cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota salatiga,
Jawa tengah
INDONESIA
Satya Widya
ISSN : 08545995     EISSN : 2549967X     DOI : -
Core Subject : Education,
SATYA WIDYA is presenting diverse, yet still within major themes in education. Especially the study of theoretical education and results of descriptive research, classroom action research, experimental and development research, in the purpose of sustainable professionalism development.
Arjuna Subject : -
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 29 No 2 (2013)" : 8 Documents clear
EKSISTENSI SD GMIT DI ROTE NDAO (Studi Deskriptif Penempatan Guru PNS pada SD GMIT Rote Ndao-NTT) Melki Manafe; Bambang Ismanto
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.3 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p65-72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kerjasama Negara dan GMIT (melalui Yupenkris) dalam hal penempatan guru PNS yang diperbantukan pada SD GMIT yang ada di Kabupaten Rote Ndao.Penelitian ini juga menjelaskan bagaimana dinamika dan relasi tersebut serta dampaknya, secara deskriptif, pada eksistensi SD GMIT yang ada di Kabupaten Rote Ndao. Penelitian ini menggunakan metode Kualitatif Deskriptif dengan in-depth interview yang didukung oleh observasi, dokumentasi dan triangulasi.Data diperoleh dari 8SD GMIT di Rote Ndao, dianalisis dengan model analisis Miles & Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penempatan guru PNS yang diperbantukan pada SD GMIT di Rote Ndao, secara mutlak, hanya diketahui oleh Negara (melalui Dinas Pendidikan). Hasil penelitian juga menemukan bahwa pada SD GMIT di Rote Ndao sama sekali tidak terdapat guru Yayasan. Bahkan lebih dari itu, baik dana pendidikan, tenaga pendidik maupun kependidikan adalahberasal dari Negara. Hasil-hasil inimenempatkan SD GMIT di Rote Ndao pada status quasistate school dimana SD GMIT adalah milik GMIT akan tetapi semua operasional (subsidi pendidikan dan sumber daya manusia/guru) selalu bergantung pada Negara.
STRATEGI BERSAING SEKOLAH KRISTEN LENTERA AMBARAWA Jubelina Jubelina; Supramono Supramono
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (125.707 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p73-82

Abstract

Dunia pendidikan diperhadapkan dengan berbagai persaingan antar lembaga pendidikan yang terbilang sangat kompleks dan beragam. Kondisi persaingan tersebut dapat menjadikan lembaga pendidikan yang mampu bertahan menjadi unggul, namun bagi lembaga pendidikan yang tidak mampu bertahan akan mengalami penurunan. SMP Kristen Lentera, sebagai salah satu pendatang baru dalam dunia pendidikan juga mengalami kondisi tersebut. Oleh karena itu, timbul pertanyaan “Bagaimana strategi bersaing SMP Kristen Lentera Ambarawa?”. Untuk mengetahui tentang strategi bersaing, dalam penelitian ini dijelaskan tentang tiga pendekatan strategi generik, yaitu keunggulan biaya, diferensiasi dan fokus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SMP Kisten Lentera Ambarawa menerapkan strategi diferensiasi untuk menghadapi persaingan antar lembaga pendidikan.Strategi ini dilakukan dengan menerapkan berbagai program yang berbeda dari sekolah lainnya di Ambarawa seperti MultipleIntelligences, Moving Class, Sekolah Lima Hari, Wasana Warsa Sekolah Kristen Lentera, Hari Budaya, Field Trip dan Parent Seminar. Untuk itu, saran bagi SMP Kristen Lentera dalam menjalankan strategi diferensiasi yaitu dapat melaksanakan program-program baru yang telah direncanakan seperti sablon dan pembuatan asesoris pada pelajaran Mulok, Bahasa Mandarin, klub matematika dan klub Kuark. Selain itu juga melakukan kegiatan sosial seperti pengobatan gratis dan pembagian sembako bagi orang kurang mampu di sekitar Ambarawa.
PENGARUH KUALITAS LAYANAN ATAS KEPUASAN SISWA DAN DAMPAKNYA TERHADAP LOYALITAS SISWA DI SMK KRISTEN SALATIGA Noventris Ratnawati Radja; Supramono Supramono; Bambang Suteng Sulasmono
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4736.655 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p83-92

Abstract

School as a public Education institute must serve good quality education especially for the students, so that the students will feel satisfied to the service and show their loyal attitude toward the school. This study was done at SMK Kristen Salatiga to identify the effect of the service quality with student’s satisfaction and its effect to the student’s loyalty toward the school. The sample of this study was 100 students of SMK Kristen Salatiga grade II and III out of 261 populations. The result of the study showed that; (1) The quality service at SMK Kristen Salatiga have a positive impact and significant to the SMK Kristen Salatiga student’s satisfaction. (2) The student’s satisfaction have a positive influence and significant to their loyalty. (3) There is no correlation between the service quality and the student’s loyalty at SMK Kristen Salatiga toward the student’s satisfaction variable. (4) The quality service at SMK Kristen Salatiga directly effect and not significant to the student’s loyalty.
PEMBELAJARAN TEMATIK DAN BERMAKNA DALAM PERSPEKTIF REVISI TAKSONOMI BLOOM Nur Fajriana Wahyu Ardiani; Nanda Adi Guna; Reni Novitasari
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2408.615 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p93-107

Abstract

Revisi Taksonomi Bloom yang terdiri dari dua dimensi baru yaitu dimensi proses kognitif dan dimensi pengetahuan. Dalam dimensi pengetahuan terdapat empat aspek pengetahuan, salah satunya adalah pengetahuan metakognitif yang berarti “beyond thinking” sebagai sesuatu yang ada di atas berpikir itu sendiri. Dimensi yang kedua adalah dimensi proses kognitif yang mana terdapat 6 kategori didalamnya, yaitu mengingat, memahami, menerapkan, menganalisa,mengevaluasi dan mencipta. Dimensi pengetahuan dan proses kognitif menjadi syarat utama dalam pembelajaran tematik dan bermakna. Ketika seseorang mampu menerapkan pembelajaran tematik maka dimungkinkan terjadinya pembelajaran bermakna yang utuh sesuai dengan tahap perencanaan, penerapan dan evaluasi.
PERBANDINGAN HASIL BELAJAR SISWA DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STAD DAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NHT TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN MATEMATIKA KELAS VIII DI SMP NEGERI 1 GETASAN Jonet Prasetyo; Sutriyono Sutriyono
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (148.475 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p108-119

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen dengan menggunakan desain penelitian Quasi Experimental Nonequivalent Control Group Design. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui perbedaan hasil belajar siswa pada matapelajaran matematika, setelah diajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif tipe STAD dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Getasan,dengan dua kelas eksperimen yaitu kelas VIII A yang memperoleh perlakuan berupa Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Kelas V III F yang memperoleh perlakuan berupa Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT. Teknik pengumpulan data menggunakan instrumen tes, yang meliputi pretes dan postes. Untuk analisis data menggunakan uji beda t-test. Dari hasil penelitian menyatakan bahwa, terdapat perbedaan signifikan antara hasil belajar siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD dan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT pada mata pelajaran matematika. Nilai rata-rata hasil belajar matematika siswa yang diajar menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD lebih baik, daripada siswa yang diajar dengan menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT.
SENI BERPIKIR KREATIF DALAM MATEMATIKA Tri Nova Hasti Yunianta
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (304.398 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p120-126

Abstract

Mulai dari bangun tidur, seorang siswa memikirkan waktu akan berangkat sekolah, uang saku yang ia terima, biaya naik angkutan, harga makanan di kantin, rute jalan terpendek ketika pulang sekolah dan masih banyak lagi semua berkaitan dengan matematika. Akan tetapi masih banyak siswa yang belum mengerti dan menyadari manfaat matematika dalam kehidupan seharihari. Aktivitas matematika yang kreatif memberi ruang seseorang mencipta sesuatu melalui matematika dan membuat sesuatu yang kompleks menjadi sederhana serta menghasilkan gagasan yang luar biasa terhadap matematika. Inilah seni berpikir kreatif dalam matematika.
PERBEDAAN PENGARUH METODE PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TSTS (TWO STAY TWO STRAY) DAN METODE CERAMAH TERHADAP HASIL BELAJAR PKn PADA SISWA KELAS X SMA NEGERI 1 PABELAN KECAMATAN PABELAN KABUPATEN SEMARANG SEMESTER GANJIL TAHUN AJARAN 2012/2013 Prihartini Prihartini; Nani Mediatati
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.541 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p127-133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ada tidaknya perbedaan pengaruh yang signifikan antara metode pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan metode Ceramah terhadap hasil belajar PKn pada siswa kelas X SMA Negeri 1 Pabelan Kecamatan Pabelan Kabupaten Semarang semester ganjil tahun ajaran 2012/2013. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengandesain penelitian Postest Only Control Design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 1 Pabelan, yang terdiri dari lima kelas. Adapun sampel dalam penelitian ini kelas X-2 sebagai kelas eksperimen dan kelas X-1 sebagai kelas kontrol.Teknik yang digunakan dalam mengumpulkan data adalah tes. Hasil Uji validitas dan reliabilitas instrumen tes dari 45 soal yang diuji terdapat 37 soal yang valid dan 8 soal yang tidak valid sedangkan hasil ujireliabilitas sebesar 0,855. Teknik analisis data menggunakan uji Independent Samples T-test yang dilakukan dengan tahapan yaitu; Uji prasyarat analisis (Uji Normalitas dan Uji homogenitas) dan Uji hipotesis dengan bantuan program SPSS for window version 18. Hasil Uji normalitas berdasarkan uji Kolmorgorov-Smirnov menunjukkan bahwa distribusi nilai sampel pada kelas eksperimen dan kontrol berasal dari populasi yang normal.Pada taraf signifikansi kelas kontrol adalah 0,81, pada kelas eksperimen taraf signifikansinya 0,70. Uji homogenitas dengan Levene Statistic pada kelas eksperimen dan kontrol taraf signifikansinyaadalah 0,622 menunjukkan bahwa varians kelas eksperimen dan kontrol adalah homogen. Nilai rata-rata teshasil belajar pada kelas eksperimen (80,24) dan kelas kontrol (76,24) yang mempunyai selisih rata-rata 4 poin. Nilai rata-rata kelas eksperimen lebih tinggi dibandingkan dengan nilai rata-rata kelas kontrol. Hasil analisis uji hipotesis dengan uji Independent Sample T-Test menunjukkan bahwa dalam pengujian statistik uji T (T) ,pada taraf signifikansi 5%, df 40, dan T tabel = 1,684 diperoleh T hitung test = -2,131 sehingga -1,684 < -2,131 < 1,684. Hal ini menunjukkan H 0 ditolak dan H diterima, yang berarti ada perbedaan pengaruh yang signifikan antarametode pembelajaran kooperatif tipe TSTS dan metode Ceramah terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn. 1
IDENTIFIKASI KEMAMPUAN MENGEMBANGKAN KURIKULUM DALAM IMPLEMENTASI KTSP DI KALANGAN GURU SMK – BM DI KOTA SALATIGA Sri Muryani; Entri Sulistari; Alex D Ch Mirakaho
Satya Widya Vol 29 No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Kristen Satya Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.481 KB) | DOI: 10.24246/j.sw.2013.v29.i2.p134-144

Abstract

Identifikasi kemampuan mengembangkan kurikulum merupakan langkah awal dari serangkaian kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat terpadu dan berkelanjutan. Penelitian ini bermuara pada pengembangan model-model pembelajaran untuk SMK khususnya SMK – Bisnis Manajemen. Hasil penelitian diharapkan memiliki makna strategis dalam pengembangan mutu pendidikan di SMK dan Program Studi Pendidikan Ekonomi penghasil guru SMK. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kemampuan mengembangkan kurikulum dalamimplementasi KTSP dikalangan Guru SMK di Kota Salatiga. Hasil pengembangan kurikulum berupa Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Diskripsi pengembangan kurikulum dinilai berdasarkan; (1) Kesesuaian langkah dan pemahaman urgensi pengembangan kurikulum, (2) Kelengkapan perangkat dokumen hasil pengembangan, dan (3) Ketepatan dan kesesuaian isi dokumen hasil pengembangan kurikulum. Diskripsi kemampuan mengembangkan dinyatakan secara kuantitatif dalam lima tingkatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1)dalam hal kesesuaian langkah dan pemahaman urgensi pengembangan kurikulum pada umumnya guru-guru sudah melaksanakan pengembangan kurikulum sesuai dengan langkah pengembanganyang seharusnya, hasilnya lengkap, namun kurang dalam hal pemahaman terhadap urgensi pengembangan kurikulum baik secara menyeluruh maupun setiap langkah dari setiap proses. (2) dalam hal ketepatan dan kejelasan isi Silabus dan RPP guru-guru pada umumnya hanya mampu mengembangkan kurikulum pada kategori rendah. Hasil penelitian tersebut memberikangambaran bahwa, kekurangpahaman guru terhadap urgensi pengembangan kurikulum telah berdampak pada rendahnya kemampuan guru dalam mengembangkan Silabus dan RPP. Demikian halnya, lengkapnya hasil pengembangan kurikulum yang tidak diikuti dengan ketepatan dan kejelasan Silabus dan RPP, juga memberikan gambaran bahwa dalam mengembangkan kurikulum guru hanya sekedar untuk memenuhi kepentingan administratif dibanding dengan kepentingan pengembangan kualitas pembelajaran yang bermuara pada pengembangan profesionalitas.

Page 1 of 1 | Total Record : 8