cover
Contact Name
Muhammad Ilham
Contact Email
muhammadilham@iainkendari.ac.id
Phone
+6285395492216
Journal Mail Official
jurnalatadib@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari Jln. Sultan Qaimuddin, No. 17 Baruga Kendari, Sulawesi Tenggara, Indonesia
Location
Kota kendari,
Sulawesi tenggara
INDONESIA
Al-Ta'dib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan
ISSN : 19794908     EISSN : 25983873     DOI : https://doi.org/10.31332/
Core Subject : Education,
Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan is a forum publishing original articles related to research-based education or Islamic education. It is published by Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Institut Agama Islam Negeri Kendari (Faculty of Education and Teaching, IAIN Kendari). This journal is for professionals, academics, researchers, and scholars whose empirical work focuses on curriculum, teaching methodology, learning activity, teaching media, learning approaches, learning achievement, character education, evaluation in education and the relationship between Islam and education. Authors are welcomed to submit their manuscripts for publication. Al-Tadib: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan publishes articles on education in any area of study twice a year, every June and December. This journal charges no fees for publication.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol. 6 No. 1 (2013)" : 15 Documents clear
RELIGIUSITAS LEMBAGA PENDIDIKAN YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN Obaid, Moh. Yahya
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.296

Abstract

Hubungan manusia dan lingkungan bagaikan kehidupan ikandalam air, sejak lahir, tumbuh berkembang dan dewasa, manusiasenantiasa berinteraksi dengan lingkungannya, baik lingkunganalam, lingkungan manusia, maupun lingkungan sosial budaya,sehingga wajar jika watak dan prilaku manusia terbentuk olehkeadaan lingkungan. Sekolah sebagai lembaga pendidikan dantempat berkumpulnya manusia yang membentuk komunitas sosialsangat membutuhkan lingkungan yang kondusif sesuai dengantata nilai atau kode etik yang diberlakukannya. Tata nilaitertinggi dan akomodatif dari kebutuhan kejiwaan seluruh wargalembaga pendidikan adalah tatanan yang bersumber dari nilainilaikeagamaan, oleh karena itu, nilai-nilai keagamaan harusterinternalisasi di seluruh aktivitas kelembagaan yangberwawasan lingkungan terutama lingkungan sosialnya.Kata Kunci : Lembaga Pendidikan, Lingkungan dan Keagamaan.
PENELITIAN SEBAGAI INSTRUMEN PERBAIKAN KUALITAS KINERJA ORGANISASI PENDIDIKAN SECARA BERKELANJUTAN (CONTINUOUS IMPROVEMENT) Syahrul, Syahrul
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.297

Abstract

Organisasi pendidikan memiliki fungsi strategis dalampencapaian tujuan-tujuan pendidikan, sehingga tata kelola yangbaik menjadi kunci dalam pemberian layanan pendidikan yangbaik. Dengan pendekatan sistem dapat dilihat bahwa layananpendidikan yang diberikan oleh sebuah organisasi pendidikanmencakup: input, proses, dan output. Ketiga aspek tersebutmerupakan satu kesatuan sehingga memerlukan perhatian secaramenyeluruh dan serius.Faktor manusia menjadi kunci sukses dalam pemberianlayanan pendidikan yang berkualitas. Output maupun proses yangberkualitas akan menjadi kenyataan jika ditunjang oleh input yangberkualitas tinggi. Salah satu yang selalu menjadi sorotan dalamkonteks ini adalah bagaimana menciptakan kualitas kinerja yangtinggi bagi para penyelenggara organisasi (termasuk organisasipendidikan). Di dalam organisasi pendidikan setidaknya mencakup4 (empat) komponen, yakni pimpinan, guru/dosen, karyawan/stafadministrasi, dan siswa/mahasiswa. Tiga komponen terdahulubekerja bahu membahu (sinergis) dalam menjawab kebutuhansiswa/mahasiswa. Pertanyaannya adalah bagaimana menjawabkebutuhan internal customer itu? Bagaimana mengetahuikebutuhan mereka? Layanan pembelajaran apa yang cocok bagimereka? Bagaimana seharusnya peran pimpinan? Apakah merekabutuh layanan tambahan selain layanan pokok (pembelajaran),bagaimana hubungan dengan masyarakat? Bagaimana persaingandengan lembaga lain? Dan mungkin banyak lagi deretanpertanyaan yang dapat diajukan.Penelitian (riset) memberi jalan bagi insan lembagapendidikan untuk menemukan masalah dan memberi jalan keluarsecara ilmiah terhadap problem-problem keorganisasian.Pengambilan keputusan-keputusan strategis organisasi sejatinya berdasarkan fakta dan data-data empiris, bukan asumsi/praduga,ataupun rekaan. Kualitas kinerja yang baik dan berkelanjutandapat diraih jika kita bekerja berdasarkan kebutuhan riil pemangkukepentingan (stakeholder), dimana kebutuhan tersebut bersifattidak tetap (dinamis) dari waktu ke waktu.Kata Kunci: riset, internal customer, kualitas kinerja, perbaikanberkelanjutan, dan lembaga pendidikan.
MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Kadir, Siti Fatimah
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.298

Abstract

Sekolah merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkandari lingkungan masyarakatnya, sebaliknya masyarakatpun tidakdapat dipisahkan dari sekolah. Karena keduanya sama-sama memilikikepentingan. Sekolah sebagai lembaga formal yang diserahi amanatuntuk mendidik, melatih dan membimbing anak bangsa (masyarakat)sementara masyarakat adalah stakeholder atau pengguna jasapendidikan.Keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh prosespendidikan di sekolah dan tersedianya sarana dan prasarana sajamelainkan juga ditentukan oleh peran keluarga dan masyarakat.Karena pendidikan adalah tanggung jawab bersama sekolah, keluargadan masyarakat. Maka masyarakat mempunyai peran untuk turutmemikirkan penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Partisipasimasyarakat yang tinggi di sekolah menjadi indikator bahwamanajemen sekolah berjalan dengan baik. Ketika pemerintah dalamhal ini sekolah berdampingan mesra dengan masyarakat dan orang tuaakan memberikan dampak yang besar bagi kemajuan sekolah danakan memberi pengaruh yang besar pula bagi peningkatan prestasibelajar anak di sekolah (salah satu ukuran mutu pendidikan).Upaya melibatkan masyarakat dalam meningkatkan mutupendidikan di sekolah dapat ditempuh dengan cara (1) melakukansosialisasi kepada para pemimpin formal. (2) Melibatkan para pemimpinformal untuk ikut memiliki sekolah/madrasah sebab maju mundurnyalembaga pendidikan akan berdampak pula pada masyarakat setempat.(3) Menunjukkan program langsung, selain mendidik anak-anak dapatpula menunjukkan prestasi yang telah dicapai baik oleh siswa, guruataupun prestasi sekolah secara keseluruhan.Kata Kunci: Mutu Pendidikan dan Pemberdayaan masyarakat.
PERANAN KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN Inah, Ety Nur
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.299

Abstract

Manusia merupakan makhluk sosial yang hidup berkelompoksaling membutuhkan satu sama lain. Sebagai makhluk sosial danhidup berkelompok dalam kehidupan sehari-hari tentu tidak luputdari interaksi atau komunikasi. komunikasi adalah prosespenyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan atauaudiens baik itu dalam bentuk simbol, lambang dengan harapanbisa membawa atau memahamkan pesan itu kepada masyarakatserta berusaha mengubah sikap dan tingkah laku. Komunikasi jugadigunakan dalam dunia pendidikan dan memiliki peranan yangbegitu penting dalam pendidikan di antaranya, pertama fungsipengawasan, fungsi ini berupa peringatan dan kontrol maupunkegiatan persuasif. Pengawasan dan kontrol ini dapat dilakukanuntuk aktifitas prevensif untuk hal-hal yang tidak diinginkanseperti pemberian bahaya narkoba yang dilakukan melalui mediamasa dan ditunjukan kepada para pelajar dan lebih luas lagi kepadamasyarakat. Kedua fungsi sosial learning, fungsi sosial learning iniadalah melakukan guilding dan pendidikan sosial kepada semuaorang. Fungsi ini memberikan pencerahan kepada masyarakatdimana komunikasi massa itu berlangsung. Dan ketiga fungsipenyampaian informasi. Fungsi ini merupakan proses penyampaianinformasi kepada masyarakat luas umumnya dan khususnyakepada peserta didik dalam hal penyampaian pesan yang berupamateri yang relevan dengan tujuan instruksional pendidikan.Selanjutnya tujuan komunikasi dalam pendidikan, jika kita sebagaipengajar maka kita sering berhubungan dengan pelajar, olehkarena itu, kita bertujuan menyampaikan informasi tentang materipelajaran yang akan diajarkan, agar materi pelajaran yangdisampaikan dapat dimengerti dan dipahami sebagai komunikasiyang kita laksanakan dapat tercapai. Dan ada 6 komponen yangharus digunakan dalam pendidikan yang tidak dapat dipisahkansatu sama lain di antaranya yaitu: sumber (source), komunikator(encoder), pesan (massage), komunikan (decoder), media(channel), effek (hasil).Kata Kunci: Peranan, Komunikasi dan Pendidikan.
DIKOTOMI ILMU DAN DUALISME PENDIDIKAN Samrin, Samrin
Al-TA'DIB: Jurnal Kajian Ilmu Kependidikan Vol. 6 No. 1 (2013)
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31332/atdb.v6i1.300

Abstract

Polemik di sekitar dikotomi dan dualisme pendidikandikalangan para ahli masih terus berlangsung. Diterimanya prinsipdikotomi antara ilmu-ilmu agama dan ilmu-ilmu umum adalah diantara indikasi kerapuhan dasar filosofis pendidikan Islam itu.Dikotomi terlihat dengan jelas pada dualisme sistem pendidikan dinegeri-negeri muslim, sistem pesantren dengan segala variasi danimplikasinya dalam pembentukan wawasan intektual keIslamanumat, dan sistem pendidikan sekuler dengan segala dampak danakibatnya dalam persepsi keagamaan. Dualisme dikotomi inidiperkuat oleh sistem penjajahan Barat atas dunia Islam yangberlangsung lama.Dengan adanya usaha Islamisasi pengetahuan yang marakdiperbincangkan, dianggap sebagai usaha untukmengspritualisasikan atau pemberian nilai-nilai rohaniah padaupaya penggalian dan pengamalan ilmu pengetahuan, sehinggamelahirkan ilmu pengetahuan yang tidak dikotomi dan tidaksekuler ( ilmu atau pengetahuan yang terpadu).Kata Kunci : Dikotomi, Dualisme, dan Pendidikan

Page 2 of 2 | Total Record : 15