cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Articles 141 Documents
PENGARUH PEMBERIAN CAMPURAN MOL LIMBAH BUAH DENGAN MOL LIMBAH SAYURAN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN LOBAK (RAPHANUS SATIVUS) SERTA IMPLEMENTASINYA SEBAGAI BAHAN AJAR MATERI BIOTEKNOLOGI Meyra Marantika; Peni Suharti
PEDAGO BIOLOGI Vol 7 No 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jpb.v7i2.9312

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan pengaruh pemberian campuran MOL limbah buah dengan MOL limbah sayuran terhadap pertumbuhan tanaman lobak (Raphanus Sativus), (2) mengetahui pemberian campuran MOL mana yang paling efektif terhadap pertumbuhan tanaman lobak (Raphanus Sativus), serta (3) mendeskripsikan bentuk bahan ajar yang dapat digunakan. Jenis penelitian ini adalah eksperimen dengan desain penelitian menggunakan posttest-only control design. Metode yang digunakan adalah RAK (Rancang Acak Kelompok) yang terdiri dari 5 perlakuan dengan 5 kali pengulangan. Perlakuan terdiri dari P1 = Tanpa Perlakuan (kontrol negatif), P2=Pemberian NPK (kontrol positif), P3 = Perlakuan campuran MOL perbandingan 1:3, P4 = Perlakuan campuran MOL perbandingan 1:1, P5 = Perlakuan campuran MOL perbandingan 3:1. Data dianalisis dengan anova. Hasil penelitian menunjukan bahwa (1) pemberian campuran MOL limbah buah dengan MOL limbah sayuran berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman lobak berdasarkan parameter tinggi tanaman tetapi tidak ada pengaruh berdasarkan parameter jumlah helaian daun, (2) pemberian campuran MOL limbah buah dengan MOL limbah sayuran pada semua perbandingan terhadap pertumbuhan tanaman lobak berdasarkan parameter tinggi tanaman menunjukan hasil yang sama dengan rata-rata perbandingan 1:1 sebesar 14,96 cm, perbandingan 3:1 sebanyak 15,14 cm, dan perbandingan 1:3 sebesar 15,56 cm, serta (3) bahan ajar yang dapat dimanfaatkan adalah LKS sebagai pedoman praktikum pada materi bioteknologi.
PENGARUH EKSTRAK DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA) SEBAGAI PESTISIDA ALAMI TERHADAP AKTIVITAS KECOA (PERIPLANETA AMERICANA) DAN PEMBELAJARANNYA PADA MASYARAKAT Mira Fitriana Rohma; Wiwi Wikanta
Pedago Biologi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jpb.v9i1.9338

Abstract

Tujuan penelitian : (1) Untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun pepaya (Carica papaya) sebagai pestisida alami terhadap aktivitas kecoa (Periplaneta americana). (2) Untuk membuat bentuk bahan pembelajaran pada masyarakat yang dapat digunakan dari penelitian ini. Metode penelitian yang digunakan adalah true eksperimen dan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil analisis uji kruskal wallis menunjukkan signifikasi (P) 0,001 < α (0,05), maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada pengaruh signifikan dari pemberian ekstrak daun pepaya (Carica papaya) terhadap aktivitas kecoa (Periplaneta americana). Hasil analisis uji Mann Whitney menunjukkan bahwa tidak ada beda antar perlakuan dengan ekstrak daun pepaya (Carica papaya) pada konsentrasi P1(10%), P2 (25%0, P3(50%), P4 (75%). Kesimpulan penelitian : (1) Bahwa pemberian ekstrak daun pepaya (Carica papaya) berpengaruh terhadap aktivitas kecoa (Periplaneta americana). (2) Bentuk media informasi yang dapat dibuat dari penelitian ini adalah brosur sebagai media edukasi masyarakat.
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN MODEL INVESTIGATION BASED SCIENTIFIC COLABORATIF (IBSC) UNTUK MELATIHKAN KEMAMPUAN BERFIKIR KRITIS DAN KETRAMPILAN KOMUNIKASI SISWA Nadhir Fakhrudin; Peni Suharti
Pedago Biologi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v9i1.12416

Abstract

DAYA ANTIMIKROBA EKSTRAK DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus) TERHADAP MIKROBA MULUT Sitti Sakinah
Pedago Biologi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v9i1.12412

Abstract

Tanaman kenikir (Cosmos caudatus) memiliki kandungan senyawa flavonoid, polifenol, saponin, minyak atsiri dan alkaloid yang berfungsi sebagai daya antimikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan daya antimikroba dari berbagai konsentrasi ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus) terhadap mikroba mulut. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah (100%, 75%, 50% dan 25%). Hasil penelitian dimanfaatkan untuk membuat brousur. Jenis penelitian eksperimental dengan Post Test Only Control Design. Daya antimikroba diukur berdasarkan tidak ada/sedikitnya mikroba yang tumbuh pada media. Berdasarkan hasil analisis data, menggunakan uji Kruskal Wallis dan uji Mann Whitnet tingkat ketelitian 0,005 disimpulkan bahwa ada perbedaam signifikan daya antimikroba dari berbagai konsentrasi ekstrak daun kenikir (Cosmos caudatus) terhadap mikroba mulut. Daya antimikroba yang paling efektif ditunjukkan pada perlakuan konsentrasi 75% yang merupakan konsentrasi terkecil yang dapat mengahambat pertumbuhan secara maximal dengan 0 jumlah mikroba sampai dengan pengamatan 48 jam. Dari hasil penelitian dibuat media edukasi kesehatan masyarakat dalam bentuk brosur yang menarik.
PROFIL KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA SMA MUHAMMADIYAH KOTA SURABAYA PADA PEMBELAJARAN BIOLOGI Naning Sugiharti; Yuni Gayatri
Pedago Biologi : Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Biologi Vol 9, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v9i1.12414

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui, 1) Hasil validasi instrumen tes kemampuan berpikir kritits kelas XI yang dikembangkan pada materi sistem pernapasan manusia, 2) Profil Kemampuan Berpikir Kritis Siswa SMA Muhammadiyah Kota Surabaya Pada Pembelajaran Biologi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Penelitian dilakukan di 3 SMA Muhammadiyah yang ada di Kota Surabaya. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI di 3 SMA Muhammadiyah yang ada di Kota Surabaya sejumlah 199 siswa. Pengambilan sampel menggunakan metode Random Purposive Sampling dari SMA Muhammadiyah 1, 2 dan 9 yang berjumlah 63 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode uji soal yaitu dengan menggunakan lembar instrumen tes. Teknik analisis data secara deskriptif kuantitatif. Simpulan penelitian ini bahwa hasil validasi instrumen tes kemampuan berpikir kritis materi sistem pernapasan manusia kelas XI diperoleh nilai 3,6  dengan kategori sangat valid, artinya instrumen tes tersebut  layak digunakan. Kemampuan berpikir kritis siswa SMA Muhammadiyah Kota Surabaya pada pembelajaran biologi mencapai nilai 51,85 dengan kategori rendah.
Pengaruh Pemberian Kombinasi Ampas Kelapa Dan Bekatul Terhadap Pertumbuhan Sawi Pakcoy (Brassica Rapa) Dan Upaya Edukasinya Pada Masyarakat Firda Savitri Ramadhani
PEDAGO BIOLOGI Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v9i2.13602

Abstract

Ampas kelapa dan bekatul salah satu limbah yang pemanfaatannya belum maksimal. Ampas kelapa dan bekatul mengandung unsur hara yang dapat dimanfaatkan sebagai media tanam yang baik bagi pertumbuhan tanaman, kandungan yang terdapat pada bekatul yaitu sebagai sumber kalium yang baik bagi pertumbuhan tanaman serta mudah mengikat air dan tidak mudah lapuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ampas kelapa dan bekatul terhadap pertumbuhan tanaman sawi pakcoy (Brassica rapa), ), Jenis penelitian ini yaitu eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu P0 (tanpa menggunakan pupuk), P1 (menggunakan pupuk urea), P2 (ampas kelapa dan bekatul dengan dosis 100gr:100gr), P3 (ampas kelapa dan bekatul dengan dosis 150gr:150gr). Parameter pada penelitian ini yakni tinggi tanaman dan jumlah helai daun. Hasil penelitian yang dianalisis dengan Anova menunjukkan nilai signifikasi (𝜌) < 0,05yakni sebesar 0,01 dan Kruskal Wallis menunjukkan nilai signifikasi (𝜌) < 0,05 yakni sebesar 0,00, artinya H1 diterima. Nilai rata rata tinggi tanaman paling baik pada perlakuan P3 yaitu 16,03. Rata rata jumlah daun paling baik pada perlakuan P2 yaitu 9,5. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian kombinasi ampas kelapa dan bekatul terhadap pertumbuhan sawi pakcoy.
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Model Search, Solve, Creat And Share (SSCS) Pada Pembelajaran Biologi Untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA Neli Qurrotil Aini
PEDAGO BIOLOGI Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v9i2.13603

Abstract

Proses pembelajaran pada abad ke-21 memerlukan keterampilan berpikir kreatif siswa. Pada proses pembelajaran perlu adanya perangkat pembelajaran dengan model yang tepat dan dapat melatih keterampilan berpikir kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui validitas Perangkat Pembelajaran Model Search, Solve, Create and Share (SSCS) Pada Pembelajaran Biologi untuk Melatih Keterampilan Berpikir Kreatif Siswa SMA. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan yang meggunakan metode Reasearch and Development (R&D). Teknik pengumpulan data mengunakan validasi untuk mengukur validitas perangkat pembelajaran meliputi Silabus, RPP, LKPD, dan Lembar Tes yang diukur oleh 3 validator yang ahli dalam bidangnya. Data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian pengembangan perangkat pembelajaran model Search, Solve, Create and Share (SSCS) Pada Pembelajaran Biologi untuk melatih keterampilan berpikir kreatif siswa, menunjukkan bahwa hasil validasi perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, LKPD, Lembar tes) mendapatkan skor akhir 85,01% - 100.00% yang berarti seluruhnya berada pada kategori “Sangat Valid”. Hal ini menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran model Search, Solve, Create and Share pada pembelajaran biologi untuk melatih keterampilan berpikir kreatif siswa materi Perubahan lingkungan, Limbah dan Daur ulang kelas X SMA layak digunakan.
Perbandingan Pertumbuhan Tanaman Cabai Rawit (Capsicum Frutescens L.) Dengan Pemberian Pupuk Organik Cair Dari Limbah Kulit Buah Naga (Hylocereus Polyrhizus), Kulit Buah Pisang (Musa Paradisiaca L) Dan Lidah Buaya (Aloe Vera) Serta Implementasinya Sebagai Bahan Edukasi Masyarakat Rahmadhani Anisa Putri Arifin
PEDAGO BIOLOGI Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v9i2.13604

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh  dari pupuk organik cair  limbah buah naga, buah pisang dan lidah buaya terhadap pertumbuhan tanaman cabai rawit . Jenis penelitia ini eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dan menggunakan 4 perlakuan, 6 pengulangan sehingga dihasilkan 24 sampel . Pengamatan yang dilakukan dengan meggunakan 2 parameter yaitu Tinggi Tanaman dan Jumlah Helaian Daun. Analisis data menggunakan uji One Way Anova. tidak ada pengaruh dari perlakuan kontrol, kulit buah naga, kulit buah pisang dan lidah buaya pada parameter tinggi tanaman, sedangkan pada parameter jumlah helaian daun ada pengaruh yang berbeda dari ke – 4 perlakuan yang diberikan. Hasil uji Tukey HSD jumlah helaian daun menunjukkan perlakuan pemberian pupuk organik cair Lidah Buaya, Kontrol dan buah naga ada pengaruh yang sama terhadap pertumbuhan jumlah helaian daun pada tanaman Cabai Rawit. Tetapi pada perlakuan kulit pisang menunjukkan perbedaan dibandingkan dengan ketiga perlakuan lainnya, hanya saja memiliki rata – rata yang rendah. Rata – rata tinggi tanaman dari perlakuan pemberian pupuk organik cair kulit buah pisang, lidah buaya, kontrol dan kulit buah naga secara berturut – turut adalah 6.8, 7, 7.13, 7.16 dan untuk jumlah helaian dau secara berturut – turut adalah 4.16, 6.5, 7.16, 8.16
Pengaruh Pemberian Campuran Seduhan Umbi Bawang Putih (Allium Sativum) Dan Lidah Buaya (Aloe Vera L.) Sebagai Biopestisida Alami Terhadap Aktifitas Hama Jangkrik (Tarbinskiellus Portentosus) Serta Implementasinya Sebagai Edukasi Masyarakat Aris Ahmad Ismail; Peni Suharti
PEDAGO BIOLOGI Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v9i2.13600

Abstract

Bawang Putih dan lidah buaya merupakan tanaman yang memiliki banyak manfaat dan juga kegunaan salah satunya yaitu sebagai bahan biopestisida. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk: 1) mendeskripsikan pengaruh pemberian berbagai konsentrasi campuran air seduhan umbi bawang putih (Allium sativum) dan lidah buaya (Aloe vera L) terhadap aktivitas jangkrik, 2) mengetahui pada konsentrasi berapa dari campuran air seduhan umbi bawang putih dan lidah buaya yang paling efektif membunuh hama jangkrik. Jenis penelitian adalah eksperimental dengan desain penelitian yakni Post Test Only Conrol Desain dan rancangan acak kelompok (RAK). Penelitian ini menggunakan 125 ekor jangrik (Tarbinskiellus portentosus) sebagai sampel yang terdiri atas 5 perlakuan yaitu pemberian campuran seduhan air umbi bawang putih (Allium sativum) dan lidah buaya (Aloe vera L) konsentrasi 25%, 50%, 75%, 100% dan 0% (P1-P5). Analisis data statistik menggunakan uji normalitas Kolmogorov-smirnov diperoleh hasil signifikan (p) < 0,05 sebesar 0,032 yang berarti data tidak berdistribusi normal. Uji Kruskal wallis diperoleh nilai  signifikasi (p) < 0,05 sebesar 0,001 yang artinya H1 diterima yang berarti ada pengaruh yang berbeda dari berbagai konsentrasi air seduhan umbi bawang putih (Allium sativum) dan lidah buaya (Aloe vera L). hasil uji mann whitney menunjukkan yang paling efektif membunuh jangkrik (Tarbinskiellus portentosus) adalah pada perlakuan P3 (50%). Kesimpulan penelitian ini adalah (1) ada pengaruh berbeda dari pemberian berbagai konsentrasi air seduhan umbi bawang putih (Allium sativum) dan lidah buaya (Aloe vera L.) terhadap aktivitas jangkrik (Tarbinskiellus portentosus), (2) pada perlakuan P3 (perlakuan 3: konsentrasi 75%) merupakan pemberian konsentrasi paling efektif terhadap aktivitas jangkrik (Tarbinskiellus portentosus) dengan menunjukkan presentase perubahan aktivitas sebesar (88%).
Pengaruh Pemberian Pupuk Organik Cair Limbah Nasi Dan Lidah Buaya Terhadap Pertumbuhan Tanaman Terong (Solanum melongena) Tiara Alyati Nindia
PEDAGO BIOLOGI Vol 9 No 2 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/pb:jppb.v9i2.13605

Abstract

Limbah nasi dan lidah buaya memiliki manfaatyangdapatmembantuprosespertumbuhan tanaman.Penggunaanlimbahnasidanlidahbuaya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organikcairkarenamengandungunsurharasepertinitrogenfosfor dan kalium yang dibutuhkan oleh tanaman. Penelitian ini bertujuan untukmengetahui pengaruh pemberian pupuk organikcairlimbahnasidanlidahbuayaterhadappertumbuhantanamanterong(Solanummelongena).Jenispenelitianiniadalaheksperimentalyangmenggunakandesainposttestonlycontrolgroup. Design. Rancanganpenelitianini.menggunakanRancangan.AcakLengkap (RAL) dengan 4 perlakuan, yaitu pupukorganik cair limbah nasi, pupuk organik cairlidah buaya, pupuk cair Green Tonik (kontrolpositif)dantanpaperlakuan(kontrolnegatif). Parameteryangdiamatipadapenelitianiniadalahtinggitanamandanjumlahhelaidaun.Hasilpenelitian menunjukkan tidak ada pengaruh        terhadap pertumbuhan tinggi dan jumlah helai daun tanaman terong (Solanum melongena). Hal ini kemungkinan karena faktor lingkungan seperti

Page 7 of 15 | Total Record : 141