cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
EDUHUMANIORA: Jurnal Pendidikan Dasar
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Eduhumaniora is a peer-reviewed scientific journal that publishes different kinds of scientific articles based on the research-article and ideas-article. All topics that we received only articles relating to elementary education fields. For research category, articles can be written using quantitative and qualitative approaches, and can be made in a variety of research designs, such as action research, experiments, and case studies. This journal was published since 2009 twice a year every January and July, and published by the collaboration between Elementary Teacher Education Program, Kampus UPI di Cibiru and Himpunan Dosen PGSD Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1: Januari 2017" : 8 Documents clear
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA MENGGUNAKAN MODEL QUANTUM TEACHING Maharani, Winda
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6149

Abstract

Abstract: The problem of this study is the low of the third grade student learning outcomes at Gunung Mekar Elementary School in Mathematics. The results of preliminary observations showed that 58.82% of students have not reached the passing grade and the learning has not been implemented optimally. The aim of this study is for increasing the outcomes of student’s mathematics learning by using Quantum Teaching Model. The kind of this study is a classroom action research, with the data collection’s form is the test sheet. The analysis technique used in this study is a quantitative analysis technique. The results of this study shows that the implementation of Quantum Teaching Model could increase the student’s learning outcomes. The percentage of student’s mastery learning outcomes increased from the first cycle to the second cycle with the percentage of the first cycle is 64.70% (category quite well) and increased to 82.35% (the excellent category) in the second cycle.               Keywords: quantum teaching model, learning outcomes, mathematics Abstrak: Masalah dalam penelitian ini adalah rendahnya hasil belajar siswa kelas III SD Negeri 2  Gunung Mekar pada mata pelajaran matematika. Hasil observasi awal menunjukkan bahwa 58,82% siswa belum mencapai KKM dan pembelajaran belum dilaksanakan secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa dengan menerapkan model quantum teaching. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas, alat pengumpul data penelitian berupa soal test. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik analisis kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model quantum teaching pada pembelajaran matematika dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa meningkat dari siklus I ke siklus II dengan persentase siklus I sebesar 64.70% (kategori cukup baik) dan meningkat menjadi 82.35% (kategori sangat baik) pada siklus II.Kata kunci: model quantum teaching, hasil belajar, matematika
PENINGKATAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SD DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA DENGAN MODEL DISKURSUS MULTY REPRESENTATION (DMR) Rostika, Deti; Junita, Herni
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6176

Abstract

Abstract: Mathematics is a science that is universal and able to integrate with other subjects. One of the goals of mathematics learning based on Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan is to understand, explain and apply mathematical concepts in the context of problem solving. But in the field, the students tend to difficulties in resolving problems related to problem solving in mathematics. This is due to the low ability students in mathematical problem solving in students' learning because not used to thinking creatively. It required a real effort to improve students' problem-solving abilities in mathematics. One of the measures taken namely through mathematics model Multy Discourse Representation (DMR). Learning with models DMR is one alternative that can be used because it exposes students to work in groups, in order to issue a power of representation held by the students.Keyword: Problem solving ability, DMR Model, Mathematic learning. Abstrak: Matematika merupakan suatu ilmu yang sifatnya universal dan mampu berintegrasi dengan mata pelajaran lain. Salah satu tujuan pembelajaran matematika berdasarkan kurikulum tingkat satuan pendidikan adalah memahami, menjelaskan dan mengaplikasikan konsep matematika dalam konteks pemecahan masalah. Namun dalam pelaksanaan di lapangan, siswa cenderung kesulitan dalam menyelesaikan persoalan terkait pemecahan masalah dalam pembelajaran matematika. Hal ini disebabkan rendahnya kemampuan siswa dalam pemecahan masalah matematis karena dalam pembelajaran siswa tidak terbiasa berpikir secara kreatif. Untuk itu diperlukan upaya nyata dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah siswa dalam pembelajaran matematika. Salah satu upaya yang diambil yakni melalui pembelajaran matematika dengan model Diskursus Multy Representation (DMR). Pembelajaran dengan model DMR merupakan salah satu alternatif yang dapat digunakan karena menghadapkan siswa kepada bekerja secara berkelompok, supaya dapat mengeluarkan daya representasi yang dimiliki oleh diri siswa.Kata kunci: Kemampuan pemecahan masalah, Model DMR, Pembelajaran matematika
PENDIDIKAN KARAKTER GUNA MENANGGULANGI DEKADENSI MORAL YANG TERJADI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Cahyo, Edo Dwi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6150

Abstract

Abstract: The problem which occur in Indonesia is strongly related with level of society morality and education field particularly in elementary school is one of contributor of this problem, started from robbing, bullying, sexual harassment, even violence act which cause the death.  This matter is tendency of moral decadence which occur in Indonesian youth.  There are ten indication of moral decadences tendency in students which is deserved to get attention and action from various people in order the change happen toward the better.   To overcome that problem, character education is one way or means to improve student’s moral particularly in elementary school.  Constitution or Ministry Regulation and President Instruction also discuss about character education which is should be taught and modeled. In implementing character education, guidance or principle is needed in order that character education can work effective. In addition, the method and model which are used in teaching character education need to be noticed.Keywords: Character Education, Moral Decadence Abstrak: Problematika yang terjadi di Indonesia sangat berhubungan erat dengan tingkat moralitas masyarakat, dunia pendidikan khususnya di sekolah dasar merupakan salah satu penyumbang dari problematika tersebut, mulai dari pencurian, bullying, pencabulan, bahkan sampai tindak kekerasan yang mengakibatkan kematian. Hal tersebut merupakan gejala dari dekadensi moral yang terjadi pada generasi muda Indonesia. Ada sepuluh indikasi gejala dekadensi moral pada peserta didik yang perlu mendapatkan perhatian serta tindakan dari berbagai pihak agar terjadi perubahan ke arah yang lebih baik. Guna menanggulangi permasalahan tersebut pendidikan karakter merupakan salah satu cara atau sarana untuk memperbaiki moral siswa khususnya di sekolah dasar. Adapun dalam Undang-undang dan Peraturan Menteri serta Instruksi Presiden (Inpres) juga membahas mengenai pendidikan karakter yang harus di ajarkan dan diteladankan. Dalam melaksanakan pendidikan karakter diperlukan suatu petunjuk atau prinsip agar pendidikan karakter dapat berjalan efektif. Selain itu perlu juga memperhatikan metode serta model yang digunakan dalam mengajarkan pendidikan karakter.Kata kunci: Pendidikan Karakter, Dekadensi Moral
PEREKAYASAAN MODEL PEMBELAJARAN MEMBACA PERMULAAN DI SEKOLAH DASAR BERBASIS PENGEMBANGAN SIKAP, KETERAMPILAN, DAN PENGETAHUAN Ernalis, -; Syahruddin, Didin
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6270

Abstract

Abstract: The research objective to be achieved through the second year the study was to determine, explain, and explain (1) the prototype model of learning to read beginning in early elementary school classes in accordance with the needs of teachers and students current conditions based on the results of the validation test; (2) the contribution of the implementation of Early reading learning model-based development of attitudes, skills and knowledge to the development of students' skills in reading starters based on the results of the validation test; (3) the contribution of the implementation of Early reading learning model-based development of attitudes, skills and knowledge to primary school students' knowledge acquisition thematically based on the results of the validation test. This research was conducted using the method of Research and Development (R D). The subjects were teachers and students of primary schools in the district and sub-district Cileunyi Ujungberung Bandung Regency Bandung. Research data will be collected using several instruments. Research data will be processed using data processing techniques of qualitative and quantitative data processing techniques with statistical test. Based on the results of the study concluded that the learning model based SKP Early reading can be used effectively to improve student reading skills beginning. The second conclusion is that the learning model based SKP Early reading can be used effectively in improving students' attitudes Early reading. Based on this fact, the model can be used in schools as an alternative model of learning to read in low grade.Keywords: SKP models, read the beginning, the attitude of reading, low grade Abstrak: Tujuan penelitian yang hendak dicapai melalui penelitian tahun kedua adalah untuk mengetahui, menjelaskan, dan memaparkan (1) prototipe model pembelajaran membaca permulaan di kelas awal sekolah dasar yang sesuai dengan kebutuhan guru dan kondisi siswa saat ini berdasarkan hasil uji validasi; (2) kontribusi penerapan model pembelajaran membaca permulaan berbasis pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan terhadap perkembangan keterampilan siswa dalam membaca permulaan berdasarkan hasil uji validasi; (3) kontribusi penerapan model pembelajaran membaca permulaan berbasis pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan terhadap perolehan pengetahuan siswa sekolah dasar secara tematis berdasarkan hasil uji validasi. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode Penelitian dan Pengembangan (RD). Subjek penelitian ini adalah guru dan siswa sekolah dasar di Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung dan Kecamatan Ujungberung Kota Bandung. Data Penelitian akan dikumpulkan dengan menggunakan beberapa instrumen. Data hasil penelitian akan diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kualitatif dan teknik pengolahan data kuantitatif dengan uji statistika. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa  model pembelajaran membaca permulaan berbasis SKP dapat digunakan secara efektif dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa. Simpulan yang kedua adalah bahwa model pembelajaran membaca permulaan berbasis SKP dapat digunakan secara efektif dalam meningkatkan sikap membaca permulaan siswa. Berdasarkan kenyataan tersebut, model yang dikembangkan dapat digunakan di sekolah sebagai salah satu alternatif model pembelajaran membaca di kelas rendah.Kata Kunci: model SKP, membaca permulaan, sikap membaca, kelas rendah
PEREKAYASAAN MODEL PEMBELAJARAN BENGKEL SASTRA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA SEKOLAH DASAR DALAM MENULIS KARYA SASTRA Rohayati, Etty; Kurniawati, -; Ernalis, -
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6271

Abstract

Abstract: The purpose of this study was to explore and describe (1) the engineering design of a literary workshop models that appropriately applied to primary school students in learning writing literary works; (2) the effectiveness of the application of the model of literary workshops that have been engineered for increased ability to write literature in primary school students; and (3) the most dominant factor supporting the ability of elementary school students in writing literary works through the implementation of a literary workshop models that have been engineered. This study was conducted using a combination of the type of explanatory research. The subjects were elementary school students in the county and the city of Bandung. The research sample will be selected by using the sampling area. Research data will be collected using a variety of instruments. Research data will be processed using the quantitative data processing techniques to test the statistical and qualitative data analysis techniques. The study concluded that the model of a literary workshop for elementary school students performed at different stages with the stages of this model when used for students that consists of 9 stages. Based on the results of its implementation can be argued that there are significant differences between students' ability to write prose experimental class control class. This means that the application of the influential literary workshops and contribute to enhancing the student's ability to write prose. Further it can also be concluded that based on the results of the analysis of the case can be concluded that the main factors that affect the student's ability to write prose can be categorized into three main categories: (1) understanding the intrinsic elements of prose, (2) the habit of writing, and (3) practice and guidance writing ..Keywords: the ability to write prose, literary workshop models, elementary school students Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan memaparkan (1) perekayasaan desain model bengkel sastra agar tepat diterapkan pada siswa sekolah dasar dalam pembelajaran menulis karya sastra; (2) keefektifan penerapan model bengkel sastra yang telah direkayasa bagi peningkatan kemampuan menulis karya sastra pada siswa sekolah dasar; dan (3) faktor yang paling dominan mendukung kemampuan siswa sekolah dasar dalam menulis karya sastra melalui penerapan model bengkel sastra yang telah direkayasa. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian kombinasi jenis eksplanatori. Subjek penelitian ini adalah siswa sekolah dasar di di Kabupaten dan Kota Bandung. Sampel penelitian akan dipilih dengan teknik area sampling. Data Penelitian akan dikumpulkan dengan menggunakan berbagai instrumen. Data hasil penelitian akan diolah dengan menggunakan teknik pengolahan data kuantitatif yakni dengan uji statistika dan teknik analisis data kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa model bengkel sastra untuk siswa sekolah dasar dilakukan dengan tahapan yang berbeda dengan tahapan model ini ketika digunakan untuk mahasiswa yakni terdiri atas 9 tahapan. Berdasarkan hasil implementasinya dapat dikemukakan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan menulis prosa siswa kelas eksperimen dengan kelas kontrol. Hal ini berarti penerapan model bengkel sastra berpengaruh dan berkontribusi positif bagi peningkatan kemampuan siswa menulis prosa. Lebih lanjut dapat pula disimpulkan bahwa berdasarkan hasil analisis kasus dapat disimpulkan bahwa  faktor utama yang memengaruhi kemampuan siswa menulis prosa dapat dikategorikan menjadi 3 kategori utama yakni (1)  pemahaman unsur intrinsik prosa, (2)  kebiasaan menulis, dan (3)  latihan dan bimbingan penulisan..Kata Kunci: kemampuan menulis prosa, model bengkel sastra, siswa sekolah dasar
DAFTAR ISI VOLUME 9 NOMOR 1 JANUARI 2017 Editor, Humaniora
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6165

Abstract

Daftar isi Jurnal Eduhumaniora Vol 9, No 1 Januari 2017
REVITALISASI KEMAMPUAN REFLEKSI MAHASISWA CALON GURU MELALUI PENULISAN JURNAL PERKULIAHAN PPKN Abdillah, Fauzi
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6148

Abstract

Abstract: Reflective Skills of pre-service teacher education students, which when examined in a three-component lens of Civics, namely Civic Knowledge, Skills Civic, and Civic dispositions which would have a very close relationship, there is demonstrated by evidence that encouraging, even to the level of the students and even teachers in the field. Thus, efforts to increase the reflective abilities of students does not meet these expectations, need to be implemented and measured scientifically. With the aim of seeing the process, the response and the effect of the use of journal writing lectures on Civic and Pancasila Education (PPKn), this research will be done by using a mix methods with exploratory research approach. From the research it can be concluded that there is a development of reflective abilities of students. The response of the students showed enthusiasm and motivated them to develop their understanding and skills as a prospective teacher. The study recommends to utilize Class Journal as well as media and learning strategies of innovation in lectures.Keyword: Reflective, Civic Education, Pre-service Teacher Education Students Abstrak: Kemampuan reflektif mahasiswa calon guru, yang bila diteropong dalam lensa tiga komponen PKn, yakni Civic Knowledge, Civic Skills, dan Civic Dispositions yang tentu memiliki keterkaitan sangat erat ini, belum memperlihatkan bukti yang menggembirakan, bahkan untuk level mahasiswa bahkan guru di lapangan. Maka, usaha peningkatan kemampuan reflektif mahasiswa yang belum sesuai harapan tersebut perlu untuk dilaksanakan dan diukur secara ilmiah. Dengan tujuan melihat proses, respon dan pengaruh pemanfaatan penulisan jurnal perkuliahan pada mata kuliah PPKn, penelitian ini akan ditempuh dengan menggunakan pendekatan penelitian campuran tipe exploratory. Dari hasil penelitian maka bisa disimpulkan bahwa terjadi perkembangan kemampuan reflektif mahasiswa. Respon dari mahasiswa memperlihatkan antusiasme dan termotivasinya mereka dalam mengembangkan pemahaman dan keterampilan mereka sebagai seorang calon guru. Penelitian ini merekomendasikan untuk memanfaatkan Jurnal Perkuliahan sebagai media dan strategi pembelajaran sekaligus inovasi dalam perkuliahan.Kata Kunci: Reflektif, PPKn, Mahasiswa Calon Guru
PENDIDIKAN BERBASIS EKOPEDAGOGIK DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN EKOLOGIS DAN MENGEMBANGKAN KARAKTER SISWA SEKOLAH DASAR Yunansah, Hana; Herlambang, Yusuf Tri
EduHumaniora | Jurnal Pendidikan Dasar Kampus Cibiru Vol 9, No 1: Januari 2017
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/eh.v9i1.6153

Abstract

Abstract: Today, developments in science and technology have a significant impact on all aspects of the constellation of life, not to mention the complexity of the universe as a space for human life. Nature as a space of human life, has been considered as an object, so that the human being dominated and exploited radically. This condition is exacerbated by the lack of understanding human nature as multidimensional beings, one of which is to have a relationship in the nature of space and time, so it impact on human consciousness which have a continuing obligation to keep the harmony, the harmony of nature neglected. In connection with these conditions, the need for a strategic effort to build a new paradigm in order to raise awareness about the importance of nature through educational process based ekopedagogik in growing ecological awareness and character.Keyword: Ecopedagogy, ecological consciousness, character Abstrak: Dewasa ini, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah memberikan dampak signifikan pada seluruh aspek konstelasi kehidupan, tak terkecuali kompleksitas pada alam sebagai ruang bagi kehidupan manusia. Alam sebagai ruang kehidupan manusia, telah dianggap sebagai objek, sehingga didominasi dan dieksploitasi manusia secara radikal. Kondisi ini diperparah dengan rendahnya pemahaman manusia akan hakikatnya sebagai makhluk multidimensional yang salah satunya ialah memiliki relasi dalam ruang dan waktu dengan alam, sehingga hal ini berimbas pada kesadaran manusia yang memiliki kewajiban untuk senantiasa menjaga keselarasan, keharmonisan alam yang terabaikan. Berkaitan dengan kondisi tersebut, perlu adanya sebuah upaya strategis untuk membangun paradigma baru guna menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya menjaga alam melalui proses pendidikan berbasis ekopedagogik dalam menumbuhkan kesadaran ekologis dan karakter. Kata Kunci: Ekopedagogik, Kesadaran ekologis, Karakter

Page 1 of 1 | Total Record : 8