cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal AKP
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
Arjuna Subject : -
Articles 155 Documents
PENGETAHUAN IBU TENTANG TUMBUH KEMBANG BALITA USIA 1- 2 TAHUN Yuliana, Nurul Eka
Jurnal AKP Vol 6, No 2 (2015): Jurnal AKP - Desember 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Ibu adalah orang terdekat tempat anak belajar untuk tumbuh dan berkembang. Pengetahuanmerupakan hasil tahu dan terjadi setelah orang mengadakan penginderaan terhadap sesuatu objektertentu. Pengetahuan orang tua dalam tumbuh kembang akan mempengaruhi kepada proses tumbuhkembang balita. Tujuan umum penelitian ini adalah mendiskriptifkan tingkat pengetahuan ibu tentangtumbuh kembang balita usia 1- 2 tahun di Posyandu Padi desa Sambirejo. Desain penelitian yang digunakan adalah desain deskriptif dengan variabel tunggal yaitupengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita usia 1 - 2 tahun. Populasi pada penelitian ini adalahseluruh ibu yang membawa anaknya usia 1 - 2 tahun datang ke posyandu dengan menggunakan tehniktotal sampling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pengetahuan ibu tentang tumbuh kembang balita usia 1sampai 2 tahun adalah kurang 53 % (8 responden), cukup 27% (4 responden), baik 20% (3 responden). Pengetahuan ibu yang paling banyak adalah 53 % kurang, oleh karena itu untuk meningkatkanpengetahuan ibu yang masih kurang peran perawat perlu memberikan penyuluhan atau konselingtentang tumbuh kembang balita. Kata kunci : Pengetahuan ibu, tumbuh kembang balita usia 1-2 tahun
PENGARUH PENYULUHAN TERHADAP TINGKAT PENGETAHUAN SISWA KELAS V SD TENTANG PERAWATAN GIGI Sumirat, Widhi
Jurnal AKP Vol 5, No 1 (2014): Jurnal AKP - Juni 2014
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Secara umum kesehatan mulut dan gigi telah mengalami peningkatan pada abad terakhir tetapi prevalensi terjadinya karies gigi pada anak tetap merupakan masalah klinik yang signifikan. Karies gigi masih perlu mendapat perhatian karena hingga dewasa ini penyakit tersebut masih menduduki urutan tertinggi dalam masalah penyakit gigi dan mulut termasuk pada anak. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas V SD tentang perawatan gigi.Desain penelitian ini adalah Pre–Eksperimen dengan One Group Pre–Post Test Design. Populasinya sebanyak 30 siswa dengan menggunakan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner sebelum dan setelah penyuluhan dengan analisa Deskriptif.Berdasarkan hasil sebelum penyuluhan menunjukkan dari 30 responden yang diteliti, paling banyak dalam kriteria cukup 18 responden (60%). Setelah dilakukan penyuluhan didapatkan hasil dengan kriteria baik menjadi 21 responden (70%). Analisis pengaruh penyuluhan terhadap tingkat pengetahuan siswa kelas V adalah pemberian penyuluhan dapat mempengaruhi tingkat pengetahuan siswa kelas V SD tentang perawatan gigi.Berdasarkan hasil penelitian tersebut diharapkan petugas kesehatan lebih aktif memberikan penyuluhan kesehatan baik pada anak – anak melalui program UKGS secara rutin tentang perawatan gigi. Kata Kunci : penyuluhan, pengetahuan, dan perawatan gigi
HUBUNGAN STIMULASI OLEH ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS PADA ANAK USIA PRASEKOLAH (3 - 5 TAHUN) Yektiningsih, Erwin; Erviana, Munika
Jurnal AKP Vol 5, No 1 (2014): Jurnal AKP - Juni 2014
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Development fine motor adaptive is something which have correlation with ability of preschool child to observe something and do some movement which is involve of certain body parts and small muscles, need some accurate coordination, also doesn’t need to much power. The purpose of this research is to know the correlation of parent’s stimulation to development fine motor adaptive for preschool 3-5 years.Design of this research is using analytic cross sectional with purposive sampling technic. The process of taking data were used quesioner and some observation, than in this research could get 27 respondents and 15 sample of respondents. Data which have tabulation presented in form of pie diagram and column.The results of research showed that the parent’s give stimulation for always 3 respondents (20%), for often 4 respondents (26,7%), for sometimes 4 respondents (26,7%), for never 4 respondents (26,7%). And development fine motor adaptive for child normal 4 respondents (27%), for unsertain 8 respondents (53%), for deviation  3 respondents (20%). While the parent’s that always give stimulation for child could produce development fine motor adaptive normal for 2 respondents (13,3%) and parent’s who never give stimulation for child could produce development fine motor adaptive in uncertain for 3 respondents (20%). The research result was done by data counting used spearman rho with signified value (p=0,688) < (a=0,01) that meaned H1 is accept and Ho is unaccept.    According from above research we can concluded that there is a correlation of parent’s stimulation to development fine motor adaptive for preschool 3-5 year. Keyword : Stimulation, Parent’s, Development, Fine Motor Adaptive, Preschool 3-5 Years.
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG JAJANAN YANG MENGANDUNG ZAT KIMIA BERBAHAYA DENGAN PERILAKU JAJAN ANAK Kosasih, Ikhwan; Firsada, Firsada
Jurnal AKP Vol 3, No 2 (2012): Jurnal AKP - Desember 2012
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Food has an important role to fulfill the energy and nutrition of pre-school age children, but the safety of food is still unsave. Using other strange food like aspartame and MSG by producer makes the safety and quality of food is very low and so the food consumed by child need more special intention for parent. The purpose from the research is identifying the correlation of mother’s knowledge about dangerous chemical food to child behavior at pre school.Design research used is Cross Sectional. The items wewe 47 respondents with full of inclusion and exclusion. Taking an item uses Simple Random Sampling.From the research, we found mother knowing is Good : 28 respondents (59,57%) and child food behavior at pre school is health with 41 respondents (87,23%). From the result Coeffisien contingency test, we get significant score 0,035 < 0,05 means Ho refuses. It means there is correlation mother’s klowledge about dangerous chemical food to child behavior at pre school with low quality.Mother’s knowledge about dangerous chemical food to child behavior at pre school enriches knowledge, information and gives control an intention to food child behavior. A mother should intent food child behavior in other that it is controlled to be health child food behavior.
HUBUNGAN STIMULASI ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK KASAR PADA ANAK PRASEKOLAH BERUSIA 4-5 TAHUN Kosasih, Ikhwan; Farida, Ludfi Nur
Jurnal AKP Vol 7, No 2 (2016): Jurnal AKP - Desember 2016
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan adalah bertambahnya kemampuan dan struktur atau fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur, dapat diperkirakan, dan diramalkan sebagai hasil dari proses deferensiasi sel, jaringan tubuh, organ-organ dan sistemnya yang terorganisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan stimulasi orang tua terhadap tingkat perkembangan motorik kasar anak prasekolah yang berusia 4-5 tahun. Metode penelitiannya adalah analitik, adapun sampling yang digunakan yaitu teknik purposive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner dan observasi kemudian dalam penelitian ini didapatkan sampel sebanyak 12. Data yang telah ditabulasikan disajikan dalam bentuk diagram pie dan tabel. Hasil penelitian ini adalah jika diberikan selalu stimulasi hasilnya baik yaitu 1 (8,33%), diberikan sering stimulasi hasilnya baik 3 (25%), diberikan sering stimulasi hasilnya cukup 2 (16,7%), diberikan kadang-kadang stimulasi hasilnya cukup sebanyak 3 (25%), diberikan kadang-kadang stimulasi hasilnya kurang sebanyak 3 (25%). Maka dari hasil diatas dapat dikatakan bahwa orang tua yang selalu atau sering memberikan stimulasi maka perkembangan motorik kasarnya baik, tapi jika orang tua hanya memberikan stimulasi kadang-kadang maka perkembanagn motorik kasarnya kurang. Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa H1 diterima dan H0 ditolak, ini dapat diartikan bahwa ada pengaruh stimulasi orang tua terhadap tingkat perkembangan motorik kasar anak prasekolah yang berusia 4-5 tahun. Kata Kunci : Stimulasi, Motorik Kasar, Anak Usia 4-5 Tahun
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI BERMAIN MEWARNAI GAMBAR TERHADAP PENURUNAN TINGKATKECEMASAN ANAK PRASEKOLAH YANG RAWAT INAP (Studi Experimental di Ruang Nusa IndahRumah Sakit Umum Daerah Pare Tahun 2010) Agustina, Emi; Puspita, Artie
Jurnal AKP Vol 1, No 2 (2010): Jurnal AKP - Desember 2010
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anxiety is one of the reactions of children having inpatient treatment in a hospital. Ifunrelieved, it can makethem uncooperative during the treatment process. The objectives of thisstudy wasto know the effect of Playing therapy by colouring picture on alleviating anxieties ofpreschool-age children undergoing inpatient treatment in Nusa Indah Ward of Kediri PublicHospital,Pare.Research method used in the research was pre-experimental research, bypre and posttreatment. The research employs 8 of all preschool-age children undergoing inpatient treatment inNusa IndahWardof Pare Regional Public Hospital from March 19, 2010 to April 19, 2010 as asample. These data were processed by comparing the anxiety scale before the treatment with it afterthe treatment by Hamilton Anxiety Rating Scale, and analyzing data by Cross Tabulating andWilcoxons test.The research concludes that before the treatment 62,5% of all respondents (5 respondents)are on small anxiety scale and 37,5% of them (3 respondents) are on moderate anxiety scale;meanwhile, after the treatment 87,5% of all respondents (7 respondents) do not feel anxieties and12,5% of them (1 respondent) are on small anxiety scale.This means that the playing therapy by colouring a picture is proper to be an alternativetherapy method to use in the hospital to ease preschool-age childrens anxieties when receivinginpatient treatment
PENGETAHUAN REMAJA PUTRI TENTANG KEBERSIHAN DIRI ALAT REPRODUKSI EKSTERNAL Tamsuri, Anas; Rhosyidhah, Lival Umi
Jurnal AKP Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Akp - Juni 2015
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sepanjang siklus kehidupan manusia kebersihan diri harus dijaga termasuk saat manusia memasuki masa remaja. Pada awal masa remaja terjadi perubahan organ seksual, salah satunya adalah peristiwa menstruasi, sehingga diperlukan kemampuan untuk merawat organ reproduksinya. Untuk itu setiap remaja (individu) harus memiliki kemampuan, pengetahuan dan kemauan yang baik tentang personal hyegine alat reproduksi. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran pengetahuan Remaja Putri Tentang Kebersihan Diri Alat Reproduksi Eksternal di SMPN 1 Ngasem kelas VII A,B Kab. Kediri.Desain penelitian yang digunakan adalah Deskriptif, sedangkan populasinya remaja putri di SMPN 1 Ngasem kelas VII A,B sebanyak 84 remaja. Sampel 50 remaja putri kelas VII A,B dan di ambil dengan teknik purposive sampling . pengambilan data ini harus memenuhi criteria sample, yaitu criteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan dengan kuesioner dengan jumlah sola 15 pertanyaan dan di olah dengan analisa prosentase serta disajikan dalam bentuk diagram pie.Dari hasil penelitian di dapatkan hampir setengah responden memiliki pengetahuan kebersihan diri dengan criteria cukup yaitu ada 28 responden (56%), criteria baik hanya 14 responden (28%), sebagian kecil kriteria kurang yaitu 6 responden (10%), dan sangat kecil sekali criteria tidak baik yaitu 2 responden (4%).Dari hasil penelitian dapat disimpulakan bahwa sebagian besar mempunyai pengetahuan yang cukup. Hal ini di pengaruhi oleh factor pendidikan, usia, informasi dan lingkungan. Disarankan agar remaja putri untuk lebih giat mencari informasi tentang kebersihan diri alat reproduksi eksernal dan aktif untuk mengikuti penyuluhan dalam kegiatan KRR ( Kesehatan Reproduksi Eksternal ). Kata Kunci : Pengetahuan, Personal Hyegine alat reproduksi eksternal
PENGARUH PENYULUHAN KESEHATAN GIGI DAN MULUT TERHADAP KEBERSIHAN GIGI DAN MULUT Sukatmi, Sukatmi; Kurniasari, Alfiah
Jurnal AKP Vol 4, No 1 (2013): Jurnal AKP - Juni 2013
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dental and oral hygiene is very big influence to prevent the occurrence of oral and dental problems. Lack of dental and oral hygiene allows the accumulation of plaque and food residue. The purpose of this study to determine the effect of dental and oral health education on the SDN pseudo-V Class IV District Puncu Kediri regency in 2011.  The design of this study is the Pre Experiments with One Group Pre - Post Test Design. Entire population students grades 4 SDN Bogus V were 35 students with a sample of 32 students drawn by simple random sampling technique. Data collected by observation and oral dental hygiene criteria debris index and calculus index with analysis of Wilcoxon sign rank test.  From the result showed no effect of extension of the debris index (P value: 0.000 <0.05), no effect of extension of the calculus index (P value: 0.655> 0.05) and no effect of education on oral hygiene (p value : 0.000 <0.05). This is due to the extension and assisted with props then there is an increase in knowledge and changes the behavior of dental and oral hygiene. Inferred extension and props can change the behavior so improve dental and oral hygiene. It is recommended that health workers continue to perform outreach using the aids that will greatly assist in conducting outreach to the message - the message of health can both be delivered more clearly, and the target communities can receive the message clearly and precisely as well. With the props people can better understand the health facts that are considered complicated, so they can appreciate how valuable it is health for life. Key words: counseling, teaching aids, dental and oral health
HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG PERALATAN RUMAH TANGGA BERBAHAN MELAMIN TERHADAP PEMANFAATANNYA (Studi Analitik Di RW 03 RT 01 Dusun Gadungan Desa Nobo Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri) Mubaidah, Siti; Lukiana, Candra
Jurnal AKP Vol 2, No 2 (2011): Jurnal AKP - Desember 2011
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Melamine is a substance causing cancer, losing function of reproduction organs, renal failure if its used in long term using. If its used in short term using, melamine can cause vomiting and diarhea. The purpose of this study to determine the relationship of mother knowledge about household appliances made of melamine to their benefit.The research design is analitic cross sectional with population Hamlet Village Gadungan Nobo RT 01 RW 03. Sampling of research used is consecutive sampling with 20 samples of mothers who live in Orchard Village Gadungan Nobo RT 01 RW 03. Analysis of data used by cross tabulation.Results from this study showed 18 respondents who have good knowledge. 4 respondents from 18 respondents have good knowledge using and 14 the other have enough knowledge using. From the results obtained by rank correlation spearmean significant value (ρ) 0,024 with an error rate (α) 0,05. Thus ρ < α then H0 refused and H1 accepted. This shows that there is a relationship between maternal knowledge about household appliances made from melamine to their benefit. In this study there is a relationship of household appliances made of melamine to their benefit is modereate.
HUBUNGAN PENGETAHUAN KELUARGA TENTANG UPAYA PENCEGAHAN RESIKO CEDERA KHUSUSNYA JATUH PADA LANSIA TERHADAP KEJADIAN JATUH Yektiningsih, Erwin; Saroji, Mujid
Jurnal AKP Vol 3, No 1 (2012): Jurnal AKP - Juni 2012
Publisher : Akademi Keperawatan Pamenang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jatuh merupakan suatu kejadian yang dilaporkan penderita atau saksi mata yang melihat kejadian, yang mengakibatkan seseorang terbaring atau terduduk di lantai atau tempat yang lebih rendah dengan atau tanpa kehilangan kesadaran atau luka. Banyaknya ditemukan masalah kejadian jatuh pada lansia bisa disebabkan karena minimnya pengetahuan tentang pencegahan resiko cidera jatuh pada lansia terutama di kalangan keluarga yang merupakan pengasuh lansia. Mereka menganggap bahwa selama lansia tidak sakit berarti lansia tidak akan mengalami kejadian jatuh.Desain penelitian ini menggunakan cross sectional, dengan populasinya 125 keluarga yang mempunyai lansia. Sampel sebanyak 40 responden dan pengambilan sampel degan cara simple random sampling. Adapun variabel penelitian terdiri dari 2 variable. Variable independent yaitu pengetahuan keluarga tentang upaya pencegahan resiko cedera khususnya jatuh pada lansia dengan menggunakan instrument kuesioner, dan variable dependennya yaitu kejadian jatuh pada lansia degan instrument kuesioner. Hasil penelitian keluarga berpengetahuan baik sekali 8 responden (20%), baik 15 responden (37,5%), cukup 8 responden (20%), dan kurang 9 responden (22,5%). Dan kejadian jatuh, tidak pernah jatuh 21 respoden (52,5%), jatuh 1 kali 11 responden (27,5%), dan jatuh lebih dari 1 kali 8 responden (20). Dari uji Spearman Rank didapatkan nilai signifikan 0,000 > 0,05 yang berarti Ho ditolak. Hal ini berarti menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan keluarga tentang pencegahan resiko cidera pada lansia terhadap kejadian jatuh.Pengetahuan keluarga tentang upaya pencegahan resiko cedera pada lansia sangat penting dimiliki oleh keluarga yang mempunyai lansia agar bisa memberikan asuhan yang tepat pada lansia teutama dalam pencegahan jatuhnya. Tetapi pengetahuan keluarga bukanlah semata-mata faktor yang mutlak mempengaruhi kejadian jatuh pada lansia. Karena ada banyak faktor lain seperti pengalaman, lingkungan, dan lain-lain.

Page 11 of 16 | Total Record : 155