Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM]
JURNAL SAINS KOMUNIKASI DAN PENGEMBANGAN MASYARAKAT [JSKPM] merupakan jurnal ilmiah nasional yang menyajikan artikel-artikel hasil penelitian, review dan editorial dalam ilmu sosiologi, antropologi, politik, komunikasi, ekologi manusia, psikologi sosial, agraria, kependudukan, pendidikan, penyuluhan, tatakelola sumberdaya alam, pengembangan masyarakat dan corporate social responsibility.
Articles
514 Documents
Gender dan Pola Merantau Orang Minang
Suci Amalia
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v6i1.969
Merantau atau migrasi merupakan fenomena umum yang sudah menjadi suatu kebiasaan bagi masyarakat Minangkabau. Pada tahapan migrasi terdapat tahap pra/awal migrasi, saat migrasi dan kembali, serta tahapan pasca migrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara perbedaan gender dengan tahapan-tahapan migrasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif berupa metode survei dan didukung oleh metode kualitatif dengan wawancara mendalam dan studi literatur. Data kuantitatif diolah dengan Uji Chi Square. Penentuan jumlah responden pada penelitian ini adalah sebanyak 40 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahapan awal migrasi, perbedaan gender berhubungan dengan jenis pekerjaan dan proses pengambilan keputusan migrasi. Pada tahapan migrasi dan kembali, perbedaan gender berhubungan dengan daerah rantau yang dituju. Sementara itu, pada tahap pasca migrasi perbedaan gender memiliki hubungan dengan tingkat pendapatan migran pasca migrasi, namun tidak berhubungan dengan tingkat taraf hidup dan dampak non ekonomi pasca migrasi responden migran kembali asal Nagari Kasang. Kata kunci: Gender, Perantau, Pola merantau
Pengaruh Media Sosial Instragram Terhadap Keputusan Berkunjung di Kopi Taji Lereng Bromo
Nafis Nuriz Zakiyah;
Gunawan;
Ugik Romadi
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v6i1.970
Fenomena media sosial merupakan dampak dari berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi, dengan membawa perubahan cara berkomunikasi dari konvensional menjadi modern yang serba digital. Media sosial memungkinkan pengguna mempresentasikan dirinya seperti berinteraksi, bekerja sama, berbagi dan berkomunikasi dengan penguna lain yang membentuk ikatan secara virtual sehingga mampu mempengaruhi seseorang dalam mengambil suatu keputusan. Penelitian ini dilakukan di Kopi Taji Lereng Bromo Desa Taji Kecamatan Jabung Kabupaten Malang pada bulan Maret – April 2021. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh dari media sosial Instagram terhadap keputusan pengunjung yang datang ke Kopi Taji Lereng Bromo. Metode yang digunakan adalah metode survei dengan cara menyebar kuesioner pada pengunjung. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Accidental Sampling pada pengunjung yang datang selama penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa Media Sosial Instagram (X) memiliki pengaruh secara signifikan terhadap Keputusan Berkunjung (Y). Tulisan ini menyimpulkan bahwa seseorang dalam mengambil suatu keputusan untuk berkunjung juga dipengaruhi oleh penyebaran informasi melalui media sosial Instagram. Kata kunci: Instagram, Keputusan Berkunjung, Media Sosial
Persepsi terhadap Proses Pengorganisasian Komunitas dalam Pengelolaan Kampung Wisata Cinangneng: (Kasus: Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat)
Rinda Gustia Dwiyanti;
Ninuk Purnaningsih
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 2 (2022): April
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v6i2.679
Desa wisata merupakan suatu desa yang menawarkan berbagai keunikan dan kekhasan dari desa, seperti kekhasan tradisi dan budaya yang masih terjaga keasliannya serta keindahan alamnya. Kampung Wisata Cinangneng merupakan salah satu desa wisata yang melibatkan masyarakat dalam pengelolaannya. Masyarakat yang berpartisipasi perlu diorganisir menurut kepentingannya dan diarahkan dalam setiap tahap-tahap kegiatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengorganisasian komunitas dalam pengelolaan Kampung Wisata Cinangneng serta hubungannya dengan faktor internal dan faktor eksternal. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dengan menggunakan teknik sensus. Penelitian ini dilakukan di Kampung Wisata Cinangneng, Desa Cihideung Udik, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor. Responden dalam penelitian ini sebanyak 36 orang yaitu masyarakat yang aktif terlibat dalam pengelolaan Kampung Wisata Cinangneng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor internal yang memiliki hubungan dengan pengorganisasian komunitas adalah tingkat pendidikan dan kapasitas individu. Faktor eksternal yang memiliki hubungan dengan pengorganisasian komunitas adalah peran inisiator.
Hubungan Antara Kompetensi Petani dengan Ketahanan Pangan Keluarga pada Pemanfaatan Lahan Pekarangan di Kota Bandung
Aldea Lyliana;
Dwi Sadono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 2 (2022): April
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v6i2.680
Kompetensi petani merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung keberhasilan kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan ini. Ketika kompetensi petani ini dilakukan dengan baik maka tidak menutup kemungkinan ketahanan pangan juga akan tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis karakteristik petani baik dari karakteristik eksternal maupun karakteristik internal dan kompetensi petani, menganalisis tingkat ketahanan pangan keluarga anggota kelompok wanita tani, dan menganalisis hubungan karakteristik petani, kompetensi petani dan ketahanan pangan keluarga pada pemanfaatan lahan pekarangan. Lokasi penelitian berada di tiga kecamatan di Kota Bandung yang memiliki kelompok wanita tani yang dipilih secara sengaja. Data dikumpulkan dengan instrument kuesioner dan dianalisis melalui uji Rank Spearman. Hasil penelitian secara sensus dengan melibatkan 35 responden ini menunjukkan bahwa kompetensi petani berada pada tingkat tinggi dengan ketahanan pangan keluarganya berada di tingkat sedang. Karakteristik petani yang berhubungan nyata dengan kompetensi petani yaitu sumber informasi. Seluruh aspek kompetensi petani berhubungan dengan ketahanan pangan.
Hubungan Antara Efektivitas Komunikasi Pendamping Program dengan Keberhasilan Program CSR dalam Pemberdayaan Masyarakat
Mawaddah;
Pudji Muljono
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 2 (2022): April
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v6i2.683
Salah satu permasalahan CSR di Indonesia disebabkan akibat pengkomunikasian CSR yang belum efektif sehingga program CSR belum dipahami oleh masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan hubungan variabel-variabel yang digunakan dalam mengukur efektivitas komunikasi pendamping program CSR dengan keberhasilan program CSR dalam pemberdayaan masyarakat. Penelitian ini dilakukan pada salah satu desa binaan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk, Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Data dianalisis dengan menggunakan tabel frekuensi dan uji korelasi Rank Spearman untuk mengetahui hubungan antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat efektivitas komunikasi pendamping program cenderung tinggi, sedangkan tingkat keberhasilan program dan tingkat keberdayaan penerima program cenderung sedang. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa dua variabel tingkat efektivitas komunikasi pendamping program memiliki hubungan signifikan dengan dua variabel dengan tingkat keberhasilan program. Dua variabel pada tingkat keberhasilan program CSR juga berhubungan dengan dua variabel pada tingkat keberdayaan penerima program.
Strategi Pengelolaan Kredit Program PUAP melalui BUMDes: (Kasus: Desa Cikarawang, Kabupaten Bogor)
Yuniati Fadilah;
Saharuddin
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 2 (2022): April
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v6i2.694
Modal merupakan hal penting dalam keberlanjutan usahatani. PUAP merupakan upaya pemerintah membantu masyarakat dalam pengadaan modal. Di sisi lain, pemerintah sedang mendorong pendirian BUMDes sebagai upaya pensejahteraan masyarakat berbasis pengelolaan potensi desa dan pengelolaan permasalahan yang dihadapi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pengembalian kredit PUAP di desa Cikarawang dan kemudian diperbaiki melalui BUMDes. Di sisi lain, dilakukan pengidentifikasian kondisi dan permasalahan yang dirasakan masyarakat guna memberikan saran terkait pengadaan unit BUMDes baru. Penelitian menggunakan 35 sampel yang merupakan penerima program PUAP yang dipilih melalui stratified random sampling. Analisis data menggunakan uji regresi binomial. Hasil penelitian menunjukan tidak ada faktor yang berpengaruh terhadap pengembalian kredit PUAP. Selanjutnya, upaya perancangan pengelolaan BUMDes dapat didasarkan pada faktor yang dianggap memiliki potensi masalah dalam program PUAP dan pengidentifikasian kondisi dan permasalahan yang terjadi di Desa Cikarawang sebagai saran dalam perancangan strategi unit usaha BUMDes baru.
Hubungan Remitan Ekonomi dengan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Pekerja Migran Indonesia : (Kasus: Desa Galak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur)
Wahyuni;
Martua Sihaloho
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 2 (2022): April
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v6i2.703
Terbatasnya kesempatan bekerja di Indonesia menjadikan sebagian besar masyarakat Indonesia memilih menjadi pekerja migran. Menurut Bank Dunia (2017) dengan menjadi pekerja migran dapat memperoleh penghasilan empat sampai enam kali lebih tinggi di luar negeri. Pendapatan yang diterima oleh pekerja migran, dikirimkan untuk keluarga di kampung halaman yang disebut sebagai remitan. Tujuan pengiriman remitan adalah agar dapat meningkatkan kesejahteraan rumah tangga pekerja migran. Peningkatan kesejahteraan ini bergantung pada jumlah atau banyaknya remitan yang dikirim atau yang disebut tingkat pengiriman remitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengiriman remitan dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga pekerja migran Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif yang didukung oleh data kualitatif. Data kuantitatif diolah menggunakan uji korelasi Rank-Spearman dan uji Chi-square. Hasil penelitian menemukan bahwa adanya hubungan yang kuat antara tingkat pengiriman remitan dengan tingkat kesejahteraan rumah tangga pekerja migran.
Efektivitas Instagram sebagai Media Informasi dalam Promosi Wisata Panorama Pabangbon Leuwiliang Bogor, Jawa Barat
Naura Cantika;
Sutisna Riyanto
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 2 (2022): April
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v6i2.722
Kemampuan media sosial untuk mengirim pesan, dapat dimanfaatkan sebagai media promosi suatu produk atau jasa. Tempat Wisata Panorama Pabangbon merupakan kawasan wisata yang berbasis masyarakat, memanfaatkan media sosial Instagram sebagai promosi. Promosi ini dilakukan untuk memberi informasi, berkomunikasi dan menarik perhatian pengunjung. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara terpaan media dengan efektivitas informasi pada Instagram Wisata Panorama Pabangbon, serta menganalisis hubungan antara efektivitas informasi dengan perilaku berwisata. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan cara survei pada 30 orang responden. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa Instagram efektif sebagai media promosi akan tetapi disertai dengan informasi yang lengkap, jelas, sopan dan benar sehingga meningkatkan aktivitas pengunjung dalam berwisata, dan terpaan media terbukti berhubungan kuat dengan efektivitas informasi karena dapat meningkatkan kesadaran dan pengetahuan.
Hubungan Aksi Kolektif Berorientasi Identitas dengan Implementasi Prinsip Pengembangan Masyarakat Berbasis Ekosistem : (Kasus: Program Rehabilitasi Hutan Mangrove oleh Komunitas Kompilasi, Desa Ujungjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten)
Shafira Cendra Arini;
Sriwulan Ferindian Falatehan
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 2 (2022): April
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v6i2.909
Pengembangan masyarakat berbasis ekosistem dipandang sebagai sebuah strategi dalam mencapai pembangunan berkelanjutan sekaligus pemenuhan kebutuhan hidup masyarakat. Pengembangan masyarakat yang mengedepankan prinsip pemberdayaan tidak dapat terwujud tanpa adanya kerjasama masyarakat dalam wujud aksi kolektif. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara aksi kolektif dan implementasi pengembangan masyarakat perbasis ekosistem, serta keterkaitannya dengan keberlanjutan program dan lingkungan. Metode yang digunakan dalam penulisan ini adalah data kuantitatif yang didukung dengan data kualitatif dalam melengkapi data. Data kuantitatif diolah menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan pemilihan responden sebanyak 30 orang menggunakan metode sensus. Hasil penelitian ini menunjukkan: 1) Lebih dari 90 orang responden menampilkan tingkat aksi kolektif berupa identifikasi kolektif, solidaritas, dan komitmen, yang termasuk Kuat; 2) Sekitar 60% orang responden memiliki intensitas implementasi prinsip pengemas berbasis ekosistem Tinggi, namun masih ada 30% yang Sedang yaitu pada organisasi SDM, data, dan kerjasama; serta 3) Ada korelasi antara tingkat aksi kolektif berorientasi identitas dengan intensitas implementasi prinsip pengembangan masyarakat berbasis ekosistem sebesar 0,728 (p<0,05).
Hubungan Sumber Daya Penghidupan dengan Adaptasi Strategi Penghidupan Rumah Tangga di Tengah Pandemi Covid-19 (Kasus: Rumah Tangga Pedagang Pasar Kapuh di Provinsi Kalimantan Selatan)
Nabil Muhammad Mukhlis;
Melani Abdulkadir-Sunito
Jurnal Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat [JSKPM] Vol. 6 No. 2 (2022): April
Publisher : Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia, IPB
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29244/jskpm.v6i2.977
Pandemi COVID-19 menuntut masyarakat untuk membatasi mobilitias dalam beraktivitas sehari-hari. Hal ini berdampak pada adaptasi pola penghidupan rumah tangga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk adaptasi strategi penghidupan pedagang dan bagaimana hal itu dipengaruhi sumber daya penghidupan yang dimilikinya. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif didukung dengan kualitatif. Pengumpulan data kuantitatif dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk adaptasi strategi penghidupan yang sering dilakukan adalah deintensifikasi, deekstensifikasi, dan diversifikasi. Bentuk strategi berbeda antara waktu awal pandemi dengan saat pandemi berlanjut. Faktor seperti sumber daya finansial dan sumber daya alam dan fisik memiliki hubungan signifikan dalam penentuan adaptasi strategi diversifikasi.