cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Interior
ISSN : 25272853     EISSN : 25492985     DOI : -
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
Perancangan Interior Politeknik STTT Bandung Program Studi Produksi Garmen Desty Istiqomalia; Ratri Wulandari; Agustinus Nur Arief Hapsoro
Jurnal Desain Interior Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v5i2.7145

Abstract

Dalam rangka menyongsong perkembangan Industri 4.0, fasilitas pembelajaran sekolah ataupun perguruan tinggi memerlukan sebuah perubahan. Fasilitas sebagai sarana dan prasarana pembelajaran berperan penting dalam menciptakan perubahan dalam aspek cara hidup, bekerja, hingga konektivitas dan komunikasi yang diperlukan pada era revolusi 4.0. Seperti yang dikatakan Adedeji dalam Robert (2007) bahwa ‘facilities have to be adequate and should be in good condition for schools to function properly.’ Namun saat ini masih banyak fasilitas sekolah Indonesia masih belum di perhatikan dengan baik. System pendidikan Indonesia seperti abad 19, pengajar/dosen seperti abad 20, serta peserta didik abad 21” (MENDIKBUD, 2014-2015). Untuk itu di perlukannya pembaharuan guna mengimbangi kemajuan teknologi pada era sekarang ini, dimana segala aktivitas manusia melibatkan kecanggihan teknologi digital berbasis Cyber Phisical System (berbasis data dan cloud computing). Tujuan perancangan yang akan dilakukan adalah mendesain ruang belajar dengan pendekatan teknologi untuk menciptakan ruang belajar yang terintegritas berbasis muatan teknologi Industri 4.0. Serta Politeknik STTT Bandung, sebagai satu-satunya perguruan tinggi milik pemerintah di bidang tekstil dibawah kementrian perindustrian, dijadikan sebagai objek perancangan.
Tren Desain Furnitur Berbahan Limbah Kayu di Media Jual Beli Daring Mahendra Nur Hadiansyah; Alieviatara Yathallayov
Jurnal Desain Interior Vol 5 No 2 (2020)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v5i2.7530

Abstract

Limbah kayu merupakan jenis limbah yang berasal dari pohon atau hasil hutan alami ataupun produksi industri. Secara umum pepohonan memberikan dampak positif bagi berbagai kebutuhan manusia, karena secara spesifik batang kayu yang utuh hingga yang telah diolah memiliki nilai yang dapat terhitung dan tidak bisa terhitung bagi manusia. Selain itu, dalam perekonomian berbagai jenis kayu baik itu berukuran utuh maupun serbuk, berukuran besar maupun kecil. Semua jenis kayu tersebut dapat dimanfaatkan oleh manusia. Namun, saat ini di Indonesia khususnya dalam pengolahan berbagai bentuk limbah baik berukuran besar maupun kecil masih belum dimanfaatkan semaksimal mungkin, hal ini terjadi karena kurangnya kreativitas dan kepedulian masyarakat Indonesia dalam mengolah limbah tersebut. Dengan adanya permasalahan tersebut maka cara menanggulanginya adalah dengan memanfaatkan limbah kayu menjadi produk yang bernilai tambah dan dapat bermanfaat untuk lingkungan dan masyarakat. Dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan wawancara pengrajin dilanjutkan dengan kuisioner kepada masyarakat dan juga melakukan analisis pada furniture limbah yang paling banyak dibeli pada media daring seperti Bukalapak. Berdasarkan hasil penelitian ini didapati bahwa masyarakat akan lebih memilih untuk berbelanja secara langsung ke toko. Namun, karena adanya pandemic Covid-19 membuat masyarakat mau tidak mau membeli furnitur secara daring dengan beberapa pertimbangan, selain itu dalam pemilihan furnitur dari limbah kayu masyarakat memilih dari material kayu palet didasari karena kayu ini lebih bersih dari sisi warna dan juga mudah untuk ditata sesuai dengan interior yang ada dimana dengan penggunaan furnitur dari kayu palet ini akan membuat ruang terlihat pada penggayaan rustic apabila melalui proses pelapisan akhir yang cukup detail, namun tak menutup kemungkinan bahwa kayu palet akan lebih terekspos dan membuat ruangan menjadi lebih indah.
Desain produk Interior Berkelanjutan: Pemanfaatan Limbah Kayu Industri untuk Fidgeting Dekoratif Grace Mulyono; Fabrizio Robbie Sumawan
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.17717

Abstract

Perancangan produk interior yang berkelanjutan memiliki peran penting dalam meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Tulisan ini bertujuan untuk mengkaji perancangan produk interior berkelanjutan yang memanfaatkan limbah kayu industri sebagai fasilitas fidgeting. Produk interior dekoratif dikembangkan dengan teknik puzzle dan berfungsi sebagai fasilitas pencahayaan ruangan. Melalui penerapan konsep berkelanjutan dan inovasi desain, penelitian ini memberikan kontribusi dalam mengatasi permasalahan kecemasan serta penggunaan limbah kayu yang tidak termanfaatkan secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah Design Thinking oleh Kelley dengan tahapan Emphasize, Define, Ideate, Prototipe, dan Test. Pada tahap Prototipe, ide desain diwujudkan menjadi desain produk nyata dengan memanfaatkan limbah kayu industri dan diuji untuk memperoleh umpan balik dari pengguna. Hasilnya adalah serangkaian desain pencahayaan dekoratif yang menggabungkan konsep fidgeting dan teknik puzzle dalam optimalisasi pemanfaatan limbah industri kayu.
Studi Komparasi Elemen Interior Pada Kamar Tamu Resort Di Kawasan Banten Sherina Putri; Aida Andrianawati; Ully Irma Maulina Hanafiah
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.18329

Abstract

Resort adalah tempat singgah sementara dengan beragam kebutuhan seperti olahraga, pertemuan, kesehatan, agama, dan bisnis. Resort biasanya berlokasi di daerah alam seperti pantai atau pegunungan, untuk memberikan fasilitas bagi wisatawan agar dapat bersantai dan berlibur. Namun, nuansa interior khas nusantara semakin langka karena dampak modernisasi. Beberapa arsitek dan desainer interior kini mencoba menghadirkan kembali unsur- unsur kebudayaan nusantara dalam desain bangunan.Penelitian ini membandingkan elemen interior pada kamar tamu di 3 resort di Banten untuk mengkaji penerapan suasana modern tradisional. Hasilnya diharapkan memberikan manfaat bagi institusi pendidikan sebagai referensi dalam perancangan sejenis. Metode penelitian kualitatif deskriptif digunakan dengan memilih 3 studi kasus resort di Banten, yakni Kalicaa Villa, Coconut Island, dan Novus Jiva. Data sekunder diperoleh dari literatur, jurnal, dan analisis hasil penelitian. Hasil komparasi menunjukkan Kalicaa Villa memiliki gaya modern minimalis dengan sentuhan alami dan tradisional pada elemen dekoratif. Coconut Island menampilkan gaya tradisional dengan penggunaan material kayu gelap dan ukiran yang memberikan kesan klasik. Sedangkan Novus Jiva menampilkan gaya modern minimalis tanpa ornamen. ketiga resort di Banten menampilkan gaya interior yang berbeda. Kalicaa Villa menggabungkan modern minimalis dan alami dengan sentuhan tradisional. Coconut Island menampilkan gaya tradisional dengan ornamen kayu yang klasik. Sementara itu, Novus Jiva menampilkan gaya modern minimalis tanpa ornamen.
Teritori Ruang Tradisi Haji Jawa di Perkotaan Indonesia Baskoro Azis; Andi Pramono; Andhika Pramalystianto; Brainnisa Ramadhani
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.18635

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara yang penganut Ibadah Haji dalam jumlah yang sangat besar. Ibadah haji adalah satu dari lima kewajiban yang wajib dijalankan oleh muslim di dunia. Hal tersebut menjadi sebuah alasan oleh muslim untuk segera menunaikan ibadah haji. Akan tetapi, tradisi ini mulai ditinggalkan karena perkembangan generasi terbaru termasuk area perumahan yang bertambah banyak dan berbeda dengan perkampungan pada umumnya. Sehingga perubahan ruang sering terjadi dan penghuni rumah mengadaptasi dengan kegiatan yang dilakukannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan , wawancara, serta physical mapping. Temuan dalam penelitian ini adalah jenis kegiatan dan luas rumah yang terbangun mempengaruhi perubahan fungsi ruang.
Pengembangan Desain Produk Keramik dengan Kombinasi Kayu Palet di Malang Jawa Timur Wahyu Waskito Putra; Tiara Ika Widia Primadani
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.18690

Abstract

Produk kerajinan keramik Dinoyo agar lebih variatif memerlukan sentuhan inovasi desain. Berdasarkan kondisi tersebut maka perlu dilakukan penelitian dan penggalian potensi industri kerajinan keramik Dinoyo untuk mempertahankan kelangsungan usahanya dan menghasilkan produk yang mengikuti perkembangan permintaan pasar. Salah satu strategi agar produk keramik Dinoyo memiliki keunikan adalah produk tersebut harus memiliki karakteristik, misalnya dengan mengkombinasikan (kombinasi) dengan material lain disekitarnya yang ramah lingkungan. Material yang akan dikembangkan dengan produk keramik Dinoyo pada penelitian ini adalah kayu pallet. Pemilihan kayu palet adalah kayu bekas dari kontainer sehingga pengembangan desain baru produk keramik di Dinoyo juga memperhatikan kelestarian alam. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian dan pengembangan. Penelitian ini akan melalui empat tahap pengembangan, yaitu 1) tahap pendefinisian, 2) tahap desain, 3) tahap pengembangan. Hasil penelitian pengembangan produk ini diharapkan dapat mendiversifikasi produk keramik Dinoyo sebagai kap lampu sebagai dekorasi interior. Mereka memiliki manfaat yang lebih komprehensif untuk keberlanjutan usaha kecil menengah dan lingkungan.
Dining During the New Normal: A Pilot Study Identifying Factors Influencing the Restaurant Choices of Young Adults in Indonesia Onna Anieqo Tanadda; Prabu Wardono
Jurnal Desain Interior Vol 8 No 2 (2023)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v8i2.19025

Abstract

The COVID-19 pandemic has brought significant changes to the restaurant industry, including changes in consumer behavior and preferences. In Indonesia, young adults are a significant market segment for restaurants, and understanding their restaurant choices is crucial for the industry's survival. Despite the discussions about the massive impact of the COVID-19 pandemic on the hospitality industry by practitioners and researchers, only a limited number of papers have empirically examined consumer behavior in the context of restaurant choice in Indonesia. Consumers' concerns about safety and social distancing may lead to the permanent closure of some restaurants due to the absence of visitors. As restaurants develop comprehensive reopening plans, consumers may still have specific considerations when choosing a restaurant. This pilot study aims to evaluating acceptability of methods and instruments to participants in identifying consumers' behavior factors that driven their restaurant choice to dine-in during the New Normal period. The sample was composed of 50 young adult consumers from different cities in Indonesia with a moderate risk increase of COVID-19 cases. An adapted 76 item questionnaire with 5-point scales was administered online using Microsoft form and analyzed in SPSS 26 software. After excluding 14 item, the result showed that the number of 62 item were valid and reliable for data analysis. Therefore, the results of this pilot study have implications for subsequent quantitative research, with one of the methods being statistical analysis, specifically factor analysis.
Penerapan Arsitektur Tropis dalam Era New Normal Dian Kusumowardani
Jurnal Desain Interior Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9640

Abstract

Seiring dengan perkembangan teknologi di dunia saat ini yang memasuki Revolusi Industri 4.0 dan pandemik yang melanda dunia telah mengubah pola hidup manusia, menuntut manusia untuk menggunakan teknologi dalam mewujudkan manusia yang berkehidupan lebih sehat, terampil dan lebih cerdas. Kekayaan arsitektur tropis pada bangunan tradisional di Indonesia menjadi hal yang sangat menarik dalam hubungannya dengan modernisasi dan adaptasi dari masyarakat tradisional menuju masyarakat modern. Masyarakat Indonesia tengah mengalami proses adaptasi budaya baik budaya fisik maupun non fisik dengan perkembangan ilmu pengetahuan serta kemajuan teknologi melalui penggunaan bahan bangunan dan teknologi di dunia sejalan dengan perkembangan teknologi terutama teknologi yang dapat diterapkan pada sebuah bangunan. Era New Normal dengan tuntutan orientasi pada kesehatan dan kenyamanan penghuni dan pengguna bangunan kesadaran akan tuntutan ini membingkai semangat pembangunan arsitektur yang mampu beradaptasi dan berkelanjutan, yaitu beradaptasi dengan modernitas tanpa kehilangan kearifan lokal serta kesesuaian terhadap kondisi iklim Indonesia dengan secara bijaksana.sebagai upaya untuk menyelamatkan bumi.
Ornamen Masjid Sunan Ampel, Sunan Giri, dan Sunan Sendang Budiono Budiono; Nanik Rachmaniyah; Aria Weny Anggraita
Jurnal Desain Interior Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.9641

Abstract

Bangunan yang dinilai mampu mewakili keberhasilan penerapan prinsip arsitektur Islam adalah Masjid. Karakteristik arsitektur masjid secara rinci dapat dilihat melalui morfologi, teknologi, dan artikulasi desainnya. Morfologi masjid meliputi organisasi spatial serta bentuk atap, aspek teknologi meliputi struktur, konstruksi, dan material bangunannya. Sedangkan karakteristik artikulasi desain lebih ditekankan pada bahasa dekoratif dan keteraturan desainnya. Analisis tentang morfologi, teknologi dan artikulasi desain dari arsitektur masjid yang terjadi saat ini perlu dilakukan guna memperoleh temuan terkait pengaruh dari budaya lokal atau non-lokal, serta terkait ciri-ciri yang bisa dikatagorikan sebagai arsitektur Islam/Islami. Penelitian ini hanya membatasi pada kajian karakteristik artikulasi dari ornamen masjid. Masjid yang dipilih untuk diteliti ornamennya adalah masjid Wali di Jawa Timur yaitu masjid Sunan Ampel di Surabaya, masjid Sunan Giri di Gresik, dan masjid Sendang Duwur di Lamongan. Masjid Wali dipilih karena dianggap mewakili prototip masjid awal atau tradisional di Indonesia. Tujuan khusus dari penelitian ini adalah : Pertama, mendeskripsikan dan memetakan karakteristik visual dari salah satu elemen masjid yang menjadi salah satu warisan budaya yaitu ornamen masjid Wali. Kedua, menemukenali prinsip artikulasi desain pada masjid Wali sebagai salah satu wujud penerapan kaidah arsitektur/desain Islam pada era Wali di Indonesia. Setelah ditetapkan state of the art penelitian, masalah penelitian serta kajian teori yang mendukung, maka penelitian ini dilakukan dengan kegiatan: pengumpulan data lapangan dengan observasi dan wawancara, pembuatan visualisasi berupa gambar dua dimensi dari ornamen yang terpilih, analisis bentuk dan interpretasi makna ornamen, serta kesimpulan. Luaran yang ditargetkan dari penelitian ini adalah berupa deskripsi bentuk dan makna ornamen masjid Wali, serta rumusan konsepsi karakteristik ornamen masjid yang berbasis budaya lokal dan Islam di Indonesia.
Analisis Tata Ruang dan Makna Simbolis Ragam Hias Binatang pada Klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Huo Kiong) Gorontalo Tresiyani Mettasari Liesawan; Jesseline Carissa Novita
Jurnal Desain Interior Vol 6 No 1 (2021)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v6i1.8997

Abstract

Klenteng adalah tempat ibadah Tionghoa yang identik dengan warna merah pada bangunannya. Tak hanya warna, klenteng juga memiliki pembagian ruang khusus untuk altar sembahyang yang biasanya terbagi dalam beberapa area. Masing-masing area memiliki keunikan tersendiri yang menarik untuk dianalisa interiornya. Di Klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Huo Kiong) Gorontalo terdapat beberapa ragam hias makhluk hidup yang diterapkan pada interior baik berupa lukisan maupun ukiran di dinding. Ragam hias makhluk hidup yang paling sering dijumpai pada klenteng ini adalah naga dan singa dimana elemen-elemen ini memiliki makna simbolis masing-masing. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pembagian tata ruang dalam interior Klenteng Tulus Harapan Kita (Thian Huo Kiong) Gorontalo dan makna simbolis dari ragam hias binatang yang terdapat di dalam klenteng. Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data akan dilakukan dengan dua cara yakni teknik observasi dan studi literatur.