cover
Contact Name
Moch Cholid
Contact Email
moch.cholid@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalnuansa@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kab. pamekasan,
Jawa timur
INDONESIA
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam
ISSN : 19077211     EISSN : 24428078     DOI : -
Nuansa: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam (ISSN 1907-7211 and Online-ISSN 2442-8078) is published biannually by centre for research and community service (P3M), Pamekasan State of Islamic college. It is published on June and December. The journal put emphasis on aspects related to social and Islamic studies, with social reference to culture, politics, society, economics, education, history, and doctrines.
Arjuna Subject : -
Articles 175 Documents
KESIAPAN PENEGAK HUKUM DI KABUPATEN PAMEKASAN DALAM PEMBERLAKUAN UU NO. 11 TAHUN 2012 TENTANG SISTEM PERADILAN PIDANA ANAK Supraptiningsih, Umi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.94 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.185

Abstract

Lahirnya UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak (Lembaran Negara RI Tahun 2012 No 153 Tambahan Lembaran Negara RI No. 5332, selanjutnya disingkat UU-SPPA) merupakan “harapan” bagi anak-anak yang berhadapan dengan hukum baik sebagai pelaku maupun sebagai korban untuk tetap mendapatkan hak-haknya. Hal penting yang diatur dalam UU-SPPA adalah pelaksanaan diversi yaitu pengalihan penyelesaian pidana anak dari proses peradilan pidana di luar peradilan pidana. Langkah diversi tersebut dimaksudkan untuk memperoleh keadilan restorasi (restoratif justice) yaitu penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula dan bukan untuk pembalasan. UU-SPPA merupakan penyempurna atas pelaksanaan UU No. 3 Tahun 1997 tentang Pengadilan Anak yang berlaku selama ini. Hal-hal yang harus dipersiapkan dalam pemberlakuan UU-SPPA ada dua aspek, yaitu fisik dan non fisik. Persiapan secara fisik yang berupa sarana dan prasarana, yang selama ini masih belum ada karena semua persiapan itu membutuhkan ketersediaan dana yang tidak sedikit. Pemerintah daerah harus mempersiapkan lembagalembaga seperti Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA), Lembaga Penempatan Anak Sementara (LPAS), Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial (LPKS). Sedangkan persiapan non fisik meliputi penegak hukum yang mempunyai sertifikat sebagai penyidik anak, jaksa anak dan hakim anak. Faktor pendukung berlakunya UU-SPPA adalah UU No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, UU ini telah mengakomodir kepentingan dan perlindungan anak yang selama ini telah mewarnai penyelesaian kasus-kasus anak yang berhadapan dengan hukum. Sedangkan faktor penghambat atas pemberlakuan UU-SPPA yang paling dominan justeru ada pada UU-SPPA itu sendiri karena masih banyak aturan yang memerlukan petunjuk teknis untuk melaksanakannya, seperti aturan tentang prosedur diversi. Jika diversi merupakan amanat dalam UU-SPPA, maka selama lembaga-lembaga baru belum tersedia, maka pelaksanaan diversi akan mengalami hambatan, dimana anak harus ditampung? Demikian juga selama belum tersedia penegak hukum khusus anak, maka amanat UU-SPPA juga tidak akan terlaksana.
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN PESANTREN MU’ADALAH DI DIRASATUL MUALIMIN ISLAMIYAH AL-HAMIDY ---, Siswanto
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (183.156 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.186

Abstract

Perhatian dan pengakuan pemerintah terhadap institusi pesantren khususnya yang tidak menyelenggarakan pendidikan formal masih sangat minim, bahkan tamatan pesantren belum mendapat pengakuan. Padahal selama ini, masyarakat telah memberikan pengakuan terhadap kualitas lulusan pesantren, dan bahkan sebagian dari lembaga pendidikan di luar negeri pun telah memberikan pengakuan terhadap pendidikan pesantren. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Kompetensi Lulusan Pesantren Mu’adalah di Dirasatul Mu’alimin Islamiyah Al-Hamidy Banyuaanyar Palengaan Pamekasan disusun secara berjenjang berdasarkan tingkat pendidikan yang terdiri atas tingkat Ula, Wutsha dan ‘Ulya. Kedua, strategi pencapaian standar kompetensi lulusan pesantren mu’adalah dilaksanakan melalui pengaturan waktu pembelajaran antara pendidikan formal dan non formal, proses pembelajaran ditekankan pada strategi pembelajaran aktif, evaluasi kurikulum yang dilaksanakan secara bertahap dan berkesinambungan, dan rekrutmen ustadz atau tenaga pengajar yang dilaksanakan dengan proses yang sangat ketat. Ketiga, prospek lulusan pesantren mu’adalah dapat diketahui dari adanya pengakuan oleh pemerintah, yaitu kesetaraan ijazah lulusan pesantren ini seperti halnya pengakuan pada lulusan lembaga pendidikan formal pada jenjang pendidikan Madrasah Aliyah, sehingga lulusan pesantren mu’adalah ini bisa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi baik negeri, maupun swasta, dan bisa juga bekerja, baik di sektor formal maupun non formal.
RADIKALISASI KEHIDUPAN KEBERAGAMAAN PERSPEKTIF SOSIOLOGI PENGETAHUAN DI KABUPATEN PAMEKASAN Susanto, Edi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 1 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (132.069 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i1.187

Abstract

Tulisan ini berusaha mendeskripsikan radikalisasi kehidupan keberagamaan di Kabupaten Pamekasan. Dengan menggunakan riset kualitatif deskriptif, ditemukan bahwa Kondisi radikalisasi kehidupan keberagamaan di Kabupaten Pamekasan masih dalam tahapan personal dan masih merupakan fenomena kecil di tengah arus pemahaman keislaman dominan. Pada umumnya eksponen masyarakat yang tersentuh adalah kalangan muda, yang tidak memiliki basis keagamaan Islam tradisional yang kuat. Di Pamekasan, radikalisasi keberagamaan berada pada aras praktik mahdhah, gemar membid’ahkan praktik keberagamaan yang berbeda dan belum menyentuh ranah politik.Kecilnya fenomena radikalisasi keberagamaan di Kabupaten pamekasan lebih karena perkembangannya masih dalam stadium awal dan masih kuatnya dominasi paham Islam kultural di kabupaten pamekasan.Implikasi radikalisasi keberagamaan masyarakat di Pamekasan terhadap konstruksi kerukunan beragama di Pamekasan adalah bahwa Kehidupan beragama di Kabupaten Pamekasan lebih dinamis, mulai tumbuhnya “sikap melihat ke dalam” praktik keberagamaan sendiri sekaligus berusaha mengerti logika beragamaan orang lain. Fenomena ini terjadi pada kalangan warga masyarakat yang lebih terdidik. Sedangkan pada kalangan masyarakat awam, terdapat dua bentuk sikap: “abai dan reaktif negatif” Implikasi lainnya adalah mulainya dirintis upaya mencari titik-titik dan upaya dialog antar komunitas-komunitas yang berbeda orientasi keberagamaan tersebut.
PENERAPAN PENILAIAN AUTENTIK PADA MATA PELAJARAN PAI DI SMPN 1 PAMEKASAN Arif, Saiful
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.983 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i2.533

Abstract

Fokus penelitian terdiri dari: pertama, Bagaimanakah penerapan penilaian autentik pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Pamekasan? Kedua, Apa saja faktor pendukung dan penghambat penilaian autentik pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Pamekasan? Ketiga, Bagaimanakah hasil penilaian autentik pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Pamekasan? Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan paradigma analisis deskriptif. Teknik penggalian data menggunakan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Pengecekan keabsahan data dengan: (1) perpanjangan kehadiran peneliti, (2) ketekunan pengamatan, (3)  triangulasi, dan (4) pemeriksaan teman sejawat. Hasil penelitian ditemukan: Pertama, penerapan penilaian autentik pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Pamekasan cukup baik. Penilaian autentik dilakukan dengan penilaian input, proses, dan penilaian output. Instrumen penilaian yang digunakan adalah tes, pengamatan, dan penugasan. Kedua, faktor pendukung penerapan penilaian autentik adalah (1) profesionalisme guru, (2) kesiapan peserta didik, (3) pola kepemimpinan kepala sekolah, (4) penciptaan lingkungan belajar yang kondusif, (5) adanya laboratorium ibadah, dan (6) adanya kegiatan ekstra kurikuler. Faktor penghambat penerapan penilaian autentik  adalah (1) kurangnya sosialisasi kurikulum 2013, (2) alokasi waktu pembelajaran PAI hanya 3 jam selama seminggu, (3) jumlah peserta didik dalam satu kelas cukup besar, dan (4) kurang optimalnya partisipasi orang tua peserta didik. Ketiga, hasil penerapan penilaian autentik pada mata pelajaran PAI di SMPN 1 Pamekasan adalah cukup baik, yaitu 80 dan sikap spiritual ataupun sosial juga cukup baik.
KERUKUNAN INTERN UMAT BERAGAMA DI KOTA GERBANG SALAM (Melacak Peran Forum Komunikasi ORMAS Islam [FOKUS] Pamekasan) Hasan, Nor
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (459.291 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i2.534

Abstract

Mewujudkan kerukunan hidup baik antar maupun intern umat beragama, dalam masyarakat plural  bukan suatu yang mudah. Karena disamping kerukunan hidup antar umat beragama bukanlah hal yang given, melainkan butuh proses, pun juga karena banyak faktor yang terkait, misalnya faktor sosial, pendidikan, ekonomi, politik terutama ideologi (baca madzhab) dari masing-masing pemeluk agama yang berbeda. Oleh karena itu membutuhkan perhatian serius dan kepiawaian semua pihak:  pemerintah, tokoh agama dan masyarakat baik secara individual maupun secara kelompok. Forum Komunikasi ORMAS Islam (FOKUS) lahir sebagai wadah silat al-rahῑm ORMAS Islam di Pamekasan memiliki komitment dalam mewujudkan kerukunan hidup khususnya intern umat beragama. Melalui kegiatan-kegiatan social yang dilakukannya FOKUS telah memberikan kontribusi dalam mewujudkan kerukunan intern umat beragama (Islam) di Pamekasan.
MAFHÛM MUKHÂLAFAH DALAM SURAT AL-NISÂ’ Ali Sabri, Fahruddin
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (604.891 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i2.535

Abstract

Dalam pandangan ulama ushul fiqih aliran Syâfi’iyyah, dilâlah terbagi menjadi dua macam, yaitu dilâlah manthûq dan dilâlah mafhûm. Dilâlah manthûq adalah petunjuk hukum yang terdapat dalam susunan lafazhnya dan dalam ucapan lafazhnya. Sedangkan dilâlah mafhûm  adalah petunjuk hukum yang terdapat dalam susunan lafazhnya tetapi tidak disebutkan dalam ucapan lafazhnya. Secara garis besar, dilâlah manthûq terbagi menjadi dua yaitu manthûq sharîh dan manthûq gairu sharîh. Sedangkan dilâlah mafhûm  juga dapat dibedakan menjadi dua yaitu mafhûm muwâfaqah dan mafhûm  mukhâlafah. Penelitian ini difokuskan pada kedudukan mafhûm  mukhâlafah dalam surat al-nisa’, apakah ada ayat dalam surat al-Nisa ini yang mengandung mafhûm mukhâlafah? Jika ada, apakah mafhûm mukhâlafah dalam ayat tersebut dapat digunakan sebagai dalil dan dapat diambil hukumnya?
SPIRITUALISASI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM: MENUJU KEBERAGAMAAN INKLUSIF PLURALISTIK Susanto, Edi
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.583 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i2.536

Abstract

Tulisan ini berusaha memotret carut marut pembelajaran pendidikan agama Islam yang  dipengaruhi oleh filosofi behavioristik mekanistik sehingga melahirkan produk  pembelajaran agama Islam yang cenderung intelektualistik-atomistik dan kurang menjiwa. Melalui pendekatan filosofis, diajukan konsep dalam upaya mengatasi carut marut pelaksanaan PAI melalui konsep spiritualisasi pendidikan agama Islam. Dengan basis filosofis konstruktivisme humanisme teosentris melalui strategi dan metode pelaksanaan yang dapat  mengapresiasi strategi dan metode apapun dengan syarat  dapat mengaktifkan siswa dan siswa sendiri  dapat mengkonstruksi pengetahuannya, semisal Paradigma Pedagogik Reflektif (PPR) yang lebih mengutamakan aktivitas siswa untuk menemukan  dan memaknai pengalamannya sendiri dan Strategi project  based learning  (PBL), suatu strategi pembelajaran kontekstual yang  memberdayakan siswa dengan memberi kesempatan kepadanya untuk berinteraksi secara  langsung dengan masyarakat di luar sekolah melalui magang  kerja sosial. Tulisan ini berusaha memberikan semisal solusi alternatif sembari menyadari keterbatasan kajian penelitiannya sehingga merekomendasikan perlunya penelitian dengan tema yang sama namun dengan lanskap dan pendekatan berbeda untuk menguji akurasi hasil penelitiannya.
MEDIASI INTEGRATIF DI PENGADILAN AGAMA PAMEKASAN Musawwamah, Siti
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.458 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i2.537

Abstract

Pemberlakuan kebijakan PERMA No.1 Tahun 2008 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan ditandai perubahan fundamental, yaitu proses penyelesaian sengketa dapat dipersingkat karena para pihak yang berperkara tidak harus menempuh seluruh tahapan proses persidangan, tetapi cukup sampai pada pra pemeriksaan jika para pihak berhasil mencapai kesepakatan perdamaian melalui mediasi di awal persidangan. Di Pengadilan Agama Pamekasan pelaksanaan mediasi diberlakukan untuk perkara yang dihadiri oleh kedua belah pihak yang berperkara. Pada umumnya para pihak memilih mediator dari pihak hakim karena tidak ada kewajiban biaya tambahan untuk jasa mediator. Mereka dapat menghadap mediator secara langsung di ruang hakim setelah tidak dapat didamaikan pada proses litigasi/persidangan pertama. Kendala Pelaksanaannya adalah: (a) Ketidaktahuan para pihak tentang urgensi mediasi; (b) Sikap tidak koperatif aparat desa baik kepada para pihak yang memasrahkan perkaranya maupun pada para pihak yang tidak memasrahkannya; dan (c) keterbatasan sarana dan prasarana pelaksanaan mediasi. Solusi atas Kendala Pelaksanaan Mediasi Integratif adalah: (a) Untuk mengatasi keengganan atau sikap apatis para pihak menjalani proses mediasi adalah setengah dipaksa setelah mediator tidak berhasil menjelaskan urgensi mediasi; (b) Untuk mengatasi sikap tidak koperatif dari aparat desa ditempuh cara persuasif dengan menjelaskan urgensi mediasi; dan (c) Untuk mengatasi kendala kelengkapan sarana dan prasarana, mediasi terpaksa dilaksanakan di ruang hakim
PENGEMBANGAN KURIKULUM BAHASA ARAB BERBASIS KELAS MATA PELAJARAN BAHASA ARAB DI MTsN SUMBER BUNGUR PAMEKASAN Muhlis, Ahmad
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.291 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i2.538

Abstract

Diantara langkah terobosan MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan adalah merealisasikan program di bidang pengembangan kurikulum bahasa Arab. Tujuan penelitian ini hendak mendeskripsikan bagaimana konsep dan model pengembangan kurikulum kelas mata pelajaran bahasa Arab di MTs Negeri Sumber Bungur Pamekasan serta apa saja faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan kurikulum tersebut. Hasil penelitian adalah MTs Negeri Sumber Bungur mengembangkan kurikulum bahasa Arab berbasis kelas mata pelajaran yang kemudian disebut dengan istilah kurikulum kelas mata pelajaran bahasa Arab. Model pengembangan kurikulum yang digunakan adalah sentral de-sentral. Pengembangan kurikulum ini termanifestasikan pada penambahan jam pelajaran dan materi ajar, yaitu pada mata pelajaran PAI dan bahasa Arab Di antara faktor pendukung terlaksananya pengembangan kurikulum tersebut adalah: 1) Motivasi dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, 2) Komitmen Kepala Madrasah, 3) Kompetensi profesional guru kelas mata pelajaran bahasa Arab, 4) Eksistensi pesantren Sumber Bungur sebagai lembaga yang menguatkan proses pembelajaran, dan 5) Input siswa yang memiliki pemahaman awal terhadap materi yang akan di sajikan. Sedangkan faktor penghambatnya adalah: 1) Tidak tersedianya alokasi dana khusus, 2) Tidak meratanya kemampuan guru dalam melakukan penyusunan kurikulum, 3) Tidak meratanya kemampuan guru untuk mengajar di kelas mata pelajaran bahasa Arab, dan 4) Tidak sedikit siswa yang merasa jenuh ketika belajar di kelas mata pelajaran bahasa Arab.
MANAJEMEN PEMBELAJARAN AL-QUR’AN HADITS DI MAN PAMEKASAN ---, Bunai
NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : STAIN PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.117 KB) | DOI: 10.19105/nuansa.v11i2.539

Abstract

Artikel hasil penelitian ini mendeskripsikan tentang manajemen pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan. Ada 3 (tiga) fokus penelitian yang akan dikaji secara mendalam dalam penelitian ini, yaitu: (1) Bagaimana perencanaan pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan? (2) Bagaimana pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan? dan (3) Bagaimana evaluasi pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan?. Melalui penelitian ini akan diperoleh informasi tentang: (1) perencanaan pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan, (2) pelaksanaan pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan, dan (3) evaluasi pembelajaran al-Qur’an Hadits di MAN Pamekasan, yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran al-Qur’an Hadits.

Page 7 of 18 | Total Record : 175