaha mikro kecil dan menengah==========ABSTRACTThe growth and development of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) has a positive impact on the Indonesian economy. MSMEs are used to reduce unemployment and absorb labor. Marketing is one of the main problems faced by MSMEs. Integrated marketing communication can be used to introduce products to customers by using existing components. This study aims to analyze the role of integrated marketing communication in increasing MSME income. This study uses a quantitative approach that is supported by qualitative data with 33 respondents. The results obtained showed that there was no significant relationship between the characteristics of MSMEs with integrated marketing communication, there was no significant relationship between the characteristics of MSMEs actors with integrated marketing communications, there was a significant relationship between the components of integrated marketing communication with an increase in MSME income, and there was a significant relationship between integrated marketing communication with an increase in MSME income. Keywords: income rise, intergrated marketing communication, Micro, Small and Medium Enterprises
Tingkat Penggunaan E-Commerce pada Remaja di Kota dan Kabupaten Bogor Lana Ciarna Artheswara; Asri Sulistiawati
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.4.437-448

Abstract

Pesatnya perkembangan E-Commerce di beberapa tahun belakang, menjadikan E-Commerce sebagai prospek bisnis besar dalam dunia perdagangan. Tren penggunaan E-Commerce ini melanda dunia remaja, dibuktikan dengan adanya survey OTX dan The Intelligence Group yang dilakukan terhadap remaja berusia 13-17 tahun, hampir 6 dari setiap 10 remaja pernah membeli produk dan jasa lewat internet. Hasil survey ini menunjukkan bahwa perilaku remaja dalam berbelanja di E-Commerce telah berkembang dan menjadi gaya hidup remaja perkotaan. Namun, akses internet di Indonesia saat ini dapat dijangkau hingga ke daerah pedesaan, maka dari itu saat ini E-Commerce dapat diakses oleh semua orang tanpa adanya batasan geografis. Penelitian ini dilakukan di dua lokasi yang berbeda yaitu di Kota dan Kabupaten Bogor. Hal ini untuk membandingkan hasil data dari kedua lokasi tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat penggunaan E-Commerce yang dilihat dari frekuensi penggunaan aplikasi, durasi akses aplikasi, dan banyaknya aplikasi E-Commerce pada gawai yang dimiliki oleh remaja Kota dan Kabupaten Bogor. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan didukung dengan data kualitatif. Data kuantitatif didapat melalui kuesioner dan data kualitatif didapatkan dari wawancara mendalam. Hasil dari penelitian ini menunjukkan adanya perbedaan signifikan dalam hal penggunaan E-Commerce oleh remaja yang tinggal di daerah pedesaan dan di Kota Bogor. Perbedaan nampak dalam hal durasi akses dan tingkat kepemilikan aplikasi E-Commerce.Kata Kunci : E-Commerce, ICT, Internet, Remaja=====ABSTRACTThe development of Electronic-Commerce (E-Commerce) in the past few years has made E-Commerce as a big business prospect in the world of commerce. The trend of E-Commerce is coming to adolescent’s world, there’s evidenced by the OTX survey and The Intelligence Group conducted on adolescents aged 13-17 years, the survey said that 6 out of every 10 teenagers have bought products and services online. The results of this survey indicate that adolescent behaviour in shopping in E-Commerce has developed and become a lifestyle of urban youth. While internet access in Indonesia can be reached up to rural areas, it means E-Commerce can be accessed by everyone without geographical restrictions. This research was conducted in two different locations, on Urban and Rural Area in Bogor to compare the results of data from the two locations. This paper aims to determine differences in the level of E-Commerce usage, and the indicator to measure it is the frequency of application usage, the duration of application access, and the number of E-Commerce applications on devices. This research uses a quantitative approach and is supported by qualitative data. Quantitative data obtained through questionnaires and for qualitative data obtained from in-depth interviews. The results of this study is the duration of access and the amount of E-Commerce has significant differences between the adolescent who lived in Urban and Rural Area of Bogor.Keywords : E-Commerce, ICT, Internet, Teenagers
Hubungan Karakteristik Individu dan Literasi Media dalam Pemanfaatan Media Sosial di Kalangan Remaja Mulqi, Aulia; Riyanto, Sutisna
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.4.477-490

Abstract

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang semakin pesat menyebabkan aktivitas komunikasi antar manusia menjadi lebih mudah dan praktis. Salah satu bentuk perkembangan TIK yaitu internet dengan media sosial sebagai salah satu fasilitasnya. Namun, pada penggunaannya media sosial tidak selalu berdampak positif. Agar terhindar dari dampak negatif media sosial, maka dibutuhkan literasi media bagi para penggunanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan karakteristik individu remaja, menjelaskan tingkat literasi media remaja, menjelaskan pemanfaatan media sosial oleh remaja, dan menganalisis hubungan karakteristik individu dan literasi media dalam pemanfaatan media sosial. Analisis data yang digunakan berupa analisis data kuantitatif dan kualitatif. Analisis kuantitatif dilakukan dengan Statistika deskriptif dan Inferensial dengan uji korelasi rank spearman dan chi square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tingkat literasi media responden pada aspek technical skills dan communicative abilities tergolong pada kategori tinggi sedangkan pada aspek critical understanding tergolong sedang. Frekuensi mengakses media sosial oleh remaja tergolong ke dalam dua kategori, yakni frekuensi rendah dan tinggi dengan durasi mengakses tinggi, media yang paling banyak digunakan responden dalam mengakses media sosial adalah ponsel, serta mayoritas responden mengakses media sosial untuk tujuan komunikasi. Pendidikan, biaya paket data merupakan karakteristik responden yang berhubungan signifikan dengan tujuan pemanfaatan, serta critical understanding dan communicative abilities berhubungan sangat nyata dengan frekuensi, durasi mengakses, dan tujuan pemanfaatan.Kata Kunci : literasi media, media sosial, pemanfaatan media sosial=====ABSTRACTThe purpose of this study is to explain the individual characteristics of village youth, explain the level of media literacy of village youth, explain the use of social media by village youth, and analyze the relationship of individual characteristics and media literacy in the use of social media. Analysis of the data used in the form of quantitative and qualitative data analysis. Quantitative analysis is done by descriptive and inferential statistics with a Spearman rank correlation test and chi-square. The results showed that the level of media literacy of respondents in the aspects of technical skills and communicative abilities was in the high category while in the aspect of critical understanding was moderate. The frequency of accessing social media by rural adolescents falls into two categories, namely low and high frequencies with high access duration, the media most widely used by respondents in accessing social media are mobile phones, and the majority of respondents access social media for communication purposes. Education, data package costs are characteristics of respondents that are significantly related to the purpose of utilization, and critical understanding and communicative abilities are very significantly related to frequency, duration of access, and purpose of utilization.Keywords: media literacy, social media, use of social media
Partisipasi Anggota Binaan Kelompok Ekowisata di Desa Cikole Bandung Barat Fina Muthia Deizi; Anna Fatchiya
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 5 (2020): JSKPM
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i5.688

Abstract

ABSTRACTThe participation of the group members, LMDH Giri Makmur, is important in the success of a tourism development program in Cikole Village. This study aims to identify internal and external factors that encourage group members in managing tourism, identify the level of participation of group members and analyze the factors that influence the level of participation of group members. This research uses quantitative research methods supported by qualitative data. Quantitative methods are tested with regression tests and the selection of respondents using census techniques. The number of respondents in this study was 36 respondents. Results of this research is the level of participation of ecotourism members group in managing PAL 16 tourism is quite high at the planning, implementation, utilization of results and evaluation stages. Furthermore, the factors that have a significant influence on the level of participation of ecotourism members group in tourism management are internal factors (age, length of stay, level of income, length of membership and level of group desire) and external factors (level of Perhutani support, level of support for facilities and infrastructure and level of support group).Keywords : community participation, ecotourism, forest, group. village ABSTRAKPartisipasi anggota binaan kelompok yaitu LMDH Giri Makmur merupakan suatu hal yang penting dalam keberhasilan suatu program pengembangan wisata di Desa Cikole. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mendorong anggota binaan kelompok dalam pengelolaan wisata, mengidentifikasi tingkatan partisipasi anggota binaan kelompok dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi tingkat partisipasi anggota binaan kelompok. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif. Metode kuantitatif diuji dengan uji regresi dan pemilihan responden menggunakan teknik sensus. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 36 responden. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat partisipasi anggota binaan kelompok dalam pengelolaan wisata PAL 16 cukup tinggi pada tahap perencanaan, pelaksanaan, pemanfaatan hasil dan evaluasi. Selanjutnya faktor yang memiliki pengaruh nyata dalam tingkat partisipasi anggota binaan kelompok dalam pengelolaan wisata ialah faktor internal (usia, lama tinggal, tingkat pendapatan, lama keanggotaan dan tingkat keinginan berkelompok) dan faktor eksternal ( tingkat dukungan perhutani, tingkat dukungan sarana dan prasarana dan tingkat dukungan kelompok) Kata Kunci : desa, ekowisata, hutan, kelompok, partisipasi masyarakat
Efektivitas Instagram sebagai Media Promosi Produk Pangan Olahan Perikanan “CLIPSS CHIPS” Rizqa Leony Putri; Ninuk Purnaningsih
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 4 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.4.4.463-476

Abstract

Produk pangan yang dihasilkan dari agroindustri berkembang pesat setiap tahunnya. Besarnya permintaan akan makanan dan minuman tersebut membuat pelaku usaha memasarkan produk pangan olahan yang saat ini banyak digemari masyarakat. Industri produk pangan olahan baik dalam skala kecil maupun besar bersaing dalam menciptakan promosi yang dapat meningkatkan minat masyarakat. Seiring dengan perkembangan teknologi, pelaku usaha mulai mengembangkan penjualannya ke seluruh wilayah Indonesia bahkan mancanegara dengan melakukan pemasaran melalui media sosial, khususnya instagram. Media sosial instagram dapat memberikan kesempatan bagi pelaku usaha untuk berkomunikasi kepada calon konsumen potensial secara langsung karena kegiatan promosi dilakukan tanpa batasan ruang dan waktu. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini merupakan uji korelasi dengan pemilihan responden melalui teknik accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara karakteristik pengguna instagram dengan keterdedahan media sosial. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa keterdedahan media sosial memiliki hubungan dengan efektivitas media promosi.Kata Kunci : Komunikasi pemasaran, promosi, produk pangan olahan======ABSTRACTFood products produced from agro-industries develop rapidly each year. The large demand for food and beverages has made businesses market processed food products that are currently much loved by the public. The processed food product industry both in small and large scale competes in creating promotions that can increase public interest. Along with technological developments, businesses have begun to expand their sales to all regions of Indonesia and even abroad by marketing through social media, especially Instagram. Instagram social media can provide opportunities for business people to communicate with potential customers directly because promotional activities are carried out without space and time restrictions. The data analysis technique used in this study is a correlation test with the selection of respondents through the accidental sampling technique. The results showed that there was no relationship between the characteristics of Instagram users and social media exposure. The results also showed that social media expertise has a relationship with the effectiveness of promotional media.Keywords: marketing communication, promotion, processed food product
Implementasi Kebijakan Agraria dan Ketimpangan Penguasaan Lahan (Kasus Lahan Eks HGU di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat) Muhammad Febri Ramdani
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 4 No. 6 (2020)
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jskpm.v4i6.728

Abstract

ABSTRAKMUHAMAD FEBRI RAMDANI. Implementasi Kebijakan Agraria dan Ketimpangan Penguasaan Lahan (Kasus Lahan Eks HGU di Desa Cipeuteuy, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat). Dibimbing oleh MARTUA SIHALOHO. Redistribusi lahan yang dilakukan oleh pemerintah sebuah upaya implementasi kebijakan agraria. Kebijakan agraria tersebut berupa asset reform (penataan aset) eks lahan perkebunan dengan skema legalisasi aset berwujud sertifikasi bidang lahan. Namun dalam pelaksanannya pemerintah mengklaim bahwa kebijakan tersebut merupakan agenda reforma agraria. Atas dasar klaim tersebut, penting untuk meninjau access reform (penataan akses) bekerja, karena pada hakikatnya reforma agraria merupakan asset reform (penataan aset) dan access reform (penataan akses) yang berjalan beriringan, dengan bertujuan untuk menata ketimpangan penguasaan lahan agar terwujudnya keadilan agraria (agrarian justice). Penelitian ini dilakukan dengan metode kuantitatif yang didukung kualitatif dengan pendekatan sensus. Metode yang digunakan untuk menentukan responden ialah purposive sampling dengan teknik non probability sampling. Pengolahan data menggunakan uji statistik rank spearman untuk melihat hubungan variabel. Hasil penelitian yang diperoleh menunjukan bahwa tingkat asset reform berada pada kategori rendah. Hasil uji statistik menunjukan bahwa asset reform berhubungan dengan access reform dan asset reform berhubungan dengan ketimpangan penguasaan lahan. Kata kunci: access reform, asset reform, keadilan agraria, reforma agraria ABSTRACTMUHAMAD FEBRI RAMDANI. Implementation of Agrarian Policy and Land Tenure Inequality (Case of Ex-HGU Land in Cipeuteuy Village, Kabandungan District, Sukabumi Regency, West Java Province). Supervised by MARTUA SIHALOHO. Land redistribution has been done by government as an effort of agrarian policy implementation. The policy came in form of asset reform of ex-plantation land with asset legalization scheme (land-part certification). But the government claimed that this policy is one of the agrarian reform agenda. It is important to observe how this access reform works, because agrarian and access reform can’t be separated one another, with purpose to reduce the inequality of land tenure so that the agrarian justice can be reach. This research used quantitative method supported by qualitative data, using the census approachment. Purposive sampling with non probabilty sampling used to specify the respondent. The data processed by rank spearman statistic test to analyze the relation between variable. This research shows a low level of asset reform. The statistic test shows that the low asset reform have a strong relation to low access reform, and high inequality of land tenure. Key words: access reform, agrarian justice, agrarian reform, asset reform

Filter by Year

2017 2025