cover
Contact Name
Tanendri Arrizqiyani
Contact Email
p3m@stikes-bth.ac.id
Phone
+6281321180268
Journal Mail Official
jkbth@stikes-bth.ac.id
Editorial Address
Jl.Cilolohan No 36 Tasikmalaya
Location
Kota tasikmalaya,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada
ISSN : 1979004X     EISSN : 26214660     DOI : https://dx.doi.org/10.36465
Core Subject : Health,
This is the an open access journal specialized in Nursing Sciences, Health Analyst, Pharmacy and other relevant fields JKBTH was registered e-ISSN: 2621-4660 with SK no. 0005.26214660/JI.3.1./SK.ISSN/2018 and p-ISSN : 1979-004X with SK no. 0005.07/Jl.3.02/SK.ISSN/2008. JKBTH which was established in 2019 and published 2 (two) times a year in February and August, has been accredited by Directorate General of Higher Education (DGHE) Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia.
Articles 26 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2015)" : 26 Documents clear
UJI AKTIVITAS ANALGETIK DAUN MURBEI (Morus alba L) PADA MENCIT JANTAN GALUR WEBSTER Priatna, Muharam
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (143.472 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.109

Abstract

Telah dilakukan penelitian efek analgetik daun murbei (Morus alba L) pada mencit jantan putih galur webstar. Metode yang dilakukan adalah metode induksi panas dengan menggunakan pelat panas. Sebagai control positif digunakan tablet parasetamol. Hasil menunjukan bahwa daun murbei dosis 0,104 mg/20 g mencit memberikan efek yang lebih baik, disusul oleh dosis 0,052 mg/20 g menci , dan dosis 0,026 mg/20 g mencit. Efek ke tiga dosis daun murbei tersebut lebih kecil dibandingkan dengan parasetamol sebagai kontrol positif yang berbeda secara signifikan.Proteksi dari ketiga kelompok uji I, uji II, dan Uji III berturut-turut 37,30 %, 58,94 %, dan 79,37 %. Sementara efektivitas analgetiknya berturut-turut 44,34 %, 68,87 %, dan 94,34 %.
PERSEPSI PERAWAT TENTANG INFORMASI YANG DIBUTUHKAN OLEH PASIEN BENIGN PROSTATIC HYPERPLASIA (BPH) PRAOPERASI DI RUANG RAWAT INAP BEDAH III A RSUD DR. SOEKARDJO KOTA TASIKMALAYA Robby, Asep; Agustin, Teti
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (171.771 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.124

Abstract

Tindakan operasi merupakan pengalaman yang sulit bagi hampir semua pasien. Perawat perlu mempersiapkan pasien dalam menghadapi operasi dengan edukasi praoperasi dan memenuhi aspek fisik, psikologis.Informasi dalam edukasi yang disampaikan untuk pasien praoperasi terdiri dari lima dimensi antara lain informasi berkaitan dengan 1) situasional/prosedural, 2) sensasi/ ketidaknyamanan, 3) peran pasien, 4) dukungan psikososial, dan 5) latihan. Untuk mengetahuipersepsi perawat terhadap informasi yang dibutuhkan pasien BPH preoperasi maka 12 responden yaitu perawat ruangan IIIA RSUD dr.Soekardjo Kota Tasikmalaya diberi 42 pertanyaan yang berkaitan dengan persepsi terhadap informasi yang dibutuhkan oleh pasien BPH. Metode yang digunakan yaitu deskriptif kuantitatif dengan rumus T mean. Hasil yang didapat yaitu bahwa persepsi perawat berkaitan dengan informasi yang dibutuhkan oleh pasien BPH praoperasi Di Ruang Rawat Inap Bedah IIIA RSUD Dr. Soekardjo Kota Tasikmalaya terkategori unfavorable. Untuk itu disarankan untuk meningkatkan komunikasi terhadap pasien dan keluarga terutama serta mengkaji informasi apa yang dibutuhkan atau kurang dipahami pasien dan keluarganya. Selain itu diharapkan ada lanjutan penelitian tentang perbandingan informasi yang diharapkan dan yang didapat oleh pasien menjelang operasi, atau menilai adakah perbedaan persepsi antara perawat dan pasien terhadap informasi yang dibutuhkan pasien.Kata Kunci: Informasi praoperasi, pasien BPH, operasi
AKTIVITAS EKSTRAK BUAH BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) TERHADAP PROFIL LIPID TIKUS PUTIH JANTAN Rahayuningsih, Nur; Lestari, Tresna; Nurafia, Fitri; Kharina, Elin
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.466 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.115

Abstract

Telah dilakukan penelitian tentang aktivitas ekstrak buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) terhadap kadar kolesterol total, HDL, LDL dan TG serum darah tikus. Pada penelitian ini digunakan dua batchperlakuan dimana masing-masing batch terdiri dari enam kelompok yaitu normal, negatif, positif, dosis uji satu, dosis uji dua dan dosis uji tiga. Batch pertama untuk menguji aktivitas terhadap kadar kolesterol total, LDL dan HDL dengan Kelompok I (kontrol normal) diberi PGA 1%, kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1% dan obat simvastatin 1,8 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok III (kontrol negatif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok IV, V, dan VI (kelompok dosis uji) diberi ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dalam PGA 1% secara oral dengan dosis 99,5 mg/200 gram BB tikus, 199 mg/200 gram BB tikus, dan 398 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1% yang telah di induksi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus. Batchkedua untuk menguji aktivitas terhadap kadarTG denganKelompok I (kontrol normal) diberi PGA 1%, kelompok II (kontrol positif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1% dan obat simvastatin 1,8 mg/200 gram BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok III (kontrol negatif) diberi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus dalam suspensi PGA 1%, kelompok IV, V, dan VI (kelompok dosis uji) diberi ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dalam PGA 1% secara oral dengan dosis 94,5 mg / 200 g BB tikus, 189mg/ 200 g BB tikus, 378mg / 200 g BB tikus dalam suspensi PGA 1% yang telah di induksi diet tinggi kolesterol, propiltiourasil 0,02% 10 ml/Kg BB tikus.Penetapan kadar kolesterol total, HDL, dan LDL dilakukan dengan metode CHOD-PAP (Cholesterol Oxidase Para Aminophenazone). Penetapan kadar trigliserida dengan metode Enzymatic Colorimetric Test dengan Glycerol -3- Phosphate Oxidase. Dari hasil penelitian diperoleh bahwa pemberian ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) mempunyai aktivitas menurunkan kadar kolesterol total dan LDL serta meningkatkan kadar HDL serum darah tikus dengan dosis efektif adalah dosis II (199 mg/200 gram BB tikus 199 mg/200 gram BB tikus) dengan persen efektivitas penurunan kadar kolesterol total 123,2%, LDL 132,9% dan peningkatan kadar HDL 140,6%. Dan ekstrak etanol buah buncis (Phaseolus vulgaris L.) dosis III (378mg / 200 g BB tikus) mempunyai aktivitas menurunkan kadar TG dengan persentase sebesar 67,97%.Kata kunci: Ekstrak Etanol Buah Buncis, Kolesterol Total, High Density Lipoprotein (HDL) , Low Density Lipoprotein(LDL), Trigliserida
UJI SENSITIVITAS ANTIBIOTIK LEVOFLOXACIN YANG ADA DI PASARAN TERHADAP BAKTERI Salmonella thyphosa ATCC 2401 Yuliana, Anna
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.914 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.105

Abstract

Penelitian ini adalah untuk mengetahui sensitivitas Salmonella typhosa terhadap berbagai jenis antibiotik. Penelitian bersifat invitro dilakukan dengan media lingkungan buatan dan terkontrol bukan pada organisme hidup. Pada pengujian ini menggunakan strain murni Salmonella typhosa ATCC 2401 yang dilakukan uji sensitivitas terhadap 3 jenis antibiotik yaitu, levofloxacin, cefixim, dan cefditoren. Penelitian ini dilakukan dengan metode sumuran Kirby-Bauer. Interprestasi hasil dilihat dari zona bening yang terbentuk disekitar sumuran dan dibandingkan dengan standar sensitivitas menurut standar Ferraro. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Salmonella typhosa masih sensitif terhadap lefovloxacin pada konsentrasi terendah 20mg/mL; cefixim 50mg/mL; dan cefditoren 10mg/mL; resisten terhadap levofloxacin pada konsentrasi 10mg/mL; cefixim 10mg/mL; dan cefditoren 5mg/mL; intermediet terhadap cefixim terjadi pada konsentrasi 25mg/mL dan 20mg/mL. Sehingga dapat ditarik kesimpulan semua antibiotik tersebut resisten terhadap bakteri Salmonella typhosa.Kata kunci : levofloxacin, cefixim, cefditoren, Salmonell typhosa ATCC 2401.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DAN TELAAH FITOKIMIA Sargassum crassifolium J. G. Agardh. RUMPUT LAUT ALAM ASAL PANTAI BATU KARAS KECAMATAN CIJULANG KABUPATEN CIAMIS Amin, Saeful
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes BTH Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (278.09 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.131

Abstract

Telah dilakukan penelitian yang bertujuan menguji aktivitas peredam radikal bebas dari rumput laut alam asal Pantai Batu Karas Kecamatan Cijulang Kabupaten Ciamis secara in vitro dengan metode DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl). Rumput laut alam yang digunakan dalam penelitian ini adalah (1) Sargassum polycystum C. A. Agardh., (2) Sargassum polycystum C. A. Agardh (Oseng; daun runcing seperti jarum), (3) Sargassum crassifolium J. G. Agardh., (4) Rhodymenia palmata (Linnaeus) Greville., (5) Grateloupia filicina (Wulfen) C. Agardh (berambut), (6) Grateloupia filicina (Wulfen) C. Agardh (berbintil), (7) Gelidium rigidum (Vahl.) Grev., dan (8) Laurencia splendens Holl.Pengujian aktivitas secara kualitatif dilakukan dengan kromatografi lapis tipis terhadap ekstrak metanol delapan spesies sampel dengan eluen CHCl3 : MeOH (8:2) kemudian kromatogram disemprot dengan DPPH 0,2%. Sampel yang memiliki aktivitas peredaman tertinggi difraksinasi dengan n-heksana-air (1:1) dan etil asetat kemudian fraksi diuji secara kuantitatif secara spektrofotmetri UV-Visibel pada panjang gelombang 517 nm.Hasil pengujian menunjukkan bahwa kedelapan sampel memiliki aktivitas peredaman terhadap radikal bebas DPPH yang ditandai dengan bercak berwarna kuning dengan latar belakang violet setelah disemprot dengan DPPH. Sargassum crassifolium J. G. Agardh memiliki aktivitas peredaman tertinggi dan diuji lanjut dengan variasi konsentrasi uji setiap fraksi, fraksi n-heksan, fraksi etil asetat dan fraksi air yaitu 1 ppm, 10 ppm, 100 ppm dan 500 ppm. Fraksi air memiliki aktivitas peredaman radikal bebas DPPH paling tinggi dengan nilai IC50 13,38 ppm, sedangkan fraksi etil asetat memiliki aktivitas peredaman rendah dengan nilai IC50 86,07 ppm dan fraksi n-heksan tidak menunjukkan memiliki aktivitas peredaman terhadap radikal bebas DPPH.Kata kunci : Radikal bebas, Rumput laut, DPPH (2,2-diphenyl-1-picrylhydrazyl)
HUBUNGAN ANTARA PENGALAMAN MENJADI KADER KESEHATAN DENGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENANG KANKER SERVIKS PADA KADER KESEHATAN DI KELURAHAN KOTA BARU KECAMATAN CIBEUREUM Nurliawati, Enok; Sambas, Etty Komariah
Jurnal Kesehatan Bakti Tunas Husada: Jurnal Ilmu-ilmu Keperawatan, Analis Kesehatan dan Farmasi Vol 14, No 1 (2015)
Publisher : STIKes Bakti Tunas Husada Tasikmalaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.136 KB) | DOI: 10.36465/jkbth.v14i1.120

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan tingginya angka kematian akibat kanker serviks yang disebabkan kurang pengetahuan tentang deteksi dini dan penangananya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengalaman menjadi kader kesehatan dengan tingkat pengetahuan tentang kanker serviks Jenis penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectinal. Jumlah sampel sebesar 59 responden dengan tehnik pengambilan sampel secara consecutive sample. Hasil penelitian menunjukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara lamanya menjadi kader dengan tingkat pengetahuan kader kesehatan tentang kanker serviks dengan p= 0.001. Untuk meningkatkan penegtahuan masyarakat tentang kanker serviks dapat memperdayan kader kesehatan dalam promosi kesehatan. Kata kunci: Pengalaman, Kader Kesehatan, Pengetahuan, Kanker serviks

Page 3 of 3 | Total Record : 26