JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan
Jurnal Yaqzhan adalah jurnal ilmiah yang fokus dalam publikasi hasil penelitian dalam kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini terbit secara berkala dua kali dalam setahun pada bulan januari dan juli. Jurnal Yaqzhan terbuka umum bagi peneliti, praktisi, dan pemerhati kajian filsafat, agama dan kemanusiaan. Jurnal ini dikelola oleh Jurusan Akidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin Adab Dakwah IAIN Syekh Nurjati Cirebon. Jurnal ini pertama kali terbit pada tahun 2015.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol 3, No 1 (2017)"
:
10 Documents
clear
AKTUALISASI SYAHADAT DALAM KEHIDUPAN SEHARI – HARI JAMA’AH ASY-SYAHADATAIN DI PONDOK PESANTREN NURUL HUDA MUNJUL CIREBON
Lukman Hakim;
Siti Fatimah;
Naila Farah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (634.788 KB)
|
DOI: 10.24235/jy.v3i1.2130
Abstrak: Aktualisasi syahadat dalam kehidupan sering kali dijumpai dengan melaksanakan semua syariat Islam saja, dan yang sering digemborkan adalah shalat. Jama’ah Asy-Syahadatain sendiri meyakini bahwa umat Islam banyak yang meninggalkan syahadat, terutama dalam hal ikrarnya. Jama’ah Asy-Syahadatain juga memahami syahadat sebagai wadah empat prinsip tasawuf (syariat, tarekat, hakikat, dan makrifat). Keempat prinsip ini ada dalam tiga tingkat syahadat, yaitu ; syahadat z}ahir, syahadat bat}in, dan kemudian syahadat sirr yang merupakan syahadat sejati. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan aktualisasi syahadat dalam kehidupan sehari-hari diJama’ah Asy-Syahadatain di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul Cirebon. Sebelum itu penelitian ini menjelaskan makna dan manifestasi syahadat dalam Jama’ah Asy-Syahadatain di Pondok Pesantren Nurul Huda Munjul. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Metode kualitatif yang penulis gunakan adalah kualitatif deskriptif (kualitatif fenomenologis) yaitu metode penelitian kualitatif yang menjelaskan dan mengungkap makna konsep dan pengalaman. Hasil penelitian : syahadat adalah sumpah yang berarti harus tetap diingat dengan cara konsisten mengikrarkannya. Ketika ikrar disertai s}alawat karena ini merupakan tanda kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dan tanda keseriusan dalam bersyahadat. Makna dan manifestasi syahadat pun harus dipahami agar menjadi pegangan dan tuntunan dalam kehidupan. Aktualisasi syahadat dalam kehidupan melalui 3 tahap manifestasi yaitu : syahadat z}ahir, syahadat bat}in, dan syahadat sirr. Syahadat z}ahir adalah aktualisasi syahadat dalam kehidupan melalui konsisten ikrar dan menjalankan semua syariat Islam dan sunah-sunah Rasulullah SAW. Syahadat bat}in adalah aktualisasi dalam tarekat syahadat yang melalui baiat syahadat terlebih dahulu. Kemudian syahadat sirr adalah aktualisasi syahadat sejati di mana manusia sudah dalam tahap kesatuan dengan Allah yakni selalu eling (makrifat) Allah dan meneladani Rasulullah SAW serta memberi manfaat bagi sesama. Kata Kunci : makna, manifestasi, syahadat z}ahir, syahadat bat}in, syahadat sirr, dan aktualisasi
HUKUM-HUKUM DETERMINISME DALAM FILSAFAT SEJARAH IBNU KHALDUN (Dialektika Antara Sains dan Teologi)
Bisri Bisri
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (488.844 KB)
|
DOI: 10.24235/jy.v3i1.2036
Abstrak: Ibnu Khaldun merupakan tokoh besar yang tidak diragukan sumbangan pemikirannya, ketokohanya diakui baik di dunia Islam maupun Barat. Bahkan dalam kajian ilmu sejarah maupun filsafat sejarah, ia termasuk tokoh awal yang membangun fondasi bangunan sejarah dari sejarah yang sebelumnya hanya berupa deskripsi peristiwa-peristiwa, nama-nama penguasa atau silsilah keturunan dan angka-angka tahun, menjadi suatu sistem bangunan keilmuan dan filsafat yang utuh. Dalam pemikiran filsafat sejarahnya, Ibnu khaldun termasuk yang menganut determinisme sejarah. Berbicara tentang hukum-hukum sejarah, determinisme sejarah kerap dimaknai sebagai hukum kausalitas. Ibnu Khaldun memberlakukan hukum kausalitas bukan hanya pada alam saja, tetapi juga berlaku pada manusia. Di sisi lain Ibnu Khaldun sebagai penganut Asy’ariyah dimana paham teologi ini menolak hukum kausalitas atas dasar kekuasaan dan kehendak mutlak Tuhan. Ada semacam pertentangan antara paham keyakinan teologi dan paham determinismenya. Paham teologinya menolak kausalitas, sementara ia menganut determinisme dalam sejarah. Disinilah menariknya bahwa kecerdasan Ibnu Khaldun mampu mendamaikan pertentangan antara sains dan teologi dalam menjelaskan hukum determinisme sejarah ini. Kata kunci: Ibnu Khaldun, Determinisme, Filsafat, Sejarah, Dialektika, Sains, Teologi.
PEMBENTUKAN AKHLAK ISLAMI DALAM BERBAGAI PERSPEKTIF
Mustopa Mustopa
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (616.568 KB)
|
DOI: 10.24235/jy.v3i1.2126
Abstrak: Persoalan akhlak selalu saja menyedot perhatian banyak pihak, baik dari kalangan teoretisi maupun dari kalangan praktisi dan akademisi. Persoalan ini menarik untuk dibahas karena persoalan akhlak merupakan persoalan yang ada di seputar kita dan akan terus berada di sekitar kita bahkan kita sendiri menjadi bagian dari pelaku akhlak tersebut. Perdebatan tentang akhlak muncul berkaitan dengan masalah apakah akhlak bisa dibentuk ataukah akhlak tidak bisa dibentuk dalam artian bahwa kahlak manusia itu sesungguhnya bawaan sejak lahir. Terkait hal tersebut, tulisan ini hadir dengan diskursus seputur akhlak, apakah akhlak tersebut dapat dibentuk ataukah tidak ?. Kata Kunci: Akhlak, Akhlak Islami dan Pembentukan Akhlak.
DAKWAH REVOLUSIONER MUHAMMAD BIN ABD AL-WAHHAB UNTUK PEMURNIAN AJARAN ISLAM
Naila Farah
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (461.367 KB)
|
DOI: 10.24235/jy.v3i1.2037
Abstrak: Pada kurun waktu abad ke 18 M peradaban Islam sedang mengalami stagnasi, kejumudan dan bahkan kemunduran. Umat Islam banyak yang melakukan bidah dan khurafat, suatu perbuatan yang menyimpang dari Aqidah Islam. Muhammad bin Abd al-Wahhab mencoba dengan kreativitas pemikirannya membedah persoalan tersebut melalui ide-idenya untuk memurnikan akidah umat Islam yang telah menyimpang dari ajaran tauhid. Tulisan ini memapaparkan apa sebenarnya yang dilakukan oleh Muhhamad bin Abd al-Wahhab dalam melakukan dakwah untuk meluruskan akidah umat yang telah menyimpang tersebut, dan bagaimana sebenarnya pemahaman serta respon para pengikut Muhammad bin Abd al-Wahhab terhadap ajaran/paham yang dianut oleh Muhammad bin Abd al-Wahhab dalam melakukan dakwah tersebut, karena Muhammad bin Abd al-Wahhab sendiri dalam melakukan dakwahnya ternyata tidak pernah seradikal para pengikutnya.Kata-kata Kunci : Muhhamd bin Abd al-Wahhab, Gerakan Wahabiyyah, purifikasi Islam, gerakan fundamentalisme, dakwah revolusioner.
JIHAD SEBAGAI ESKPRESI POLITIK KAUM MUSLIM : STUDI ATAS KONSEP JIHAD DALAM PERSPEKTIF POLITIK
Noval Maliki
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24235/jy.v3i1.2127
Abstrak: Artikel ini mendedah sebuah konsep yang dewasa ini sangat populer karena disalahgunakan oleh para teroris di berbagai belahan bumi. Distorsi makna ini terjadi lebih karena aspek kepentingan politik semata, alih-alih menunjukkan makna aslinya yang secara generik berarti perang melawan kejahatan dan setan, disiplin diri di mana orang-orang yang beriman berusaha untuk mengikuti kehendak Tuhan, untuk menjadi muslim yang lebih baik. Jihad, dengan demikian, adalah perjuangan seumur hidup untuk menjadi saleh, berada di jalan Allah. Sedangkan selama ini, atas konstruksi yang dibangun oleh berbagai kalangan terutama kaum radikalis, jihad diartikan sebatas peperangan. Karenanya, selain akan mengurai makna jihad baik secara etimologis dan terminologis juga pendapat para cendekiawan mengenai hal itu, tulisan ini juga akan mencoba mendekripsikan relasi antara agama dan negara sebagai salah satu pemicu kemunculan fenomena jihadis. Alih-alih bernuansa keislaman, yang damai dan memiliki aturan ketat mengenai peperangan, fenomena jihad dewasa ini lebih terlihat sebagai sebuah aksi politis yang justru tidak mengenal aturan dan berbentuk teror. Kata kunci: Jihad, Politik, Perang, Negara, Holly war
FILSAFAT ISLAM METAFISIKA MUHAMMAD IQBAL TENTANG TUHAN SEBAGAI EGO
Asep Kurniawan
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (659.418 KB)
|
DOI: 10.24235/jy.v3i1.2082
Abstrak: Metafisika dalam filsafat Islam identik dengan Tuhan. Dia dicitrakan dalam berbagai macam pemikiran para filosof dengan mendasarkan pada argumen-argumen rasional dan filosofis. Iqbal menggunakan konsep Ego Absolut untuk menyebut Tuhan dengan segala konsekwensi logisnya, akan tetapi konsep Ego Absolut yang diusung oleh Iqbal ini seringkali dipahami sebagai panteisme. Padahal pada kesempatan tertentu Iqbal mengkritisi keras poin-poin penting panteisme. Iqbal berusaha menampilkan poros dimana Ego dan Ego Absolut dapat memenuhi tempatnya masing-masing dengan segala keunikan dan kekhasannya. Ego Absolut bagi Iqbal adalah hasrat dimana Ego terus-menerus berproses, bergerak dinamis, berkreasi dan memproduksi dalam skala sendiri. Hidup manusia ditentukan oleh aktivitas ego-Nya. Aktivitas ego pada dasarnya berupa aktivitas kehendak. Hidup adalah kehendak kreatif yang bertujuan dan bergerak menuju satu arah, yaitu Ego Absolut. Kata Kunci: Metafisika, Ego, Tuhan
ANALISIS DISIPLIN DAN KUASA TUBUH MICHEL FOUCAULT DALAM KEHIDUPAN SANTRI PONDOK KEBON JAMBU AL-ISLAMY PESANTREN BABAKAN CIWARINGIN CIREBON
Misbah Mustofa
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (331.454 KB)
|
DOI: 10.24235/jy.v3i1.2128
Abstrak: Salah satu pemikiran Michel Foucault yang menarik adalah konsepnya tentang kuasa, karena kuasa yang dibawa olehnya berbeda dengan konsep kuasa yang dibawa oleh para pemikir lainnya. Salah satu pembahasan mengenai kuasa dari Michel Foucalt ini ialah konsep disiplin tubuh. Disiplin Tubuh merupakan suatu usaha dalam menguasai tubuh subjek untuk kemudian didisiplinkan agar menjadi individu yang berguna melalui berbagai praktek tanpa disadari oleh subjek tersebut. Praktek relasi kuasa dalam disiplin tubuh tersebut dapat dilihat pada beberapa tempat, aktifitas dan instansi, salah satuya ialah Pesantren. Kajian dalam tulisan ini mencoba untuk menggambarkan bagaimana terjadinya proses relasi kuasa terkait dengan pendisiplinan tubuh yang ada dalam kehidupan Pondok Kebon Jambu Al-Islamy Pesantren Babakan Ciwaringin dengan menggunakan konsep disiplin tubuh dari Michel Foucault. Praktek pendisiplinan tubuh yang ada di Pondok Kebon Jambu Pesantren Babakan Ciwaringin Cirebon terbentuk melalui beberapa konsep yang saling terbagi dan saling menguatkan, diantaranya adalah: Pengawasan secara hierarkis, normalisasi, dan terakhir adalah ujian. Kata kunci: Michel Foucault, pondok pesantren, kuasa, disiplin tubuh.
GERAKAN AGAMA BARU DI INDONESIA: STUDI ALIRAN KEPERCAYAAN (AGAMA) SUKU DAYAK HINDU BUDHA BUMI SEGANDU INDRAMAYU
Ibnu Farhan
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (501.31 KB)
|
DOI: 10.24235/jy.v3i1.2124
Abstrak: Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki kemajemukan di berbagai aspek dalam kehidupan masyarakatnya meliputi suku, budaya dan agama. Dalam kasus agama, Negara Indonesia hanya mengakui enam agama resmi, dan sisanya disebut dengan aliran kepercayaan. Kebijakan yang terkesan berpihak ini tentu saja membuat agama yang diakui oleh negara mendominasi kehidupan beragama masyarakat Indonesia. Namun menarik di tengah-tengah dominasi enam agama di atas justru bermunculan beberapa gerakan agama atau kepercayaan baru di masyarakat. Salah satu aliran kepercayaan tersebut bernama Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Tentu saja peristiwa ini adalah sesuatu yang menarik sehingga tulisan ini akan mengkaji tentang faktor-faktor yang menyebabkan kemunculan aliran kepercayaan Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu. Tulisan ini juga akan secara ringkas meneliti ajaran-ajaran dari aliran kepercayaan ini sehingga mampu membuat masyarakat tertarik untuk percaya dan mengikuti aliran kepercayaan tersebut.Kata kunci: Gerakan Agama Baru, Suku Dayak Hindu Budha Bumi Segandu Indramayu
JEJAK MARXISME DI INDONESIA
A. Syatori
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (450.387 KB)
|
DOI: 10.24235/jy.v3i1.2129
Abstrak: Pada akhir abad ke-19 paham liberalisme ekonomi ala Barat terdengar gaungnya oleh pemerinah Hindia-Belanda. Paham itu mengubah kebijakan ekonomi pemerintah dari yang semula kerja paksa menjadi industrialisasi. Masuknya investasi swasta telah mengubah tanah-tanah perkebunan menjadi pabrik-pabrik dan mengubah buruh-buruh tani bumi putra menjadi buruh-buruh pabrik. Kebijakan pemerintah itu mendapat kritik dari kaum kiri yang berpaham Marxisme di Belanda. Kritik itu berhasil mendesak pemerintah untuk memberlakukan kebijakan politik ‘balas-budi’ atau eticshe politic. Kebijakan ini lah yang kemudian menjadi awal masuknya paham Marxisme di Indonesia. Kebijakan politik etis telah membuka kran terbentuknya perkumpulan-perkumpulan di Hindia-Belanda. Sneevliet, seorang anggota kaum kiri Belanda masuk di Indonesia membawa paham Marxisme dengan mendirikan Indische Social Democratische Vereniging (ISDV). Pengaruh ISDV sampai pada Sarekat Islam (SI) yang saat itu memiliki basis massa yang banyak, yang kemudian membentuk SI-Merah. Oleh perkumpulan ini Marxisme menemukan kesamaan dengan ajaran Islam. Keduanya bertemu pada kesamaan pada perjuangan pembebasan kaum lemah. Analisis perjuangan kelas dalam Marxisme digunakan untuk menginterpretasi ayat-ayat al-Qur’an. Misalnya, Hadji Misbach menafsirkan surat al-Humazah menemukan dua kontradiksi kelas, antara kaum uang dan kaum mustadl’afin yang disebabkan oleh fitnah kapitalisme berupa kesengsaraan rakyat. Selain itu Marxisme juga memengaruhi pemikiran tradisi Jawa, yang memunculkan semboyan ‘Sama Rata-Sama Rasa’ dan ‘Bangkitnya Kaum Kromo’. Dua semboyan ini bertemu pada gagasan Marx tentang “masyarakat tanpa kelas” yang tertuang dalam Babad Tanah Jawa-nya Marco Kartodikromo. Paham ini melahirkan para pejuang revolusi di Hindia-Belanda. Mereka menyebarkan gagasan Marxisme dan melakukan aksi-aksi pengorganisasian rakyat, terutama pada kelompok buruh pabrik. Perjuangan itu telah sampai pada pembentukan organisasi revolusioner yang bernama Partai Komunis Indonesia (PKI). Kata kunci: marxisme, kapitalisme, imperialisme, ISDV, PKI.
TAZKIYAT AL-NAFS: KAJIAN TENTANG TAZKIYAT AL-NAFS SEBAGAI PENDEKATAN DIRI KEPADA ALLAH
Ahmad Asmuni
JURNAL YAQZHAN: Analisis Filsafat, Agama dan Kemanusiaan Vol 3, No 1 (2017)
Publisher : IAIN SYEKH NUR JATI
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (603.239 KB)
|
DOI: 10.24235/jy.v3i1.2125
Abstrak: Jiwa yang dalam bahasa Arab dikenal dengan istilah nafs. Nafs merupakan bagian yang sangat penting dalam diri manusia. Apabila nafs manusia bersih maka ia bisa dekat dengan tuhannya. Sebaliknya apabila nafs manusia kotor maka manusia akan jauh dari tuhannya. Saat nafs manusia kotor maka saat itulah komunikasi manusia dengan tuhan terasa sulit. Pada ssat demikian, maka manusia perlu membersihkan nafs-nya. Pembersihan jiwa manusia dalam dunia tasawuf dikenal dengan istilah tazkiyat al-nafs. Tazkiyat nafs ini sangat penting untuk dilakukan oleh manusia agar jiwanya menjadi bersih dan bisa dekat sedekat-dekatnya dengan tuhannya. Pada saat nafs manusia bersih maka terbukalah semua hijab yang menutupi antara dirinya dengan tuhannya. Ketika semua hijab terbuka maka tak ada lagi penghalang yang dapat menutupi penglihatan mata hatinya terhadap tuhan. Kata Kunci: Nafs, Roh dan Tazkiyat Al-Nafs