cover
Contact Name
Rusdiyanyo
Contact Email
roesdysh@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jiep@iain-manado.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
Journal of Islamic Education Policy
ISSN : 25280295     EISSN : 25280309     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Journal of Islamic Education Policy menerbitkan hasil penelitian yang memberikan kontribusi signifikan pada pemahaman dan praktek pendidikan Islam melalui tulisan dan laporan akademik dalam perspektif dan skop global. Tujuan utumanya adalah membuka akses bagi dunia internasional, dengan tidak melupakan tuntutan lokal, pada hasil penelitian, yang meliputi peneliti, praktisi, dan mahasiswa dalam bidang kebijakan pendidikan Islam. Karena itu, JIEP menyambut dengan baik tulisan-tulisan yang mendorong perdebatan akademik dari kalangan akademisi yunior dan senior dalam tiga bahasa, yaitu Indonesia, Arab, dan Inggeris
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 7, No 2 (2022)" : 5 Documents clear
KODE ETIK PENDIDIK DALAM PERPEKTIF IMAM GHOZALI Hoirul Anam; Zulkipli Lessy; Mochamad Aris Yusuf; Supardi Supardi
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i2.2218

Abstract

Abstrak: Guru merupakan sosok sebagai pembimbing dalam segala aspek baik dalam aspek spiritual, sosial, akhlak, dan lain-lainnya. Maka kalangan masyarakat banyak menaruh harapan lebih pada sosok guru, untuk kesuksesan pada anak-anak yang dititipkan pada sang gurunya. Oleh karenanya seorang guru haruslah mempunyai hukum sebagai landasan dalam menjalankan kehidupannya. Salah satu ulama yang memberikan hukum bagi kalangan pendidik adalah Imam Ghozali. Penulis menggunakan metode penelitian kepustakaan, dengan pendekatan kualitatif, yaitu penelitian yang menggunakan teknik pengumpulan data meliputi pada buku, journal, kitab, internet, serta bacaan-bacaan yang relevan pada judul. Salah satu hukum yang dikemukakan oleh Imam Ghozali adalah kode etik pendidik. Imam Ghozali, memebrikan kode etik sebanyak delapan yang harus diaplikasikan oleh pendidik meliputi; menunjukkan, memberikan kasih sayang kepada peserta didiknya, meneladani pada prilaku, serta sifat-sifat Rosulullah, selalu memberikan nasihat pada peserta didiknya, memberikan pangajaran dengan cara alus, serta mencegah peserta didiknya dari perbuatan keji dengan akhlak yang lembut, tidak diperkenankan untuk melecehkan pada mata pelajaran diluar kompetensi yang dimilikinya, harus dapat mempersingkat pada pelajaran menurut tingkat pemahaman pada peserta didiknya, untuk peserta didiknya yang tingkat pemahaman yang rendah, maka guru memberikan pelajaran yang jelas dan sesuai. Sehingga seorang guru haruslah berkomitmen untuk mengamlakan ilmunya sepanjang hidupnya, serta perkataannya tidak membohongi pada perbuatannya.?Kata Kunci: Kode Etik, Pendidikan, al-Ghazali?Abstract: The teacher is a figure as a guide in all aspects, both spiritual, social, moral, and others. So many people put more hope in the figure of the teacher, for the success of the children entrusted to the teacher. Therefore a teacher must have law as a foundation in carrying out his life. One of the scholars who gave law to educators was Imam Ghozali. The author uses the library research method, with a qualitative approach, namely research that uses data collection techniques including books, journals, scriptures, the internet, as well as relevant readings on the title. One of the laws put forward by Imam Ghozali is the code of ethics for educators. Imam Ghozali, gave eight codes of ethics that must be applied by educators including; showing, giving love to their students, emulating the behavior and characteristics of the Prophet, always giving advice to their students, giving lessons in a nice way, and preventing students from heinous acts with gentle morals, not allowed to harass the eyes lessons beyond their competence, must be able to shorten the lesson according to the level of understanding of the students, for students who have a low level of understanding, the teacher provides clear and appropriate lessons. So that a teacher must be committed to practicing his knowledge throughout his life, and his words do not lie to his actions.?Keyword: Code of Ethics, Education, al-Ghazali
EVALUASI PEMBELAJARAN PAI DAN BUDI PEKERTI PADA MTs DAN SMP DI KOTA BITUNG Nuraini Muntu
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i2.2220

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa bagaimana perencanaan evaluasi pembelajaran MTs Negeri I Bitung, SMP Negeri 7 Bitung dan SMP Muhammadiyah Bitung dan menganalisa bagaimana pelaksanaan evaluasi pembelajaran di? MTs Negeri 1 Bitung, SMP Negeri 7 Bitung dan SMP Muhammadiyah Bitung. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk dianalisis sesuai dengan objek penelitian. Pengumpulan data menggunakan wawancara, dokumentasi, dan observasi. Teknik analisis data menggunakan tiga cara: reduksi data, pengolahan dan analisis data. Keabsahan data diuji dengan menggunakan trianggulasi sumber, yaitu memeriksa kembali data yang diperoleh melalui beberapa sumber. Penelitian ini menunjukkan bahwa 1). Pelaksanaan perencanaan evaluasi pembelajaran yang dilakukan belum maksimal karena ada langkah-langkah perencanaan evaluasi yang tidak dilakukan oleh guru : Pertama pada tahapan perencanaan membuat kisi-kisi terdapat guru PAI dan Budi Pekerti SMP Muhammadiyah Bitung tidak membuat kisi-kisi. Kedua, pada tahapan Perencanaan MTs Negeri 1 Bitung dan SMP Muhammadiyah Bitung terdapat 1 (satu) guru yang tidak melakukan uji coba dan analisa soal.? 2) Pelaksanaan evaluasi Pembelajaran pada MTs N 1 Bitung menggunakan e-learning, SMP Muhammadiyah Bitung dan SMP Negeri 7 Bitung menggunakan google form. Aplikasi e-learning Madrasah pada MTs Negeri 1 Bitung disiapkan oleh pemerintah (Kementerian Agama RI). Kelebihan aplikasi ini bahwa data yang telah di input tersimpan dengan aman dalam satu aplikasi sehingga tidak akan terjadi kehilangan data dan rekayasa nilai. Adapun kekurangan aplikasi e-learning Madrasah ini adalah disfungsi interaksi antara pendidikan dan peserta didik, siswa yang kurang motivasi belajar cenderung gagal. Penggunaan aplikasi google form pada SMP Muhammadiyah Bitung didukung penuh oleh Kepala sekolah, tenaga pendidik dan kependidikan, sarana pendukung cukup memadai dengan jaringan internet tersedia,? sarana komputer yang dimiliki oleh sekolah? tersedia di ruangan cukup untuk 20 peserta didik. Di samping itu terdapat kekurangan dalam menggunakan aplikasi google form adalah tenaga pendidik yang belum mahir dalam menggunakan google form karena tidak bisa mengoperasikan komputer secara baik, sehingga menggunakan tenaga orang lain dalam proses input soal. Apalagi guru mata pelajaran PAI dan Budi Pekerti yang harus menampilkan ayat al-Qur?an sebagai soal HOTS. Pada SMP Negeri 7 Bitung fasilitas komputer tersedia, tenaga teknis yang mahir tetapi sebagian wilayah di lingkungan sekolah terdapat blind spot provider jaringan internet untuk telkomsel dan indosat serta jaringan internet Indi home belum terjangkau. Evaluasi untuk raport MTsN memakai RDM, SMP Muhammadiyah memakai aplikasi excel multifungsi dan SMPN 7 memakai excel sederhana.?Kata Kunci : Evaluasi,? Pembelajaran Pendidikan Agama Islam, Pembelajaran Budi Pekerti.
NILAI-NILAI HAK ASASI MANUSIA DALAM PERSPEKTIF AL-QUR?AN DAN HADITS DAN AKTUALISASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM Imam Hanafie; Iskandar Iskandar
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i2.2145

Abstract

Aktualisasi nilai-nilai HAM yang bernafaskan al-Qur?an dan Hadits memiliki urgensi yang sangat besar dalam dunia pendidikan Islam. Tulisan ini bertujuan untuk menegaskan bahwa nilai-nilai HAM yang tersirat dalam al-Qur?an dan Hadits memiliki kesesuaian dan urgensi dengan nilai-nilai HAM yang lahir belakangan. Tulisan ini sekaligus untuk mendapatkan gambaran tentang bagaimana praktek pendidikan HAM dalam pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan metode library research dan metode content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai-nilai HAM sesungguhnya telah banyak tersirat dalam al-Qur?an dan Hadits, meskipun kelahiran HAM banyak dinisbatkan dari dunia Barat. Upaya ekploratif nilai-nilai HAM dalam perspektif al-Qur?an dan Hadits telah sering dilakukan dan ditemukan bahwa nilai-nilai HAM ternyata sarat dengan nilai-nilai yang terkandung dalam al-Qur?an dan Hadits. Dalam hubungannya dengan dunia pendidikan Islam nilai-nilai HAM menunjukkan relevansinya, selanjutnya tinggal bagaimana kesungguhan para stakeholder pendidikan untuk mengaktualisasikannya dalam pendidikan Islam secara praktis dan terprogram.
MANAJEMEN PERUBAHAN DI MADRASAH ALIYAH NEGERI 1 KOTAMOBAGU Goins Manoppo
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i2.1965

Abstract

Abstrak: Tesis ini adalah penelitian mengenai manajemen perubahan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kotamobagu. Penelitian ini difokuskan pada bentuk manajemen perubahan dan hasil penerapan manajemen perubahan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kotamobagu. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dan menjelaskan bentuk manajemen perubahan serta menganalisis dan menjelaskan proses penenarapan manajemen perubahan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kotamobagu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif. Dalam pengumpulan data, penelitian ini menggunakan teknik observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Dalam menganalisis data, penelitian ini menggunakan pendekatan teoritik manajemen perubahan yang dirumuskan oleh Bernanrd Burnes. Teori manajemen perubahan Burnes terdiri dari konsep pendekatan manajemen perubahan dan model manajemen perubahan. Pendekatan manajemen perubahan digunakan untuk menganalisis dan menjelaskan bentuk manajemen perubahan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kotamobagu. Sedangkan konsep model manajemen perubahan difungsikan untuk menganalisis dan menjelaskan proses penerapan manajemen perubahan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kotamobagu. Hasil penelitian ini adalah bahwa bentuk manajamen perubahan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Kotamobagu adalah manajemen perubahan terencana (planned change) yang berlangsung dalam tiga fase yakni ase eksplorasi (exploration phase), fase perencanaan (planning phase), dan fase tindakan (action phase). Sedangkan penerapan manajemen perubahan di Madrasah Aliyah Negeri berlangsung dalam tiga proses yakni proses pemilihan (The Choice Process), proses lintasan (The Trajectory Process), dan proses perubahan (The Change Process).Abstract: This thesis is a research on change management in Madrasah Aliyah Negeri 1, Kotamobagu. This research focuses on the form of change management and the process of implementing change management in Madrasah Aliyah Negeri 1, Kotamobagu. The purpose of this study is to analyze and explain the form of change management as well as the process of implementing change management in Madrasah Aliyah Negeri 1, Kotamobagu. The research method used is a qualitative method. In collecting data, this research uses observation, interviews, documentation, and triangulation techniques. In analyzing the data, this study uses a theoretical approach to change management formulated by Bernard Burnes. Burnes' theory of change management consists of the concept of a change management approach and a change management model. A change management approach is used to analyze and explain the form of change management in Madrasah Aliyah Negeri 1, Kotamobagu. Meanwhile, the concept of the change management model is used to analyze and explain the process of implementing change management in Madrasah Aliyah Negeri 1 Kotamobagu. The results of this study show that the form of change management at Madrasah Aliyah Negeri 1 Kotamobagu is planned change management, which takes place in three phases, namely the exploration phase, the planning phase, and the action phase. Meanwhile, the implementation of change management in Madrasah Aliyah Negeri takes place in three processes, namely the selection process (The Choice Process), the trajectory process (The Trajectory Process), and the change process (The Change Process). Kata Kuci: Manajemen, Perubahan, Bentuk, Penerapan.
MENGINTEGRASIKAN PENDIDIKAN, LINGKUNGAN, DAN NILAI-NILAI ISLAM SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN ETIKA DAN LITERASI LINGKUNGAN Muh Idris; Sabil Mokodenseho; Evra Willya; Yusno Abdullah Otta
Journal of Islamic Education Policy Vol 7, No 2 (2022)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30984/jiep.v7i2.1966

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi pendidikan berbasis lingkungan dengan nilai-nilai Islam sebagai upaya meningkatkan etika dan literasi lingkungan. Pemecahan masalah dengan isu-isu sosio-konteks telah memperkuat keterlibatan siswa dalam isu-isu lingkungan, dan keterlibatan mereka pada akhirnya mampu meningkatkan pemahaman mereka tentang masalah lingkungan. Nilai-nilai Islam yang terintegrasi dengan ilmu diyakini dapat mempengaruhi pola pikir dan persepsi siswa. Etika dan kepekaan terhadap lingkungan dimulai dari cara mereka memandang dan bertindak terhadap lingkungan. Konsep pendidikan lingkungan yang efektif dapat memperkuat literasi lingkungan dan kesiapan berperilaku baik terhadap lingkungan. Pembelajaran berbasis masalah adalah pembelajaran yang menggunakan masalah sebagai titik awal pembelajaran. Pembelajaran ini telah mengarahkan siswa untuk mencari dan menentukan sumber yang relevan dengan pengetahuan. Abstract: Integrating Education, Environment, and Islamic Values as Effort to Improve Environmental Ethics and Literacy. This study aims to analyze the integration of environmental-based education with Islamic values to improve ethics and environmental literacy. Problem-solving with socio-context issues has strengthened students' engagement in environmental issues, and their involvement is finally able to improve their understanding of environmental problems. Islamic values which integrated with knowledge are believed to influence students' mindset and perception. Ethics and sensitivity to the environment begin with the way they view and act on the environment. An effective environmental educational concept can strengthen environmental literacy and readiness to behave well concerning the environment. Problem-based learning is learning using the problem as a starting point for learning. This learning has directed students to seek and determine relevant sources with knowledge.Kata Kunci: Pendidikan; Nilai-nilai Islam; Literasi Lingkungan

Page 1 of 1 | Total Record : 5