cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Desain Interior
ISSN : 25272853     EISSN : 25492985     DOI : -
Jurnal Desain Interior (pISSN 2527-2853 eISSN 2549-2985) menerima artikel penelitian penuh di bidang desain interior dan lingkupnya dari bidang subjek sebagai berikut: Sejarah Desain, Sejarah Interior, Budaya Visual Interior, Metodologi Desain, Proses Desain, Wacana Desain, Desain Interior dan Budaya, Sosiologi Desain, Manajemen Desain, interior dan seni kritik, Antropologi dari desain interior, Artifact desain, desain Industri, desain interior, Kerajinan, Arsitektur, Industri Kreatif, Kebijakan desain, psikologis, Perilaku Meruang, Psikologi Desain, Ergonomi, Sain Interior, pendidikan dan konseptual lainnya di interior Desain.
Arjuna Subject : -
Articles 228 Documents
Perancangan Mebel Kantor Kezia Karin Surabaya Berdasarkan Ilmu Ergonomi Grace Safenla; Felycia Agustin; Windya Novelin
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v2i2.3543

Abstract

Aspek sosial, psikologi dan fisik di lingkungan kerja memainkan peran besar dalam mempengaruhi produktivitas kerja seseorang. Lingkungan kerja yang kondusif memberi rasa aman dan mengajak pegawai untuk bekerja secara optimal. Salah satu usaha untuk menciptakan suasana yang menjamin kerja optimal ini membutuhkan furniture yang mempermudah aktivitas penggunanya. Desain mebel yang efektif tidak hanya mampu mencukup kebutuhan kerja tetapi juga sanggup untuk menghemat ruang kerja dan gerak sambil menyediakan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna untuk jangka waktu yang panjang. Desain furniture multifungsi yang mengikuti standar ergonomi meningkatkan persentasi efisiensi dan ketepatan waktu.
Analisa Sinkretisme Agama dan Budaya Melalui Transformasi Elemen Visual Bernilai Sakral pada Gereja Katolik Ganjuran Ira Audia Agustin; Andryanto Wibisono; Imam Santosa
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v2i2.3544

Abstract

Kebudayaan Jawa adalah kebudayaan yang terbentuk sebagai hasil perpaduan berbagai macam kultur agama dan budaya, dimana usaha manusia Jawa untuk memadukan nilai-nilai baru dan nilai lokal dapat dilihat jejaknya melalui berbagai karya seni visual sebagai hasil ekspresi simbolis-religiusnya. Melalui Gereja Ganjuran ini dapat dilihat adanya usaha untuk melakukan proses sinkretisme dengan memadukan nilai ajaran Katolik dengan nilai Hindu-Jawa melalui elemen-elemen visualnya sehingga bernilai sakral baik secara budaya maupun agama. Penelitian ini menganalisa mengenai proses sinkretisme tersebut melalui analisa elemen-elemen visualnya dengan menggunakan pendekatan kualititif estetika visual dan kebudayaan Jawa. Dengan mengetahui bagaimana proses sinkretisme tersebut ditransformasikan kedalam elemen visual yang diterima oleh masyarakat, diharapkan penelitian dapat menjadi landasan mengenai konsep dalam implementasi nilai-nilai kesakralan kedalam sebuah karya seni visual yang bermakna simbolis.
Desain Plafon pada Auditorium Gedung Kesenian Jakarta Karina Juwita
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v2i2.3545

Abstract

Auditorium merupakan tempat untuk kegiatan publik seperti pertunjukan kesenian, olahraga, dan kegiatan seremonial. Pertunjukan kesenian seperti teater, opera, dan musik bisa dinikmati dengan nyaman tergantung dari kualitas akustik ruang. Salah satu faktor yang mempengaruhi auditorium adalah plafon. Plafon bukan hanya sebagai estetika ruangan tetapi bentuk plafon juga harus menyesuaikan ruangan agar tidak terjadi gema dan suara dapat didengar secara jelas oleh penonton. Pada penelitian ini dilakukan di Auditorium Gedung Kesenian Jakarta untuk mengetahui apakah terdapat cacat akustik pada auditorium tersebut dan solusi apabila terjadi cacat akustik.
Pergeseran Makna Warna Pink dari Maskulinitas Menjadi Femininitas di Amerika Serikat Tahun 1940-1970 Moh. Faishol Fuady
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v2i2.3546

Abstract

Warna pink yang diasosiasikan dengan femininitas merupakan fenomena budaya global dan telah menjadi bagian dari gaya hidup saat ini. Fenomena tersebut merupakan hasil dari paradigma di masyarakat yang memandang warna pink sebagai warna yang tepat untuk digunakan perempuan sebagai salah satu alat utama untuk membentuk identitas diri. Namun berdasarkan sejarah, bentuk femininitas pada warna pink merupakan hasil dari proses transformasi makna yang semula berkonotasi maskulin, yang terjadi di Amerika sebanyak 3 kali antara tahun 1940 hingga akhir tahun 1970. Transformasi makna yang pertama terjadi saat Perang Dunia I dan II, terjadi transformasi sosial di masyarakat yang berpengaruh terhadap perubahan pemaknaan pada warna pink dari maskulin menjadi feminin. Transformasi makna yang ke 2 terjadi pada pertengahan dekade 1950, terjadi perubahan gaya hidup yang revolusioner hasil dari kemajuan ekonomi di Amerika, yang menyebabkan terdapat dua pemaknaan femininitas pada warna pink. Dan transformasi makna yang ke 3 terjadi antara tahun 1960-1970an, pemaknaan warna pink kemudian berkonotasi feminin dan cenderung bersifat masif hingga saat ini, dampak dari isu-isu dan gerakan sosial yang berkembang, diantaranya seperti gerakan feminisme, isu lingkungan, masa resesi, dan segmentasi industri. Kajian ini menggunakan metode historis dengan pendekatan sosial, yang fokus terhadap konstruksi sosial yang terbentuk melalui perubahan kondisi sosial dan perilaku sosial. Hasil analisa menunjukkan bahwa latar belakang terjadinya pergeseran makna warna pink disebabkan oleh perilaku kompetisi gender, yaitu perilaku sosial dampak dari perubahan sosial yang terjadi di Amerika serikat.
Adaptasi Elemen Desain Interior Pada Bangunan Kolonial (Studi Kasus: Restoran Honje Mangkubumi, Yogyakarta) Pramita Waluyo
Jurnal Desain Interior Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v2i2.3547

Abstract

Restoran Honje Mangkubumi merupakan restoran yang terletak di jalan Margo Utomo nomor 125, Gowongan, Jetis, kota Yogyakarta. Area restoran Honje berada di lantai 2 yang tergabung dengan showroom kerajinan rajut tas tangan wanita Dowa pada lantai dasar. Bangunan Dowa Honje Mangkubumi merupakan bangunan kolonial yang mengalami perubahan fungsi. Peralihan fungsi bangunan dari toko kelontong menjadi showroom dan restoran membuat beberapa perubahan pada desain interior bangunan, khususnya restoran. Renovasi pada bangunan dilakukan dibeberapa titik, tanpa merubah bentuk aslinya. Konsep utama restoran yaitu, menciptakan suasana Tugu pada masa kolonial dibalut dengan gaya klasik modern. Tugu merupakan landmark kota Yogyakarta yang menjadi view utama restoran. Permasalahan penelitian ialah adaptasi desain interior yang dilakukan pada bangunan kolonial restoran Honje guna mendukung konsep restoran. Penelitian menggunakan pendekatan metode kualitatif deskriptif untuk menganalisa desain interior restoran terhadap adaptasi pada bangunan kolonial. Pengumpulan data dilakukan dengan obeservasi lapangan dan depth interview. Peneliti menggunakan referensi literature berupa buku, pustaka dan media internet sebagai pedoman menganalisis data. Waktu penelitian dilakukan bulan Maret hingga Juni 2017. Hasil penelitian restoran Honje dominan menggunaan warna, material, cahaya dengan warna alam, pada elemen pembentuk, pengisi dan pelengkap ruang. Dominasi perpaduan warna dari putih, coklat, dan gradasi biru pada pembentuk, pengisi dan pelengkap ruang mampu memberikan kesan modern sekaligus klasik pada bangunan. Bukaan pada dinding bangunan berupa pintu dan jendela jendela besar merupakan adaptasi yang memiliki pengaruh paling besar terhadap keberhasilan konsep restoran karena mampu menampilkan visual tugu secara keseluruhan dan membawa serta suasana disekitarnya kedalam bangunan.
Desain, Urinoir, dan Pria Studi Kasus: Toilet Umum Pria Paris Van Java (PVJ) Mall – Bandung Mahendra Nur Hardiansyah
Jurnal Desain Interior Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v3i2.4595

Abstract

Buang air kecil adalah kegiatan manusia rutin yang dilakukan selama berkegiatan dalam kehidupan. Toilet umum adalah salah satu fasilitas publik yang dimiliki oleh sebagian besar masyarakat perkotaan yang sibuk dengan pekerjaan dan kegiatan di luar rumah. Hal ini yang menyebabkan kemungkinan "aurat" (privasi visual) dilihat oleh orang lain ketika mereka berada di toilet. Area urinoir pada pria dianggap cukup berisiko terhadap penurunan tingkat privasi pengguna dari sisi visual sehingga berdampak pada psikologi pengguna yang menggunakan urinoir secara tidak maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kenyamanan pengguna dan masalah keamanan yang timbul berdasarkan dampak dari desain area urinoir dan penataan interior pada toilet pria. Metode penelitian melalui observasi yang disinergikan dengan data pengguna menggunakan studi kasus, yaitu toilet pria di mal Paris Van Java (PVJ) Bandung. Secara garis besar, hal-hal yang mempengaruhi tingkat kenyamanan dan keamanan pengguna urinal dalam privasi visual muncul dari desain bentuk produk urinoir yang digunakan, penggunaan penyekat antar urinoir, jarak antar urinoir, dan arah hadap urinoir terkait sirkulasi antar pengguna toilet yang mempengaruhi jangkauan visual. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan dalam meningkatkan kualitas desain interior toilet umum, terutama area urinoir yang dapat memberikan tingkat kenyamanan dan keamanan maksimal dalam hal privasi visual. Penelitian tidak terhindar dari kekurangan, harapannya selain mampu menjadi referensi untuk para desainer interior, penelitian berikutnya juga mampu menyempurnakan kekurangan yang ada terkait topik dan pembahasan serupa.
Interior Pencerita, Kolaborasi Grafis Visual dan Desain Interior pada Perancangan Interior Museum “Rumah Air” PDAM Surya Sembada Surabaya Thomas Ari Kristianto; Okta Putra Setio Ardianto; Caesario Ari Budianto; Silvy Rahayu
Jurnal Desain Interior Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v3i2.4596

Abstract

Museum dalam perkembangannya memiliki setidaknya tiga fungsi, yaitu sebagai konservasi benda bersejarah, edukasi dan rekreasi bagi pengunjungnya. Sebagai wahana yang terbuka untuk publik, museum berkembang dengan berbagai tema. Museum menjadi salah satu tujuan wisata masyarakat untuk mengetahui hal-hal yang sangat khusus. Atas dasar perkembangan situasi tersebut, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Surya Sembada Surabaya sebagai perusahaan jasa penyedia dan pengelola air bersih Surabaya yang memiliki sejarah panjang memutuskan untuk membangun Museum “Rumah Air”. Museum ini dibangun bertujuan sebagai sarana konservasi benda-benda bersejarah mengenai perusahaan sekaligus sebagai sarana edukasi tentang air bersih bagi masyarakat. Studi ini menggunakan metode evaluasi desain dengan analisa deskriptif kualitatif yang mengkaji mengenai perancangan dan hasil pelaksanaan interior Museum “Rumah Air” PDAM Surya Sembada Surabaya. Tujuan dari studi adalah menjelaskan peran kolaborasi perancangan interior dan visual grafis dalam konteks mendukung tujuan museum untuk “bercerita” mengenai perusahaan dan air bersih kepada masyarakat. Hasil dari studi menunjukkan bahwa kolaborasi perancangan interior dan visual grafis pada Museum “Rumah Air” PDAM Surya Sembada Surabaya dapat menghadirkan “cerita” dalam 4 bagian, yaitu bagian pentingnya air, air di era kolonial, air di era sekarang dan air di masa depan. Seluruh bagian yang direncanakan dapat memberikan pengetahuan dan kesan yang utuh sehingga tercapai tujuan museum yaitu mengkomunikasikan sejarah perusahaan dan edukasi mengenai air bersih. Kolaborasi tersebut juga mampu menghadirkan citra museum yang memiliki semangat kebaruan walaupun penerapannya dilakukan pada bangunan dari masa kolonial tanpa harus melakukan banyak gubahan.
Kajian Perilaku dan Interior Restoran Cepat Saji di Pusat Perbelanjaan Vippy Dharmawan; Fibria Conytin; Nanik Rachmaniyah
Jurnal Desain Interior Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v3i2.4597

Abstract

Hubungan antara manusia dan lingkungan di ruang publik cenderung bersifat environmental determinant. Suatu hubungan dimana faktor lingkungan lebih berpengaruh dalam pembentukan perilaku manusia daripada faktor-faktor internal di dalam dirinya. Hubungan seperti itu juga berlaku di ruang publik seperti restoran cepat saji yang sekarang banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian-penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa di ruang publik restoran, perilaku pengunjung cenderung dipengaruhi oleh tata letak meja, view, dan privasi. Namun belum diketahui apakah perilaku serupa juga terlihat pada restoran cepat saji. Kajian ini mendeskripsikan pola-pola perilaku pengunjung dan elemen-elemen interior yang mempengaruhi perilaku tersebut pada sebuah restoran cepat saji McDonald yang terletak di sebuah pusat perbelanjaan di Surabaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif analitis kualitatif yang berbasiskan pendekatan perilaku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek interior yang dominan dalam membentuk perilaku pengunjung adalah pola penataan perabot dan dinding kaca yang hampir meliputi seluruh ruang makan restoran. Adapun aspek lain yang juga mempengaruhi perilaku adalah density atau kepadatan pengunjung.
Kualitas Apartemen pada Keberlangsungan Kehidupan Penghuninya dalam Konteks Perilaku Lingkungan Susy Budi Astuti; Prasetyo Wahyudie
Jurnal Desain Interior Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v3i2.4598

Abstract

Studi perilaku lingkungan terdiri atas komponen setting, user group dan behavioral phenomena. Karakter setting (tempat/lingkungan) berpengaruh pada perilaku penggunanya. Berdasarkan hal tersebut, maka lingkungan fisik mendasari perilaku penghuni apartemen. Perbedaan karakter lingkungan menimbulkan perbedaan karakter perilaku penghuninya. Penelitian ini bertujuan menemukan keterkaitan karakter lingkungan apartemen yang berdampak pada perilaku penghuni apartemen, guna memperoleh keberlangsungan kehidupan di hunian vertikal khususnya apartemen. Penelitian bersifat naturalistik, dengan pendekatan fenomenologi. Observasi dilakukan dengan cara mengamati perilaku dan jejak fisik. Untuk menggali lebih mendalam tentang penghuni dan lingkungannya serta alasan penyebabnya dilakukan wawancara terstruktur. Karakter lingkungan apartemen secara fisik berpengaruh pada karakter perilaku penghuninya dalam memanfaatkan fasilitas penunjang di apartemen. Sedangkan perilaku penghuni dalam beraktivitas di fasilitas penunjang apartemen berdampak besar pada karakter perilaku yang terjadi di ruang bersamanya. Adanya dampak tersebut, maka karakter perilaku yang terbentuk menjadi keberlangsungan kehidupan penghuni apartemen.
Rancang Bangun Otomasi Bangunan Untuk Meningkatkan Efisiensi Operasional Peralatan di Dalam Bangunannya Mahendra Wardhana
Jurnal Desain Interior Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM), ITS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/j12345678.v3i2.4599

Abstract

Perkembangan industri saat ini telah memasuki revolusi industri 4.0. Pada perkembangan ini setidaknya terdapat dua bagian penting yang berkembang sangat pesat yakni teknologi peralatan dan perkembangan internet. Dengan memanfaatkan dua perkembangan pesat tersebut, maka perangkat otomasi bangunan dapat optimal dirancang dan digunakan. Manfaat dari penggunaan perangkat otomasi bangunan ini juga sangat banyak dan sangat mendukung kebutuhan pengguna bangunannya. Perangkat otomasi bangunan terdiri dari tiga bagian utama yakni sensor, relay dan unit kontrol sebagai pemberi perintah kepada relay yang diaktifkan atau sebaliknya. Ketiga bagian ini memiliki tugas sendiri-sendiri namun juga terintegrasi dalam sebuah pemrograman pada perangkat arduinonya. Sebagai hasilnya, perangkat ini akan berhasil membaca input dari sensornya apabila pemrograman yang dilakukan dijalankan dengan tepat oleh unit kontrolnya. Penggunaan internet sebagai pemberi perintah secara otomatis penuh ataupun dengan perintah manual menjadikan peralatan ini semakin mudah mendukung kebutuhan penggunanya karena dapat dioperasionalkan dari tempat yang jauh.