cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal SEPA (Social Economic and Agribusiness Journal)
ISSN : 18299946     EISSN : 26546817     DOI : -
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis is published by Agribusiness Program, Faculty of Agriculture, Universitas Sebelas Maret (UNS) Indonesia in cooperation with Association of Indonesian Agribusiness (AAI). We welcome manuscripts on agricultural socio-economic studies, agribusiness management, agricultural development and policies, agricultural business, agricultural feasibility studies, agricultural consumers and producers, agricultural market, agroindustry and community development.
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER" : 10 Documents clear
ANALISIS NILAI EKONOMI USAHATANI BAWANG MERAH (Allium cepa L.) OFF SEASON DAN IN SEASON PADA LAHAN PASIR PANTAI (Studi Kasus di Desa Srigading Kecamatan Sanden Kabupaten Bantul DIY) Arif Rahman Hakim; Rajiman Rajiman; Rika Nalinda
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.015 KB) | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21046

Abstract

Abstract: This study aims to determine the economic value of shallot cultivation offseason and in-season. It was conducted in Srigading Village, Sanden District, Bantul Regency on March to July 2017 using comparative study method. Sampling was chosen purposively for village and farmer groups. Samples of farmers taken using proportional sampling and snowball sampling method by 30 peoples. Statistical analysis using the t-test. The results of the study showed that off-season and in-season shallot farming was not significantly different and feasible economically. This is can be seen from the result of t-test of average shallot farmers income is t-count<t-table (0,617<2,048) and sig. (2-tailed) 0,542>0,05, the result of average difference test of farmers profit is t-count<t-table (0,396<2,048) and sig. (2-tailed) 0,695>0,05, whilethe result of average difference test of business feasibility (R/C ratio) on shallotcultivation is t-count<t-table (0,150<2,048) and sig. (2-tailed) 0,882>0,05. While analysis of farming is average revenue of shallot farmers off-season Rp 20.471.149,3 and in-season Rp 18.081.789,6, average profit of shallot farmers offseason Rp 11.922.949,9 and in-season Rp 10.520.079,9, and average business feasibility (R/C ratio) of shallot farmers off-season 2,39 and in-season 2,33. Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk mengetahui nilai ekonomi budidaya bawangmerah lahan pasir pantai off season dan in season. Kajian dilakukan di Desa SrigadingKecamatan Sanden Kabupaten Bantul bulan Maret-Juli 2017 dengan menggunakanmetode kajian komparatif. Pengambilan sampel dipilih secara purposive untuk tingkatdesa dan kelompok tani. Sampel petani diambil secara proporsional sampling dansnowball sampling sebanyak 30 orang. Analisis statistik menggunakan uji-t. Hasilkajian menunjukkan bahwa secara ekonomi usahatani bawang merah off season dan inseason tidak berbeda nyata dan layak diusahakan. Hal ini dilihat dari hasil uji bedarata-rata penerimaan petani bawang merah yaitu t-hitung<t-tabel (0,617<2,048)dan sig.(2-tailed) 0,542>0,05,hasil uji beda rata-rata keuntungan petani bawang merahadalah t-hitung<t-tabel (0,396<2,048) dan sig.(2-tailed) 0,695>0,05, dan hasil uji bedarata-rata kelayakan usaha (R/C ratio) budidaya bawang merah yaitu t-hitung<t-tabel(0,150<2,048) dan sig.(2-tailed) 0,882>0,05. Sedangkan hasil analisis usahatani yaitupenerimaan rata-rata petani bawang merah off season Rp 20.471.149,3 dan in seasonRp 18.081.789,6, keuntungan rata-rata petani bawang merah off season Rp 11.922.949,9 dan in season Rp 10.520.079,9, dan kelayakan usaha (R/C ratio) rata-rata petani bawang merah off season 2,39 dan in season 2,33.
PENGEMBANGAN KAMPUNG SAYUR ORGANIK DI NGEMPLAK SUTAN, MOJOSONGO, JEBRES, SURAKARTA Tri Abdul Rahman; Sutarto Sutarto; Agung Wibowo
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.473 KB) | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21036

Abstract

Abstract: This research aims to find out what factors are being a strengths,weaknesses, opportunities and threats, to know the proper strategic alternatives toformulate, and find out the best strategy to be applied in the development of Kampungorganic vegetable in Ngemplak Sutan, Mojosongo, Jebres, Surakarta. The basicmethod of research is descriptive. Location determination research deliberately i.e.organic vegetable in Ngemplak Sutan, Mojosongo, Jebres, Surakarta. The data usedare the primary and secondary data. The technique of data collection is done withobservations, interviews, and recording. The analysis of the data used is (1) InternalFactor Evaluation (IFE) (2) External Factor Evaluation (EFE), (3) the SWOTanalysis, (4) analysis of the QSPM.The results of the Internal Factor EvaluationMatrix (IFE) had seven and eight strengths weaknesses. Matrix External FactorEvaluation (EFE) had six chances and four threats. SWOT analysis produces eightalternative strategies that can be applied. Analysis of the QSPM produces the mostexcellent strategy priorities for applied i.e. utilize advances in technology is there todo the promotion and marketing. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor apa saja yangmenjadi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, mengetahui alternatif strategiyang tepat untuk dirumuskan, serta mengetahui strategi yang paling baik untukditerapkan dalam pengembangan Kampung Sayur Organik di Ngemplak Sutan,Mojosongo, Jebres, Surakarta. Metode dasar penelitian adalah deskriptif. Penentuanlokasi penelitian secara sengaja yaitu di Kampung Sayur Organik di Ngemplak Sutan,Mojosongo, Jebres, Surakarta. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder.Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan observaasi, wawancara, dan pencatatan.Analisis data yang digunakan adalah (1) Internal Factor Evaluation (IFE) (2) ExternalFactor Evaluation (EFE), (3) Analisis SWOT, (4) Analisis QSPM. Hasil penelitianmenunjukan Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) memiliki tujuh kekuatan dandelapan kelemahan.Matrik External Factor Evaluation (EFE) memiliki enam peluangdan empat ancaman. Analisis SWOT menghasilkan delapan alternatif strategi yangdapat diterapkan. Analisis QSPM menghasilkan prioritas strategi yang paling baikuntuk diterapkan yaitu memanfaatkan kemajuan teknologi yang ada untuk melakukanpromosi dan pemasaran.
STRATEGI PENGEMBANGAN JAMUR TIRAM (Pleurotus Ostreatus) DI KELOMPOK TANI ANEKA JAMUR DESA GONDANGMANIS KECAMATAN KARANGPANDAN KABUPATEN KARANGANYAR Nugraheni Retnaningsih; Bambang N C
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.118 KB) | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21048

Abstract

Abstract: The aim of this research is to determine the most effective strategy priority tobe applied in the developing oyster mushroom in Aneka Jamur Farmer Group Gondangmanis Village, Karangpandan Subdistrict, Karanganyar District. The method oflocation selection in this research is purposive method. The research stages including theidentification of internal and external factors that show the strengths, weaknesses,opportunities and threats that is faced by the farmer groups. The input stage isimplemented by IFE matrix and EFE matrix. Phase matching by using SWOT matrix anddecision stage by using QSPM. The result of this research shows that the alternativestrategy are to maintain and improve the quality of seed product (F1), baglog and oystermushroom; to improve the quality of human resources of group members in post-harvesthandling; forming the partnerships with other groups or associations with baglog makersor mushroom cultivators to achieved the price agreement; cooperation with other groupsin the case of synchronization of time to make the baglog and mushroom cultivation sothat if there is pest or disease all baglog maker or oyster mushroom grower is notattacked all; increased production efficiency to improve the  competitiveness; and savingthrough cost efficiency. Priority of the strategy obtained in the development of oystermushroom to maintain and to  improve the quality of seed products (F1), baglog(planting medium) and oyster mushroom (STAS: 4.67). Abstrak :Tujuan penelitian ini adalah menentukan prioritas strategi yang paling efektifuntuk diterapkan dalam mengembangkan jamur tiram di Kelompok Tani Aneka Jamur Desa Gondangmanis,  Kecamatan  Karangpandan,   Kabupaten Karanganyar. Metodepemilihan lokasi pada penelitian ini adalah secara purposive (sengaja). Tahapanpenelitian meliputi identifikasi faktor internal dan eksternal yang menunjukkan kekuatan,kelemahan, peluang dan ancaman yang dihadapi oleh kelompok tani. Tahap inputdilaksanakan dengan membuat matriks IFE dan matriks EFE. Tahap pencocokanmenggunakan matriks SWOT dan tahap keputusan menggunakan QSPM. Hasil penelitianmenunjukkan alternatif strategi yang diperoleh yaitu mempertahankan dan meningkatkankualitas produk bibit (F1), baglog dan jamur tiram;  meningkatkan kualitas SDM anggotakelompok dalam penanganan pasca panen;  membentuk kemitraan dengan kelompok lainatau asosiasi dengan pembuat baglog atau pembudidaya jamur sehingga tercapaikesepakatan harga; kerjasama dengan kelompok lain dalam hal keserempakan waktuuntuk membuat baglog dan budidaya jamur sehingga apabila ada hama atau penyakitseluruh pembuat baglog atau pembudidaya jamur tiram tidak terserang semua;peningkatan efisiensi produksi untuk meningkatkan daya saing; dan penghematan melaluiefisiensi biaya. Prioritas strategi yang diperoleh dalam pengembangan jamur tiram dikelompok tani Aneka Jamur adalah mempertahankan dan meningkatkan kualitas produkbibit (F1), baglog (media tanam) dan jamur tiram (STAS : 4,67)
PENINGKATKAN KESEJAHTERAAN PETANI MELALUI INOVASI TEKNOLOGI PRODUK TURUNAN KELAPA DALAM DI SULAWESI BARAT Chairul Muslim; Valeriana Darwis
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.208 KB) | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21038

Abstract

Abstract: The development of acreage and production of oil in the nationallydecreased 1.17% and 1.54% annually in the period of last six years. Coconutproductivity in one hectare never reaches 1 ton.The low productivity of coconut in thevillage of East Mines West Sulawesi province because of old age (30-45 years) and notcultivated optimally (legacy). The purpose writing papers is a condition of the coconutin West Sulawesi and coconut derived products what is normally made by thecommunities in research and technology are being used to make these derivativeproducts. Next will be given advice what technology should be used by the coconutfarmers. Products derived from coconut are made and the technology makes it alsounchanged from the first, namely copra, coconut shell charcoal and cooking oil. Inorder for the coconut farmers' income can be increased then it is advisable for therejuvenation of coconut. Technological changes in line with recommendations made:(i) copra so that it can increase the water content from 12% to 7%; (Ii) cooking oilthat is produced does not smell and can be more durable (iii) charcoal that producedcontaining low water content, still flying high oil content, as well as the holdingcapacity of carbon is also high as desired by some industries Abstrak: perkembangan luas areal dan produksi kelapa dalam secara nasionalmengalami penurunan 1,17% dan 1,54% setiap tahun dalam kurun waktu enam tahunterakhir. Produktivitas kelapa dalam satu hektar tidak pernah mencapai 1 ton.Rendahnya produktivitas kelapa dalam di Desa Lombong Timur Provinsi SulawesiBarat karena usianya yang sudah tua (30-45 tahun) dan tidak diusahakan secaraoptimal (warisan). Tujuan penulisan makalah adalah mengetahui kondisi perkelapaandi Sulawesi Barat dan produk turunan kelapa apa yang biasanya dibuat olehmasyarakat di lokasi penelitian serta teknologi apa yang dipergunakan untuk membuatproduk turunan tersebut. Selanjutnya akan diberikan saran teknologi apa yangsebaiknya dipergunakan oleh petani kelapa. Produk turunan dari kelapa yang dibuatdan teknologi membuatnya juga tidak mengalami perubahan dari dahulu, yaitu kopra,arang tempurung dan minyak goreng. Agar pendapatan petani kelapa dapatditingkatkan maka disarankan adanya peremajaan kelapa. Perubahan teknologi sesuaidengan anjuran membuat : (i) kopra sehingga bisa meningkatkan kadar air dari 12%menjadi 7% ; (ii) minyak goreng yang dihasilkan tidak bau dan bisa lebih tahan lama :(iii) arang yang dihasilkan mengandung  kadar air rendah, kandungan minyak terbangmasih tinggi, serta daya ikat karbon juga tinggi seperti yang diinginkan oleh beberapaindustri. 
DISTRIBUSI PENDAPATAN PETANI EKS UPP TCSDP DI DESA SIALANG KAYU BATU KECAMATAN BUNUT KABUPATEN PELALAWAN Indo Muharram Afdillah; Eliza Eliza; Shorea Khaswarina
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.963 KB) | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21050

Abstract

Abstract: The Ex UPP TCSDP Farmers are the farmers who get the government assistance in agriculture in 1992.UPP TCSDP stands for Unit of ProjectImplementation of Tree Crop Smallholder Development Program which is thisprogram is the government assistance to plantation farmers (rubber, coconut,sugarcane) funded by World Bank by applying management mergers related totechnology, production and marketing, in 1998 is the last  planting, so it is called Exof UPP TCSDP. This research aims to analyze the sources and the income structureand to observe the distribution and inequality of income of The Ex UPP TCSDPFarmer. This research took place in SialangKayuBatu Village, Bunut Sub-District,PelalawanDistrict. The results showed that the income source was divided into twoincome source from agricultural and non-agricultural. Total income from agricultural per year was Rp. 1.685.603.901 (89,95%), while total income from non-agriculturalper year was Rp. 188.400.000/year (10,05%). The highest income distribution was inthe Ex UPP TCSDP Farmers in the middle class as many as 9 farmers with totalproportion of income per year amount Rp. 769.422.455 (41,06%), while for the lowestincome proportion was the Ex UPP TCSDP Farmers in the lowest class as many as 9farmers with total proportion of income amount Rp. 409.293.513 (21,84%).The IndexValue of Gini Ratio was in low or mild inequality that equal to 0,20. It is indicatedthat, the income equalityof The Ex UPP TCSDP Farmer in SialangKayuBatu villageBunut Sub-District Pelalawan District was good. Abstrak : Petani Eks UPP TCSDP adalah petani yang mendapatkan bantuanpemerintah di bidang pertanian pada tahun 1992. UPP TCSDP merupakan singkatandari Unit Pelaksanaan Proyek Tree Crop Smallholder Development Program dimanaprogram ini berupa bantuan yang diberikan pemerintah kepada petani perkebunan(karet, kelapa, tebu) yang dibiayai oleh Bank Dunia dengan melaksanakanpenggabungan manajemen yang berkaitan dengan teknologi, proses produksi, danpemasaran, pada tahun 1998 merupakan tanam terakhir sehingga disebut Eks UPPTCSDP. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sumber-sumber dan strukturpendapatan serta distribusi dan ketimpangan pendapatan petani Eks UPP TCSDPdiDesa Sialang Kayu Batu Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan.. Penelitian denganmetode survey dan pengambilan responden secara simple random sampling. Hasilpenelitian menunjukkan bahwa sumber pendapatan ada duayaitu pendapatan dari pertanian dan  non pertanian.Total pendapatan dari  pertanian per tahun  sebesar Rp.1.685.603.901(89,95%), sedangkan total pendapatan dari  non pertanian sebesarRp.188.400.000 (10,05%). Distribusi pendapatan tertinggi terdapat pada petani EksUPP TCSDP golongan menengah sebanyak 9 orang dengan total proporsi jumlahpendapatan per tahun sebesar Rp.769.422.455 (41,06%), sedangkan untuk proporsipendapatan terendah sebanyak 9 orang dengan total proporsi jumlah pendapatan pertahun sebesar Rp. 409.293.513 (21,84%).Nilai Indeks Gini Ratio berada pada ketimpangan rendah atau ringan yaitu sebesar 0,20, artinya kemerataan pendapatan petani Eks UPP TCSDPdi Desa Sialang Kayu Batu Kecamatan Bunut Kabupaten Pelalawan tergolong baik.
ANALISIS PERAN SUBSEKTOR PERTANIAN TERHADAP PEMBANGUNAN KABUPATEN KARANGANYAR; SEBUAH PENDEKATAN COMPARATIVE PERFORMANCE INDEX Fransisca Erna S.; Mohamad Harisudin; Wiwit Rahayu
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21040

Abstract

Abstract: The objective of this study was to determine how much of the total share, rateof contribution and rate of growth of agriculture sector on regional development inKaranganyar; determine the classification of agriculture sector in Karanganyar usingKlassen typology; and knowing the agriculture sector featured in Karanganyarregency. The research location was Karanganyar Regency. The data used in this studyis primary data and secondary data. Data analysis methods used were: (1)Analysis ofthe magnitude of the total share of agricultural subsectors using shift share analysis;(2)Identification of the contribution and the growth rate of agriculture subsector;(3)The classification of agriculture subsector in Karanganyar using Klassen typology;and (4)Identification of featured subsector agricultural sector in Karanganyar usingComparative Performance Index (CPI). The results showed: total share of food crops,plantation subsector, livestock susbector, forestry subsector, and the fisheriessubsector respectively 173.644,66 million rupiah; 24.928,24 million rupiah; 56.674,21million rupiah; 829,48 million rupiah; and 1.153,37 million rupiah. Contribution ofthe food-stuff crops subsector, plantation subsector, animal husbandry subsector,forestry subsector, and fisheries subsector respectively by 66.94%; 8.71%; 23.36%;0.48%; and 0.52%. The growth rate of the food-stuff crops subsector, plantationsubsector, animal husbandry subsector, forestry subsector, and fisheries subsectorrespectively by 6.29%; 6.70%; 5.41%; 3.92%; and 5.16%. Karanganyar animalhusbandry subsector is developed and emerging subsector. Food-stuff crops subsector,plantation subsector, forestry subsector, and fisheries subsector were classified ingrowing subsectors but depressed. The first featured the agricultural subsector basedon analysis of the CPI was the food crops subsector.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui besar total share, kontribusi,dan laju pertumbuhan subsektor pertanian terhadap pembangunan KabupatenKaranganyar, (2) mengklasifikasikan subsektor pertanian di Kabupaten Karanganyarmenggunakan tipologi klassen, dan (3) mengetahui subsektor pertanian unggulanKabupaten Karanganyar. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive) yaituKabupaten Karanganyar. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder.Analisis data yang digunakan adalah analisis shift share, analisis kontribusi dan lajupertumbuhan, analisis tipologi klassen, dan analisis comparative performance index.Hasil penelitian menunjukkan total share subsektor tanaman bahan makanan,subsektor perkebunan, subsektor peternakan, subsektor kehutanan, dan subsektorperikanan Kabupaten Karanganyar masing-masing sebesar 173.644,66 juta rupiah; 24.928,24 juta rupiah; 56.674,21 juta rupiah; 829,48 juta rupiah; dan 1.153,37 jutarupiah. Kontribusi subsektor tanaman bahan makanan, subsektor perkebunan,subsektor peternakan, subsektor kehutanan, dan subsektor perikanan masing-masingsebesar 66,94%; 8,71%; 23,36%; 0,48%; dan 0,52%. Laju pertumbuhan subsektortanaman bahan makanan, subsektor perkebunan, subsektor peternakan, subsektorkehutanan, dan subsektor perikanan masing-masing sebesar 4,88%; 5,75%; 5,27%;4,01%; dan 5,89%. Subsektor peternakan Kabupaten Karanganyar merupakansubsektor maju dan berkembang. Subsektor tanaman bahan makanan, subsektorperkebunan, subsektor kehutanan, dan subsektor perikanan diklasifikasikan dalamsubsektor berkembang tapi tertekan. Subsektor pertanian unggulan pertamaberdasarkan analisis CPI adalah subsektor tanaman bahan makanan.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEDALAMAN JANGKAUAN (DEPTH OF OUTREACH) LEMBAGA KEUANGAN MIKRO (LKM) UED-SP DI KECAMATAN RAMBAH KABUPATEN ROKAN HULU Ahmad Rifai; Siswanto Siswanto; Eri Sayamar
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.647 KB) | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21052

Abstract

Abstract : This study analysis the factors affecting the depth of outreach ofMicrofinance Institutions (MFIs) of UED-SP at Rambah Sub-district Rokan HuluDistrict. Factors thought to influence the depth of outreach is age of UED-SP, ROA,percent of trading sector clients, percent of agriculture sector clients and number ofwoman clients. The sampling method is done using by purposive sampling. This studyobtained a sample of twelve UED-SPs in the village at Rambah District from in theperiod of 2012-2015. The data used is secondary data form pooled data. Data wereobtained based on the financial reports of each of the samples. This study usesquantitative approach with analysis technique used is multiple linear regressionanalysis with fixed effect model of pooled data that were previously tested with theclassical assumption test. Hypothesis testing using t-statistic and the F-statistic with95% confidence level. Based on the classic assumption test found no variables thatdeviate. This shows that the available data has been qualified using the linearregression equation model. The results of this study show that depth of outreach arestatistically significant infiuenced by age of UED-SP. However, it’s negatively affecton depth of outhreach. Whereas ROA, number of woman borrower, percent ofagriculture sector clients and percent of trading sector clients has no affect on depth ofouthreach. Predictive ability of these five variables on the depth of outhreach is 77,66percent, while the 22,34 percent influenced by other factors not included in theresearch model. Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhikedalaman jangkauan (Depth of Outrech) pada LKM UED-SP di Kecamatan RambahKabupaten Rokan Hulu. Faktor-faktor yang diduga berpengaruh terhadap kedalamanjangkauan adalah umur UED-SP, rasio pengembalian aset (ROA), jumlah peminjamwanita, proporsi peminjam sektor pertanian dan proporsi peminjam sektor perdagangan. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Dalam penelitian ini diperoleh sampel sebanyak 12 LKM UED-SP di Desa/Kelurahan yang ada di Kecamatan Rambah dan data yang dihimpun adalah 4 tahun dari tahun 2012-2015. Data yang digunakan adalah data sekunder data panel. Data diperoleh berdasarkan laporan keuangan dari masing-masing sampel. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda data panel dengan model Fixed Effect (FEM) yang sebelumnya diuji dengan uji asumsi klasik. Uji hipotesis menggunakan t-statistik serta F-statistik dengan tingkat kepercayaan 95%. Berdasarkan uji asumsi klasik tidak ditemukan variabel yang menyimpang. Hal ini menunjukkan bahwa data yang tersedia telah memenuhi syarat menggunakan model persamaan linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur UEDSP berpengaruh signifikan terhadap kedalaman jangkauan. Namun berpengaruh negatif terhadap kedalaman jangkauan. Kemampuan prediksi kelima variabel tersebut terhadap kedalaman jangkauan adalah 77,66 persen, sedangakan 22,34 persen dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian.
STRATEGI PEMASARAN SUSU KAMBING DI ADILLA GOAT FARM DESA JERUKSAWIT KECAMATAN GONDANGREJO KABUPATEN KARANGANYAR Haidar Ischak; Suprapti Supardi; Minar Ferichani
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.626 KB) | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21042

Abstract

Abstract: This research aims to identify the internal and external factors in themarketing of Adilla Goat Farm’s milk, formulate alternative marketing strategies, andpriority strategies that can be applied in the marketing of Adilla Goat Farm’s milk.The basic method used in this research is descriptive analytic. Data analysis methodsusing matrix Internal External (IE), matrix Strength, Weakness, Opportunity, andThreat (SWOT), and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSP). The resultsshowed that the alternative strategies can be used by Adilla Goat Farm in themarketing of goat milk is a strategy to make agrotourism farm dairy goats for childrento be more familiar with the benefits of goat's milk early, utilizing the waste from thegoats to be processed/sold, worked together with other goat breeders in the group toexpand the market, make financial governance training and marketing management,making another product innovation from the goat milk, provide training for workers tobe able to market the products of goat's milk, and the expansion of product marketingthrough promotions and advertising intensively to make it more widely known.Priorities strategy that can be used by Adilla Goat Farm is the expansion of productmarketing through promotions and advertising intensively to make it more widelyknown. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternaldalam pemasaran susu kambing di Adilla Goat Farm, merumuskan alternatif strategipemasaran, dan prioritas strategi yang dapat diterapkan dalam pemasaran susukambing di Adilla Goat Farm. Metode dasar yang digunakan dalam penelitian iniadalah deskriptif analitik. Metode analisis data menggunakan analisis matriks InternalExternal (IE), matriks Strenght, Weakness, Opportunity, and Threat (SWOT), danmatriks Quantitative Strategic Planning (QSP). Hasil penelitian menunjukan bahwaalternatif strategi yang dapat digunakan oleh Adilla Goat Farm dalam memasarkansusu kambing adalah strategi membuat agrowisata peternakan kambing perah untukanak-anak agar lebih mengenal manfaat susu kambing sejak dini, memanfaatkanlimbah dari hasil ternak kambing untuk diolah/dijual, menjalin kerja sama dengansesama peternak kambing dalam bentuk kelompok untuk memperluas pasar, pelatihantata kelola keuangan dan manajemen pemasaran, membuat inovasi produk lain denganbahan baku susu kambing, mengadakan pelatihan untuk tenaga kerja agar bisa ikutmemasarkan produk susu kambing, perluasan pemasaran produk melalui promosi danperiklanan secara intensif agar lebih dikenal masyarakat luas. Prioritas strategi yangdapat dilakukan Adilla Goat Farm dalam memasarkan susu kambing adalah strategiperluasan pemasaran produk melalui promosi dan periklanan secara intensif agar lebihdikenal masyarakat luas.
ANALISIS EFISIENSI DAN PERILAKU PASAR GULA AREN DI KECAMATAN RAMBAH SAMO KABUPATEN ROKAN HULU Rasihen, Yogy
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.993 KB) | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21044

Abstract

Abstract: The process of distributing products from producers to end consumersrequires a variety of marketing functional activities aimed at streamlining the processof delivering goods and services effectively and efficiently. The purpose of thisresearch is to analyze marketing efficiency of palm sugar and palm sugar marketbehavior in Rambah Samo Sub-district of Rokan Hulu Regency. The method used issurvey method. Sampling was done using Sensus method. The sample used as many as18 samples on agroindustry of palm sugar. The analysis used is quantitativedescriptive analysis. The results of this study indicate that the marketing pattern ofpalm sugar in Rokan Hulu District Rambah Samo through two channels but anefficient marketing channel is a marketing channel one. On the marketing channel onepalm sugar producer sells it directly to the end consumer who comes directly to theproduction site and is sold for Rp. 20,000 / Kg. The most efficient marketing channelis channel one because it has a very small margin compared to the other channels.The behavior of sugar palm market in production center involves marketing agencythat is intermediary trader. This intermediary trader who distributes palm sugar toconsumers, but the role of palm sugar intermediaries in production is not much. Abstrak: Proses penyaluran produk dari produsen ke konsumen akhir memerlukanberbagai kegiatan fungsional pemasaran yang ditujukan untuk memperlancar prosespenyaluran barang dan jasa secara efektif dan efisien. Tujuan penelitian ini untukmenganalisis  efisiensi  pemasaran  gula  aren dan perilaku pasar gula aren diKecamatan Rambah Samo Kabupaten  Rokan Hulu. Metode yang digunakan adalahmetode survei. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode sensus.Sampel yang digunakan sebanyak 18 sampel pada agroindustri gula aren. Analisisyang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian ini menunjukkanbahwa pola pemasaran gula aren yang ada di Kecamatan Rambah Samo KabupatenRokan Hulu melalui dua saluran namun saluran pemasaran yang efisien adalah saluranpemasaran satu. Pada saluran pemasaran satu pengrajin gula aren menjualnyalangsung ke konsumen akhir yang datang langsung ke lokasi produksi dan dijualdengan harga Rp. 20.000/Kg. Saluran pemasaran yang paling efisien adalah saluransatu karena memiliki margin yang sangat kecil dibandingkan dengan saluran yanglain. Perilaku pasar gula aren di sentra produksi melibatkan lembaga pemasaran yaitupedagang perantara. Pedagang perantara inilah yang mendistribusikan gula arensampai ke konsumen, namun peran perantara gula aren disentra produksi tidak banyak.
ANALISIS DAYA SAING UBI KAYU INDONESIA DI PASAR INTERNASIONAL Pramesti, Fahrisa Surya; Rahayu, Endang Siti; Agustono, Agustono
SEPA: Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 14, No 1 (2017): SEPTEMBER
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.818 KB) | DOI: 10.20961/sepa.v14i1.21034

Abstract

Abstract: This research aims to determine the competitiveness of cassava Indonesiacompared with competitor countries if the terms of its comparative advantages, and toknow the competitiveness of Indonesian cassava if the terms of its competitiveadvantage. The basic method used is descriptive analytical method. Analysis of thedata used is the analysis of comparative advantage Revealed Comparative Advantage(RCA) and analysis of competitive advantage Privat Cost Ratio (PCR). RCA analysisresults for commodities cassava Indonesia has a value of 0.7 or below one, whichmeans that during the period of cassava Indonesia does not have a comparativeadvantage compared to other countries with the same commodity. While the results ofPCR analysis, farming cassava in Indonesia has a competitive advantage because ithas a PCR value of 0.36 or less than one, which means that to get the added value offarm output by one unit cassava required additional domestic factor costs less thanone unit is equal to 0 , 36. While private profits is positive, it shows that the indicationof the results of farming cassava Indonesia supernormal and should lead to theexpansion or expansion in the future, unless the agricultural areas in Indonesia cannot be expanded or substitute crops are more profitable in private. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya saing ubi kayu Indonesiadibandingkan dengan negara pesaing jika ditinjau dari keunggulan komparatifnya, danmengetahui daya saing ubi kayu Indonesia jika ditinjau dari keunggulankompetitifnya. Metode dasar yang digunakan adalah metode deskriptif analitis.Analisis data yang digunakan adalah analisis keunggulan komparatif RevealedComparative Advantage (RCA) dan analisis keunggulan kompetitif Privat Cost Ratio(PCR). Hasil analisis RCA untuk komoditas ubi kayu Indonesia memiliki nilai 0,7atau di bawah satu, yang berarti pada periode tersebut ubi kayu Indonesia tidakmemiliki keunggulan komparatif dibandingkan dengan negara lain dengan komoditasyang sama. Sedangkan hasil analisis PCR, usahatani ubi kayu di Indonesia memilikikeunggulan kompetitif karena memiliki nilai PCR 0,36 atau kurang dari satu, yangberarti untuk mendapatkan nilai tambah output usahatani ubi kayu sebesar satu satuandiperlukan tambahan biaya faktor domestik kurang dari satu satuan yaitu sebesar 0,36.Sedangkan keuntungan privat bernilai positif, hal tersebut menunjukkan bahwaindikasi dari hasil usahatani ubi kayu Indonesia supernormal dan harus mengarah padaekspansi atau perluasan di masa mendatang, kecuali apabila daerah pertanian diIndonesia tidak dapat diperluas atau terdapat tanaman pengganti yang lebihmenguntungkan secara privat 

Page 1 of 1 | Total Record : 10