cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Intimasi Pelatih-Atlet dan Kecemasan Bertanding Pada Atlet Bola Voli Putri Sabilla, Jenny Indra; Jannah, Miftakhul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coaches can recognize their athletes deeply by building intimacy. Intimacy leads to the disclosure of personal matters to other people. Athletes who have intimacy with their coaches will talk openly about themselves. By intimacy, coaches can appropriately provide load tasks according to the abilities of athletes and give assistances to the athletes during competition. This research  aims to determine the correlation of anxiety to competition and intimacy of coach-athlete in volley ball athletes. This was a correlation quantitative methods with parametric data. 60 volley ball student  club athletesin Universitas Negeri Surabaya (Unesa)were involved in this study. Two instruments used were anxiety to competition and coach-athlete intimacy scales. Data were analyzed using Pearson’s product moment correlation. The results shows the signivicant value (p) of 0.000 (p < 0,05) which means the hypothesis of this study is accepted: there is significant correlation between athlete-coach intimacy and  athletes’ anxiety to competition. The result also shows the correlation coefficient of -0,661 which indicates that the correlation is negative. It can be concluded from this result that athletes who have high coach-athlete intimacy will feel less anxious to competition.Abstrak: Intimasi mengarah pada keterbukaan pribadi dengan orang lain, pelatih dapat mengenal atlet lebih dalam dan pelatih bisa dengan tepat memberikan beban tugas yang sesuai dengan kemampuan atletnya. Adanya intimasi dengan pelatih, membantu atlet menurunkan kecemasan bertanding. Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara kecemasan bertanding dan intimasi pelatih-atlet pada atlet bola voli dengan menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek penelitian adalah 60 orang mahasiswa UKM bolavoli Unesa. Instrumen yang digunakan adalah skala kecemasan bertanding dan skala intimasi pelatih-atlet. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasi pearson product moment. Hasil penelitian data menunjukkan nilai koefisien korelasi sebesar -0,661. Atlet yang memiliki intimasi pelatih-atlet akan merasa mendapat dukungan dari pelatihnya sehingga atlet merasa memiliki persepsi diri positif dan merasa nyaman.
Cover muka-tim editor-daftar isi-petunjuk penulisan naskah JPTT, admin
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DAN KEPERCAYAAN DIRI DENGAN KEMAMPUAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL PADA REMAJA PUTUS SEKOLAH Puspitasari, Rahmah Putri; Laksmiwati, Hermien
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was correlational study. Subjects of this study were Elementary School, Junior High School and Senior High School dropouts in Keling village, Kediri whose ages ranged from 18-22 years. The number of  population of this study were 137 dropouts from which  22 dropouts were recruited as the sample. Data collected using questionnaires and analysed using multiple regression analysis. The result showed that there is no significant correlation between self-concept, self confidence, and interpersonal communication ability among the participants with rxy= 2.944. The power of the relation between self-concept, self-confidence and interpersonal communication ability was 23.7% which means that there will be 76.3% contribution of other variables to influence the interpersonal communication ability which have not been observed in this study.Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Subjek penelitian adalah remaja putus sekolah tingkat SD, SMP maupun SMA di desa Keling, Kediri yang berusia 18-22 tahun dan belum menikah. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 137 remaja putus sekolah dan sampelnya 22 remaja putus sekolah. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Metode analisis data yang digunakan adalah Analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan konsep diri dan kemampuan komunikasi interpersonal, kepercayaan diri dan kemampuan interpersonal, serta konsep diri dan kepercayaan diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal pada remaja putus sekolah di desa Keling, Kediri dengan rxy= 2,944. Kekuatan hubungan konsep diri dan kepercayaan diri dengan kemampuan komunikasi interpersonal sebesar 23,7% yang berarti ada variabel lain yang tidak diamati dalam penelitan ini sebesar 76,3% yang mempengaruhi kemampuan komunikasi interpersonal.
Equalizing Quality: The Challenge of Globalization Savira, Siti Ina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This essay is aimed to discuss one contemporary issue in relation to Indonesia. The issue being raised here is globalization and its effect on how Indonesia perceived itself as a nation. This paper will argue my position in viewing globalization as a force that seems to manifest in a blind movement that rapidly change our way of life at the cost of social justice. One example I emphasize on my paper is the impact in educational paradigm, which can be seen from some educational discourses.
“BERBAUR TAPI TIDAK LEBUR”: MEMBENTUK DAN MEMPERTAHANKAN IDENTITAS RELIGIUS PADA MAHASISWAAKTIVIS DAKWAH KAMPUS (“Mixing but not melting”: Forming and Maintaining Religious Identity among Islamic Activists on Campus) Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aimed at revealing how religious identity is formed and maintained among Islamic student activists in higher education. The implications of the religious identity on their social relations to other students and larger society were also discussed. A qualitative approach with a phenomenological method was employed. Four participants were recruited based on their long engagements in Dawa movements in campus and significant roles they played in the movement. Data were collected through semi-structured interviews. The results show three dominant themes, namely motivation to join the Dawa movement, the process of religious identity formation, and strategies to maintain the identity. In general, this study concluded that the initial factors that encourage the participants involvements in Dawa movement in higher education is the desire to feel an emotional bond of kinship based on religious values. After joining the movement, most participants developed their self-perception as a minority with all its consequences. Furthermore, the need to recruit as many common Muslim students as possible for joining in their minority community raise the tension between maintaining their exclusive identity or answering the requirement of making relations inclusively in order their religious messages to be received by wider students.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana identitas religius aktivis dakwah kampus terbentuk, strategi untuk mempertahankan identitas tersebut, dan apa implikasinya dalam interaksi sosial aktivis dakwah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian ditentukan secara purposif dengan mempertimbangkan lama keterlibatan dan peran yang dimainkan dalam gerakan dakwah kampus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur. Hasil penelitian ini menunjukkan tiga tema dominan, yaitu motivasi bergabung dalam gerakan dakwah, pembentukan identitas aktivis dakwah, dan strategi mempertahankan identitas. Secara umum penelitian ini menyimpulkan bahwa faktor awal yang mendorong keterlibatan partisipan dalam gerakan dakwah adalah keinginan untuk merasakan ikatan emosional kekeluargaan yang dipersepsi sebagai tanpa pamrih karena berlandaskan nilai religius. Stelah menjadi anggota komunitas dakwah, para partisipan mengembangkan persepsi diri mereka sebagai minoritas dengan segala konsekuensinya. Selanjutnya, motivasi untuk mengajak sebanyak mungkin mahasiswa lain untuk bergabung dalam komunitas minoritas tersebut membuat  para aktivis dakwah berada dalam ketegangan antara tetap menjaga identitas eksklusif dengan tuntunan untuk bergaul luas secara inklusif agar pesan dakwah bisa diterima.
Penggunaan Kata “Jancuk” Sebagai Ekspresi Budaya dalam Perilaku Komunikasi Arek di Kampung Kota Surabaya Sriyanto, Sugeng; Fauzie, Akhmad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The term “jancuk” is part of the dialect of Surabaya people. For Surabaya people known as “Arek Suroboyo” who lives in the neighborhood of kampung kota (the urban village), “jancuk” is the most common word that is used as an expressive language in daily life. However for some people, the word “jancuk” has a negative connotation. This ethnographic study explore how “jancuk” is used and understood by people living in kampung Surabaya who use it as daily communication. Data collected using in-depth interviews and analyzed using three stages of analysis technique suggested by Miles and Huberman: reduction, display, and verification. The result shows that the use of “jancuk” is the common expression in communication which is used because the influence of the social character and the strong internalization of “Arek” culture. “Arek” culture is characterized by its spontaneous, open, and egalitarian values. The use of “jancuk” emphasizes the form of interaction or pragmatic language functions rather than its semantic meaning. In general, the word “jancuk” is used by people who live in urban villages in Surabaya to express their emotion both positive and negative sides. While “jancuk” can be used to express anger, most participants used in friendship circle. People who use the word tend to be viewed as friendly and sociable.Abstrak: Bagi Arek Suroboyo yang tinggal di lingkungan kampung, kata “jancuk” digunakan sebagai sebagai bentuk ekspresi dalam kehidupan sehari-hari. Peneltian etnografi ini bertujuan untuk mengungkap bagaimana kata “jancuk” dimaknai oleh orang-orang yang menggunakannnya yang tinggal di kampung Surabaya. Data dikumpulkan melalui wawancara secara mendalam dan dianalisis menggunakan teknik reduksi, display, dan verifikasi yang disarankan Miles and Huberman. Hasil analisis menunjukkan  penggunaan kata jancuk dalam perilaku komunikasi merupakan ekspresi yang dipengaruhi oleh karakter dan kuatnya internalisasi budaya “Arek”. Budaya “Arek” ditandai oleh spontanitas, keterbukaan, dan egalitarianisme. Penggunaan kata jancuk lebih menekankan pada bentuk fungsi interaksi atau prakmatik bahasa dari pada makna semantiknya. Kata ini sering diucapkan oleh orang kampung Surabaya untuk mengekspresikan emosi positif maupun negatif. Menjadi negatif ketika kata ini digunakan sebagai ekspresi kemarahan yang ditujukan pada orang lain. Pada sisi positif dalam sebuah interaksi persahabatan, orang yang menggunakan kata ini  dianggap  memiliki karakteristik sebagai orang yang ramah dan suka bergaul.  
MAKNA KEBAHAGIAAN BAGI PENDERITA HIV-AIDS Fauzie, Akhmad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mennyelediki tentang bagaimana pemaknaan kebahagiaan pada penderita HIV, faktor-faktor apa sajakah yang mempengaruhi kebahagiaan penderita HIV, serta bagaimana proses pemaknaan kebahagiaan terjadi pada penderita HIV. Pendekatan penelitian menggunakan kualitatif, model interpretif. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara mendalam. Analisis data menggunakan Model Patton. Berdasar analis data diperoleh simpulan makna kebahagiaan penderita HIV tidak dapat dilepaskan dari dinamika emosi yang dirasakan penderita HIV. Ada empat faktor yang mempengaruhi makna kebahagiaan penderita HIV dalam penelitian ini, yaitu: social support; coping strategies; kepribadian dan pemaknaan hidup.
HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI DAN BUDAYA ORGANISASI DENGAN ORGANIZATIONAL CITIZENSHIP BEHAVIOR (OCB) PADA KARYAWAN PT. PERTAMINA UPMS V SURABAYA Putrie, Faradisah; Nursalim, Mochammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to examine the correlation between perception of organizational support, culture of organization, and support of organizational citizenship behavior (OCB) . Subjects were employees who are working at PT. Pertamina UPMS V Surabaya. The sample consists of 28 employees. Data collected using questionnaires and analysed using multiple linear regression analysis. The result showed that rxy= 0,411 which means that there is no significant relationship between perception of organizational support, culture of organization, and support of organizational citizenship behavior among participants. It can be assumed from the result that the higher perception of organizational support and organizational culture does not correlate to higher organizational citizenship behavior.Abstrak: Penelitian ini merupakan penelitian korelasional untuk menguji hubungan antara antara persepsi dukungan organisasi dan budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior (OCB)  . Subjek penelitian adalah karyawan yang sedang bekerja di PT Pertamina UPMS V Surabaya. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 karyawan dan sampelnya 28 karyawan. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan angket. Metode analisis data yang digunakan analisis Regresi Linier Berganda. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada hubungan antara persepsi dukungan organisasi dan budaya organisasi dengan organizational citizenship behavior pada karyawan PT Pertamina UPMS V Surabaya dengan rxy= 0,411. Hal tersebut menunjukkan apabila persepsi dukungan organisasi dan budaya organisasi tinggi, maka tidak berarti organizational citizenship behavior tinggi pula.
Perbedaan Perilaku Konsumtif Ditinjau dari Tipe Kepribadian Pada Siswa Sekolah Menengah Atas Widyaningrum, Sandra; Puspitadewi, Ni Wayan Sukmawati
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

 The purpose of this research is to study the differences of consumptive behavior tendences between introvert and ekstrovert personality types among students. This research used quantitative method, involved 174 subjects from Senior high School students SMA Negeri 2 Surabaya Grade XI who were chosen by random sampling. The instruments used for collecting data were scales of consumptive behavior tendencies and personality types. Data analyzed by Independent Sample Test (t-test) with error level of 5%. The result of analysis showed a significance value of consumptive behavior tendencies and the  personality types is  0.049 (p<0.05), means there is a difference tendency of the consumptive behavior in terms of introvert and ekstrovert personality types among participants. This study also showed differences in the average (mean) value of the variable consumptive behavior tendencies of students who have extrovert personality at 102.63 and the student who have introvert personality at 97.91. This indicated that the tendencies of consumptive behavior on students who have extrovert personality is higher than the students who have introvert  personality.Abstrak: Tujuan penelitian ini adalah  untuk menguji perbedaan kecenderungan perilaku konsumtif antara tipe kepribadian introvert dan ekstrovert pada siswa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan sampel sebanyak 174 siswa yang berada di kelas XI SMA Negeri 2 Surabaya, yang dipilih berdasarkan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah skala kecenderungan perilaku konsumtif dan skala tipe kepribadian. Analisis data yang dalam penelitian ini adalah uji Independent Sample Test (uji-t) dengan tingkat kesalahan 5%. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikasi variabel kecenderungan perilaku konsumtif  dengan tipe kepribadian sebesar 0,049 (p<0,05), yang berarti terdapat perbedaan kecenderungan perilaku konsumtif ditinjau dari tipe kepribadian introvert dan ekstrovert. Penelitian ini juga menunjukkan adanya perbedaan nilai rata-rata pada variabel kecenderungan perilaku konsumtif siswa yang bertipe kepribadian ekstrovert sebesar 102,63 dan pada siswa yang bertipe kepribadian introvert sebesar 97,91. Hal ini menunjukkan bahwa kecenderungan perilaku konsumtif pada siswa yang memiliki tipe kepribadian ekstrovert lebih tinggi daripada siswa yang memiliki tipe kepribadian introvert.  
Pengalaman Interaksi dan Penyesuaian Sosial Waria: Studi Kasus Waria Yang Tinggal di Gang ’X’ Surabaya Putri, Renyta Ayu; Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study was to understand the experience of social interaction and adjustment among transvestites who live in Gang ‘X’ Surabaya. This qualitative study was a case study. The participants were five transvestites selected using purposive  and snowball sampling. Data collected using semi-structured interviews and analyzed using thematic analysis. The result shows four themes namely the perception of social acceptance, the experiences of direct interaction, social adjustment of transvestites and the ways the participants use to overcome problem and difficulties in interaction. In  general, the transvestites experience both positive and negative reaction from their neighbors. They also participate actively in direct social interaction and give some contribution. However, they still experience some psychological discomfort that requires them to solve. The participants use emotional focused and problem focused coping to solve the problems.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman interaksi dan penyesuaian sosial waria di Pacarkembang Gang X Surabaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Lima waria dipilih sebagai partisipan menggunakan purposive dan snowball sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan wawancara semi-terstruktur dan observasi semi-partisipan dan dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan empat tema yaitu persepsi penerimaan sosial, pengalaman interaksi secara langsung, penyesuaian sosial waria dan strategi mengatasi masalah dan kesulitan berinteraksi. Secara umum, waria mendapatkan reaksi secara positif maupun negatif dari warga sekitar. Mereka juga berpartisipasi aktif dalam interaksi sosial secara langsung dan memberikan kontribusi dalam kegiatan tertentu di kampunya. Namun, mereka masih mengalami beberapa permasalahan yang mengharuskan mereka untuk mengatasinya.Para partisipan menggunakan strategi berfokus pada emosi dan berfokus pada problem dalam rangka mengatasi kesulitan dari lingkungannya.

Page 5 of 54 | Total Record : 531


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue