cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Interior
ISSN : 25272853     EISSN : 25492985     DOI : -
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
Studi Pengaruh Warna Interior Ruang Rawat Inap Terhadap Tingkat Stress Pasien (Studi Kasus RSIA di Surabaya) Caesario Ari Budianto; Syifa Anggraeni; Audra Theo Kusuma; Nafis Sirin Wasiska
Jurnal Desain Interior Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v3i2.4600

Abstract

Suasana rileks pada rumah sakit penting adanya dihadirkan guna mengurangi rasa tidak nyaman dan stress bagi pasien, terutama bagi pasien ibu hamil dan melahirkan. Riset menyebutkan bahwa perubahan yang terjadi pada wanita hamil bukan hanya dalam segi fisik saja, namun dapat juga secara psikologis. Wanita hamil akan memiliki perasaan berubah-ubah, mulai dari bahagia, cemas, stress, hingga memiliki kondisi emosi yang naik dan turun. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mempertimbangkan aspek desain pada interior rumah sakit. Warna adalah salah satu elemen interior yang berpengaruh terhadap psikologi, sehingga dapat dipertimbangkan dalam menciptakan sebuah suasana ruang untuk mengurangi ketegangan yang dirasakan pasien. Objek studi yaitu Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Putri Surabaya yang merupakan rumah sakit khusus menangani kesehatan ibu dan anak, yang dilengkapi dengan fasilitas bersalin, pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan ibu dan anak melalui pengawasan dokter. Penelitian ini dilakukan dengan cara studi literatur dan kuesioner. Studi literatur bertujuan untuk mendapatkan kajian tentang tingkat stress dan psikologi warna. Hasil kuesioner digunakan untuk memperoleh data tentang pengaruh warna pada ruang rawat inap terhadap tingkat stress pasien. Hasil yang didapatkan penerapan warna biru pada interior ruangan dapat berdampak meningkatkan stress pada pasien hingga satu tingkat lebih tinggi dibandingkan dengan warna hijau. Sedangkan warna kuning kurang cocok jika menjadi warna dominan dalam sebuah ruang rawat inap, karena dampaknya yang tinggi terhadap tingkat stress pasien.
Desain Interior Perpustakaan Umum Kota Malang dengan Konsep Friendly dan Penerapan Batik Malang Kuceswara Marini Septiani; Aria Weny Anggraita
Jurnal Desain Interior Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i1.4657

Abstract

Perkembangan teknologi dan komunikasi berbasis internet memberi kemudahan bagi masyarakat dalam mengakses informasi. Internet menjadi jalan pintas bagi publik untuk mengonsumsi informasi, perpustakaan yang identik sebagai tempat penyedia informasi harus mampu bersaing dengan perkembangan teknologi. Perpustakaan Umum Kota Malang dengan visi “Terwujudnya pelayanan Perpustakaan terdepan dalam Pembelajaran Non Formal serta menjadikan Arsip sebagai keutuhan informasi” memiliki fasilitas yang dapat menjangkau kalangan masyarakat luas seperti anak-anak dan difabel dengan kehadiran ruang baca anak dan layanan pojok braille. Ketika memasuki perpustakaan, penambahan papan informasi dan pentunjuk arah yang jelas dan tepat dapat membantu pengunjung untuk menentukan arah secara mandiri, penambahan fasilitas lift dan guiding block dapat membantu pengunjung difabel untuk menjangkau fasilitas perpustakaan. Pada ruang baca umum, koleksi pustaka dapat ditata kembali dan diberi tanda sesuai dengan jenis buku dan pada ruang baca anak, pengembangan desain pada suasana yang dapat meningkatkan minat baca anak. Visi tersebut diwujudkan melalui pengembangan desain interior perpustakaan lebih lanjut. Metode desain yang diterapkan adalah metode observasi, kueisioner, wawancara dan studi literatur. Data tersebut kemudian diolah dan dianalisa berdasarkan literatur dan kemudian diambil kesimpulan berupa konsep desain. Konsep friendly yang diterapkan pada desain interior perpustakaan bertujuan untuk menciptakan suasana perpustakaan yang bersahabat bagi pengguna perpustakaan untuk mendukung segala aktivitas yang dilakukan pengguna didalam perpustakaan. Batik Malang Kuceswara diterapkan pada desain interior perpustakaan untuk memberikan identitas Kota Malang dalam desain perpustakaan serta mengenalkan budaya Kota Malang kepada masyarakat luas.
Evaluasi Media Presentasi Perancangan Interior Rumah Air Surabaya Berbasis Virtual Tour sebagai Usaha Penerapan Building Information Modelling pada Perancangan Interior Okta Putra Setio Ardianto; Thomas Ari Kristianto; Caesario Ari Budianto; Anggra Ayu Rucitra; Adi Wardoyo
Jurnal Desain Interior Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i1.5271

Abstract

Di era revolusi industri 4.0 yang terjadi saat ini, terjadi banyak perubahan yang dipicu integrasi teknologi jaringan internet di bidang industri baik yang berbasis produk maupun jasa. Pada bidang konstruksi, fenomena tersebut menghasilkan Building Information Modelling (BIM) sebagai efek yang dihasilkan integrasi dari teknologi jaringan internet dan proses konstruksi. BIM diartikan alir kerja konstruksi di mana terjadi integrasi data di antara banyak pihak dan di berbagai tahapan kerja berbasis data digital melalui jaringan internet. Saat ini BIM telah banyak diadopsi di proses kontruksi mulai tahap perencanaan, pembangunan hingga operasional terutama pada pekerjaan konstruksi yang rumit seperti bangunan sektor infrastruktur. Selain telah banyak digunakan, aplikasi BIM memiliki beberapa tingkatan dari sebagai visualisasi perencenaan, integrasi perencanaan dan waktu pelaksanaan hingga integrasi produksi komponen konstruksi serta pemeliharaannya. Di masa depan, BIM akan diperkirakan akan makin banyak diterapkan sebagai standar kerja di banyak sektor industri konstruksi seiring dengan makin matang serta pesatnya efek revolusi industri 4.0. Studi ini menggunakan metode studi kasus media presentasi hasil perancangan interior Rumah Air Surabaya berbasis Virtual Tour. Tujuan dari studi adalah mengetahui sejauh mana teknik tersebut mengaplikasikan prinsip alir kerja BIM. Metode analisa menggunakan evaluasi heuristik untuk menganalisa sampel dengan dukungan studi literatur mengenai BIM. Hasil dari studi menunjukkan bahwa teknik Virtual Tour dapat dikategorikan sebagai penerapan alir kerja BIM tahap 3D yaitu mampu mewujudkan virtualisasi hasil perancangan interior yang interaktif. Berbeda dengan presentasi menggunakan 3D render yang statis, teknik Virtual Tour memberikan kesempatan pada perancang untuk mampu membangun interaksi dan pemahaman yang lebih pada klien sehingga dapat mempermudah proses finalisasi desain. Terdapat kekurangan yaitu terbatasnya interaksi karena Virtual Tour memiliki titik-titik lokasi dan kemampuan kendali interaktif yang terbatas. Disarankan, untuk selanjutnya kekurangan tersebut dapat diatasi dengan teknik 3D render menggunakan teknik realtime rendering menggunakan game engine.
Fenomena Swafoto Dan Pengaruhnya Terhadap Budaya Visual Pada Estetika Interior Ruang Komersial Ira Audia Agustina; Yongkie Angkawijaya
Jurnal Desain Interior Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i1.5242

Abstract

Penggabungan teknologi komunikasi dan kamera yang terdapat pada telepon seluler pintar menciptakan fenomena baru, yaitu perilaku swafoto dengan dampak amat luas: cakupannya lintas generasi, sosial-budaya, dan strata ekonomi (Kavitha Bhuvaneswari, 2016). Implikasi dari fenomena ini adalah perubahan prioritas dalam mendesain dan mempromosikan berbagai jenis ruang komersial publik, dari yang semula berorientasi pada kenyamanan fisik dan fisiologis pengguna, kini mulai lebih memprioritaskan keindahan dan keunikan visual ruang agar dapat menjadi destinasi wisata swafoto yang ‘instagrammable’. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh fenomena swafoto mempengaruhi perancangan desain interior pada ruang komersial, dan bagaimana fenomena ini berpengaruh terhadap tingkat kesadaran masyarakat terhadap estetika visual pada desain interior ruang komersial. Penelitian ini menggunakan metode exploratory research, dengan menggunakan Studi literatur, teknik wawancara terhadap pengguna ruang dan desainer arsitektur & interior ruang publik, observasi lapangan di beberapa lokasi destinasi wisata swafoto area Malang yang terbagi kedalam tiga kategori: Resto/Cafe, area wisata keluarga, dan Hotel/ Villa, beserta kuisioner random sampling terhadap kedua kelompok responden tersebut. Hasil yang didapatkan adalah keunikan visual ruang menjadi salah satu prioritas dalam mengkonsep perancangan ruang komersial yang mentarget pengguna dengan rentang usia 13-40 tahun, dengan tujuan agar dapat menjadi destinasi wisata swafoto. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa fenomena swafoto ini membawa dampak positif terutama pada generasi muda yang semakin memiliki kesadaran terhadap estetika visual yang ada di lingkungan sekelilingnya dibandingkan generasi sebelumnya, dan memiliki dampak lanjutan naiknya level kebudayaan visual pada masyarakat. Fenomena ini harus dapat direspons dengan baik dan optimal oleh semua kelompok desainer; dari interior, arsitektur, grafis hingga produk, untuk dapat memberikan rancangan yang tidak hanya menarik secara visual, namun juga mampu memberikan pemahaman budaya, lingkungan, dan estetika yang benar kepada masyarakat.
Kajian Strategi Aplikasi Material Kayu Bekas Pada Elemen Desain Interior Restoran di Bandung Tiara Ika Widia Primadani; Dwinita Larasati; Budi Isdianto
Jurnal Desain Interior Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i1.5180

Abstract

Desain Interior sangat berperan dalam menjaga keharmonisan antara manusia dan lingkungan melalui desain eko-interior. Karakteristik fisik dari desain eko-interior mudah ditemukan dalam aplikasi material ramah lingkungan seperti material kayu bekas yang digunakan kembali pada elemen interior. Beberapa restoran di Bandung telah menerapkan penggunaan kembali material kayu bekas dalam elemen interiornya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi dan tingkat terapan penggunaan kembali material kayu bekas yang diterapkan oleh desainer sebagai elemen interior restoran. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif-deskriptif. Hasil dari penelitian ini diukur dengan metode ukur DCBA menunjukkan bahwa tingkat terapan aplikasi material kayu bekas pada elemen interior restoran di Bandung masih dalam kategori “Terapan Umum” dan “Upaya Ringan” belum mencapai situasi ideal eko-interior.
Place Bonding on Campus Interior Design ITS: Attachment and Identity Susy Budi Astuti; Lisani Husna; Elvira Pramesvari
Jurnal Desain Interior Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i1.5283

Abstract

Place bonding merupakan fenomena adanya keterikatan manusia pada suatu tempat. Place bonding dipengaruhi oleh faktor karakter aktifitas. Penelitian ini menggunakan metode kulitatif dengan pendekatan fenomenologi, dengan menggunakan kuesioner sebagai instrumen utamanya. Hasil dari penelitian ini menggambarkan bagaimana tingkat keterikatan mahasiswa Desain Interior di ITS dengan kampusnya, yang secara umum dibedakan berdasarkan tingkatan mahasiswa, kegiatan, karakteristik mahasiswa, dan fasilitas tempat yang tersedia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa place bonding/keterikatan mahasiswa Desain Interior ITS dengan kampusnya paling dipengaruhi oleh karakter pembeda di setiap angkatan, karena pada setiap angkatan memiliki intensitas masing-masing terhadap kegiatan yang ada di dalam kampus Desain Interior.
Studi Sistem Pencahayaan Buatan Adaptif untuk Selasar Aktivitas Gedung Baru Departemen Desain Interior ITS Caesario Ari Budianto; Adi Wardoyo; Thomas Ari Kristianto; Anggra Ayu Rucitra; Okta Putra Setio Ardianto
Jurnal Desain Interior Vol 4 No 1 (2019)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i1.5263

Abstract

Pada umumnya, selasar memiliki fungsi tunggal sebagai jalur sirkulasi. Dalam pembangunan gedung baru Departemen Desain Interior ITS, inovasi diberikan dengan menghadirkan konsep multifungsi yang disebut selasar aktivitas. Konsep multifungsi ini menambahkan fasilitas area diskusi asistensi dan galeri karya pada area selasar yang bertujuan mewadahi kebutuhan aktivitas mahasiswa. Untuk menunjang konsep tersebut, faktor yang harus diperhatikan adalah pencahayaan, baik sebagai penerangan umum maupun sebagai elemen pendukung agar kebutuhan mahasiswa dapat terpenuhi dengan baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif yang menggambarkan hubungan antara objek penelitian dengan sistem pencahayaan buatan, dengan teknik eksperimental berupa simulasi menggunakan software DIALux. Data yang dikumpulkan meliputi dokumen perencanaan gedung baru Departemen Desain Interior ITS dan standar perancangan pencahayaan bangunan. Hasil dari studi ini yaitu perlunya penambahan lampu pada area selasar berupa accent lighting dan task lighting dengan ukuran lux tertentu untuk menunjang kebutuhan mahasiswa sewaktu-waktu. Temuan dari studi ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi perencanaan tata pencahayaan di selasar gedung baru Departemen Desain Interior ITS.
Desain Interior Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara, Konsep Global Metropolitan Culture Tunjung Atmadi Suroso Putro; Kiki Nurmala
Jurnal Desain Interior Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i2.5709

Abstract

Ditengah modernisasi seperti dewasa ini keberadaan museum mulai terabaikan. Dengan adanya Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara yang merupakan institusi seni berbasis di Jakarta yang menjadi pertama dalam jenisnya. Museum ini adalah yang pertama untuk memberikan akses publik terhadap koleksi seni modern dan kontemporer yang berasal dari Indonesia dan internasional. Memiliki program pameran dan acara aktif di fasilitas seluas 7.100 meter persegi termasuk pendidikan di tempat dan ruang konservasi. Museum adalah sebuah lembaga yang tetap untuk kepentingan masyarakat dan perkembangannya serta terbuka untuk umum dengan tujuan edukatif maupun rekreatif. Maka dari itu desain sebuah interior museum perlu diperhatikan demi mendukung kesuksesan sebuah desain museum antara lain dalam hal teknik display, pengkategorian galeri, system signage, maupun pencahayaan. Museum Modern and Contemporary Art in Nusantara berada di Jakarta yang merupakan ibukota Indonesia. Dengan mengangkat tema Global Metropolitan Culture, yaitu pengangkatan budaya metropolitan yang diharapkan dapat mendunia dengan menerapkan gaya kontemporer. Citra dari museum yang ingin ditampilkan yaitu menyenangkan, nyaman, bersih dan dengan memadukan konsep edukasi yang modern sehingga museum akan menggunakan fasilitas yang modern sebagai sarana pemberi edukasi kepada pengunjung agar informasi tentang koleksi yang dipamerkan oleh museum dapat diterima dengan baik dan diharapkan dapat memberikan wawasan untuk pengunjung.
Desain Interior Terminal Penumpang Pelabuhan Merak dengan Pendekatan Desain Universal Firdha Zhafira; Reza Hambali Wilman Abdulhadi
Jurnal Desain Interior Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i2.5384

Abstract

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki luas wilayah sebesar 1.904.569 km2 dengan 17.508 pulau. Transportasi laut masih banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia untuk menyebrangi pulau. Setiap sudut pulau di Indonesia memiliki pelabuhan untuk kapal bersandar. Pelabuhan Merak di Banten melakukan penyebrangan dari Pulau Jawa menuju Pulau Sumatera merupakan pelabuhan tersibuk karena setiap harinya melayani perjalanan 32 kapal ferry. Salah satu fasilitas yang ada di pelabuhan Merak adalah terminal penumpang, berfugsi sebagai tempat berkumpulnya penumpang untuk melakukan kegiatan datang, pergi, dan menunggu. Untuk memenuhi kebutuhan aktivitas tersebut diperlukan fasilitas yang nyaman dan aman untuk pengguna dengan keadaan, kebutuhan, dan rentang usia yang berbeda-beda (Desain Universal). Ruang interior yang ada harus mampu mewadahi pengguna dengan berbagai macam latar belakang berbeda agar dapat melaksanakan proses kegiatan yang ada di dalam pelabuhan dengan cepat, mudah dan nyaman.
Pemanfaatan Limbah Konstruksi menjadi Villa Serbaguna dengan Pendekatan Green Design Felicia Wisama; Febriani Elisabeth
Jurnal Desain Interior Vol 4 No 2 (2019)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v4i2.6181

Abstract

Bidang arsitektur maupun interior telah berkembang begitu pesat, mengikuti perkembangan trend zaman ini. Sehingga memicu masyarakat untuk berlomba-lomba dalam memperindah hunian mereka. Namun, seringkali material yang digunakan dalam jumlah besar, kurang dimanfaatkan secara optimal. Hal ini menyebabkan produksi limbah bangunan dalam skala yang besar, padahal limbah-limbah tersebut masih memiliki nilai guna. Di sisi lain, jika material sisa bangunan hanya disimpan begitu saja tanpa diolah lagi, maka biaya yang dikeluarkan akan membengkak. Tentu saja, material sisa yang melimpah bisa menjadi persoalan utama bagi beberapa orang. Oleh karena itu di zaman sekarang ini, telah berkembang berbagai inovasi dalam dunia arsitektur yang berpotensi sebagai solusi. Salah satu inovasi yang sedang diminati masyarakat akhir-akhir ini adalah konsep Green Design, dimana meliputi aspek zerowaste, recycle serta memaksimalkan penghawaan alami. Penulisan karya tulis ini bertujuan untuk memaparkan penelitian tentang pengolahan limbah material menjadi bangunan serbaguna, dengan pendekatan Green Design. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif yang digabungkan dengan tahapan design thinking sehingga dapat mengimbangi kebutuhan pengunjung. Dengan adanya penelitian ini, diharapkan selain dapat menjadi peluang usaha yang berpotensi dan bernilai jual bagi para konsumen, juga dapat mengatasi permasalahan limbah yang ada di lingkungan sekitar.