Jurnal Desain Interior
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Articles
228 Documents
Kajian Muatan Green Design pada Dry Leaf Board
Firman Hawari
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i2.1909
Green design merupakan gerakan pelestarian lingkungan hidup yang berusaha diimplementasikan dalam berbagai bidang kehidupan manusia. Diprediksikan bahwa di masa yang akan datang, berbagai bentuk aktivitas manusia sehari-hari akan selalu dikaitkan dengan pelaksanaan konsep green design. Termasuk di dalam ruang lingkupnya adalah kegiatan penciptaan material bangunan. Dengan mengakomodasi konsep tersebut, kegiatan yang dilaksanakan akan berada dalam jalur konservasi lingkungan hidup. Material bangunan yang mengaplikasikan konsep green design, selain kemampuan yang dimilikinya, peluang agar dapat bertahan untuk jangka waktu yang lama juga akan terbuka. Salah satu material bangunan yang berusaha mengaplikasikan konsep tersebut adalah dry leaf board. Dry leaf board yang masuk dalam kategori produk baru sejak awal diarahkan untuk merepresentasikan green design dalam setiap variabel aplikasinya. Dalam kajian ini, sistematika pemikiran diarahkan untuk mengidentifikasi dry leaf board sebagai sebuah material bangunan yang mengandung muatan green design. Pembahasan meliputi definisi green design, dry leaf board, serta muatan green design dalam produk dry leaf board dari pemilihan bahan baku, proses produksi, dan produk akhirnya. Pemahaman terhadap kajian ini akan mendorong masyarakat untuk turut terlibat dalam pelestarian lingkungan hidup selain mengaplikasikan fungsi dry leaf board itu sendiri sebagai material bangunan.
Desain Interior Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya dengan Konsep Modern Youth
Intan Hannah Marsya;
Nanik Rachmaniyah
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i2.1910
Pemuda merupakan populasi terbesar di Indonesia dan menjadi harapan untuk meningkatkan jumlah ketersediaan darah di Indonesia. PMI membuat program “Yang Muda Yang Berdonor” mengajak pemuda untuk menjadikan donor darah sebagai gaya hidup. Selain program tersebut perlu adanya strategi untuk menarik pemuda datang mendonorkan darahnya ke Unit Transfusi Darah (UTD) PMI Surabaya. Improvisasi pada kondisi dan fasilitas UTD PMI Surabaya melalui desain interior merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan untuk mendukung peningkatan pendonor darah dari kalangan usia muda. Dalam menentukan konsep dan desain interior UTD PMI Surabaya digunakan metode desain melalui tahap pengumpulan data (observasi, wawancara, survey, studi literatur) dan tahapan desain (eksplorasi ide konsep, sketsa-sketsa, dan implementasi desain). Melalui proses tersebut didapatkan konsep yaitu Modern Youth. Konsep Modern Youth merupakan konsep yang disesuaikan dengan karakteristik masyarakat Surabaya yang modern dengan pendekatan karakteristik pemuda yaitu dinamis. Hal tersebut ditunjukkan dengan penggunaan bentuk-bentuk geometris, dengan komposisi asimetris.Hasil desain interior UTD PMI Surabaya dengan Konsep Modern Youth secara keseluruhan membuat suasana interior UTD PMI Surabaya lebih dinamis, menyenangkan, dan memberikan suasana yang dapat mengurangi kesan klinis. Hal tersebut ditunjukkan dengan penerapan warna-warna analog, bentuk-bentuk geometris, dan penerapan desain furnitur yang fleksibel.
Persepsi Terhadap Lebar Koridor Utama pada Apartemen Ditinjau dari Respon Fisik Pengguna
Susy Budi Astuti;
Aria Weny Anggraita;
Muhammad Husnul Azhar;
Angga Rubianto
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i2.1911
Desain dapat mempengaruhi perilaku manusia dalam berinteraksi, termasuk interaksi antara manusia dengan ruang. Manusia mempunyai persepsi terhadap ruang yang berbeda-beda, salah satunya dapat terlihat dari respon fisik perilaku pengguna. Koridor adalah sebuah jalan yang diapit oleh dinding dari sebelah kiri maupun kanan yang merupakan ruang-ruang disekitar jalan. Koridor sebagai ruang yang sering dilalui pengguna untuk melakukan berbagai aktivitas tentu dapat menjadi objek kajian dalam ilmu ergonomi. Dalam penelitian ini kami mengambil koridor utama Apartemen XY di Surabaya sebagai objek studi. Pemahaman akan ilmu ergonomi diperlukan untuk dapat menciptakan desain koridor yang ergonomis sehingga terjadi sirkulasi yang baik pada koridor.Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui persepsi pengguna terhadap lebar koridor apartemen yang ditunjukkan melalui respon secara psikologis dan fisik mereka di koridor dengan berbagai aktivitas yang terjadi di dalamnya. Respon psikologis dan fisik pengguna dalam penelitian ini dapat menjadi acuan dalam mendesain lebar sebuah koridor yang ideal untuk sebuah apartemen.Pada penelitian ini, referensi literatur berkaitan dengan ergonomi pada koridor serta psikologi manusia terhadap lingkungan di sekitarnya. Sebagai pendukung dari studi literatur, metode penelitian dilakukan dengan cara observasi aktifitas yaitu mengambil foto serta video pengguna apartemen yang melewati koridor pada pukul 18.00 – 19.00 WIB.
Representasi Desain Indisch Trophic dalam Desain Interior Museum Pendidikan Dokter Indonesia di Surabaya
Thomas Ari Kristianto;
Caesario Ari Budianto;
Prasetyo Wahyudie
Jurnal Desain Interior Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v1i2.1912
Mendesain interior museum dengan memanfaatkan bangunan yang sudah ada memerlukan metode yang khas. Terlebih lagi bila bangunan yang digunakan adalah bangunan lama dengan status cagar budaya. Selain aspek konservasi, konsep desain interior museum ini diarahkan untuk menghargai kondisi arsitektur asal. Dalam perjalanan proses desain, ditemukan bahwa gubahan representasi dari arsitektur asal bergaya “indisch tropic” dapat mewadahi konsep-konsep kurasional pajang museum, bahkan menghadirkan suasana penuh kenangan yang artistik dalam sajian modern.
Desain Toilet dan Tempat Wudhu Masjid
Budiono Budiono;
Lea Kristina Anggraeni
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2374
Desain toilet dan ruang wudhu di fasilitas publik seperti di kantor, pertokoan, sarana hiburan-rekreasi, hotel, restaurant dan bangunan masjid, sebagian besar belum mengakomodasi kebutuhan ‘bebas najis’ dan privasi aurat penggunanya serta belum memperhatikan lay out toilet, sehingga posisi kloset dan urinal tidak menghadap / membelakangi arah kiblat. Berdasarkan permasalahan tersebut, maka perlu disusun konsep desain dan alternative desain toilet dan tempat wudhu yang lebih Islami. Untuk mewujudkan interior toilet yang Islami tersebut khususnya pada bangunan masjid, maka perlu dilakukan kegiatan penyusunan konsepsi desain toilet dan ruang wudhu yang Islami. Konsep desain ini diperlukan untuk meningkatkan wawasan takmir masjid terhadap persoalan dan solusi fisik dari desain toilet dan ruang wudhu, serta menghasilkan satu alternatif desain sebagai acuan atau langsung dikonstruksi pada kegiatan pembangunan baru atau renovasi. Konsep desain toilet dan ruang wudhu yang Islami terutama adalah ide tentang bagaimana mendesain urinoir yang dapat menghindari terjadinya percikan balik/cipratan urin (najis) sehingga tidak mengenai tubuh atau pakaian pengguna, serta bagaimana cara meningkatkan privasi visual (aurat) pengguna saat buang air, dan bagaimana menata lay out toilet dan ruang wudhu sehingga tidak menghadap atau membelakangi kiblat. Konsep tersebut diimplementasikan dalam bentuk alternatif desain beruba gambar pradesain. Dengan adanya konsep desain dan alternatif desain yang Islami diharapkan masyarakat Muslim sebagai penduduk mayoritas di negeri ini tidak gamang dan ragu lagi untuk menggunakan, yang pada gilirannya akan meningkatkan pelayanan masjid pada para jamaahnya karena jamaah akan semakin merasa aman dan nyaman. Yang dijadikan kasus pada studi ini adalah toilet dan ruang wudhu masjid Al-Falah dan Masjid Ampel Surabaya.
Implementasi Prinsip-Prinsip Strukturalisme untuk Mengidentifikasi Kondisi Aktual Dry Leaf Board sebagai Material Perancangan Interior
Firman Hawari
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2375
Beberapa kajian mengenai dry leaf board yang dilakukan sebelumnya telah memunculkan beberapa asumsi, antara lain: orisinalitas, urban waste, customize, aplikasi manual, dan pemanfaatan dry leaf board itu sendiri. Asumsi-asumsi tersebut menunjukkan bahwa proses penciptaan dan produksi dry leaf board telah melahirkan bentuk dan struktur yang dapat dilihat bahkan dinilai. Secara filosofis, dry leaf board membangun makna berdasarkan pada bentuk dan struktur tersebut yang terkait erat dengan pola pikir masyarakat di mana ia diciptakan. Kajian berikut ini akan difokuskan pada pembahasan implementasi prinsip-prinsip strukturalisme untuk mengidentifikasi kondisi aktual dry leaf board. Pembahasannya dikaitkan dengan prinsip-prinsip universal dari pikiran manusia yang menjadi dasar karakter budaya dan kebiasaan-kebiasaan yang dilakukan manusia dalam proses penciptaan dan produksi dry leaf board sebagai material perancangan interior. Gagasan strukturalisme juga melakukan pencarian keterpaduan unsur pembangun dari realitas gagasan dry leaf board yang beraneka ragam di permukaan secara ilmiah (obyektif, ketat dan berjarak). Berdasarkan pemahaman strukturalisme, makna aktual dry leaf board tidak bersumber dari individu manusia melainkan lebih memusat pada sistem relasi bentuk yang mendasarinya seperti material, proses produksi, kemampuan fisik, serta hasil akhirnya. Pemikiran tersebut membuka peluang pembahasan implementasi prinsip-prinsip strukturalisme dalam membangun sistem relasi bentuk dan struktur pada dry leaf board. Terungkapnya gagasan aktual dari dry leaf board diharapkan akan dapat mempengaruhi pengembangan visual dan pemanfaatannya serta pengaruhnya pada perancangan interior ruang secara keseluruhan di masa yang akan datang.
Kajian Desain Gapura dengan Konsep Green Design sebagai Upaya Pembentuk Identitas suatu Lingkungan
Mahendra Wardhana;
Anggri Indrapasti;
Nadya Rizky Fitriana
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2376
Identitas lingkungan menjadi sangat penting untuk diwujudkan dan diperhatikan dikarenakan hal ini akan menjadi panduan bagi semua orang yang berada di dalamnya untuk mengetahui posisi serta keberadaannya pada lingkungan tersebut. Keberadaan yang dimaksud ini adalah kemudahan dalam menemukan posisinya dalam suatu lingkungan dalam kaitan dengan jarak dan arah terhadap suatu titik tujuannya. Dengan demikian, hal yang dijadikan perhatian atau faktor penting dalam analisa identitas lingkungan adalah view, posisi dan jarak suatu penanda di lingkungan tertentu. Salah satu obyek kajian yang penting dalam memnentuk identitas lingkungan adalah gapura masuk di lingkungan rukun tetangga. Dalam kajian gapura ini tetap dimunculkan konsep green design dikarenakan banyak upaya di lingkungan suatu kota yang cenderung membentuk lingkungan hijau di lingkungannya. Konsep green design pada gapura selalu berkaitan dengan tanaman dan taman yang berada di sekitar gapura. Keberadaan tanaman dan taman yang ada di lingkungan gapura ini yang selanjutnya akan dianalisa posisi dan perletakannya di gapura yang dijadikan contoh kreasi desainnya pada penelitian ini. Olahan konsep green design yang ditunjukkan pada gapura dalam upaya membentuk identitas lingkungan memiliki hasil arahan dengan meletakkan konfigurasi tanaman yang menarik pada bangunan gapura dan di sekitarnya. Hasil analisa lain adalah hadirnya taman akan membentuk kesan green pada lingkungan di sekitar gapura.
Kajian Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Aksesibilitas dalam Ruang Pelayanan Publik Studi Kasus: BPJS Kesehatan Cabang Utama Bandung
Mahendra Nur Hardiansyah
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2377
Masalah utama dari pelayanan publik oleh instansi pemerintah tidak hanya bagaimana menerapkan aturan dan sistem pelayanan. Tetapi peran desain interior ruang pelayanan yang dapat membentuk alur sesuai dengan prosedur juga perlu diperhatikan. Aksesibilitas dalam ruang adalah salah satu hal penting dalam interior yang dapat mempengaruhi pergerakan pengunjung sehingga berdampak pada proses pelayanan semua pengunjung. Penelitian Ini bertujuan untuk menganalisis dan membahas tentang faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat aksesibilitas di dalam ruang pelayanan publik. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan studi kasus “BPJS Kesehatan Cabang Utama Bandung”. Data diperoleh melalui survey dan pengamatan, kemudian data dianalisis dan dijelaskan dalam diskusi mendalam. Secara garis besar, menurunnya aksesibilitas dipengaruhi oleh beberapa faktor yatu: sirkulasi pengunjung, density dan crowd pengunjung, kapasitas dan ukuran ruang, selanjutnya penataan furnitur di dalam ruangan. Hasil penelitian ini diharapkan menjadi acuan dan pertimbangan dalam meningkatkan kualitas pelayanan, khususnya di bidang desain interior untuk memaksimalkan tingkat aksesibilitas dalam ruang sehingga dapat memaksimalkan pergerakan pengunjung yang efektif dalam ruang pelayanan publik. Tetapi masih banyak keterbatasan dalam penelitian ini, karena objek penelitian yang tidak stabil dan dapat berubah sewaktu-waktu, serta hanya berdasarkan survey dan pengamatan pada waktu tertentu. Saya berharap penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi dan meninjau perbaikan lebih lanjut dalam penelitian terkait selanjutnya.
Kajian Penerapan Ergonomi dalam Perancangan Bangunan Sekolah Dasar, Studi Kasus SDN Bubutan IV Surabaya
Lea Kristina Anggraeni
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2378
Alasan orang tua memilih sekolah yang baik, sering diukur dengan fasilitas dan prestasi sekolah tersebut. Orang tua sering memilih untuk menyekolahkan di sekolah swasta atau sekolah negeri favorit, meskipun lokasinya jauh dari rumah mereka. Pemerintah Kota Surabaya mengembangkan program SDN Merger sebagai solusi dari permasalahan tersebut. SDN Merger merupakan program penggabungan dua atau lebih sekolah dasar negeri yang memiliki lokasi saling berdekatan dan kekurangan murid. Tujuan utama dari program ini adalah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana, dan mendorong tercapainya prestasi bagi siswa, guru dan sekolah itu sendiri. Perencanaan pembangunan gedung sekolah dasar SDN Bubutan IV memperhatikan 3 faktor utama, yaitu : 1) Faktor manusia sebagai pengguna, khususnya siswa SD dengan rentang usia 6 - 12 tahun, menggunakan pendekatan ergonomi dan antropometri, 2) Faktor lingkungan sekitar, untuk dapat mengoptimalkan lingkungan sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar; dan 3) Faktor kebijakan pemerintah yang berlaku seperti tertulis pada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI Nomor 24 tahun 2007 tentang Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs) dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA). Perencanaan pembangunan mengoptimalkan penggunaan lahan untuk memenuhi kebutuhan kelas, area terbuka sebagai sarana bermain dan olah raga, organisasi ruang dan KM/WC, keamanan siswa dalam beraktifitas dan meningkatkan kosentrasi belajar siswa, serta pemanfaatan sinar matahari sebagai penunjang pencahayaan alami.
Relasi Desain dan Tata Letak Sarana Duduk Terhadap Kenyamanan Pengunjung Kafe
Alifia Wida Izzati;
Yuni Maharani;
Dudy Wiyancoko
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 1 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.12962/j12345678.v2i1.2379
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh semakin beragamnya aktivitas yang dapat dilakukan saat berada di kafe. Keberagaman aktivitas inilah yang kemudian menimbulkan kecenderungan pengunjung dalam memilih desain dan tata letak sarana duduk yang nyaman guna mendukung aktivitas selama berada didalam kafe. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kenyamanan duduk pengunjung di kafe. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, yaitu dengan melakukan observasi dan pengamatan secara langsung dan mendalam terhadap kafe yang dijadikan studi kasus pada penelitian ini. Data yang didapatkan kemudian di olah dan dianalisis. Hasil analisis kemudian dilakukan uji validasi akhir pada penelitian untuk memastikan kecocokan hasil observasi dan pengamatan dengan uji validasi yang telah dilakukan. Hasil temuan penelitian berupa rekomendasi desain dan tata letak sarana duduk yang baik bagi pengunjung kafe.