cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Satya Widya
ISSN : 08545995     EISSN : 2549967X     DOI : -
Core Subject : Education,
SATYA WIDYA is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 29 No 1 (2013)" : 8 Documents clear
PENGEMBANGAN PENGORGANISASIAN ISI PERKULIAHAN MELALUI MODEL ELABORASI MATA KULIAH PENGEMBANGAN KURIKULUM SD PROGRAM S1 PGSD FKIP UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA SALATIGA 2012 Slameto Slameto
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.21 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p1-14

Abstract

Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum berfungsi untuk mengantar mahasiswa ke pemikiran yang logis, rasional, kritis, cermat, jujur, efektif dan efisien agar dapat memiliki kemampuan memperoleh, mengolah dan memanfaatkan informasi untuk bertahan, bahkan antisipasi terhadap keadaan yang selalu berubah, dan kompetitif. Isi perkuliahan yang diorganisasi dengan berpijak pada karakteristik isi perkuliahan diharapkan dapat me­ ningkat­ kan perolehan hasil belajar dan retensi yang lebih baik. Salah satu peng­ organisasi­ ­ an isi perkuliahan adalah dengan model elaborasi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah pengoraganisasian isi perkuliahan Pengembangan Kurikulum SD dengan model elaborasi untuk meningkatkan belajar mahasiswa menjadi lebih baik atau efektif; dengan demikian tujuan penelitian ini adalah untuk menghasilkan perangkat perkuliahan yang teruji efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Langkah pengembangan modelnya mulai dari 1) studi pendahuluan; 2) perencanaan dan pengembangan model; 3) validasi model melalui pengukuran hasil pembelajaran. Indikator keberhasilan dalam penelitian ini adalah dihasilkanya perangkat perkuliahan yang terbukti efektif atas hasil pengembangan pengorganisasian isi perkuliahan melalui model elaborasi mata kuliah pengembangan kurikulum SD. Pengembangan model elaborasi sebagai salah satu alternatif solusi untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa dengan mengorgani­ sasi isi perkuliahan terbukti valid, memiliki keefektifan, efisiensi dan daya tarik yang tinggi. Telah dihasilkannya model pengorganisasian isi perkuliahan dengan model elaborasi untuk Mata Kuliah Pengembangan Kurikulum SD yang teruji efektif meningkatkan hasil belajar mahasiswa.
DIFFERENT LEVEL OF LEARNED-HELPLESSNESS AMONG HIGH SCHOOL STUDENTS WITH LOWER GRADE AND HIGHER GRADE IN SALATIGA INDONESIA Berta Esti Ari Prasetya
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (79.473 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p15-22

Abstract

This research aimed to investigate whether there is any significant difference in the tendency of experiencing learned-helplessness between high school students with lower grade and higher grade in Salatiga, Indonesia. Survey method was used in collecting the data,utilizing Perceived Influence Questionnaire (Holt, 1980) as the instrument of measurement. 317 participants were involved,consisted of 190 of higher grade students and 127 of lower grade students. Mann-Whitney U was used to analyse the data, considering that the data were not normally distributed. This test result showed that there was a significant difference between high school students with higher grade and lower grade (the Mann-Whitney U coefficient of 10,644, with z value of -1795, p <0.05 (p = 0036, 1-tailed)), with students of lower grade tend to be more prone to experience learned-helplessness. Additional results from their subjective perception on their achievement were also discussed and so were the implications of the study.
PERMASALAHAN DAN TANTANGAN GURU PKn MENGHADAPI PERUBAHAN KURIKULUM (2013) Yosaphat Haris Nusarastriya
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.631 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p23-29

Abstract

Perubahan kurikulum selalu untuk menjawab tantangan yang sedang dirisaukan masyarakat, salah satunya ialah karena siswa lebih cenderung memiliki (mendapatkan) kompetensi kognitif. Apa yang harus dijawab dengan kurikulum mendatang? Untuk menjawab pertanyaan itu harus mengerti benar tentang kelemahan dalam pendidikan pada umumnya di Indonesia. Banyak ahli menilai bahwa pendidikan di Indonesia lebih mengisi pikiran dari pada mengajarkan cara berpikir. Hasil berpikir dan bernalar siswa-siswa Indonesia masih rendah dan oleh karena itu tantangan terbesar pendidikan di Indonesia adalah bagaimana menerjemahkan konsepsuccessful intelligence (SI) ke dalam operasionalsistim pendidikan. Pendidikan di Indonesia nampaknya belum berhasil membentuk SI, khususnya dalam kemampuan berpikir tingkat tinggi. Dalam hal inilah tantangan guru PKn menghadapi kurikulum 2013 yang arahnya tidak hanya memberi pengetahuan tetapi juga mengajar cara berpikir. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan memiliki kepentingan untuk menterjemahkan berpikir tingkat tinggi dalam proses pembelajarannya karena salah satu tujuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah membentuk kepribadian di mana berpikir kritis merupakan unsur penting dalam kepribadian itu.
REVISI TAKSONOMI PEMBELAJARAN BENYAMIN S. BLOOM I Putu Ayub Darmawan; Edy Sujoko
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (142.49 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p30-39

Abstract

Fokus utama dalam tulisan ini adalah untuk mendeskripsikan perubahan Taksonomi Bloom diantaranya perubahan nama dalam taksonomi yang mengambil bentuk menjadi kata kerja, perubahan urutan taksonomi dimana evaluasi dalam taksonomi lama terdapat pada urutan akhir berubah menjadi urutan kelima dan sintesis dalam taksonomi lama diganti menjadi mencipta, dan perubahan sub kategori. Tulisan ini juga menguraikan tentang hal-hal penting dalam revisi taksonomi seperti pengetahuan metakognisi dan tabel taksonomi. Serta manfaat taksonomi revisi dalam belajar bermakna. Taksonomi Bloom menjadi kasifikasi pernyataan-pernyataan yang digunakan untuk memprediksi kemampuan peserta didik dalam belajar sebagai hasil dari kegiatan pembelajaran. Pengaruh taksonomi Bloom lama telah dirasakan sampai saat ini dan memberi manfaat yang sangat berharga. Revisi taksonomi Bloom meliputi perubahan nama dalam taksonomi dari kata benda menjadi kata kerja, urutan taksonomi yang melingkupi perubahan tata letak evaluasi,perubahan sintesa menjadi mencipta.
PENGETAHUAN METAKOGNITIF UNTUK PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK Endang Indarini; Tri Sadono; Maria Evangeli Onate
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (70.21 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p40-46

Abstract

Tulisan ini akan menghadirkan pemaparan singkat mengenai pengetahuan metakognitif yang merupakan dimensi terpenting dari Revisi Taksonomi Bloom. Pengetahuan Metakognitif sekiranya perlu menjadi perhatian penting di dalam mewujudkan pendidikan yang berkualitas di Indonesia yang sebenarnyamampu diterapkan di dalam Kurikulum 2013. Hal itu bisa dilihat dari tujuan kurikulum 2013 yaitu untuk mendorong peserta didik atau siswa, mampu lebih baik dalam melakukan observasi, bertanya, bernalar, dan mengkomunikasikan (mempresentasikan), apa yang mereka peroleh atau mereka ketahuisetelah menerima materi pembelajaran. Oleh karena itu, menjadi penting apabila para pendidik dan peserta didik mempunyai pengetahuan metakognitif dalam dirinya. Pengetahuan metakognitif merupakan salah satu dimensi pengetahuan dari Taksonomi Revisi. Pengetahuan metakognitif meliputipengetahuan tentang strategi umum yang dapat digunakan untuk tugas yang berbeda, pengetahuan tentang kondisi di mana strategi ini dapat digunakan, pengetahuan tentang sejauh mana strategi yang efektif, dan pengetahuan tentang diri. Pengetahuan Metakognitif terdiri dari pengetahuan akan strategibelajar, Pengetahuan tentang tugas-tugas kognitif dan pengetahuan diri.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PKn DENGAN METODE THINK PAIR SHARE (TPS) PADA SISWA KELAS 7 D SMP NEGERI 1 JAPAH KECAMATAN JAPAH KABUPATEN BLORA SEMESTER GENAP TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Nani Mediatati; Sayudi Riawan
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.664 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p47-52

Abstract

Dalam pembelajaran PKn guru kelas 7 D SMP Negeri 1 Japah sering menggunakan metode ceramah yang lebih terpusat pada guru sehingga guru yang lebih aktif dan siswanya bersifat pasif. Hal ini mengakibatkan hasil belajar PKn siswa kelas 7 D SMP Negeri 1 Japah banyak yang belum mencapai KKM e”72. Dari data hasil belajar siswa dalam pembelajaran PKn materi “Sikap Positif Terhadap Perlindungan dan Penegakan Hak Asasi Manusia”(Pra siklus) diketemukan 25 siswa (67,57%) belum tuntas dan yang sudah tuntas sebanyak 12 siswa (32,43%). Berdasarkan data tersebut maka dilakukan tindakan perbaikan melalui Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan menggunakan metode Think Pair Share (TPS) dalam pembelajaran PKn. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peningkatan hasil belajar PKn dengan menggunakan metode Think Pair Share (TPS) pada siswa kelas 7 D semester 2 SMP Negeri 1 Japah Kecamatan Japah Kabupaten Blora. Penelitian ini dilakukan dalam 2 siklus dan setiap siklusnya terdiri dari 2 kali pertemuan/tatap muka. Adapun hipotesis tindakannya adalah apabila dalam pembelajaran PKn digunakan metode Think Pair Share (TPS) maka diharapkan hasil belajar siswa meningkat. Indikator keberhasilan tindakan adalah 80 persen dari seluruh siswa mencapai ketuntasan belajar denganKKM e”72. Teknik pengumpulan data digunakan observasi dan tes.Teknik analisis data digunakan teknik deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menggunakan metode Think Pair Share (TPS) dapat meningkatkan hasil belajar PKn pada siswa kelas 7 D SMP N 1 Japah. Peningkatan hasil belajar siswa terjadi pada siklus 1 dan siklus 2. Pada tahap pra siklus hanya 12 siswa (32,43%) yang telah tuntas mencapai KKM, setelah dilakukan tindakan perbaikan melalui metode Think Pair Share (TPS)pada siklus I hasil belajar siswa meningkat menjadi 28 siswa (75,68%) yang tuntas mencapai KKM. Pada siklus II tindakan perbaikan lanjut, hasil belajar siswa meningkat lagi menjadi 34 siswa (91,9%)yang telah tuntas mencapai KKM.
PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) DAN METODE CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR PKN PADA SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI I PABELAN KECAMATAN PABELAN KAB. SEMARANG SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2012/2013 Novi Istiani; Henny Dewi K.; Bambang S. Sulasmono
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (72.955 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p53-57

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran kooperatif tipe NHT dan metode ceramah terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri I Pabelan. Sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI IPS 2 dan XI IPS 3 yang berjumlah 40 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain penelitian Postest Only Control Design yaitu dalam pengambilan dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random. Teknik tes merupakan teknik utama dalam pengumpulan data, dimana instrumen soal telah diuji validitas dan realibilitasnya. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data Uji T dengan bantuan program penghitungan statistik SPSS 18.0 for Windows. Hasil analisis Uji T antara kedua metode pembelajaran kooperatif tipe NHT dan metode ceramah terhadap hasil belajar PKn sebesar -4,919 termasuk pada tingkat signifikan 0,000 pada level 0,05 2-tailed, yang berarti signifikan karena nilai lebih kecil dari 0,05 atau (0,000< 0,05). Rata-rata dari kelas eksperimen sebesar 83,35 dan kelas kontrol sebesar 76,65 sehingga perbedaan rata-rata pada kedua kelas adalah 6,70. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan pengaruh antara metode pembelajaran kooperatif tipe NHT dan metode ceramah terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas XI IPS SMA Negeri I Pabelan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang semester ganjil tahun ajaran 2012/2013, sehingga guru diharapkan semakin meningkatkan kreatifitasnya dalam menciptakan proses pembelajaran yang mampu membangkitkan semangat kerja sama dan hasil belajar siswa dengan penggunaaan berbagai metode pembelajaran. Salah satunya guru dapat menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT untuk meningkatkan kerjasama dan hasil belajar siswa.
PENGARUH PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAMS- GAMESTOURNAMENT (TGT) DAN METODE EKSPOSITORI TERHADAP HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS XI MAN TEMANGGUNG SEMESTER GANJIL TAHUN PELAJARAN 2012/2013 Setyorini Setyorini; Bambang S. Sulasmono; Henny Dewi Koeswanti
Satya Widya Vol 29 No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.69 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i1.p58-64

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan ada tidaknya perbedaan Pengaruh Signifikan Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams-Games-Tournament (TGT) dan Metode Ekspositori Terhadap Hasil Belajar PKn Siswa Kelas XI Madrasah Aliyah Negeri Temanggung Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2012/ 2013. Desain penelitian yang digunakan adalah “randomized postes only control group design”. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MAN Temanggung tahun ajaran 2012/2013 yang terdiri dari 9 (Sembilan) kelas yaitu XI IPS 1, XI IPS 2, XI IPS3, XI IPA 1,XI IPA 2, XI IPA 3, XI IPA 4, XI Bahasa dan XI Agama. Sampel penelitian ini adalah kelas XI IPS-1 sebagai kelas kontrol dan kelas IX IPS-3 sebagai kelas eksperimen. Sampel diambil secara random.Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan pengujian hipotesis menggunakan bantuan programSPSS for window version 18. Hasil uji validitas instrumen dari 58 soal terdapat 37 soal yang valid dan 21 buah tidak valid, sementara reliabilitasnya 0,743. Hasil uji normalitas untuk kelas eksperimen sebesar 0,052 dan kelas kontrol sebesar 0,187 lebih besar dari nilai signifikan 0,05 sehingga disrtibusi data dikatakan normal. Sedangkan uji homogenitas sebesar 0,392 lebih besar dari nilai signifikan 0,05 sehingga kelas kontol dan kelas eksperimen mempunyai varian yang sama atau homogen. Hasil uji hipotesis penelitian diperolehpada α = 5% : 2 = 2,5% (uji 2 tailed) dengan derajat kebebasan (df) sebesar 69 (df = 71 – 2), nilai t hitung > t tabel (2,774 > 1,995)dan bila dilihat dari signifikasinya (0,008 < 0,05) maka diartikan bahwa H ditolak dan H diterima yang menyatakan bahwa ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara pembelajaran kooperatif Team-Games-Tournament (TGT) dengan metode ekpositori terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) kelas XI MAN Temanggung semester ganjil tahun pelajaran 2012/2013. Adapun saran penulis berkaitan dengan pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di tingkat MA atau SMA dapat digunakan pembelajaran kooperatif tipe TGT karenaterbukti mampu meningkatkan hasil belajar PKn, oleh karena itu guru harus mempertimbangkan penggunaan metode ini dalam proses pembelajaran PKn.

Page 1 of 1 | Total Record : 8