cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 531 Documents
Perbedaan Resiliensi Pada Tuna Daksa Ditinjau Dari Perbedaan Usia Qomariyah, Nurul; Nurwidawati, Desi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This research was purposed to examine the differences in the resilience of people with physical impairment in term of age differences. A quantitative method used in this research. The subjects for this research were 75 people with disability who are the members of Motorcycle Indonesia motor club in the area of Surabaya and Sidoarjo, East Java, Indonesia. Data were collected using a resilience questionnaire and analyzed using mann whitney test. The result shows the significant value of 0,021 (p<0,05). This means there is a significant differences in the resilience of people with physical impairment in term of age differences. The highest resilience is shown among middle adulthood participants. It can be concluded from the result that the hypothesis of this study is accepted that “there is differences resilience among people with physical impairment in term of their age differences.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan resiliensi pada tuna daksa ditinjau dari perbedaan usia. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah 75 orang anggota klub motor Disable Motorcycle Indonesia yang berada di wilayah Surabaya dan Sidoarjo. Data diperoleh dengan menggunakan skala resiliensi. Penelitian ini menggunakan analisis data uji mann whitney. Hasil uji perbedaan yang dilakukan dengan menggunakan teknik mann whitney  menunjukkan  nilai signifikansi p<0,05 yakni sebesar 0,021. Artinya terdapat perbedaan resiliensi pada tuna daksa ditinjau dari perbedaan usia. Resiliensi yang lebih tinggi pada penelitian ini ditunjukkan pada usia dewasa madya. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa hipotesis “perbedaan resiliensi pada tuna daksa ditinjau dari perbedaan usia” diterima.
MERANCANG PROSEDUR SELEKSI KARYAWAN PERUSAHAAN KONSULTAN TEKOLOGI INFORMASI Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article is focusing on Human Resources problems at PT. IF.  Company’s human resource seems hard to achieve their personal targets. Besides that, the amount of company’s employee is not enough to support company in achieving its sales target. For this reason, PT. IF needs to have a specific form in selection process in order to have good human resources. The results are 1). Human resources problem can be  fixed by making the right form of selection process; 2). The Selection Process is consist of psychological aspects and criteria quotition, predictor and interview guide quotition, and the selection stages which include curiculum vitae selection, psychological evaluation, dan interviews; 3). PT. IF  needs to have preparation and planning before conduct a selection processes, getting updated information can be good example. There are few problems that writer had found during the making of this research, the problems is in the time arrangement between writer and the job holder. 
EFEKTIVITAS PENERAPAN TERAPI PERMAINAN SOSIALISASI UNTUK MENURUNKAN PERILAKU IMPULSIF PADA ANAK DENGAN ATTENTION DEFICIT HYPERACTIVE DISORDER (ADHD) Erinta, Deyla; Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to examine the effectiveness of socialization play therapy to reducing impulsive behavior in children. The research subjects are kinder garten students in SLB N Gedangan Sidoarjo. This study used a quantitative method along with Quasi experiment design with the type of Time Series Design. Purposive sampling techniques was used to collect the research  subjects that has the characteristics of subjects with ADHD. Data collection method used Rating scale of impulsive behavior children with ADHD and using Wilcoxon signed rank test. The result of data  analysis obtained P-value or sig at 0,043 with α = 0,05. It means that H0 is rejected and this the H1 accepted. It can be concluded that the application of socialization play therapy is effective to reduce impulsive behavior in children with ADHD on SLB N Gedangan Sidoarjo.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji seberapa efektif terapi permainan sosialisasi dalam menurunkan perilaku impulsif pada anak ADHD. Subjek penelitian adalah siswa TK di SLB N Gedangan, Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain Quasi Eksperiment dengan jenis Time Series Design. Pengambilan subjek penelitian menggunakan teknik purposive sampling yakni subjek yang memiliki karakteristik subjek yang mengalami ADHD. Pengumpulan data menggunakan rating scale perilaku impulsif pada anak ADHD dan menggunakan Wilcoxon sign rank test. Hasil analisis data diperoleh nilai P - value atau sig sebesar 0,043 dengan taraf α = 0,05. Artinya H0 ditolak dan hal ini menunjukkan bahwa H1 diterima. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan terapi permainan sosialisasi efektif untuk menurunkan perilaku impulsif pada anak ADHD di SLB N Gedangan, Sidoarjo.           
Psychological Well Being dan Motivasi Kerja Pada Pegawai Dinas Pendidikan Laksmi, Kinanthi Kawuryaning; Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research was to examine the relationship between psychological well being and working motivation of employees. The method used in this study was a quantitative correlational design. The subjects of this study were 64 employees of bureau of education level III at “X” city, which were selected by using population sampling technique. Data of psychological well-being and working motivation were obtained by using Likert scales. The technique of data analysis in this study was Pearson’s product moment. The result of this study shows that the coefficient correlation is 0.788 in the Significant level of 0.000. The result means that the hypothesis is accepted, that there is positive correlation between psychological well-being and working motivation. The result also indicates that 78.8% of working motivation influenced by psychological well-being and the rest of it 21.2% influenced by other variables that were not measured in this study.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan psychological well- being dengan motivasi kerja pegawai. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif korelasional. Subjek dalam penelitian ini ialah 64 pegawai golongan III di Dinas Pendidikan Kota X yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling populasi. Data dikumpulkan menggunakan skala likert berupa skala psycgological well-being dan skala motivasi kerja. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah uji analisis korelasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa psychological well-being memiliki hubungan yang signifikan dengan motivasi kerja dengan arah hubungan yang positif, dapat dilihat dari signifikansi sebesar 0,000 dan yang artinya sebesar 78,8% pada motivasi kerja dipengaruhi oleh psychological well-being dan sisanya sebesar 21,2% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.
Perubahan Diri Narapidana Pembunuhan Berencana Hikmah, Muthia Noor; Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study was aimed to explain the self-concept of a prisoner who jailed for premeditated murder and factors that  influence self changes. A qualitative approach with a case study method was used. One participant and three significant others were involved in this study. Data were collected using semi-structured interviews and analysed using Thematic Analysis (TA). The result of this study indicates that there is a change of participant’s self-concept as the impacts of his murder act and his imprisonment. Before the murder case, the participant experienced some degrees of incongruence between actual and ideal self. After the murder case and his life in prison, the participant’s self incongruence tends to decrease. There are  several  factors that influence the participant’s self-congruence, namely: social supports they received both psychologically and materially from relatives and  friends, the ability to learn from his past experience, having self-acceptance and gratitude shown by  accepting the punishment and sentence in the prison, and good adjustment during his life in prison. Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana gambaran konsep diri dan faktor apa saja yang dapat mempengaruhi perubahan diri pada seorang narapidana kasus pembunuhan berencana. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Analisis Tematik. Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat perbedaan konsep diri pada subjek antara sebelum dan setelah melakukan pembunuhan. Hal ini mengindikasikan adanya perubahan konsep diri. Sebelum melakukan pembunuhan, subjek memiliki kecenderungan inkongruensi yang lebar antara diri yang diidealkan (ideal self) dan diri nyata (actual self). Namun, setelah melakukan pembunuhan justru konsep diri subjek cenderung mendekati kongruensi karena tindakan pembunuhan yang telah dilakukan berhasil mengurangi diskrepansi antara diri ideal dan diri nyata. Selain itu, hasil penelitian ini menunjukkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi perunahan konsep diri subjek, yaitu adanya dukungan yang diterima secara psikologis dan materiil dari orang-orang terdekat, kemampuan mengambil pelajaran dari pengalaman masa lalu, adanya penerimaan diri, serta kemampuan penyesuaian diri yang baik selama menjalani hukuman di Lembaga Pemasyarakatan.
Pengembangan Kuesioner Peran Suami dalam Mempengaruhi Keputusan Ibu Hamil untuk Mengkonsumsi Tablet Suplementasi Besi di Banjarmasin Setyobudihono, Sudjatmiko; Istiqomah, Ermina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Direct orders of the husband is generally a matter that can not be rejected by a pregnant woman. There are no validated questionnaires based on the understanding of the husbands role in affecting pregnant women. Based on previous research we managed to develop a questionnaire that describes the main themes of concern to pregnant women in order to follow her husband to consume tablets that affect iron supplementation. This study describes the contents of the validation stage for the development of a new questionnaire, which will be the main subject for a subsequent psychometric analysis. The initial questionnaire consisting of 40 items tested the validity of the content to include 10 experts in the fields of nursing, public health and psychology. Using the content validity ratio and content validity index produced 27 items that have a value above 0.78. 5 pregnant women who participate in the program suplemenasi iron tablet consumption included in a cognitive interview session after modifications questionnaire was conducted.Abstrak: Perintah langsung dari suami pada umumnya merupakan hal yang tidak dapat ditolak oleh seorang ibu hamil. Tidak ada kuesioner tervalidasi berdasar pemahaman peran suami dalam mempengaruhi ibu hamil. Berdasarkan penelitian terdahulu kami berhasil mengembangkan kuesioner yang menggambarkan tema utama yang menjadi perhatian ibu hamil dalam mengikuti perintah suami yang mempengaruhinya untuk mengkonsumsi tablet suplementasi besi. Penelitian ini menjabarkan tahapan validasi isi bagi pengembangan kuesioner baru, yang akan menjadi subyek utama bagi sebuah analisis psikometrik selanjutnya. Kuesioner awal yang terdiri dari 40 item yang diuji validitas isi dengan menyertakan 10 orang ahli di bidang keperawatan, kesehatan masyarakat dan psikologi. Menggunakan rasio validitas isi dan indek validitas isi menghasilkan 27 item yang memiliki nilai diatas 0,78. 5 orang ibu hamil yang ikut  program konsumsi tablet suplemenasi besi diikut sertakan dalam sebuah sesi wawancara kognitif setelah modifikasi kuesioner dilakukan.
PENULARAN EMOSI (EMOTIONAL CONTAGION) PADA PASIEN RAWAT-INAP KELAS 3 INSTALASI RAWAT-INAP RUMAH SAKIT HAJI SURABAYA Savira, Siti Ina
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pasien yang dirawat di rumah sakit cenderung berada dalam keadaan emosional yang negatif. Emotional contagion (penularan emosi) adalah suatu kecenderungan untuk secara otomatis menirukan (mimicry) dan menyesuaikan (synchrony) ekspresi wajar, vokal atau suara, postur tubuh, dan gerakan orang lain, dan konsekuensinya, ikut terpengaruh secara emosional. Akibatnya, pasien-pasien yang berada dalam satu ruangan dapat membaca emosi pasien lain melalui perilaku ekspresif mereka. Penelitian ini menekankan perhatian pada penularan emosi yang terjadi pada pasien-pasien tersebut, yaitu mekanisme, akibat, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus holistik. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan wawancara, observasi, angket, dan arsip. Berdasarkan penelitian ini peneliti menemukan bahwa penularan emosi dapat terjadi melalui tiga cara, yaitu conscious cognitive process, conditioned and unconditioned responses, serta mimicry/feedback.
HUBUNGAN ANTARA ATTACHMENT STYLE DAN SELF-ESTEEM DENGAN KECEMASAN SOSIAL PADA REMAJA Ma’rifah, Noer Lailatul; Budiani, Meita Santi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to examine the relationship between attachment style, self-esteem and social anxiety among adolescence. Attachment style, self-esteem, and social anxiety scales were used to collect data from students of class X in a senior high school in Madiun, East Java. Using purposive sampling technique, 58 students were chosen to participate in this study. Path analysis was employed to examine the relationship between attachment style, self-esteem and social anxiety; attachment style and social anxiety; and self-esteem and social anxiety.The result showed that there are negative correlation between attachment style, self-esteem and social anxiety. Attachment style have both direct and indirect effect to social anxiety while self-esteem only have a direct effect to social anxiety.Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji hubungan antara attachment style dan self-esteem dengan kecemasan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasi. Peneliti menggunakan skala attachment style, self-esteem, dan kecemasan sosial sebagai instrumen untuk mengumpulkan data. Data diambil dari siswa SMA Negeri 1 Dagangan Madiun, yang duduk di kelas X. Peneliti mengukur attachment style, self-esteem dan kecemasan sosial pada 58 siswa yang telah terpilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Dilakukan analisis jalur untuk menguji hubungan antara attachment style dan self-esteem dengan kecemasan sosial, attachment style dengan kecemasan sosial, dan self-esteem dengan kecemasan sosial. Hasilnya menunjukkan bahwa ada hubungan negatif yang signifikan antara attachment style dan self-esteem dengan kecemasan sosial. Attachment style memiliki pengaruh langsung maupun tidak langsung terhadap kecemasan sosial sementara self-esteem hanya memiliki hubungan langsung terhadap kecemasan sosial.
Pengaruh Pelatihan Otogenik Terhadap Penurunan Kecemasan Atlet Bulutangkis Rachmaningdiah, Eva Nur; Jannah, Miftakhul
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to examine the effect of autogenic training on the decrease of anxiety among Badminton athletes. Autogenic training is a training focused on suggesting the athlete’s specific part of body to get its sensations. This study used an experimental method with pretest-posttest control group design. The subject of this study were 12 athletes under 18 years old at Surabaya Hi-Qua Wima Badminton Association. Autogenic training treatment is given only in the experimental group. Data were obtained by using sport anxiety scale, adapted from Amir (2012) and developed from SAS (sport anxiety scale) and analyzed using Gain Score and Wilcoxon Test. The result showed significant score=0.027, (p<0.05) it means, that the autogenic training is able to decrease the anxiety on badminton athletes after autogenic training was given. In addition, the decrease in the anxiety of badminton athletes can be seen from gain score in both groups, the experiment group had an lower value of gain score than control group (34,67<43,33), it means that the autogenic training is able to decrease the anxiety of badminton athletes. The result shows that the hypothesis of this study that “there is the effect of autogenic training on the decrease anxiety badminton athletes” can be accepted. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguji efek dari pelatihan otogenik terhadap penurunan kecemasan atlet. Pelatihan otogenik adalah pelatihan yang dilakukan dengan cara memfokuskan pada area tubuh tertentu dengan memberikan sugesti kepada atlet agar merasakan sensasi dari sugesti tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen dengan pretest-posttest control group design. Subjek penelitian adalah atlet bulutangkis PB. Hi-Qua Wima Surabaya sebanyak 12 orang yang berusia dibawah 18 tahun. Perlakuan berupa pelatihan otogenik diberikan hanya pada kelompok ekperimen. Data diperoleh menggunakan skala kecemasan olahraga yang dikembangkan dari SAS (Sport Anxiety Scale). Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Uji Wilcoxon dan Gain score. Berdasarkan hasil analisis Uji Wilcoxon diperoleh nilai Sig.= 0.027, (p<0.05) hal tersebut berarti ada penurunan kecemasan atlet bulutangkis setelah diberikan pelatihan otogenik. Selain itu, penurunan kecemasan atlet bulutangkis dapat dilihat dari nilai gain score  pada kedua kelompok, nilai gain score pada kelompok eksperimen lebih rendah daripada kelompok kontrol (34,67<43,33), artinya pelatihan otogenik berpengaruh terhadap penurunan kecemasan atlet bulutangkis. Hasil analisis tersebut menunjukkan bahwa hipotesis “ada pengaruh pelatihan otogenik terhadap penurunan kecemasan pada atlet bulutangkis” diterima.
MARTYRDOM AND THE PROCESS OF RADICALISATION AMONG YOUNG MUSLIMS IN INDONESIA: SOCIAL IDENTITY THEORY PERSPECTIVE Syafiq, Muhammad
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Jurusan Psikologi Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabay

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomena of suicide attacks targeting overseas people or properties in Indonesia carried out by Indonesian young Muslim seem to be elusive. Different to Palestinian and Middle Eastern contexts where acute conflicts are taking place, there were no celebrations to martyrdom in Indonesia. Majority of Indonesian Muslims not only reject suicide bombing or martyrdom but also condemn it. Indonesian suicide bombers families, that is not like those of Palestinian martyrs, were not proud of their members deed and will not get pride from their neighbourhood. They will not get financial advantages because of familys member sacrifice as well. So, what are the reasons that make Indonesian  young Muslims chose to die as a martyr? This article aims to explain the process of radicalisation among young Muslims and reveals the causes and backgrounds of young martyrs in Indonesia based on Social Identity Theory (SIT). Findings of many studies on religious motivated violent attacks are used as comparisons.

Page 7 of 54 | Total Record : 531


Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue