cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
turbo@ojs.ummetro.ac.id
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara No. 116 Kota Metro
Location
Kota metro,
Lampung
INDONESIA
Turbo : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
ISSN : 23016663     EISSN : 2477250X     DOI : https://doi.org/10.24127
Core Subject : Engineering,
TURBO ISSN (print version) 2301-6663 & ISSN (online version) 2477-250X is a peer-reviewed journal that publishes scientific articles from the disciplines of mechanical engineering, which includes the field of study (peer) material, production and manufacturing, construction and energy conversion. Articles published in the journal Mechanical include results of original scientific research (original), and a scientific review article (review). Mechanical journal published by the Department of Mechanical Engineering, Faculty of Engineering, University Muhammadiyah of Metro for publishing two periods a year, in June and December with the number of articles 14-20 per year . Editors receive manuscripts in mechanical engineering from various academics, researchers and industry practitioners.
Articles 12 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016" : 12 Documents clear
PEMANFAATAN GAS HYDROCARBON UNTUK SISTEM BAHAN BAKAR SEPEDA MOTOR Gugun Gundara
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.783 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.241

Abstract

Bahan bakar merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari siklus kerja suatu mesin kendaraan, banyak sekali jenis bahan bakar yang bisa digunakan untuk menunjang pada performance mesin kendaraan yang telah muncul dipasaran antara lain bensin dan pertamax. Disini penulis berhasil mengembangkan suplement bahan bakar guna menyempurnakan pembakaran selain bahan bakar yang telah disebutkan diatas. Gas merupakan zat yang diakibatkan dari penguapan yang bisa teradapat pada zat cair termasuk juga pada bahan bakar. Disini penulis mencoba memanfaatkan gas yang berada pada bahan bakar yang digunakan pada kendaraan baik itu bensin maupun pertamax, gas tersebut digunakan sebagai suplement supaya bahan bakar tersebut bisa dimanfaatkan sepenuhnya tetapi dengan cara diolah terlebih dahulu dengan cara yang khusus. Dari analisis ini dihasilkan rekomendasi terbaik untuk penggunaan suplement bahan bakar pada kendaran yang bisa membuat kendaraan tersebut lebih irit dan bertenaga di akibatkan pembakaran yang sempurna
Pengaruh Jenis Busi Terhadap Konsumsi Bahan Bakar Dan Emisi Gas Buang Pada Sepeda Motor Honda Revo Fit 110 cc Wawan Trisnadi Putra; sudarmo Sudarno
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (416.55 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.503

Abstract

Tingkat panas busi adalah kemampuan busi untuk membawa panas dari ruang pembakarankeluar dari ujung busi ke shell busi. Semakin besar nilainya, panas lebih mudah dilepaskan. Penelitianini menguji tiga jenis tingkat panas busi yaitu U20EPR9, U24EPR9, dan U27EPR9. Masing-masingbusi diteliti konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang dengan waktu 180 detik pada putaran mesin1500, 2000, 2500, 3000, 3500, 4000, dan 4500. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkanbahwa penggunaan jenis busi berdasarkan tingkat panas pada sepeda motor Honda Revo Fit 110 cctahun 2012 berpengaruh terhadap konsumsi bahan bakar. Pada penggunaan busi U20EPR9 konsumsibahan bakar secara total pada semua putaran mesin yang diujikan adalah sebesar 82,27 ml, sedangkankonsumsi bahan bakar busi U24EPR9 adalah 80,98 ml mengalami penurunan sebesar 1,5% dibandingdengan busi U20EPR9. Pada pemakaian busi U27EPR9 konsumsi bahan bakar adalah 72,68 mlmengalami penurunan sebesar 11,6% dari busi U20EPR9. Sedangkan konsumsi bahan bakar padabusi U27EPR9 mengalami penurunan 10,2% dari busi U24EPR9. Konsentrasi Karbon Monoksidaterendah dihasilkan oleh busi U27EPR9 pada putaran 1500 rpm sebesar 0,12%. KonsentrasiKarbondioksida tertinggi dihasilkan oleh busi U27EPR9 pada putaran 4000 rpm sebesar 1,27%.Konsentrasi Hidrokarbon terendah dihasilkan oleh busi U20EPR9 pada putaran 4000 rpm sebesar16,29 ppm. Sedangkan konsentrasi Oksigen mengalami peningkatan yang signifikan padapenggunaan busi U20EPR9, peningkatan tertinggi sebesar 19,70% didapatkan pada putaran 4000rpm.
PENGARUH KOMPOSISI RESIN TERHADAP KEKUATAN MEKANIK PAPAN PARTIKEL YANG DIPERKUAT SERBUK KAYU AKASIA Nugroho, Eko; Asroni, Asroni
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (795.427 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.242

Abstract

Faktor yang mempengarui kualitas papan partikel antara lain adalah perekat dan serbuk kayu. Perekat dengan jenis resin merupakan perekat yang cukup kuat digunakan sebagai matrik pada papan partikel (Nuryawan,2009). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan komposisi yang ideal antara resin dan serbuk kayu akasia sehingga didapatkan sifat mekanik berupa kekuatan tarik dan kekerasan yang optimum. Resin yang dipakai adalah polyester dengan variasi komposisi 40%, 50%, dan 60 %. Tahapan penelitian ini di mulai dengan pembuatan alat hotpress dan cetakan untuk pembuatan papan partikel. Kemudian papan partikel dengan variasi komposisi resin yang berjumlah 18 spesimen dibuat specimen uji sesuai standar ASTM. Dari penelitian yang telah dilakukan didapatkan hasil nilai kekerasan rata- rata komposit papan partikel dengan komposisi resin 40%, 50%, dan 60 % berturut turut adalah adalah 67.8 HRR, 40.2 HRR dan 56.4 HRR. Nilai kekerasan tertinggi didapat pada komposisi resin 40% dikarenakan kekuatan pada materialnya lebih merata atau homogen, sehingga menghasilkan komposit dengan nilai kekerasan yang baik. Pada komposisi resin 50%, nilai kekerasannya terendah karena perekat terkonsentrasi pada satu daerah yang menyebabkan interface partikel dan perekat menjadi lemah, disamping itu perekat juga mempunyai sifat kristalin yang tinggi. Sedangkan dari hasil pengujian tarik didapatkan data pada komposisi resin 40%, 50%, dan 60 % bernilai 10,62 N/mm2, 0.76 N/mm2, dan 8.195 N/mm2. Dari hasil pengujian ini dapat disimpulkan bahwa nilai optimal didapat pada komposisi resin 40% baik kekerasan maupun uji tarik.
Uji kesetimbangan kalor proses sterilisasi kumbung jamur merang kapasitas 1.2 ton media tanam menggunakan tungku gasifikasi K, Ahmad Maulana; Setiawan, Aa
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (587.906 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.251

Abstract

Pada setiap budidaya jamur merang memerlukan proses sterilisasi dengan menggunakan uap panas yang dihasilkan dari boiler sederhana dengan tungku tradisional berbahan bakar kayu bakar. Penggunaan tungku tradisional pada aplikasi proses sterilisasi tersebut dinilai kurang efisien karena efisiensi pembakaran yang masih sangat rendah dan emisi gas buang yang mengganggu. Tungku gasifikasi memiliki kinerja yang lebih baik dari pada tungku tradisional karena memiliki efisiensi yang relatif lebih tinggi dan bebas dari asap pembakaran yang mengganggu. Untuk menggantikan tungku tradisional tersebut dengan tunggku gasifikasi, harus dilakukan uji kesetimbangan kalor terlebih dahulu agar dapat diketahui kebutuhan energi yang diperlukan pada proses sterilisasi tersebut. Dengan uji kesetimbangan kalor dapat diketahui perbandingan energi input pada sisi bahan bakar dengan energi yang termanfaatkan (energi output) dan energi yang terbuang (heat losses) selama proses sterilisasi tersebut berlangsung. Pengujian dilakukan dengan menggunakan kumbung jamur ukuran sebenarnya yang ada di lapangan dengan jumlah media tanam jamur merang sekitar 1.2 ton limbah kapas menggunakan tungku gasifikasi yang dibuat dari drum bekas oli. Pengujian dilakukan dengan dua variasi bahan bakar pada reactor gasifikasinya yaitu bahan bakar limbah kapas dan bahan bakar limbah sekam padi. Dari hasil uji yang didapat, limbah kapas memiliki jumlah energi output yang lebih besar daripada limbah sekam padi (energi output pada limbah kapas sebesar 8.4% dari energi inputnya dan limbah sekam padi memiliki 7.9% energi output). Namun jika dilihat dari efisiensi pembakarannya, limbah sekam padi memiliki efisiensi yang lebih tinggi daripada limbah kapas (28.0% untuk limbah sekam padi dan 27.2% untuk limbah kapas).
Analisa Teoritis Berat Jenis dan Panas Spesifik Gas Pembakaran Pada Ketel Uap Mini Model Horizontal Di Tinjau Dari Susunan Pipa (Tubes) Legisnal Hakim
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (729.316 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.243

Abstract

Pada rancangan ketel uap pipa api mini dari PDP 1 (2014) bahwa jumlah pipa api rencana adalah 7 buah dan belum dilakukan analisa teoritis, untuk itu perlu dilakukan analisa berat jenis dan panas spesifik gas pembakaran berdasarkan susunan dan jumlah pipa api. Dari PDP 1 sudah dihasilkan spesifikasi ketel dan modelnya, yaitu ketel uap pipa api dan berbentuk horizontal, yang memiliki spesifikasi diameter drum 1000 mm, panjang drum 1200 mm, tebal plat drum 5 mm, diameter pipa api 125 mm, tebal 2,5 mm, tebal tubesheet 5 mm, jarak antara pipa api 203,2 mm, jumlah tube 7 susunan sejajar parallel. untuk sumber kalor yang di gunakan adalah sumber kalor yang dihasilkan oleh dapur dari hasil rancangan PDP 2 ( 2016 dengan temperature dalam dapur diambil 980 0C, total laju perpindahaan panas untuk 7 buah tube 7,3 MW, kapasitas gas pembakaran 0,042 m3/s ( 42 kg/s), kecepatan gas dalam pipa api 3.415 m/s, berat jenis gas pembakaran 7,2 kg/m3, panas spesifik gas pembakaran untk 7 pipa api 0,23 kJ/kg.0C.Kata kunci : ketel uap,pipa api, berat jenis.
VARIASI JUMLAH LUBANG DAN UKURAN DIAMETER BURNER KOMPOR PREMIUM TERHADAP KONSUMSI BAHAN BAKAR Kemas Ridhuan; Ervan Septa Darma
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (871.502 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.244

Abstract

Komsumsi bahan bakar pada suatu kompor sangat dipengaruhi oleh beberapa hal diantaranya burnernya, khususnya ukuran diameter lubang barner dan jumlah lubangnya. Pada kompor dengan bahan bakar premium tentu ini akan berbeda hasil pembakarannya, seperti nyala api, waktu, temperatur dan jumlah panas yang dihasilkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui variasi jumlah lubang dan diameter burner kompor terhadap konsumsi bahan bakar premium dan jumlah panas yang di hasilkan. Metode penelitian ini yaitu dengan memvariasikan diameter burner 5, dan 6,5 cm, dengan jumlah lubang burner 16, 18 dan 20 buah. Ukuran diameter lubang burner 2 mm, tingi burner 44 mm, dan bahan bakar mengunakan premium. Diuji dengan memanaskan air. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk diameter burner 5 cm dengan jumlah lubang 16 menghabiskan bahan bakar 160 ml, memiliki jumlah panas 1331,3 kJ. Pada jumlah lubang 18 menghabiskan bahan bakar 130 ml, dengan jumlah panas yaitu sebesar 1435,8 kJ. Pada jumlah lubang 20 menghabiskan bahan bakar 120 ml. dengan jumlah panas 1414,9 kJ. Sedangkan untuk diameter burner 6,5 cm pada jumlah lubang 16 menghabiskan bahan bakar 120 ml dengan jumlah panas 996,9 kJ. Jumlah lubang 18 menghabiskan bahan bakar 100 ml, dengan jumlah panas 1080,5 kJ. Pada jumlah lubang 20, sisa bahan bakar 80 ml, dengan jumlah panas 1128,6 kJ.
PENGARUH TEMPERATUR MESOFILIK TERHADAP LAJU ALIRAN BIOGAS DAN UJI NYALA API MENGGUNAKAN BAHAN BAKU LIMBAH KOLAM IKAN GURAME Dwi Irawan; Kemas Ridhuan
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (675.438 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.238

Abstract

The reserve lack of fossil fuels as a source of energy in contrast to increasing the energy demand growth as human populations, especially in indonesia. Biogas as renewable energy environmentally friendly could be one of solutions to current permasalah energy. Biogas produced with the help of bacteria metanogen or metanogenik. Biogas produced by take waste farm will bring value more. Waste management done with better than it can prevent the environmental pollution also provide added value of business cattle or the cultivation of fish. If dirt shaped mud and it is not so levels soon cleared ammonia in the water would rise and can threaten survival ikan-ikan preserved. The purpose of this study is to find influence temperature mesofilik against the rate of flow of biogas and hasill flame biogas. The method do first is preparing equipment for making a series of using drigen biogas, with varying temperature that 300C mesofilik, 350C, 400C. The result showed, the rate of flow of treatment t1 biogas 736,8 ml/day, as for treatment t2 the rate of flow of biogas 774,8 ml/day, and treatment t3 the rate of flow of biogas 748,75 ml/day and potential biogas 1,8719 ml / liters of raw materials with the same pressure on all the treatment 101.570,25 N/m2. The fiery show results flame blue biogas resulting from all treatment.The result showed treatment temperature impact on the rate of flow of biogas and results flame biogas.
Pengaruh Desain Sudu Terhadap Unjuk Kerja Prototype Turbin Angin Vertical Axis Savonius Untung Surya Dharma; Masherni Masherni
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (928.869 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.246

Abstract

Krisis energi yang terjadi berdampak pada kebutuhan energi di Indonesia khususnya dan di dunia pada umumnya terus meningkat karena pertambahan penduduk. Banyak sekali energi alternatif dari alam di Indonesia yang dimanfaatkan salah satunya sumber pembangkit listrik tenaga angin. Turbin angin ialah mesin konversi energi dengan cara memanfaatkan energi angin yang terwujud dalam energi listrik. Sudu merupakan wadah penampung suatu bentuk aliran udara yang dibuat untuk menghasilkan gaya angkat dan gaya untuk mengerakan generator. Tujuan dalam penyusunan skipsi ini adalah untuk mengetahui desain sudu terbaik dalam menciptakan daya turbin dan daya generator serta efisiensi sistem dari masing-masing sudu tersebut. Metode yang dilakukan yaitu studi literatur, dokumentasi dan pembuatan sudu serta pengujian. Turbin angin yang dibuat dengan sudu 5/16, 5/16, 7/16 variasi kecepatan angin yang diujikan 3,6 m/s, 4 m/s, 4,13 m/s, 4,5 m/s, 4,6 m/s, 4,67 m/s, 5,4 m/s, 5,63 m/s dan 6,1 m/s. Dari ketiga variabel sudu berdasarkan pengujian beda kecepatan angin desain terbaik yang menghasilkan daya turbin dan daya generator penelitian ini yaitu dimiliki oleh desain sudu 7/16 dengan kecepatan angin yang paling tinggi 6,1 m/s menghasilkan daya turbinnya sebesar 6,125 Watt dan daya generatornya menghasilkan daya 4,391 Watt, sedangkan sudu 6/16 menghasilkan daya turbin 5,08 Watt dan daya generator 3,808 Watt dan sudu 5/16 hanya menghasilkan daya turbin sebesar 3,444 Watt dan daya generator sebesar 3,014 Watt. Besar efisiensi sistem masing-masing sudu hasil perhirungan dengan kecepatan angin tertinggi 6,1 m/s yaitu sudu 5/16 menghasilkan efisiensi sistemnya sebesar 18,99 %, nilai efisiensi sistem sudu 6/16 sebesar 21,81 % dan sudu 7/16 menghasilkan efisiensi sistem sebesar 23,06 %.
PENGARUH TEMPERATUR CETAKAN DAN LAMA PENGEMPAAN TERHADAP KETEGUHAN REKAT PADA KAYU LAPIS SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN DRUM SHELL Eko Budiyanto; Asroni Asroni; Atik Pramono
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (8677.278 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.504

Abstract

Drum shell (selongsong drum) secara garis besar terdiri dari 2 jenis, yaitu ply by ply shell dan solid shell. Penelitian ini ditujukan untuk proses pembuatan drum shell jenis ply by ply shell. Yang dimaksud dengan ply by ply adalah shell-nya terbuat dari kayu yang berlapis-lapis, seperti teak block atau triplek. Semakin banyak lapisannya maka suara yang dihasilkan semakin tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh temperatur cetakan dan lama pengempaan terhadap keteguhan rekat kayu lapis dan prosentase kerusakan kayu. Variabel bebas yang digunakan dalam penelitian ini adalah 3 variasi temperatur (85oC, 90oC, 95oC) dan 3 variasi lama pengempaan (2 jam, 3 jam dan 4 jam). Pengambilan data dilakukan dalam dua tahap yaitu data keteguhan rekat (KR) yang diperoleh dengan menggunakan metode pengujian kekuatan geser rekat yang dilakukan menurut standar ASTM D-905-49 tahun 1981 serta data prosentase kerusakan kayu (KK) yang dihitung menggunakan software Autocad 2007. Selanjutnya data dianalisa dan dibuat grafik yang akan digunakan untuk mengetahui pengaruh temperatur cetakan dan lama pengempaan terhadap keteguhan rekat dan prosentase kerusakan kayu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan temperatur cetakan dan lama pengempaan berbanding lurus dengan keteguhan rekat dan prosentase kerusakan kayu dan temperatur cetakan tidak berpengaruh terhadap kapasitas produksi sedangkan lama pengempaan berbanding terbalik dengan kapasitas produksi drum shell per hari. Dalam penelitian ini, nilai keteguhan rekat terbesar terjadi pada temperatur cetakan 90oC dan lama pengempaan 4 jam dengan nilai keteguhan rekat sebesar 23,25 kg/cm2. Dan nilai keteguhan rekat terkecil terjadi pada temperatur cetakan 85oC dan lama pengempaan 2 jam dengan nilai keteguhan rekat sebesar 19,25 kg/cm2.Kata kunci : Temperatur, Lama Pengempaan, Keteguhan Rekat, Kayu Lapis, Drum Shell.
PENGARUH PENAMBAHAN ALAT PENCARI ARAH SINAR MATAHARI DAN LENSA CEMBUNG TERHADAP DAYA OUTPUT SOLAR CELL Ahmad Yani
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 5, No 2 (2016): Desember 2016
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (827.191 KB) | DOI: 10.24127/trb.v5i2.239

Abstract

Solar cell yang kita kenal saat ini masih memiliki beberapa kekurangan, salah satunya adalah daya yang dihasilkan kurang maksimal, oleh karena itu diperlukan sebuah alat tambahan yang dapat meningkatkan daya solar cell. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek dari penambahan arah pencari sinar matahari dan lensa cembung pada panel solar cell terhadap daya output yang dihasilakan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan rancangan percobaan berskala kecil atau laboratorium. Hasil penelitian menunjukan adanya pengaruh penambahan alat pencari arah sinar matahari dan lensa cembung terhadap daya output solar cell. Daya tertinggi terjadi pada jam 14:00 dengan alat tambahan dikarenakan solar sell selalu mengikuti arah pencari sinar matahari serta lensa cembung dengan nilai daya output sebesar 0,251 watt, untuk daya terendah terjadi pada jam 07:00 dengan nilai daya output sebesar 0,203 watt. Sedangkan pada solar cell yang tidak dilengkapi alat pencari arah sinar matahari dan lensa cembung mendapatkan daya maksimal pada jam 12:00 dengan nilai daya output sebesar 0,226 watt. Sedangkan daya terendah terjadi pada jam 07:00 dengan nilai daya output sebesar 0, 00004 watt.

Page 1 of 2 | Total Record : 12