cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR" : 18 Documents clear
STATUS TROPIK DAN ISI LAMBUNG IKAN NILA (Oreochromis niloticus) DARI WADUK WONOREJO, TULUNGAGUNG, JAWA TIMUR Arfiati, Diana; Puspitasari, Asthervina Widyastami; Renitasari, Diana Putri; Widiastuti, Irawati Mei
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.6

Abstract

Plankton merupakan salah satu jenis pakan alami yang berperan penting untuk pertumbuhan organisme akuatik terutama ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis-jenis plankton beserta kelimpahannya di perairan dan di lambung ikan nila yang tertangkap di Waduk Wonorejo, beserta aktivitas enzimatis lambung ikan nila tersebut. Penelitian ini bertempat di Waduk Wonorejo, Tulungagung, Jawa Timur dengan metode survei. Sampel diambil dari 2 stasiun, yaitu stasiun pertama di daerah wisata Waduk Wonorejo, sedangkan stasiun 2 berada di wilayah pemancingan umum Waduk Wonorejo. Plankton di perairan Waduk Wonorejo ditemukan 17 genus fitoplankton, dan 5 genus zooplankton, sedangkan di lambung ikan nila ditemukan 30 genus fitoplankton dan 2 genus zooplankton. Genus Spirogyra sp. merupakan genus yang paling tinggi kehadirannya baik di lambung maupun perairan Waduk Wonorejo. Kelimpahan plankton di perairan waduk dapat digolongkan oligotrofik dengan nilai kelimpahan plankton sebesar 1487 ind/ml di stasiun 1 dengan keanekaragaman tinggi dan 746 ind/ml di stasiun 2 dengan keanekaragaman sedang, serta tidak ada jenis plankton tertentu yang mendominasi di kedua stasiun tersebut. Analisis aktivitas enzim lambung ikan nila menunjukkan aktivitas enzim protease sebesar 0,84 ± 0,02 µmol tirosin/g enzim menit; enzim amilase 14,59 ± 1,07 µmol glukosa/g enzim menit; enzim lipase 17,83 ± 0,14 µmol asam lemak/g enzim menit. Kualitas air di Waduk Wonorejo tergolong baik dengan suhu berkisar 26,3-27,3 oC, pH 7, DO 7,1-8,4 mg/L, Kecerahan 110-154 cm, TOM 19-30,3 mg/L. Maka dari itu upaya untuk mempertahankan kondisi Waduk Wonorejo agar tetap oligotrofik perlu dilakukan.
Hubungan Laju Penyerapan Kuning Telur dengan Pertumbuhan Larva Ikan Maanvis (Pterophyllum scalare) Nuswantoro, Soko; Pradhana, Anindito; Kusumah, Ruby Vidia; Fariedah, Fani
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.4

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan penyerapan kuning telur ikan maanvis (Pterophyllum scalare) pada pertumbuhan larva. Ikan hias mulai diminati oleh masyarakat. Indonesia menjadi salah satu eksportir ikan hias ke luar negeri. Ikan maanvis merupakan ikan yang dapat dibudidayakan dengan pemijahan alami. Pemberian pakan yang tepat dapat mengurangi cost dalam usaha pembenihan dalam fase larva. Metode penelitian ini menggunakan embrio ikan maanvis dengan parameter volume kuning telur dan panjang larva selama 8 hari, diamati setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan volume kuning telur yang berkurang diimbangi dengan pertambahan panjangnya ukuran larva. Pada penelitian ini terdapat hubungan laju penyerapan kuning telur dengan pertambahan panjang ukuran larva
KARAKTERISTIK FISIKOKIMIA GELATIN KULIT IKAN AYAM-AYAM (Abaliste stellaris) DENGAN PRA-PERLAKUAN KONSENTRASI ASAM SITRAT Jazili, Abdul Aziz; Muyasyaroh, H.; Firdaus, M.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.8

Abstract

Gelatin merupakan protein berserat yang diperoleh melalui denaturasi parsial dari kolagen. Gelatin umumnya berasal dari kulit maupun tulang mamalia, seperti sapi dan babi. Namun, sumber gelatin tersebut beresiko terhadapat penyakit BSE dan FMD. Di sisi lain, bertentangan dengan aturan agama islam jika material gelatin didapatkan dari babi dan turunannya. Oleh karena itu,alternatif lain seperti dari limbah pengolahan ikan ayam-ayam yang berupa kulit berpotensi dieksplorasi karakteristik gelatinnya karena sangat sedikit sekali penelitian yang melaporkan gelatin dari kulit ikan ayam-ayam. Tujuan dari penelitian ini adalah mendapatkan karakteristik fisikokimia gelatin dari kulit ikan ayam-ayam (GKA). Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL), dengan pra-perlakuan perendaman asam sitrat (konsentrasi: 0,2 M; 0,4 M; dan 0,6 M). Hasil penelitian ini didapatkan bahwa  perbedaan pra-perlakuan pada ekstraksi gelatin dari kulit ikan ayam-ayam melalui perendaman asam sitrat dengan konsentrasi 0,2 M, 0,4 M, dan 0,6 M memberikan pengaruh nyata (P<0,05) pada nilai rendemen, viskositas, kekuatan gel, dan kadar lemak GKA. Sebaliknya, pra-perlakuan ekstraksi GKA dengan konsentrasi asam sitrat yang berbeda tidak memberikan pengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai pH, titik leleh, titik gel, kadar air, kadari protein, dan kadar abu. Sebagian besar karakteristik GKA memenuhi standar gelatin komersial, dan dapat dijadikan alternatif potensial sebagai gelatin halal.    
STATUS BIOTA PENEMPEL PASCA PENANAMAN MANGROVE Rhizophora spp. DI KEPULAUAN SERIBU: STUDI KASUS FILUM MOLUSKA Syahrial, Mr.; Putri, Nur Rahma
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.7

Abstract

Reboisasi mangrove telah banyak dilakukan di berbagai wilayah. Hal ini bermaksud untuk mempertahankan kelestarian mangrove agar tetap menjaga keseimbangan iklim global, melindungi pantai, bermanfaat bagi nelayan, tempat tumbuh, mencari makan dan berkembang biak bagi biota laut maupun pesisir. Kajian status biota penempel di kawasan reboisasi mangrove Rhizophora spp. Kepulauan Seribu telah dilakukan pada bulan Maret 2014. Hal ini bertujuan untuk mengeksplorasi hasil dari kegiatan rehabilitasi mangrove Kepulauan Seribu dengan spesies tanam Rhizophora spp. terhadap komunitas biota penempel khususnya filum moluska. Data biota penempel di kawasan reboisasi mangrove Kepulauan seribu dikumpulkan dengan membuat transek garis dan plot yang ditarik dari titik acuan (tegakan mangrove terluar) dan tegak lurus garis pantai sampai ke daratan. Kemudian transek garis dibuat petak-petak contoh (plot) dengan ukuran 10 x 10 m2 dan di dalam ukuran 10 x 10 m2 tersebut dibuat plot kecil (sub plot) yang berukuran 1 x 1 m2. Selanjutnya pengukuran kualitas perairan dilakukan dengan cara insitu. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa biota penempel dari filum moluska ditemukan sebanyak 3 spesies gastropoda dan 1 spesies bivalva, dimana gastropoda L. scabra merupakan komposisi yang paling tinggi (92.23%). Kemudian, kepadatan biota tertingginya berada di Stasiun 2 (03.62 ind/m2), keanekaragaman dan dominansi spesiesnya tergolong rendah (kecuali L. scabra), kondisi keseragamannya dalam keadaan tertekan, pola penyebarannya tergolong seragam (gastropoda) dan mengelompok (bivalva) serta karakteristik lingkungannya bukan sebagai faktor pembatas.
Penggunaan Kappa Caragenan Sebagai Bahan Pengenkapsulasi Lactobacillus acidophilus Terhadap Viabilitas dan “Shelflife” Setijawati, Dwi; Firdaus, Muhammad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.16

Abstract

The aim of the study was to find out the effect of using kappa caragenan as an Lactobacillus acidophilus encapsulating material on viability and “shelflife”. The research method was an experimental laboratory design with Completely Randomized Design (CRD), ANOVA, followed by the Fisher test, to test for differences. Data analysis using Minitab 16 software. The research treatment was the concentration of kappa caragenan with sub-treatment as follows: A1 (2%); A2 (2.5%); A3 (3.0%); A4 (3.5%); A5 (4.0%); A6 (4.5%) The results showed that the use of different concentrations of kappa caragenan as an encapsulation material for Lactobacillus acidophilus had a very significant  difference effect on the viability of Lactobacillus acidophilus and encapsulation yield. Viability increases with increasing concentration of kappa caragenan used. The highest viability of 8.71 log CFu / mL was obtained using a 4.5% kappa caragenan concentration with a “Shelflife” calculation of 65.73 years of storage at 5oC. The research suggestion was testing 4.5% Lactobacillus acidophilus microcapsules encapsulated by kappa carrageenan in GI Tract simulation solution. Keywords: Eucheuma cottonii, Microencapsulation, Emulsification
PEMANFAATAN DATA CITRA SATELIT SENTINEL-2 UNTUK ASESMEN HABITAT DASAR PERAIRAN PANTAI SELATAN SEMPU KABUPATEN MALANG Semedi, Bambang; Syukron B, Alif Rofiq; Lutfi, Oktyas Muzaky
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.19

Abstract

Terumbu karang merupakan ekosistem yang memiliki peranan penting dalam suatu perairan, ekosistem ini banyak tersebar di perairan dangkal indonesia. Keberadaan ekosistem terumbu karang pada suatu perairan saat ini mengalami penurunan, sehingga perlu dilakukan pemantauan ekosistem terumbu karang  untuk mengetahui distribusi ekosistem terumbu karang tersebut, hal tersebut bertujuan untuk memudahkan pemulihan ekosistem terumbu karang yang mengalami kerusakan. Penginderaan jauh dari satelit merupakan pendekatan alternatif dalam pengamatan terumbu karang tetapi perlu dilakukan validasi dilapangan untuk melihat akurasi dari citra satelit. Pengamatan ini menggunakan data citra satelit Sentinel-2 dengan resolusi 10 meter untuk melihat distribusi terumbu karang di wilayah perairan Pulau Sempu.  Pengamatan  citra satelit ini menerapkan persamaan algoritma lyzenga untuk mengurangi dampak redaman kolom air secara empiris. Pengamatan yang dilakukan dilapangan diantaranya pengukuran tutupan terumbu karang menggunakan point intercept transect (PIT) dan pengukuran kualitas perairan pada perairan. Hasil validasi data citra satelit sentinel 2 didapatkan nilai akurasi sebesar 70.526%. Kondisi tutupan karang pada Pulau Sempu dikategorikan dalam tutupan karang yang sedang hingga baik yaitu sekitar 26.3% hingga 41% dan kesesuaian parameter kualitas perairan dengan kondisi terumbu karang pada lokasi pegamatan mempunya kesesuaian yang cukup baik. Kata Kunci: Penginderaan Jauh, Pulau Sempu, Sentinel 2, Terumbu Karang
IDENTIFICATION OF PHYTOPLANKTON TYPES IN TAMBAK BANDENG WITH HIGH QUALITY OF OMEGA-3 Herawati, Endang Yuli
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.17

Abstract

Microalgae as a source of nutrients, can be a good alternative to the use of high-level organisms. The abundant omega 3 content in plankton, especially phytoplankton, needs to be conducted research on the identification of the types of phytoplankton in milkfish with high omega-3 quality. The purpose of the study was to identify the types of plankton containing omega-3 and to determine the levels of omega-3 from plankton found in milkfish ponds. This research was conducted at the Laboratory of the Faculty of Fisheries and Marine Sciences, Brawijaya University, Malang. The highest abundance of phytoplankton is from the Bachillariophyta division and the lowest division euglenophyta. Five types of plankton were determined to be tested for omega-3 fatty acids using the gas chromatography (GCMS) method, namely: Chaetoceros sp, Tetraselmis sp, Nitzchia, Chlorella and Spirulina. GCMS test results from several types of omega-3 fatty acid plankton isolates in Chaetoceros calcitrans were the highest compared to the other 4 plankton types. Conclusion of the composition of plankton in traditional pond waters consists of 4 phytoplankton divisions namely Chlorophyta, Chrysophyta, Cyanophyta, and Euglenophyta. GCMS test results from several types of plankton isolates omega-3 fatty acids in Chaetoceros sp, the highest compared to Tetraselmis sp, Nitzchia, Chlorella and Spirulina. Suggestion of natural feed in the water of milkfish ponds should use Chaetoceros sp because the content of omega 3 is high. Keywords: phytoplankton, omega-3 
Studi Komparatif Tutupan Living dan Non Living Substrat Dasar Perairan Pulau Sempu Kabupaten Malang Menggunakan Metode Reef Check Luthfi, Oktyas Muzaky; Akbar, Dzikrillah; Ramadhan, Muhammad Gilang; Rohman, Mujibur; Wahib, Nur Kholis
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.1

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan guna mensurvei substrat di perairan Sempu Kabupaten Malang menggunakan metode reefcheck (PIT: Point Intercept Transect). Substrat perairan dapat dibagi menjadi dua macam, antaralain living/substrat hidup (HC = Hard Coral/karang keras, SC = Soft Coral/karang lunak, NIA = Nutrient Indicator Algae/ alga, SP = Sponge/ spons, OT = Other/organisme living lainnya) dan non living/substrat tak hidup (RC = Rock/batu, RKC = Recently Killed Coral/karang yang baru mati, RB = Rubble/Pecahan Karang, SI = Silt/lumpur, SD = Sand/pasir. Data penelitian diolah menggunakan perhitungan presentase tutupan karang pada setiap stasiun penelitian. Presentase tutupan karang stasiun Teluk Semut 1 menurun dari tahun 2016  ke  2018 sebesar 22.75% dan didominasi oleh substrat batu (52%). Stasiun Teluk Semut 2 yang didominasi oleh substrat karang keras mengalami kenaikan presentase tutupan karang di tahun 2017 (42.37%) dan menurun di tahun 2018 sebesar 41%. Stasiun Waru-waru memiliki presentase tutupan karang 30% dan didominasi oleh substrat pasir(44%). Stasiun Watu Meja yang di dominasi oleh substrat pasir(53%) mengalami kenaikan presentase tutupan karang  di tahun 2017 (25.5%) dan menurun sebesar 45% di tahun 2018. Presentase tutupan karang dapat dipengaruhi oleh faktor alamiah maupun non alamiah, bahkan keterkaitan aktivitas antara substrat living dan non living di perairan Sempu dalam selang waktu dua tahun.
Strategi Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Merauke Dalam Rangka Mendukung Program Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu (SKPT) Srialdoko, Jonet
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.11

Abstract

Dalam rangka pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan di Wilayah Timur Indonesia atau Kabupaten Merauke Propinsi Papua, dan pelaksanaan program SKPT, dilakukan kajian pengembangan PPN Merauke.  Kajian dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat pemanfaatan fasilitas dan sarana yang dimiliki pelabuhan, dan strategi yang harus dilaksanakan oleh pengelola pelabuhan dalam rangka pengembangan dan optimalisasi pemanfaatannya.  Untuk mendapatkan data yang komprehensif, kajian dilakukan berdasarkan data yang dikumpulkan dari periode Januari sampai dengan Desember 2017.  Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah dengan metode deskriptif dan data yang didapatkan baik sekunder dan primer dianalisa dengan metode analisis tingkat pemanfaatan.  Untuk mendapatkan strategi yang harus dilaksanakan oleh pengambil kebijakan, digunakan analisis SWOT.  Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat pemanfaatan fasilitas pokok PPN Merauke seperti lahan, dermaga, kolam pelabuhan, dan lainnya masih sangat rendah.  Sementara untuk fasilitas fungsional yang belum tersedia seperti BBM, Es, docking dan lainya masih diperlukan pengadaannya.  Analisis SWOT menunjukkan PPN Merauke memiliki kekuatan untuk dikembangkan dengan menerapkan strategi yang terdapat pada elemen kekuatan dan peluang (strategi SO), diantaranya sosialisasi keberadaan pelabuhan, peningkatan produksi, sistem rantai pemasaran, dan lainnya.  Pengelola pelabuhan disarankan untuk mengeliminir kelemahan dan ancaman yang dimilikinya seperti optimalisasi fasilitas dan sarana, mendorong kapal perikanan lokal dan yang memiliki pelabuhan swasta/tangkahan melakukan aktivitas di PPN Merauke.
HEALTH RISK ASSESSMENTS OF HEAVY METALS OF PERNA VIRIDIS FROM BANYUURIP WATERS IN UJUNG PANGKAH, GRESIK Rayyan, Muhammad Fathur; Yona, Defri; Sari, Syarifah Hikmah Julinda
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 3 No. 2 (2019): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2019.003.02.2

Abstract

Banyuurip is one of villages in Ujung Pangkah District, Gresik with high aquaculture activities of Perna viridis. Green mussels are highly produced in that area, however Banyuurip waters also has potential risk of heavy metals pollution. Therefore, this research was conducted to understand the concentrations of Fe and Zn in the sediments and in the Green Mussels. The heavy metals concentration will be used to analyze Bio Concentration Factor (BCF) and Human Health Risk Assessments (HHRA). A total about 45 P. viridis populations were collected from 3 sites in Banyuurip waters. In order to obtain a representative sample at each site, 15 populations of Green Mussels with similar shell lengths and bottom sediment were collected. Mussel’s tissue and bottom sediment were analyzed using AAS (AAnalyst700) to determine the concentrations of Fe and Zn. The concentrations of Fe were found almost similar with the concentrations of Zn in P. viridis within the range of Fe = 3.10 – 5.25 mg.kg-1 and Zn = 3.91 - 4.67 mg.kg-1. BCF (o-s) of Fe in P. viridis is lower than the BCF (o-s) of Zn, because the concentrations of Fe in the mussels were less than the concentrations in the sediments. According to the Target Hazard Quotients (THQ) values (THQ < 1), both heavy metals are not likely causing negative health effects for human during lifetime. However, Estimated Daily Intakes (EDI) values are above Provisional Tolerable Daily Intakes (PTDI) standard means it can cause negative effects due to daily consumption (EDI > PTDI).

Page 1 of 2 | Total Record : 18