cover
Contact Name
Herie Saksono
Contact Email
editorialjbp@jurnal.kemendagri.go.id
Phone
+628118899965
Journal Mail Official
editorialjbp@jurnal.kemendagri.go.id
Editorial Address
Jalan Kramat Raya Nomor 132 Jakarta Pusat DKI Jakarta - 10430
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Bina Praja
ISSN : 20854323     EISSN : 25033360     DOI : https://doi.org/10.21787/jbp.16(3).2024
Jurnal Bina Praja (JBP) is an open access journal which publishes significant, cutting-edge, and multidisciplinary research drawn from all areas of Governance.
Articles 589 Documents
Evaluasi Penyajian Pelaporan Aktiva Tetap untuk Meningkatkan Pengawasan Kelembagaan Pemerintah Meity Handayani
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 5 No. 3 (2013)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.05.2013.189-196

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kelemahan penyajian pelaporan aktiva tetap yang telah ada di Pemerintah, kemudian mendeskripsikan factor-faktor yang paling berpengaruh dalam pelaporan aktiva tetap, serta membangun penyajian pelaporan alternatif yang ideal untuk meningkatkan pengawasan kelembagaan pemerintah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi (telaah dokumen) dari sumber media cetak dan elektronik dan Observasi (pengamatan langsung. Hasil analisis penelitian menunjukkan: laporan aktiva tetap yang dibuat saat ini adalah laporan yang dihasilkan dari system yang dibuat oleh Kementerian Keuangan, system tersebut bernama SIMAK. Akan tetapi sejauh ini system tersebut belum mengakomodir keinginan pemeriksa. System tersebut juga tidak mencantumkan keterangan mengenai biaya penyusutan, perhitungan biaya penyusutan hanyamengandalkan perhitungan dari DJKN (Ditjen Kekayaan Negara). Biaya penyusutan sangat penting pengungkapannya, karena kedepan Pemerintah diwajibkan untuk mengikuti PP no. 71 tahun 2010 tentang akuntansi berbasis akrual dan merupakan dasar penghapusan aktiva guna mewujudkan tertib pencatatan dan pengelolaan aktiva tetap.AbstractThis study aims to evaluate the weaknesses of evaluate the reporting of fixed assets that already exist in the Government, then describes the factors that most influence the reporting of fixed assets, as well as building an ideal alternative to improve the supervision of government institusions. This study uses descriptive with qualitative approach. Data collection was performed by the study of documents method from print and electronic sources and Direct Observation. The analysis resulted: fixed asset reports are made at this time is a report generated from the system created by the Ministry of Finance, the system is called SIMAK. But so far the system has not accommodate the examiner. The system also does not include information on the cost of depreciation, depreciation calculations rely on the calculation of DJKN (Directorate General of State Property). Disclosure of the cost of depreciation is very important, because the next Government is obliged ti follow the PP no.71 tahun 2010 about accrual accounting base and is the basis for asset in order to achieve the orderly recording and management of fixed assets.
Partisipasi Publik dalam Pengambilan Keputusan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Lampung Noverman Duadji
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 5 No. 3 (2013)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.05.2013.197-204

Abstract

AbstrakRakyat sebagai pemilik APBD dan oleh karenanya partsipasi publik memiliki tempat penting dalam penyelenggaraan urusan publik dan tata-kelola pemerintah daerah, khususnya dalam pengambilan keputusan APBD. Rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah ada partisipasi publik dalam pengambilan keputusan APBD Provinsi Lampung dan pada tingkat apa partisipasi publik itu dilakukan berdasarkan tangga Arnstein?. Tujuan penelitian ini diarahkan pada: (1) penggambaran tentang partisipasi publik dalam perumusan keputusan APBD Provinsi Lampung; dan (2) pengkajian dengan penentuan derajad (kategorisasi) partisipasi publik berdasarkan tangga partisipasi Arnstein. Sementara metode yang digunakan adalah metode kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengambilan keputusan APBD Provinsi Lampung masih merupakan arena dan area elit formal di daerah yang lebih dimaknai sebagai proses politik, media transaksi dan bargaining para elit sebagai aktor yang terlibat. Hal-hal yang bersifat prosedural menjadi lebih penting dan utama, sementara aspek substansial yang merujuk pada persoalan isi sebagai pengejawantahan kepentingan publik belum menjadi prioritas. Bila dikaitkan dengan derajad dan tangga partisipasi Arnstein, partisipasi publik dalam pengambilan keputusan APBD Provinsi Lampung berada pada derajad tanda partisipasi yang didominasi anak tangga pemberian informasi dan konsultasi (derajad ke 2 pada anak tangga ke 3 dan ke 4). Atas dasar simpulan diuraikan diatas, maka saran yang dapat diusulkan untuk meningkatkan kualitas isi kebijakan publik perlu terus ditumbuh-kembangkannya partisipasi publik yang lebih konkrit dan lebih menguat dalam domain yang lebih luas. Untuk itu diperlukan komitmen kuat dari Pemerintah provinsi Lampung melaui: (1) perubahan mind set dari aktor formal kebijakan yang menempatkan partisipasi publik sebagai layanan dasar, bukan hanya sekedar terbukanya peluang dan akses berpartisipasi warga; (2) penyediaan perangkat legal formal sebagai payung yang mengatur partisipasi publik; dan (3) pembinaan organisasi kemasyarakat dan dukungan finansial yang dianggarkan melalui APBD.AbstractAs we know that the People own the provincial budget (APBD). Although the public participation lies on more important placement in operating the public affairs and local governance, especially in the decision making of the provincial budget. The research problem is stated: what is the public participation in operating the provincial budget and what is it’s category of the Aronstein’s participation ladder? The research aimed to: (1) description of the public participation in operating the provincial budget, and (2) analysis to classify the public participation of the Aronstein’s participation ladder. According to the reasons of the goal, the qualitative method is used.The research result indicated that the decision making of the provincial budget is the formal actor’s arena and area. It’s expressed as political process, transactional media and bargaining among the formal actors. The public participation is in signing of participation, such as give the information and consultative advices
Optimalisasi Pengembangan Potensi Ekowisata sebagai Objek Wisata Andalan di Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kaltim M. Soleh Pulungan
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 5 No. 3 (2013)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.05.2013.205-214

Abstract

AbstrakTujuan kajian untuk mengetahui potensi yang dapat dikembangkan untuk kegiatan ekowisata dari mulai potensi alam, potensi budaya, potensi SDM hingga ketersediaan energi di kecamatan. Menentukan alternatif strategi bagi pengembangan ekowisata di wilayah Kecamatan. Sample penelitian meliputi 7 kecamatan yang ada diwilayah Kab. Kutai Kartanegara. Metodologi yang digunakan yakni metode deskriptif, namun bersifat aplikatif, sehingga secara aktual dapat digunakan oleh para perencana dan pengambil keputusan pembangunan di daerah ini. Hasil penelitian; (1) bahwa responden memiliki persepsi negatif terhadap pengembangan ekowisata karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang arti, maksud dan tujuan/manfaat ekowisata. (2) Masyarakat selama ini belum berperan aktif dalam mengembangkan potensi produk wisata didaerahnya. (3). Alternatif strategi dalam meningkatkan peran serta masyarakat dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi tentang ekowisata ke semua stakeholders.AbstractPurposes of the study are to determine the potential that can be developed for ecotourism activities ranging from natural resources, cultural potential, the potential energy to the availability of human resources in the district of Kutai regency. In order to determine strategic alternatives for development ecotourism in the District. Research sample includes 7 districts of Kutai Regency. The methodology used the descriptive method, however, is applicable, so it can actually be used by planners and decision makers in the development of this area.The results: (1) that the respondent has a negative perception towards tourism development because of the lack of public knowledge about the meaning, purpose and objectives / benefits of ecotourism. (2) The public has not played an active role in developing the potential of tourism products in their respective regions. (3). Alternative strategies to enhance community participation is done in a way to disseminate to all stakeholders of ecotourism
Perilaku Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah Rumah Tangga (Studi Kasus di Kelurahan Pasar Sarolangun) Adi Rahman
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 5 No. 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.05.2013.215-220

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga, khususnya yang berkaitan dengan prinsip umum pengelolaan sampah yang baik dan penerapan reduce reuse dan recycle (3R), serta untuk mengetahui kendala yang dihadapai masyarakat dan pemerintah dalam pengelolaan sampah rumah tangga di kelurahan pasar sarolangun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Juni 2012 di Kelurahan Pasar Sarolagun, Kabupaten Sarolangun. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode Quota Sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang dari 6 RT. Hasil Penelitian menunjukan bahwa perilaku masyarakat dalam penerapan prinsip umum pengelolaan sampah sudah berjalan baik, namun penerapan prinsip 3Rnya dapat dikatakan kurang baik. Kendala yang dihadapi masyarakat antara lain; 1) Ada 33% masyarakat yang menyatakan belum terlayani penjemputan sampah kerumahnya. 2) Ada 23% masyarakat menyatakan belum tersedia TPS dilingkungan RTnya. Selain kendala diatas terungkap juga bahwa penjemputan sampah terkadang tidak dilaksanakan setiap hari dan keberadaan tong sampah didepan rumah sering hilang diambil maling dan juga sebagian masyarakat belum mengetahui cara pengolahan sampah. Kendala yang dihadapi Pemerintah adalah 1) Kurangnya fasilitas seperti TPS, Armada pengangkut sampah. 2) Belum semua wilayah di Kelurahan Pasar Sarolangun dapat dilayani oleh Distaksiman. 3) Kurangnya Tenaga Ahli 3R.AbstractThis study aims to determine the behavior of people in the household waste management, especially with regard to the general principles of good waste management and application reuse reduce and recycle (3R) and want to know the problems faced by the people and government in the management of household waste in the village market Sarolangun. The research was conducted in April to June 2012 in the Village Market Sarolagun, Sarolangun. The sampling Quota sampling method by the number of respondents as many as 30 people from 6 RT. Research Indicates that the behavior of the community in the application of general principles of waste management has been running well, but the application of the principle can be said to be less well 3R. Constraints faced by the community, among others: 1) There are 33% of people who claim unserved trash pick-up to his house. 2) There are 23% of the states are not yet available TPS environment. In addition to the above constraints also revealed that garbage pick-up are sometimes not carried out every day and in front of the house where the garbage is taken thieves often missing and also most people do not know how to waste. Constraints faced by the Government are: 1) Lack of facilities such as TPS and vehicle garbage. 2) Not all areas of the Village Market Sarolangun be served by Distaksiman. 3)Lack of Expert 3R.
Harmonisasi Regulasi tentang Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) di Daerah Istimewa Yogyakarta Gunawan Gunawan
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 5 No. 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.05.2013.221-232

Abstract

AbstrakRegulasi yang ada tentang Pengaturan Penyidik Pegawai Negeri Sipil melibatkan beberapa kelembagaan atau institusi seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Kepolisian Republik Indonesia masing-masing memiliki kewenangan sebagai pembina umum dan teknis maupun taktis namun apa yang terjadi dengan peraturan yang diterbitkan kelembagaan dan institusi tersebut semakin bingung dalam pelaksanaan PPNS di daerah.AbstractExisting regulations of Civil Servant Investigators settings involving multiple institutions or institutions such as the Ministry of Home Affairs, Ministry of Justice and Human Rights and the Indonesian National Police each have the authority as a general builder and technical and tactical, but what happens with the regulations issued by the institutional and institutions increasingly confused in the implementation of investigators in the area.
Pengembangan Komoditi Karet di Provinsi Papua *Merupakan Penyempurnaan dari KTI pada Diklat KTI MP3EI Ambon 2013 Alexander Gatot Wibowo
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 5 No. 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.05.2013.233-242

Abstract

AbstrakKomoditi Karet di Provinsi Papua dapat dikembangkan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan meningkatkan peranan sektor pertanian dalam pembangunan di Provinsi Papua. Namun demikian pengembangan tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain pemanfaatan teknologi pertanian masih terbatas dan kemampuan SDM terbatas, untuk itu perlu dilakukan sebuah kajian. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui dan menentukan strategi pengembangan komoditi Karet di Provinsi Papua dengan menggunakan alat Analisa SWOT. Hasil Kajian menunjukkan bahwa pengembangan komoditi Karet di Provinsi Papua dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain: Lahan potensial untuk karet di Papua masih luas, Adanya perhatian pemerintah untuk pengembangan karet, Adanya Petani Karet, Adanya LSM yang membantu, Banyaknya tanaman tua yang belum diremajakan, Kemampuan SDM Petani terbatas, Terbatasnya pemanfaatan teknologi pertanian, Terbatasnya permodalan petani, Terbatasnya sarana prasarana pertanian seperti alat sadap mangkok, pisau, pengolah karet, asam semut, dll, Terbatasnya Penampung hasil produksi karet, Belum adanya kemitraan dalam pengelolaan perkebunan Karet, Rendahnya akses terhadap kebutuhan karet dunia, Perlunya pendampingan tawar menawar hasil produksi, Adanya alih fungsi lahan karet, Penawaran harga dari Pengepul rendah, dan Persaingan hasil. Sedangkan beberapa strategi yang perlu dilakukan untuk pengembangan komodoti karet di Provinsi : Papua antara lain : Pengembangan karet skala besar, Pendampingan SDM Petani, Membangun kemitraan dalam pengelolaan Karet, Diklat/ Penyuluhan SDM Petani, Pemberian bantuan permodalan bagi petani, Peremajaan tanaman yang sudah tua, Penyediaan dan Pemanfaatan teknologi dan sarana prasarana pertanian, Perluasan arela tanam karet, Peningkatan Kemitraan dengan pihak ketiga, Peningkatan kapasitas kelembagaan Petani, Intensifikasi, Regulasi cegah alih fungsi lahan, Pendampingan SDM Petani, dan Peremajaan tanaman dengan klon unggulAbstractRubber commodity in Papua can be developed to improve the local economy and increase the role of the agricultural sector in Papua development. However, development is influenced by several factors, among others, the use of agricultural technology is still limited and limited ability of human resources,it is necessary to do a study. This study aims to identify and determine the strategy of development of Rubber commodity in Papua by using SWOT analysis tool. The study results showed that the development of rubber commodity in Papua is influenced by several factors including : land potential for rubber in Papua is still widespread, existence of the government's attention to the development of rubber, precense of Rubber Growers, presence of NGOs that help, number of old plants that have not been rejuvenated, limited ability of HR Farmer, limited use of agricultural technology, limited capital farmer, limited agricultural infrastructure such as a tap bowl, knife, rubber processing, formic acid, etc., Limited production buyer of rubber, yet the partnership in the management of rubber plantations, low level access to the world's rubber needs, need assistance bargaining production, presence over the function rubber land, offer a low price from collectors, and product competition. While some of the strategies that need to be done for the development of rubber commodity in the Papua province, among others: Development of large-scale rubber, HR  Farmer Mentoring, Building partnerships in the management of Rubber, Training / Counseling HR Farmer, Providing funding assistance for farmers, Rejuvenation old plants, Provision and utilization of agriculture technology and infrastructure, Expansion of rubber planting land, Improved Partnership with third parties, Capasity buikding of Farmer organization, Intensification, Regulation prevent land conversion, Accompaniment HR Farmer, and plant with clones Rejuvenation 
Penggunaan Media Interaktif Berbasis Web untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar (Studi Kasus di Universitas Abdurrab Pekanbaru Riau) Kori Cahyono
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 5 No. 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.05.2013.243-252

Abstract

AbstrakMotivasi dan hasil belajar adalah dua faktor penting dalam menentukan efektivitas proses pembelajaran. Hasil belajar mata kuliah pemrograman berorientasi objek siswa rendah selama dua tahun terakhir. Hal ini mungkin disebabkan oleh bentuk materi yang masih abstrak sehingga motivasi belajar siswa rendah. Penelitian tindakan kelas bertujuan menggambarkan proses pembelajaran menggunakan media interaktif berbasis web untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Obyek penelitian adalah siswa jurusan Teknik Informatika Abdurrab University. Penelitian dilakukan dalam dua siklus penelitian tindakan. Setiap siklus penelitian terdiri dari empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Untuk mengukur hasil penelitian menggunakan tiga instrumen yaitu kuesioner motivasi, lembar observasi, dan lembar evaluasi hasil belajar. Hasil analisis data menunjukkan bahwa ada peningkatan motivasi siswa sebesar 17,65%, dan peningkatan hasil belajar sebesar 44,12%.AbstractMotivation and learning outcomes are two important factors in determining the effectiveness of the learning process. The results of student learning object-oriented programming is low during the last two years. This may be caused by a form of matter that remains abstract so that students motivation is low. Classroom action research aims to describe the process of learning to use web-based interactive media to enhance student motivation and learning outcomes. Object of research is a student majoring in Computer Science Abdurrab University. The study was conducted in two cycles of action research. Each cycle consisted of four phases of planning, action, observation and reflection. To measure the results of the study used three instruments, namely the motivation questionnaires, observation sheets, and evaluation of learning outcomes sheet. The results of data analysis showed that there was an increase of 17.65% student motivation, and improved learning outcomes for 44.12%.
Peran Nilai Tukar Petani dan Nilai Tukar Komoditas dalam Upaya Peningkatan Kesejahteraan Petani Padi di Provinsi Jambi Sayid Syekh
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 5 No. 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.05.2013.253-260

Abstract

AbstrakBerdasarkan tujuan utama pembangunan pertanian dalam hal ini , yaitu untuk meningkatkan makmur petani dan kehidupan petani , perannya berada di: 1) pengaturan dan dibangun di "PDB"; 2) meningkatkan pendapatan negara; 3) memberikan kesempatan kerja, khususnya bagi petani dan petani. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk: (a) menggambarkan kinerja agribisnis padi, (b) menganalisis jangka beras perdagangan, (c) faktor yang mempengaruhi pada hal perdagangan, (d) mengidentifikasi dampak pembangunan pertanian pada petani terms of trade dan beras hal perdagangan. Hasil penelitian ini antara lain: 1) biaya untuk pembelian input lebih kecil dibandingkan dengan istilah yang buruh perdagangan; 2) rasio R/C pengembangan usahatani padi menunjukkan bermanfaat dalam skala besar; 3) mengadopsi teknologi pertanian padi, masukan produksi dan tingkat produktivitas yang seperti faktor internal; 4) sistem pasar adalah seperti eksternal, pengaruh terhadap posisi tawar petani. Oleh karena itu dalam rangka memenuhi tujuan itu dan untuk memenuhi aturan-aturan, dalam perumusan berbagai kebijakan, kondisi perdagangan dan beras terms of trade digunakan untuk menjadi salah satu pertimbangan utama.AbstractBased on the main objective of agricultural development in this case, which are to increase the prospering of farmers and peasants life, its role are in: 1) setting and built in the “PDB”; 2) increasing the state income; 3) providing the job opportunities, especially for farmers and peasants. The objectives of this research were to: (a) describe rice agribusiness performance; (b) analyze rice term of trade; (c) influencing factors on terms of trade;(d) identifying the agricultural development impact on farmers terms of trade and rice terms of trade. The result of this study among other things: 1) the cost for purchasing inputs was smaller compared to that labor’s terms of trade; 2) the R/C ratio of r i c e farming development showed beneficial in large scale; 3) adopted r i c e farming technology, production input and productivity level were such of internal factors; 4) market system was such of external, influence for farmer’s bargaining position. Therefore in order to meet that objective and to fulfill those rules, in formulation of many policies, the terms of trade and rice terms of trade is used to be one of main considerations.
Kualitas Pelayanan Aparatur RSUD Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan dan Kabupaten Kediri terhadap Masyarakat Miskin Irtanto Irtanto
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 5 No. 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.05.2013.261-280

Abstract

AbstrakPenelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan kualitiatif, yang bertujuan (1) mengetahui penilaian pasien miskin terhadap kualitas pelayanan aparatur kesehatan yang dilakukan RSUD; (2) mengetahui analisa celah (gap analysis) dan alternatif penyelesaian masalah kondisi kualitas pelayanan kesehatan masyarakat miskin di RSUD Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Kediri dan Kota Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan aparatur RSUD ketiga daerah penelitian rata-rata mempunyai kinerja pelayanan sangat baik, dengan IKM sebesar 3,3 atau nilai interval IKM 82,50 dengan mutu pelayanan A, sangat baik. Namun demikian masih ada kesenjangan antara penilaian aparatur maupun pasien miskin yaitu berupa masih ada kekurangan dan kendala pelayanan yang kemudian akan diambil berbagai kebijakan sebagai langkah perbaikan terhadap program, sistim administrasi, prosedur pelayanan, SDM aparatur maupun sarana dan prasana.AbstractThis research uses quantitative and qualitative descriptive approach, which aims to (1) determine the assessment of the patient's poor quality of health services apparatus who conducted RSUD (the Regional Public Hospital), (2) to know the gap analysis and alternative problem solving of condition of the poor health services quality in RSUD of District of Pasuruan, District of Kediri and Mojokerto City. The results showed that the services quality of RSUD apparatus on third area of study have an average service performance is excellent, with the IKM (Community Health Index) of 3.3 or 82.50 IKM interval value with quality of service A, very good. However, there is still a gap between apparatus and poor patient assessment is still no shortage of services and constraints. From here then will take up many policies, as a measure to enhance the program, system administration, procedures of service , human resources of apparatus, facilities and infrastructures also.
Peluang Mengembangkan Kewirausahaan Desa Berbasis Potensi Desa (Studi Deskriptif di Desa Karang Rejo Kecamatan Negeri Katon Kabupaten Pesawaran, Kampung Suka Jawa Kecamatan Bumi Ratu Kabupaten Lampung Tengah dan Desa Sidoasri Kecamatan Candi Puro Kabupaten Lampung Selatan Provinsi Lampung) Ray Septianis Kartika
Jurnal Bina Praja: Journal of Home Affairs Governance Vol. 5 No. 4 (2013)
Publisher : Research and Development Agency Ministry of Home Affairs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21787/jbp.05.2013.281-300

Abstract

AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk menganalisa peluang kewirausahaan desa berbasis potensi desa. Dengan menggunakan metode deskriptif analitis, penggalian informasi diperoleh dari pelaku usaha berjumlah 3 orang dan pejabat Pemerintah Daerah. Hasil penelitian mengungkapkan peluang pengembangan kewirausahaan desa sangat besar dan dikategorikan sebagai usaha kecil. Produk unggulannya yaitu bidang pertanian, perkebunan dan adanya pemanfaatan sumber daya alam yang juga potensial. Kewirausahaan yang ada di desa memiliki prospek yang baik asalkan didukung oleh sarana prasarana, regulasi yang pro ke pelaku usaha dan adanya kepercayaan dari pihak lain untuk menjaring kemitraan kepada pelaku usaha.AbstractThis study aims to analyze the potential entrepreneurial opportunities based rural village. By using the method of descriptive analysis, extracting information obtained from businesses totaling 3 people and local government officials. The results reveal entrepreneurial rural development opportunities are very large and are categorized as small businesses. Superior products namely agriculture, plantations and the use of natural resources are also potential. Entrepreneurship in the village has good prospects as long as supported by infrastructure, regulatory pro to the business and the trust of the other party to solicit partnerships to businesses