cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
AKSIOLOGIYA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 25284967     EISSN : 2548219X     DOI : -
Core Subject : Social,
Aksiologiya merupakan jurnal pengabdian kepada masyarakat yang menjadi wadah ilmiah untuk pengabdian. Artikel merupakan hasil dari IbM, IbW, IbPE, IbIKK, atau pengabdian lainnya yang berasal dari non dikti.
Arjuna Subject : -
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2020): Agustus" : 15 Documents clear
Deteksi Dini Gangguan Postur Melalui Peningkatan Life Skill Education Dokter Kecil Arief Hendrawan; Dwi Setiyawati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3300

Abstract

ABSTRAK Pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan berfokus pada peningkatan life skill education dokter kecil untuk melakukan deteksi dini pencegahan gangguan postur. Kegiatan dilaksanakan di SDN Jangrana Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap pada bulan Maret – April 2019. Metode pelaksanaan kegiatan adalah pemaparan materi dan pemberian pelatihan tentang gangguan postur tubuh serta deteksi dini gangguan postur tubuh. Peserta kegiatan adalah 10 orang dokter kecil yang ditunjuk oleh pihak sekolah sebagai perwakilan. Hasil dari kegiatan ini didapatkan peningkatan pengetahuan dan peningkatan kemampuan deteksi dini gangguan postur oleh peserta kegiatan.Kata Kunci: deteksi; postur; anakEarly Detection of Posture Disorders through Increased Life Skill Education of Little DoctorsABSTRACKThe activities carried out focus on improving the life skills of small doctors to detect early prevention of posture disorders. The activity was carried out at SDN Jangrana Kesugihan District, Cilacap Regency in March - April 2019. The method of implementing the activity was the presentation of material and the provision of training on postural disorders and early detection of postural disorders. The participants were 10 small doctors who were appointed by the school as representatives. The results of this activity obtained an increase in knowledge and increased ability to detect postural disorders early by the activity participants.Keyword: detection; postur; child
Pelatihan Blended Learning Sebagai Upaya Menghadapi Society 5.0 Edi Irawan
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3499

Abstract

ABSTRAK Hadirnya revolusi industri 4.0 dan society 5.0 menjadi inspirasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka untuk mempersiapkan sejak dini, agar para guru dan siswa tidak mampu bersaing dan menangkap peluang di masa yang akan datang. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah participatory action research (PAR) dengan subjek dampingan yang menjadi mitra kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah Madrasah Aliyah Al-Ishlah Bungkal, Ponorogo. Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu identifikasi masalah, pelaksanaan kegiatan, dan evaluasi pelaksanaan. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah pemahaman peserta yang tinggi terhadap materi yang disajikan, baik tentang revolusi industri 4.0, society 5.0, dan blended learning serta keterampilan peserta dalam menggunakan Google Classroom dalam pembelajaran. Indikator lain keberhasilan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah hasil evaluasi peserta terhadap pelaksanaan kegiatan. Sebagian besar peserta menyatakan bahwa kegiatan sangat baik, baik pada aspek sistematika materi, kesesuaian materi, alokasi waktu setiap materi, cara penyampaian materi, kesempatan mengajukan pertanyaan, interaksi narasumber dengan peserta seminar, kualitas materi yang disampaikan, relevansi materi dengan kebutuhan, maupun kemenarikan materi yang disampaikan.Kata Kunci: blended learning; Google Classroom; revolusi industri 4.0; society 5.0 Blended Learning Training as an Effort to Face Society 5.0ABSTRACT The presence of the industrial revolution 4.0 and society 5.0 inspired the implementation of this community service activity. This activity is carried out to prepare early so that teachers and students are not able to compete and seize opportunities in the future. The approach used in this activity is participatory action research (PAR) with the assisted subject being the partner of community service activities is Madrasah Aliyah Al-Ishlah Bungkal, Ponorogo. Activities carried out in three stages, namely identification of problems, implementation of activities, and evaluation of implementation. The results of the implementation of this activity were participants 'high understanding of the material presented, both about the industrial revolution 4.0, society 5.0, and blended learning and the participants' skills in using Google Classroom in learning. Another indicator of the successful implementation of community service is the outcome of the participant's evaluation of the implementation of the activity. Most of the participants stated that the activity was very good, both in the systematic aspects of the material, the suitability of the material, the time allocation of each material, how to deliver the material, the opportunity to ask questions, the interviewees with the seminar participants, the quality of the material delivered, the relevance of the material to the needs, and the attractiveness of the material delivered.Key Words: blended learning; Google Classroom; revolusi industri 4.0; society 5.0 
Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular Pada Masyarakat Desa Andepali Kecamatan Sampara Kabupaten Konawe I Putu Sudayasa; Muhammad Fathur Rahman; Amiruddin Eso; Jamaluddin Jamaluddin; Parawansah Parawansah; La Ode Alifariki; Arimaswti Arimaswati; Andi Noor Kholidah
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3491

Abstract

ABSTRAKPenyakit tidak menular (PTM) merupakan penyakit yang tidak ditularkan dan tidak ditransmisikan kepada orang lain dengan bentuk kontak apapun, menyebabkan kematian dan membunuh sekitar 35 juta manusia setiap tahunnya, atau 60% dari seluruh kematian secara global, dengan 80% pervalensi pada negara berkembang. Penyakit tidak menular, khususnya penyakit kardiovaskuler, kanker, penyakit pernapasan kronis, dan diabetes merupakan ancaman utama bagi kesehatan dan perkembangan manusia saat ini. Tujuan pengabdian masyarakat yang terintegrasi kuliah kerja nyata (KKN) Tematik, untuk mendeteksi faktor risiko penyakit tidak menular, pada masyarakat Kecamatan Sampara, Kabupaten Konawe. Metode kegiatan berupa penyuluhan kesehatan, pemeriksaan tekanan darah, kadar kolesterol, gula darah sewaktu dan asam urat. Telah dilakukan skrining dan deteksi dini fator risiko penyakit tidak menular terhadap 67 orang responden, meliputi 14 laki–laki dan 53 perempuan. Pada hasil pemeriksaan tekanan darah, didapatkan jumlah yang mengalami hipertensi 28,35 %, normotensi 67,16, dan hipotensi 4,47 %. Pada pemeriksaan Kolesterol Total, didapatkan  kolesterol dalam batas normal 2,38 % dan tinggi 37,31 %.  Hasil pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS), didapatkan kadar GDS dalam batas normal 85,07 % dan kadar GDS tinggi 14,92 %. Pada pemeriksaan Asam Urat didapatkan dalam batas normal adalah 91,04 % dan tinggi 8,95 %.Kata kunci: faktor risiko; penyakit tidak menular Early Detection of Non-communicable Disease Risk Factors in Andepali Village Community, Sampara District, Konawe RegencyABSTRACTNon-communicable disease (PTM) is a disease that is not transmitted and is not transmitted to others by any form of contact, causing death and killing around 35 million people each year, or 60% of all deaths globally, with 80% prevalence in developing countries. PTM, especially cardiovascular disease, cancer, chronic respiratory diseases, and diabetes are the main threats to human health and development today. The purpose of integrated community service is the Thematic Real Work Study (KKN), to detect risk factors for non-communicable diseases, in the community of Sampara District, Konawe Regency. The method of activity in the form of health education, blood pressure, cholesterol levels, blood sugar and uric acid. Screening and early detection of risk factors for non-communicable diseases have been carried out on 67 respondents, including 14 men and 53 women. On the results of blood pressure examination, it was found that the amount of hypertension was 28.35%, normotension 67.16% and hypotension 4.47%. In the examination of Total Cholesterol, cholesterol was found to be within the normal limit of 2.38% and 37.31% high. Examination results of Blood Sugar (GDS), obtained levels of GDS in the normal range of 85.07% and high GDS levels of 14.92%. In the examination of Gout found in the normal range is 91.04% and high 8.95%.Keywords: gout; blood sugar; cholesterol; non-communicable diseases; blood pressure 
Mengajak Generasi Z SMA 1 Muhammadiyah Malang Berinternet Secara Bijak Hamdan Nafiatur Rosyida; Demeiati Nur Kusumaningrum; Palupi Anggraheni
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3743

Abstract

ABSTRAKHasil survei oleh Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2016 menunjukkan bahwa 51,8 persen dari 256,2 juta penduduk Indonesia merupakan pengguna internet dan 47,6 persennya menggunakan internet melalui gawai pribadi. Meskipun demikian, fenomena sosial mencatat tidak semua individu dapat menggunakan media sosial secara bijak. Hal itulah yang menjadi semangat kemitraan tim UMM dengan SMA 1 Muhammadiyah Malang dalam program pelatihan literasi digital. Pemahaman siswa tentang literasi digital dalam penggunaan media sosial masih minim. Siswa menguasai penggunaan media sosial popular seperi Instagram, Twitter maupun Facebook namun dampak media sosial seperti munculnya hoax, fenomena ‘firehose falsehood’ maupun efek domino lainnya belum terlalu mendapat perhatian. Program literasi digital dilaksanakan melalui 2 (dua) format. Pertama, Seminar dan Talkshow Literasi Digital yang terdiri dari topik perkembangan terkini media social, pengenalan tentang logika big data yang menentukan tajuk komposisi berita, dan pengenalan keamanan digital (cyber security). Kedua, sosialisasi berinternet secara bijak menggunakan instrumen buku saku (booklet) yang bertujuan memberikan pemahaman bagi siswa mengenai bagaimana penggunaan sosial media dan dampak positif negatif dalam berbagai perspektif studi kasus.Kata Kunci: internet; literasi; millenial; pelatihan; remaja Invites Generation Z of Muhammadiyah Malang 1 High School to Internet WiselyABSTRACTThe results of a survey by the Indonesian Internet Service Providers Association (APJII) in 2016 showed that 51.8 percent of 256.2 million Indonesians were internet users and 47.6 percent used the internet through private devices. However, social phenomena noted that not all individuals can use social media wisely. That was the spirit of the partnership between UMM and SMA 1 Muhammadiyah Malang in the digital literacy training program. Students' understanding of digital literacy in the use of social media is still minimal. Students master the use of popular social media like Instagram, Twitter and Facebook but the impact of social media such as the emergence of hoaxes, the phenomenon of 'firehose falsehood' and other domino effects have not received much attention. Digital literacy program is carried out in 2 (two) formats. First, the Seminar and Digital Literacy Talkshow which consists of the latest developments in social media, the introduction of the logic of big data that determines the headline of news composition, and the introduction of digital security (cyber security). Second, internet socialization wisely uses a booklet instrument which aims to provide students with an understanding of how social media is used and its positive and negative impacts in a variety of case study perspectives.Keywords: internet; literacy; millennial; training; teenager
Pengabdian Masyarakat Penerapan PHBS di Sekolah Yanik Purwanti; Arief Wisaksono; Andika Aliviameita
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.2721

Abstract

ABSTRAKPerilaku Hidup Bersih dan Sehat sangat dibutuhkan pada siswa di sekolah agar terhindar dari berbagai penyakit. Perilaku Hidup Bersih dan Sehat salah satunya adalah Cuci Tangan dengan sabun dan air bersih, memilih jajanan yang sehat di sekolah, untuk mendukung hal tersebut perlu kerjasama yang baik antara pihak sekolah,orang tua juga siswa dan lingkungan sekitar sekolah. TK dan MI Assasul Huda, Kepuh Kemiri Tulangan, Sidoarjo berada di lingkungan pedesaan pingiran Desa, dekat dengan perkebunan sayur, sehingga siswa berpeluang besar untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan jajan sehat di sekolah tapi kenyataannya justru terbalik jajan di luar kantin sekolah, dengan resiko jajanan tidak terkontrol sekolah dan bisa mengancam kesehatan anak. Belum tersedianya tempat cuci tangan dan penyediaan air bersih di sekolah. Jajanan sehat bagi anak perlu diperkenalkan pada siswa juga wali murid sehingga ada kesinambungan kontrol yang baik antara pihak seolah dan wali murid. Maka , perlu diadakan Komunikasi, Edukasi dan Penyuluhan baik kepada siswa maupun wali murid. Dalam wadah parenting yang diadakan oleh TK dan MI Assasul Huda, Kepuh Kemiri Tulangan, Sidoarjo Sidoarjo bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Komunikasi, Edukasi dan Penyuluhan yang diadakan pihak sekolah bekerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sidoarjo diharapkan terwujud perilaku Hidup Bersih dan sehat bagi siswa/siswi TK dan MI Assasul Huda, Kepuh Kemiri Tulangan, Sidoarjo dan kesadaran bagi siswa dalam menerapkan hidup Bersih dan Sehat (Cuci tangan paka sabun, pengunaan air bersih, jajanan sehat) sehingga terbentuk generasi sehat dan cerdas.Kata Kunci: perilaku bersih; sehat Community Service Implementation of PHBS in SchoolsABSTRACTClean and healthy behavior is needed for students in school to avoid various diseases. Clean and Healthy Behavior one of which is Hand Washing with soap and clean water, choosing healthy snacks at school, to support this it requires good cooperation between the school, parents as well as students and the environment around the school. Kindergarten and MI Assasul Huda, Kepuh Kemiri Tulangan, Sidoarjo are located in a rural area near the edge of the village, close to a vegetable plantation, so students have a great opportunity to practice clean living and healthy snacks at school but the reality is actually reversed snacks outside the school canteen, with the risk of snacks. uncontrolled school and can threaten children's health. The lack of a place to wash hands and provide clean water in schools. Healthy snacks for children need to be introduced to students as well as guardians of students so that there is continuity of good control between parties as well as guardians of students. So, it is necessary to hold Communication, Education and Counseling both to students and guardians of students. In the parenting container held by TK and MI Assasul Huda, Kepuh Kemiri Tulangan, Sidoarjo Sidoarjo in collaboration with Muhammadiyah University, Sidoarjo. Communication, Education and Counseling held by the school in collaboration with the University of Muhammadiyah Sidoarjo are expected to manifest Clean and healthy life behaviors for kindergarten and MI students Assasul Huda, Kepuh Kemiri Tulangan, Sidoarjo and awareness for students in implementing Clean and Healthy life soap, the use of clean water, healthy snacks) to form a healthy and smart generation.Keywords: clean; healthy behavior
Character Building Training Sinergi Guru dan Orangtua Herdian Herdian; Dyah Siti Septiningsih
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.2669

Abstract

ABSTRAKPermasalahan dalam penanaman karakter sangat kompleks. pelaksanaannyapun tidak terlepas dari seluruh pihak yang harus bersinergi dan bekerjasama, khususnya orangtua dan guru. Sehingga seringkali kita mendengar bahwa anak dapat berperilaku baik disekolah namun tidak konsisten dengan perilakunya dirumah. Sehingga perlunya pemahaman dan pensinergian antara orangtua dan guru dalam menanamkan pendidikan karakter anak. kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk memahami hakikat penanaman pendidikan karakter, peran lingkungan dalam  pendidikan karakter serta metode pengasuhan pendidikan  karakter sinergi antara guru dan orangtua. Mitra pengabidan pada masyarakat ini yaitu PAUD Aisyiyah Desa Bantarmangu, Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap.  Hasil dari pengabdian masyarakat ini yaitu  1) Terjadi peningkatan pengetahuan tentang character building bagi anak.  2) Meningkatnya pemahaman  pengaruh lingkungan terhadap character building. Hal ini dibuktikan dari perbandingan data prestes dengan data post test. Secara kuantitatif nilai rata-rata pretes dari 25 peserta yaitu 4,7. Kemudian setelah dilakukan pelatihan diperoleh hasil nilai rata-rata yaitu 8,3 sehingga terjadi peningkatan sebanyak 3,6. Sehingga pelatihan ini memiliki sumbangsih terhadap pemahaman mitra tentang character building bagi anak didik. 3) Peningkatan keterampilan dalam merancang metode pengasuhan character building. Nilai-nilai karakter yang menjadi fokus pelatihan ini yaitu trustworth, menghormati orang lain, bertanggung jawab, adil, cinta dan perhatian. Sedangkan  metode yang dapat dilakukan oleh orangtua dan guru untuk membangun karakter anak yaitu dengan keteladanan, Dongeng, Bermain peran, Mengerjakan tugas, Observasi lingkungan.Kata Kunci: character building; PAUD; parenting. Character Building Training Synergy between Teachers and ParentsABSTRACTProblems in character planting are very complex. the implementation cannot be separated from all parties who must work together and collaborate, especially parents and teachers. So often we hear that children can behave well in school but are not consistent with their behavior at home. So the need for understanding and synergy between parents and teachers in instilling children's character education. This community service activity is carried out to understand the nature of character education planting, the role of the environment in character education and the method of parenting character education in synergy between teachers and parents. The community disablement partner is PAUD Aisyiyah, Bantarmangu Village, Cimanggu District, Cilacap Regency. The results of this community service are 1) An increase in knowledge about character building for children. 2) Increased understanding of the influence of the environment on character building. This is evidenced from the comparison of achievement data with post test data. Quantitatively the average pretest score of 25 participants was 4.7. Then after the training, the average value was 8.3, resulting in an increase of 3.6. So that this training has a contribution to the partners' understanding of character building for students. 3) Increased skills in designing character building parenting methods. The character values that are the focus of this training are trustworthiness, respect for others, responsibility, fairness, love and attention. While the methods that can be done by parents and teachers to build children's character are exemplary, fairy tales, role playing, doing assignments, observing the environment.Keyword: character building; PAUD; parenting.
Penggunaan Prezi untuk Meningkatkan Keterampilan Mengembangkan Multimedia TAVAGIS Kurikulum 2013 bagi Guru Sekolah Dasar Agatha Kristi Pramudika Sari; Dyah Puteria Wati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3309

Abstract

ABSTRAK Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan mengemabngkan multimedia TAVAGIS sebelum dan sesudah menggunakan Prezi kurikulum 2013 bagi guru sekolah dasar di Kabupaten Kuningan. Kegiatan ini terlaksana untuk mengatasi permsalahan guru mengenai kurangnya penguasaan IT dalam pembelajaran kurikulum 2013. Metode pelaksanaan kegiatan ini terdiri dari beberapa tahap yaitu: 1) perencanaan yang meliputi survei mitra, lisensi pelatihan, penyusunan modul pelatihan, persiapan pelatihan dan koordinasi,serta  sosialisasi program, 2) pelaksanaan kegiatan PKM yang meliputi pelatihan pembuatan multimedia TAVAGIS berbasis Prezi serta pendampingan penggunaan multimedia yang telah dibuat, 3) evaluasi dan tindak lanjut. Berdasarkan hasil dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa keterampilan mengembangkan multimedia TAVAGIS kurikulum 2013 pada guru sekolah dasar sebelum menggunakan Prezi memperoleh prosentase skor sebesar 53,74% dalam kategori cukup dan sesudah menggunakan Prezi memperoleh prosentase skor sebesar 89,52% dalam kategori sangat baik. Data tersebut menyatakan bahwa terjadi peningkatan keterampilan mengembangkan multimedia TAVAGIS kurikulum 2013 pada guru sekolah dasar sebesar 35,78%.Kata kunci: keterampilan; multimedia; TAVAGIS; prezi; Sekolah DasarUse of Prezi to Improve Skills in Developing 2013 TAVAGIS Multimedia Curriculum for Elementary School TeachersABSTRACTThis activity aims to find out the improvement of TAVAGIS multimedia skills before and after using the 2013 Prezi curriculum for elementary school teachers in Kuningan District. This activity was carried out to overcome the teacher's problem regarding the lack of mastery of IT in 2013 curriculum learning. The method of implementing this activity consisted of several stages, namely: 1) planning which included a survey of partners, training licenses, preparation of training modules, preparation of training and coordination, and program socialization, 2) the implementation of PKM activities which include training on making TAVAGIS multimedia based on Prezi as well as assisting the use of multimedia that has been made; 3) evaluation and follow-up. Based on the results and discussion, it can be concluded that the skills of developing 2013 TAVAGIS multimedia curriculum in elementary school teachers before using Prezi obtained a percentage score of 53.74% in the sufficient category and after using Prezi obtained a percentage score of 89.52% in the very good category. The data states that there is an increase in skills in developing 2013 TAVAGIS multimedia curriculum for elementary school teachers by 35.78%.Keywords: skills; multimedia; TAVAGIS; prezi; Elementary School
Upaya Peningkatan Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan dan Mengubah Pola Pikir Siswa Terhadap Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan I Made Dwie Pradnya Susila
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.2735

Abstract

AbstrakPengabdian kepada masyarakat merupakan suatu kegiatan yang bertujuan membantu masyarakat tertentu dalam beberapa aktivitas tanpa mengharapkan imbalan dalam bentuk apapun. Kegiatan ini dilakukan dengan cara menyebarkan informasi, menanamkan keyakinan kepada masyarakat sehingga masyarakat tidak sadar, tahu, dan mengerti akan isu-isu masalah kesehatan dan kenakalan remaja yang terjadi disekitar lingkungannya, tetapi juga mau dan bisa menerapkan informasi-informasi tersebut dalam kehidupan sehari-hari agar dapat menunjang peningkatan derajat kesehatannya. Pelaksanaan Penyuluhan tentang upaya peningkatan pertolongan pertama pada kecelakaan dan mengubah pola pikir siswa terhadap pertolongan pertama pada kecelakaan dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kediri. Siswa dan siswi diberikan pre test tentang pertolongan pertama, kemudian siswa diberikan leaflet dan dijelaskan hal-hal yang harus dilakukan saat hendak memberikan pertolongan pertama. Pada tahap akhir siswa dan siswi diberikan lembar post test untuk mengukur tingkat pemahamannya. Hasilnya seluruh siswa dan siswi yang diberikan penjelasan tentang upaya peningkatan pertolongan pertama pada kecelakaan dan mengubah pola pikir siswa terhadap pertolongan pertama pada kecelakaan mengerti, dibuktikan dengan adanya peningkatan pemahaman dari hasil pre test dan post test. Saran bagi semua orang agar dapat melaksanakan dan meningkatkan upaya pertolongan pertama pada kecelakaan.Keywords : penyuluhan; pertolongan pertama; kecelakaan Efforts To Increase The First Aid In Accidents and Change Students Thoughts To The First Aid In AccidentAbstractCommunity service is an activity that aims to help certain communities in some activities without expecting any kind of reward. This activity is carried out by disseminating information, instilling confidence in the community so that people are not aware, know, and understand the issues of health problems and juvenile delinquency that occur around their environment, but also want and can apply these information in daily life in order to be able to support the improvement of their health status. Implementation of Counseling on efforts to increase first aid in accidents and change the mindset of students towards first aid in accidents carried out in Kediri 1 Public High School. Students and students are given a pre test about first aid, then students are given leaflets and explained things to do when giving first aid. In the final stage students and students are given a post test sheet to measure the level of understanding. The result was that all students and students were given an explanation of efforts to increase first aid in accidents and change the mindset of students towards first aid in an accident to understand, as evidenced by an increase in understanding of the results of the pre test and post test. Suggestions for everyone to be able to implement and improve first aid efforts in accidents.Keywords: extension, first aid, accidents
Peningkatan Sikap Sosial Positif melalui Outing Class Permainan Tradisional Interaktif Galih Yansaputra; Rintis Rizkia Pangestika
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.3454

Abstract

ABSTRAK Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini meliputi mengenalkan kebudayaan berupa permainan tradisional yang interaktif kepada siswa sekolah dasar yang dimana di era global ini banyak dari mereka yang belum tahu akan manfaat dari permainan ini, menumbuhkan sikap sosial yang positif antar teman, menciptakan pembelajaran yang menyenangkan, menambah wawasan kepada siswa tentang kebudayaan yang ada di sekitar, dan melestarikan kebudayaan. Target khusus yang ingin dicapai dari kegiatan pendampingan pengabdian kepada masyarakat yang meliputi memberikan pengetahuan baru tentang permainan tradisional dan melestarikan kebudayaan. Metode yang akan dipakai dalam mencapai tujuan kegiatan pendampingan pengabdian kepada masyarakat yaitu dengan memberikan berbagai macam outing class melalui permainan tradisional yang interaktif. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui permainan tradisional interaktif ini, antar siswa sudah dapat menunjukkan sikap sosial yang positif, siswa merasa senang dalam pembelajaran, siswa menjadi tahu tentang kebudayaan Indonesia yang berupa permainan tradisional.Kata Kunci: permainan tradisional; sikap sosial; outing class Increasing Positive Social Attitudes through Traditional Interactive Game Outing Classes ABSTRACT The purpose of community service includes introducing culture in the form of interactive traditional games to elementary school students, where in this global era many of them do not know the benefits of the game, foster positive social attitudes among friends, create fun learning, add insight into students about the culture around them, and preserve culture. Specific targets to be achieved from community service assistance activities include providing new knowledge about traditional games and preserving culture. The method that will be used in achieving the objectives of community service assistance activities is by providing various outing classes through interactive traditional games. The results show that through this interactive traditional game, between students can already show positive social attitudes, students feel happy in learning, students come to know about Indonesian culture in the form of traditional games.Keywords: traditional game; social attitude; outing class
Implementasi Patient Centered dan Palliative Care Pada Pasien Life Limiting Illness Di Rumah Sakit PKU Gamping Yogyakarta Elsye maria rosa; Erna Rochmawati; Ekorini Sulistyowati
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2020): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v4i2.2903

Abstract

AbstrakLife limiting illness (LLI) adalah penyakit yang tidak memiliki harapan untuk dapat disembuhkan, bahkan kematian akan menjadi konsekuensi langsung dari penyakit yang dideritanya. Pendekatan komprehensif yang dapat diberikan pada  pasien dengan Life limiting illness (LLI), untuk meningkatkan kualitas pelayanan yaitu dengan menerapkan Patient Centered Care dalam pemberian Perawatan Palliative. Tujuan Pengabdian masyarakat untuk meningkatkan kemampuan petugas kesehatan di RS dalam memberikan pelayanan bagi pasien LLI mengunakan pendekatan Patient Centered Care dan Palliative care. Metode yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan petugas adalah dengan menggunakan pelatihan dan role play mengenai peran masing-masing profesi dalam memberikan asuhan kepada pasien LLI. Kemampuan petugas terlihat pada Kepatuhan petugas dalam melakukan pelayanan pada pasien LLI, terlihat pada hasil Kepatuhan pengisian rekam medis secara terpadu oleh semua petugas kesehatan. Hasil dari pengabdian masyarakat dengan menggunakan metode pelatihan dan role play ini secara signifikan mempengaruhi peningkatan kekampuan petugas dalam mengasuh pasien LLI. Hasil yang paling terlihat adalah pengisian rekam medis secara terpadu yang diisi oleh petugas kesehatan.Kata kunci: kepatuhan petugas; palliative care; patient centered care. The Implementation Patient Centered and Palliative Care In Life Limiting Illness Patients At PKU Gamping Yogyakarta Hospital AbstractLife limiting illness (LLI) is a disease that has no hope of being cured, even death will be a direct consequence of the illness. A comprehensive approach that can be given to patients with Life Limiting illness (LLI), to improve the quality of service is to apply Patient Centered Care in the provision of Palliative Care. Community service aims  to improve the ability of health workers in hospitals to provide services for LLI patients using the Patient Centered Care and Palliative care approaches. The method used to improve officers can use to training and role play regarding the role of each profession in providing care to LLI patients. The ability of officers is seen in the Compliance of officers in providing services to LLI patients, seen in the results of Compliance in filling medical records in an integrated manner by all health workers. The results of community service by using training methods and role play significantly influence the increase in the ability of officers to care for LLI patients. The most visible result is filling medical records in an integrated manner filled by health workers.Keywords: compliance health service; palliative care; patient centered care. 

Page 1 of 2 | Total Record : 15