cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016" : 10 Documents clear
PENGARUH JARAK ANODA-KATODA PADA PROSES ELEKTROPLATING TEMBAGA TERHADAP KETEBALAN LAPISAN DAN EFISIENSI KATODA BAJA AISI 1020 Eko Budiyanto; Deva Agus Setiawan; Harnowo Supriadi; Kemas Ridhuan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.941 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.115

Abstract

Pada proses elektroplating, tembaga banyak dipergunakan sebagai logam pelapis karena mempunyai sifat yang lunak, ulet, penghantar  panas dan penghantar listrik yang baik. Karena sifatnya yang elektro positif, tembaga mudah diendapkan oleh logam yang deret gerak listriknya lebih tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jarak anoda-katoda terhadap ketebalan lapisan dan efisiensi katoda dalam proses elektroplating tembaga pada baja karbon rendah. Pada penelitian ini metode yang digunakan adalah studi lapangan, studi literatur, dan melakukan pengujian spesimen. Pengujian ini dilakukan di Loboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Mesin Universitas Muhammadiyah Metro dan pengujian ketebalan lapisan dilakukan di Laboratorium Material Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lampung. Spesimen yang digunakan adalah baja AISI 1020 dengan ukuran  dan parameter jarak yang digunakan adalah 5 cm, 10 cm, 15 cm dan 20 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi jarak anoda-katoda berpengaruh terhadap ketebalan lapisan dan efisiensi katoda. Semakin dekat jarak anoda-katoda, akan menghasilkan lapisan yang lebih tebal dan berlaku juga sebaliknya. Ketebalan maksimum didapatkan pada jarak 5 cm sebesar 0.108 mm dan efisiensi katoda tertinggi didapatkan pada jarak 5 cm sebesar 82.61%.
PENGARUH VARIASI PUTARAN CETAKAN DAN PENAMBAHAN INOKULAN Ti-B PADA CENTRIFUGAL CASTING TERHADAP SIFAT MEKANIK DAN STRUKTUR MIKRO PADUAN ALUMINIUM A356.0 Eko Nugroho; Yulian Hudawan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.07 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.120

Abstract

Perkembangan industri pengecoran global hingga lokal sampai saat ini tumbuh dengan sangat pesat. Salah satu produk yang banyak dicari konsumen adalah velg, part pada roda sepeda motor. Tetapi sayangnya velg lokal sering dikeluhkan memiliki kualitas lebih rendah dari pabrikan. Paduan alumunium  A-356.0 merupakan  salah satu bahan material yang cocok untuk bahan baku pembuatan velg racing (cast wheel) mobil maupun sepeda motor. Karena memiliki beberapa kelebihan seperti: ringan, tahan korosi dan warnanya menarik, namun memiliki kekurangnan yaitu sifat mekanisnya belum memenuhi syarat. proses pembuatannya  menggunakan proses Vertical Centrifugal Casting (VCC) dengan penambahan inokulan Al-Ti-B sebagai unsur penghalus butir, inokulan Al-Ti-B akan dicampurkan kedalam 8 kg cairan aluminium dengan komposisi variasi campuran 0, 6, 9, dan 12 gram untuk selanjutnya dituangkan ke dalam cetakan dengan 2 variasi putaran yaitu 450 dan 850 rpm. Selanjutnya hasil dari pengecoran centrifugal casting diuji secara mekanis menggunakan pengujian standar yaitu; uji kekerasan, uji tarik dan struktur mikro nya mengunakan standar ASTM. Hasil pengujian di proleh nilai kekerasan dan kekuatan tarik  yang paling tinggi pada spesimen A3 dan B3 yaitu 64.73 BHN dan 67.81 BHN, 182.18 Mpa  dan 188.28 Mpa. Titanium  yang  dikombinasikan  dengan  Boron  atau  Carbon  merupakan  unsur  paduan Al-Si  yang  berfungsi  untuk  menghaluskan butiran  (grain  refiner) Hal  inilah  yang mempengaruhi  adanya  perubahan  sifat mekanik  dan  struktur  mikro  tersebut.  Dengan semakin  halus  butiran,  maka  penjalaran dislokasinya  akan  semakin  sulit,  sehingga mempunyai ketahanan yang lebih besar, karena diperlukan  energi  yang  lebih  besar  untuk merusak  butiran  yang  halus  tersebut. adanya gaya sentrifugal (CF) selama proses penuangan kedalam cetakan. Logam cair akan dilempar oleh gaya sentrifugal sehingga menimbulkan tekanan pada setiap layer, hal ini juga menjelaskan bahwa .produk yang dibuat dengan menggunakan metode ini bebas cacat porosity, sisi terluar dari produk sentrifugal akan memiliki nilai kekerasan yang tinggi dibandingkan dengan sisi tengah produk, sifat mekanisnya juga akan memiliki nilai yang tinggi pada tekanan terbesar gaya sentrifugal (sisi terluar) dibandingkan bagian tengah. 
Pengaruh Temperatur Tuang, Temperatur Cetakan, dan Tekanan Pada Pengecoran Bertekanan (High Pressure Die Casting/HPDC) Terhadap Kekerasan dan Struktur Mikro Aluminium Paduan Silikon (Al-Si 7,79 %) Sulis Drihandono; Eko Budiyanto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (983.905 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.116

Abstract

The purposes of this research are to investigate the effect of mold temperature, melting temperatur, and pressure on micro structure and hardness. The alloy used is Al-Si 7,79% using the High Pressure Die Casting (HPDC) method.HPDC is a casting method with injection the metal liquid to the cavity mold with specific speed and pressure. This research used 3 variations, they are pressure (50 bar, 75 bar, and 100 bar), melt temperature (700°C, 750 °C, and 800°C), and molding temperature (250°C, 300°C, and 350°C).Observations were made on the microstructure of the alloys show that Al-Si 7.79% showed some similar changed which is the tendency of the silicon phase will become thick silicon chip and the primary is likely to change even greater. This condition is caused by an increase in time solidification with increasing melt temperature and the mold temperature. The hardness in general will increase with increasing temperature and pressure. The highest hardness is 79,94 BHN at mold temperature of 250 °C, melt temperature of 750 ° C and pressure of 75 bar.
PENGARUH KOMPOSISI RESIN POLIESTER TERHADAP KEKERASAN DAN KEKUATAN TARIK KOMPOSIT PAPAN PARTIKEL ONGGOK LIMBAH SINGKONG Asroni, Asroni; Nurkholis, Deni
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.368 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.114

Abstract

Perkembangan dan ilmu pengetahuan dalam segala bidang telah menuntut ketersediaan bahan teknik sebagai pendukung utamanya. Bahan-bahan teknik konvensional dari alam yang tidak dapat diperbarui akan terbatas ketersediaanya sehingga perlu dicari alternative bahan-bahan teknik non konvensiaonal yang dapat diperbarui. Dalam membuat suatu perencanaan teknik memerlukan suatu bahan teknik yang kuat, tangguh, mudah dibentuk, ekonomis, tahan korosi serta ramah lingkungan. Sebagian besar material konvensional besifat homogeny dan isontropik, sedangkan material non konvensional yang bersifat homogeny dan anisotropic.Tujuan dari pnelitian ini adalah  mengetahui nilai komposisi yang baik resin poliester yang diperkuat bahan onggok (limbah singkong) dan mengetahui berapa nilai kekuatan tarik dan kekerasan komposisi yang diperkuat bahan onggok (limbah singkong).Komposit adalah material yang trbentuk dari kombinasi dua atau lebih material sehingga di hasilkan matrial komposit yang mempunyai sifat makanik dan karakteristik yang berbeda dari matrial pmbentuknya.Serbuk onggok yang digunakan sudah mengalami perlakuan penjemuran dan pengayakan untuk mencari ukuran 20 mesh unsaturated resin polyester YUKALAC 157 BQTN-EX. . Komposit dibuat dengan cara manual dengan komposisi resin 40%:60%,50%:50%,60%:40%. Dari hasil pengujian tarik yang didapat maka dapat disimpulkan bahwa fraksi volume 40%:60%, 50%:50% dan 60%:40% yaitu sebesar 21,68 N/mm2, 14,35N/mm2, dan 18,75N/mm2. Hal ini menyatakan bahwa pada komposit 50% memiliki nilai kuat tarik terendah yaitu 14,35N/mm2 dikarenakan timbul void (gelembung udara) sehingga, kerapatan partikel dan matrik rendah, sehingga daya ikat partikel sebagai penguat juga rendah hal ini juga bisa disebabkan ikatan antar partikel yang kurang kuat menyebabkan mudah terjadinya gelembung udara (Void). Adapun hasil pengujian yang didapat nilai kekerasan dengan fraksi volume 40% :60%, 50%:50% dan 60%:40% yaitu sebesar 116,77 HRR, 100,31 HRR, dan 97,9 HRR. Dari hasil pengujian yang dilakukan di di B4T Bandung didapat bahwa, hasil kekuatan tarik rata-rata dengan fraksi volume resin 40%:60%,50%:50%, 60%:40% sebesar 21,68 N/mm2, 14,35 N/mm2, dan 18,75 N/mm2. Hasil kekerasan rata-rata dengan fraksi volume resin 40%:60%,50%:50%, 60%:60% sebesar 116,77 HRR, 100,31 HRR dan 97,9 HRR.
ANALISA PENGEPRESAN DENGAN SISTEM HIDROLIK PADA ALAT PEMBUAT PAVING BLOCK UNTUK PERKERASAN LAHAN PARKIR Untung Surya Dharma; Lukito Dwi Yuono
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (823.483 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.121

Abstract

Paving block adalah salah satu bagian dari bahan bangunan yang  banyak digunakan sebagai bahan perkerasan baik untuk jalan, trotoar maupun lahan parkir. Namu dipasaran mutu paving blok yang ada sangat rendah, sehingga cepat retak dan patah. Hal ini dikarenakan berbagai faktor antara lain komposisi campuran bahan  dan proses pembuatan yang kurang tepat. Untuk mengatasi hal tersebut agar menghasilkan paving blok bermutu sesuai standar SNI 03 0691 1996 maka diperlukan mesin pembuat paving blok dengan proses pengepresan menggunakan sistem hidroulik. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan desain dan alat pembuat  paving block  yang dapat digunakan membuat paving blok memenuhi syarat standar SNI 03 0691 1996 untuk perkerasan lahan parkir dengan  tekanan pengepresan maksimal. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental untuk menganalisa kekuatan cetakan paving block, menghitung gaya saat penekanan pada cetakan, menghitung tegangan lentur yang diizinkan serta yang terjadi dan melakukan pengujian kuat tekan paving block yang dilakukan dilaboratorium kampus 2 fakultas teknik universitas muhammadiyah metro. Adapun hasil penelitian  pada cetakan paving block dan pengujian kuat tekan paving yaitu dari  hasil analisa  kekuatan cetakan terhadap pengaruh tekanan di dapat gaya pada variasi 2 cetakan sebesar 58663,8 N, variasi 3 cetakan 81619,2 N, dan variasi 4 cetakan 113501,7 N. Untuk tegangan lentur yang diizinkan di dapat nilai sebesar 30247500N/m2. Untuk tegangan lentur yang terjadi didapat untuk variasi 2 cetakan sebesar 1629550 N/m2 untuk panjang plat, sedangkan untuk lebar sebesar 2444325 N/m2, untuk variasi 3 cetakan sebesar 2040480 N/m2 untuk panjang plat, sedangkan untuk lebar sebesar 2720640 N/m2, untuk variasi 4 cetakan sebesar 1891695 N/m2 untuk panjang plat, sedangkan untuk lebar sebesar 3783390 N/m2. Dari hasil pengujian kuat tekan paving block didapatkan nilai rata-rata perbandingan untuk setiap variasi cetakan didapat 8,375 MPa untuk variasi 2 cetakan, 7,525 MPa untuk variasi 3 cetakan dan 5,1041667 MPa untuk variasi 4 cetakan. Bila melihat hasil rata-rata pada grafik diatas sesuai SNI nilai yang didapat utuk paving block pada variasi 2 cetakan termasuk dalam mutu untuk taman.
Analisa Sifat-Sifat Serat Alam Sebagai Penguat Komposit Ditinjau Dari Kekuatan Mekanik Rodiawan Rodiawan; Suhdi Suhdi; Firlya Rosa
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.557 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.117

Abstract

Salah satu pertimbangan dalam merencanakan bahan komposit adalah bagaimana agar  material komposit yang akan di gunakan dalam suatu konstruksi dapat terdegradasi secara alami di alam. Penggunaan serat alam adalah solusi agar tujuan tersebut dapat tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kekutan mekanik komposit dengan mengkombinasikan matrik polimer yang diperkuat dengan serat alam. Polimer yang digunakan adalah jenis resin YUKALAC 157 BQTN –EX dengan pengeras MEKPO. Penguat yang digunakan adalah masing-masing serat resam (dicranopteris linearis), serat ijuk (arenga Pennata) dan jerami padi. Setiap serat mendapatkan perlakuan perendaman pada  NaOH 5% selama 2 jam. Standar uji menggunakan ASTM D638 untuk uji tarik dan D5941 untuk uji impak. Dari hasil pengujian diperoleh uji tarik yang paling tinggi adalah serat resam yaitu 26,8747 MPa, modulus elastisitas yang paling tinggi adalah serat jerami padi yaitu 4427,4030 MPa, dan nilai regangan yang paling tinggi adalah serat resam yaitu 0,5482%. Nilai kerja patah tertinggi adalah serat ijuk yaitu 18,1500J dan nilai kekuatan impak tertinggi adalah serat ijuk yaitu 0,1120 J/mm2.
ANALISA CHARGING TIME SISTEM SOLAR CELL MENGGUNAKAN PENCARI ARAH SINAR MATAHARI YANG DILENGKAPI DENGAN PEMFOKUS CAHAYA Achmad Shodiqin; Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.26 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.112

Abstract

Solar cell yang kita kenal saat ini masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah charging time yang  singkat, oleh  karena itu  diperlukan  sebuah  sistem tambahan  yang  dapat  meningkatkan  charging  time  dengan harapan  solar cell mendapatka cahaya matahari yang tepat tegak lurus serta di fokuskan saat diterima oleh panel surya sehingga menghasikan energi listrik yang lebih besar, pencari arah cahaya matahari yang dilengkapi dengan pemfokus cahaya berpengaruh terhadap charging time, pada solar cell yang dilengkapi dengan pencari dan pemfokus cahaya dapat meningkatkan charging time sebesar 42.8 %.
PENGARUH EM4 (EFFECTIVE MICROORGANISME) TERHADAP PRODUKSI BIOGAS MENGGUNAKAN BAHAN BAKU KOTORAN SAPI Dwi Irawan; Eko Suwanto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.804 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.118

Abstract

Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan-bahan organik oleh mikroorganisme pada kondisi langka oksigen (anaerob). Komponen biogas: ± 60 % CH4 (metana), ± 38 % CO2 (karbondioksida), ± 2 % N2, O2, H2, dan H2S. Bahan Biogas dalam penelitian ini berasal dari kotoran sapi. Kotoran sapi merupakan substrat yang dianggap paling cocok sebagai sumber pembuat gas bio, karena substrat tersebut telah mengandung bakteri penghasil gas metan yang terdapat dalam perut hewan ruminansia. Selain kotoran sapi dijadikan biogas juga dapat mengurangi pencemaran  lingkungan di samping menghasilkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh dalam penambahan EM4 yaitu terhadap produksi biogas yang dihasilkan. Penelitian dilakukan Di Laboratorium Kampus II Universitas Muhammdiyah Metro. Metode yang digunakan dengan perbandingan kotoran sapi dan air, 1 : 1 dengan penambahan EM4 (Effective microorganisme), 8 %, 9 %, dan 10 % dengan volume digester 90 liter. Hasil penelitian ini dengan penambahan EM4 10 % lebih efektif untuk menghasilkan biogas yaitu, tekanan gas total 104098 N/m2, massa biogas 0,04286411 kg, dan laju aliran massa biogas 0,0126653 kg/hari.Pada penambahan EM4 9 %, untuk biogas yang dihasilkan yaitu, tekanan gas total 104000 N/m2, massa biogas 0,04133325 kg, dan laju aliran massa 0,0125884 kg/hari. Dan untuk perbandingan I dengan penambahan EM4 8 %, untuk biogas yang dihasilkan yaitu, tekanan gas total 101984 N/m2, massa biogas 0,0350515 kg, dan laju aliran massa 0,125807 kg/hari.
PENGARUH VARIASI BENTUK SUDU TERHADAP KINERJA TURBIN AIR KINETIK (Sebagai Alternatif Pembangkit Listrik Daerah Pedesaan) ahmad yani; Mihdar Mihdar; Rudi Erianto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.957 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.113

Abstract

Turbin air kinetik adalah salah satu turbin yang memanfaatkan potensi energi kinetik berupa kecepatan aliran, dimana penelitian ini menggunakan turbin kinetik poros vertikal yang bersudu mangkuk. Penelitian dilakukan dengan menggunakan suatu instalasi turbin kinetik, dan dilakukan pengukuran terhadap gaya dan putaran dengan variasi  bentuk sudu. Bentuk sudu turbin air kinetik merupakan salah satu variabel yang mempengaruhi putaran dan gaya tangensial suatu turbin, sehingga efeknya terhadap nilai daya dan efisiensi sebuah turbin air kinetik. Metode penelitian   yang   digunakan   adalah metode   eksperimen   dengan rancangan  percobaan  berskala laboratorium. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh bentuk sudu terhadap daya dan efisiensi yaitu bentuk sudu lengkung memiliki efisiensi lebih tinggi dibandingkan dengan  bentuk sudu datar dan mangkuk. Daya dan efisiensi turbin maksimum terjadi  pada sudu lengkung dengan nilai sebesar 4,699 Watt dan 29,659 %, kemudian menurun pada sudu mangkuk dengan nilai daya dan efisiensi sebesar 4,508 Watt dan 28,457 %. Sedangkan daya dan efisiensi turbin terendah terjadi sudu datar dengan nilai daya dan efisiensi sebesar 3,080 Watt dan 19,439 %.
PERBANDINGAN PEMBAKARAN PIROLISIS DAN KARBONISASI PADA BIOMASSA KULIT DURIAN TERHADAP NILAI KALORI Kemas Ridhuan; Joko Suranto
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 1 (2016): Juni 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (439.04 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i1.119

Abstract

Kebutuhan energi yang terus meningkat dan ketersediaan bahan bakar yang menipis memaksa manusia untuk mencari sumber alternative bahan bakar. Oleh karena itu, perlu diadakan suatu penelitian untuk memperoleh bahan bakar alternative yang dapat diperbarui seperti kulit durian, limbah kulit durian yang selama ini tidak termanfaatkan dengan baik, karena karakternya yang sukar terurai sehingga berpotensi menjadi salah satu limbah hayati yang dapat menyebabkan pencemaran lingkungan. Oleh karenanya diperlukan usaha untuk memanfaatkan sampah kulit durian sebagai bahan bakar alternative menggunakan metode pirolisis dan karbonisasi pada waktu penelitian ini dilakukan perlakuan yang sama untuk mengetahui perbedaanya. Pirolisis adalah proses dekomposisi suatu bahan pada suhu tinggi tanpa adanya udara atau dengan udara terbatas, sedangkan karbonisasi ialah proses pembakaran yang dilakukan  tanpa titik temperatur tertentu udara yang masuk tidak terbatas, tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh proses pirolisis dan karbonisasi pada sampah kulit durian terhadap nilai kalori yang dihasilkan. Penelitian dilakukan di Kampus II Universitas Muhammadiyah Metro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pirolisis dan karbonisasi, dalam proses pirolisis dengan menambahkan tabung pitot dan karbonisasi tanpa menggunakan tabung pitot. Hasil penelitian dengan metode pirolisis didapatkan temperatur tertinggi pada pitot sebesar 3980C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 3 kg bahan baku menghasilkan arang 1 kg ( 33,33% ) dan dari 12 kg bahan bakar menyisakan arang 4 kg ( 33,33% ) dihasilkan nilai kalor sebesar 5609,453 Cal/gr, sedangkan pada penelitian dengan metode karbonisasi dihasilkan temperatur pada api sebesar 4430C pada menit ke 90 lamanya bahan bakar habis 90 menit dari 12 kg bahan baku menghasilkan arang 3,5 kg ( 29,16% ) pada proses karbonisasi menghasilkan nilai kalor sebesar 3418,9846 Cal/gr.

Page 1 of 1 | Total Record : 10