cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Berkala Arkeologi
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
We are a journal on archaeology published by Balai Arkeologi Yogyakarta every May and November each year. This journal seek to promote and shares research results and ideas on archaeology to the public. We covers original research results, ideas, theories, or other scientific works from the discipline of Archaeology mainly in the Indonesian Archipelago and Southeast Asia. Interest from other disciplines (such as history, anthropology, architecture, geology, etc.) must be related to archaeological subject to be covered in this journal. Our first edition was published on March 1980.
Arjuna Subject : -
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 17 No 1 (1997)" : 7 Documents clear
Cover Volume 17 No. 2 November 1997 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 17 No 1 (1997)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.15 KB)

Abstract

Frontmatter Volume 17 No. 2 November 1997 Berkala Arkeologi
Berkala Arkeologi Vol 17 No 1 (1997)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (112.205 KB)

Abstract

Beberapa Permasalahan Dan Pengembangan Metode Pertanggalan Radiokarbon Faisal Wisjachudin; Agus Taftazani; Bangun Wasito
Berkala Arkeologi Vol 17 No 1 (1997)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1050.369 KB) | DOI: 10.30883/jba.v17i1.764

Abstract

Telah dilakukan percobaan untuk penelitian dan pengembangan pertanggalan radiokarbon. Dalam ha! ini yang perlu dicermati adalah adanya beberapa permasalahan. Permasalahan tersebut antara lain teknik pengambilan sampel, teknik penanganannya di laboratorium, keberadaan standar referensi, adanya kontaminasi pada sampel, fraksinasi isotop, fluktuasi radiokarbon ( 14C), keterbatasan sampel dan evaluasi data. Untuk mengatasi permasalahan itu dilakukan penelitian yang mengacu pada perbaikan teknik yang menjadi permasalahan tersebut. Hasil percobaan terhadap sampel kayu, yang dilakukan pencucian dibandingkan dengan yang tidak diberi perlakuan pencucian, menunjukkan adanya perbedaan harga umur sampel kayu sekitar 391 tahun dari umur sesungguhnya sekitar 700 tahun yang lalu. Koreksi delta 13C karena adanya fraksinasi isotop menunjukkan cukup bermakna untuk sampel yang berumur di bawah 30.000 tahun. Koreksi lingkaran pohon (tree ring correction) yaitu koreksi adanya fluktuasi radiokarbon (14C) pada masa lalu juga memberikan koreksi yang perlu dikaji oleh para peneliti dari bidang arkeologi. Untuk itu diperlukan penanganan sampel dan perlakuan awal yang baik, penentuan harga delta 13C untuk koreksi adanya fraksinasi isotop karbon, koreksi fluktuasi radiokarbon sedemikian sehingga diperoleh harga pertanggalan yang terkoreksi dengan evaluasi data yang melibatkan berbagai disiplin ilmu, serta upaya penanganan keterbatasan sampel dari lapangan.
Pendekatan Keruangan Dalam Kajian Permukiman Gua Indah Asikin Nurani
Berkala Arkeologi Vol 17 No 1 (1997)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (910.557 KB) | DOI: 10.30883/jba.v17i1.765

Abstract

Sebagaimana telah diketahui bersama, suatu lahan gua yang tersedia sangatlah terbatas, sehingga menarik untuk ditelaah lebih mendalam. Ruangan gua yang terbatas tersebut diharapkan dapat dijadikan patokan sebagai awal dalam kajian mengenai pola permukiman dengan pendekatan melalui arkeologi ruang. Selama ini penelitian mengenai pola permukiman gua dilakukan dalam tahap penentuan tipe aktivitas penghuni gua, yang dititikberatkan pada unit analisis tertentu seperti artefak dan ekofak yang terkandung dalam gua tersebut. Sementara itu penelitian mengenai rekonstruksi pola dan cara hidup serta pemanfaatan lahan gua yang tersedia belwn pernah dilakukan. Dengan demikian pola serta model yang dilakukan dan telah dikenal manusia pada masa itu menarik perhatian untuk dikaji dan dicermati.
Penelitian Pelestarian Dan Pemanfaatan Sumberdaya Arkeologi Muhammad Hidayat
Berkala Arkeologi Vol 17 No 1 (1997)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (781.171 KB) | DOI: 10.30883/jba.v17i1.766

Abstract

Dalam pembangunan yang sedang gencar-gencarnya dilaksanakan di Indonesia dewasa ini sering terjadi konflik-konflik kepentingan antar sektoral. Sektor yang kurang menghasilkan barang maupun jasa, sering terkalahkan dalam konflik tersebut. Dalam kasus semacam ini banyak masalah kelestarian sumberdaya arkeologi terancam. Sebenamya masalah konflik yang dapat mengancam kelestarian sumberdaya arkeologi tersebut tidak akan terjadi apabila koordinasi, integrasi, dan sinkronisasi antar sektoral dilakukan secara optimal dalam penyusunan program. Selain itu dirasakan pula masih kurangnya terbadap pemahaman aspek- aspek hukum yang mengatur masalah kepentingan antar sektoral.
Benda Cagar Budaya Dan Situs: Sebuah Tinjauan Yuridis Dendi Eka Hartanto S.
Berkala Arkeologi Vol 17 No 1 (1997)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (434.46 KB) | DOI: 10.30883/jba.v17i1.767

Abstract

Sebuah fakta yuridis yang cukup mengkhawatirkan terjadi setelah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1992 tentang Benda Cagar Budaya diundangkan pada tanggal 21 Maret 1992. Fakta yuridis yang dimaksud adalah adanya kenyataan bahwa selama ini telah terjadi kekeliruan konsepsi terutama di tingkat elite pengambilan keputusan dalam inemabami hakekat benda cagar budaya dan situs. Contoh kongkritnya terdapat Lampiran Keputusan Direktur Jenderal Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 0248/Fl.IV/J.93 tentang Petunjuk Pelaksanaan Tata Cara Pendaftaran Benda Cagar Budaya. Dimana dalam salah satu blanko-nya berjudul Berita Acara Pemeriksaan Benda Tidak Bergerak, namun isi yang tercantum di dalamnya adalah mengenai situs, dengan redaksi yang berbunyi Nomor Urut Situs dan Nama Situs. Padahal kita tahu bahwa secara teoritis maupun yuridis hakekat benda cagar budaya tidak bergerak jelas tidak sama dengan hakekat situs.
Kajian 'Arkeologi Situs Masa Sejarah' Di Lasem: Pergeseran Pusat Kegiatan Nurhadi Rangkuti
Berkala Arkeologi Vol 17 No 1 (1997)
Publisher : Balai Arkeologi Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1052.357 KB) | DOI: 10.30883/jba.v17i1.768

Abstract

Dalam Babad Lasem tercatat peristiwa pergeseran pusat kegiatan yang ditandai dengan berpindahnya keraton dari Kriyan ke Bonang-Binangun dan akhimya dipindah lagi ke Colegawan. Dua lokasi pusat kegiatan yaitu Bonang-Binangun dan Colagawan terjadi pada masa berkembangnya pengaruh agama Islam di daerah pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kedua lokasi pusat kegiatan tersebut berada di daerah pantai. yaitu di Bonang-Binangun dan Caruban. Dipindahkannya lokasi pusat kegiatan di daerah pantai tidak mustahil karena disebabkan semakin ramainya perdagangan pada masa timbulnya Demak. sebagai kerajaan Islam di daerah pesisir.

Page 1 of 1 | Total Record : 7


Filter by Year

1997 1997


Filter By Issues
All Issue Vol 42 No 2 (2022) Vol 42 No 1 (2022) Vol 41 No 2 (2021) Vol 41 No 1 (2021) Vol 17 No 2 (1997) Vol 40 No 2 (2020) Vol 40 No 1 (2020) Vol 13 No 1 (1993) Vol 39 No 2 (2019) Vol 39 No 1 (2019) Vol 38 No 2 (2018) Vol 38 No 1 (2018) Vol 37 No 2 (2017) Vol 37 No 1 (2017) Vol 36 No 2 (2016) Vol 36 No 1 (2016) Vol 35 No 2 (2015) Vol 35 No 1 (2015) Vol 34 No 2 (2014) Vol 34 No 1 (2014) Vol 33 No 2 (2013) Vol 33 No 1 (2013) Vol 32 No 2 (2012) Vol 32 No 1 (2012) Vol 31 No 2 (2011) Vol 31 No 1 (2011) Vol 30 No 2 (2010) Vol 30 No 1 (2010) Vol 29 No 2 (2009) Vol 29 No 1 (2009) Vol 28 No 2 (2008) Vol 28 No 1 (2008) Vol 27 No 2 (2007) Vol 27 No 1 (2007) Vol 26 No 2 (2006) Vol 26 No 1 (2006) Vol 25 No 1 (2005) Vol 24 No 1 (2004) Vol 23 No 2 (2003) Vol 23 No 1 (2003) Vol 22 No 1 (2002) Vol 21 No 2 (2001) Vol 21 No 1 (2001) Vol 20 No 1 (2000) Vol 19 No 2 (1999) Vol 19 No 1 (1999) Vol 18 No 2 (1998) Vol 18 No 1 (1998): Edisi Khusus Vol 17 No 1 (1997) Vol 16 No 2 (1996) Vol 16 No 1 (1996) Vol 15 No 3 (1995): Edisi Khusus Vol 15 No 2 (1995) Vol 15 No 1 (1995) Vol 14 No 2 (1994): Edisi Khusus Vol 14 No 1 (1994) Vol 13 No 3 (1993): Edisi Khusus Vol 13 No 2 (1993) Vol 12 No 1 (1991) Vol 11 No 1 (1990) Vol 10 No 2 (1989) Vol 10 No 1 (1989) Vol 9 No 2 (1988) Vol 9 No 1 (1988) Vol 8 No 2 (1987) Vol 8 No 1 (1987) Vol 7 No 2 (1986) Vol 7 No 1 (1986) Vol 6 No 2 (1985) Vol 6 No 1 (1985) Vol 5 No 2 (1984) Vol 5 No 1 (1984) Vol 4 No 2 (1983) Vol 4 No 1 (1983) Vol 3 No 1 (1982) Vol 2 No 1 (1981) Vol 1 No 1 (1980) More Issue