cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
GIZI INDONESIA
Published by DPP PERSAGI Jakarta
ISSN : 04360265     EISSN : 25285874     DOI : -
Core Subject : Health,
Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) is an open access, peer-reviewed and inter-disciplinary journal managed by The Indonesia Nutrition Association (PERSAGI). Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) has been accredited by Indonesian Institute of Sciences since 2004. Gizi Indonesia aims to disseminate the information about nutrition, therefore it is expected that it can improve insight and knowledge in nutrition to all communities and academics. Gizi Indonesia (Journal of The Indonesian Nutrition Association) offers a specific forum for advancing scientific and professional knowledge of the nutrition field among practitioners as well as academics in public health and researchers
Arjuna Subject : -
Articles 16 Documents
Search results for , issue "Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012" : 16 Documents clear
HUBUNGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL DAN KARAKTERSITIK LANSIA TERHADAP FUNGSI EKSEKUTIF OTAK DI POSBINDU (POS BINAAN TERPADU) RW 02 KOTA DEPOK Banurea, Margreth Abletara; Wiyono, Sugeng; Theresa, Ria Maria
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v35i1.122

Abstract

Penurunan fungsi eksekutif terjadi pada hampir semua lansia yang disebabkan oleh perubahan biologis yang dialaminya dan umumnya berhubungan dengan proses penuaan. Tetapi  penurunan fungsi eksekutif juga  bisa  terjadi  karena  kurangnya  oksigenasi  jaringan  ke  otak  menyebabkan  terjadi  kerusakan  neuron sehingga  merubah  struktur  dan  fungsi  otak  yang  diakibatkan  adanya  sumbatan  karena  kelebihan kolesterol. Penelitian ini bertujuan  untuk mengetahui Hubungan kolesterol total terhadap fungsi eksekutif lansia di Posbindu Lansia RW 02 Kota Depok. Penelitian ini merupakan  studi analitik, menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Posbindu Lansia RW 02 Kota Depok. Sampel adalah lansia berusia 60 tahun keatas dan memiliki status pendidikan minimal SD serta tidak mengalami gangguan pendengaran yang datang ke Posbindu Lansia RW 02 Kota Depok. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu non  probability  sampling  dengan  metode  purposive  sehingga  didapatkan  102  orang.  Instrumen  yang digunakan  ialah  Trail-Making  Test  B.  Hasil  uji  Chi-Square  menunjukkan  bahwa terdapat  hubungan  yang bermakna antara tingkat pendidikan dan tingkat usia terhadap fungsi eksekutif pada lansia (p=0,026 danp=0,001).  Untuk  kolesterol  total  dan  jenis  kelamin,  tidak  dijumpai  adanya  hubungan  dengan  fungsieksekutif lansia (p=0,165, p=0,217).Kata kunci: kolesterol, fungsi eksekutif, lansia
KAPSUL VITAMIN A DAN MORBIDITAS ANAK BALITA: ANALISIS DATA RISKESDAS 2007 Endi Ridwan
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v35i1.123

Abstract

Suplementasi  kapsul  vitamin  A  dosis  tinggi  pada  anak  balita   dapat  mempengaruhi  mortalitas  dan morbiditas penyakit infeksi saluran pernafasan dan diare. Suplementasi kapsul vitamin A menyebabkan mortalitas  terhadap  penyakit  diare  dan  saluran  pernafasan  berkurang  sebanyak  34  persen.  Namun dampak suplementasi terhadap morbiditas penyakit infeksi bervariasi menurut jenis penyakit, berat ringan penyakit, umur sampel.  Tulisan ini bertujuan untuk menilai  dampak  suplementasi vitamin A  pada balita terhadap  morbiditas  penyakit  diare,  infeksi  saluran  pernafasan  akut  (ISPA),  pneumonia,  campak,  dan demam tifoid dengan menggunakan data sekunder 70.650 sampel anak balita 12-59 bulan pada Riskesdas 2007.  Pengumpulan data morbiditas dilakukan berdasarkan wawancara lima penyakit tersebut satu b ulan terakhir sebelum pengumpulan data  yang didiagnosa tenaga kesehatan atau tanda dan gejala penyakit. Hasil analisis data Riskesdas 2007 menunjukkan bahwa  total cakupan kapsul vitamin A 72 persen, lebih tinggi  cakupan  di  perkotaan.  Proporsi  anak  dengan  d iagnosa  ISPA,  pneumonia,  demam  tifoid,  d iare, campak  masing-masing  16,4  persen,  1,0  persen,  0,8  persen,  11,6  persen,  dan  2,4  persen,  sedangkan proporsi dengan gejala penyakit tersebut masing-masing 31,5  persen, 1,9  persen, 0,8  persen, 6,1  persen, dan  1,0  persen.  Analisis  tidak  menemukan  perbedaan  proporsi  penyakit  pneumonia,  demam  tifoid  dan campak  pada anak yang menerima atau tidak kapsul vitamin A.  Proporsi ISPA dan  diare  pada balita yang menerima  kapsul  vitamin  A  lebih  tinggi  dibanding  anak  yang  tidak  menerima  kapsul  vitamin  A.  Hal  ini diduga karena beberapa sebab yang mempengaruhi waktu survei, distribusi kapsul, faktor perancu, dan kejadian ISPA dan diare. Kata kunci: kapsul vitamin A, balita, morbiditas, diare, ISPA, pneumonia, campak
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN POLA PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI KELURAHAN KARANG BARU SELAPARANG, MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT Taufiqurrahman .; Herta Masthalina; Reni Gatri Wulandari
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v35i1.124

Abstract

Pemberian MP-ASI yang tidak tepat waktu dan type nya akan beresiko meningkatkan kematian pada balita. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu balita tentang MP-ASI  dengan  pola  pemberian  MP-ASI  pada  anak  usia  6-24  bulan.  Jenis  penelitian  ini  adalah  crosssectional dengan subyek anak usia 6-24 bulan sebanyak 144 orang di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang,  Kota  Mataram.  Data  yang  dikumpulkan  meliputi  karakteristik  sampel  dan  karakteristik  ibu balita meliputi umur, pendidikan, dan pekerjaan, serta pengetahuan ibu tentang pola pemberian MP-ASI. Penilaian  pola  pemberian  MP-ASI  berdasarkan  3  indikator  yaitu  pertama  kali  memberikan,  jenis  dan frekuensi  pemberian  MP-ASI.  Data  diolah  menggunakan  analisis  bivariat  dengan  uji  chi  square.  Hasil menunjukkan bahwa Ibu balita sebagian besar berumur 20-35 tahun (83,3%) dengan pendidikan sekolah dasar (48,6%). Sebagian besar ibu tidak bekerja (74,3%), dengan tingkat pengetahuan ibu balita sebagian besar berkategori sedang (69,4%). Pola pemberian MP-ASI berdasarkan waktu pertama pemberian MP-ASI sebagian  besar  (56,9%)  tidak  sesuai  karena  pemberian  MP-ASI  yang  terlalu  dini,  namun  jika  dilihat berdasarkan jenis pemberian MP-ASI, persentase yang tidak sesuai banyak ditemukan pada usia 6-8 bulan (63,6%) dan persentase yang sesuai banyak ditemukan pada bayi usia 12 -24 bulan (70,4%), sedangkan dari  indikator  frekuensi  pemberian  MP-ASI,  pada  usia  12-24  bulan  100%  balita  tidak  mendapat  MP-ASI yang sesuai anjuran (3-5 kali/hari). Berdasarkan tiga indikator tersebut sebagian besar tidak sesuai pola pemberian  MP-ASI  (54,9%).  Analisis  bivariat  menunjukkan  ada  hubungan  yang  signifikan  antara pendidikan dengan pola pemberian MP-ASI (p0,000), demikian juga pada variabel pengetahuan ibu balita (p0.000). Kata kunci: pendidikan ibu, pengetahuan ibu, dan pola pemberian MP-ASI
PENGARUH SUPLEMENTASI KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN PROTEIN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN ASAM LAKTAT PADA ATLET PENCAK SILAT Toto Sudargo; Rieska Afidah; Harry Freitag; Riantina Rizky Amalia; Resti Kurnia Triatanti; Dian Saraswati; Qomarudin .
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v35i1.119

Abstract

Karbohidrat dianggap memainkan peran utama sebagai sumber energi selama latihan karena fungsinya adalah  sebagai  sumber  energi  utama.  Potensi  lain  sebagai  sumber  energi  adalah  Medium  Chain  of Tryglicerides  (MCT).  Branch  Chain  Amino  Acid  (BCAA)  adalah  sekelompok  asam  amino  yang  dapat merangsang pembentukan protein, membantu pembentukan glikogen kembali, mencegah kelelahan, dan mempertahankan  fungsi  metabolisme  aerobik.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui pengaruh  suplementasi  karbohidrat  (CHO),  lemak  (MCT),  dan  protein  (BCAA)  terhadap  ketersediaan cadangan  energi  dan  kemampuan  pemulihan  saat  latihan.  Penelitian  ini  termasuk  eksperimen  dengan randomized double blind controlled trial with placebo. Subjek penelitian ini adalah 6 orang atlet pencak silat  UNY  laki-laki    yang  berpartisipasi  dalam  Puslatda  PON  Yogyakarta.  Independent  sample  t  testdigunakan  untuk  melihat  perbedaan  antara  masing-masing  kelompok  suplementasi  dengan  plasebo, sedangkan  ANOVA  digunakan  untuk  melihat  perbedaan  kadar  glukosa  dan  laktat  darah  antara  semua kelompok perlakuan.  Hasil menunjukkan bahawa kadar glukosa darah pada kelompok suplementasi MCT + CHO  +BCAA, memiliki hasil  yang signifikan (p 0,05)  dibandingkan dengan plasebo, dan kadar laktat dalam waktu 3 menit latihan dalam kelompok ditambah  CHO + MCT telah menurun secara signifikan (p 0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan, baik kadar glukosa dalam darah (p =  0,098)  dan  kadar  laktat  darah  (p  =  0,273  dan p  =  0,972).  Dapat  disimpulan  bahwa  terdapat  perbedaan kadar  glukosa  dan  laktat  darah  yang  signifikan  antara  kelompok  atlet  yang  diberi  suplementasi  MCT  + CHO  +  BCAA  dibandingkan  dengan  plasebo.  Tidak  ada  perbedaan  yang  signifikan  antara  kelompok perlakuan, baik kadar glukosa darah dan kadar laktat darah.Kata kunci: karbohidrat ,lemak, protein suplementation, laktat darah, glukosa darah
FAKTOR RISIKO SOSIAL EKONOMI, ASUPAN PROTEIN, ASUPAN ZAT BESI TERHADAP KEJADIAN ANEMIA PADA ANAK SEKOLAH DASAR Fajrin, Amalia; Sudargo, Toto; ., Waryana
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v35i1.120

Abstract

Anemia merupakan masalah kesehatan untuk semua umur termasuk anak usia sekolah. Dengan melihat besarnya  masalah  dan  prevalensinya,  anemia  menjadi  masalah  kesehatan  yang  serius  dan  perlu penanganan. Tingkat sosial ekonomi seperti pendapatan keluarga, pendidikan ibu dan pengetahuan ibu, mempengaruhi kemampuan keluarga untuk memenuhi kebutuhan gizi nya terutama protein dan zat besi. Tujuan  penelitian  ini  adalah  untuk  mengidentifikasi  faktor  sosial  ekonomi  sebagai  faktor resiko  anemia pada anak sekolah umur 9-13 tahun. Desain studi ini adalah case-control. Kelompok control adalah anak sekolah yang tidak anemia berjumlah 66, sedangkan kelompok kasus ditentukan berdasarkan identifikasi haemoglobin  konsentrasi  menggunakan  metoda   cyanmethemoglobin.  Sosial  ekonomi  keluarga  diambil dengan menggunakan daftar pertanyaan. Data asupan protein dan besi dikumpulkan melalui recall 24 jam. Data diolah dengan menggunakan test chi square untuk mengidentifikasi faktor resiko. Hasil ujia statistik menunjukkan bahwa pengetahuan ibu merupakan faktor resiko terjadinya anemia pada anak sekolah  (OR =  4.14;  95%  CI  1.38  to  12.3),  demikian  juga  pendapatan  keluarga  (OR  =  1.98;  95%  CI  =  0.575  to  6.837).Pendidikan ibu  (OR = 1.42; 95% CI = 0.434 to 4.682),  asupan  protein (OR = 1.24; 95% CI = 0.408 -  3.798), dan zat besi  (OR = 3.9; 95% CI = 0.457 to 34.54)  bukan merupakan  factors  resiko terjadinya  anemia  pada anak  anak  sekolah  dasar.  Dapat  disimpulkan  bahwa  pengetahuan  ibu  yang  rendah  adalah  merupakan faktor resiko terjadinya    anemia  pada anak sekolah dasar.  Pendapatan keluarga, pendidikan ibu, asupan protein, dam asupan zat besi adalah bukan merupakan faktor resiko pada anak sekolah dasar.Kata kunci: anemia, sosio ekonomi, asupan, protein, zat besi, anak sekolah dasar
HUBUNGAN PROGRAM KELOMPOK PENDUKUNG IBU TERHADAP PENGETAHUAN DAN PRAKTIK PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF Susilo, Joko; Kurdanti, Weni; Siswati, Tri
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36457/gizindo.v35i1.121

Abstract

Praktek pemberian ASI di Indonesia masih buruk, masyarakat masih sering beranggapan bahwa menyusui hanya  urusan  ibu  dan  bayinya.  Kelompok  Pendukung  (KP)  Ibu  dilakukan  untuk  meningkatkan pengetahuan tentang ASI Eksklusif dan praktek pemberian ASI  Eksklusif, serta memungkinkan petugas kesehatan  untuk  melakukan  pendampingan  teknis  yang  akhirnya  akan  meningkatkan  cakupan  ASI Eksklusif.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas program Kelompok Pendukung (KP) Ibuterhadap  perilaku  pemberian  ASI  Eksklusif.  Penelitian  ini  merupakan  penelitian  observas ional  dengan rancangan  Kohort  yang  dilaksanakan  pada  bulan  Juli  s.d. Desember  2011  di  wilayah  kerja  Puskesmas Kasihan  II  Kabupaten  Bantul.  Sampel   ditentukan  dengan  cara  purposive  sampling,  dengan  ketentuan bayi  usia  3-4  bulan,  masih  memberikan  ASI  saja,  tinggal  di  wilayah  kerja  Puskesmas  Kasihan  II  dan bersedia mengikuti penelitian. Kriteria eksklusinya adalah ibu dengan penyakit kronis yang mengganggu pemberian ASI  eksklusif  dan menyusui lebih dari 1 bayi (bayi kembar). Jumlah tiap-tiap kelompok subyek(KP-Ibu dan Non KP-Ibu) adalah 35 orang, dengan melakukan  matching untuk umur. Penempatan kedalam kelompok  KP  dan  Non  KP  dilakukan  secara  acak.  Data  dianalisis  dengan  t  test  dan  chi  square.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat  hubungan  yang nyata  perlakuan KP Ibu terhadap pengetahuan tentang ASI untuk responden yang berpendidikan rendah, tidak bekerja (sebagai ibu rumah tangga), dan yang mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini  (IMD). Sebaliknya untuk responden yang berpendidikan tinggi, bekerja, dan tidak mendapat Inisiasi menyusu  dini, hubungan  ini tidak nyata.  Kesimpulannya, kelompok pendukung  ibu  untuk  mensukseskan  pemberian  ASI  eksklusif  (praktek  menyusu)  sangat  bermanfaat dalam  meningkatkan  pengetahuan  ibu  tentang  ASI  pada  responden  yang  berpendidikan  rendah,  tidak bekerja (sebagai ibu rumah tangga saja), dan yang mendapatkan Inisiasi Menyusu Dini. Kata kunci: KP-Ibu, pengetahuan ASI, praktek ASI eksklusif
STATUS IODIUM DI INDONESIA SAAT INI: PERLUNYA PENAJAMAN SASARAN Budiman, Basuki
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (431.664 KB)

Abstract

Konsekuensi defisiensi iodium selama kehamilan terhadap gangguan neuropsikologi pada bayi yang dilahirkan telah banyak dipublikasikan dan telah diterima oleh sebagian besar masyarakat ilmiah.Pemerintah Indonesia mempunyai sejarah yang panjang dalam menanggulangi gangguan akibat kekurangan iodium (GAKI). Memanfaatkan teknologi yang berkembang pada saatnya, profilaksi berupa suntikan intra muskuler minyak beriodium dan kapsul minyak beriodium untuk program jangka pendek; dan fortifikasi iodium dalam garam konsumsi untuk program jangka panjang. Upaya tersebut berhasil menurunkan prevalensi gondok yang dihadapi sejak tahun 1980-an hingga saat ini. Namun demikian, efek masalah konsumsi berlebih juga muncul. Di beberapa daerah dilaporkan telah ditemukan penderita hipertiroid. Konsekuensi hipertiroidisme adalah penyakit jatung koroner (PJK), penyakit autoimun dan kanker.Kata kunci: GAKI, garam beriodium, hipertiroidism
HUBUNGAN ANTARA PENDIDIKAN DAN PENGETAHUAN IBU BALITA DENGAN POLA PEMBERIAN MP-ASI PADA ANAK USIA 6-24 BULAN DI KELURAHAN KARANG BARU SELAPARANG, MATARAM, NUSA TENGGARA BARAT ., Taufiqurrahman; Masthalina, Herta; Wulandari, Reni Gatri
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.388 KB)

Abstract

Pemberian MP-ASI yang tidak tepat waktu dan type nya akan beresiko meningkatkan kematian pada balita. Tujuan dari studi ini adalah mengetahui hubungan antara pendidikan dan pengetahuan ibu balita tentang MP-ASI  dengan  pola  pemberian  MP-ASI  pada  anak  usia  6-24  bulan.  Jenis  penelitian  ini  adalah  crosssectional dengan subyek anak usia 6-24 bulan sebanyak 144 orang di Kelurahan Karang Baru, Kecamatan Selaparang,  Kota  Mataram.  Data  yang  dikumpulkan  meliputi  karakteristik  sampel  dan  karakteristik  ibu balita meliputi umur, pendidikan, dan pekerjaan, serta pengetahuan ibu tentang pola pemberian MP-ASI. Penilaian  pola  pemberian  MP-ASI  berdasarkan  3  indikator  yaitu  pertama  kali  memberikan,  jenis  dan frekuensi  pemberian  MP-ASI.  Data  diolah  menggunakan  analisis  bivariat  dengan  uji  chi  square.  Hasil menunjukkan bahwa Ibu balita sebagian besar berumur 20-35 tahun (83,3%) dengan pendidikan sekolah dasar (48,6%). Sebagian besar ibu tidak bekerja (74,3%), dengan tingkat pengetahuan ibu balita sebagian besar berkategori sedang (69,4%). Pola pemberian MP-ASI berdasarkan waktu pertama pemberian MP-ASI sebagian  besar  (56,9%)  tidak  sesuai  karena  pemberian  MP-ASI  yang  terlalu  dini,  namun  jika  dilihat berdasarkan jenis pemberian MP-ASI, persentase yang tidak sesuai banyak ditemukan pada usia 6-8 bulan (63,6%) dan persentase yang sesuai banyak ditemukan pada bayi usia 12 -24 bulan (70,4%), sedangkan dari  indikator  frekuensi  pemberian  MP-ASI,  pada  usia  12-24  bulan  100%  balita  tidak  mendapat  MP-ASI yang sesuai anjuran (3-5 kali/hari). Berdasarkan tiga indikator tersebut sebagian besar tidak sesuai pola pemberian  MP-ASI  (54,9%).  Analisis  bivariat  menunjukkan  ada  hubungan  yang  signifikan  antara pendidikan dengan pola pemberian MP-ASI (p<0,000), demikian juga pada variabel pengetahuan ibu balita (p<0.000). Kata kunci: pendidikan ibu, pengetahuan ibu, dan pola pemberian MP-ASI
PENGARUH SUPLEMENTASI KARBOHIDRAT, LEMAK, DAN PROTEIN TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DAN ASAM LAKTAT PADA ATLET PENCAK SILAT Sudargo, Toto; Afidah, Rieska; Freitag, Harry; Amalia, Riantina Rizky; Triatanti, Resti Kurnia; Saraswati, Dian; ., Qomarudin
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.599 KB)

Abstract

Karbohidrat dianggap memainkan peran utama sebagai sumber energi selama latihan karena fungsinya adalah  sebagai  sumber  energi  utama.  Potensi  lain  sebagai  sumber  energi  adalah  Medium  Chain  of Tryglicerides  (MCT).  Branch  Chain  Amino  Acid  (BCAA)  adalah  sekelompok  asam  amino  yang  dapat merangsang pembentukan protein, membantu pembentukan glikogen kembali, mencegah kelelahan, dan mempertahankan  fungsi  metabolisme  aerobik.  Tujuan  dari  penelitian  ini  adalah  untuk  mengetahui pengaruh  suplementasi  karbohidrat  (CHO),  lemak  (MCT),  dan  protein  (BCAA)  terhadap  ketersediaan cadangan  energi  dan  kemampuan  pemulihan  saat  latihan.  Penelitian  ini  termasuk  eksperimen  dengan randomized double blind controlled trial with placebo. Subjek penelitian ini adalah 6 orang atlet pencak silat  UNY  laki-laki    yang  berpartisipasi  dalam  Puslatda  PON  Yogyakarta.  Independent  sample  t  testdigunakan  untuk  melihat  perbedaan  antara  masing-masing  kelompok  suplementasi  dengan  plasebo, sedangkan  ANOVA  digunakan  untuk  melihat  perbedaan  kadar  glukosa  dan  laktat  darah  antara  semua kelompok perlakuan.  Hasil menunjukkan bahawa kadar glukosa darah pada kelompok suplementasi MCT + CHO  +BCAA, memiliki hasil  yang signifikan (p <0,05)  dibandingkan dengan plasebo, dan kadar laktat dalam waktu 3 menit latihan dalam kelompok ditambah  CHO + MCT telah menurun secara signifikan (p < 0,05). Tidak ada perbedaan yang signifikan antara kelompok perlakuan, baik kadar glukosa dalam darah (p =  0,098)  dan  kadar  laktat  darah  (p  =  0,273  dan p  =  0,972).  Dapat  disimpulan  bahwa  terdapat  perbedaan kadar  glukosa  dan  laktat  darah  yang  signifikan  antara  kelompok  atlet  yang  diberi  suplementasi  MCT  + CHO  +  BCAA  dibandingkan  dengan  plasebo.  Tidak  ada  perbedaan  yang  signifikan  antara  kelompok perlakuan, baik kadar glukosa darah dan kadar laktat darah.Kata kunci: karbohidrat ,lemak, protein suplementation, laktat darah, glukosa darah
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEGEMUKAN PADA ANAK BALITA 24-59 BULAN DI INDONESIA TAHUN 2010 (Analisis lanjut Riskesdas 2010) Kusumaningrum, Farida; Sudikno, Sudikno
GIZI INDONESIA Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012
Publisher : PERSATUAN AHLI GIZI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.769 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kegemukan pada anak usia 24–59 bulan di Indonesia tahun 2010. Variabel penelitian meliputi: karakteristik anak, asupan energi dan zat gizi, karakteristik ibu, dan karakteristik keluarga. Disain penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan menggunakan data sekunder Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2010. Populasi penelitian ini adalah seluruh anggota rumah tangga yang berumur 24-59 bulan di 33 provinsi di Indonesia, sedangkan sampel adalah anggota rumah tangga yang berumur 24–59 bulan terpilih yang berjumlah 9.576 anak. Hasil penelitian menunjukkan prevalensi kegemukan pada anak usia 24–59 bulan sebesar 12,9 persen. Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan yang bermakna antara asupan protein, tingkat pendidikan ibu, status pekerjaan ibu, jumlah anggota keluarga, dan wilayah tempat tinggal dengan kegemukan pada anak usia 24–59 bulan (p<0,05). Namun, tidak mendapatkan hubungan yang bermakna antara umur, jenis kelamin, berat lahir, asupan energi, asupan lemak, asupan karbohidrat, asupan serat, status gizi ibu, dan jumlah balita dengan kegemukan pada anak usia 24–59 bulan.ABSTRACTFACTORS ASSOCIATED TO OBESITY AMONG UNDERFIVE CHILDREN AGED 24-59 MONTHSIN INDONESIAN, 2010(Advance Analysis of 2010 Riskesdas Data) The objective of the study is to determine factors associated to obesity in children aged 24-59 months in Indonesia in 2010. The variables of study include: child characteristics, energy and nutrient intakes, characteristics of mother, and family characteristics. This is a cross-sectional study using secondary data of Riskesdas 2010. The study population was all household members aged 24-59 months in 33 provinces, while the sample was selected members of the household aged 24-59 months. The total samples were 9,576 children. The results showed that the prevalence of obesity among children was 12.9 percent. Statistical analysis showed that there was no significant association between protein intake, mother’s education level, mother’s employment status, number of family members, and residences of the children with obesity. However, there was no significant relationship between age, sex, birth weight, energy, fat, carbohydrate and fiber intakes, nutritional status of mothers, and number of children with obesity. Keywords: risk factors, obesity, children aged 24-59 months

Page 1 of 2 | Total Record : 16


Filter by Year

2012 2012


Filter By Issues
All Issue Vol 46 No 2 (2023): September 2023 Vol 46, No 1 (2023): Maret 2023 Vol 45, No 2 (2022): September 2022 Vol 45, No 1 (2022): Maret 2022 Vol 44, No 2 (2021): September 2021 Vol 44, No 1 (2021): Maret 2021 Vol 43, No 2 (2020): September 2020 Vol 43, No 1 (2020): Maret 2020 Vol 42, No 2 (2019): September 2019 Vol 42, No 1 (2019): Maret 2019 Vol 41, No 2 (2018): September 2018 Vol 41, No 2 (2018): September 2018 Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 41, No 1 (2018): Maret 2018 Vol 40, No 2 (2017): September 2017 Vol 40, No 2 (2017): September 2017 Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 40, No 1 (2017): Maret 2017 Vol 39, No 2 (2016): September 2016 Vol 39, No 2 (2016): September 2016 Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 39, No 1 (2016): Maret 2016 Vol 38, No 2 (2015): September 2015 Vol 38, No 2 (2015): September 2015 Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 38, No 1 (2015): Maret 2015 Vol 37, No 2 (2014): September 2014 Vol 37, No 2 (2014): September 2014 Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 37, No 1 (2014): Maret 2014 Vol 36, No 2 (2013): September 2013 Vol 36, No 2 (2013): September 2013 Vol 36, No 1 (2013): Maret 2013 Vol 35, No 2 (2012): September 2012 Vol 35, No 2 (2012): September 2012 Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 35, No 1 (2012): Maret 2012 Vol 34, No 2 (2011): September 2011 Vol 34, No 2 (2011): September 2011 Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 34, No 1 (2011): Maret 2011 Vol 33, No 2 (2010): September 2010 Vol 33, No 2 (2010): September 2010 Vol 33, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 33, No 1 (2010): Maret 2010 Vol 32, No 2 (2009): September 2009 Vol 32, No 2 (2009): September 2009 Vol 32, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 32, No 1 (2009): Maret 2009 Vol 31, No 2 (2008): September 2008 Vol 31, No 2 (2008): September 2008 Vol 31, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 31, No 1 (2008): Maret 2008 Vol 30, No 2 (2007): September 2007 Vol 30, No 2 (2007): September 2007 Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 30, No 1 (2007): Maret 2007 Vol 29, No 2 (2006): September 2006 Vol 29, No 2 (2006): September 2006 Vol 29, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 29, No 1 (2006): Maret 2006 Vol 28, No 2 (2005): September 2005 Vol 28, No 2 (2005): September 2005 Vol 28, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 28, No 1 (2005): Maret 2005 Vol 27, No 2 (2004): September 2004 Vol 27, No 2 (2004): September 2004 More Issue