cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Chimica et Natura Acta
ISSN : 23550864     EISSN : 25412574     DOI : -
Chimica et Natura Acta diterbitkan oleh Departemen Kimia, FMIPA, Universitas Padjadjaran tiga kali setiap tahun pada bulan April, Agustus dan Desember. Artikel yang dimuat mencakup Kimia Analisis dan Pemisahan, Kimia Material, Kimia Energi dan Lingkungan, Kimia Organik Bahan Alam dan Sintesis, Biomolekular Pangan dan Kesehatan serta topik-topik lain yang berhubungan dengan ilmu Kimia.
Arjuna Subject : -
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 1 (2022)" : 6 Documents clear
Aktivitas Antioksidan dan Sitotoksik Terhadap Sel Kanker HeLa dari Ekstrak Daun Vernonia amygdalina (Asteraceae) Shabarni Gaffar; Muhammad Yudha Nugraha; Ersanda Hafiz; Hesti Lina Wiraswati; Tati Herlina
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.36779

Abstract

Vernonia amygdalina atau dikenal sebagai daun afrika merupakan salah satu tanaman obat yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai nutraceutical, seperti antidiabetes, antimalaria dan antikanker. Penelitian ini bertujuan menentukan aktivitas antioksidan dan aktivitas sitotoksik ekstrak daun V. amygdalina terhadap sel kanker serviks HeLa, serta menentukan kelompok senyawa yang terdapat dalam ekstrak daun V. amygdalina dengan aktivitas sitotoksik dan antioksidan tertinggi melalui penapisan fitokimia. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi dan fraksinasi menggunakan pelarut metanol, etil asetat, dan n-hexana. Semua fraksi diuji aktivitas antioksidannya menggunakan metoda DPPH dan aktivitas sitotoksiknya terhadap sel kanker serviks HeLa menggunakan metode MTS, serta penapisan fitokimia untuk menentukan kelompok senyawa alkaloid, terpenoid, steroid, dan flavonoid. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan paling tinggi, IC50 ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksana berturut-turut adalah: 25,27; 17,89; 213,4 ppm. Hasil uji aktivitas sitotoksik menunjukkan bahwa ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksana daun V. amygdalina bersifat kurang aktif terhadap sel kanker serviks HeLa dengan IC50 berturut-turut: 519,42; 249,18 dan 367,24 ppm. Ekstrak etil asetat yang mengandung aktivitas antioksidan tertinggi mengandung kelompok senyawa flavonoid, alkaloid, steroid, dan terpenoid, sehingga berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai agen kemopreventif berdasarkan aktivitas antioksidannya.
Treatment of Water Contaminated with Polycyclic Aromatic Hydrocarbons (PAHs): A Review of Various Techniques, Constraints, and Field Procedures Sambo, Godswill; Muhammad, Syahidah Akmal; Pyar, Hassan; Binhweel, Fozy
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.37080

Abstract

Clean water is vital in the creation of energy and sustenance of life. However, the pollution of water and the absence of potable water are global problems resulting from agricultural and industrial activities. We have witnessed significant growth in the pollution of water by organic compounds like PAH. Experts have made an effort to establish favorable techniques for the treatment of PAH polluted water. These techniques are either thermal, biological, physical or chemical. Bioremediation, chemical oxidation, solid-phase extraction, coagulation, photocatalytic degradation and adsorption using graphenes, mesoporous silica and agricultural wastes are techniques that are already in use in the field treatment of PAHs while electrokinetic remediation and nanoremediation are still in their developmental stage. Several reviews on the treatment of sediments and soils contaminated with PAHs have been published, but only a few reviews center mainly on the removal of PAHs in water. Therefore, this review aims to provide information on the techniques used in the treatment of water contaminated with PAHs. Techniques that are already in use and those that are in their developmental stage were reviewed. The successes of these methods, limitations, constraints and field procedures were analyzed and this will help to inform decision making.
Antioxidant Activity of Nutmeg Mace (Myristica fragrans) Graded Extract Ghina Siti Nurhayati; Dimas Danang Indriatmoko; Erwi Widi Kristiadi; Anisa Fitriani; Tarso Rudiana
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.38188

Abstract

Nutmeg (Myristica fragrans) contains essential oils and can be applied in industrial scale because it has medicinal benefits such as stimulating the heart system, stomachache, rheumatism, muscle pain, toothache, eliminating toxins in the liver, flatulence, and antioxidant. The purpose of this study was to determine the antioxidant activity of the nutmeg mace graded extract. The research methods include plant determination, sample preparation, extraction by maceration method, phytochemical test, and antioxidant test using the DPPH method. The yield of Mace Nutmeg extract obtained was 30.3% n-hexane, 8.79% ethyl acetate, and 3.79% methanol and the IC50 value of each mace nutmeg extract, namely the n-hexane extract was 56.22±1.15 ppm, 20.39±0.13 ppm ethyl acetate extract and 17.89±0.10 ppm methanol extract. From these results, it can be concluded that mace nutmeg extract has antioxidant activity with a strong category.
Green Synthesis Nanopartikel Perak dengan Bioreduktor Ekstrak Daun Rami (Boehmeria nivea) Melalui Iradiasi Microwave Victor Handoko; Afina Yusradinan; Annas Nursyahid; Ayu Wandira; Asri Peni Wulandari
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.35755

Abstract

Nanopartikel perak dikategorikan sebagai material antibakteri karena kemampuannya merusak integritas membran sel bakteri. Terdapat berbagai metode untuk menyintesis nanopartikel perak, salah satunya adalah dengan pendekatan green synthesis menggunakan bioreduktor ekstrak tanaman. Daun rami (Boehmeria nivea) mengandung senyawa aktif yang bersifat antibakteri dan antiviral seperti etil palmitat, 1-(4-bromobutil)-2-piperidinon, dan α-metil linoleat. Selain itu ekstrak daun rami berpotensi mereduksi ion perak menjadi nanopartikel perak karena mengandung senyawa dietilen glikol, asam miristoleat dan tetradeka-13-en-11-un-1-ol. Proses reduksi ion perak dapat dioptimalkan dengan iradiasi microwave melalui pemanasan yang seragam dan cepat. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan green synthesis dan karakterisasi nanopartikel perak dengan ekstrak daun rami melalui iradiasi microwave. Tahapan penelitian ini terdiri dari pembuatan ekstrak daun rami, sintesis nanopartikel perak dengan prekursor perak nitrat, dan karakterisasi dengan menggunakan spektrofotometer UV-Vis, FT-IR, PSA dan XRD. Hasil pengukuran dengan spektrofotometer UV-Vis menunjukkan adanya serapan pada panjang gelombang 444 nm yang mengonfirmasi terbentuknya nanopartikel perak. Berdasarkan hasil PSA dan SEM diketahui nanopartikel perak terbentuk di antara sejumlah aglomerat. Hasil FT-IR menunjukkan adanya peran senyawa fenolik dari ekstrak dalam mereduksi prekursor perak nitrat, sedangkan hasil XRD menunjukkan kristal berbentuk kubus berpusat muka dengan rata-rata ukuran krsital sebesar 18,80 nm.
Pengaruh Penambahan H2O2 dan Variasi Massa Fe3O4-Kitosan Beads dalam Mendegradasi Zat Warna Methylene Blue di Bawah Sinar UV Kokom Komariah; Tien Setyaningtyas; Kapti Riyani
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.40339

Abstract

Methylene blue (MB) merupakan salah satu zat warna yang banyak digunakan di industri tekstil. MB merupakan zat warna kationik yang beracun dan memiliki daya serap paling tinggi. Pengurangan kadar MB yang terkandung dalam limbah cair berwarna dapat dilakukan menggunakan metode Advance Oxidation Processes AOPs yang menggunakan radikal hidroksil (•OH) dalam mendegradasi limbah cair yang berwarna. Salah satu teknologi AOPs yang banyak digunakan adalah katalis heterogen Fenton karena biayanya yang terjangkau, mudah digunakan kembali dan tidak menghasilkan lumpur padat. Pada penelitian ini dilakukan aplikasi penggunaan Fe3O4-kitosan beads dalam mendegradasi MB  pada sistem foto-Fenton di bawah sinar UV. Penelitian  ini meliputi proses sintesis Fe3O4-Kitosan beads, penentuan massa Fe3O4-kitosan beads, volume H2O2 1% yang digunakan dan watu penyinaran optimum dalam mendegradasi MB. Hasil penelitian menunjukkan massa Fe3O4-kitosan beads optimum yang digunakan yaitu 0,5 gram, volume H2O2 1% optimum yaitu 0,4 mL dan waktu penyinaran optimum yaitu 4 jam. Efektivitas degradasi MB pada kondisi optimum yaitu sebesar 72,14% dan nilai degradasi kombinasi adsorpsi dan kerja fotokatalitik mencapai 98,93%. Berdasarkan penelitian katalis heterogen Fenton yang dikomposisikan ke dalam Fe3O4-Kitosan beads efektif dalam mendegradasi zat warna MB.
Formulasi Sediaan Obat Kumur Kombinasi Ekstrak Daun Jambu Biji (Psidium guajava L.) dan Daun Pandan Wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) Fitria Dewi Sulistiyono; Almasyhuri Almasyhuri; Ridwan Febryan Mukrim
Chimica et Natura Acta Vol 10, No 1 (2022)
Publisher : Departemen Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cna.v10.n1.36832

Abstract

Karies gigi merupakan salah satu penyakit infeksi yang terjadi pada gigi dan dapat merusak struktur gigi. Bakteri yang sering menjadi penyebab karies pada gigi yaitu Streptococcus mutans. Sediaan obat kumur adalah salah satu bentuk sediaan cair untuk merawat gigi yaitu dengan cara berkumur. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan mutu dari sediaan obat kumur kombinasi ekstrak daun jambu biji dan daun pandan wangi. Ekstrak daun jambu biji dan pandan wangi diektraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Sediaan obat kumur dibuat sebanyak 4 formula, dengan perbandingan ekstrak daun jambu dan pandan wangi konsentrasi formula I 35% (17,5:17,5), konsentrasi formula II 37,5% (17,5:20), konsentrasi formula III 40% (17,5:22,5), kontrol positif (obat kumur merk BT) dan kontrol negatif (basis). Pengujian syarat sediaan obat kumur dilakukan dengan pengujian mutu fisik (uji organoleptik, pH, viskositas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa formula I memenuhui syarat mutu baik organoleptik, pH dan viskositas.

Page 1 of 1 | Total Record : 6