cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1: Januari 2012" : 7 Documents clear
Penguatan dan Hukum Pengaruh Terhadap Hasil Belajar IPS Siswa Kelas V Sekolah Dasar S, Uus Yusmantara
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2819

Abstract

AbstrakPendidikan Sebagai usaha normatif, memiliki kriteria keberhasilan tertentu, pada setiap proses pembelajaran dijumpai dua sisi yang berbeda, yakniterdapat sejumlah siswa yang tidak mampu dengan cepat mencapai tujuan pembelajaran yang disebabkan bukan karena rendahnya kemampuan intelektual, melaikan karena prilaku negatif yang kerap ditampilkan sehingga dapat mengganggu norma edukatif dan pencapaian tujuan pembelajaran/kompetensi dasar yang diharapkan. Terhadap kondisi tersebut, menuntut kompetensi keterampilan guru dalam masalah mengelola pembelajaran melalui pengimplementasian delapan keterampilan dasar mengajar. Salah satu dari keterampilan dasar mengajar antara lain keterampilan memberi penguatan ( reinforcement), bahkan memberi hukuman (funishment).Dalam proses pembelajaran, penguatan dan hukuman dapat berperan sebagai pendorong sosialisasi dan penguat perubahan prilaku siswa. penguat berperan mempertahankan prilaku positif siswa dan terdorong untuk mengulangi prilaku yang sama, sedangkan hukuman manpu memotivasi siswa untuk menghentikan prilaku negatif, dan terdorong untuk mengubah prilaku negatif menjadi prilaku positif.   
Interaksi Antara Faktor Tkam Dan Pembelajaran Terhadap Kemampuan Penalaran Deduktif Matematis Mahasiswa Calon Guru SD Beserta Kinerjanya Suarma, Dina Mayadiana; Kusumah, Yaya S
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2813

Abstract

Abstrak Penelitian ini adalah kuasi eksperimen dengan disain kontrol pre dan post tes pada mata kuliah Bilangan terhadap 67 mahasiswa calon guru SD di suatu universitas di Bandung Tahun Akademik 2010/2011. Kelompok eksperimen mendapatkan perlakuan berupa pembelajaran dengan pendekatan induktif. Instrumen yang digunakan terdiri dari: Tes Kemampuan Awal Matematis (KAM), Tes Kemampuan Penalaran Deduktif Matematis (KPDM), pedoman observasi, kamera photo, dan wawancara. Analisis data menggunakan ANOVA dua Jalur. Berdasarkan analisis data diperoleh kesimpulan bahwa: (1) Tidak terdapat interaksi antara faktor TKAM dan pembelajaran terhadap KPDM dan (2) Kemampuan Induksi Matematis tergolong rendah.Kata kunci: Pembelajaran dengan Pendekatan Induktif, Penalaran Deduktif Matematis, Kemampuan Induksi Matematis, dan Mahasiswa calon guru SD.
Model Multiplate Intelligences Untuk Meningkatkan Kreativitas Berpendapat Siswa Dalam Pembelajaran IPS Di Sekolah Dasar Firdaus, Fery Muhammad
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2822

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena keadaan siswa sekolah dasar (SD) yaitu kurangnya kreativitas berpendapat siswa dalam proses pembelajaran IPS. Hasil observasi yang dilakukan sebelum penelitian ini dilaksanakan menunjukkan bahwa akar permasalahannya yaitu dari aspek guru yang masih menerapkan pola mengajar konvensional atau hanya dengan menggunakan ceramah, guru terlalu berperan aktif dalam proses pembelajaran, sedangkan siswa tidak diberi kesempatan untuk aktif dalam memanfaatkan sumber belajar yang ada. Padahal semua siswa mempunyai potensi dan kecerdasan yang harus dikembangkan sesuai dengan karakteristik kebutuhan perkembangannya. Dari gambaran di atas, penulis mencoba mencari alternatif pemecahan masalah dengan menerapkan model multiple intelligences sebagai terobosan baru dalam meningkatkan kreativitas berpendapat siswa pada pembelajaran IPS di SD. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Berdasarkan data yang diperoleh dari tes kreativitas berpendapat siswa, telah diperoleh penemuan bahwa terjadinya peningkatan-peningkatan mengenai hasil tes kreativitas berpendapat siswa, sehingga dapat diperoleh hasil penelitian bahwa model multiple intelligences dapat meningkatkan kreativitas berpendapat siswa. Oleh karena itu penulis merekomendasikan model multiple intelligences kepada para guru sebagai salah satu alternatif dalam upaya meningkatkan kreativitas berpendapat siswa dalam pembelajaran IPS di SD.Kata Kunci: Model Multiple Intelligences, Kreativitas Berpendapat Siswa
Penggunaan Bahasa Lisan Di Pesisir Laut Selatan Syahrudin, Didin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2814

Abstract

AbstrakManusia sebagai makhluk sosial Menggunakan Bahasa sebagai salah satu alat komunikasi. Bahasa merupakan salah satu sarana komunikasi yangsangat vital bagi kehidupan manusia. Manusia dapat menggunakan pikiran perasaan melalui bahsa. Tanpaadanya bahasa manusia tidak akan bisa berkomunikasi secara sempurna, meski pun ada sarana komunikasi yang lain selain bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh gambaran umum tentang penggunaan bahasa lisan di  pesisir laut selatan' khususnya para penuturdi kecamatan Pangandaran Kabupaten Ciamis.Hasil dari penelitian ini adalah 1) adanya penggunaan bahasa ( Undak-usuk bahasa) yang digunakan murid sekolah dasar wilayah kecamatan Pangandaran Kabupaten Ciamis, lebih disebabkan oleh perbedaan umur, bukan berdasarkan kelas sosial masyarakat kaya maupun miskin, terpelajar atau cacah; 2) Etnisitas orang tua tidak berpengaruh pada pengunaan bahasa sunda; 3) Para pedagang dan nelayan di pantai Pangandaran umumnya sudah mengenal etika bahasa sunda ( undak-usuk basa), meskipun mereka berasal dari daerah lain ( misalnya jawa).Kata Kunci : Bahasa lisan, para penutur, pesisir laut selatan
Pembelajaran Menulis Dalam Gamitan Pendidikan Karakter Abidin, Yunus
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2823

Abstract

AbstrakPembelajaranmenulisharuslahditafsirkansebagaisebuahprosesyang ditujukanuntukmengembangkanserangkaianaktivitassiswadalamrangka menghasilkansebuahtulisandibawahbimbingan,arahan,danmotivasiguru. Sejalandengandefinisiini,pembelajaranmenulisseyogyanyadikembangkan melaluibeberapatahapanprosesmenulissehinggasiswabenar-benarmampu menulissesuaidengantahapanprosesyangjelas.Disisilain,gurujugaharus membekalisiswadenganberbagaistrategimenulispadasetiaptahapanaktivitas menulisyangdilakukansiswa.Melaluikolaborasiperangurudansiswaini, pembelajaranmenulisdiyakiniakanmencapaihasilyangmemuaskan.Tanpa perankolaborasiini,kemampuansiswadalammenulistidakakanberkembang dantetapakanrendah. Dalamprosesnya,pembelajaranmenulishendaknyadiarahkanpada upayamembinakemampuansiswauntukmenulisberbagaigenretulisanuntuk berbagaitujuan,berbagaisasaranbaca,danberbagaikontekssosialbudaya. Sejalandengantuntutanini,pembelajaranmenulisselayaknyadikemasmelalui penciptaansejumlahaktivitas-aktivitasaktifkreatifyangharusdilakukansiswa selamapembelajaran.Aktivitasaktifkreatifinijugajanganhanyayangbersifat mereproduksitulisanmelainkanharuslebihterarahpadaprosesproduksitulisan yangaslidanmemilikidayakreativitasyangtinggi.KataKunci:PembelajaranMenulis,PendidikanKarakter,KemampuanMenulisAbstrakPembelajaran menulis haruslah ditafsirkan sebagai sebuah proses yangditujukan untuk mengembangkan serangkaian aktivitas siswa dalam rangkamenghasilkan sebuah tulisan di bawah bimbingan, arahan, dan motivasi guru.Sejalan dengan definisi ini, pembelajaran menulis seyogyanya dikembangkanmelalui beberapa tahapan proses menulis sehingga siswa benar-benar mampumenulis sesuai dengan tahapan proses yang jelas. Di sisi lain, guru juga harusmembekali siswa  dengan berbagai strategi menulis pada setiap tahapan aktivitasmenulis yang dilakukan siswa. Melalui kolaborasi peran guru dan siswa ini,pembelajaran menulis diyakini akan mencapai hasil yang memuaskan. Tanpaperan kolaborasi ini, kemampuan siswa dalam menulis tidak akan berkembangdan tetap akan rendah.Dalam prosesnya, pembelajaran menulis hendaknya diarahkan padaupaya membina kemampuan siswa untuk menulis berbagai genre tulisan untukberbagai tujuan, berbagai sasaran baca, dan berbagai konteks sosial budaya.Sejalan dengan tuntutan ini, pembelajaran menulis selayaknya dikemas melaluipenciptaan sejumlah aktivitas-aktivitas aktif kreatif yang harus dilakukan siswaselama pembelajaran. Aktivitas aktif kreatif ini juga jangan hanya yang bersifatmereproduksi tulisan melainkan harus lebih terarah pada proses produksi tulisan
Penelitian Tindakan Sekolah Windayana, Husain
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2815

Abstract

PTS adalah penelitian yang dilakukan oleh Kepala Sekolah atau Pengawas Sekolah. Fokus penelitian yang dilakukan oleh Kepala Sekolah sekitar supervisi klinis, menyangkut aspek akademik seperti proses pembelajaran yang diselenggarakan oleh guru-guru.Pelaksanaan PTS mirip dengan PTK, yaitu bermula dari permasalahan akademik dalam ruang lingkup supervisi klinis, yang membutuhkan segera pemecahan. Dari permasalahan tersebut disusun perencanaan, termasuk di dalamnya alternatif pemecahan masalahnya dan penyiapan berbagai instrumen pengumpul data yang diperlukan. Kemudian dilakukan tindakan, sesuai rencana yang telah ditetapkan pada bagian perencanaan. Ketika dilakukan tindakan dilakukan pula observasi menggunakan instrumen-instrumen yang telah disiapkan ketika perencanaan dilakukan.Setelah dilakukan tindakan yang diobservasi selanjutnya diadakan refleksi, yaitu diskusi antara pelaku tindakan (guru/kepala sekolah), observer, dan kepala msekolah atau pengawas sekolah, untuk melakukan evaluasi, bagian mana yang sudah memenuhi harapan, mana yang belum, dan apakah masih perlu dilakukan tindakan berikutnya. Apabila masih dipandang perlu untuk dilakukan tindakan berikutnya maka hasil refleksi direvisi untuk bahan pelaksanaan tindakan berikutnya, dan begitu seterusnya secara berulang-ulang, sampai diperoleh hasil yang maksimal sesuai harapan. Kata Kunci: Penelitian Tindakan Sekolah, Konsep PTS, Implementasi PTS
Model Interaktif Dalam Pembelajaran IPS Rustini, Tin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 4, No 1: Januari 2012
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v4i1.2818

Abstract

AbstrakSalah satu pembelajaran tujuan IPS yang ingin di kembangkan adalah membentuk siswa menjadi waarga negara yang aktif. Dalam hal ini diartikan sebagai manusia yang mampu mengambil keputusan yakni mulai memecahkan masalah-masalah dirinya, sosial, sampai kemampuan mempengaruhi kebijakan umum. Pembelajaran merupakan interaksi antar komponen pembelajaran tersebut, diantaranya guru, siswa, materi pembelajaran, metode, media dan sumber dan tujuan pembelajaran. Model interaktif dalam pembelajaran IPS memberikan alternatif bagi terciptanya situasi belajar yang dapat menumbuhkembangkan peran aktif siswa selama kegiatan berlangsungKata Kunci : Model Interaktif dan Pembelajaran IPS

Page 1 of 1 | Total Record : 7