cover
Contact Name
Satria Kamal Akhmad
Contact Email
satriakamalakhmad@stitradenwijaya.ac.id
Phone
+6287761577535
Journal Mail Official
redaktur@jurnal.stitradenwijaya.ac.id
Editorial Address
Jl. Pekayon 1 No 99/A Kranggan Mojokerto
Location
Kota mojokerto,
Jawa timur
INDONESIA
Progressa: Journal of Islamic Religious Instruction
ISSN : 25799665     EISSN : 25799673     DOI : https://doi.org/10.32616/pgr
Progressa, a periodic scientific publication since 2017 published 2 (two) times a year using a peer-reviewed system in article selection. Scientific work on research results, surveys, and literature review closely related to the field of Islamic religious education viewed from various perspectives: Development of Education, Educational Psychology, Education, Sociology of Education, Religion, interreligious relations (Pluralism) or comparative studies of Islamic Education.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 8 No. 1 (2024): Februari" : 8 Documents clear
Peran Pendidikan Islam dalam Membina Kesehatan Mental: Perspektif Al Qur’an Erika A'idatun Nahar; Saefudin, Ahmad
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.1.484.1-13

Abstract

Kesehatan mental optimal merupakan kondisi di mana perkembangan fisik, intelektual, dan emosional seseorang mencapai puncaknya sejalan dengan lingkungan sekitarnya. Pendidikan Islam, sebagai usaha sadar melibatkan pengajaran, bimbingan, dan asuhan, bertujuan membentuk pemahaman, penghayatan, dan implementasi ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari, sesuai Al-Qur'an dan hadis. Penelitian ini mengeksplorasi peran pendidikan Islam dalam memperkuat kesehatan mental berdasarkan perspektif Al-Qur'an. Metode tinjauan pustaka digunakan dengan mengambil informasi dari berbagai sumber literatur. Hasil analisa mengungkapkan bahwa Al-Qur'an menjadi panduan utama dalam pendidikan Islam, memastikan setiap aspek didasarkan pada ajaran Al-Qur'an. Islam mengajarkan pemeliharaan kesehatan jasmani dan rohani melalui praktik dzikir, puasa, kesabaran, dan konsep lainnya. Fokus pada faktor-faktor ini dianggap penting untuk mencapai kehidupan yang sehat, sesuai dengan panduan Al-Qur'an sebagai landasan pendidikan Islam.
Metode Happy Qur’ani dalam Meningkatkan Motivasi dan Karakter Religius di Madrasah Ibtidaiyah Baharudin, Amaliyah Ananda; Dewi , Apriliyanti Kartika; Nadlir, Nadlir
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.1.485.14-20

Abstract

Pembelajaran Al-Qur'an sering dianggap membosankan di sekolah karena kecenderungan monoton. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini mengusulkan metode pembelajaran yang menyenangkan dan interaktif, dikenal sebagai metode Happy Qurani, khususnya untuk anak-anak MI. Metode ini mencakup unsur bernyanyi dan permainan tebak kata, di mana peserta didik diajak berpartisipasi dengan menyanyi dan bermain tebak kata terkait dengan materi Qur'an dan Hadits. Penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif, mengandalkan literatur sebagai sumber data. Metode Happy Qurani diharapkan dapat meningkatkan karakter religius, seperti istiqomah, amanah, dan tabligh, sehingga membantu meningkatkan antusiasme peserta didik dalam pembelajaran dan mengatasi kebosanan di kelas.
Harmonisasi Pendidikan Islam dalam Membangun Karakter Imtaq dan Iptek Peserta Didik di Era Society 5.0 Ersi, Ersi; Zainuddin, Zainuddin; Noviani, Dwi
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.1.486.21-31

Abstract

Manusia pada era ini sangat bergantung pada teknologi, yang tidak hanya terbatas pada sektor manufaktur tetapi juga digunakan untuk menyelesaikan masalah sosial melalui ruang fisik dan virtual. Society 5.0 menggabungkan big data dari Internet of Things (IoT) yang diolah oleh Artificial Intelligence (AI) untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dampaknya merambah ke berbagai bidang, termasuk kesehatan, tata kota, transportasi, pertanian, industri, dan pendidikan. Pendidikan Islam memegang peran penting dalam membentuk individu yang kuat dan kompeten dalam teknologi. Melalui pendekatan holistik yang menggabungkan nilai-nilai Islam dengan teknologi canggih, peserta didik diharapkan dapat berkontribusi secara bertanggung jawab pada Society 5.0, mencerminkan karakter moral dan teknologi (IMTAQ dan IPTEK). Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi metode pengembangan IMTAQ dan IPTEK pada peserta didik di era Society 5.0 melalui studi kepustakaan. Integrasi IMTAQ dan IPTEK dalam pendidikan Islam menjadi krusial untuk menciptakan individu yang seimbang dalam aspek moral, etika, dan kecerdasan.
Pohon Zaqqum Menurut Tafsir Al-Mishbah Karya M. Quraish Shihab Fatih, Muhammad
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.1.487.32-42

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan yang mengandalkan data dari perpustakaan, mencakup data primer dari tafsir al-Misbah oleh M. Quraish Shihab dan data sekunder dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, dan internet. Semua data diklasifikasi, diolah, dan dianalisis dengan metode deskriptif analitis sebelum menyimpulkan temuan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pohon Zaqqum diidentifikasi sebagai makanan penghuni neraka, tumbuh di dasar neraka tanpa terbakar oleh api menyala-nyala. Kesimpulan lain mencakup gambaran mayang pohon Zaqqum yang menyerupai kepala setan, sebuah analogi untuk menyatakan keburukan dan menjijikkan. Penafsiran M. Quraish Shihab sejalan dengan mufassir lain seperti ar-Razi, Sayyid Thanthawi, dan Ibnu Katsir.
Menavigasi Pendidikan Moral di Institusi Islam Melalui Kearifan Sufistik Alamsyah, Anas Amin
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.1.488.43-55

Abstract

Artikel ini menggali hubungan yang mendalam antara Sufisme dan pendidikan moral dalam kerangka pendidikan Islam. Artikel ini memberikan analisis mendalam tentang prinsip-prinsip dan praktik-praktik sufisme, seperti penyucian spiritual, perilaku etis, dan pengembangan kebajikan batin (inner virtue), serta peran pentingnya dalam membentuk karakter moral di kalangan subyek didik di institusi-institusi Islam. Dengan merujuk pada berbagai literatur dan studi empiris, artikel ini menjelajahi bagaimana ajaran-ajaran sufisme mendorong pendekatan holistik terhadap pengembangan moral, yang menekankan tidak hanya perilaku luar tetapi juga penyucian hati dan jiwa. Selain itu, penelitian ini menyelidiki metode-metode pedagogis yang digunakan oleh para pembelajar Spiritualis (mentor kerohaniaan) untuk menanamkan nilai-nilai etis dan membimbing siswa di jalur pertumbuhan spiritual dan moral yang benar. Dengan menyoroti potensi transformatif sufisme dalam menumbuhkan individu yang bermartabat dan penuh kasih, artikel ini berkontribusi pada pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan simbiotik antara spiritualitas sufistik dan pendidikan moral dalam konteks Islam.
Penanaman Nilai-nilai Moderasi Beragama pada Siswa Madrasah Aliyah Bilingual Kota Batu Mubarak, Ruma; Mu’ammaroh, Nurul Lail Rosyidatul; Mubaraq, A. Zaki
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.1.489.56-66

Abstract

Indonesia merupakan sebuah negara yang majemuk, dimana Indonesia memiliki beragam suku, ras, budaya, bahasa, dan agama. Akibat keberagaman ini seringkali timbul konflik di negara Indonesia, salah satunya adalah konfilik beragama. Untuk menghindari konflik tersebut dan adanya perpecahan perlu adanya satu paham. Paham tersebut adalah paham moderasi beragama yang tengah digaungkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, (1) peran guru pendidikan agama Islam dalam menanamkan nilai-nilai moderasi beragama pada siswa Madrasah Aliyah Bilingual di Kota Batu sangat signifikan; (2) Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan guru PAI dalam menanamkan nilai moderasi beragama meliputi pemahaman dan kompetensi guru, dukungan dan kerjasama dengan pihak sekolah, partisipasi aktif siswa, serta pengaruh lingkungan sosial dan keluarga; (3) Strategi dan metode yang efektif dalam menanamkan nilai moderasi beragama pada siswa MA Bilingual Kota Batu meliputi pendekatan dialogis, pemanfaatan sumber daya yang relevan, pembelajaran berbasis pengalaman, penggunaan teknologi informasi, serta penerapan model peran guru sebagai contoh teladan yang mempraktikkan nilai-nilai moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari.
Menggugat Keadilan Poligami dalam Hukum Perkawinan di Indonesia Melalui Perspektif Gender Masadah, Masadah
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.1.490.67-79

Abstract

Poligami menjadi sorotan hukum dan masyarakat Indonesia sebagai Negara hukum telah mengatur poligami sebagai perkawinan yang sah dan memiliki payung hukum yaitu Undang-Undang Perkawinan. Prosedur poligami dalam Undang-Undang Perkawinan telah membebankan persyaratan bagi suami yang hendak melakukan poligami dengan syarat: suami wajib memiliki ijin dari istri, pejabat (bagi Pegawai Negeri Sipil) dan pengadilan sebagai tahap akhir untuk mendapatkan ijin poligami. Akan tetapi pengadilan tidak akan memberikan ijin untuk melakukan poligami kecuali seorang suami dapat memenuhi persyaratan alternatife yaitu istri tidak dapat menjalankan tugasnya sebagai istri, istri memiliki penyakit yang tidak dapat disembuhkan dan istri tidak dapat melahirkan. Hal ini nampak bahwa isteri sebagai objek untuk dipoligami dan terjadinya inkonsistentensi dimana asas perkawinan monogami namun masih memberikan celah untuk poligami. Penelitian ini bertujuan untuk mengkritisi Undang Undang Perkawinan di Indonesia yang mengatur tentang poligami perspektif gender. Metode yang digunakan penulis dalam penulisan adalah metode penelitian hukum normatife diskriptif, hasil dari analisis penelitian ini adalah Undang Undang Perkawinan di Indonesia dalam mengatur poligami terlihat tidak berkeadilan atau ketidakberpihakan kepada perempuan dan memandang perempuan sebagai sub ordinat.
Pancasila dan Etika Deontologi Kant di Era Society 5.0 Taufiqurrahman, Muhammad
PROGRESSA: Journal of Islamic Religious Instruction Vol. 8 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Raden Wijaya Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32616/pgr.v8.1.524.80-90

Abstract

Pancasila menghadapi tantangan baru di era Society 5.0, terutama dalam menghadapi perubahan identitas sosial generasi muda yang hidup dalam ruang digital. Artikel ini menyandingkan nilai-nilai Pancasila dengan etika deontologi Immanuel Kant untuk membangun kerangka etika publik yang relevan secara kontekstual dan universal. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif normatif untuk menelaah kesesuaian nilai-nilai Pancasila dengan prinsip imperatif kategoris Kant. Hasil kajian menunjukkan bahwa sila-sila Pancasila, khususnya sila kedua dan kelima, memiliki keselarasan moral yang kuat dengan prinsip deontologis Kant, seperti penghormatan terhadap martabat manusia dan keadilan sosial. Dengan demikian, integrasi antara Pancasila dan etika Kant dapat menjadi dasar konseptual dalam membangun sistem etika digital yang adil dan humanistik di era teknologi canggih

Page 1 of 1 | Total Record : 8