cover
Contact Name
Miftakhul Jannah
Contact Email
miftakhuljannah@unesa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jptt@unesa.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Surabaya Lidah Wetan Surabaya 60213 Jawa Timur - Indonesia
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
ISSN : 20871708     EISSN : 25979035     DOI : https://doi.org/10.26740/jptt.v13n1
JPTT: Jurnal Psikologi Teori dan Terapan accepts manuscript research results in the fields of educational psychology, developmental psychology, clinical psychology, social psychology, industrial & organizational psychology, but not limited to: Personality and Learning Learning Interventions Teaching Strategies Education of Children with Special Needs Education of Gifted Children Counselling in Education Development of Children, Adolescents, Adults, and the Elderly Developmental Problems Parenting Strategies Quality of Life Personality Disorder Behaviour Modification Counselling and Psychotherapy Psychosis Disorders Psychological Intervention Social Transformation Social Intervention Employee Engagement Aggressive Behavior Prosocial Behavior Group Conformity Customer Satisfaction Organizational Leadership Organizational Commitment Work Motivation Work Stress
Articles 543 Documents
Locus of Control and Gender Influence on Relapse Avoidance Among Drug-Dependent Adolescents Omisola-Adebisi , Taiye Esther; Adejumo, Adebayo O.; Jamiu, Uthman T.; Fagbenro, Dare A.; Fashola , Timileyin M.
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v16n03.p281-289

Abstract

Background: In Nigeria, few studies have investigated relapse avoidance ability and its antecedents among young adolescents. Objective: This study examined the role of locus of control and the influence of gender on relapse avoidance among adolescents undergoing treatment for substance use at the Federal Neuro-psychiatric Hospital, Yaba, Lagos State, Nigeria. Method: A cross-sectional survey design was employed to purposively select a sample of 344 adolescents (288 males and 56 females) using the adolescent relapse coping questionnaire and the Terry Pettijohn Locus of Control Scale for data collection. Results: Results indicated that Internal locus of control showed a positive effect (β = .17, p < .01), while external locus of control had a stronger influence (β = .25, p < .01) on relapse avoidance, together, they accounted for R²=.11%. No gender differences exist with relapse avoidance t(344) = -1.09 95% CI (-23.06, 6.61), p>.05). Conclusion: The study concluded that adolescents’ sense of control, rather than gender, plays a central role in relapse avoidance. Abstrak Latar Belakang: Di Nigeria, hanya sedikit penelitian yang telah meneliti kemampuan relapse avoidance ability dan faktor-faktor yang memengaruhinya di kalangan remaja muda. Tujuan: Penelitian ini menelaah peran locus of control dan pengaruh gender terhadap kemampuan menghindari kekambuhan pada remaja yang menjalani perawatan penyalahgunaan zat di salah satu rumah sakit, Yaba, Negara Bagian Lagos, Nigeria.Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional survey design dengan teknik purposive sampling untuk memilih sampel sebanyak 344 remaja. Data dikumpulkan menggunakan Adolescent Relapse Coping Questionnaire dan Terry Pettijohn Locus of Control Scale. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa internal locus of control memiliki pengaruh positif (β = .17, p < .01), sedangkan external locus of control memiliki pengaruh yang lebih kuat (β = .25, p < .01) terhadap kemampuan menghindari kekambuhan. Secara bersama-sama, kedua variabel tersebut menjelaskan R² = .11%. Tidak ditemukan perbedaan berdasarkan gender terhadap kemampuan menghindari kekambuhan t(344) = -1.09, 95% CI (-23.06, 6.61), p > .05. Kesimpulan: Sense of control pada remaja lebih berperan dibandingkan faktor gender dalam kemampuan menghindari kekambuhan.
The Relationship between Curiosity and Learning Independence of High School Students in Yogyakarta Fauzan, Parhan; Astuti, Budi; Rachmawati, Indriyana
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p1-8

Abstract

Background: This study investigates the relationship between students’ curiosity and their learning independence. Curiosity, as a form of intrinsic motivation, plays a crucial role in encouraging students to explore, question, and engage more deeply in the learning process. Objective: This research examines how students’ curiosity contributes to the development of their learning independence. The research was conducted on 142 grade XI students from a public high school in Yogyakarta using a quantitative correlational approach. Data were collected through validated and reliable questionnaires, with items based on psychological indicators of curiosity and aspects of learning independence. Method: The analysis included validity and reliability testing, normality testing, and Pearson’s Product-Moment correlation. Results: Results show a very strong and statistically significant relationship between curiosity and learning independence (r = 0.976, p < 0.001). Conclusion: These findings suggest that curiosity serves as a foundation for enhancing students’ ability to learn autonomously. The study emphasizes the importance of fostering curiosity as a key strategy to promote self-directed learning and improve overall learning effectiveness.Abstrak Latar Belakang: Penelitian ini menyelidiki hubungan antara rasa ingin tahu siswa dan kemandirian belajar mereka. Rasa ingin tahu, sebagai bentuk motivasi intrinsik, memainkan peran penting dalam mendorong siswa untuk mengeksplorasi, bertanya dan terlibat lebih dalam dalam proses belajar. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana rasa ingin tahu siswa berkontribusi terhadap perkembangan kemandirian belajar mereka. Penelitian ini dilakukan terhadap 142 siswa kelas XI dari sebuah sekolah menengah atas negeri di Yogyakarta dengan menggunakan pendekatan korelasional kuantitatif. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang telah divalidasi dan diandalkan, dengan item-item yang didasarkan pada indikator psikologis keingintahuan dan aspek-aspek kemandirian belajar. Metode: Analisis meliputi pengujian validitas dan reliabilitas, pengujian normalitas, dan korelasi Moment Produk Pearson. Hasil: Hasil menunjukkan hubungan yang sangat kuat dan signifikan secara statistik antara keingintahuan dan kemandirian belajar (r = 0,976, p < 0,000). Kesimpulan: Temuan ini menunjukkan bahwa keingintahuan berfungsi sebagai fondasi untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam belajar secara mandiri. Penelitian ini menekankan pentingnya menumbuhkan keingintahuan sebagai strategi utama untuk mendorong pembelajaran mandiri dan meningkatkan efektivitas pembelajaran secara keseluruhan.
Classroom Management and Social Environment in Students’ Academic Achievement: A Literature Review Maulana, Meiviani Nurul Aisyah; Maulana, Meiviana Nurul Khadijah; Tarsono, Tarsono
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p70-78

Abstract

Background: Low academic achievement among elementary school students often linked to ineffective classroom management and unfavorable social environments. These factors are frequently examined in isolation, resulting in a fragmented understanding of their combined influence on learning outcomes. Objective: This study aims to synthesize existing literature to examine the integrated role of classroom management and social environment dynamics in shaping students’ academic achievement. Method: This research employed a qualitative literature review method by analyzing peer-reviewed journal articles, academic books, and scholarly reports related to classroom management, peer interactions, bullying, and academic achievement in elementary education. Data were analyzed to identify recurring concepts and relationships across studies. Results: The findings indicate effective classroom management with structured instruction, positive teacher student relationships, and clear routines enhances academic engagement, while supportive social environments foster emotional well-being and learning motivation. In contrast, negative peer interactions consistently undermine students’ academic outcomes. Conclusion: Classroom management and social environment function as an interconnected system influencing academic achievement, underscoring the importance of integrating instructional and social strategies in elementary education practice and policy. Abstrak Latar Belakang: Rendahnya prestasi akademik pada siswa sekolah dasar sering dikaitkan dengan pengelolaan kelas yang kurang efektif serta lingkungan sosial yang tidak kondusif. Faktor-faktor tersebut kerap dikaji secara terpisah sehingga menghasilkan pemahaman yang terfragmentasi mengenai pengaruh gabungannya. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mensintesis literatur guna mengkaji peran terpadu pengelolaan kelas dan dinamika lingkungan sosial dalam membentuk prestasi akademik siswa. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka kualitatif dengan menganalisis artikel jurnal bereputasi, buku akademik, dan laporan ilmiah yang berkaitan dengan pengelolaan kelas, interaksi teman sebaya, perundungan, serta prestasi akademik pada pendidikan dasar. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik untuk mengidentifikasi konsep dan hubungan yang berulang antar penelitian. Hasil: Temuan menunjukkan pengelolaan kelas yang efektif dengan pembelajaran yang terstruktur, hubungan guru–siswa yang positif, dan rutinitas yang jelas, mampu meningkatkan keterlibatan akademik, serta lingkungan sosial yang suportif mendukung kesejahteraan emosional dan motivasi belajar. Sebaliknya, interaksi negatif antar teman sebaya menurunkan capaian akademik siswa. Kesimpulan: Pengelolaan kelas dan lingkungan sosial memengaruhi prestasi akademik, sehingga menegaskan pentingnya integrasi strategi instruksional dan sosial dalam praktik serta kebijakan pendidikan dasar.
Prevalence of Burnout Among Post Graduate Medical Residents Studying in Medical Colleges of Delhi Singh, Kumar Dharmendra; Talwar, Yatin; Mehra, Aditi; Singh, Akanksha; Bagga, Rajni
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p29-36

Abstract

Background: Burnout is a significant psychological concern among postgraduate medical residents owing to high workload demands, long working hours, and emotional strain associated with clinical responsibilities. Persistent burnout may negatively affect residents’ well-being and their professional performance. Objective: This study aimed to examine the level of burnout among postgraduate medical residents and explore differences based on selected demographic characteristics. Method: A quantitative cross-sectional design was employed involving postgraduate medical residents from a teaching hospital. Data were collected using the Maslach Burnout Inventory–Human Services Survey (MBI- HSS). Statistical analysis was conducted using descriptive statistics and independent samples t-tests to examine the differences in burnout dimensions across groups. Results: The findings indicated that residents experienced moderate to high burnout levels, particularly in emotional exhaustion and depersonalization. Significant differences were observed across the selected demographic variables. Conclusion: Burnout remains a prevalent issue among postgraduate medical residents, highlighting the need for institutional and psychological interventions to promote mental well-being and sustainable professional functioning of residents. Abstrak Latar Belakang: Burnout merupakan permasalahan psikologis yang signifikan pada residen kedokteran pascasarjana akibat tuntutan beban kerja yang tinggi, jam kerja panjang, serta tekanan emosional dalam praktik klinis. Kondisi burnout yang berkepanjangan dapat berdampak negatif pada kesejahteraan dan kinerja profesional residen. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tingkat burnout pada residen kedokteran pascasarjana serta menelaah perbedaan burnout berdasarkan karakteristik demografis tertentu. Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif potong lintang dengan melibatkan residen kedokteran pascasarjana dari rumah sakit pendidikan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan Maslach Burnout Inventory–Human Services Survey (MBI-HSS). Analisis data meliputi statistik deskriptif dan uji t independen untuk menguji perbedaan dimensi burnout antar kelompok. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa residen mengalami tingkat burnout sedang hingga tinggi, terutama pada dimensi kelelahan emosional dan depersonalisasi, dengan perbedaan yang signifikan pada beberapa variabel demografis. Kesimpulan: Burnout pada residen kedokteran pascasarjana masih menjadi isu penting yang memerlukan perhatian melalui intervensi institusional dan psikologis.
Dayak Values-Based Cognitive Behavioral Therapy for Enhancing Technological Adaptability Safithry, Esty Aryani
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p19-28

Abstract

Background: Rapid digital transformation demands strong psychological adaptability, as difficulties in adjusting to technological change increase vulnerability to stress and reduced well-being. Cognitive Behavioral Therapy (CBT) integrated with Dayak cultural values offers a culturally grounded approach to strengthening adaptive cognition. Objective: This study examined the effectiveness of Dayak Values– Based CBT in enhancing technological adaptability and tested the moderating role of digital literacy. Method: A quasi-experimental 2×2 factorial design was conducted with 80 undergraduate students in Palangkaraya, Indonesia. Participants were grouped based on intervention type (Dayak Values–Based CBT vs. lecture-based instruction) and digital literacy level (high vs. low). Data were analyzed using two-way ANOVA (α = 0.05). Results: Significant main effects of Dayak Values–Based CBT and digital literacy on technological adaptability were found (p < 0.001). No significant interaction effect was observed, indicating consistent intervention effectiveness across literacy levels. Conclusion: Dayak Values–Based CBT effectively enhances technological adaptability through culturally grounded adaptive thinking and supports the development of culturally responsive psychological interventions in the digital era. Abstrak Latar Belakang: Transformasi digital secara pesat menuntut adaptabilitas psikologis yang kuat, karena kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan perubahan teknologi meningkatkan kerentanan terhadap stres dan penurunan kesejahteraan. Terapi Perilaku Kognitif (CBT) yang terintegrasi dengan nilai-nilai budaya Dayak menawarkan pendekatan yang berlandaskan budaya untuk memperkuat kognisi adaptif. Tujuan: Studi ini meneliti efektivitas CBT Berbasis Nilai Dayak dalam meningkatkan adaptabilitas teknologi dan menguji peran moderasi literasi digital. Metode: Desain faktorial 2×2 kuasi-eksperimental dilakukan dengan 80 mahasiswa S1 di Palangkaraya, Indonesia. Partisipan dikelompokkan berdasarkan jenis intervensi (CBT Berbasis Nilai Dayak vs. instruksi berbasis ceramah) dan tingkat literasi digital (tinggi vs. rendah). Data dianalisis menggunakan ANOVA dua arah (α = 0,05). Hasil: Ditemukan efek utama yang signifikan dari CBT Berbasis Nilai Dayak dan literasi digital terhadap adaptabilitas teknologi (p < 0,001). Tidak ditemukan efek interaksi yang signifikan, menunjukkan efektivitas intervensi yang konsisten di berbagai tingkat literasi. Kesimpulan: Terapi Perilaku Kognitif Berbasis Nilai-Nilai Dayak secara efektif meningkatkan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi melalui pemikiran adaptif yang berlandaskan budaya dan mendukung pengembangan intervensi psikologis yang responsif secara budaya di era digital. 
Development and Rasch Validation of the Indonesia College Pornography Consumption Scale (CPCS) Rahmatullah, Bagas; Rahmani, Aliya; Afriliana, Wenny; Kusuma, Raitani Ambar; Mantika, Siti Hawa Annisa; Rosyadi, Muhammad Farhan
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p86-95

Abstract

Background: Online pornography raises concerns about problematic use among university students. Existing measures lack validation for Indonesian populations. Objective: To develop and validate the College Pornography Consumption Scale (CPCS) for Indonesian students. Method: Guided by Griffiths’(2005) biopsychosocial addiction model, an item pool covering six dimensions was generated and reviewed by expert judges. Psychometric evaluation used Rasch analysis on data from 383 Indonesian undergraduates recruited via purposive sampling. Results: Rasch analysis supported unidimensionality (variance explained = 66.20%). Reliability indices were high (person separation reliability = .95; Cronbach’s α = .98). Most items demonstrated acceptable model fit; however, eight misfitting items require refinement. The Wright map indicated effective targeting across levels of addictive behaviors, with greater sensitivity at higher levels of problematic use. Conclusion: Initial findings provide support for the validity of the CPCS, though the eight misfitting items indicates that the scale's performance is still being optimized. CPCS offers a useful starting point for clinical screening in Indonesia population, provided that future iterations re-evaluate the problematic items to improve overall model fit.  Abstrak Latar Belakang: Akses ke pornografi daring semakin mudah, menimbulkan kekhawatiran tentang penggunaan problematik di kalangan mahasiswa. Instrumen yang ada belum tervalidasi khusus untuk populasi Indonesia. Tujuan: Mengembangkan dan memvalidasi College Pornography Consumption Scale (CPCS) bagi mahasiswa Indonesia. Metode: Berpedoman pada model adiksi biopsikososial Griffiths (2005), disusun himpunan butir yang mencakup enam dimensi (saliensi, toleransi, modifikasi suasana hati, gejala putus, konflik, kekambuhan) dan ditinjau oleh pakar. Evaluasi psikometrik menggunakan analisis Rasch pada data 383 mahasiswa sarjana Indonesia yang direkrut melalui sampling purposif. Hasil: Analisis Rasch mendukung unidimensionalitas (66,20%). Indeks reliabilitas tergolong tinggi (person separation reliability = .95; α = .98). Sebagian besar item menunjukkan kesesuaian model yang dapat diterima; namun, delapan item yang misfit memerlukan penyempurnaan. Wright Map menunjukkan penargetan yang efektif di berbagai tingkat perilaku adiktif, dengan sensitivitas yang lebih besar pada tingkat penggunaan bermasalah yang lebih tinggi. Kesimpulan:  Temuan awal mendukung validitas CPCS, meskipun beberapa item masih perlu disempurnakan. Skala ini berpotensi menjadi instrumen awal untuk menilai penggunaan pornografi bermasalah pada mahasiswa Indonesia, dengan kebutuhan pengembangan lanjutan guna meningkatkan kesesuaian model.
The Influence of Emotion Regulation and Social Intelligence on Empathy in Young Adults Kristina, Winda; Safarina, Asy Sifa; Unzurna, Unzurna; Riany, Yulina Eva
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p96-105

Abstract

Background: The massive digital environment challenges empathy development due to reduced face-to-face interactions and nonverbal cues. Objective: This study aims to analyze the influence of emotion regulation and social intelligence on empathy in young adults and to examine the potential mediating role of social intelligence. Method: Using a quantitative cross-sectional design, data were collected from 341 Indonesian young adults using the DERS-SF, TSIS, and IRI scales. Data analysis was performed using multiple linear regression and path analysis with bootstrapping. Result: Simultaneous test results showed that emotion regulation and social intelligence significantly influence empathy (F = 18.452, p < 0.001), although their effective contribution was 9,8%. Social intelligence (t = 6.075, p < 0.001) and emotion regulation (t = 2.351, p = 0.019) were significant predictors of empathy. Conclusion: These findings confirm that effective emotional management and socio-cognitive skills are key developmental tasks for young adults. The low R-square value (9,8%) indicates that emotion regulation and social intelligence explain a small proportion of empathy's variance, while the remaining 90.2% being attributable to other external factors. Abstrak Latar Belakang: Lingkungan digital yang masif menghadirkan tantangan bagi perkembangan empati akibat berkurangnya interaksi tatap muka dan isyarat nonverbal. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh regulasi emosi dan kecerdasan sosial terhadap empati pada usia dewasa muda serta menguji potensi peran mediasi kecerdasan sosial. Metode: Menggunakan desain kuantitatif cross-sectional, data dikumpulkan dari 341 dewasa muda Indonesia menggunakan skala DERS-SF, TSIS, dan IRI. Hasil: Analisis data dilakukan dengan regresi linier berganda dan path analysis dengan bootstrapping. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa regulasi emosi dan kecerdasan sosial secara signifikan mempengaruhi empati (F = 18,452, p < 0,001), meskipun kontribusi efektif total sebesar 9,8%. Baik kecerdasan sosial (t = 6,075, p < 0,001) maupun regulasi emosi (t = 2,351, p = 0,019) merupakan prediktor empati yang signifikan. Kesimpulan: Temuan ini menegaskan bahwa manajemen emosi yang efektif dan keterampilan sosio-kognitif penting untuk tugas perkembangan kunci bagi dewasa muda Indonesia. Nilai R-square yang sangat rendah (9,8%) secara eksplisit menunjukkan bahwa regulasi emosi dan kecerdasan sosial hanya menjelaskan sebagian kecil varians empati, dengan sebagian besar (90,2%) disebabkan oleh faktor eksternal lainnya.
The Role of Psychological Capital and Adversity Quotient in predicting Career Adaptability Among Vocational High School Students Mujiani , Ika; Hapsari, Maharani Tyas Budi
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p9-18

Abstract

Background: Career adaptability is a crucial psychosocial resource for vocational high school students transitioning from school to work. Psychological Capital (PsyCap) and Adversity Quotient (AQ) are internal strengths assumed to support adaptive career development. Objective: This study examined the predictive roles of PsyCap and AQ in career adaptability among students at SMK Negeri 1 Miri. Method: A quantitative correlational design using multiple linear regression was applied. The sample consisted of 169 twelfth-grade students selected through cluster random sampling. Data were collected using 1–5 Likert-scale questionnaires measuring PsyCap, AQ, and career adaptability. Classical assumption tests were conducted prior to analysis. Results: Both PsyCap and AQ significantly predicted career adaptability. PsyCap demonstrated a stronger predictive contribution (β = 0.412, p < 0.001) than AQ (β = 0.311, p < 0.001). Simultaneously, the two variables explained 32.7% of the variance in career adaptability (R² = 0.327), indicating a moderate predictive model. Conclusion: The findings emphasize the importance of proactive psychological resources in strengthening vocational students’ readiness for school-to-work transitions. Integrating PsyCap and AQ development into vocational career guidance programs may enhance students’ adaptive capacity and transition preparedness. Abstrak Latar Belakang: Adaptabilitas karier merupakan sumber daya psikososial penting bagi siswa sekolah menengah kejuruan dalam menghadapi transisi sekolah ke dunia kerja. Psychological Capital (PsyCap) dan Adversity Quotient (AQ) dipandang sebagai kekuatan psikologis internal yang mendukung perkembangan karier adaptif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan menganalisis peran prediktif PsyCap dan AQ terhadap adaptabilitas karir siswa SMK Negeri 1 Miri. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan analisis regresi linier berganda. Sampel terdiri dari 169 siswa kelas XII yang dipilih melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert 1–5 yang mengukur PsyCap, AQ, dan adaptabilitas karir. Uji asumsi klasik dilakukan sebelum analisis utama. Hasil: PsyCap dan AQ secara signifikan memprediksi adaptabilitas karir. PsyCap menunjukkan kontribusi prediktif yang lebih kuat (β = 0.412, p < 0.001) dibandingkan AQ (β = 0.311, p < 0.001). Secara simultan, kedua variabel menjelaskan 32,7% varians adaptabilitas karir (R² = 0.327), menunjukkan model prediksi yang moderat. Kesimpulan: Temuan menegaskan pentingnya sumber daya psikologis proaktif dalam meningkatkan kesiapan transisi sekolah-ke-dunia kerja pada siswa vokasi. Integrasi pengembangan PsyCap dan AQ dalam program bimbingan karir SMK berpotensi memperkuat kapasitas adaptif siswa.
A Psychospiritual Model of Emotion Regulation in Pesantren Counseling Hasanah, Muhimmatul; Alhifni, Anas; Khur’in, Lutfiyah
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p37-44

Abstract

Background: Adolescents in Islamic boarding schools (pesantren) encounter emotional challenges such as adaptation stress, academic pressure, peer conflict, and withdrawal within structured religious environments. In this context, counselors function as spiritual mentors and facilitators of emotional regulation. Objective: This study examines how psychospiritual mechanisms are constructed in pesantren counseling practices and formulates a Psychospiritual Emotion Regulation Model (PERM). Method: A qualitative case study was conducted at Pondok Pesantren Sunan Drajat involving five counselors and ten santri who had experienced emotional difficulties. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and document analysis, and were analyzed using thematic and analytic model construction procedures. Results: Findings indicate that emotional triggers activated two interconnected regulatory processes: cognitive reappraisal facilitated through structured counseling techniques and spiritually mediated meaning reconstruction grounded in practices such as taubah, sabr, and muhasabah. These processes operated reciprocally within the institutional ecology, contributing to behavioral adjustment, enhanced emotional awareness, and internalized spiritual meaning. Conclusion: The proposed PERM conceptualizes emotion regulation as a dual psychospiritual process embedded in a moral-educational context. Derived from a single-case qualitative inquiry, the model offers a contextually grounded specification of emotion regulation theory for faith-based counseling settings. Abstrak Latar Belakang: Remaja di lingkungan pesantren menghadapi berbagai tantangan emosional, seperti stres adaptasi, tekanan akademik, konflik teman sebaya, dan kecenderungan penarikan diri dalam sistem pendidikan religius yang terstruktur. Dalam konteks ini, konselor berperan sebagai pembimbing spiritual sekaligus fasilitator regulasi emosi. Tujuan: Penelitian ini menganalisis konstruksi mekanisme psikospiritual dalam praktik konseling pesantren dan merumuskan Psychospiritual Emotion Regulation Model (PERM). Metode: Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus di Pondok Pesantren Sunan Drajat, melibatkan lima konselor dan sepuluh santri yang mengalami kesulitan emosional. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis secara tematik melalui konstruksi model analitik. Hasil: Temuan menunjukkan bahwa pemicu emosional mengaktifkan dua proses regulasi yang saling berinteraksi, yaitu restrukturisasi kognitif melalui teknik konseling terstruktur dan rekonstruksi makna berbasis spiritual melalui praktik taubah, sabr, dan muhasabah. Interaksi keduanya berlangsung dalam ekologi institusional pesantren dan berkontribusi pada penyesuaian perilaku, peningkatan kesadaran emosi, serta internalisasi makna spiritual. Kesimpulan: PERM memosisikan regulasi emosi sebagai proses psikospiritual ganda yang terintegrasi dalam konteks moral-edukatif. Model ini bersifat kontekstual dan menawarkan spesifikasi teoritis regulasi emosi dalam layanan konseling berbasis religiusitas.
Positive Self-Talk and Self-Confidence Among Elementary Students: A Quasi-Experimental Study in Gowa Yusuf, Gilang Tri Prayogo; Haris, Sitti Ariqah Azka; Juscine, Vania Elysie; Amalia, Ummu Asy-syifa; Salman, Winda; Amir, A. Muh. Raihan B.; Nurfallah, Wisda Via; Tiwari, Gyanesh Kumar
Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jptt.v17n01.p106-117

Abstract

Background: Low self-confidence in upper elementary school can undermine academic engagement and socio-emotional adjustment, highlighting the need for school-based interventions. Objective: This study examined the effectiveness of a positive self-talk intervention to enhance self-confidence among fifth-grade students. Method: Using a one-group pretest–posttest design, seven students with low-to-moderate self-confidence were identified through classroom observations and teacher interviews. Four structured sessions employed play-based activities, storytelling, and guided practice to foster cognitive reinterpretation. Self-confidence was measured using the Self-Confidence Assessment Instrument before and after the intervention. Results: All seven participants showed improvement, with group-level analysis indicating statistically significant change (Sign Test, p = .016, Cohen's d = 2.61), though the large effect size should be interpreted cautiously given the small sample (n = 7) and absence of a control group. Conclusion: The intervention appears practical and potentially promising for enhancing self-confidence in similar school contexts. Findings provide preliminary support for brief cognitive interventions in schools, while underscoring the need for replication through controlled studies with larger samples. Abstrak Latar Belakang: Rendahnya self-confidence pada siswa sekolah dasar kelas tinggi dapat mengganggu keterlibatan akademik dan penyesuaian sosial-emosional, sehingga diperlukan intervensi berbasis sekolah. Tujuan: Penelitian ini menguji efektivitas intervensi self-talk positif untuk meningkatkan self-confidence pada siswa kelas lima. Metode: Menggunakan desain pretest–posttest satu kelompok, tujuh siswa ber-self-confidence rendah hingga sedang diidentifikasi melalui observasi kelas dan wawancara guru. Empat sesi terstruktur menggunakan aktivitas berbasis bermain, bercerita, dan latihan terpandu untuk memfasilitasi reinterpretasi kognitif. Self-confidence diukur menggunakan Self-Confidence Assessment Instrument sebelum dan sesudah intervensi. Hasil: Ketujuh partisipan menunjukkan peningkatan, dengan analisis tingkat kelompok mengindikasikan perubahan yang signifikan secara statistik (Sign Test, p = 0,016, Cohen's d = 2,61), meskipun effect size yang besar ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati mengingat sampel yang kecil (n = 7) dan ketiadaan kelompok kontrol. Kesimpulan: Intervensi ini tampak praktis dan berpotensi menjanjikan untuk meningkatkan self-confidence dalam konteks sekolah serupa. Temuan ini memberikan dukungan awal bagi intervensi kognitif singkat di sekolah, serta menegaskan perlunya replikasi melalui studi terkontrol dengan sampel lebih besar.

Filter by Year

2010 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 17 No. 01 (2026): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 03 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 02 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 02 (2024): Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 01 (2024): Vol. 15 No. 1 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 15 No. 03 (2024): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 03 (2023): Vol. 14 No. 3 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 2 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 14 No. 1 (2023): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 3 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 2 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 13 No. 1 (2022): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 11 No. 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol 11, No 3 (2021): EDISI KHUSUS: Dimensi Psikologis Pandemi COVID-19 Vol. 12 No. 1 (2021) Vol. 11 No. 2 (2021) Vol 11, No 2 (2021) Vol. 11 No. 1 (2020) Vol 11, No 1 (2020) Vol 10, No 2 (2020) Vol. 10 No. 2 (2020) Vol 10, No 1 (2019) Vol. 10 No. 1 (2019) Vol 9, No 2 (2019) Vol. 9 No. 2 (2019) Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 9 No. 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 9, No 1 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 2 (2018): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 8, No 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 8 No. 1 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 2 (2017): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 7 No. 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 7, No 1 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 2 (2016): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 6 No. 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 2 (2015): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 5 No. 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 5, No 1 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 4, No 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 4 No. 1 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 2 (2013): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 3, No 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 3 No. 1 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 2 (2012): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 2 No. 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 2, No 1 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 2 (2011): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol 1, No 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan Vol. 1 No. 1 (2010): Jurnal Psikologi Teori dan Terapan More Issue