cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research)
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : 2337621X     EISSN : 25810294     DOI : -
Journal of Fisheries and Marine Research (JFMR) is dedicated to published highest quality of research papers on all aspects of : Aquatic Resources, Aquaculture, Fisheries Resources Technology and Management, Fish Technology and Processing, Fisheries and Marine Social Economic and Marine Science. This journal is jointly published by Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University Malang Indonesia and Ikatan Sarjana Perikanan Indonesia (Ispikani). JFMR is a new journal but related to the past journal of Faculty of Fisheries and Marine Science that is Jurnal Penelitian Perikanan (JPP) with ISSN: 2337-621X (print version) and website link of www.jpp.ub.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 23 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR" : 23 Documents clear
Analisa Sebaran Panjang dan Hubungan Panjang Bobot Tuna Sirip Kuning Thunnus albacares (Bonnaterre, 1788) yang Didaratkan di Pelabuhan Benoa, Bali Safitri, Tiara Gadis; Kurniawan, Roy; Wiadnya, DGR.
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.6

Abstract

Tujuan dari studi ini adalah untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan rawai tuna, sebaran frekuensi panjang baku dan panjang cagak, hubungan panjang berat tuna sirip kuning Thunnus albacares (Bonnaterre, 1788) pada bulan Juni-Juli yang didaratkan di Pelabuhan Benoa, Bali. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan di pelabuhan Benoa pada tanggal 18 Juni sampai 12 Juli 2019. Kegiatan enumerasi yang dilakukan pada penelitian ini berdasarkan standard IOTC (Indian Ocean Tuna Commision) dengan menggunakan standard sampling minimal 30%. Hasil dari enumerasi ini kemudian akan diolah menjadi sebuah data komunikatif yang menunjukan berbagai macam jenis informasi. Hasil dari studi ini didapatkan bahwa: 1) dengan mengambil sampel 160 ekor ikan pada tanggal 18 Juni-12 Juli 2019 yang didaratkan di pelabuhan Benoa, Bali didapatkan analisa sebaran panjang cagak tuna sirip kuning memiliki kisaran panjang 91-165 cmFL dan sebesar 99% dari total sampel sudah layak tangkap. 2) Hasil dari monitoring 160 ekor panjang tuna sirip kuning memiliki pola pertumbuhan isometrik. 3) Analisa hubungan panjang baku dan panjang cagak 160 ekor tuna sirip kuning menghasilkan sebuah rumus estimasi yaitu FL = -2,4334 + 1,107xSL. 4) Hasil tangkapan rawai tuna yang didaratkan di pelabuhan Benoa, Bali didominasi oleh hasil tangkapan sampingan sebesar 65% dengan keadaan beku. Beberapa hal ini menunjukan bahwa kegiatan enumerasi merupakan kegiatan penting untuk memperoleh data dilapang secara langsung terdiri dari pengukuran panjang baku, panjang cagak, dan bobot tuna sirip kuning sehingga data dapat diolah menjadi informasi serta kebijakan dapat ditentukan.
“ULVA” PENGEMBANGAN TEKNIK PENANDA ALAMI PADA BUDIDAYA ABALON (Haliotis squamata) Permana, Gusti Ngurah; Rusdi, Ibnu; Wibawa, Gigih Satria; Setiabudi, Gede Iwan
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.7

Abstract

"ULVA" NATURAL MARKING TECHNIQUES DEVELOPMENT IN ABALONE CULTURE (Haliotis squamata)  By  Gusti Ngurah Permana,, Ibnu Rusdia,  Gigih Satria Wibawaa and Iwan SetyabudibTagging is used to obtain some information during the process of selecting and managing population of abalone shells, Haliotis squamata. This research was conducted to determine the natural marker method of abalone, (H. squamata). The samples were used of  total length of the shell (initial average: 0.8 ± 0.2 mm).  Seed tagging using the Ulva sp. performed by giving a sequence of feed at the age of: 2-3 months (Ulva sp.), 3-4 months (Gracilaria sp.), 5-6 months (Ulva sp.), 6-10 months (Gracillaria sp.) and control 2 months (Ulva sp.), 3-10 months (Gracilaria sp.). The results of this study indicated that the tagging of the seeds with the Ulva method has a same growth pattern in both  treatment and control (38.93 ± 1.5 mm; 39.47 ± 1.44 mm). The effectiveness of Ulva tagging is seen in toca color finder (TC. 4103 green) and (TC 8135 brown), more sharpen in treatment compared to control. Ulva tagging technology can be applied to abalone seeds to see the sequence of the green color on the shell.  
Penilaian Vessel Requirement Dalam Rangka Rencana Ratifikasi Cape Town Agreement Tahun 2012 Nugraha, Ridwan Maulana; Purwangka, Fis; Iskandar, Budhi Hascaryo
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.1

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan ilmu yang berperan dalam mengurangi tingkat risiko dari suatu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi terkini untuk keberadaan peralatan penunjang keselamataan kerja pada kapal purse seine dengan panjang 24 m sampai 45 m di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman Jakarta (PPSNZJ) terhadap standar ketentuan peralatan dalam regulasi Cape Town Agreement tahun 2012 dan memberikan rekomendasi untuk pemenuhan standar sesuai ketentuan dalam Cape Town Agreement tahun 2012. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan observasi langsung dan wawancara kepada pemilik dan nahkoda kapal purse seine. Data hasil observasi dan wawancara berupa kondisi peralatan penunjang keselamatan kerja pada kapal purse seine  dengan panjang 24 m sampai 45 m. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketentuan yang dapat terpenuhi hanya ketentuan terkait radio komunikasi dengan tingkat pemenuhan 100%. Sedangkan ketentuan yang tidak terpenuhi yaitu terkait line throwing appliances, distress signal, radar transponder dan retro reflective materials. Tingkat implementasi peralatan penunjang keselamatan kerja dengan standar ketentuan dalam regulasi Cape Town Agreement tahun 2012 hanya sebesar 0,31%. Pemenuhan terhadap standar yang tertera dalam Cape Town Agreement tahun 2012 bab 7 bagian B mengenai peralatan penunjang keselamatan kerja di atas kapal perlu dilakukan untuk menurunkan potensi terjadinya kecelakaan di laut dan meningkatkan keselamatan jiwa dan harta benda.
Uji Daya Hambat Ekstrak Kasar Daun Johar (Cassia siamea L.) Terhadap Bakteri Pseudomonas aeruginosa Leyana, Mira; Suprastyani, Heny; Andayani, Sri
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.2

Abstract

Dampak penggunaan antibiotik dapat menyebabkan resistensi terhadap patogen. Alternatif digunakan untuk mengatasi masalah tersebut dengan mengubah pengobatan bahan alami yang mengandung senyawa aktif antibakteri yang lebih ramah lingkungan. Salah satu bahan alami adalah daun johar (Cassia siamea L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak kasar daun johar yang dapat menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), menggunakan Uji MIC (Minimum Inhibition Concentration) dan Uji Disk. Penelitian ini terdiri dari 5 perlakuan, 2 kontrol dan 3 ulangan. Perlakuan menggunakan ekstrak kasar daun johar (C.siamea L.) dengan dosis 110 ppm, 135 ppm, 160 ppm, 185 ppm dan 210 ppm. Hasil penambahan dosis ekstrak kasar (C. siamea L.) terhadap zona hambat menunjukkan pola linier dengan persamaan y = 8,1725 + 0,0093x dan R2 = 0,935. Hasil penelitian menunjukkan ekstrak kasar daun johar (C. siamea L.) dapat menghambat pertumbuhan P. aeruginosa, bakteri menunjukkan bahwa diameter rata-rata zona bening meningkat sejalan dengan penambahan ekstrak.
PERUBAHAN AKTIVITAS NELAYAN DI URK, PROVINSI FLEVOLAND SETELAH PEMBANGUNAN AFSLUITDIJK Chairunnisa, Shasa; Susiloningtyas, Dewi; Handayani, Tuty; Siswantining, Titin
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.5

Abstract

Afsluitdijk adalah tanggul laut terbesar yang dibangun oleh pemerintah untuk mengatasi masalah banjir di Belanda. Pembangunan Afsluitdijk menyebabkan beberapa perubahan pada lingkungan dan komunitas pesisir di sekitarnya, salah satunya adalah komunitas nelayan di Urk, Provinsi Flevoland, Belanda. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan kegiatan penangkapan ikan setelah pembangunan Afsluitdijk. Penelitian ini dilakukan di Desa Urk, Provinsi Flevoland, Belanda pada Mei - Juni 2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh dari wawancara mendalam dan studi literatur. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan lingkungan akuatik yang awalnya merupakan air asin menjadi air tawar. Terdapat beberapa nelayan yang masih bertahan hidup untuk menangkap ikan di perairan sekitar Urk dan Harlingen setelah pembangunan, tetapi ada juga yang beralih profesi dan pindah ke daerah lain di Belanda. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perubahan pada kondisi lingkungan perairan dan ekonomi nelayan, serta nelayan harus beradaptasi dengan kondisi baru setelah pembangunan Afsluitdijk.
IDENTIFIKASI MOLEKULER DAN STATUS KONSERVASI IKAN PARI HIU (RHINIDAE) YANG DIDARATKAN DI PULAU BANGKA Aisyah, Siti; Farhaby, Arthur Muhammad
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.10

Abstract

The high activity of catching Shark Ray (Rhinidae) have a big impact on the population and affect the balance of the marine ecosystem. This is supported by the characteristics of stingrays that have a lower reproductive ability, slower growth and higher risk of death. Lack of database information, relating to the Shark Ray can reduce oversight or regulations governing the production of the total catch. So the condition is feared impact on the survival of Shark Ray, especially in Bangka Belitung. One of the important databases that must be done is the accurate identification of fish species Shark Ray as a reference in determining the conservation status. The purpose of this research is to identify the molecular basis Shark Ray and the conservation status of the Shark Ray landed on Bangka Island. Shark Ray samples obtained from a source of potential landing in Bangka Island, namely PPN Sungailiat (Bangka Regency), TPI Ketapang (Pangkalpinang City) and TPI Kurau (Central Bangka Regency). The research method consists of three stages: collection of samples, the molecular identification (mtDNA Cytochrome Oxidase Subunit 1 / COI gene), phylogenetic analysis and conservation status of Shark Ray. The results of the COI gene nucleotide character matching were performed by using the BLAST program integrated into GenBank pages and showed that the three samples of Shark Rays were identified as Rhina Ancylostoma species (Bowmouth guitarfish, Shark Ray) with a rate of similarity of 100%. Based on data from the IUCN Red List, the species Rhina Ancylostomain the category of Critically Endangered (CR) and based on the status of trade, at the 18th CoP meeting in Geneva, on August 2019, CITES has added Wedgefishes (Family Rhinidae) in Appendix II.
ANTIBACTERIA ACTIVITY OF GASTROPOD ASSOCIATION BACTERIA FROM MANGROVE ECOSYSTEM AGAINST BACILLUS CEREUS AND ESCHERICHIA COLI AND IT’S POTENCY OF APPLICATION FOR BELANAK FISH (MUGIL SUBVIRIDIS) Wijaya, Patria Ami; Pringgenies, Delianis; Yudiati, Ervia
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.3

Abstract

Gastropod association bacteria from magrove ecosystem have a great potency as antibacteria. The contamination of Escherichia coli and Bacillus cereus can cause damage in fish product. The aims of these research are to determine gastropod association bacteria that can inhibit E. coli and B. cereus growth, as well as the contaminantion bacteria in Belanak (Mugil subviridis). Gastropods sample Certhideopsilla alata, Cerithidea quoyii, Cassidula aurisfelis, Cassidula nucleus, Telescopium telescopium were collected at Mangrove Education Park, Tugu, Semarang. The resaerch procedure were isolation, antibacteria test, biochemistrically identification, and then application in Belanak fish (Mugil subviridis). There were 61 bacteria isolated. Thirteen isolates were able to inhibit E. coli and eight to B. cereus. Supernatant of GMT 3.2.5 and GMT 4.1.3 have the most widely inhibition zone, (8,48 mm and 7,84 mm). Biochemistry identification shown that GMT 3.2.5 and GMT 4.1.3 has identic characteristic with genus Micrococcus sp. and Bacillus sp. Total plate count (cfu/ml) of bacteria from Belanak fish flesh that soaked by Micrococcus sp. GMT 3.2.5 and Bacillus sp. GMT 4.1.3 supernatant were 115 x 104 and 265 x 103colony. The colony were less than negative control  (2312 x 103 colony). The association bacteria can inhibit contaminant bacteria in Belanak fish.
FORTIFIKASI BUBUR RUMPUT LAUT Eucheuma cottonii SEBAGAI SUMBER SERAT PANGAN PUTU MAYANG Octavia, Almira Putri; Sulistiyati, Titik Dwi
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.4

Abstract

Putu mayang merupakan salah satu pangan tradisional khas Jakarta. Salah satu usaha untuk meningkatkan gizi putu mayang adalah dengan fortifikasi bubur rumput laut Eucheuma cottonii. Tujuan penelitian ini adalah untuk menetapkan kadar serat pangan putu mayang fortifikasi bubur rumput laut Eucheuma cottonii sebagai sumber serat pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan level konsentrasi fortifikasi bubur rumput laut Eucheuma cottonii memberikan pengaruh terhadap kadar serat pangan putu mayang. Seiring dengan bertambahnya bubur rumput laut Eucheuma cottonii kadar serat pangan bubur rumput laut Eucheuma cottonii, kadar serat pangan putu mayang semakin meningkat dan setiap level konsentrasi menunjukkan berbeda nyata. Hasil total serat pangan pada putu mayang fortifikasi bubur rumput laut Eucheuma cottonii konsentrasi 0%,10%,20%,30%,40% secara berturut-turut adalah 3,50%; 4,37%; 5,47%; 6,06%; 7,66%.
Penggunaan Ekstrak Daun Lamtoro (Leucaena Leucocephala) Sebagai Pupuk Dengan Salinitas Yang Berbeda Terhadap Laju Pertumbuhan, Biomassa Dan Klorofil-A Pada Mikroalga Chlorella Vulgaris Aulia, Ana Evita; Maimunah, Yunita; Suprastyani, Heny
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.8

Abstract

Kultur Chlorellah vulgaris umumnya menggunakan pupuk Pro Analisis (PA), mahalnya harga pupuk PA menjadi dasar pencarian pupuk alternatif yang mampu memenuhi kebutuhan nutrisi C. vulgaris. Pupuk alternatif tersebut yaitu pupuk organik berbahan baku daun lamtoro (L. Leucocephala) yang diekstrak. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui mengetahui pengaruh perbedaan salinitas dan mengetahui nilai salinitas yang optimal pada pupuk ekstrak daun lamtoro untuk laju pertumbuhan, biomassa dan klorofil-a C.  vulgaris. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan empat ulangan. Perlakuan yang diberikan pada penelitian ini adalah pupuk ekstrak daun lamtoro (L. Leucocephala) dosis 1,75 ml/l dengan salinitas 30 ppt, 35 ppt, 40 ppt dan kontrol (walne 1 ml/l) salinitas 30 ppt. Parameter utama yang diamati yaitu pertumbuhan, biomassa dan klorofil-a C. vulgaris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk ekstrak daun lamtoro (L. Leucocephala) dengan salinitas yang berbeda berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan, biomassa dan klorofil-a C. vulgaris. Perlakuan terbaik selama penelitian didapatkan hasil laju pertumbuhan spesifik 1,94/hari pada salinitas 35 ppt, biomassa sebesar 0,403 g/l pada salinitas 35 ppt dan klorofil-a sebesar 0,018 µg/ml pada salinitas 35 ppt. Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar menggunakan salinitas 34 untuk penelitian lanjutan sesuai dengan hasil maksimum agar mendapatkan hasil yang lebih baik.
Spatiotemporal Analysis of Marine Debris Existence in Parangtritis Coastal Area, Yogyakarta, Indonesia Mardiatno, Djati; Wiratama, Herjuna
JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research) Vol. 5 No. 1 (2021): JFMR
Publisher : Faculty of Fisheries and Marine Science, Brawijaya University, Malang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jfmr.2021.005.01.14

Abstract

This research is aimed to identify the marine debris types and their distribution based on morphological characteristic of the coastal area. It was conducted between Pantai Depok and Pantai Parangtritis, Yogyakarta. Specifically, the morphological identification was carried out to characterize the morphology of the location under study and its relation to the distribution of existing marine debris. This research used survey method, accompanied by systematic sampling techniques. Perpendicular line transects created in 100 meters intervals, accompanied by a 1x1 meter grid for marine debris identification. Descriptive qualitative analysis was done to explain the spatial temporal aspect of marine debris existence. The results of the study were presented in a cross-section morphological description, analysis table, and a map showing the distribution of marine debris along with a description of the type of debris and its density. The results showed that the distribution of marine debris was spatially clustered on the west side, especially on the coast of Depok. This fact reveals that the distribution of marine debris will indirectly follow the coastal morphology, i.e. the amount of debris will increase if it approaches the river mouth. Temporally, the highest amount of marine debris was obtained in March and the lowest was obtained in July. Degradable marine debris is dominated by wood, while non-degradable is dominated by plastics and straws. The greatest amount of marine debris occured during the west season, which indicates that the supply of debris coming from the Opak River, located in the western part of the study area.

Page 1 of 3 | Total Record : 23