cover
Contact Name
Adhie Tri Wahyudi
Contact Email
adhie@setiabudi.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
tekinfo@setiabudi.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Tekinfo | Scientific Journal of Industrial and Information Engineering
Published by Universitas Setia Budi
ISSN : 23031476     EISSN : 23031867     DOI : -
Scientific Journal of Industrial Engineering and Information (Tekinfo) is a journal managed by Study Programme of Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Setia Budi. Tekinfo published every six months, in May and November in each year. Our published manuscript covers disciplines of Industrial Engineering and Information Technology. We are open to readers and researchers to contribute submit the articles. It is our hope that research published at Tekinfo provide a meaningful contribution to the development of science and technology. Our thanks to all the researchers who participated also to the readers of the Tekinfo journal. Each article published in Jurnal Tekinfo is Open Access. Full text can be freely accessed, but still observes the principles of literacy in terms of citations or references.
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 2 No 2 (2014)" : 5 Documents clear
OPTIMASI SISTEM ANTRIAN PEMBAYARAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR (PKB) DENGAN PENDEKATAN SIMULASI MENGGUNAKAN SOFTWARE ARENA Erni Suparti; Febri Hermantoro
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4076.988 KB)

Abstract

Kantor SAMSAT (Sistem Administrasi Satu Atap) berfungsi memberikan layanan kepada masyarakat sebagai tempat pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB). Masalah yang sering terjadi di kantor SAMSAT adalah terjadinya antrian yang panjang ketika akan melakukan pembayaran. Berdasarkan studi kasus yang dilakukan di kantor SAMSAT Kabupaten Temanggung, diketahui bahwa pada bulan Oktober – Desember panjang antrian mencapai 20-30 orang. Hal ini berarti jumlah server yang melayani pembayar pajak harus ditambah. Untuk mengetahui jumlah server yang paling optimal, dilakukan simulasi masalah menggunakan software arena. Dari hasil simulasi diketahui bahwa utilization dari server mencapai 1,00. Dapat dijelaskan bahwa server sangat sibuk menjalankan tugasnya tanpa ada waktu untuk jeda. Setelah dilakukan simulasi terhadap kondisi nyata kemudian dibuat skenario untuk mengetahui jumlah server paling optimal. Skenario dilakukan dengan simulasi penambahan 1 server hingga 4 server. Berdasarkan analisa data output simulasi, diperoleh hasil bahwa skenario yang paling baik adalah penambahan dua server untuk melayani wajib pajak.
ANALISIS STRATEGI PEMASARAN SEPEDA MOTOR SECOND DENGAN PENDEKATAN METODE SWOT DAN BCG UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN Rio Dedy Prasetyo
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4194.743 KB)

Abstract

Dealer Wijaya Motor dan dealer Trijaya motor adalah dealer yang menjual sepeda motor second dengan berbagai merk yaitu merk yamaha, kawasaki, honda dan suzuki. Penelitian ini dilakukan untuk mencari alternatif strategi pemasaran sepeda motor second (bekas pakai) dengan pendekatan Metode SWOT (kekuatan, kelemahan, peluang, ancaman) dan Metode BCG (Boston Consulting Group) untuk meningkatkan penjualan pada dealer Wijaya Motor. Hasil dari Metode SWOT diperoleh Diagram matriks SWOT dengan koordinat (0,88;0,78) dan dapat diidentifikasikan Faktor Strategi Internal yaitu Faktor Kekuatan didapat : permodalan usaha kuat skor rating 4, memiliki banyak cabang skor rating 4. Faktor Kelemahan didapat : promosi kurang skor rating 2, penjualan sepeda motor tidak stabil skor rating 2, jaminan garansi mesin sepeda motor kurang skor rating 2, pelayanan kepada pelanggan kurang maksimal skor rating 2. Faktor Strategi Eksternal dapat diidentifikasikan yaitu Faktor Peluang didapat : merk sepeda motor sudah dikenal sehingga memudahkan informasi skor rating 4. Faktor Ancaman didapat : banyak pengusaha dealer yang sejenis skor rating 3. Hasil dari Metode BCG diperoleh Tingkat pertumbuhan pasar pada dealer Wijaya Motoradalah 10,3 % , pangsa pasar relatif dealer Wijaya Motor pada Tahun 2012 adalah 1,02 x dan 2013 adalah 1,04 x dimana keduanya memiliki nilai lebih besar dari 1 (>1). Hasil Analisis perhitungan dengan Matriks BCG mengenai Tingkat pertumbuhan pasar dan Pangsa pasar relatif maka dapat diketahui strategi portofolio yaitu strategi pengembangan pasar, merger dengan dealer lain, memaksimalkan aset, menambah modal usaha, memaksimalkan tenaga sales penjualan, memperbanyak promosi.
ANALISIS PENGENDALIAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PEMBUATAN JAKET TOMMY HILFIGER dengan METODE CONTINUOUS REVIEW SYSTEM ( Q ) dan PERIODIC REVIEW SYSTEM ( P ) di PT. X Bayu Wuryaning Sundhari; Rosleini Ria Putri Zendrato
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4026.685 KB)

Abstract

PT. X adalah sebuah perusahaan garment yang mengerjakan pesanan buyer dari luar dan dalam negeri. Dalam hal pemenuhan persediaan bahan baku pembuatan jaket Tommy Hilfiger terdapat keterlambatan pengiriman dari buyer luar negeri, untuk bahan baku kain yang seharusnya sudah ada dalam satu atau dua minggu bisa menjadi satu bulan. Maka model pengendalian persediaan yang diusulkan dalam permasalahan ini adalah model pengendalian persediaan yang dipantau terus menerus / metode Continuous Review System (Q) dan yang dipantau secara periodik / metode Periodic Review System (P) tanpa stock out maupun dengan stock out (stock out merupakan biaya yang terjadi karena perusahaan tidak dapat menyediakan produk ketika diminta pelanggan ( buyer )). Dengan menggunakan kedua metode tersebut dapat diketahui parameter – parameter perencanaan bahan baku meliputi ukuran pemesanan optimal (q), titik pemesanan kembali (reorder point), persediaan pengaman (safety stock), interval waktu pemesanan dan total biaya persediaan. Kedua model tersebut pada umumnya dapat memberikan solusi optimal yang lebih baik dibandingkan dengan sistem yang biasanya ada di perusahaan. Hasil perhitungan dengan metode Q tanpa stock out diperoleh nilai ukuran pemesanan optimal (q) sebesar 19555 yds, reorder point sebesar 253971 yds, dan safety stock 210152,16 yds dengan total biaya persediaan Rp 22.506.383.109,274 per tahun. Untuk metode Q dengan stock out, nilai ukuran pemesanan optimalnya 113174 yds, reorder point sebesar 211803 yds, safety stock sebesar 410983,5 yds, dan total biaya persediaannya Rp 22.021.399.502,794 per tahun. Metode P tanpa stock out memberikan interval waktu pemesanan bahan baku (T) 0,4 bulan dengan total biaya persediaan Rp 21.989.854.036,174 per tahun; metode P dengan stock out memberikan interval waktu pemesanan bahan baku (T) 2,3 bulan dengan total biaya persediaan Rp 21.942.828.257,2805 per tahun dan total biaya persediaan perusahaan adalah sebesar Rp 22.795.923.390,424 per tahun. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa solusi optimal jika diterapkan dalam pengendalian persediaan bahan baku pembuatan jaket Tommy Hilfiger adalah dengan metode P dengan stock out yang memberikan total biaya persediaan paling minimum dan tetap dapat memenuhi kebutuhan bahan baku pada kondisi ketidakpastian dibandingkan dengan metode Continuous Review System ( Q ) maupun dengan kebijakan perusahaan.
ANALISIS UNSUR ESTETIKA YANG NYAMAN BAGI SISWA SEKOLAH DASAR KELAS RENDAH DALAM PERANCANGAN ANIMASI PEMBELAJARAN INTERAKTIF Sri Huning Anwariningsih
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4091.81 KB)

Abstract

Media pembelajaran merupakan salah satu kunci keberhasilan pembelajaran, di samping ketepatan metode pengajaran yang digunakan. Pengembangangan media pembelajaran berbantuan komputer harus memperhatikan beberapa aspek, yaitu aspek perangkat lunak, aspek materi pembelajaran, dan aspek komunikasi visual, termasuk di dalamnya adalah unsur estetika. Estetika berhubungan dengan harmonisasi seluruh elemen dalam efek seni yang dapat mempengaruhi emosi dari pengguna media pembelajaran tersebut. Aspek estetika ini berpengaruh terhadap rasa (sense) bagi pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis unsur-unsur estetika yang meliputi unsur bentuk, warna, gambar, garis dan suara yang dirasa nyaman bagi siswa SD kelas rendah. Penelitian dirancang dengan metode observasi langsung dengan melibatkan objek penelitian dari siswa kelas 1-3 di SDIT Insan Cendekia, Boyolali. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode angket langsung dan tertutup. Metode yang digunakan untuk menganalisis data diungkapkan dalam distribusi skor skala empat terhadap kategori skala penilaian yang telah ditentukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif. Dari hasil penelitian didapatkan hasil bahwa terkait unsur bentuk, sebagian besar siswa (58,13%) menganggap bahwa bentuk seragam cenderung membosankan. Sehinggadalam perancangan animasi pembelajaran hendaknya dirancang bentuk-bentuk yang variatif. Terkait unsur warna, sebagian besar siswa lebih cenderung menyukai tampilan yang berwarna-warni (58,14%). Siswa memilih kecondongan memilih warna merah dibandingkan dengan warna lainnya (48,84%). Penggunaan warna berpengaruh terhadap kenyamanan siswa dalam belajar. Terkait unsur garis, siswa tidak mengalami kesulitan dalam memahami dan menggambar garis baik garis lengkung maupun garis lurus. Siswa juga menganggap bahwa macam-macam garis sangat menyenangkan (60,47%). Terkait unsur gambar, siswa cenderung memilih tokoh kartun dibanding gambar yang asli. Jika dibandingkan dengan tokoh kartun hewan, siswa lebih mudah mengingat tokoh kartun yang berupa tokoh manusia (41.86%). Terkait unsur suara, siswa lebih cenderung kepada suara yang tidak menyeramkan, siswa memilih diselingi musik karena mudah dihapal, dan suara yang dipilih hendaknya bukan suara yang berisik (39.53%).
CLUSTER INDUSTRI KECIL DAN MENENGAH BERDASARKAN KINERJA SUPPLY CHAIN Rachmad Hidayat; Sabarudin Akhmad
Tekinfo: Jurnal Ilmiah Teknik Industri dan Informasi Vol 2 No 2 (2014)
Publisher : Program Studi Teknik Industri Universitas Setia Budi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (4115.81 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi mekanisme cluster Industri Kecil Menengah). Unsur-unsur Cluster didasarkan pada aktivitas sehari-hari yaitu memproduksi produk yang diinginkan oleh pasar. Hasil pengclusteran dan melakukan analisis diskriminan pada faktor penentu keberhasilan, didapatkan tiga cluster supply chain dan 2 indikator penentu keberhasilan cluster, yaitu harga bahan baku dan kualitas bahan baku. Dua indikator inilah yang akan diusulkan sebagai strategi pengembangan cluster. Pada cluster usaha sedang, IKM lebih mementingkan kualitas bahan baku walaupun harga bahan baku juga sama penting. Namun kepercayaan konsumen terhadap kualitas pada batik yang dihasilkan IKM di cluster usaha sedang menghasilkan nilai penjualan dan laba yang didapat juga besar.

Page 1 of 1 | Total Record : 5